...

KERAJINAN TEKSTIL INDONESIA

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

KERAJINAN TEKSTIL INDONESIA
Ditjen PEN/MJL/005/8/2014 Agustus
KERAJINAN TEKSTIL INDONESIA
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
1
Editorial
K
urang kompetitifnya tekstil produk tekstil (TPT)
Indonesia di pasar Amerika Serikat dan Eropa yang
ditandai dengan penurunan nilai ekspor bukan menjadi
Daftar Isi
Ditjen PEN/MJL/005/8/2014 Agustus
Ditjen PEN/MJL/005/8/2014 Agustus
langkah mundur dalam peningkatan ekspor TPT.
Dibanding dengan Vietnam yang tergabung dalam Trans Pacific
Partnership (TPP) dengan mendapat pengurangan bea masuk
12%-31%, diperlukan lobi dengan pemerintah Amerika Serikat
agar Indonesia juga mendapatkan pengurangan bea masuk yang
sama dengan Vietnam selaku pesaing terdekat dalam produk
tekstil.
Pencarian pasar baru bagi pemasaran produk tekstil Indonesia
harus serius untuk ditangani. Keemasan Indonesia untuk produk
tekstil pada era 80an harus bisa kembali lagi. Kualitas produk
tekstil Indonesia sudah sangat baik, sehingga keberanian untuk
membuka pasar baru dan menjadikan Indonesia sebagai pemain
utama tentunya akan meningkatkan neraca perdagangan
Indonesia.
Produk tekstil, selain memang diperuntukkan pakaian jadi,
umumnya dapat diaplikasikan juga pada berbagai industri kreatif
seperti kerajinan tekstil dan lainnya seperti di bidang pertanian,
pembangunan konstruksi, pembangunan infrastruktur.
Kerajinan tekstil pada umumnya menunjukkan eksistensinya
dengan menciptakan desain produk yang unik, khas dan terlihat
menarik. Beragam produk kerajinan tekstil di Indonesia. Batik dan
tenun merupakan produk asli Indonesia yang memiliki makna
seni dan budaya. Keberagaman motif yang dipadukan dengan
unsur seni dan budaya nusantara menjadikan kedua produk
tersebut primadona di pasar internasional.
Strategi perkembangan dalam kerajinan tekstil harus digunakan
seiring dengan bertumbuhnya pesaing-pesaing baru internasional
yang mulai memasarkan produk-produk kerajinan berbahan baku
tekstil agar Indonesia mampu memberikan kualitas yang bersaing
sehingga bisa menjadi kuat di pasaran internasional.
Kerajinan TeKsTil indonesia
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
1
Editorial ............................ 2
Daftar Isi ........................... 2
Tajuk Utama ..................... 3
Kerajinan Tekstil Indonesia
Mendunia
Kisah Sukses ..................... 10
Kegiatan Ditjen PEN ....... 13
Agustus
Sekilas Info ....................... 16
INATRIMS – Sarana Online
Baru Tingkatkan Perdagangan
Daftar Importir ................ 19
Tim editor
STT: Ditjen PEN/MJL/67/VIII/2014,
Pemimpin Redaksi: RA. Marlena,
Alamat: Gedung Utama Kementerian
Telp: 021-3858171 Ext.37302, Fax:
2
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
Pelindung/Penasehat: Nus Nuzulia Ishak, Pimpinan Umum: Ari Satria,
Redaktur Pelaksana: Sugiarti, Penulis: Miranti Rahajeng, desain: Dewi
Perdagangan Republik Indonesia, Lt3, Jl. MI. Ridwan Rais no. 5, Jakarta 10110
021-23528652, E-mail: [email protected], Website: djpen.kemendag.go.id
Tajuk Utama
Kerajinan
Tekstil Indonesia
Mendunia
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
3
Tajuk Utama
Tekstil dan produk tekstil (TPT) adalah salah
satu produk ekspor andalan Indonesia. Sejarah
pertekstilan Indonesia sudah berkembang pesat
sejak tahun 80-an. Jumlah penduduk di dunia
yang terus tumbuh menjadikan tingkat konsumsi
atau permintaan pasar dunia untuk produk tekstil
meningkat. Hal ini dapat dijadikan peluang bagi
para penghasil dan pengolah produk tekstil untuk
terus meningkatkan pangsa pasarnya, baik di dalam
maupun luar negeri. Secara teknis, struktur industri
tekstil dan produk tekstil nasional dibagi menjadi
tiga yaitu: sektor hulu (upstream), sektor menengah
(midstream), dan sektor hilir (downstream). Di sektor
hulu adalah pembuatan serat (fiber) dan pemintal
(spinning), seperti serat kapas, serat sintetik, serat
selulosa, dan bahan baku serat sintetik. Kebanyakan
industri sektor hulu bersifat padat modal, full
automatic, berskala besar, jumlah tenaga kerja kecil/
sedikit, dan output per tenaga kerja besar. Untuk
sektor menengah, meliputi bidang pemintalan
(spinning), pertenunan (weaving), dan pencelupan/
penyempurnaan (dyeing/ finishing).
Industri tekstil merupakan industri yang luas dan
beragam yang mencakup berbagai aktivitas, mulai
dari transformasi bahan baku menjadi serat, benang
dan kain hingga produksi berbagai jenis barang
seperti tekstil sintesis berteknologi tinggi, benang
wol, sprei, saringan untuk industri, geotekstil, serta
pakaian jadi. Kain digunakan untuk berbagai macam
kebutuhan, termasuk untuk garmen, peralatan
olah raga, perabotan rumah tangga, mebel, teknik
sipil (konstruksi, otomotif, dan penerbangan) serta
tekstil untuk keperluan medis.
Sebuah produk tekstil ialah produk mentah, produk
setengah diolah atau yang telah diolah, produk semi
manufaktur atau manufaktur, produk setengah jadi
atau produk jadi apapun, yang khusus terdiri dari
serat tekstil, terlepas dari pencampuran atau proses
perakitan yang digunakan.
Sektor perdagangan tekstil mencakup pada
Harmonisasi Sistem (HS) 50 sampai 60, dan 63,
sedangkan pakaian mencakup HS 61 dan 62.
Produk tekstil bervariasi dari benang sampai kain
yang dibuat oleh manusia, tekstil rumah tangga
dan bahan karpet yang digunakan untuk aplikasi
industri.
Ekspor TPT Indonesia di tahun 2013 sebesar
US$ 12,68 miliar. Dan, Direktorat Jenderal
4
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
Tajuk Utama
Pengembangan
Ekspor
Nasional
(DJPEN),
Kementerian Perdagangan melakukan pertemuan
dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan
bekerjasama untuk menargetkan pertumbuhan
ekspor khususnya produk TPT pada periode tahun
2014-2015 sebesar 7%-8%.
TPT Indonesia tengah menghadapi tekanan
yang cukup kuat di pasar global. Dilihat secara
keseluruhan, Amerika Serikat yang menjadi
negara tujuan ekspor tekstil terbesar Indonesia
pada periode Januari-Mei 2014, belakangan
mengalami penurunan nilai ekspor sebesar 5,22%
dibandingkan tahun sebelumnya periode yang
sama. Ini ditengarai karena produk tekstil Indonesia
dianggap kurang kompetitif, terutama di pasar
AS dan Eropa lantaran belum adanya free trade
agreement. Berbeda dengan negara ASEAN lainnya,
seperti Vietnam yang sampai saat ini sudah dapat
meningkatkan nilai ekspor TPT mereka ke Amerika
Serikat dan Eropa. Selain itu, munculnya beberapa
negara industri baru yang bergerak dalam tekstil
dan garmen.
Kondisi ini mengharuskan peningkatan usaha
yang lebih baik untuk tetap mempertahankan
ekspor TPT Indonesia. Peningkatan daya saing
menjadi kunci untuk bisa meningkatkan penetrasi
produk Indonesia di pasar ekspor tetapi tetap
mempertahankan pangsa produk dalam negeri
di pasar domestik. Karena pasar domestik
Indonesia memegang nilai yang sangat besar bagi
keberlangsungan pertumbuhan ekonomi nasional.
Promosi dan peningkatan kesadaran konsumen
untuk mencintai dan menggunakan produk tekstil
lokal tetap terus dilakukan. Sumber daya yang ada
di Indonesia masih cukup untuk mempertahankan
pasar Indonesia dalam menopang perekonomian.
Penggunaan teknologi yang lebih canggih
dalam menunjang produksi TPT perlu menjadi
pertimbangan. Pameran industri manufaktur
garmen untuk permesinan, peralatan, material
dan aksesoris untuk produk garmen dan tekstil
menawarkan kreativitas dan desain melalui
teknologi digital dengan menghadirkan digital
printing, sehingga dapat meningkatkan nilai bagi
pengusaha.
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
5
Tajuk Utama
Pengembangan pasar juga perlu dilakukan. Tekstil
Indonesia jangan hanya fokus pada pasar terbesar di
Amerika Serikat dan Eropa saja. Ketidakikutsertaan
Indonesia dalam Trans-Pacific Partnership (TPP)
dipelopori oleh Amerika Serikat yang mengurangi
bea masuk bagi anggotanya, jangan dijadikan
sebagai langkah mundur dalam meningkatkan
daya saing dan pemasaran produk tekstil Indonesia.
Indonesia tidak bergabung dalam TPP tersebut
dengan pertimbangan matang untuk menjaga pasar
domestik. Karena perjanjian free trade agreement
sebelumnya seperti ACFTA (ASEAN-China Free Trade
Area) terbukti tidak mampu untuk meningkatkan
ekspor dan penguatan pasar domestik Indonesia,
tapi malah sebaliknya produk China yang banyak
masuk ke Indonesia yang mengakibatkan pasar
domestik mengalami tekanan yang sangat kuat.
Dengan membidik pasar Afrika Tengah yang
ekonomi masyarakatnya saat ini mulai berkembang
bisa menjadi salah satu pilihan. Meskipun belum
memberikan kontribusi perdagangan yang cukup
besar, tapi secara perlahan dengan daya saing yang
dimiliki maka produk tekstil Indonesia akan mampu
menjadi pemain utama dipasar-pasar baru tersebut.
6
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
Negara tetangga Timor Timor bisa menjadi pasar
yang potensial, meskipun nilai ekspor non migas ke
negara tersebut hanya 0,14%. Dengan keuntungan
sebagai negara yang lepas dari Indonesia, bukan
tidak mungkin terdapat perputaran arus barang di
perbatasan karena masih ada nilai satu leluhur yang
bisa dijadikan nilai tambah dalam memasarkan
produk tekstil Indonesia.
Di tahun 2013, sumbangan terbesar dalam ekspor
TPT Indonesia berasal dari ekspor pakaian jadi
yang mencapai 60,86%, kemudian ekspor serat dan
benang sebesar 36,03%, serta ekspor kain sebesar
3,10%. Sementara itu, di tahun yang sama negara
tujuan ekspor TPT terbesar adalah Amerika Serikat
mencapai 32,29% dari total ekspor TPT Indonesia
ke dunia. Di posisi kedua dan ketiga ditempati oleh
Jepang dengan presentase sebesar 9,33% dan Turki
sebesar 4,92%, disusul kemudian oleh Jerman dan
Korea Selatan.
Pada periode Januari - Mei 2014 ekspor TPT
Indonesia telah mencapai US$ 5,31 miliar dengan
negara tujuan ekspor yang tidak berbeda dari tahun
Tajuk Utama
sebelumnya yaitu Amerika Serikat, Jepang, Jerman,
Turki dan Korea Selatan. Peningkatan ekspor TPT
setiap tahunnya ditunjang dari meningkatnya
permintaan TPT di pasaran dunia, termasuk
desainer Indonesia yang semakin mendunia,
aksesoris fashion yang berkualitas serta dukungan
dari masyarakat Indonesia juga.
Terlihat bahwa perkembangan ekspor non migas
untuk TPT mengambil porsi yang cukup besar.
Presentase tiga terbesar dapat dilihat pada pakaian
jadi bukan rajutan (HS 62), kemudian barang-barang
rajutan (HS 61) dan serat stapel buatan (HS 55).
Produk tekstil, selain memang dipergunakan untuk
pakaian jadi umumnya, dapat diaplikasikan juga
pada berbagai industri kreatif, seperti produk
kerajinan tekstil. Produk kerajinan merupakan
produk yang mempunyai prospek cukup baik untuk
pasar lokal maupun pasar internasional. Indonesia
merupakan salah satu negara yang dikenal sebagai
produsen kerajinan selain dari China dan India.
Beberapa jenis produk kerajinan dari Indonesia
yang cukup popular di pasar internasional, meliputi
kerajinan berbahan dasar serat/tekstil, kayu,
bambu, keramik dan batuan alam. Produk yang
banyak diminatinya meliputi produk aksesoris serta
cindera mata, seperti tas, taplak, hiasan dinding
dan lain sebagainya.
Keberagaman motif yang dipadukan dengan unsur
seni dan budaya nusantara menjadikan kedua
produk tersebut primadona di pasar internasional.
Produk tekstil yang umumnya diaplikasikan dalam
kerajinan dapat berupa batik, songket, tenun,
sarung dan lain sebagainya. Kerajinan tekstil seperti
batik merupakan bagian dari komoditi ekspor
tekstil dan produk tekstil (TPT) yang dapat menjadi
ujung tombak ekspor TPT nasional, mengingat
batik memiliki corak yang khas sebagai cerminan
dari kekayaan budaya nasional Indonesia dan telah
lama dikenal dikalangan pembeli internasional.
Batik juga harus memiliki daya saing terhadap
produk tekstil lainnya. Hingga kini, motif batik
Indonesia yang khas berkembang baik dan banyak
peminatnya baik itu konsumen dalam negeri
maupun luar negeri. Batik yang banyak diminati di
pasaran adalah batik dengan nilai komersial, corak
bagus, harga bersaing, dan produknya memuaskan.
Di masa lalu, pola di dalam kain akan menunjukkan
peringkat si pemakai dalam masyarakat. Semakin
tebal garis dan pola, semakin tinggi peringkat
dalam masyarakat. Karena nilai art craft yang
tinggi, orang-orang asing dari belahan dunia
manapun berlomba-lomba ingin memiliki batik.
Batik pun kini merambah pada benda benda kria
lain, seperti vas bunga, sepatu, tas, dsb. Selama ini
batik Indonesia banyak menerima permintaan dari
negara-negara di Eropa, Amerika Serikat, Filipina,
Thailand, Afrika, dan negara-negara lainnya. Dari
total ekspor produk tekstil tahun 2013, sebanyak
20% didominasi produk kain batik dan kain tenun.
Di tengah perbaikan ekonomi yang terjadi pada
pasar Amerika Serikat dan Eropa, Jepang menjadi
salah satu negara alternatif tujuan utama ekspor
TPT. Negosiasi yang telah dilakukan pemerintah
Indonesia dengan Jepang, yakni Indonesia Japan
Partnership Agreement (IJEPA), telah membuahkan
hasil. Berdasarkan data Asosiasi Pertekstilan
Indonesia (API), setelah negosiasi yang dilakukan,
ekspor TPT ke Jepang meningkat. Untuk ekspor
produk kerajinan tekstil ke negara tersebut, dinilai
juga sangat berpotensi karena banyak diantaranya
produk kerajinan Indonesia selalu dinilai alami.
Selain Jepang, pasar yang potensial dikembangkan
untuk pasar ekspor produk kerajinan Indonesia
adalah Malaysia. Keuntungan yang diraih bukan
hanya Indonesia dan Malaysia merupakan negara
ASEAN, tapi juga pasar Malaysia dapat dijadikan
peluang sebagai pintu masuk beberapa produk
kerajinan Indonesia. Sebab, jumlah wisatawan asing
ke negeri jiran tersebut cukup besar. Juga, Hong
Kong merupakan salah satu pasar yang prospektif
untuk produk-produk Indonesia di kawasan Asia.
Pada periode 2014-2015, ekspor produk Indonesia
ke Hong Kong ditargetkan tumbuh sebesar 4,55,5 persen dari US$ 2,63 miliar menjadi US$ 2,812,84 miliar. Produk yang ditargetkan meningkat di
pasar tersebut, antara lain, elektronik, perhiasan,
tekstil dan produk tekstil (TPT), mesin-mesin, dan
produk unggulan lainnya --termasuk produk hasil
hutan. Nilai ekspor produk kerajinan Indonesia ke
Hong Kong selama periode 2009-2013 mengalami
peningkatan sebesar 94,90 persen menjadi US$
21,2 juta. Selama Januari 2014, nilai ekspor ke Hong
Kong sebesar US$ 3,2 juta atau 5,35 persen dari
total ekspor kerajinan Indonesia.
Kerajinan tekstil yang merupakan salah satu bentuk
perwujudan dari industri kreatif di Indonesia.
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
7
Tajuk Utama
Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif, kerajinan tekstil yang diminati pasar luar
negeri yaitu produk jenis lifestyle (gaya hidup).
Hal itu disebabkan kerajinan kreatif, seperti kain
Indonesia, tidak hanya digunakan untuk busana
atau pakaian, melainkan dapat dipergunakan
untuk dekorasi rumah, seperti sarung bantal, hiasan
dinding, dan sebagainya.
Dukungan yang diberikan oleh Pemerintah juga
dapat dipergunakan oleh para eksportir Indonesia
mengenai kerajinan tekstil, seperti pameranpameran yang berhubungan dengan kerajinan.
Pameran merupakan salah satu cara dalam
mengembangkan produk buatan Indonesia,
khususnya kerajinan. Seperti yang ada pada
Indonesia Fashion Week, Inacraft dan Pameran
Produk Kerajinan lainnya. Kegiatan tersebut
mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas
produsen kerajinan nasional, hal ini menjadi
berguna dalam menghadapi persiapan pasar bebas
ASEAN 2015 mendatang.
Selain itu, dukungan seperti penghargaan diberikan
juga oleh pemerintah dalam bidang kerajinan,
seperti WCC Award yang dihelat atas kerja sama
Kementerian Perdagangan dengan Dewan
Kerajinan Nasional (Dekranas) dan didukung oleh
UNESCO Jakarta, Komite Indonesia untuk UNESCO,
serta Indonesia National Ahpada Chapter. WCC
Award merupakan ajang penghargaan yang
diberikan sebagai apresiasi kepada para perajin
di South East Asia, South Asia, South Pacific, dan
West Asia atas hasil-hasil karya kerajinan yang telah
diciptakan. Keberhasilan tersebut menunjukkan
bahwa bahwa produk kerajinan terlebih khususnya
kerajinan tekstil buatan Indonesia dapat bersaing di
manca negara.
Hal lain, produsen tekstil mulai membidik cara-cara
jitu agar keberlangsungan tekstil tetap terjaga.
Sangat mungkin terjadi, dengan kuatnya produksi
tekstil dalam negeri, produk ini dipasarkan secara
online dengan tetap memperhatikan kualitas
dan kesesuaian produk yang ditampilkan. Selain
besarnya produk kerajinan tektil yang dihasilkan,
pengaplikasian produk tekstil juga telah berkembang
seperti pada bidang pertanian, pembangunan
konstruksi, pembangunan infrastruktur dan lain
sebagainya.
8
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
Tajuk Utama
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
9
Kisah Sukses
Pan Brothers
Eksis di Pasar Tekstil Dunia
PT Pan Brothers Tbk. adalah salah satu produsen
garmen terbesar di Indonesia yang didirikan pada
tahun 1980 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak
16 Agustus 1990. Produk utama buatan perusahaan
ini, antara lain, pakaian rajutan, pakaian tenunan
dan jaket tenunan. Dengan alasan memenuhi
permintaan pasaran yang semakin besar, membuat
perusahaan ini membuka anak cabangnya di
10
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
beberapa tempat, seperti di Tangerang, Sukabumi,
Boyolali dan Sragen. Perusahaan tidak hanya
melayani permintaan dari dalam negeri, tapi juga
telah menembus pasar internasional dengan
mengekspor ke beberapa negara di luar negeri.
Beberapa negara tujuan ekspor perusahaan ini di
antaranya Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Jepang,
Australia dan beberapa negara lainnya.
Kisah Sukses
Di tahun 2011, Pan Brothers kembali mengepakkan
sayapnya dengan membuka anak perusahaan
yang berlabel PT Hollit International. Dengan
terjalinnya kerjasama ini, diharapkan terbentuknya
sebuah sinergi yang kuat sebagai sebuah
kelompok perusahaan tekstil di Asia. Ada juga anak
perusahaan lain yang bernama PT Panca Prima
Ekabrothers, PT Ocean Asia Industry. Hingga saat
ini, PT Pan Brothers telah mempekerjakan lebih dari
21.500 orang karyawan. Dan, saat ini Pan Brothers
telah memiliki 2 pabrik yang berlokasi di Jawa
Barat dan Jawa Tengah dengan 13.250 buah mesin
dan kapasitas produksi 42 juta potong per tahun.
Dengan pencapaian bisnis yang diraihnya sampai
sekarang telah mengantarkan Pan Brothers menjadi
salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia.
Pan Brothers mulai memperkenalkan merek fashion
sendiri: Zoe. Pemasaran merek ini dimulai dari pasar
domestik, yang pada waktunya akan masuk ke pasar
internasional. Tahun ini, dengan konsep shop in shop
dengan target minimal belasan counter di berbagai
department store. Saat ini mulai dari formal suit
wanita dewasa, dan tahun depan akan ke pakaian
pria dan nantinya. Zoe juga merambah ke pakaian
remaja, juga akan masuk ke e-commerce/on-line. Pan
Brothers berencana akan mendirikan stand alone
store. Desain yang ditampilkan oleh perusahaan
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
11
Kisah Sukses
menggunakan perancang dari lokal dan kolaborasi
dengan luar negeri, perusahaan berkolaborasi
dengan luar negeri untuk memudahkan go global.
Salah satu komitmen yang berikan perusahaan
dalam 10 tahun ke depan adalah akan menjadi
pemain yang diperhitungkan di dunia aparel, baik
sebagai manufaktur maupun brand, dan menjadikan
Indonesia lebih dikenal. Pasar manufaktur berbeda
dengan ritel. Untuk menciptakan sebuah merek
yang bagus, butuh waktu dan dukungan modal
yang tidak sedikit, sehingga di awal perusahaan
tidak menargetkan keuntungan atau margin
melebihi bagian manufaktur.
Berkat kesuksesannya di pasar ekspor, PT Pan
Brothers juga berhasil menyabet Penghargaan
12
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
Primaniyarta di tahun 2013 dengan kategori
“Extra Ordinary Performance”. Primaniyarta sendiri
merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah
terhadap dunia usaha bagi perusahaan yang
berprestasi dibidang ekspor non migas.
Pencapaian yang telah diraih perusahaan sampai
dengan sekarang adalah dengan banyaknya merekmerek terkenal dunia yang dihasilkan diantaranya
seperti Calvin Klein Jeans, Greg Norman, Nike,
Tommy Hilfiger, Axis, Gap/Old Navy, Chaps Polo
Ralph Lauren, Fila, Zara, Reevok, Arena, Trussardi,
Esprit, JC Penney, Charing, Sears, May Department
Store. Beragam merek tersebut telah diterima
dengan baik dan memiliki kualitas bagi masyarakat
di seluruh dunia.
Kegiatan Ditjen PEN
Misi Pembelian,
Meningkatkan Gairah Ekspor
Pengusaha Indonesia
Dalam
upaya
untuk
terus
menggenjot
pertumbuhan ekspor non migas, Kementerian
Perdagangan, dalam hal ini Direktorat Jenderal
Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), selalu
menunjukkan aktivitas persiapan, pembahasan
dan pengembangan bagi pelaksanaan kegiatan
di bidang ekspor, yang tidak lain bertujuan
supaya berkinerja lebih baik sesuai dengan tugas
dan fungsinya, serta memajukan Kementerian
Perdagangan. Salah satu bentuk kegiatan yang
dilakukan oleh Ditjen PEN ialah memfasilitasi
kegiatan misi pembelian, di antaranya Teak Me
Home asal San Francisco, AS dengan beberapa
perusahaan furnitur di daerah Yogyakarta, Solo, dan
Jepara pada 22-27 Juli 2014 lalu.
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
13
Kegiatan Ditjen PEN
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional
Nus Nuzulia Ishak mengatakan, kegiatan misi
pembelian di Jawa Tengah ini merupakan salah
satu upaya dalam pengembangan ekspor yang
dilakukan oleh Kemendag. “Kegiatan ini dapat
mendukung tercapainya target ekspor ke AS pada
tahun 2014-2015 sebagai salah satu pasar utama
yang ditargetkan tumbuh sebesar 4,5%-5,5% atau
sekitar US$ 15,76-15,91 miliar pada 2014, dengan
target pertumbuhan ekspor produk hasil hutan
ke AS pada tahun 2014 senilai US$ 1,07 miliar,” ia
menjelaskan.
Pada misi pembelian ini pihak Teak Me Home
diwakili oleh pendirinya, Alexander Elsinga. “Kami
ingin melakukan pemantapan desain produk yang
akan dipesan dari PT Segoro Mas Solo, sebelum
melakukan penandatanganan kontrak yang
mencapai transaksi senilai US$ 200.000 selama
setahun. Produk-produk yang dipesan antara lain
kredensa, 6 doors dresser, dan 10 doors dresser,”
ungkap Alexander.
Dalam memilih pemasok, perhitungan harga bagi
Teak Me Home bukanlah yang utama. “Selain produk
yang tidak merusak hutan tropis, faktor lainnya
adalah bagaimana produsen memperlakukan
pegawai mereka dengan baik dan adil juga menjadi
faktor utama pertimbangan kami,” lanjutnya.
Perusahaannya bahkan mendonasikan 3% dari
seluruh keuntungan untuk lembaga konservasi
internasional yang bergerak di bidang kelestarian
lingkungan hidup.
Isu sustainability dan traceability telah menjadi
tren global. Banyak importir dari kawasan Amerika
dan Eropa yang mengutamakan hal tersebut,
tidak terkecuali bagi Teak Me Home. Untuk itu,
kepemilikan sertifikasi kayu legal seperti Sistem
Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) menjadi hal yang
teramat penting. “Kami telah mempelajari profil
PT Segoro Mas Solo. Mereka termasuk perusahaan
yang peduli lingkungan dengan menggunakan
reclaimed wood sebagai bahan baku produknya.
Mereka juga menunjukkan kepedulian kepada
lingkungan dengan menanam 100 pohon setiap
pengiriman 1 kontainer produknya,” kata pemilik
perusahaan yang berdiri sejak 2011 tersebut.
Selain bertemu dengan PT Segoro Mas Solo, importir
ini juga mencari pemasok furnitur lainnya untuk
14
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
mendukung bisnisnya yang tengah berkembang
di AS. Ciri khas produk yang dicari oleh importir
ini adalah furnitur berbahan baku reclaimed teak
wood atau furnitur dari kayu bekas karena lebih
ramah lingkungan dan kayu tersebut memiliki
kondisi kelembaban yang lebih stabil. Dalam upaya
penjajakan dengan eksportir Indonesia, pada 22
Juli 2014 lalu, Teak Me Home juga mengunjungi
PT Lawas Antique di Yogyakarta, PT Surya Abadi
Furniture di Sukoharjo, PT Teak 123 dan PT Top
Mebel di Jepara.
Perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan
dukungannya kepada program misi pembelian
yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan.
“Kegiatan ini memudahkan kami untuk dapat
meyakinkan buyer secara langsung melalui
kunjungan langsung ke perusahaan, sehingga
potensi terjadinya transaksi dengan mereka
menjadi lebih besar. Program ini juga sangat efisien
karena tanpa melakukan perjalanan antarbenua,
kami bisa meraih customer baru,” tutur pemilik PT
Surya Abadi Furniture, Hary.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan
Ekspor Nasional (Dirjen PEN) berharap melalui
program misi pembelian, buyer dapat langsung
mendapat rekomendasi perusahaan yang tepat
sebagai tambahan referensi bagi mereka sehingga
akan lebih banyak lagi eksportir yang terbantu
melalui program ini.
Sekilas Penyelenggaraan Forum Konsultasi Teknis
2014
Di bulan Agustus Ditjen PEN mengadakan Forum
Konsultasi Teknis yang bertujuan menyelaraskan
program pengembangan ekspor antara pusat dan
daerah. Dalam acara ini Dirjen PEN menyampaikan
target ekspor non migas di beberapa propinsi di
Indonesia telah menunjukkan indikator kinerja
ekspor cukup baik dan berharap kondisi ini dapat
dijaga serta ditingkatkan. Selain itu, dilakukan
juga pemaparan program dan kegiatan dalam
pengembangan ekspor oleh para Pejabat Eselon II
di lingkungan Ditjen PEN serta tersedianya fasilitas
helpdesk yang dapat dimanfaatkan oleh para peserta
yang merupakan pejabat daerah dari 34 propinsi
di seluruh Indonesia untuk dapat berkonsultasi
seputar program dan kegiatan pengembangan
ekspor di daerah masing-masing.
Kegiatan Ditjen PEN
Forum Konsultasi Teknis 2014
Kegiatan DJPEN
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
15
Sekilas Info
INATRIMS – Sarana Online Baru
Tingkatkan Perdagangan
Kementerian Perdagangan RI menggelar seminar
di Jakarta untuk memperkenalkan INATRIMS
(Indonesia Technical Regulations Information
Management System) atau Sistem Manajemen
Informasi mengenai Peraturan Teknis Indonesia,
yaitu layanan online baru untuk mendapatkan
16
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
akses lebih baik ke pasar ekspor. Acara yang
merupakan bagian dari rangkaian seminar yang
diselenggarakan di lima kota (Surabaya, Jakarta,
Makassar, Semarang dan Medan) ini dihadiri oleh
para pelaku bisnis, termasuk perwakilan dari
asosiasi-asosiasi bisnis dan eksportir.
Sekilas Info
INATRIMS merupakan bagian dari Program
Dukungan Perdagangan Ke-2 (European UnionIndonesia Trade Support Programme II/ TSP II), yang
bertujuan untuk meningkatkan akses Indonesia
ke berbagai pasar ekspor. INATRIMS berawal dari
analisa secara mendalam tentang permasalahan
yang ada. Berdasarkan rekomendasi dari analisis
ini, TSP II telah mengembangkan sistem informasi
berbasis internet untuk membantu eksportir dan
produsen untuk dengan mudah memperoleh
informasi yang relevan untuk memenuhi kebutuhan
pasar.
Thomas Darmawan, Ketua Asosiasi Pengusaha
Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan
Indonesia (AP5I), menegaskan, “Dalam lingkup
peningkatan ekspor, INATRIMS dapat menyediakan
informasi yang berguna bagi mereka yang ingin
mengakses informasi teknis seputar pasar ekspor.”
Franck Viault, Kepala Bagian Kerjasama dari
Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, menjelaskan,
tujuan utama dari sistem informasi ini adalah untuk
menyediakan semua informasi yang diperlukan
oleh produsen dan eksportir di satu tempat yang
sama, termasuk berbagai tautan ke situs pihakpihak berwenang dan lembaga-lembaga penilaian
kesesuaian (conformity assessment) terakreditasi
di Indonesia. Sistem informasi ini dirancang untuk
memenuhi kebutuhan langsung para pengguna.”
“Uni Eropa bangga dapat bekerjasama dengan
Indonesia dalam kegiatan penting ini yang mana
akan membantu Indonesia mendapatkan akses
yang lebih baik ke pasar ekspor utama”, Viault
menambahkan.
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
17
sekilas info
Saat ini INATRIMS menyediakan informasi untuk
10 jenis produk utama yang memiliki nilai ekspor
tinggi, termasuk kopi, produk otomotif, alas kaki,
minyak kelapa sawit, udang, kakao, elektronik,
hasil hutan, karet dan tekstil, serta 10 komoditas
potensial lainnya (minyak esensial, kerajinan
tangan, produk kulit, tanaman obat, rempahremah, ikan dan produk ikan, perhiasan, peralatan
medis, makanan olahan dan alat tulis). Untuk tahap
awal, sistem ini menyediakan informasi tentang
persyaratan akses ke pasar Uni Eropa. Pada tahap
selanjutnya, informasi untuk akses ke pasar ekspor
lainnya akan ditambahkan.
Pengembangan situs INATRIMS didukung oleh
empat kementerian dan tiga instansi pemerintah,
termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian
Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan,
Kementerian Pertanian, Badan Standardisasi
Nasional (BSN)/ Komite Akreditasi Nasional (KAN),
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
dan Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan
Meterologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (KIM-LIPI). Hal ini merupakan contoh
yang baik adanya koordinasi antara instansiinstansi pemerintah yang terkait karena semua
Seminar Informasi Persyaratan Teknis Negara Tujuan Ekspor
18
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
pemangku kepentingan dilibatkan dalam proses.
Situs ini tersedia di http://inatrims.kemendag.go.id
dan berisi informasi yang ramah pengguna (userfriendly) tentang peraturan pasar Uni Eropa dan
persyaratan lainnya, serta jasa penilaian kesesuaian
yang tersedia di Indonesia. Layanan situs ini sedang
disosialisasikan ke dunia usaha dan pemangku
kepentingan lainnya di beberapa kota besar seperti
Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar dan Semarang.
Dengan TSP II, Uni Eropa membantu Indonesia
mengisi kesenjangan ini. TSP II adalah program
empat tahun (2011-2015) dengan kontribusi
hibah Uni Eropa senilai 15 juta euro, serta
diimplementasikan oleh kementerian/ instansi
pemerintah dan laboratorium uji yang menangani
infrastruktur mutu ekspor (EQI/export quality
infrastructure)
dan
penilaian
kesesuaian.
Selain bantuan teknis, TSP II juga mendukung
pengembangan kebijakan strategis untuk EQI
di Indonesia, penguatan kelembagaan seperti
pengadaan peralatan, pengembangan sistem dan
berbagai kegiatan pelatihan, kunjungan studi dan
lain-lain serta proyek-proyek percontohan seperti
untuk rantai pasokan pala dan kakao.
DAFTAR
daftar importir
I MPORTIR
snoWGGle GiFTs
#34-4338 Main Street Whstler BC Canada Von 184
Canada
Tel
: (604) 8646886
Produk : Gift and Craft, Textile &
Garment, knitted or
crocheted
MilleniUM MarKeTinG inC
2001 Unit 3 9899 112 Ave Grande Prairie AB Canada
Canada
Tel
: (780) 882 0407
Email
: [email protected]
Produk : Gift and Craft, Textile &
Garment, knitted or
crocheted
oaKosY BUTTons n BoWs
2867 Foul Bay Rd Victoria BC
Canada
Tel
: (778) 9222816
Email
: [email protected]
Produk : Gift and Craft, Textile &
Garment, knitted or
crocheted
doUGParK enTerPrise
1087 Cornwall Drive Port Coquitiam BC Canada V3B
Canada
Tel
: (604) 2500275
Email
: [email protected]
Produk : Handicrafts, Textile &
Garment, knitted or
Crocheted
VanCoUVer CHinese allianCe CHUrCH
3330 Knight Street Vancouver BC Canada V8R 5C5
Canada
Tel
: (604) 874612
Email
: [email protected]
Produk : Gift and Craft, Textile &
Garment, knitted or
crocheted
eleMenT earTH
33 Vanderbrink Dr. Brampton BC Canada
Canada
Tel
: (416) 564 5322
Email
: [email protected]
Produk : Gift and Craft, Textile &
Garment, knitted or
crocheted
FUji BoeKi Co.lTd
No. 3-9-17,Hamamachi,Wakamatsu-ku
Kitakyushu-city Japan
Tel
: 093-752-1155
Fax
: 093-751-1168
Email
: [email protected]
Website : www.fujiboeki.net
Produk : Essential Oils, Rubber
Product, Textile & Garment,
knitted or crocheted
iCHioKU Co, lTd
8-6 Nihonbashi Yokoyamaho Chou-ku
Tokyo 103-0003 Japan
Tel
: (81-3) 36642481
Fax
: (81-3) 36642812
Email
: [email protected]
Website : www.ichioku.net
Produk : Articles of Apparel & Clothing Accessories of
Plastics, Batik, Embroidery in The Piece, in Strips
or in Motifs, Garments Made Up of Fabrics, Oth. of
Textile Products & Article for Technical Use, Outdoor
Furniture, Terry Towelling & Similar of Oth. Textile
Materials
CroCo PlanninG Co lTd
3-4-10 Higashinihonbashi Chuo-ku
Japan
Tel
: (81) 3 5641 1881
Fax
: (81) 3 5641 1871
Email
: [email protected]
Website : http://www.croco.co.jp/
Produk : Articles of Apparel of Leather, Textile & Garment,
knitted or crocheted
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
19
20
Warta Ekspor Edisi Agustus 2014
Fly UP