...

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan hasil

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan hasil
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Berdasarkan hasil analisis dari studi yang dilakukan terhadap kualitas
pelayanan fasilitas wisata pantai Tanjung Kelayang, maka selanjutnya diuraikan
kesimpulan dan rekomendasi terhadap fasilitas wisata Pantai Tanjung Kelayang.
Rekomendasi ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas wisata
pantai Tanjung Kelayang di Kabupaten Belitung, dan nantinya upaya tersebut
akan menjadi masukan bagi pemerintah daerah maupun pengembang wisata untuk
bertujuan memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan terhadap wisata Pantai
Tajung Kelayang. Pada bagian akhir juga dikemukakan mengenai rekomendasi
studi lanjutan.
5.1
Kesimpulan
Jika melihat dari analisis yang dilakukan yang berlandaskan tujuan dan
sasaran yang telah disusun maka dapat disimpulkan bahwa :
1.
Mengidentifkasi faslitas wisata Pantai Tanjung Kelayang yaitu fasilitas
akomodasi, tempat makan minum, tempat belanja, peribadatan, toilet umum,
tempat parkir, sarana wisata bahari, fasilitas pusat informasi, jasa keuangan,
biro
perjalanan
dan
pos
pengawasan
keselamatan.
Berdasarkan
ketersediaannya sarana akomodasi di lokasi wisata berupa cotage sebanya 1
akoodasi , di kawasn wisata berupa cotage, homestay dan hotel sebanyak 4
akomodasi dan di Kabupaten Belitung terdapat 37 akomodasi. Sarana
tempat makan minum di lokasi wisata berupa kios makan minum sebanyak
10 unit dan untuk di kawasan wisata berupa kios makan dan restoran
sebanyak 32 unit. Sarana tempat belanja terdapat 5 unit tempat belanja.
Sarana peribadatan terdapat 1 unit surau. Sarana toilet umum tersedia
sebanyak 5 unit dengan kondisi yang berfungsi sebanyak 3 unit. Tempat
parkir terdapat 2 unit dengan luas ±1.000m2. Sarana wisata bahari tersedia
90 unit perahu motor. Fasilitas pusat informasi tidak tersedia. Fasilitas jasa
149
150
keuangan tidak tersedia. Biro perjalanan tersedia sebanyak 99 unit biro
pejalanan dan tidak terdapat pos pengawasan keselamatan.
2.
Berdasarkan hasil analisis kualitas pelayanan fasilitas wisata bedasarkan
jumlah pengunjung, ada beberapa fasilitas yang belum memenuhi kebutuhan
dan hal ini juga sesuai dengan analisis persepsi wisatawan. Kebutuhan
fasilitas berdasarkan jumlah pengunjung yaitu :

Sarana akomodasi, dimana kondisi eksisting ketersediaan dan
kebutuhanya sudah sesuai, namun hal ini dilihat dari ketersediaan
akomodasi kabupaten, karena dari hasil penelitian, kebanyakan
wisatawan menginap di luar lokasi wisata, terutama di sekitar kawasan
Perkotaan Tanjung Pandan.

Sarana makan minum, dimana kondisi ekisting ketersediaan dan
kebutuhannya telah terpenuhi.

Sarana tempat belanja, dari kondisi eksisting ketersediaan dan
kebutuhannya telah terpenuhi. Hanya dari segi penyediaan barangbarang cinderamata/oleh-oleh yang dijual di lokasi wisata tidak terlalu
banyak, sehingga raa-rata wisatawan berbelanja oleh-oleh di kawasan
perkotaan Tanjung Pandan karena dari ketersediaan tempat penjualan
dan barang oleh-oleh lebih banyak.

Sarana peribadatan, dimana kondisi eksisting hanya tersedia 1 surau
yang tidak berfungsi dengan kondisi yang sangat kotor dan tidak
terawat dan bedasarkan kebutuhan seharusnya menyediakan minimal
2 unit surau.

Sarana toilet umum, dimana kondisi eksisting hanya terdapat 3 toilet
yang berfungsi dan kebutuhan yang seharusnya berdasarka kunjungan
wisatawan yaitu menyediakan 8 toilet untuk laki-laki dan 10 toilet
untuk perempuan.

Tempat parkir, dari ketersediaan dan kebutuhannya telah terpenuhi.

Sarana wisata bahari dari ketersediaan dan kebutuhan sudah terpenuhi
151

Fasilitas pusat informasi, berdasarkan kebutuhan dan kondisi eksisting
belum sesuai, belum adanya ketersediaan fasilitas informasi.

Fasilitas jasa keuangan, berdasarkan kondisi eksisting dan kebutuhan
belum terpenuhi, namun pelayanan fasilitas jasa keuangan saat ini
dilayani oleh kawasan Kota Tanjung Pandan yang menyediakan
fasilitas jasa keuangan, dengan jarak dari lokasi wisata sekitar 27Km.

Biro perjalanan, berdasarkan ketentuan, kebutuhan dan ketersediaanya
sudah terpenuhi, ketersediaan biro perjalanan dalam lingkup
Kabupaten Belitung.

Pos pengawasan keselamatan, berdasarkan ketentuanya kondisi
eksisting belum sesuai, tidak adanya fasilitas pengawasan keselamatan
di lokasi wisata, maka dibutuhkan fasilitas keselamatan wisata
berdasarkan
Keputusan
Dirjen
Pariwisata,
yang
mewajibkan
menyediakan fasilitas pengawasan keselamatan.
3.
Dari hasil analisis kepuasan wisatawan di wisata Pantai Tanjung Kelayang
dengan Importance-Performance-Analisis, maka dapat disimpulkan :

Variabel yang merupakan prioritas utama perbaikan yaitu :
ketersediaan sarana peribadatan, kondisi sarana peribadatan,
ketersediaan sarana toilet umum, kondisi sarana toilet umum,
ketersediaan fasilitas keuangan, ketersediaan pos, pengawasan
keselamatan

Variabel yang harus dipertahankan kinerjanya yaitu : ketersediaan
sarana penginapan, kualitas dan kelengkapan fasilitas penginapan,
harga penginapan, ketersediaan sarana makan dan minum,
ketersediaan
menu
makan
dan
minum,
harga
makanan,
ketersediaan sarana belanja, ketersediaan barang-barang ditempat
belanja, harga barang ditempat belanja, ketersediaan tempat parkir,
kondisi sarana wisata bahari, ketersediaan biro perjalanan,
pelayanan biro perjalanan, pelayanan pengawasan keselamatan
152

variabel berprioritas rendah, yang dapat diartikan bahwa variabelvariabel tersebut dianggap kuang penting oleh wisatawan dan
pelayanannya biasa saja, namun prioritas ini bisa untuk di
tingkatkan untuk meningkatkan kualitasnya agar wisatawan
merasakan manfaat dari variabel ini. Yang termasuk dalam
variabek ini yaitu : ketersediaan wisata bahari, ketersediaan pusat
informasi, pelayanan pusat informasi
4.
Nilai CSI sebesar 71,52%, hal ini menggambarkan wisatawan
merasa
cukup puas terhadap fasilitas wisata pantai Tanjung Kelayang. Namun perlu
adanya perbaikan terhadap pelayanan fasilitas yang belum sesuai dengan
keinginan wisatawan untuk meningkatkan pelayanan wisata dimasa yang
akan datang.
5.
Berdasarkan hasil analisis ketersediaan dan persepsi wisatawan terhadap
kualitas
pelayanan
fasilitas
wisata
di
Pantai
Tanjung
Kelayang
menghasilkan upaya peningkatan perbaikan terhadap beberapa fasilitas yang
ada, diantaranya fasilitas dari ketersediaannya belum mencukupi kebutuhan
dan berdasarkan persepsi wisatawan belum memberikan kepuasan sehingga
dapat melayani kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata.
Fasilitas yang termasuk dalam upaya perbaikan yaitu : ketersediaan sarana
peribadatan, kondisi sarana peribadatan, ketersediaan sarana toilet umum,
kondisi sarana toilet umum, ketersediaan fasilitas keuangan, ketersediaan
pos pengawasan keselamatan dan ketersediaan barang-barang ditempat
belanja cinderamata
5.2
Rekomendasi Terhadap Kualitas Pelayanan Fasilitas Pariwisata
Tanjung Kelayang
Berdasarkan analisis kepariwisataan yang dilakukan pada fasilitas wisata
pantai Tanjung Kelayang yaitu mencangkup tingkat kepentingan dan kepuasan
serta kebutuhan wisata. Terlihat bahwa dari hal tersebut tidak berjalan dengan
baik, karena masih adanya fasilitas yang belum terpenuhi sesuai dengan ketentuan
153
dan kebutuhan wisatawan. Maka dengan kondisi ini diperlukan usaha-usaha untuk
meningkatkan kinerja kebutuhan dari sistem kepariwisatawaan tersebut.
Berikut ini direkomendasikan beberapa upaya untuk
menunjang
pengembangan terhadap ketersediaan pada fasilitas wisata di wisata Tanjung
Kelayang.
1.
Pengembangan wisata yaitu dari segi penyediaan fasilitas wisata yang di
inginkan dan dibutuhkan oleh pengunjung berdasarkan kebutuhan
sekarang dan yang akan datang. Karena dari hasil kondisi eksisting, dan
persepsi wisatawan ada beberapa fasilitas wisata yang dibutuhkan, dan
kebutuhanya belum mencukupi yaitu sarana peribadatan, sarana toilet
umum, pusat informasi dan pengawasan keselamatan. Dalam pelaksanaan
pengembangannya memerlukan biaya besar dan dijadikan pengembangan
jangka panjang. Dimana dalam pelaksanaanya membutuhkan dukungan
dan keterlibatan pemerintah daerah
serta masyarakat setempat
baik
langsung maupun tidak langsung.
2.
Pengembang wisata khususnya untuk pemilik kios oleh-oleh untuk
menambah penyediaan barang oleh-oleh lebih bervariasi, agar adanya daya
tarik wisatawan untuk berbelanja di lokasi wisata.
3.
Berdasarkan peruntukan sebagai kawasan pengembangan pariwisata
nasional wisata Pantai Tanjung Kelayang seharusnya memenuhi
penyediaan komponen wisata yang telah ditetapkan berdasarkan UndangUndang pariwisata maupun rencana induk pengembangan pariwisata
asional
terutama
dari
penyediaan
fasilitas
wisatanya.
Karena
berdasarkan kondisi eksisting dari ketersediaan maupun kebutuhannya
terutama pada fasilitas wisata belum memenuhi kriteria wisata Nasional.
5.3
Keterbatasan Studi
Pada studi yang dilakukan ini ada beberapa keterbatasan pembahasan
penelitian. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini yaitu :
1.
Menilai fasilitas wisata hanya dari sisi persepsi wisatawan saja,tanpa
melihat dari pihak lain.
154
2.
Melakukan analisis kebutuhan sarana wisata hanya dengan persepsi saja,
tanpa menganalisis motivasi dan ekspektasi pengunjung daya tarik wisata.
Dengan demikan studi lanjutan perlu dilakuakan terutama pembahasan mengenai
komponen wisata secara menyeluruh termasuk atraksi dan daya tarik serta
aksesibilitas. Melakukan penelitian dengan penilaian wisata dari semua pihak
yang bersangkutan yaitu dari wisatawan, masyarakat setempat, pengelola wisata
bahkan pemerintah daerah.
Fly UP