...

terdapat hubungan diameter tranversal dan intertuberum panggul

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

terdapat hubungan diameter tranversal dan intertuberum panggul
TESIS
TERDAPAT HUBUNGAN
DIAMETER TRANVERSAL DAN INTERTUBERUM
PANGGUL PEREMPUAN SUKU BALI DENGAN
PROLAPS ORGAN PANGGUL
KADEK FAJAR MARTA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2013
i
TESIS
TERDAPAT HUBUNGAN
DIAMETER TRANVERSAL DAN INTERTUBERUM
PANGGUL PEREMPUAN SUKU BALI DENGAN
PROLAPS ORGAN PANGGUL
KADEK FAJAR MARTA
NIM : 0914038101
PROGRAM MAGISTER
PROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2013
iii
TERDAPAT HUBUNGAN
DIAMETER TRANVERSAL DAN INTERTUBERUM
PANGGUL PEREMPUAN SUKU BALI DENGAN
PROLAPS ORGAN PANGGUL
Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister
pada Program Magister, Program Studi Ilmu Biomedik
Program Pasca Sarjana Universitas Udayana
KADEK FAJAR MARTA
NIM : 0914038101
PROGRAM MAGISTER
PROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2013
ii
iii
Lembar Pengesahan
TESIS INI TELAH DISETUJUI
TANGGAL 17 JUNI 2013
Pembimbing I,
Pembimbing II,
Prof. Dr. dr. Ketut Suwiyoga, Sp.OG (K)
NIP. 19530715 198003 1 009
dr. I Wayan Megadhana, Sp.OG (K)
NIP. 19600125 198710 1 002
Mengetahui
Ketua Program Studi Ilmu Biomedik
Program Pascasarjana
Universitas Udayana,
Direktur
Program Pascasarjana
Universitas Udayana,
Prof. Dr. dr. Wimpie I Pangkahila, SpAnd,FAACS Prof.Dr.A.A.Raka Sudewi, Sp.S(K)
NIP. 194612131971071001
NIP. 195902151985102001
iviii
Tesis Ini Telah Diuji pada
Tanggal : 17 Juni 2013
Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor
Universitas Udayana, No: 0881/UN14.4/HK/2013, Tanggal 11 Juni 2013
Ketua: Prof. Dr. dr. Ketut Suwiyoga, Sp.OG (K)
Anggota :
1. dr. I Wayan Megadhana, Sp.OG(K)
2. Prof. Dr. dr. Wimpie I Pangkahila, Sp.And, FAACS
3. Prof. Dr. dr. Alex Pangkahila, M.Sc., Sp.And
4. Prof. dr. N. Tigeh Suryadhi, MPH.Ph.D
viv
UCAPAN TERIMA KASIH
Pertama-tama perkenankanlah penulis memanjatkan puji syukur
kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya
oleh berkatNya tesis ini dapat diselesaikan. Pada kesempatan ini perkenankanlah
penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. dr.
Ketut Suwiyoga, SpOG(K) selaku pembimbing I dan Kepala Bagian Obstetri dan
Ginekologi FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar, serta dr. I Wayan Megadhana,
Sp.OG (K) selaku pembimbing II, serta kepada Bapak Drs. Ketut Tunas, Msi
selaku pembimbing statistik, yang telah memberikan dorongan, semangat,
bimbingan dan saran selama penulis mengikuti Program Pendidikan Spesialis I
(PPDS I) dan Program Magister Program Studi Ilmu Biomedik Kekhususan
Kedokteran Klinik (Combined Degree), khususnya dalam penyelesaian tesis ini.
Ucapan yang sama juga ditujukan kepada Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr.
dr. I Made Bakta, SpPD (KHOM), Direktur Program Pascasarjana yang dijabat
oleh Prof.Dr.A.A.Raka Sudewi, SpS(K), Dekan Fakultas Kedokteran Universitas
Udayana, Prof. Dr. dr. I Ketut Suastika, SpPD (KEMD), serta Direktur Rumah
Sakit Umum Pusat Sanglah, dr. I Wayan Sutarga, MPHM, atas kesempatan dan
fasilitas yang diberikan untuk mengikuti dan menyelesaikan PPDS I dan Program
Magister Program Studi Ilmu Biomedik Kekhususan Kedokteran Klinik
(Combined Degree) di Universitas Udayana. Terima kasih penulis ucapkan juga
kepada Kepala Program Studi Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan PPDS I
FK UNUD/RSUP Sanglah, dr. A.A.N. Anantasika, SpOG(K) dan seluruh
dosen/Staf Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas
Udayana/RSUP Sanglah atas segala bimbingan dan dorongan yang diberikan
selama penulis mengikuti pendidikan spesialis. Ucapan terima kasih yang tulus
dan penghargaan kepada seluruh guru yang telah mendidik dari sekolah dasar
sampai perguruan tinggi. Pasien-pasien yang telah menjadi guru dan banyak
memberikan pengetahuan dan pengalaman, rekan-rekan residen Obstetri dan
Ginekologi, serta rekan-rekan paramedis RSUP Sanglah. Tidak lupa penulis
haturkan ucakan terima kasih yang dalam kepada ibunda Dra. Ni Wayan
Sukarniasih dan ayahanda Alm. I Nyoman Jagrim, serta kakak dan adik-adik
penulis yang selalu memberi dukungan baik secara moril maupun materiil
sehingga tesis ini dapat terselesaikan.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberkati semua pihak yang telah
membantu pelaksanaan dan penyelesaian tesis ini.
Penulis
vi
ABSTRAK
Prolaps organ panggul (POP) merupakan herniasi organ panggul atau
genitalia akibat kurang berfungsinya sistem penyokong organ tersebut. Bentuk
dan ukuran tulang panggul diduga berhubungan dengan kejadian POP. Namun
hubungan tersebut masih belum definitif dan belum pernah diteliti pada
perempuan suku Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
antara POP dengan ukuran panggul perempuan suku Bali dengan harapan akan
menambah pengetahuan serta dapat melakukan tindakan pencegahan dalam hal
pemilihan cara persalinan sehingga kejadian POP dapat diturunkan.
Desain penelitian berupa studi observasional analitik (cross sectional)
yang melibatkan perempuan suku Bali dengan atau tanpa POP yang memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi dan melakukan kontrol di poliklinik Bagian Obstetri
dan Ginekologi RSUP Sanglah Denpasar selama periode September 2010 sampai
Juli 2011. POP didiagnosis menggunakan kuesioner POP-Q yang dinyatakan
dalam derajat I-IV. Diameter tulang panggul diukur dari gambaran x-ray yang
meliputi diameter anteroposterior (AP), transversal (TS), interspinosum (IS), dan
intertuberum (IT). Faktor perancu (usia, pekerjaan, BMI, paritas) dikontrol
berdasarkan komparibilitas antar kedua kelompok.
Karakteristik dasar 16 pasien POP dan 16 pasien tanpa POP terdistribusi
secara homogen, data mengenai diameter tulang panggul terdistribusi normal.
Diameter TS dan IT pada pasien POP lebih lebar dibandingkan pasien tanpa POP
secara bermakna (12,36 vs. 11,90 cm; p<0,001 dan 10,32 vs. 9,88 cm; p=0,016),
sedangkan diameter AP dan IS tidak berbeda antar kelompok (11,41 vs. 11,34 cm;
p=0,36 dan 11,29 vs. 11,39 cm; p=0,58). Dari uji kurva ROC diperoleh titik
potong diameter TS dan IT masing-masing sebesar 12,185 cm (sensitivitas 100%;
1-spesifisitas 0,5%) dan 10,140 cm (sensitivitas 100%; 1-spesifitas 1,3%).
Subyek yang memiliki diameter TS dan IT masing-masing diatas 12,185 dan
10,140 lebih berisiko menderita POP dibandingkan yang berdiameter di bawah
nilai tersebut (RPTS 3,85, 95% CI 1,47-20,11; p<0,001; RPIT 2,49, 95% CI 1,125,53; p=0,013), dengan keduanya memiliki kekuatan hubungan parsial namun
lebih bermakna pada TS (Lambda 0,7; nilai p 0,001) dibandingkan IT (Lambda
0,4; nilai p 0,075).
Terdapat hubungan antara diameter tulang panggul dengan POP. Diameter
tulang panggul transversal dan intertuberum pada subyek dengan POP lebih lebar
daripada pasien tanpa POP. Diameter tulang panggul transversal dan intertuberum
masing-masing diatas 12,185 cm dan 10,140 cm terbukti meningkatkan risiko
kejadian POP secara bermakna.
Kata kunci: POP, diameter tulang panggul, anteroposterior, transversal,
interspinosum, intertuberum
vii
ABSTRACT
Pelvic organ prolapse (POP) is a disease characterized by herniation of
either pelvic organs or genitalia due to the impaired corresponding supporting
organs. Pelvic floor’ shape and size is suspected to have associations with the
POP occurrence. However, these relationships are not definitive and have never
been evaluated among Balinese females. This study aims to identify whether or
not there is an association between POP and the pelvic floor size among Balinese
females. The result of this study is expected to attain new knowledge related to the
POP risk factors and be able to select a proper delivery method in the presence of
certain pelvic floor diameter, therefore reducing the POP occurrence.
Design research was an analytic observational studies (cross-sectional)
involving Balinese women with or without POP that meet the inclusion and
exclusion criteria and underwent gynecologic visits at Sanglah Hospital obstetric
and gynecologic polyclinic during September 2010 to July 2011. POP was
diagnosed using POP-Q questionnaire and classified as grade I to IV, whereas
pelvic floor diameter was measured from the x-ray, comprising anteroposterior
(AP), transverse (TS), interspinous (IS), and intertuberous (IT) diameters.
Confounding factors (age, occupation, BMI, and parity) was controlled according
to the comparibility between two groups.
The baseline characteristics of both 16 subjects with POP and 16 subjects
without POP were homogenously distributed, whereas data related to pelvic floor
diameter on these two groups were normally distributed. According to the
analysis, the TS and IT diameter of subjects with POP are significantly wider than
subjects without POP (12,36 vs. 11,90 cm; p<0,001 and 10,32 vs. 9,88 cm;
p=0,016), on the other hand the AP and IS diameter were similar among two
groups (11,41 vs. 11,34 cm; p=0,36 dan 11,29 vs. 11,39 cm; p=0,58). Cut-off
values for TS and IT diameter were derived from the ROC curve were 12,185 cm
(sensitivity 100%; 1-specificity 0,5%) dan 10,140 cm (sensitivity 100%; 1specificity 1,3%), respectively. Subject who has TS and IT diameter each above
12,185 and 10,140 cm have an increased risk of POP when compared to those
who have TS and IT diameter less that the corresponding values (PRTS 3,85, 95%
CI 1,47-20,11; p<0,001; PRIT 2,49, 95% CI 1,12-5,53; p=0,013), with both have
parsial corelation but TS more significant (Lambda 0,7; nilai p 0,001 and Lambda
0,4; nilai p 0,075)
There was a relationship between pelvic floor with POP. Subjects with
POP have wider transverse and intertuberous diameter when compared to nonPOP subjects. Transverse diameter of the pelvic bones and intertuberum
respectively above 12.185 cm and 10.140 cm proven to increase the risk of a
significant incidence of POP.
Keywords: POP, pelvic floor diameter, anteroposterior, transverse,
interspinous, intertuberous
viii
DAFTAR ISI
Halaman
SAMPUL DALAM .........................................................................................
i
PRASYARAT GELAR ...................................................................................
ii
LEMBAR PERSETUJUAN ............................................................................
iii
PENETAPAN PANITIA PENGUJI ................................................................
iv
SURAT BEBAS PLAGIAT ............................................................................
v
UCAPAN TERIMA KASIH ............................................................................
vi
ABSTRAK ......................................................................................................
vii
ABSTRACT ....................................................................................................
viii
DAFTAR ISI ...................................................................................................
ix
DAFTAR TABEL ............................................................................................
xiii
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................
xiv
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................
xv
DAFTAR SINGKATAN ................................................................................
xvi
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................
1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................
1
1.2 Rumusan Masalah ..............................................................................
3
1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................
3
1.3.1 Tujuan Umum ...........................................................................
3
1.3.2 Tujuan Khusus ..........................................................................
4
1.4 Manfaat Penelitian ..............................................................................
4
1.4.1 Manfaat bagi pengetahuan ........................................................
4
1.4.2 Manfaat bagi masyarakat ..........................................................
5
ix
BAB II KAJIAN PUSTAKA ...........................................................................
6
2.1 Prolaps Organ Panggul .......................................................................
6
2.1.1 Epidemiologi prolaps organ panggul ........................................
6
2.1.2 Faktor risiko prolaps organ panggul .........................................
7
2.1.3 Gejala klinis prolaps organ panggul .........................................
8
2.1.4 Diagnosis prolaps organ panggul ..............................................
10
2.2 Ukuran Panggul Perempuan................................................................
15
2.2.1 Pintu atas panggul .....................................................................
15
2.2.2 Pintu bawah panggul .................................................................
19
2.3 Hubungan Ukuran Panggul dengan Prolaps Organ Panggul ..............
20
2.3.1 Pengaruh dari mekanisme kelahiran terhadap kerusakan otot
dasar panggul ............................................................................
21
2.3.2 Teori jembatan gantung ............................................................
22
2.3.3 Teori besar tekanan...................................................................
23
BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEP, DAN HIPOTESIS
PENELITIAN ..................................................................................................
25
3.1 Kerangka Berpikir ...............................................................................
25
3.2 Konsep Penelitian ...............................................................................
26
3.3 Hipotesis Penelitian ............................................................................
26
BAB IV METODE PENELITIAN .................................................................
27
4.1 Rancangan Penelitian ..........................................................................
27
4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ..............................................................
27
x
4.2.1 Lokasi Penelitian .......................................................................
27
4.2.2 Waktu Penelitian ......................................................................
27
4.3 Penentuan Sumber Data .....................................................................
27
4.3.1 Populasi target ...........................................................................
27
4.3.2 Populasi terjangkau ...................................................................
28
4.3.3 Sampel eligibel..........................................................................
28
4.3.4 Kriteria eligibilitas ...................................................................
28
4.3.4.1 Kriteria inklusi ................................................................
28
4.3.4.2 Kriteria eksklusi ..............................................................
28
4.3.5 Perhitungan besar sampel .........................................................
29
4.3.6 Teknik pengambilan sampel .....................................................
29
4.4 Variabel Penelitian .............................................................................
29
4.4.1 Klasifikasi variabel ...................................................................
29
4.4.2 Definisi operasional variabel ....................................................
29
4.5 Instrumen Penelitian ..........................................................................
32
4.6 Prosedur Penelitian ............................................................................
32
4.7 Analisis Data ......................................................................................
35
BAB V HASIL PENELITIAN ........................................................................
36
5.1 Karakteristik Sampel Penelitian .........................................................
36
5.2 Analisis risiko POP Menurut Diameter Transversal dan
Intertuberum .......................................................................................
37
5.3 Analisis korelasi Diameter Tranversal dan Intertuberum Dengan
Kejadian POP .....................................................................................
xi
37
BAB VI PEMBAHASAN ................................................................................
38
6.1 Karakteristik Sampel Penelitian ..........................................................
38
6.2 .Analisis risiko POP Menurut Diameter Transversal
dan Intertuberum ................................................................................
43
6.3 Analisis korelasi Diameter Tranversal dan Intertuberum Dengan
Kejadian POP……………………………………………………… .
43
6.4 .Kelemahan Penelitian ........................................................................
44
BAB VII SIMPULAN DAN SARAN .............................................................
46
7.1 Simpulan .............................................................................................
46
7.2 Saran ..................................................................................................
46
DAFTAR PUSTAKA .........................................................................................
48
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1
Faktor risiko prolaps organ panggul ........................................
8
Tabel 2.2
Gejala klinis perempuan dengan POP.......................................
9
Tabel 2.3
Stage prolaps organ panggul .....................................................
15
Tabel 4.1
Karakteristik Penderita POP dan Tanpa POP ...........................
35
Tabel 5.1
Distribusi
Umur,
Paritas,
BMI,
Pekerjaan,
Diameter
Anteroposterior, Tranversal, Insterspinosum, Intertuberum
pada Kelompok Prolaps Organ Panggul dengan Tanpa POP ...
36
Tabel 5.2
Risiko Terjadinya POP pada Diameter Transversal .................
37
Tabel 5.3
Risiko Terjadinya POP pada Diameter Intertuberum ...............
37
Tabel 5.4
Korelasi Diameter Tranversal dan Intertuberum dengan
Kejadian POP…………………………………………………
xiii
37
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1
Standarisasi
terminologi
untuk
prolaps
organ
pelvis
perempuan (klasifikasi POP-Q) ................................................
12
Gambar 2.2
Tabel POP-Q .............................................................................
13
Gambar 2.3
Karaktristik panggul ..................................................................
16
Gambar 2.4
Jenis konjugata pada panggul ...................................................
17
Gambar 2.5
Jenis-jenis panggul ....................................................................
18
Gambar 2.6
Analogi hubungan vagina dengan otot yang menggantungnya
22
Gambar 3.1
Kerangka konsep penelitian .....................................................
26
Gambar 4.1 Rancangan penelitian (cross sectional)………………………..
27
Gambar 4.2
34
Alur penelitian .........................................................................
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Informed Consent Penelitian ......................................................
50
Lampiran 2 Formulir Pernyataan Persetujuan ...............................................
51
Lampiran 3 Formulir Penelitian ....................................................................
52
Lampiran 4 Anggaran Biaya Penelitian ........................................................
53
Lampiran 5 Data Penelitian (kasus) ..............................................................
54
Lampiran 6 Data Penelitian (kontrol) .............................................................
55
Lampitan 7 Perhitungan Statistik……………………………………………
56
xv
DAFTAR SINGKATAN
POP
: Prolaps Organ Panggul
RSUP
: Rumah Sakit Umum Pusat
PNTML
: Pudendal Nerve Terminal Motor Latencies
EMG
: Electromyography
AP
: Anteroposterior
PS
: Pubic Simphisis
PUL
: Pubo Urethral Ligament
ATFP
: Arcus Tendeneus Fascia Pelvic
USL
: Utero Sacral Ligament
S
: Simphisis
POP-Q
: Pelvic Organ Prolapse Quantification
BMI
: Body Mass Index
xvi
1
Fly UP