...

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
SALINAN
KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL
DAN LEMBAGA KEUANGAN
NOMOR: KEP- 493/BL/2008
TENTANG
PERUBAHAN PERATURAN NOMOR IX.K.1 TENTANG PEDOMAN KONTRAK
INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET (ASSET BACKED SECURITIES)
KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN,
Menimbang
Mengingat
: a.
bahwa dalam rangka mendorong pemanfaatan Efek Beragun
Aset sebagai sumber pembiayaan dunia usaha serta alternatif
investasi, diperlukan perangkat hukum yang selaras dengan
karakteristik
industri Efek Beragun Aset (Asset Backed
Securities);
b.
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a, Peraturan Nomor IX.K.1, Lampiran Keputusan
Ketua Bapepam Nomor: Kep-28/PM/2003 tentang Pedoman
Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (Asset Backed
Securities) perlu disempurnakan;
: 1.
Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
(Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3608);
2.
Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1995 tentang
Penyelenggaraan
Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
(Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 86, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3617) sebagaimana diubah dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2004 (Lembaran
Negara Tahun 2004 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4372);
3.
Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1995 tentang Tata
Cara Pemeriksaan Di Bidang Pasar Modal (Lembaran Negara
Tahun 1995 Nomor 87, Tambahan Lembaran Negara Nomor
3618);
4.
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 45/M Tahun
2006;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan
: KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL
DAN LEMBAGA KEUANGAN TENTANG PERUBAHAN
PERATURAN NOMOR IX.K.1 TENTANG PEDOMAN
KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET
(ASSET BACKED SECURITIES).
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
-2–
Pasal 1
Ketentuan angka 2 dalam Peraturan Nomor IX.K.1 tentang
Pedoman Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (Asset
Backed Securities), Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor:
Kep-28/PM/2003 tanggal 21 Juli 2003, diubah sehingga
keseluruhan angka 2 berbunyi, sebagai berikut:
“Aset yang membentuk portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek
Beragun Aset diperoleh dari Kreditur Awal melalui jual beli atau
tukar menukar putus/lepas secara hukum dengan Kontrak
Investasi Kolektif Efek Beragun Aset.”
Pasal 2
(1)
Menambah 2 (dua) ketentuan baru diantara angka 2 dan
angka 3 Peraturan Nomor IX.K.1 tentang Pedoman Kontrak
Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (Asset Backed Securities),
Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep28/PM/2003 tanggal 21 Juli 2003 yang berbunyi sebagai
berikut:
”3. Dalam hal pengalihan aset keuangan sebagai akibat dari
transaksi antara Kreditur Awal dan Kontrak Investasi
Kolektif Efek Beragun Aset sebagaimana dimaksud
dalam angka 2 dimaksudkan untuk memenuhi transaksi
jual beli atau tukar menukar putus/lepas secara
akuntansi, maka pengalihan dimaksud harus memenuhi
persyaratan jual putus/lepas menurut prinsip akuntansi
yang berlaku umum. Pemenuhan kondisi jual beli atau
tukar menukar putus/lepas atau tidak, wajib dilakukan
secara konsisten dan didukung dengan pendapat
Akuntan yang terdaftar di Bapepam dan LK.
4. Dalam hal Aset yang membentuk portofolio Kontrak
Investasi Kolektif Efek Beragun Aset diperoleh dari
Kreditur Awal dengan jual beli atau tukar menukar
putus/lepas dengan Efek Beragun Aset yang
penerbitannya didasarkan pada aset keuangan yang
telah dialihkan dari Kreditur Awal tersebut, maka
Kreditur Awal hanya dapat melakukan jual beli atau
tukar menukar putus/lepas dimaksud paling banyak
10% (sepuluh per seratus) dari nilai aset keuangan yang
dialihkannya tersebut."
(2)
Melakukan penyesuaian penomoran dalam Peraturan
Nomor IX.K.1 tentang Pedoman Kontrak Investasi Kolektif
Efek Beragun Aset (Asset Backed Securities), Lampiran
Keputusan Ketua Bapepam Nomor: Kep-28/PM/2003
tanggal 21 Juli 2003 sebagai akibat penambahan ketentuan
baru sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) yaitu angka 3
sampai dengan angka 11 menjadi angka 5 sampai angka 12.
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN
-3–
Pasal 3
Menambah satu ketentuan baru setelah angka 10 Peraturan
Nomor IX.K.1 tentang Pedoman Kontrak Investasi Kolektif Efek
Beragun Aset (Asset Backed Securities), Lampiran Keputusan
Ketua Bapepam Nomor: Kep-28/PM/2003 tanggal 21 Juli 2003
dan menyesuaikan penomorannya sebagai akibat dari
penambahan ketentuan dan perubahan penomoran sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2, yang berbunyi sebagai berikut:
“13. Dengan tidak mengurangi ketentuan pidana di bidang Pasar
Modal, Bapepam dan LK berwenang mengenakan sanksi
terhadap setiap Pihak yang melanggar ketentuan peraturan
ini termasuk kepada Pihak yang menyebabkan terjadinya
pelanggaran tersebut.”
Pasal 4
Dengan perubahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan
penambahan ketentuan baru sebagaimana dalam Pasal 2 dan
Pasal 3 Keputusan ini, maka seluruh Peraturan Nomor IX.K.1
tentang Pedoman Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset
(Asset Backed Securities), Lampiran Keputusan Ketua Bapepam
Nomor: Kep-28/PM/2003 tanggal 21 Juli 2003 adalah
sebagaimana terlampir dalam Keputusan ini.
Pasal 5
Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman
Keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara
Republik Indonesia.
Ditetapkan di
pada tanggal
: Jakarta
: 25 Nopember 2008
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
dan Lembaga Keuangan
ttd.
A. Fuad Rahmany
NIP 060063058
Salinan sesuai dengan aslinya
Kepala Bagian Umum
ttd.
Prasetyo Wahyu Adi Suryo
NIP 060076008
LAMPIRAN
Keputusan Ketua Bapepam dan LK
Nomor
: Kep-493/BL/2008
Tanggal : 25 Nopember 2008
PERATURAN NOMOR IX.K.1 : PEDOMAN KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF
EFEK BERAGUN ASET (ASSET BACKED
SECURITIES)
1.
Definisi
a.
Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) adalah kontrak
antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang mengikat pemegang
Efek Beragun Aset dimana Manajer Investasi diberi wewenang untuk
mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian diberi
wewenang untuk melaksanakan Penitipan Kolektif.
b.
Efek Beragun Aset adalah Efek yang diterbitkan oleh Kontrak Investasi
Kolektif Efek Beragun Aset yang portofolionya terdiri dari aset keuangan
berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial, tagihan kartu
kredit, tagihan yang timbul di kemudian hari (future receivables),
pemberian kredit termasuk kredit pemilikan rumah atau apartemen, Efek
bersifat hutang yang dijamin oleh Pemerintah, Sarana Peningkatan Kredit
(Credit Enhancement)/Arus Kas (Cash Flow), serta aset keuangan setara dan
aset keuangan lain yang berkaitan dengan aset keuangan tersebut.
c.
Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap adalah Efek Beragun Aset yang
memberikan pemegangnya penghasilan tertentu seperti kepada
pemegang Efek bersifat hutang.
d.
Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap adalah Efek Beragun Aset yang
menjanjikan pemegangnya suatu penghasilan tidak tertentu seperti
kepada pemegang Efek bersifat ekuitas.
e.
Sarana Peningkatan Kredit/Arus Kas adalah sarana yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas portofolio investasi kolektif dalam rangka
pembayaran kepada pemegang Efek Beragun Aset, termasuk:
1)
subordinasi dari kelas Efek Beragun Aset tertentu terhadap kelas
Efek Beragun Aset lainnya sehubungan dengan Kontrak Investasi
Kolektif yang sama;
2)
Letter of Credit (L/C);
3)
dana jaminan;
4)
penyisihan piutang ragu-ragu;
5)
asuransi;
6)
jaminan atas tingkat bunga;
7)
jaminan atas tersedianya likuiditas pada jatuh tempo;
8)
jaminan atas pembayaran pajak;
9)
opsi; atau
10) “swap” atas tingkat bunga atau atas nilai tukar mata uang asing.
f.
Kreditur Awal (Originator) adalah Pihak yang telah mengalihkan aset
keuangannya kepada para pemegang Efek Beragun Aset secara kolektif
dimana aset keuangan tersebut diperoleh Pihak yang bersangkutan
LAMPIRAN
Keputusan Ketua Bapepam dan LK
Nomor
: Kep-493/BL/2008
Tanggal : 25 Nopember 2008
-2karena pemberian pinjaman, penjualan, dan atau pemberian jasa lain yang
berkaitan dengan usahanya.
g.
Penyedia Jasa (Servicer) adalah Pihak yang bertanggung jawab untuk
memproses dan mengawasi pembayaran yang dilakukan debitur,
melakukan tindakan awal berupa peringatan atau hal-hal lain karena
debitur terlambat atau gagal memenuhi kewajibannya, melakukan
negosiasi, menyelesaikan tuntutan terhadap debitur dan jasa lain yang
ditetapkan dalam kontrak.
h.
Dokumen Keterbukaan Efek Beragun Aset adalah pernyataan tertulis
yang memuat informasi material dan dibuat oleh Manajer Investasi dalam
waktu 12 (dua belas) bulan terakhir serta diberikan kepada setiap
pemodal sebelum yang bersangkutan menjadi pemegang Efek Beragun
Aset.
2.
Aset yang membentuk portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset
diperoleh dari Kreditur Awal melalui jual beli atau tukar menukar putus/lepas
secara hukum dengan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset.
3.
Dalam hal pengalihan aset keuangan sebagai akibat dari transaksi antara
Kreditur Awal dan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset sebagaimana
dimaksud dalam angka 2 dimaksudkan untuk memenuhi transaksi jual beli
atau tukar menukar putus/lepas secara akuntansi, maka pengalihan dimaksud
harus memenuhi persyaratan jual putus/lepas menurut prinsip akuntansi yang
berlaku umum. Pemenuhan kondisi jual beli atau tukar menukar putus/lepas
atau tidak, wajib dilakukan secara konsisten dan didukung dengan pendapat
Akuntan yang terdaftar di Bapepam dan LK.
4.
Dalam hal Aset yang membentuk portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek
Beragun Aset diperoleh dari Kreditur Awal dengan jual beli atau tukar
menukar putus/lepas dengan Efek Beragun Aset yang penerbitannya
didasarkan pada aset keuangan yang telah dialihkan dari Kreditur Awal
tersebut, maka Kreditur Awal hanya dapat melakukan jual beli atau tukar
menukar putus/lepas dimaksud paling banyak 10% (sepuluh per seratus) dari
nilai aset keuangan yang dialihkannya tersebut.
5.
Aset yang membentuk portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset
yang diperoleh Manajer Investasi dan dicatat atas nama Bank Kustodian untuk
kepentingan pemegang Efek Beragun Aset wajib didukung dengan pendapat
Konsultan Hukum yang terdaftar di Bapepam dan LK yang menyatakan
bahwa hak pemegang Efek Beragun Aset adalah sesuai dengan yang dimuat
dalam Dokumen Keterbukaan Efek Beragun Aset.
6.
Pemegang Efek Beragun Aset wajib menandatangani pernyataan bahwa yang
bersangkutan telah menerima dan membaca Dokumen Keterbukaan Efek
Beragun Aset, sebelum membeli Efek Beragun Aset.
7.
Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset dapat:
a.
memuat ada atau tidaknya kelas-kelas Efek Beragun Aset dengan hak
berbeda, dimana pembedaan tersebut dapat didasarkan pada hal-hal
seperti:
1)
urutan dan jadual pembayaran kepada pemegang Efek Beragun Aset;
2)
kelas-kelas dari Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap;
LAMPIRAN
Keputusan Ketua Bapepam dan LK
Nomor
: Kep-493/BL/2008
Tanggal : 25 Nopember 2008
-3-
8.
3)
penetapan pembayaran atas Efek Beragun Aset tertentu yang berasal
dari bunga atau dari arus kas lainnya;
4)
penetapan pembayaran atas Efek Beragun Aset tertentu yang berasal
dari pinjaman pokok;
5)
penetapan pembayaran yang dipercepat untuk kelas Efek Beragun
Aset tertentu karena adanya kondisi tertentu;
6)
penetapan pembayaran yang berubah sesuai dengan perubahan
tingkat bunga atau ukuran lain di pasar;
7)
penetapan tingkat jaminan atau prioritas hak atas aset keuangan atau
arus kas dari Kontrak Investasi Kolektif; dan
8)
penetapan tanggung jawab terbatas atas pelunasan Efek Beragun
Aset kelas tertentu.
b.
menetapkan persyaratan bahwa Efek Beragun Aset dari kelas tertentu
dapat dialihkan kepada Pihak lain;
c.
menetapkan ketentuan tentang pembubaran dan likuidasi Kontrak
Investasi Kolektif Efek Beragun Aset, termasuk pembagian aset keuangan
kepada beberapa atau semua kelas pemegang Efek Beragun Aset, pada
saat atau dalam kondisi tertentu;
d.
menetapkan ada atau tidak adanya:
1)
asuransi atas aset keuangan yang membentuk portofolio Kontrak
Investasi Kolektif Efek Beragun Aset atas berbagai macam risiko,
seperti risiko kredit;
2)
pemeringkatan atas beberapa atau semua kelas Efek Beragun Aset;
3)
jaminan dari Pihak ketiga;
4)
Sarana Peningkatan Kredit/Arus Kas;
5)
arus kas tertentu yang ditahan dan diinvestasikan kembali dalam
portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset; dan
6)
tambahan penerbitan Efek Beragun Aset yang dapat dimiliki oleh
pemodal selain pemegang Efek Beragun Aset yang diterbitkan
sebelumnya.
Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset wajib mencantumkan:
a.
nama Penyedia Jasa (Servicer) yang memberikan jasanya atas aset
keuangan tertentu dalam portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek
Beragun Aset dan menetapkan tanggung jawabnya;
b.
nama Lembaga Pemeringkat Efek dalam hal Efek Beragun Aset
ditawarkan melalui Penawaran Umum;
c.
nama Akuntan yang terdaftar di Bapepam dan LK yang ditunjuk untuk
memeriksa laporan keuangan sekurang-kurangnya setiap tahun;
d.
nama Konsultan Hukum yang terdaftar di Bapepam dan LK yang
ditunjuk untuk membuat pendapat hukum mengenai peralihan aset
LAMPIRAN
Keputusan Ketua Bapepam dan LK
Nomor
: Kep-493/BL/2008
Tanggal : 25 Nopember 2008
-4keuangan yang menjadi portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek
Beragun Aset;
9.
e.
ketentuan tentang jangka waktu Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun
Aset;
f.
ketentuan tentang larangan penjualan kembali Efek Beragun Aset kepada
Manajer Investasi dan atau Bank Kustodian yang mewakili pemegang
Efek Beragun Aset;
g.
ketentuan tentang penggantian Manajer Investasi, Bank Kustodian,
Akuntan, Penyedia Jasa, Lembaga Pemeringkat, Konsultan Hukum,
Notaris, dan Pihak lain yang berkaitan dengan Kontrak Investasi Kolektif
Efek Beragun Aset; dan
h.
imbalan jasa yang akan diterima oleh Pihak yang ditunjuk sebagaimana
dimaksud dalam huruf g di atas.
Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset harus dibuat dalam akta notariil
oleh Notaris yang terdaftar di Bapepam dan LK.
10. Dalam hal Efek Beragun Aset tidak ditawarkan melalui Penawaran Umum,
maka Manajer Investasi tidak diwajibkan menyampaikan Pernyataan
Pendaftaran kepada Bapepam dan LK, namun wajib menyampaikan dokumen
kepada Bapepam dan LK paling lambat 10 (sepuluh) hari sejak tanggal
ditandatanganinya Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset yang dibuat
secara notariil, sebagai berikut:
a.
Dokumen Keterbukaan Efek Beragun Aset;
b.
Kontrak Investasi Kolektif; dan
c.
spesimen sertifikat Efek Beragun Aset.
11. Setiap Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset wajib diberi nama dan
nama tersebut harus sama dengan nama Manajer Investasi, didahului dengan
kata-kata “KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF EFEK BERAGUN ASET” dan
nomor yang diberikan oleh Manajer Investasi, dengan ketentuan sebagai
berikut:
a.
dalam hal terjadi pergantian Manajer Investasi, maka nama Kontrak
Investasi Kolektif Efek Beragun Aset wajib berubah sesuai nama Manajer
Investasi baru;
b.
dalam hal terdapat lebih dari satu kelas Efek Beragun Aset tertentu, maka
wajib disebutkan masing-masing kelas dengan huruf kapital dan
ditambah uraian yang menjelaskan masing-masing kelas Efek Beragun
Aset tersebut misalnya apakah Efek Beragun Aset tersebut berbentuk
“Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap atau Efek Beragun Aset Arus Kas
Tidak Tetap”; dan
c.
nama Efek Beragun Aset wajib ditambahkan dengan jenis aset keuangan
yang membentuk portofolio Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun
Aset.
12. Efek Beragun Aset dibuktikan dengan sertifikat yang dapat diterbitkan dalam
bentuk surat kolektif Efek Beragun Aset dan memuat:
LAMPIRAN
Keputusan Ketua Bapepam dan LK
Nomor
: Kep-493/BL/2008
Tanggal : 25 Nopember 2008
-5a.
nama Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset sebagaimana
dimaksud dalam angka 11;
b.
nama pemegang Efek Beragun Aset;
c.
jumlah Efek Beragun Aset;
d.
keterangan singkat mengenai hak materiil yang menyangkut kelas Efek
Beragun Aset tersebut;
e.
keterangan singkat mengenai Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun
Aset , seperti jenis aset keuangan yang membentuk portofolio Kontrak
Investasi Kolektif Efek Beragun Aset;
f.
jadual pembayaran Efek Beragun Aset tersebut;
g.
nama dan alamat Manajer Investasi;
h.
pernyataan Manajer Investasi tentang tersedianya Dokumen Keterbukaan
Efek Beragun Aset terbaru;
i.
nama dan alamat Bank Kustodian;
j.
nama dan alamat Biro Administrasi Efek, jika ada; dan
k.
tanggal, tempat dan nama Notaris yang membuat Kontrak Investasi
Kolektif Efek Beragun Aset.
13. Dengan tidak mengurangi ketentuan pidana di bidang Pasar Modal, Bapepam
dan LK dapat mengenakan sanksi terhadap setiap pelanggaran ketentuan
peraturan ini, termasuk Pihak yang menyebabkan terjadinya pelanggaran
tersebut.
Ditetapkan di
pada tanggal
: Jakarta
: 25 Nopember 2008
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
Dan Lembaga Keuangan
ttd.
A. Fuad Rahmany
NIP 060063058
Salinan sesuai dengan aslinya
Kepala Bagian Umum
ttd.
Prasetyo Wahyu Adi Suryo
NIP 060076008
Fly UP