...

Kebijakan Terkait : Tinjauan Pasar Kedele

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Kebijakan Terkait : Tinjauan Pasar Kedele
Edisi : 09/KDL/TKSPP/2013
Tinjauan Pasar Kedele
Informasi Utama :
 Harga rata-rata kedele lokal pada September 2013 mengalami peningkatan
sebesar 6,9% dibandingkan dengan Agustus 2013. Sementara itu, harga kedele impor juga mengalami peningkatan sebesar 9,2%.
 Harga rata-rata kedele lokal jika dibandingkan dengan September 2012 mengalami peningkatan sebesar 11,4%, sama halnya dengan kedele impor yang
juga mengalami peningkatan sebesar 12,2%.
 Harga rata-rata kedele lokal cukup stabil dengan koefisien keragaman harga pada bulan September 2012 hingga September 2013 sebesar 3,5%. Sementara itu, pada periode yang sama, harga
kedele impor mempunyai koefisien keragaman sebesar 3,4%.
 Disparitas harga kedele lokal antar wilayah pada 33 kota di Indonesia di bulan September 2013
cukup besar dengan koefisien keragaman antar wilayah sebesar 14,8%. Di sisi lain, disparitas harga kedele impor lebih kecil dengan koefisien keragaman sebesar 12,8%.
 Harga kedele dunia pada bulan September 2013 mengalami penurunan sebesar 6,3% dibandingkan dengan harga pada Agustus 2013, sementara jika dibandingkan dengan harga pada September
2012, harga kedele dunia mengalami penurunan yang lebih besar yakni 16,4%.
11,000
2012
700
2013
Kedele Dunia (US$/ton)
Nama Kota
600
10,500
Rp/kg
9,500
Kedele Impor (Rp/kg)
200
9,000
100
8,500
0
Sep
Okt
Nop
Des
Jan
Feb
2012
Sumber
Mar
Apr
Mei
Juni
Juli
Ags
2013
: Dinas Perindag (Kedele Lokal & Impor) dan Chicago Board Of Trade (Kedele dunia)
Gambar 1. Perkembangan Harga Bulanan Kedele Lokal, Impor dan Dunia.
US$/ton
300
September
27.9
-4.1
23.9
2.9
10,392
11,000
8,501
9,075
10,103
10,152
10,762
10,881
9,000
8,588
10,000
10,001
10,857
10,429
11,190
10,508
20.6
20.6
22.7
21.4
33.7
11.9
Impor
9,000
8,500
8,368
9,092
15.6
5.1
Maluku
Utara*
Lokal
18,000
13,500
13,685
-24.0
1.4
Rata2
Nasional
Lokal
9,592
9,367
9,993
9,631
10,687
10,515
11.4
6.9
Impor
12.2
9.17
Semarang
400
Agustus
10,838
10,691
7,968
7,903
9,092
8,915
10,235
10,294
500
10,000
September
8,125
8,875
8,105
7,755
7,805
8,029
8,447
8,447
Jakarta
Kedele Lokal (Rp/Kg)
Ket
Lokal
Δ Sept'13 (%)
Thd
Thd
Sept'12 Agt'13
Yogyakarta
Denpasar
Bangka
Belitung *
Padang*
Makassar
Impor
Lokal
Impor
Lokal
Impor
Lokal
Impor
Lokal
Lokal
Lokal
4.9
17.0
29.4
26.4
27.4
28.8
6.7
14.8
11.1
13.9
5.1
5.7
Sumber
: Dinas Perindag, 2013
Keterangan : *) tidak tersedia data harga kedele impor
Tabel 1. Perkembangan Harga Rata-rata Bulanan Kedele (Rp/Kg).
Kebijakan Terkait :
Pemerintah melakukan perubahan terhadap beberapa ketentuan Permendag No. 24/M-DAG/
PER/5/2013 Tentang Ketentuan Impor Kedelai Dalam Rangka Program Stabilisasi Harga Kedelai. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran arus barang dan efektivitas dalam pelaksanaan
impor kedelai, perubahan ini tertuang dalam Permendag No. 45/M-DAG/PER/8/2013 .
Disusun oleh Bambang Wisnubroto dan Yudha Hadian Nur, Tim Komoditi Spesialis Kedele Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Perkembangan Harga Domestik
Harga rata-rata kedele lokal pada bulan September 2013 adalah sebesar Rp 10.687/kg atau
mengalami peningkatan sebesar 6,9% jika dibandingkan dengan harga pada bulan Agustus
2013 sebesar Rp 9.993/kg. Namun jika dibandingkan dengan harga pada bulan September
2012 terjadi peningkatan sebesar 11,4%, dimana harga rata-rata pada bulan September
2012 adalah sebesar Rp 9.592/kg.
Harga rata-rata kedele impor relatif lebih murah dibandingkan dengan harga rata-rata
kedele lokal. Harga rata-rata kedele impor pada bulan September 2013 adalah sebesar Rp
10.515/kg atau mengalami peningkatan sebesar 9,2% jika dibandingkan dengan harga pada
Agustus 2013 sebesar Rp 9.631/kg. Sama halnya jika dibandingkan dengan harga rata-rata
pada bulan September 2012 sebesar Rp 9.367/kg, terjadi peningkatan harga sebesar 12,2%.
Perkembangan harga rata-rata nasional untuk kedele lokal cukup stabil dengan koefisien
keragaman harga bulanan untuk periode September 2012 sampai September 2013 adalah
sebesar 3,5%. Sementara itu, koefisien keragaman antar wilayah untuk kedele lokal pada
bulan September 2013 sebesar 14,8%. Hal ini menunjukkan bahwa, sama seperti pada bulan
-bulan sebelumnya, disparitas harga kedele lokal antar wilayah pada bulan September 2013
cukup besar. Wilayah yang harganya relatif tinggi pada September 2013 cenderung berada
di wilayah Indonesia Timur, seperti Maluku Utara, Gorontalo dan Kendari dengan harga
eceran tertinggi sebesar Rp 13.685/kg di Maluku Utara. Sementara itu, harga eceran yang
relatif rendah mayoritas berada di beberapa daerah seperti Surabaya, Bengkulu dan Palangkaraya dengan harga eceran terendah sebesar Rp 8.000/kg di Bengkulu.
Perkembangan harga rata-rata nasional untuk kedele impor lebih fluktuatif jika
dibandingkan dengan harga rata-rata kedele lokal. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien
keragaman harga bulanan untuk periode September 2012 sampai September 2013 adalah
sebesar 3,4%. Sementara itu, koefisien keragaman antar wilayah untuk kedele impor pada
bulan September 2013 adalah sebesar 12,8%. Hal ini menunjukkan bahwa, secara nasional
disparitas harga kedele impor antar wilayah pada bulan September 2013 cukup besar
walaupun masih lebih kecil dibandingkan dengan kedele lokal. Harga kedele impor antar
wilayah lebih bervariasi. Wilayah yang harganya relatif tinggi pada September 2013 adalah
Jayapura, Manokwari, Samarinda dengan harga eceran tertinggi sebesar Rp 14.000/kg di
Manokwari. Sementara itu, beberapa wilayah dengan tingkat harga yang relatif rendah
adalah Semarang, dan Bangka Belitung dengan harga eceran terendah sebesar Rp 8.333/kg
di Bangka Belitung
Disusun oleh Bambang Wisnubroto dan Yudha Hadian Nur, Tim Komoditi Spesialis Kedele Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Tinjauan Pasar Domestik
Harga kedelai lokal pada bulan September 2013 mengalami peningkatan jika dibandingkan
dengan harga pada bulan-bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan harga kedele lokal
pada periode yang sama tahun-tahun sebelumnya, harga pada September 2013 merupakan
yang tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir atau sejak tahun 2008 (Gambar2).
11,000
2013
10,500
10,000
2012
9,500
Rp/Kg
2011
9,000
8,500
2009
2010
8,000
2008
7,500
7,000
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agust
Sep
Okt
Nop
Des
Sumber: Disperindag 2008 - 2013
Gambar 2. Perbandingan Harga Bulanan Kedele Lokal
Harga kedelai lokal pada bulan September 2013 sedikit mengalami peningkatan dibandingkan dengan harga pada Agustus 2013. Kenaikan harga tersebut lebih dipicu oleh gejolak
depresiasi nilai rupiah terhadap dolar Amerika. Kebutuhan kedelai Indonesia yang tergantung dari pasokan kedelai impor menjadikan harga kedelai dalam negeri sangat terpengaruh
oleh fluktuasi nilai tukar rupiah (Kontan, September 2013).
Disusun oleh Bambang Wisnubroto dan Yudha Hadian Nur, Tim Komoditi Spesialis Kedele Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Perkembangan Harga Dunia
Harga kedelai dunia pada bulan September 2013 mengalami penurunan sebesar 0,4%
dibandingkan dengan harga pada bulan Agustus 2013, yaitu dari US$ 518/ton menjadi US$
516/ton (CBOT). Sama halnya jika dibandingkan dengan harga pada bulan September 2012
yang mencapai US$ 617/ton, maka terjadi penurunan harga yang lebih besar yakni sebesar
16,4%.
Tinjauan Pasar Kedele Dunia
Harga kedelai dunia yang cenderung mengalami penurunan, salah satunya disebabkan oleh
terdapat kekhawatiran mengenai kondisi kawasan euro, dan adanya rilis data data ekonomi
Jerman yang lesu membuat investor kedelai kurang bergairah (Kontan, September 2013).
Gambar 3. Perkembangan Harga Bulanan Kedele Dunia.
11,000
700
Kedele Dunia (US$/ton)
600
10,500
500
Kedele Lokal (Rp/Kg)
10,000
300
9,500
US$/ton
Rp/kg
400
Kedele Impor (Rp/kg)
200
9,000
100
8,500
0
Sep
Okt
Nop
Des
Jan
Feb
Mar
2012
Apr
Mei
Juni
Juli
Ags
2013
Isu terkait :
Permendag No. 45/M-DAG/PER/8/2013 tentang Ketentuan Impor Kedelai Dalam Rangka Program Stabilisasi Harga Kedelai antara lain memuat mekanisme importasi dapat dilakukan melalui Importir Terdaftar (IT) dan Importir Produsen (IP), serta penambahan BUMN sebagai importir kedelai yang ikut
dalam program stabilisasi harga kedelai; Sistem periodisasi pengajuan permohonan dilakukan per semester; dan Perusahaan Umum BULOG dan IT kedelai yang telah memperoleh persetujuan impor wajib
merealisasikan impor kedelai paling sedikit 70% dari kontrak persetujuan impor .
Disusun oleh Bambang Wisnubroto dan Yudha Hadian Nur, Tim Komoditi Spesialis Kedele Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
Fly UP