...

04 Mei 2012 GLOBAL NEGARA SEYCHELLES

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

04 Mei 2012 GLOBAL NEGARA SEYCHELLES
04 Mei 2012
GLOBAL
NEGARA SEYCHELLES MERATIFIKASI PROTOKOL NAGOYA MENGENAI
SUMBERDAYA GENETIK
Seychelles adalah negara ketiga yang melengkapi ratifikasi Protokol Nagoya mengenai
perlindungan terhadap kekayaan keanekaragaman hayati dan menjamin pembagian
keuntungan bagi pemilik sumberdaya genetik. Protokol tersebut akan dilaksanakan 90
hari setelah penyerahan dokumen ratifikasi ke-50. Protokol Nagoya memberikan
kepastian dan transparansi bagi pemilik dan pengguna sumberdaya genetik untuk
memperkuat peluang dalam pembagian yang adil dan merata atas keuntungan atas
penggunaannya.
“Pada tahun 2010, Presiden Seychelles menyatakan bahwa lebih dari 50% luas daratan
kami sekarang adalah daerah yang dilindungi. Pencapaian yang monumental tersebut
mencerminkan komitmen rakyat Seychelles untuk menjaga warisan alamnya. Bagi kami,
Protokol Nagoya merupakan instrumen yang penting untuk memastikan bahwa manfaatmanfaat yang kita peroleh hari ini dari keanekaragaman hayati akan dapat dibagi secara
adil oleh semua pihak yang terlibat sambil memastikan generasi mendatang dapat
menikmati manfaat-manfaat yang sama,” ujar Dr. Rolp Payet, Menteri Lingkungan dan
Energi.
Baca siaran pers CBD di: http://www.cbd.int/doc/press/2012/pr-2012-04-27-Seychellesen.pdf.
AFRIKA
BIOTEKNOLOGI-PERTANIAN DAPAT MENANGGULANGI KEAMANAN
PANGAN - ASARECA
Asosiasi Peningkatan Penelitian Pertanian di Sentral Afrika dan Afrika Barat
(ASARECA) yakin bahwa memanfaatkan keunggulan bioteknologi pertanian dapat
membantu negara-negara Sub-Sahara Afrika untuk mencapai keamanan pangan.
“Organisme Hasil Rekayasa Genetika (GMO) menyediakan solusi terbaik bagi
ketidakamanan pangan dan sebuah pintu gerbang bagi pertanian modern,” ujar Dr.
Charles Mugoya, kepala Keanekaragaman Hayati-Pertanian dan Bioteknologi di
ASARECA dalam pidatonya saat Uganda meluncurkan Status Global Komersialisasi
Tanaman Biotek/GM 2011.
Petani-petani Uganda juga didesak untuk bersikap terbuka bahwa produk pangan biotek
akan dikomersialisasikan di negara tersebut. Ketika berbicara dalam forum yang sama,
presiden Federasi Petani Nasional Uganda (UNFFE) Charles Ogang mendesak para
petani untuk menerima bioteknologi dan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan sebagai
jalan dalam penyediaan pangan bagi populasi yang semakin meningkat. “Bioteknologi
bukan lagi sebuah hal yang Kebarat-baratan dan penelitian telah menunjukkan bahwa
biotek telah digunakan untuk mengembangkan obat-obatan penting untuk melawan
penyakit seperti diabetes dan campak”, kata Ogang.
Cek link berita di http://allafrica.com/stories/201204301295.html
AMERIKA
GEN BUNGA MATAHARI
KEDELAI
DAPAT MENINGKATKAN HASIL PANEN
Para peneliti di Argentina telah mengisolasi sebuah gen tahan kekeringan dari bunga
matahari dan disisipkan ke dalam kedelai, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil
panen dari tanaman pangan terbesar yang dijual secara luas di negara ini. Raquel Chan
dan tim-nya telah mengidentifikasi gen HAHB4 yang membuat bunga matahari tahan
terhadap kondisi kering dan ditanamkan pada tanaman berbunga yang habitatnya di
daerah berbatu yang tahan terhadap kekeringan. Sebuah perjanjian dengan Bioceres
Argentina akan memungkinkan tim Chan untuk mengeksploitasi gen tersebut sebagai
Bioceres sebagaimana uji coba-uji coba sebelumnya yang telah dilakukan terhadap
kedelai, gandum, dan jagung.
Ketika HAHB4 disisipkan kedalam kedelai, gandum atau jagung, hasil panen meningkat
antara 10 hingga 100 persen, tergantung kualitas tanaman dan kondisi setempat.
“Semakin keras kondisi lingkungan, tanaman transgenik semakin menguntungkan”, ujar
Chan, yang memimpin Institut Bioteknologi Pertanian di Universitas Nasional Coast.
Pemerintah Argentina berharap untuk dapat melisensi benih ini pada tahun 2015 sebagai
dukungan dalam peningkatan produktivitas kedelai di negara ini, terutama setelah
kekeringan parah yang menurunkan produksi kedelai sebesar lebih dari 30 persen.
Informasi lebih lanjut,
argentine-soy.html.
kunjungi:
http://phys.org/news/2012-04-drought-resistant-
ASIA PASIFIK
KEMENTRIAN
TINGGI
INGINKAN
WILAYAH
PERTANIAN
BERTEKNOLOGI
Vietnam menargetkan promosi penggunaan teknologi tercanggih untuk pertanian dan
menambah pengembangan wilayah-wilayah pertanian menuju 2020. Untuk tujuan ini,
Kementrian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Deputi Menteri Bui Ba Bong akan
menyelesaikan dan menyerahkan rencana tentang wilayah-wilayah pertanian Hi-Tech
kepada pemerintah Vietnam untuk disetujui pada bulan Juni. Beberapa projek Biotek
sedang dilaksanakan di Kota Ho Chi Minh dan beberapa kota seperti Hanoi, Lam Dong,
Phu Yen dan Nghe An.
“Namun, meskipun sudah ada kebijakan atau UU mengenai penggunaan Teknologi
Tinggi untuk promosi di industri ini, pedoman-pedomannya yang rinci masih kurang,”
kata Wakil Kepala Departemen Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Lingkungan Nguyen
Tan Hinh. Deputi Menteri Bong menambahkan bahwa “pertanian berteknologi tinggi
merupakan sebuah industri yang kompleks dan cepat, pembangunan secara besar-besaran
harus dihindari.” Harapannya, rencana selanjutnya yang juga mencakup pedoman akan
membantu meningkatkan penerapan teknologi modern pada produksi pertanian sesuai
dengan skema yang telah disetujui pada tahun 2010.
Lihat
artikel
aslinya
di:
http://english.vietnamnet.vn/en/sciencetechnology/21240/ministry-wants-hi-tech-agriculture-zones.html.
EROPA
PROGRAM PEMBANGUNAN BIOTEKNOLOGI KOMPLEKS DI RUSIA 20122020 DITANDATANGANI
Pemerintah Rusia baru-baru ini mensahkan“Program Kompleks Pembangunan
Bioteknologi di Rusia (2012-2020)” dengan penandatanganan Perdana Menteri Rusia
Vladimir Putin. Program ini bertujuan untuk menempatkan Rusia sebagai pemimpin
dalam bioteknologi dan agar Rusia menjadi kompetitif dalam bioekonomi, nanoteknologi
dan teknologi informasi.
Program ini dilaksanakan secara berturut-turut dalam dua tahap: 2012-2015 dan 20162020, dan akan membutuhkan total dana 1.18 triliun ruble (USD 40 triliun). Federasi
Rusia akan mengembangkan varietas tanaman dan hibrida yang tahan terhadap
kekeringan, penyakit, herbisida, hama dan melawan kondisi lingkungan yang merugikan
menggunakan teknologi post-genomik (metode pembenihan berdasarkan penggunaan
marker molekuler) dan rekayasa genetik.
Berita aslinya dapat dilihat di: http://www.bsbanet.org/en/news/files/Biotechnologydevelopment-programme-2020-Russia-en.php#unique-entry-id-41.
PENELITIAN
EVALUASI PIRAMIDA
PENGGEREK TEBU
JAGUNG
Bt
UNTUK
MANAJEMEN
ULAT
David Wangila dari Universitas Negara Bagian Louisiana mengevaluasi kinerja jagung
Bt melalui piramida protein Bt terhadap ketahanan terhadap ulat penggerek tebu
(Diatraea saccharalis). Melalui bioesai jaringan daun dan uji rumah kaca, Wangila dapat
menentukkan ketahanan dan kerusakan tanaman terhadap ulat penggerek tebu dengan
genotipe yang berbeda (Cry1Ab-rentan, Cry1Ab-tahan dan Cry1Ab-heterozigot) pada
jagung Bt hibrida yang mengandung gen-gen Bt tunggal dan piramid. Hasil dari
percobaan rumah kaca dan bioesai menunjukkan bahwa ketahanan ulat penggerek tebu di
jagung Bt hibrida sangat rendah, hal tersebut menunjukkan keampuhan hibrida melawan
semua ketiga genotipe hama.
Wangila juga mengamati pergerakan larva dalam pola tanam yang beragam pada
tanaman non-Bt dan Bt. Hasilnya menunjukkan bahwa larva dapat berpindah dari
tanaman terinfeksi paling tidak sejauh empat tanaman setelahnya, dan pada baris
setelahnya. Melalui penemuan ini, dapat dikatakan bahwa mem-piramidkan protein Bt
merupakan strategi yang efisien dalam manajemen ulat penggerek tebu.
Untuk
informasi
lebih
lanjut,
baca
naskah
lengkapnya
di
http://etd.lsu.edu/docs/available/etd-04262012-143532/unrestricted/Wangila_Thesis.pdf.
Fly UP