...

Kita akan menyelam lebih dalam lagi dalam pembahasan

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Kita akan menyelam lebih dalam lagi dalam pembahasan
Kita akan menyelam lebih dalam lagi dalam pembahasan kita. Kerajaan Allah,
Kisah di Balik Perjanjian Baru. Kita akan memperhatikannya dari kitab-kitab Injil.
Kita sudah melihat Injil Kerajaan. Sang Raja sudah Datang dan sang Raja
sudah Menang. Kemudian ada satu pertanyaan yang saya ajukan berdasarkan
kebenaran itu, ‘Sudahkah anda Menerima Kerajaan itu? Dan sebelum anda
menjawab pertanyaan itu saya ingin kita bersama-sama melihat apa artinya
‘Menerima Kerajaan.’ ‘Sudahkah anda Menerima Kerajaan?’ Dan kemudian
melihat apa arti “Sudahkah anda Menerima Kerajaan?’ Apa artinya? Kita akan
membahas hal itu Menerima Anugerah Kerajaan. Ketika anda melihat ke dalam
Perjanjian Baru dan pengajaran Yesus, Kerajaan itu dijelaskan sebagai
Anugerah dalam lima cara penjelasan.
Pertama-tama: Kerajaan itu adalah Anugerah untuk Masa Kini dan Masa yang
akan datang. Kerajaan Allah di dalam Perjanjian Baru adalah Anugerah untuk
masa kini dan masa yang akan datang. Dan yang saya maksudkan adalah
bahwa Kerajaan itu merupakan suatu kenyataan di masa kini dan juga di masa
yang akan datang. Jadi, hal itu merupakan sesuatu yang akan datang, tetapi
juga sesuatu yang sudah ada di sini. Inilah yang ditekankan oleh Yesus
berulangkali. Di dalam Lukas Pasal 17 ayat 20 sampai 25 Ia mengatakan
kepada orang-orang Farisi yang diajar-Nya, Ia mengatakan Kerajaan Allah ada
di antara kamu, Kerajaan itu ada di hadapanmu. Dan kemudian Ia mulai
berbicara mengenai bagaimana Anak Manusia akan datang. Dan kamu akan
melihat, Ia ada di sini dan sedang datang. Anda bisa membaca di dalam Matius
Pasal 5 ayat 3 sampai 10 dalam Ucapan Bahagia. Ucapan bahagia di dalam Injil
Matius Pasal 5 ayat 3 dimulai dengan perkataan “Berbahagialah orang yang
miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya apa? Kerajaan
Sorga. Ini dia. Kemudian ada Ucapan Bahagia lain di antaranya yang
menuliskan 4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan
dihibur. 5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan
memiliki bumi. Jadi di sini anda melihat tentang hal yang berkenaan dengan
masa depan. Mereka akan menjadi sesuatu. Mereka akan memiliki sesuatu.
Dan kemudian anda bisa melihat di dalam ayat 10 yang mengatakan 10
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena
merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Jadi anda melihat di sini
gambaran tentang Kerajaan yang ada baik di masa sekarang ini maupun di
masa yang akan datang. Kerajaan ini adalah anugerah untuk masa kini dan juga
masa yang akan datang.
Selanjutnya.
Kerajaan itu adalah Anugerah cuma-Cuma.
Lukas 12:32
mengatakan ... Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan
itu. Ia berkenan memberikannya kepada kita.
Yang ketiga : Anugerah karena Belas kasihan. Itulah yang dijelaskan di dalam
Lukas Pasal 10 ayat 21 mengenai bagaimana Kerajaan itu tersembunyi bagi
orang yang bijak dan pandai, tetapi karena perkenanan Bapa maka Ia
menyatakannya kepada anda. Ia sangat berkenan untuk menunjukkan kepada
anda Pemerintahan-Nya, Kebesaran dan Kasih Karunia-Nya.
adalah anugerah karena Belas Kasihan.
Kerajaan itu
Yang Keempat: Kerajaan Itu adalah Anugerah yang Berharga. Matous 13:44
sampai 46 memberikan dua gambaran mengenai Kerajaan itu. Kerajaan itu
seperti harta yang terpendam di ladang sehingga ketika anda
menemukannya anda akan menjual semuanya karena ingin mendapatkan
harta itu. Kerajaan itu juga seperti mutiara yang sangat berharga sehingga
anda mau menjual semuanya untuk mendapatkan mutiara itu. Kerajaan itu
sangat berharga. Kita sudah menemukan sesuatu di dalam Kerajaan Allah yang
lebih berharga dari segala yang lain. Itulah kesaksian yang saya yakini saat ini.
Ada yang lebih berharga dibandingkan semua yang lain. Dan itulah Kerajaan
Surga itu.
Yang terakhir: Kerajaan itu adalah Anugerah Kekal. Markus Pasal 10 ayat 17
sampai 31 adalah percakapan antara Yesus dengan seorang muda yang kaya.
Dan Ia berbicara di dalam ayat 17 mengenai kehidupan kekal: Apa yang harus
aku lakukan agar memperoleh hidup yang kekal? Dan kemudian Yesus
mengatakan tentang apa yang terjadi ketika anda memasuki Kerajaan Allah.
Kerajaan itu adalah Anugerah Kekal. Ini bukan hanya anugerah untuk saat ini,
tetapi juga Anugerah untuk masa yang akan datang, jadi menyangkut semuanya.
Kita menerima Kerajaan ini sebagai Anugerah. Allah menganugerahkannya
kepada kita. Pemerintahan-Nya atas kehidupan kita dan yang kita lihat di dalam
pengajaran Yesus, diberikan-Nya kepada kita.
Tetapi kita juga adalah bagian dari Anugerah itu, Kita Masuk ke dalam
Kehidupan dari Kerajaan Itu. Kita masuk ke dalam kehidupan dari Kerajaan itu.
Dan saya mengajak anda berpikir mengenai hal ini dalam beberapa
pemahaman.
Yang pertama: Hal ini mencakup juga adanya sikap Berbalik secara Radikal
kepada sang Raja. Berbalik secara radikal kepada sang Raja. Pertobatan
adalah kata tema pemberitaan Kerajaan itu. Mengapa demikian? Karean itu
berarti berbalik dari semua kerajaan dunia ini kepada Kerajaan-Nya. Itu berarti
mengakui pemerintahan Yesus Kristus atas kehidupan kita di atas segala
sesuatu. Ia adalah Tuhan. Itulah sebabnya bahkan di luar kitab-kitab Injil, kita
bisa melihat kalau engkau mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah
Tuhan. Percaya di dalam hatimu bahwa Allah membangkitkan Dia dari
antara orang mati. Kisah Para Rasul Pasal 2 Ayat 36. Khotbah Kristen
pertama yang secara jelas menyatakan Yesus sebagai Tuhan dan Kristus. Dan
kemudian Petrus mengatakan bertobatlah dan percaya kepada hal ini. Lihat
Dia sebagai Tuhan. Lihat Dia sebagai Raja. Kita seringkali melewatkan hal ini
bahkan ketika kita berbicara mengenai Keselamatan. Kita sering berbicara
mengenai Keselamatan sebagai peristiwa dimana saya mengundang Yesus
masuk ke dalam hati saya. Dan juga, meminta Yesus untuk mengampuni segala
dosa saya. Dan memang hal itu merupakan unsur yang sangat penting di dalam
keselamatan, tetapi masih ada hal penting yang lainnya. Tidak pernah ada satu
peristiwapun di dalam Perjanjian Baru dimana seseorang datang kepada Yesus
untuk meminta pengampunan dosa dan kemudian pergi untuk menjalani
kehidupan yang sama lagi sekehendak hatinya. Di dalam keselamatan tercakup
juga menundukkan kehidupan ke dalam Kerajaan-Nya. Memang di dalamnya
ada pengampunan dosa. Dan juga, hal itu memang menjadi pemahaman yang
paling mendasar mengenai Keselamatan. Itu sangat jelas. Tetapi kita juga
harus tunduk kepada sang Raja. Dan karena itu mengundang Yesus masuk ke
dalam hati kita mungkin bukan kata yang paling tepat untuk menggambarkan
apa artinya mengikuti sang Raja itu. Itu inti dari penjelasan di sini. Dallas Willard
pernah mengatakan, ‘Kita bersalah karena menjadi orang Kristen vampire yang
mengatakan bahwa kita menginginkan sebagian darah-Nya tetapi tidak mau
sungguh-sungguh menjadi murid atau meniru karakter Yesus. Bahkan mungkin
ada yang langsung permisi meninggalkan Yesus untuk menjalani kehidupannya
sendiri sambil mengatakan, ‘Sampai bertemu lagi nanti di surga.’ Kiranya Allah
menolong kita agar tidak memisahkan diri dari Kerajaan Kekristenan ini. Berbalik
secara Radikan kepada sang Raja.
Yang Kedua: Kepercayaan yang Radikal kepada sang Raja. Kepercayaan yang
Radikal kepada sang Raja. Matius Pasal 18 ayat 2 sampai 4 berbicara
mengenai Yesus yang membawa anak-anak kepada-Nya dan kemudian
mengatakan, kalau kamu mau masuk ke dalam Kerajaan Surga kamu harus
menjadi seperti mereka ini. Dan kebenaran ini nampak dari peristiwa itu.
Peristiwa itu memiliki gambaran yang sangat indah tetapi bisa disalahpahami
sebagai ketidakdewasaan iman. Kadangkala kita melihat kisah itu dan kemudian
kita berpikir, baiklah, Yesus sedang menjelaskan mengenai kesederhanaan
pemikiran anak-anak tetapi kesederhanaan itu bukan kesederhanaan yang tidak
mau tahu tentang banyak hal dan hanya puas sudah ada di dalam Kerajaan, dan
kemudian hanya mau duduk berpangku tangan menjalani kehidupan Kekristenan
tanpa mau sungguh-sungguh menggali kebenaran secara lebih mendalam lagi.
Tantangan dari Perjanjian Baru adalah untuk memahami Firman Tuhan dan
semakin anda memahaminya semakin anda bertumbuh untuk menjadi percaya
dengan rendah hati seperti kanak-kanak kepada ayahnya. Hal itu bukan tanda
ketidakdewasaan iman, tetapi kepercayaan yang lengkap dan total kepada Bapa.
Wajah-wajah seperti itulah yang saya temukan di rumah kalau saya pulang dan
kemudian anak-anak saya menyambut saya dengan tersenyum. Kepercayaan
yang radikal kepada sang Bapa. Dan inilah yang akan anda lihat. Semakin kita
belajar dari Perjanjian Baru, dan semakin dalam kita menggali kepada
pengenalan akan Allah, semakin sederhana pertumbuhan keyakinan dan
kepercayaan kita yang penuh kepada-Nya. Jadi bukan ketidakdewasaan iman,
tetapi kepercayaan yang penuh kepada Bapa. Injil memanggil kita untuk
percaya kepada-Nya akan semuanya, segala sesuatu yang ada di dalam
kehidupan kita.
Baik, yang terakhir. Berbalik secara Radikal, Kepercayaan yang Radikal, dan
yang terakhir Perubahan yang radikal oleh sang Raja. Yang terjadi ketika
Kerajaan-Nya menjadi kenyataan di dalam kehidupan kita dan mulai
mempengaruhi seluruh wilayah kehidupan kita dan kehidupan kita sekarang ada
di bawah Kerajaan-Nya. Dan kita melihat kekuasaan-Nya atas kehidupan kita di
rumah dan kehidupan kita di dalam pekerjaan dan kehidupan kita ketika bermain
dan kehidupan kita di sekolah. Semua yang kita lakukan menjadi kesempatan
bagi Kerajaan Allah, Pemerintahan-Nya, Kekuasaan-Nya masuk ke dalam setiap
sisi kehidupan kita. Bukan memilah-milah kehidupan Kristen sebagaimana yang
secara salah sering kita lakukan yang kemudian kita munculkan di dalam
kehidupan kita. Ia adalah Raja atas seluruh unsur kehidupan kita. Dan Ia
mengubahkan semuanya untuk membawa Kemuliaan bagi diri-Nya. Dan inilah
keindahan Kerajaan itu, bahwa sekarang ini, kehidupan anda di dalam pekerjaan
anda, di tempat kerja atau di sekolah dan di lingkungan anda sekarang dipakai
sepenuhnya bagi Kerajaan itu. Dan Allah berkenan untuk dimuliakan sebagai
Raja dalam cara anda bekerja sebagai guru atau cara anda bekerja sebagai
pengacara atau cara anda bekerja di rumah. Di dalam semuanya itu, Ia adalah
Raja. Jadi bagaimana Perubahan itu bisa terjadi?
Yang pertama, Kita menerima Pengajaran dari sang Raja. Kita menerima
pengajaran dari sang Raja. Saya memasukkan Khotbah di Bukit dalam daftar
ini, tetapi juga Yohanes 8:31 sampai 36. Ia berbicara mengenai kemerdekaan
yang ada di dalam Kerajaan itu. Bagaimana kemerdekaan itu terjadi? 32 dan
kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan
kamu. Kamu akan menerima kebenaran, mengetahui ajaran-Ku. Kita adalah
murid-murid sang Raja. Mengapa kita berkumpul dalam ibadah? Dan yang
memotivasi kita melakukan semua ibadah setiap kali kita mendapatkan
kesempatan untuk melakukannya dan untuk mempelajari Firman adalah karena
kita mendengar pengajaran sang Raja ini. Dan kita adalah murid-murid-Nya.
Kita belajar dari-Nya. Kita mendengar Firman-Nya. Kita menerima pengajaran
sang Raja.
Bukan hanya menerima pengajaran-Nya, tetapi Kita Mewujudkan Karakter sang
Raja. Yohanes 14:15 sampai 21. Perhatikan ayat-ayat itu. Di bagian awal Ia
mengatakan 15 Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala
perintah-Ku. Dan kebenaran ini menyimpulkan pengajaran-Nya juga. Di bagian
tengah dan dalam perbuatan-Nya Ia menjelaskan bahwa Bapa ada di dalam Aku
dan Aku di dalam kamu dan kamu di dalam Aku. Kamu adalah perwujudan dari
Karakter sang Raja itu. Tujuan dari Pengajaran sang Raja adalah Perubahan di
dalam Karakter kita. Inilah sebabnya kita mengenal Firman dan inilah sebabnya
Firman harus menjadi pusat bagi Gereja karena hanya melalui Firman sajalah
kita bisa menjadi semaki serupa dengan gambaran Kristus dan karakter Kristus.
Inilah jalan yang membuat semuanya itu bisa terjadi. Jadi bukan cerita yang
perlu kita dengar atau hiburan yang perlu kita dapatkan tetapi Firman itulah yang
kita perlukan senantiasa di dalam kehidupan kita karena Firman sajalah yang
memiliki kuasa untuk mengubahkan karakter kita untuk menjadi seperti karakter
sang Raja. Kita Mewujudkan Karakter sang Raja.
Dan yang Ketiga: Kita Mengalami Kuasa Sang Raja. Lukas pasal 10. Mari kita
lihat Lukas Pasal 10. Saya ingin kita memperhatikan ayat 9. Lukas Pasal 10
ayat 9. Ini mengenai Yesus mengutus 72 orang ke dalam pelayanan dan saya
ingin anda mendengar apa yang dikatakan-Nya kepada mereka di dalam Lukas
10 ayat 9. Kita mulai saja membaca ayat 8 untuk melihat konteksnya. 8 Dan
jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ,
makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, 9 dan sembuhkanlah orangorang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah
sudah dekat padamu.’ Sekarang kita lihat Yesus mengutus mereka keluar. Ia
sudah melakukan penyembuhan, tetapi sekarang Ia mengutus mereka untuk
pergi dan menyembuhkan dan memberitakan bahwa Kerajaan Allah sudah
dekat. Jadi itulah yang mereka lakukan dan kemudian mereka kembali.
Dengarkan ayat 17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan
gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi
nama-Mu. Mereka sangat bersemangat. 18 Lalu kata Yesus kepada mereka:
"Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. 19 Sesungguhnya Aku
telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan
kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak
ada yang akan membahayakan kamu. Ia sudah memberikan kuasa itu. 20
Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk
kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.
Apakah inti dari semua mujizat? Untuk menunjukkan kekuasaan Allah atas diri
kita secara pribadi di dalam kehidupan kita. Sang Raja sudah datang. Dan
ketika Ia memberikan kuasa-Nya, mereka melihat bahwa setan-setan tunduk
kepada mereka, mereka melihat hasil dari peristiwa itu dan mereka menjadi
sangat bersukacita. Dan Yesus mengatakan, ‘Itu bagus sekali, Aku sudah
memberikan kuasa-Ku kepadamu, tetapi jangan lupakan alasannya. Aku
memberikan kuasa-Ku kepadamu agar kamu berada di dalam Kerajaan-Ku dan
orang-orang lain juga akan dibawa ke dalam Kerajaan itu. Kemudian anda
masuk ke dalam Pasal 14 ayat 12 dan Yesus mengatakan perkataan ini di sana.
Ia mengatakan bahwa segala sesuatu yang mereka lihat dilakukan oleh Yesus,
mereka akan melakukan lebih besar lagi. Bagaimana pandangan anda
mengenai hal itu? Yesus yang sudah melakukan segala perkara itu kemudian
datang dan mengatakan kamu akan melakukan lebih besar lagi. Bagaimana
mungkin kita melakukan yang lebih besar? Gereka memiliki Kuasa untuk pergi
dan memberitakan Kerajaan sehingga banyak pria dan wanita, laki-laki dan
perempuan dari segala bangsa sebagaimana yang dijanjikan Firman Allah, akan
datang ke dalam Kerajaan itu. Inilah Kuasa yang besar dan juga hak istimewa
untuk menjadi bagian dari Kerajaan yang melakukan lebih besar dari yang kita
lihat di dalam kehidupan Yesus karena Ia melakukan semuanya melalui kita
masing-masing yang percaya kepada-Nya. Kita Mengalami Kuasa sang Raja.
Yang terakhir: Kita Mengikuti Missi sang Raja. Kita Mengikuti Missi sang Raja.
Dan saya mendaftarkan bahwa Amanat Agung dituliskan di dalam Matius,
Markus, Lukas dan Yohanes dan hal ini membawa kita ke bagian selanjutnya
dari Kerajaan Allah itu.
Kita sudah melihat Injil Kerajaan, sang Raja sudah Datang, sang Raja sudah
Menang, lalu pertanyaannya adalah ‘Sudahkah Anda Menerima Kerajaan itu?’
Apakah Kerajaan itu sudah menjadi kenyataan di dalam kehidupan anda, dalam
hal ketundukkan anda kepada Kristus? Apakah ketundukan itu ada? Kalau
tidak, saya mendorong anda untuk melihat kehidupan anda sebagai gambaran
dari Kerajaan-Nya. Itulah yang diajarkan Yesus kepada kita. Kalau anda sudah
menerimanya, anda menerima Kerajaan-Nya,Ia menunjukkan kekuasaan-Nya di
dalam segenap sisi kehidupan anda.
Kita beralih dari Kristus kepada Gereja ketika kita masuk ke dalam Kisah Para
Rasul. Missi dari sang Raja. Saya ingin anda melihat bersama-sama saya dari
Kisah Para Rasul Pasal 1, di awal sekali, untuk melihat awal dari semua
penjelasan tentang bagian ini. Kisah Para Rasul Pasal 1 Yesus jelas sekali saat
itu sudah mati di kayu salib, sudah bangkit dari kubur-Nya dan kemudian di
dalam Kisah Para Rasul 1 ayat 6 dikatakan demikian: 6 Maka bertanyalah
mereka yang berkumpul di situ ... mereka adalah Yesus dan para murid-Nya.
Tentu saja Yudas Iskariot tidak ada di sana saat itu “Tuhan, maukah Engkau
pada masa ini memulihkan apa? ... kerajaan bagi Israel?” Apakah ini
saatnya? Setelah Engkau bangkit dari kubur. Baik. Lalu bagaimana caranya
hal itu akan terjadi? 7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa
dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8 Tetapi
kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan
kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan
Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Apakah anda melihat apa yang terjadi di
sini? Orang-orang itu masih saja berpegang kepada pemahaman bahwa
Kerajaan Allah akan dinyatakan dengan cara seperti yang mereka kehendaki.
Mungkin setelah Yesus bangkit kembali dari kematian, maka tiba saatnya untuk
memulihkan kerajaan bagi Israel? Dan Yesus mengatakan ‘Tidak. Kamu tidak
perlu mengetahui masa dan waktunya.’ Tetapi pada dasarnya yang dikatakan
oleh Yesus adalah ‘Ada pekerjaan yang harus kita selesaikan. Inilah yang akan
Aku lakukan, Aku akan memberikan Roh Kudus kepadamu dan kamu akan pergi
ke segala bangsa dan menjadikan Kerajaan-Ku dikenal. Kamu akan menjadi
saksi bagi Kerajaan di Yerusalem dan Yudea dan Samaria dan sampai ke
ujung bumi. Dan hal itu yang menjadi puncak dari gambaran tentang Gereja di
dalam Kerajaan-Nya. Ia mengatakan, ‘Kita memiliki pekerjaan yang harus
diselesaikan dan Roh Kudus akan memampukan kamu melakukannya.’ Karena
itu saya ingin agar kita berpikir mengenai sang Raja. Setelah peristiwa itu Ia naik
ke surga dan para murid sangat terkejut. Apa yang harus dilakukan? Mereka
saat itu ada di Yerusalem. Jadi sang Raja tetap ada di sana, meski Ia naik ke
surga tetapi tidak berarti bahwa Ia hilang dari gambaran Kerajaan. Sang Raja
sudah datang. Sang Raja sudah menang.
Kebenaran yang selanjutnya dan kebenaran yang pertama di bawah Penjelasan
tentang Missi dari Kerajaan.
Sang Raja Memegang Kendali. Sang Raja memegang kendali. Ini sesuatu yang
sangat indah. Yesus memang sudah naik ke surga tetapi saya ingin anda
melihat beberapa hal mengenai Yesus bahkan setelah Ia naik ke surga
Pertama-tama: Ia Memiliki Rancangan. Ia memiliki Rencana. Dan saya ingin
anda melihat tentang rencana Yesus ini dalam beberapa hal
Yang Pertama: Rancangan-Nya tidak pernah Gagal. Ia memiliki rancangan dan
rancangan-Nya tidak pernah gagal. Saya mau menunjukkan hal ini kepada kita.
Anda bisa melihat kebenaran ini di dalam banyak ayat. Di dalam Injil Lukas ada
banyak penjelasan tentang hal itu, dan beberapa kata memiliki kata dasar yang
sama dalam bahasa Yunani, meski diterjemahkan secara berbeda. Di sana
dijelaskan mengenai bagaimana hal itu akan terjadi atau mengapa penting
bahwa hal itu harus terjadi. Mengapa penting? Mengapa harus terjadi? Karena
yang terjadi bukanlah kebetulan yang terjadi secara acak, kacau balau. Mari kita
lihat Kisah Para Rasul Pasal 1 dan tema bagian ini bisa dilihat ada dalam
beberapa ayat. Lihat ayat 16. Kisah Para Rasul pasal 1 ayat 16, mulai
membaca ayat 15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah
saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh
orang banyaknya, lalu berkata: 16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap
nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud
tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu.
Kemudian di dalam ayat 21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang
dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan
Yesus bersama-sama dengan kami. Lalu di dalam Pasal 2 ayat 23 Dia yang
diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan
dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka... Hal itu memang
sudah seharusnya terjadi. Kemudian kita lanjutkan pasal 3 ayat 12 Petrus
melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu
heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah
kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami
sendiri?” Bukan itu yang terjadi. Tetapi hal itu memang sudah seharusnya
terjadi. Allah yang melakukannya. Perhatikan Pasal 4 ayat 21 Mereka semakin
keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga,
sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut
akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa
yang telah terjadi. Yang kita lihat berulangkali ada di dalam Kisah Para Rasul
adalah bahwa semua yang terjadi memiliki alasan. Semuanya ada alasannya.
Rencana yang dimiliki Allah tidak pernah ada yang gagal. Sekarang saya ingin
mengajak kita melihatnya secara lebih terperinci.
Ia merencanakan, Yesus Memang Merencanakan untuk naik ke Kayu salib.
Yesus sudah membuat rencana untuk naik ke kayu salib. Kita sama sekali tidak
akan menemukan penjelasan sedikitpun di dalam Perjanjian Baru yang
mengatakan bahwa Kayu salib itu hanya terjadi sebagai sebuah kebetulan
belaka. Tidak demikian, Aku mengutus Anak-Ku dan itulah yang terjadi. Anda
bisa melihat di dalam Kisah Para Rasul 2 ayat 23 yang baru saja kita baca,
sangat menarik sekali. Anda tahu, hal itu menjadi topik yang sangat hangat di
dalam gereja kita di jman ini, mengenai predestinasi dan pilihan. Perhatikan
Kisah Para Rasul 2:23. Di sana dikatakan 23 Dia yang diserahkan Allah
menurut maksud dan rencana-Nya, jadi memang rencana Allah untuk
menyerahkan Yesus ke kayu salib; telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh
tangan bangsa-bangsa durhaka. Jadi Allah memang sudah merancangnya
dan pada saat yang sama memilih Dia untuk disalibkan. Jadi kedaulan Allah dan
tanggungjawab manusia atas apa yang terjadi berjalan bersama-sama. Dan
sayangnya di jaman ini banyak yang menghabiskan waktu dan energi dalam
usaha untuk memperdebatkannya, tetapi sebenarnya, keduanya ada di dalam
Firman Allah. Kedaulatan Allah dan tanggungjawab manusia keduanya ada di
sana secara berdampingan. Anda melihatnya lagi di dalam Pasal 4 ketika
mereka berdoa setelah mengalam penganiayaan. Pasal 4 ayat 27 mengatakan
Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan
Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel
melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, Mereka
bersekongkol. Kemudian lihat ayat 28 untuk melaksanakan segala sesuatu
yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.
Kedaulatan Allah, rencana-Nya, tanggungjawab manusia, semuanya ada
bersama-sama.
Semua itu tidak saling bertentangan. Dengan caranya
semuanya berkaitan secara erat di dalam Alkitab. Allah di memiliki Rancangan.
Yesus merencanakan untuk naik ke kayu salib. Semua ayat yang anda baca di
Injil Lukas berbicara mengenai bagaimana Yesus menetapkan diri-Nya untuk
menuju ke Yerusalem dan ke kayu salib. Lukas 9 ayat 51 adalah titik balik di
Kitab Lukas dimana dikatakan Yesus memutuskan bahwa Ia akan menuju ke
Yerusalem. Yohanes 10 ayat 18 mengatakan tidak seorangpun mengambil
nyawa-Ku, Aku sendiri yang menyerahkannya. Ia memang memiliki rencana
untuk naik ke kayu salib. Semua itu memang bagian dari keseluruhan
rancangan Kristus.
Bukan hanya itu, tetapi Ia juga Merencanakan Untuk Bangkit dari Kematian.
Saya senang bahwa hal ini merupakan bagian dari rencana Kristus. Kisah Para
Rasul Pasal 2 ayat 24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan
Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa
maut itu. Dan kemudian ketika anda masuk ke Pasal 13 dikatakan juga hal
yang sama. Ia merencanakan untuk naik ke kayu salib. Ia merencanakan juga
untuk bangkit kembali dari kematian.
Kemudian, Ia merencanakan Untuk Mengutus Roh Kudus. Ia merencanakan
untuk mengutus Roh Kudus. Ketika anda melihat ke dalam Kisah Para Rasul
Pasal 2 dan Roh Kudus turun di ayat 1 sampai 4, anda melihat rencana Allah
sepenuhnya digenapi. Ia mengatakan 1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua
orang percaya berkumpul di satu tempat. 2 Tiba-tiba turunlah dari langit
suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di
mana mereka duduk. Mari kita kembali dan memperhatikan, dan mungkin
membuat catatan, ke dalam Yehezkiel Pasal 37 Ayat 9 sampai Ayat 14 yang
berbicara mengenai Roh Allah yang akan turun ke atas umat-Nya dan gambaran
itulah yang kemudian memuncak dalam peristiwa yang tercatat di dalam Kisah
Para Rasul Pasal 2. Dan kemudian dikatakan di dalam ayat 3 dan tampaklah
kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap
pada mereka masing-masing. Anda bisa kembali melihat ke dalam Keluaran
Pasal 19, Pasal 32 dan anda akan melihat gambaran yang sama di dalam
Firman Allah di sana. Kemudian di hari itu, 3000 orang yang mengalami
kematian dalam Keluaran 32. Dan demikian juga, pada hari ketika Roh Kudus
turun, 3000 orang menjadi percaya kepada Kristus. Pasal ini merupakan
kebalikan yang sangat menyolok dari Keluaran 32. Dan anda melihat apa yang
kemudian terjadi 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka
mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh
Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Kita bisa mendapatkan
gambarannya di dalam Kejadian Pasal 11 yaitu ketika penghukuman Allah
membuat manusia tercerai-berai dan saling terbagi dalam kekacauan. Ketika
Roh Allah turun yang anda lihat adalah kesatuan di antara segala bangsa karena
hanya ada satu Injil yang diberitakan dalam berbagai bahasa yang berbeda itu.
Semua yang ada di dalam Perjanjian Lama itu menjadi rangkaian untuk apa
yang terjadi di dalam Kisah Para Rasul Pasal 2. Allah merencanakan untuk
mengutus Roh-Nya pada saat itu. Semua itu adalah bagian dari Rancangan
Allah. Ia merencanakan untuk naik ke kayu salib, bangkit kembali dari kematian,
dan mengutus Roh Kudus..
Dan Ia Merencanakan Membawa Bangsa-Bangsa Kepada-Nya.
Ia
merencanakan untuk membawa bangsa-bangsa kepada-Nya. Anda melihat
beberapa ayat yang menjelaskannya. Matius 10:5 dan 6, Matius 15:24 berbicara
mengenai bagaimana Yesus datang dengan jelas untuk bangsa Israel, untuk
umat Israel; Ia datang untuk domba-domba yang hilang dari antara bangsa
Israel. Tetapi kemudian anda melihat di dalam Matius 28:18 sampai 20 anda
akan melihat bahwa Ia mengatakan pergi jadikanlah segala bangsa murid-Ku.
Gambaran lengkapnya adalah bahwa Yesus datang untuk melayani dombadomba yang sesat di antara kaum Israel, dan membangkitkan satu pasukan
yang kemudian akan pergi ke segala bangsa. Dan itulah yang menjadi
penggenapan Kejadian Pasal 12 ayat 1 sampai 3. Ia merencanakan untuk
membawa bangsa-bangsa kepada-Nya.
Semua itu menunjukkan bahwa Allah memiliki rencana. Jadi ketika Yesus sudah
naik ke surga, Ia masih tetap saja memegang kendali. Segala sesuatu masih
tetap bekerja sesuai dengan rencana-Nya.
Bukan hanya Ia memiliki Rencana, tetapi Ia Memiliki Kuasa Untuk
Menggenapkan Rencana ini. Ia memiliki kuasa untuk menggenapkan rencana
ini.
Yang Selanjutnya, Kedaulatan-Nya Tidak Bisa Dihentikan. Daniel Pasal 7, Ayat
13 dan 14. Berbicara mengenai Anak Manusia yang akan memiliki Kekuasaan
yang Penuh dan Pemerintahan atas segala bangsa dan bahasa. Itulah nubuat
mengenai Anak Manusia di dalam Daniel Pasal 7. Ketika Yesus bangkit kembali
dari kematian dan kemudian memberikan Amanat Agung di dalam Matius 28, Ia
memulai dengan mengatakan Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di
sorga dan di bumi. Dengan kata lain semua pemerintahan adalah milik-Ku. Ini
penggenapan dari Daniel 7:13 dan 14. Kisah Para Rasul Pasal 7 ayat 54, 55.
Ini mengenai perajaman kepada Stefanus. Ayat 55 Tetapi Stefanus, yang
penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah
dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah 56 Lalu katanya: "Sungguh, aku
melihat langit terbuka dan Stefanus tidak mengatakan kalau ia melihat Yesus
berdiri di sebelah kanan Allah. Ia mengatakan Anak Manusia berdiri di sebelah
kanan Allah.” Ini penyebutan langsung dari nubuat dalam Daniel Pasal 7 ayat
13 dan 14. Hampir tidak ada orang selain Yesus sendiri yang menyebut-Nya
sebagai Anak Manusia. Tetapi Stefanus melakukannya pada saat itu untuk
menunjukkan bahwa Ia memiliki kedaulatan atas segala sesuatu di dalam
keadaan ini. Ia hampir dirajam atas imannya, tetapi Yesus memiliki kedaulatan
atas segala sesuatu yang ada. Kemudian ia benar-benar dirajam dan apa yang
terjadi? Injil berkembang luas. Kisah Para Rasul Pasal 8 menjelaskan Injil
tersebar ke Yudea dan Samaria. Dan kemudian kalau anda sampai ke Kisah
Para Rasul Pasal 11 ayat 19 disana dikatakan bahwa ada gereja di Antiokhia
sebagai akibat dari penganiayaan yang berkaitan dengan Stefanus. Kedaulatan
Yesus tidak bisa dihentikan. Ia akan menunjukkan kedaulatan-Nya atas Iblis. Ini
gambaran yang luar biasa. Anda bisa melihat bahwa di dalam Kisah Para Rasul
Pasal 7 dan 8 Iblis berusaha untuk menghentikan Gereja berjuang bagi
kemajuan Gereja. Apakah itu memberikan kepada anda keyakinan akan Missi
yang diembankan oleh Allah kepada anda? Kalau ada usaha yang dilakukan
seteru kita untuk menghentikan kita, Allah akan mengubahnya menjadi
keuntungan bagi kita. Ia memiliki kedaulatan dan kedaulatan-Nya tidak bisa
dihentikan.
Bukan hanya Ia memiliki kedaulatan, tetapi Firman-Nya tidak bisa Dihentikan.
Semua ayat-ayat yang saya jelaskan, menurut saya sangat penting dan saya
sungguh-sungguh berharap ada waktu untuk menjelaskannya, untuk melihat
bagaimana Firman Tuhan ditekankan karena ketika Firman bergerak maju maka
tidak ada yang bisa menghentikannya. Itulah sebabnya mereka berdoa ketika
dianiaya. Itu juga yang saya rasa menjadi bahan doa kita. Kisah Para Rasul
Pasal 4, di bagian akhir, menjadi petunjuk yang sangat indah bagi kita tentang
bagaimana berdoa untuk saudara-saudara seiman yang dianiaya. Ayat 23
sampai 31. Pada dasarnya yang kita doakan adalah 29 Dan sekarang, ya
Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah
kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.
Inilah yang mereka doakan. Biarkan saja Firman maju terus. Lakukan apa yang
perlu dilakukan. Biarlah Firman-Mu diberitakan. Firman itu tidak bisa dihentikan.
Intinya adalah, tidak ada yang bisa dan yang akan bisa mencegah tergenapinya
rencana-Nya. Ketika sampai di bagian akhir, Kisah Para Rasul Pasal 28 ayat 30
dan 31, anda bisa melihat di sana dan membuat catatan, karena ini bagian yang
sangat penting, di bagian akhir dikatakan 30 Dan Paulus tinggal dua tahun
penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang
yang datang kepadanya. 31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apaapa ia memberitakan Kerajaan Allah ... ini dia.. dan mengajar tentang Tuhan
Yesus Kristus. Hal yang sangat menarik adalah bahwa ketika disebutkan di
dalam ayat tadi tanpa rintangan di dalam Kisah Para Rasul 28:31, tanpa
rintangan ia memberitakannya, dan kata ini memang yang dijelaskan dalam
bahasa aslinya. Dalam bahasa Yunani, tanpa rintangan adalah memang kata
yang dipakai oleh Kisah Para Rasul untuk menjelaskan kemajuan Injil yang tidak
mengalami rintangan. Tidak ada yang bisa menghentikan Firman ini dan itulah
janji yang bisa dan harus kita pegang teguh saat ini. Di dalam Perjanjian Baru,
banyak orang-orang Yahudi yang tidak percaya, menganiaya Gereja, tidak ada
yang bisa menghentikan kemajuannya. Dan memang tidak ada, sama sekali
tidak ada yang bisa mencegah tercapainya missi itu.
Satu-satunya pertanyaan adalah ‘Apakah Gereja Sedang Berjalan dalam
Ketaatan kepada Rencana Allah?’ Yang sangat menarik adalah ada beberapa
titik di dalam Kisah Para Rasul dimana anda bisa melihat Gereja Melawan
Rencana Allah. Kisah Para Rasul 11 adalah salah satu contohnya. Ketika
orang-orang bukan Yahudi menjadi percaya kepada Kristus, kata mereka,
‘Bolehkah? Apakah kita bisa menerima mereka? Mari kita bertemu dan
berbicara besama mengenai permasalahan ini.’ Hal itu membuat terjadinya
Kisah Para Rasul Pasal 15. Dan inilah yang harus kita lihat, kita harus belajar
dari sejarah umat Allah. Rancangan Allah di sepanjang Perjanjian Lama, yang
kita lihat saat kita belajar Perjanjian Lama, adalah bahwa Ia akan memberkati
umat-Nya dengan cara yang luar biasa sehingga kemuliaan-Nya akan dikenal
melalui mereka di segala bangsa. Itulah keseluruhan rencana-Nya. Tetapi
mereka menolaknya. Tahun demi tahun, generasi demi generasi, mereka
menolak dan tidak melakukannya. Kemudian anda masuk ke dalam Perjanjian
Baru. Sang Raja datang kepada umat-Nya dan apa yang mereka lakukan?
Mereka menolaknya juga. Kitab-kitab Injil dan keseluruhan Kisah Para Rasul
merupakan kisah tentang Allah Bertindak dan Allah ditolak berulangkali. Anda
melihat Dia ditolak di Yerusalem, ditolak oleh orang-orang Yahudi, itu yang
nampak di dalam pernyataan Kisah Para Rasul 6 dan 7. Dan kemudian bahwa di
dalam Gereja dimana anda melihat ada Missi, Allah dan umat-Nya ditolak. Itu
tidak terjadi secara disengaja. Tidak berarti bahwa kita langsung datang kepada
Allah dan mengatakan, Tuhan, kami tidak mau melakukan apa yang Engkau
kehendaki. Tetapi Gereja begitu disibukkan dengan banyak hal lain dan
melupakan Missi yang merupakan tujuan keberadaan mereka. Apakah ada
pesan bagi kita sendiri di sini? Kiranya Tuhan menolong kita agar tidak menjadi
terlalu terbawa kesibukan demikian seperti bangsa Israel di Perjanjian Lama
karea kebanggaan pribadi kita dan apa yang kita lakukan di sana-sini, yang
membuat kita menjadi bangsa yang tuli karena keinginan sendiri, sementara
kehendak-Nya adalah agar manusia datang kepada iman dan percaya. Inilah
sebabnya Lukas mengatakan di bagian akhir Injilnya Yesus mati supaya
pertobatan dan pengampunan dosa bisa diberitakan ke segala bangsan.
Jadi kita tidak hanya mengatakan bahwa ketika Yesus mati, Ia mati bagi saya.
Kita mengatakan ‘Ketika Yesus mati di kayu salib, Ia tidak hanya mati bagi saya.
Ia mati supaya pertobatan dan pengampunan dosa diberitakan di antara segala
bangsa di dunia ini dan saya tidak akan menolak missi ini. Saya akan
memberikan diri saya untuk missi ini.’
Dan sebagai Gereja kita harus
memberikan diri kita kepada missi itu karena kalau tidak, kita akan kehilangan
missi itu dan kemudian kita akan menolak missi serta meleset dari tujuan yang
semula akan keberadaan kita. Inilah sebabnya mengapa Missi Harus Menjadi
Pusat di dalam Kerajaan di dalam Gereja. Anda tidak boleh menyisihkannya.
Apakah Gereja sedang melakukan apa yang sesuai dengan rencana Allah?
Saya rasa Perjanjian Baru memberikan pengharapan itu kepada kita. Tetapi
ketika hal itu terjadi, apa yang kemudian terjadi? Saya berdoa agar kita belajar
dari hal itu.
Bagian yang kedua dari Missi Kerajaan. Sang Raja Punya Komunitas. Sang
Raja Punya Komunitas Baru. Yang kita lihat di dalam Perjanjian Baru adalah
Yesus melebarkan Kerajaan melalui Gereja. Sampai titik ini, umat Allah adalah
bangsa Israel, memang ada beberapa orang luar, tetapi kebanyakan orang
Israel. Kemudian anda melihat gambaran tentang Gereja di dalam Kisah Para
Rasul dan khususnya di dalam surat-surat Rasuli yang menolong kita memahami
Kisah Para Rasul dengan lebih baik dan kita melihat gambaran yang sama sekali
berbeda. Kerajaan itu menjadi terbuka bagi semua bangsa, semua manusia,
Yahudi, bukan Yahudi, budak, merdeka, semua bisa masuk. Saya ingin
memperjelas gambaran yang kita lihat ini.
Pertama-tama, Komunitas gereja ini adalah yang Dipanggil oleh Belas Kasihan
Kristus. Dipanggil oleh belas kasihan Kristus. Mari kita lihat bersama 1 Petrus
Pasal 2. Ingat bahwa Surat ini dituliskan di tengah penganiayaan yang dilakukan
oleh Nero ketika orang-orang percaya banyak yang dibakar hidup-hidup menjadi
obor di taman-taman. Gambaran tentang penderitaan. 1 Petrus Pasal 2 Ayat 4.
Dengarkan apa yang dikatakan kepada Gereja. Di sana dikatakan 4 Dan
datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh
manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. 5 Dan biarlah
kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu
rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan
persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.
Apakah ini gambaran tentang orang-orang Yahudi?
Tetapi ayat-ayat ini
dituliskan kepada orang-orang percaya yang bukan Yahudi. Lalu Petrus
menambah penjelasannya dengan mengutip dari Perjanjian Lama dan di dalam
ayat 9 ia mengatakan 9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang
rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu
memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah
memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: 10
kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi
umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh
belas kasihan. Kita ada di sini karena Allah sudah memanggil nama kita dan
sudah memulai adanya hubungan dengan kita. Dan Ia mengatakan kepada kita
kamulah umat-Ku; sekarang beritakan perbuatan-perbuatan besar-Ku
kemanapun kamu pergi.
Kamulah umat-Ku. Inilah yang dikatakan di
sepanjang Perjanjian Lama kepada bangsa Israel. Sekarang Allah mengatakan
hal itu kepada Gereja. Kalimat ini penuh dengan penggambaran Perjanjian
Lama. Ia Memanggil Kita oleh Belas Kasihan.
Yang Kedua: Kita Disatukan oleh Iman di dalam Kristus. Kita disatukan oleh
iman di dalam Kristus. Galatia Pasal 3 ayat 6 dan 8 serta 26 sampai 29 menjadi
gambaran yang sangat jelas akan hal ini. Dan kemudian anda bisa melihat hal
itu juga di dalam Ibrani Pasal 11, dan bagian ini juga menuliskan sesuatu yangs
angat indah, khususnya 11:26 karena dikatakan bahwa Musa menganggap
kehinaan karena Kristus sebagai sesuatu yang layak untuk dikejar. Musa?
Kehinaan karena Kristus? Ya. Kita disatukan bahkan dengan orang-orang
percaya dari masa Perjanjian Lama di dalam iman. Iman mereka adalah iman
kepada apa yang akan datang, iman kita adalah iman kepada janji yang sudah
kita lihat di dalam kedatangan Kristus. Disatukan oleh Iman di dalam Kristus.
Dan Ketiga: Dipenuhi dengan Roh Kristus. Dipenuhi dengan Roh Kristus.
Efesus 1:13 dan 14. Kita tidak memiliki waktu untuk masuk secara mendalam,
tetapi di saan dijelaskan gambaran yang sangat indah mengenai kesatuan
orang-orang Yahudi dengan orang-orang bukan Yahudi. Keseluruhan isi surat
Efesus dituliskan untuk menjelaskan mengenai hubungan orang-orang Yahudi
dengan orang-orang bukan Yahudi.
Dia Menyatakan Kerajaan itu di dalam Gereja. Ok? Jadi Ia memanggil kita. Ia
memanggil kita karena belas kasihan, meluaskan Kerajaan melalui Gereja dan Ia
menyatakan Kerajaan-Nya di dalam Gereja.
Gereja Terdiri atas Tubuh Kristus. Efesus 2, semua ayat di dalam Efesus
berbicara mengenai bagaimana kita adalah Tubuh Kristus. Tubuh diungkapkan
berulangkali. Jadi kita adalah anggota Tubuh Kristus.
Yang Kedua: Gereja Memiliki Tubuh Kristus. Ingat kembali apa yang ditulis di
dalam Lukas Pasal 10 ayat 9 ketika para murid menerima kuasa untuk
menyembuhkan? Kita melihat hal itu dan mereka sangat bergembira ketika
mengatakan bahwa roh-roh jahat tunduk juga kepada nama Kristus. Ketika anda
melihat Kisah Para Rasul Pasal 3, Petrus pergi ke Bait Suci bersama dengan
Yohanes dan di sana ada seorang lumpuh yang duduk di pintu gerbang yang
disebut sebagai Gerbang Indah dan kemudian Petrus mengatakan, ‘bangkit dan
berjalanlah’ dan seketika orang itupun bangkit dan berjalan. Dan yang kita lihat
sejak awal dari Gereja adalah bahwa Kedaulatan Kristus itu sekarang menjadi
milik Gereja. Ia sudah memberikan, mempercayakan Kedaulatan yang dimilikiNya kepada Gereja, dan bentuk yang paling nampak adalah dengan
memberikan Roh Kudus kepada kita. Kita bisa saja secara selintas melakukan
kekeliruan dengan mengatakan bahwa Allah ‘menginvestasikan Roh-Nya di
dalam kita.’ Sebenarnya, Allah memberikan Roh Kudus kepada kita. Ini
kebenaran yang sangat agung, tanggungjawab yang besar. Kalau anda tidak
kagum akan kebenaran ini, maka ada yang belum sungguh-sungguh anda
tangkap mengenainya. Ia memberikan Roh-Nya kepada kita, Roh dari Allah
yang Hidup beserta segala Kedaulatan yang dimiliki-Nya..diberikan kepada kita.
Kita tidak bisa hidup menjadi orang Kristen yang kalah dengan Roh Kudus di
dalam diri kita. Kita adalah Tubuh Kristus. Kita Memiliki Kedaulatan Kristus.
Ketiga: Gereja Mewujudkan Kasih Kristus. Gereja Mewujudkan Kasih Kristus.
Di seluruh bagian surat Efesus, surat Mengenai Gereja, anda melihat Kasih itu.
Tanda yang sangat khas dari Gereja adalah adanya Kasih. 1 Yohanes 3:16
sampai 18. Kita menunjukkan kasih satu kepada yang lain dengan memberikan
hidup kita bagi sesama. Anda memahami bahwa itulah tujuan dari Gereja, kita
ada untuk menjadi gambaran dari kasih Kristus di dunia ini dan ketika dunia
memandang kita, kalau mereka tidak melihat adanya komunitas kasih, artinya
kita sedang kehilangan apa sebenarnya makna dari menjadi bagian di dalam
kerajaan-Nya. Mereka perlu melihat adanya komunitas kasih yang menjadi
perwujudan dari kasih kepada sesama dan perwujudan kasih serta perhatianNya, perhatian-Nya kepada manusia di dunia ini. Kasih haruslah menjadi tanda
khas bagi Gereja. Kita tidak bisa berkompromi dalam hal Kasih di dalam Gereja.
Gereja mewujudkan Kasih Kristus.
Gereja Menggenapkan Penderitaan Kristus. Kita sudah menyebutkan di dalam
Filipi Pasal 1, kita sudah membicarakan mengenai penderitaan. Kolose Pasal 1
Ayat 24 sampai 27 menjelaskan hal yang sama.
Dikatakan di sana
menggenapkan kata Paulus dalam dagingku apa yang kurang pada
penderitaan Kristus. Apa artinya? Apakah berarti kesengsaraan yang di atas
kayu salib itu tidak cukup untuk menyelamatkan saya dari segala dosa saya?
Bukan. Jangan salah paham. Mungkin ada di antara anda yang memang mulai
bertanya-tanya mengenai hal ini, bagaimana penjelasannya?
Mengapa
penderitaan, bagaimana penganiayaan bisa menjadi sesuatu yang baik? Mari
kita pikirkan bersama. Bagaimana cara yang paling jelas bagi Allah untuk
menunjukkan kasih-Nya kepada dunia? Ia melakukannya melalui hamba-Nya
yang menderita, melalui pengorbanan Anak-Nya. Demikianlah Ia secara paling
jelas menunjukkan kasih-Nya. Jadi kalau kita berasumsi bahwa strategi-Nya
belum berubah, bagaimana cara Dia secara paling jelas menunjukkan kasih-Nya
kepada dunia di jaman ini? Bagaimana kita menunjukkan, perwujudan dari
karakter Kristus kalau segala sesuatunya baik bagi kita? Sebenarnya ketika apa
yang terjadi tidak lagi baik bagi kita dan ketika penderitaan sampai ke saat-saat
yang paling buruk, dan saya tidak perlu memberikan contohnya secara terperinci
karena saya yakin bahwa ada di antara anda yang memang tidak sedang
mengalami penganiayaan, tetapi suatu penderitaan yang sangat besar sedang
ada dalam kehidupan mereka dan Allah berkenan untuk menyatakan kemuliaanNya secara paling jelas dalam keadaan yang demikian. Saat itulah kemenangan
menjadi nampak semakin jelas.
Itulah yang dijelaskan di sini.
Kita
menggenapkan penderitaan Kristus.
Bagaimana kita menyatakan Kristus
kepada dunia kalau segala sesuatunya baik bagi kita? Ketika ada hal yang tidak
baik terjadi kepada kita, saat itulah Kristus semakin jelas dinyatakan. Gereja
Menggenapkan Penderitaan Kristus.
Yang terakhir: Gereja Menampakkan Kemuliaan Kristus. Ini gambaran yang
sangat agung dari surat Efesus. Pasal 2 ayat 19 sampai 22. Ia mengatakan, ...
kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kamu adalah kawan
sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah 20
yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus
Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan,
rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Kita melihat
gambaran itu dalam penjelasan mengenai Yesus sebagai Bait Allah. Sekarang
Gereja, yaitu kita yang dipenuhi dengan Roh Kudus, dan tubuh kita yang adalah
Bait Roh Kudus dan kita bersama muncul sebagai gambaran kemuliaan Tuhan.
Dan ayat-ayat itu berbicara mengenai Kemuliaan Kristus yang secara sangat
nyata ditampakkan oleh Gereja. 22 Di dalam Dia kamu juga turut
dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. Jadi Ia
menyatakan Kerajaan itu di dalam diri kita. Kita memahami bahwa kita adalah
utusan dari Kerajaan Allah di dunia sekarang ini. Apakah anda menyadarinya?
Inilah sebabnya kita harus mempelajari Perjanjian Baru karena kita harus
memahami tentang Kerajaan Allah dan kita harus memahami bagaimana hal itu
ditunjukkan di dalam kehidupan kita karena hal itu merupakan sebuah
tanggungjawab yang sangat besar. Dan hal itu lebih penting dari semua yang
lain. Inilah yang perlu kita lakukan karena Ia menyatakan Kerajaan-Nya melalui
kita yang ada di Gereja.
Yang Terakhir: Ia Mempercayakan Kerajaan-Nya kepada Gereja.
Ia
mempercayakan Kerajaan-Nya kepada Gereja. Ia sudah memberikan kepada
kita hak istimewa ini dan kebenaran ini memiliki dua makna.
Pertama: Gereja Harus Menjaga Injil. Di jaman kita, sebagaimana juga di jaman
lainnya, bahkan sejak jaman para Filsuf Kolose, dunia memiliki pandangan yang
berlawanan dengan Injil, yang akan mengganggu dan bahkan menyusup ke
dalam Gereja dan membuat banyak Gereja mulai meragukan kalau Yesus itu
satu-satunya jalan ke surga. Kalau kita meragukan Firman ini dan bertanya
apakah Firman ini merupakan suatu kebenaran atau hanya pandangan pribadi
beberapa orang saja, kita akan mulai mengambil ajaran Yesus dan kemudian
menyimpangkannya. Dan pandangan yang demikian masih ada di jaman ini dan
karena itu kita harus berjaga-jaga untuk Injil. Kita harus menjaga dari Injil palsu
yang akan menyusup ke dalam Gereja. Gereja harus senantiasa Menjaga Injil.
Jagalah harta berharga yang sudah dipercayakan kepada kita demikian
dikatakan di dalam Perjanjian Baru.
Gereja bukan hanya harus Menjaganya, tetapi juga Gereja Harus
Memberitakannya. Ini semacam peran ganda. Kita Menjaganya sampai
tersimpan dengan aman, tetapi juga Memberitakannya. Jangan salah paham.
Kita Menjaganya dengan Memberitakannya.
Kita menjelaskannya secara
berulang-ulang. Injil bisa ditafsirkan secara berbeda-beda kalau Gereja berdiam
diri atasnya. Kita Menjaga Injil dengan memberitakan Injil. Anda harus melihat
ayat ini. 2 Korintus Pasal 4. Saya mengajak anda membuka bagian ini. 2
Korintus Pasal 4, ayat 4 sampai 6. Perhatikan ayat-ayat ini. 4 yaitu orangorang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman
ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus,
yang adalah gambaran Allah. Loncat ke ayat 6 Sebab Allah yang telah
berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat
terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari
pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.
Jadi yang anda lihat di dalam ayat 4 adalah tentang ilah jaman ini yang
membutakan pikiran orang-orang yang tidak percaya. Di dalam ayat 6, anda
melihat tentang Allah yang benar yang menyinarkan terang di dalam hati
mereka. Dan di tengah-tengahnya, bagaimana Allah melakukannya, di dalam
ayat 5 Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus
sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.
Kita memberitakan Kristus di tengah kedua hal itu. Ilah jaman ini sedang
berperang melawan Allah yang benar dari alam semesta yang memancarkan
terang di dalam hati kita dan kita ada di tengah-tengah peperangan yang
berkecamuk itu. Kita memberitakan Injil. Kita harus aktif dalam memberitakan
Injil. Saya pernah mendengar salah seorang sahabat saya mengatakan sesuatu
yang sangat menarik. Ia mengatakan, “Di Cina tidak ada Billy Graham. Yang
kami lakukan hanya menjelaskan Injil secara pribadi di dalam kehidupan pribadi
dan keluarga saya. Demikianlah cara kami memberitakan Injil.” Allah menolong
kita untuk melihat bahwa memberitakan Injil sebagai pribadi akan lebih baik bagi
pelebaran pekabaran Injil ke ujung dunia. Kita harus Memberitakan Injil.
Pertanyaan yang menjadi tantangan bagi anda adalah ‘Apakah Anda Sedang
Melebarkan Kerajaan-Nya?.’ Ini pertanyaan yang penting. Apakah anda sedang
Memajukan Kerajaan-Nya? Saya ingin anda bersama-sama memikirkan tentang
Gereja dan Missi Perjanjian Baru.
Pertama-tama: Gereja Dilahirkan dalam Konteks Missi. Anda pasti memahami
bahwa semua tulisan tentang Kristus itu tidak muncul pada saat Ia masih ada di
dunia ini. Semuanya dituliskan setelah Ia naik ke surga agar bisa memasukkan
gambaran itu juga. Dan karena itu semua Kitab yang dituliskan di dalam
Perjanjian Baru muncul setelah masa Kristus, yaitu sejak awal munculnya
Gereja. Gereja dilahirkan dalam konteks Missi. Sejak awal dari Kisah Para
Rasul, semuanya bertujuan untuk Missi Gereja. Ini berarti bahwa setiap catatan
yang ada di sana sebenarnya adalah sebuah Dokumen Missi. Gereja lahir
dalam konteks Missi. Gambaran menyeluruhnya adalah bagaimana Gereja
membentuk dirinya bagi Missi dan pelebaran Kerajaan Allah.
Kedua: Gereja Ada Untuk Penggenapan Missi. Ada untuk Penggenapan Missi.
Roma 10 ayat 12 sampai 14. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia,
jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Rencana utama Allah adalah
membawa anda kepada orang-orang yang belum terjangkau Injil. Dan kalau
anda tidak mau melakukannya, tidak ada rencana cadangan. Kita menjadi
bagian dari rencana utama itu, karena itu kita harus memperhatikan Perjanjian
Baru. Gereja Ada untuk Penggenapan Missi.
Ketiga: Gereja Berkorban sampai Mati Untuk Missi. Gereja Berkorban sampai
mati untuk Missi. Kita melihat bahwa kebanyakan Kitab yang dituliskan di dalam
Perjanjian Baru dituliskan oleh orang-orang yang mati bagi kepentingan Missi,
Matius, Yohanes mengalami pembuangan, Petrus, Paulus, tokoh-tokoh utama,
penulis.
Kalau kita tidak melihat adanya penganiayaan yang mewarnai
keseluruhan isi Kitab, maka kita kehilangan bahan bakar yang menyalakan Kitab
ini. Gereja Berkorban sampai Mati untuk Missi.
Gereja Menghadapi Maut bagi Perkembangan Firman. Ini yang harus dipahami
mengenai Kekristenan. Pikirkan tentang Gereja Missi masa kini. Ini adalah
implikasi yang saya lihat ketika mempelajarinya. Kita akan kehilangan gambaran
menyeluruh dari Perjanjian Baru kalau kita membacanya dan mempelajarinya
tanpa melihatnya dalam konteks Missi Gereja. Kalau di dalam gereja lokal kita,
kalau di dalam Gereja, kita tidak sedang berada dalam jalur Missi berarti kita
tidak sedang memahami Firman Allah. Inilah sebabnya Filemon ayat 6
mengatakan Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut
mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus.
Bagaimana anda bisa memiliki pengetahuan yang penuh akan apa yang kita
miliki? Dengan menjadi aktif dan terus membagikan iman anda. Kalau kita
hanya mengurung diri di gedung Gereja kita dan mempelajari Perjanjian Baru,
maka kita tidak akan bisa memahami maknanya sepenuhnya. Dan kalau kita
memberikan kehidupan kita untuk memberitakan Injil di segala bangsa, maka
akan menjadi masuk akal bagi kita mengapa Paulus mengatakan hal ini atau hal
itu. Juga menjadi masuk akal mengapa Yesus mengatakan hal ini atau hal itu.
Semuanya itu menjadi masuk akal dalam konteks Missi.
Kedua: Gereja Perjanjian Baru Melebarkan Kerajaan Allah. Kerajaan apa yang
dilebarkan? Perhatiikan, bahwa tujuan dan ayat-ayat yang saya sebutkan ini,
Kisah Para Rasul Pasal 8, 19, 20, 28; Gereja tidak memberitakan tentang
Gereja. Ayat-ayat ini berbicara mengenai Gereja Memberitakan Kerajaan,
Memberitakan Injil. Kita tidak sedang melebarkan kerajaan kita sendiri. Kita
sedang melebarkan Kerajaan-Nya dan kerajaan kita sudah dikorbankan bagi
Kerajaan-Nya. Kerajaan kita sudah ditinggalkan untuk bisa mengejar KerajaanNya. Gereja melebarkan Kerajaan-Nya.
Ketiga: Kerajaan itu Tidak Ada Bagi Kita. Kita yang ada bagi Kerajaan itu. Lihat
Galatia Pasal 1 Ayat 15 dan 16 dan anda akan melihat Paulus menjelaskan
mengenai tujuan Kristus dan karya keselamatan-Nya. Ia mengatakan 15 ... Ia ...
memanggil aku ... berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya
aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, ... Kristus
memberikan Injil-Nya kepada Paulus untuk sebuah tujuan dan tujuan itu tidak
hanya berhenti sampai kepada Paulus saja, tetapi ada tujuan yang jauh lebih
besar lagi. Tujuan besarnya adalah agar segala bangsa, bangsa-bangsa bukan
Yahudi akan menyembah Allah. Ini menjadi sebuah lingkaran. Kita tidak bisa
menghentikan keselamatan sampai di sini saja dan sekedar berpusat kepada diri
kita sendiri serta meninggalkan kenyataan bahwa kita ada bagi Kerajaan itu.
Kita diselamatkan untuk satu alasan, yaitu untuk pelebaran Kerajaan. Kalau kita
tidak melebarkan kerajaan, kita tidak menggenapi tujuan dari keselamatan kita.
Kita ada Untuk Pelebaran Kerajaan Allah.
Dan kalau kita sungguh-sungguh ingin menjalani kehidupan Kristen Perjanjian
Baru, Kita Harus Siap Menanggung Resiko Bagi Kepentingan Missi. Kita harus
siap menanggung resiko bagi kepentingan missi. Kita akan melihatnya lebih
mendalam. Saya mengajak kita membuka Wahyu Pasal 6 dan saya mau
menunjukkan sebuah ayat di sana. Sebenarnya hampir semua Rasul kecuali
Yohanes, dan Yudas, kehiangan nyawa mereka karena Missi. Petrus, Paulus,
dua tokoh utama Kisah Para Rasul, Stefanus dirajam, Yakobus dipenggal
kepalanya, semuanya ada di Kisah Para Rasul. 2 Timotius 3:1 ... setiap orang
yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.
Perhatikan Wahyu Pasal 6 Ayat 9 Dan ketika Anak Domba itu membuka
meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang
telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang
mereka miliki. 10 Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya:
"Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak
menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam
di bumi?” Inilah doa para martir di tahta itu. 11 Dan kepada mereka masingmasing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa
mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi sampai kapan? hingga genap
jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan
dibunuh sama seperti mereka. Apakah anda bisa menangkap betapa besar
makna ayat ini? Rasakan betapa dalamnya makna Ayat ini. Gambaran tentang
orang-orang kudus yang menjadi martir di tahta surgawi berseru kepada Allah
agar Ia bangkit dan menunjukkan kebenaran dan keadilan-Nya. Dan Allah
mengatakan bahwa masih ada orang-orang yang siap memberikan hidup
mereka bagi Kerajaan-Nya. Kiranya Allah memunculkan dari antara kita suatu
umat yang berani mengatakan, ‘Kami menerima apapun yang Engkau
rencanakan, Oh Tuhan.’ Dan saya tidak mau berpura-pura bahwa saya bisa
memahami sepenuhnya bagaimana rasanya menjadi seperti saudara-saudari
seiman yang menderita dan dianiaya di seluruh dunia. Saya bahkan tidak mau
berpura-pura mengatakan bahwa saya sudah bertemu dengan mereka semua.
Tetapi pada saat yang sama, kita perlu berdoa bahwa kalau Allah menganggap
kita layak untuk terhitung dalam golongan mereka, kita akan menerimanya
dengan senang hati? Saya tidak mengatakan bahwa ini suatu doa yang mudah.
Beberapa orang di dalam Gereja berpikir bahwa doa itu terlalu radikal, tetapi
sebenarnya itu doa yang Alkitabiah. Ya Allah, kalau Engkau menganggap aku
layak bergabung dalam hitungan mereka, aku siap menerimanya.
Injil Kerajaan dan Missi Kerajaan. Anda bisa melihatnya di bagian akhir Kitab
Wahyu dan melihat Pengharapan Kerajaan. Di dalam 11:57 anda bisa melihat
Ada Harapan Di sini. Ada Harapan di sini. Kita akan langsung menuju
pembahasan selanjutnya.
Pekerjaan Kristus di dalam Kerajaan. Injil. Sang Raja, sang Raja sudah Datang,
sang Raja sudah Menang, sang Raja memegang Kendali, sang Raja Memiliki
Komunitas. Dan kemudian, sang Raja akan Datang Kembali. Itulah yang
dijelaskan di dalam Kitab Wahyu. Dalam Wahyu Pasal 1, Sang Raja akan
datang Kembali.
Pekerjaan Kristus di dalam Kerajaan. Injil menunjukkan Penggenapan dari
Karya Kristus Bagi Kita. Tidak ada yang lain yang perlu dilakukan untuk
keselamatan kita. Karya-Nya sudah sempurna seperti yang dijelaskan Ibrani
Pasal 9. Kisah Para Rasul dan Surat-Surat Rasul menunjukkan Kelanjutan dari
Karya-Nya di dalam kita. Kita sudah melihatnya berulangkali. Kolose 1:27,
Kristus di dalam kita, pengharapan kemuliaan. Wahyu kemudian menunjukkan
kepada kita penyempurnaan dari karya Kristus dengan kita.
Kita akan
memerintah dengan Dia, kata Alkitab. Kita adalah sesama pewaris di dalam
Kemuliaan. Bukan hanya Bagi Kita atau di dalam kita, tetapi kita bersama
Dengan Dia. Kerajaan Allah sedang Datang! Ia datang sebagai Anak Domba,
Wahyu Pasal 5 ayat 6. Anda bisa melihatnya di dalam ayat itu. 6 Maka aku
melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengahtengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih. Ini
penjelasan tentang Anak Domba itu. Ia datang dalam kelemahan, Ia datang
dalam kemiskinan. Ia datang dengan kehinaan. Tetapi Ia akan datang kembali
sebagai Singa. Ayat 5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku:
"Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu
tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu
dan membuka ketujuh meterainya. Mungkin anda berpikir ‘Saya pikir itu
adalah Anak Domba dan Singa yang dijelaskan dalam Perjanjian Baru.’
Memang demikian. Inilah keindahannya. Kemenangan dari Singa itu dapat
dilihat bahkan di dalam diri Anak Domba itu. Perhatikan ayat 6 Maka aku
melihat ... seekor Anak Domba seperti telah disembelih. Seekor Anak
Domba yang telah disembelih. Apa yang dilakukan Anak Domba di sana? Anak
Domba itu tidak duduk, Anak Domba itu tidak berbaring, meski nampak ia telah
disembelih. Anak Domba itu berdiri meski telah disembelih. Anak Domba itu
tidak mungkin bisa tetap berdiri setelah disembelih kalau Ia tidak memiliki
kemenangan dari sang Singa. Singa dan Anak Domba. Dahulu Ia datang dalam
kelemahan. Ia akan datang dalam kekuatan. Dahulu Ia datang dalam
kemiskinan. Ia akan datang dalam kekayaan surgawi. Dahulu Ia datang dalam
kerendahan, Ia akan datang dalam kemuliaan.
Yesus, inilah gambaran
mengenai diri-Nya dalam Kitab Wahyu. Ia adalah Saksi yang Setia dan
Pemerintah atas segala raja di dunia. Ingatlah keseluruhan isi Kitab Wahyu ini
adalah mengenai Yesus Kristus. Ia adalah (Wahyu 22:13) Alfa dan Omega,
Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir. Ia
adalah Yang Hidup Wahyu 1:18. Ia adalah Anak Allah. Ia adalah Yang
Kudus, Yang Benar Wahyu Pasal 3 Ayat 7 saat Ia mengatakan dalam salah
satu surat kepada Jemaat. Ia adalah Amin, Amin, Saksi yang setia dan benar,
Permulaan dari ciptaan Allah. Anda bisa melihat keagungan sang Firman di
sini. Karena semuanya itu sudah dinubuatkan, semua gambaran itu menjadi
AMIN di dalam Kristus. Semua janji Allah sudah menjadi “Ya” di dalam Kristus,
itu yang dijelaskan dalam Perjanjian Baru. Dan di bagian akhir babak ini, Kitab
Wahyu menunjukkan kepada kita pujian besar yang mengatakan AMIN, karena
Ia adalah Amin, Saksi yang setia dan benar. Ia adalah Firman Allah. Wahyu
Pasal 19. Ia adalah Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Ia adalah
Keturunan Daud, Bintang timur yang gilang-gemilang. Ia adalah Tuhan
Yesus Kristus.
Gambaran yang ada bukan hanya bahwa Ia akan datang, tetapi juga menganai
Apa yang Akan dibawa-Nya.
Pertama-tama Ia akan membawa Penebusan Terakhir bagi mereka yang sudah
menerima Kerajaan-Nya. Penebusan Akhir. Penebusah dibawa kembali,
pemulihan terakhir. Ini yang dituliskand alam Wahyu Pasal 19 Ayat 1 sampai 10.
Mempelai Wanita dipersiapkan untuk menyambut Mempelai Pria.
Wahyu 19:11 sampai 16 kemudian menunjukkan bahwa sang Raja akan
membawa Penghukuman Terakhir bagi mereka yang menolak Kerajaan-Nya. Ia
akan membawa Penebusah Terakhir dan juga Penghakiman Terakhir.
Sang Raja akan datang Kembali. Itu kenyataan. Bukan hanya Ia akan datang
Kembali, tetapi Sang Raja Akan Mengadakan Perayaan yang Kekal.
Inilah
gambaran tentang Kerajaan itu. Ketika anda melihat Kitab Wahyu Psal 21, ada
yang menarik di sana. Wahyu 21 Ayat 1 Lalu aku melihat langit yang baru
dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama
telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. 2 Dan aku melihat kota yang
kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias
bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3 Lalu
aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah,
kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersamasama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi
Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka,
dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap
tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
Inilah gambaran akan Kerajaan di dalam Kitab Wahyu Pasal 21.
Pertama: Keindahan yang tak Terkatakan. Di dalam Kerajaan Surga ada
Keindahan yang tak terkatakan. Ciptaan Baru Wahyu Pasal 21:1. Kita melihat
kejatuhan di awal penciptaan, sekarang kita melihat semuanya sudah menjadi
baru, yang lama sudah berlalu. Lalu ada Yerusalem Baru. Wahyu Pasal 21 ayat
2. Juga ada Bait Suci yanng Baru, tempat dimana kita akan bersama dengan
Allah dan Ia bersama dengan kita. Singkatnya, segala sesuatu baru. Keindahan
yang tak Terkatakan.
Kedua Sukacita yang Tak Terkatakan. Ayat 6 dengan jelas mengatakannya. 6
Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan
Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum
dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. Adakah di antara kita yang
berharap kepada hal-hal dunia ini dan tetap saja merasa hampa? Saya
menantikan saatnya ketika kita akan mengalami rasa puas yang kekal, dan tidak
akan pernah merasa haus lagi. Sukacita yang tak terkatakan. Dan yang sangat
indah adalah bahwa Sukacita itu Penuh dan cuma-cuma. Tanpa bayaran.
Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
Keindahan yang tak Terkatakan, Sukacita yang tak Terkatakan, dan
Penghakiman yang Tak Akan Berubah. Wahyu pasal 21 Ayat 7 dan 8
memberikan gambaran ini. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh
semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anakKu. Menjadi Anak Allah sampai selamanya, tetapi ayat ini juga berbicara
mengenai orang-orang yang akan dibuang selamanya ke dalam lautan api dan
belerang.
Menjadi Anak Allah selamanya dan Terpisah Selamanya. Lautan api adalah
kematian yang kedua, Wahyu 20:14. 15 Dan setiap orang yang tidak
ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke
dalam lautan api itu. Karena itu saya mengatakan kepada anda, kalau ada
keraguan sedikit saja mengenai status anda di dalam Kristus dalam Kerajaan itu,
saya mendorong anda melihat bahwa akan datang hari dimana ada
penghakiman yang tidak bisa diubahkan dimana tidak ada lagi kesempatan
kedua. Saya menasehatkan agar anda tidak bermain-main dan tidak mengambil
resiko. Serahkan diri anda kepada sang Raja. Itulah gambaran tentang
Kerajaan ini.
Janji Kerajaan. Kita melihat Pasal 22 ayat 7.
Inilah Perkataan Kristus dan Ia mengulangi perkataan itu tiga kali di dalam Pasal
terakhir dalam Alkitab. Dengarkan perkataan-Nya. Ayat 7 “Sesungguhnya Aku
datang segera!” Kemudian dalam ayat 12 “Sesungguhnya Aku datang
segera dan Aku membawa upah-Ku!” Lalu ayat 20 Ia yang memberi
kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!"
Itulah Perkataan Kristus.
Apakah Seruan Gereja? Seruan Gereja adalah Amin Datanglah Tuhan Yesus.
Amin. Terjadilah. Datanglah Tuhan Yesus. Aku Datang Segera. Amin.
Ada pertanyaan yang mau saya tanyakan sebagai penutup untuk penjelasan
mengenai Kerajaan Allah di dalam Perjanjian Baru. Pertanyaannya adalah
Apakah Anda Sedang Menantikan Kerajaan Itu?
Apakah Anda sedang
Menantikan Kerajaan Itu? Kita sudah bertanya kepada diri kita sendiri apakah
Anda sudah Menerima Kerajaan, apakah Anda sedang Melebarkan Kerajaan
Itu? Dan sebagai penutupnya, Apakah Anda sedang Menantikan Kerajaan Itu?
Inilah yang ditunjukkan oleh Perjanjian Baru untuk kita lakukan, baik di dalam
Kitab Wahyu maupun dalam kitab-kitab lainnya.
Yang Pertama: Kita Mengharapkan Kedatangan-Nya. Kita Menantikan hal itu.
Lihat betapa sementaranya dunia ini. Bertekunlah, kata Perjanjian Baru kepada
mereka yang membacanya. Bertekunlah.
Tak Lama Lagi Dosa Akan Lenyap. Tak lama lagi dosa akan lenyap. Anda tidak
harus bergumul melawan dosa lagi.
Tak lama lagi Duka akan Lenyap. Tidak ada lagi kepedihan, kesakitan karena
kehilangan orang yang terkasih, tidaka da sakit karena kanker atau penyakit
yang nampaknya tidak kunjung sembuh. Tidak ada lagi duka, tidak ada lagi
kesedihan.
Tak Lama Lagi Penyakit akan Lenyap. Kanker bentuk apapun akan hilang,
AIDS yang merampas banyak nyawa akan hilang. Tidak ada lagi kesakitan.
Dan Tak Lama Lagi Tidak akan ada lagi Perpisahan. Perhatikan betapa
sementaranya dunia ini dan setiap kali kita melihatnya mengancam kita, ingat
bahwa dunia hanya sementara.
Dan Lihat Pentingnya Pekerjaan Kita Sampai Ia Datang. Jangan berhenti dari
pekerjaan anda saat ini. Jangan hanya duduk-duduk saja seperti orang fanatik.
Bekerja keraslah seperti Yesus akan datang minggu depan dan semua orang di
dunia ini perlu mendengar bahwa Ia baik dan perlu mendengar bahwa Ia mati di
kayu salib. Kita bekerja seperti itu. Itu berarti bahwa kita bekerja lebih keras
daripada kalau Ia tidak akan datang. Inilah sebabnya Kedatangan-Nya yang
Kedua kali harus menjadi doktrin yang diangkat kembali di dalam Gereja karena
itulah motivasi kita bagi Missi. Lihat Kepentingan Kekal dari Pekerjaan Kita
sampai Ia Datang. Tetaplah lakukan pekerjaan kita.
Kita Menantikan Kedatangan-Nya.
Yang Kedua Kita Hidup Bagi Kedatangan-Nya. Kita hidup untuk hal itu. Kita
harus mengejar kekudusan dalam setiap bagian kehidupan kita. Kolose Pasal 3
ayat 1 sampai 5 mengatakan bahwa dalam menantikan kedatangan-Nya kejarlah
Allah, jadilah Kudus. Kita tidak ingin ketika sang Raja datang kembali kita ada
dalam keadaan tidur dalam dosa kita. Ini bukan gambaran yang dikehendaki
Perjanjian Baru. Perjanjian Baru mengatakan agar kita mengejar kekudusan.
Jadilah kudus karena sang Raja yang Kudus itu sedang kembali kepada kita,
jadilah mempelai wanita yang berdandan dengan indah dengan kain lenan putih
yaitu kebenaran yang dijanjikan akan diberikan oleh-Nya sehingga kita bisa
memiliki kuasa untuk mengatakan ‘tidak’ kepada dosa dan hidup dalam
kebenaran. Jadi hiduplah dalam kebenaran, hidup dalam kesucian, karena Ia
akan datang kembali dan kita ingin sedang dalam keadaan siap ketika Ia datang.
Kita mau tetap waspada, itulah yang diajarkan oleh Perjanjian Baru.
Kita juga Harus Memberitakan Injil kepada Semua Manusia di dunia ini. Anda
tidak harus membuka bagian ayat yang saya bacakan. Saya akan membaca
dari Matius Pasal 24 ayat 14. Inilah yang dikatakan-Nya, saya mulai ayat 13
Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Kemudian perhatikan Matius 24 ayat 14 Dan Injil Kerajaan ini .. yang sedang
kita bicarakan ini... akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi
semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya. Apakah anda
melihatnya? Yesus mengaitkan kedatangan-Nya kembali dengan Injil yang
diberitakan ke seluruh dunia yang berarti bahwa kalau kita menantikan KerajaanNya, maka kita akan sangat bersemangat dalam melebarkan Kerajaan-Nya. Kita
bergegas menjangkau bangsa-bangsa. Mengapa? Karena kita ingin segera
berjumpa Yesus. Dan hal itu saling berkaitan, keseluruhan gambaran yang ada
berkaitan. Pengharapan akan Kerajaan, Missi dari Kerajaan, Pemberitaan Injil
Kerajaan, semuanya saling berkaitan. Jadikan Kerajaan itu Dikenal. Kita harus
memberitakan Injil kepada semua manusia di seluruh dunia, semua manusia
tanpa kecuali.
Kita Menantikan Kedatangan-Nya, dan kita Hidup Bagi
Kedatangan-Nya.
Yang Ketiga: Kita Merindukan Kedatangan-Nya. Kita Merindukan KedatanganNya. Kita merindukan datangnya hari ketika kita diselamatkan sepenuhnya.
Karya Kristus di kayu salib cukup untuk menyelamatkan dan membenarkan kita
di hadapan Allah, jelas sekali. Kita sangat yakin akan kekekalan kita bersama
Dia. Akan tiba harinya ketika keselamatan kita digenapkan. Dan mereka yang
dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang
dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. Akan tiba harinya ketika
keselamatan kita akan menjadi sempurna.
Dan bukan hanya kita merindukan datangnya hari ketika kita keselamatan kita
menjadi sempurna, tetapi kita juga merindukan hari ketika Kita akan Memandang
Wajah-Nya. Saya ingin anda menggarisbawahi Wahyu Pasal 22 Ayat 4. Kalau
ayat ini belum anda garis bawahi, mungkin bagus kalau sekarang anda garis
bawahi atau bahkan buat kotak untuk ayat ini atau memberikan tanda lain. Ayat
ini perlu menjadi ayat yang mudah dilihat ketika anda membuka halaman ini.
Wahyu Pasal 22 Ayat 4. Kita akan mulai dengan ayat 3 karena ini juga bagian
yang sangat penting. 3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Kata ayat 3. Takhta
Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hambaNya akan beribadah kepada-Nya. dan mereka akan melihat wajah-Nya.
Kata-kata yang sangat dirindukan oleh semua makhluk sejak Adam dan Hawa
terusir dari Taman Eden dan dibuang dari hadirat-Nya. Tidak ada satu orangpun
dalam sejarah penebusan yang bisa melihat wajah Allah. Bahkan orang yang
paling benarpun, tidak bisa melihat Allah, kecuali Kristus tentu saja. Tetapi akan
datang harinya ketika kita akan mengalami tujuan dari penebusan kita dan kita
akan melihat-Nya muka dengan muka. Apakah ada visi yang lebih agung dari
visi yang sedang mendorong kita ini? Kita akan melihat Dia dalam segala
keindahan-Nya dan kemuliaan-Nya dan keagungan-Nya dan kita akan menikmati
semua itu selamanya. Kita hidup, merindukan datangnya hari ketika kita akan
memandang wajah-Nya. Dan paragraf terakhir dari buku terakhir tulisan C. S.
Lewis, the Chronicles of Narnia, mengatakan, ‘Saat Aslan berbicata, ia tidak lagi
nampak seperti singa. Hal-hal yang kemudian terjadi setelah itu begitu indah
sehingga saya tidak bisa menuliskannya. Dan bagi kami, inilah akhir dari semua
kisah dan kami hampir bisa dengan pasti mengatakan bahwa mereka hidup di
sana berbahagia selamanya, tetapi sebenarnya bagi mereka itu hanyalah awal
dari kisah yang sebenarnya. Seluruh kehidupan mereka di dunia ini dan semua
petualangan mereka di Narnia hanyalah halaman cover dan judul depan saja.
Sekarang pada akhirnya, mereka mulai masuk dalam Pasal Satu dari Kisah
Agung yang belum pernah dibaca oleh siapapun di dunia ini. Kisah yang akan
terus berlangsung dimana setiap Pasal akan jauh lebih indah dibandingkan
dengan pasal-pasal sebelumnya.’ Wahyu 11:15 ... dan terdengarlah suarasuara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang
oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai
raja sampai selama-lamanya.
Inilah Berita yang kita miliki saat ini. Kerajaan itu sudah diberikan kepada kita,
dipercayakan kepada kita. Dan saat ini kita akan mendoakan Korea Utara.
Negara yang paling tertutup di dunia. Dan karena itu, saat kita menutup
pembahasan kita saya ingin kita mengingat Korea Utara dan mendoakan
mereka. Saya mu kita berdoa kepada Allah yang Firman-Nya tidak pernah bisa
dihentikan dan yang Kedaulatan-Nya tidak pernah bisa dilawan. Dan sebagai
gambaran tentang doa yang bisa anda naikkan, saya mau menceritakan bahwa
di China ada orang-orang percaya yang mengikatkan Injil Markus ke balon gas,
dan menerbangkannya dari China untuk bisa masuk ke Korea Utara. Missi
Balon. Dan karena itu, saat anda berdoa untuk Korea Utara, saya mengundang
anda membuat gambaran mengenai Korea Utara dan membayangkan seolaholah anda di sana, dan untuk pertama kalinya Firman Allah dibukakan kepada
anda ketika ada balon yang jatuh di dekat anda. Atau bayangkan juga bahwa
anda adalah seorang percaya di Korea Utara dan menemukan Injil Markus di
depan anda, dibawa oleh sebuah balon. Doakan untuk perkembangan Firman
yang salah satunya memakai cara itu, doakan pelebaran Kerajaan. Nyanyikan
pujian mengenai kerinduan kita akan Kerajaan itu, dan kemudian mulailah
berdoa.
Fly UP