...

Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul
Pendidikan Magister
Menuju Doktor untuk
Sarjana Unggul
Panduan Penulisan Rencana Implementasi
Daftar Isi
Daftar Isi
Pendahuluan __________________________________________________ 1
Latar Belakang _______________________________________________ 1
Tujuan ______________________________ Error! Bookmark not defined.
Kebutuhan dan Penyediaan Tenaga Pendidik _ Error! Bookmark not defined.
Aspek Kebutuhan Tenaga Pendidik _______ Error! Bookmark not defined.
Keberadaan Program Studi ____________ Error! Bookmark not defined.
Jumlah Mahasiswa __________________ Error! Bookmark not defined.
Parameter Demografi dan Pendugaan Jumlah Mahasiswa _______ Error!
Bookmark not defined.
Angka partisipasi kasar pendidikan tinggi _ Error! Bookmark not defined.
Parameter daya tampung perguruan tinggi Error! Bookmark not defined.
Aspek Penyediaan Tenaga Pendidik ______ Error! Bookmark not defined.
Skenario Pengembangan dan Simulasi ______________________________ 7
Simulasi Kebutuhan Tenaga Pendidik _____ Error! Bookmark not defined.
Jumlah Tenaga Pendidik yang dibutuhkan Error! Bookmark not defined.
Jumlah yang direkrut per tahun _________ Error! Bookmark not defined.
Tindak Lanjut untuk Kebijakan _____________ Error! Bookmark not defined.
Sistem Penunjang Pengambilan Keputusan_ Error! Bookmark not defined.
Bidang Studi Strategis _________________ Error! Bookmark not defined.
Pendugaan Kebutuhan Tenaga Pendidik _ Error! Bookmark not defined.
Penyediaan Tenaga Pendidik __________ Error! Bookmark not defined.
Nomenklatur Bidang Studi dan Keahlian sebagai jembatan _______ Error!
Bookmark not defined.
Penutup ______________________________ Error! Bookmark not defined.
Acuan _______________________________________________________ 12
Daftar Isi
Lampiran______________________________ Error! Bookmark not defined.
Pendahuluan
Hal. 01
Pendahuluan
Latar Belakang
Sebagaimana termaktub di dalam UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan
Tinggi, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Berbeda dari
pendidikan dasar dan menengah, pendidikan tinggi memiliki fungsi yang lebih
beragam yaitu : a. mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa;
b. mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif,
kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma;
dan
c.
mengembangkan
Ilmu
Pengetahuan
dan
memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora.
Teknologi
dengan
Jika fungsi tersebut
dijalankan dengan optimal maka akan dapat dicapai tujuan pendidikan tinggi
yaitu : a. berkembangnya potensi Mahasiswa agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya
untuk kepentingan bangsa; b. dihasilkannya lulusan yang menguasai cabang
Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional
dan peningkatan daya saing bangsa; c. dihasilkannya Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi melalui Penelitian yang memperhatikan dan menerapkan nilai
Humaniora agar bermanfaat bagi kemajuan bangsa, serta kemajuan
peradaban dan kesejahteraan umat manusia; dan d. terwujudnya Pengabdian
kepada Masyarakat berbasis penalaran dan karya Penelitian yang bermanfaat
Pendahuluan
Hal. 02
dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan
bangsa.
Undang-Undang
menyebutkan
Nomor
12
Tahun
2012
tentang
Pendidikan
Tinggi
bahwa tenaga pendidik di perguruan tinggi yang sering
diistilahkan dengan dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan
tugas utama menstransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian, dan
Pengabdian kepada Masyarakat. Dosen sebagai ilmuwan memiliki tugas
mengembangkan suatu cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi melalui
penalaran dan penelitian ilmiah serta menyebarluaskannya.
Lebih jauh peran dosen dijabarkan lebih lanjut di dalam pasal 12 sebagai
berikut: a. Dosen sebagai anggota Sivitas Akademika memiliki tugas
mentransformasikan Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi yang dikuasainya
kepada Mahasiswa dengan mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran
sehingga Mahasiswa aktif mengembangkan potensinya.
b. Dosen sebagai
ilmuwan memiliki tugas mengembangkan suatu cabang Ilmu Pengetahuan
dan/atau
Teknologi
melalui
penalaran
dan
penelitian
ilmiah
serta
menyebarluaskannya. c. Dosen secara perseorangan atau berkelompok wajib
menulis buku ajar atau buku teks, yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi
dan/atau publikasi ilmiah sebagai salah satu sumber belajar dan untuk
pengembangan budaya akademik serta pembudayaan kegiatan baca tulis bagi
Sivitas Akademika .
Melalui kegiatan Tridharma, dosen berperan penting
dalam transfer ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta pembawa pesan
moral bagi mahasiswa dan masyarakat yang membutuhkannya. Terlihat
dengan jelas betapa strategisnya peran dosen dalam lanskap pendidikan tinggi
di Indonesia.
Pendahuluan
Hal. 03
Dalam rangka mewujudkan peran dan fungsinya tersebut, dosen harus
memiliki kualifikasi akademik minimum dan Sertifikasi Pendidik Profesional
sesuai dengan jenjang kewenangan mengajarnya. Amanat tersebut secara
jelas tertuang dalam pasal 46 ayat 2 Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen, yaitu bahwa dosen harus memiliki kualifikasi
akademik minimum: (a) lulusan program magister untuk program diploma atau
program sarjana; dan (b) lulusan program doktor untuk program pascasarjana.
Komposisi dosen berdasarkan jenjang pendidikan terakhir disajikan pada
gambar berikut ini.
140000
126749
120000
100000
80000
56387
60000
40000
23827
20000
822
4208
2090
467
1715
Sp 1
Sp 2
Profesi
0
D3
D4
S1
S2
S3
Gambar # Sebaran dosen berdasarkan jenjang pendidikan terakhir, Diunduh
dari
http://forlap.dikti.go.id/dosen/homegraphjenjang
pada
tanggal
13
Desember 2014
Terlihat dari gambar di atas masih rendahnya proporsi dosen berpendidikan S3
yaitu hanya 12.48%. Hal ini tentu saja menimbulkan masalah tersendiri dalam
Pendahuluan
Hal. 04
pengembangan program studi di perguruan tinggi. Pada sisi lain, lebih dari
55 % dosen yang masih berpendidikan S1 dan S2 telah berusia minimal 55
tahun. Oleh karena itu dibutuhkan langkah strategis untuk menyiapkan dosen
muda yang memiliki wawasan tri-dharma yang luas.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi terus berupaya
untuk mendorong dan meningkatkan kuantitas dosen yang memiliki kualifikasi
akademik minimal magister melalui beragam pendekatan. Berbagai langkah
sistematis dan perbaikan berkelanjutan selalu dilaksanakan baik pada era
TMPD, BPPS hingga BPPDN pada saat ini.
Program-program ini telah
memiliki beberapa varian untuk segmen-segmen mahasiswa dan bidang studi
tertentu.
Berbagai upaya tersebut di atas ternyata masih belum dapat
mempercepat
laju
pertambahan
jumlah
doktor
sebagaimana
yang
direncanakan oleh Kemendikbud.
Oleh karena itu pada tahun 2012 telah dibuka koridor baru penyelenggaraan
pendidikan doktor yang dinamakan Pendidikan Magister menuju Doktor untuk
Sarjana Unggul (PMDSU). Mahasiswa angkatan pertama program ini telah
memulai menjalani pendidikan pada tahun ajaran 2013 dan saat ini sedang
berada di penghujung semester kedua.
Hasil monitoring dan evaluasi (monev) menunjukkan bahwa terobosan ini
cukup berhasil menarik lulusan-lulusan S1 unggul untuk berpartisipasi dalam
program PMDSU di bawah bimbingan para Profesor handal dengan track
record penelitian dan publikasi internasional. Tampak bahwa program PMDSU
dapat meningkatkan sinergi antara pendidikan dan penelitian. Dengan cara ini
maka penambahan jumlah doktor yang memiliki pengalaman menikmati
atmosfer penelitian yang unggul juga dapat dipercepat. Tentu saja berbagai
penyempurnaan dalam pencarian calon mahasiswa, proses seleksi dan proses
penerimaan
masih
perlu
dilakukan.
Berangkat
dari
pengalaman
Pendahuluan
Hal. 05
penyelenggaraan PMDSU tahun 2013 dan hasil Monev oleh Tim Dikti, maka
berbagai penyempurnaan dilakukan pada tahun seleksi 2014 dan penyiapan
rencana implementasinya.
Selain dari itu, terbitnya Permendikbud nomor 49 tahun 2014 tentang Standar
Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) juga perlu diperhatikan untuk kelanjutan
penyelenggaraan program PMDSU. Pada intinya SNPT mensyaratkan
dipenuhinya 8 standar: Standar kompetensi lulusan; Standar isi pembelajaran;
Standar proses pembelajaran; Standar penilaian pembelajaran; Standar dosen
dan tenaga kependidikan; Standar sarana dan prasarana pembelajaran;
Standar pengelolaan pembelajaran; dan Standar pembiayaan pembelajaran.
Dalam hal ini, upaya penyesuaian pelaksanaan program PMDSU pada
PERMENDIKBUD No 49 Tahun 2014 tersebut diatas dapat dilakukan
mengacu pada Surat Edaran DIRJEN DIKTI No : 526/E.E3/MI/2014 tentang
Penjelasan tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi untuk Program
Pascasarjana.
Tujuan
Berangkat dari latar belakang di atas, tujuan program PMDSU
adalah
memberi kesempatan kepada perguruan tinggi untuk mengeksplorasi dan
merealisasi peluang untuk mendidik sarjana unggul melalui pendidikan
magister menuju doktor. Prosesnya adalah dengan memberikan kesempatan
kepada peneliti/kelompok peneliti yang telah memiliki rekam jejak panjang dan
memiliki reputasi penelitian internasional. Dengan cara ini diharapkan, seperti
yang diamanahkan UU, mahasiswa unggul dapat menyelesaikan program
doktor dengan lebih cepat, memiliki wawasan penelitian yang luas, mempunyai
networking internasional dan menghasilkan produktivitas akademik yang
bermutu tinggi. Kegiatan ini dilakukan dengan model pembelajaran program
pendidikan Doktor yang kreatif sehingga secara simultan menghasilkan lulusan
bermutu tinggi dengan masa studi optimal.
Kegiatan ini diharapkan akan
Pendahuluan
Hal. 06
mempercepat laju penambahan dosen bergelar doktor untuk perguruan tinggi
di Indonesia.
Format Rencana Implementasi
Hal. 07
Format Rencana Implementasi
Sebagaimana tercantum dalam panduan penulisan proposal, perguruan Tinggi
pengusul dipersyaratkan telah memiliki program studi S3 (program doktor)
dengan akreditasi minimal B. Rencana implementasi terdiri dari informasi
umum,
Informasi Umum
Tujuan dari bagian ini adalah untuk menunjukkan kecocokan antara
karakteristik institusi dengan kegiatan PMDSU.
Pada bagian ini disajikan
berbagai penciri penting perguruan tinggi yang dapat dijadikan landasan untuk
merumuskan pelaksanaan kegiatan di perguruan tinggi. Bagian ini diharapkan
memuat informasi ringkas tentang rencana strategis pengembangan perguruan
tinggi yang saat ini dijalankan dan dijadikan landasan untuk penyusunan
rencana program pengembangan pendidikan Pascasarjana.
Bagan Alir Keseluruhan Proses Pendidikan Mahasiswa
Gambarkan proses yang harus dilalui oleh mahasiswa sejak diterima hingga
menyelesaikan proses pendidikan. Berikut adalah salah satu contoh (HARAP
SESUAIKAN
DENGAN
PERGURUAN TINGGI).
ATURAN
AKADEMIK
DI
MASING-MASING
Format Rencana Implementasi
Hal. 08
Peta Jalan Pendidikan Mahasiswa
Bagian ini memuat urutan kegiatan yang harus ditempuh oleh mahasiswa
sejak yang bersangkutan mendaftar, diseleksi, diterima sebagai mahasiswa,
melaksanakan PBM, riset, ujian, kelulusan hingga wisuda.
Lengkapi tabel
berikut ini untuk setiap promotor dan program studi yang relevan.
Semester Mata
2
3
Tempat
Kuliah
Riset yang kegiatan
yang
dilakukan
diambil
1
Kegiatan
Sandwich
Mahasiswa
Tempat
kegiatan
SAME
Dosen
Keterangan
Format Rencana Implementasi
Hal. 09
4
5
6
7
8
Rencana Riset
Informasikan rencana riset yang akan dikerjakan oleh mahasiswa di setiap
promotor dengan melengkapi tabel berikut.
No.
Nama
Jumlah
Promotor
Mahasiswa Mahasiswa
(maks 3)
1
2
….
n
Judul Penelitian Judul
Riset
sedang
yang
berlangsung
(isikan
sesuai yang
terkait
jumlah
judul
mahasiswa)
mahasiswa
dengan
penelitian
Format Rencana Implementasi
Hal. 10
Dukungan untuk Mahasiswa
Tuliskan tempat mahasiswa dan promotor akan berinteraksi dengan
melengkapi tabel berikut ini.
No.
Nama
Kode
Promotor
Promotor)
Ruang Kode
Ruang
Mahasiswa
(Isikan
sesuai dengan jumlah mahasiswa)
1
2
….
n
Strategi Promosi untuk Promotor dan Program
Bagian ini memuat langkah-langkah yang direncanakan oleh PT untuk
mempromosikan para promotor dan program PMDSU yang akan dijalankan
Format Rencana Implementasi
Hal. 11
dengan menggunakan berbagai media promosi. Target langkah-langkah ini
adalah menarik sebanyak mungkin sarjana unggul untuk mendaftar sehingga
sasaran tingkat keketatan seleksi 1:3 dapat dicapai. Lengkapi tabel berikut.
No. Nama
Promotor
Jejaring Ilmiah Alamat web Modus Promosi lain
yang
akan untuk
yang
akan
digunakan
promosi
dilaksanakan
1.
2.
…
n
Indikator Keberhasilan / Indikator Kinerja
Pada bagian ini diuraikan usulan indikator kinerja atau indikator keberhasilan
untuk mengukur tingkat keberhasilan/ketercapaian tujuan kegiatan. Indikator
tersebut harus dapat mengukur dampak pelaksanaan aktivitas (outcome) dan
apabila sulit, paling tidak harus dapat mengukur keluaran aktivitas (output).
Indikator keberhasilan yang dicantumkan harus mengacu dan sesuai dengan
tujuan aktivitas yang telah ditetapkan di bagian Tujuan. Metoda yang
digunakan untuk mengukur indikator kinerja, perlu dijelaskan secara rinci.
Lengkapi tabel berikut ini.
No. Indikator
1.
2.
..
n
Cara Pengukuran/Penghitungan
Acuan
Hal. 12
Acuan
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang
Pendidikan Tinggi
UNESCO. 1988. Proposed International Standard Nomenclature for Fields of
Science and Technology. http://www.unesco.org
Fly UP