...

Mendeteksi Awal Menekan Angka Kematian Disebabkan Kanker

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Mendeteksi Awal Menekan Angka Kematian Disebabkan Kanker
Date
DoS
Page
Type
Size
:
:
:
:
:
28 March 2014
1 April 2014
News/FC
1 page
http://doktergaul.co/kesehatan‐kita/mendeteksi‐awal‐menekan‐angka‐kematian‐disebabkan‐kanker‐kolorektal Mendeteksi Awal Menekan Angka Kematian Disebabkan Kanker Kolorektal
•
March 28, 2014
Kanker kolorektal adalah pemicu kematian nomor empat dalam golongan kanker, atau mewakili 8,5% dari keseluruhan kematian
disebabkan kanker di dunia, sekian menurut data GLOBOCAN tahun 2012. Walau sebenarnya, kematian disebabkan kanker
kolorektal bisa dihindari dengan menambah kesadaran deteksi awal.
Dokter spesialis penyakit dalam, hematologi-onkologi medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM),Cosphiadi
Irawan menyampaikan, utama dikerjakan deteksi awal supaya menghindar resiko itu.
“Usaha pencegahan kanker kolorektal yang paling efisien yaitu lakukan deteksi awal serta pengangkatan polip jinak sebelum saat
beralih jadi kanker,” katanya dalam acara seminar media dalam rencana memperingati “Colorectal Cancer Awareness Month” di
Jakarta, Kamis (27/3/2014).
Terlebih, untuk seorang dengan adanya banyak aspek resiko kanker kolorektal diantaranya umur diatas 50 tahun, mempunyai riwayat
penyakit itu dalam keluarga, sempat alami kanker kolorektal atau mempunyai polip pada usus, mempunyai keturunan mutasi gen,
mempunyai keadaan radang usus, pola makan tidak sehat, tidak sering beraktivitas fisik, diabetes, obesitas, merokok, serta konsumsi
alkohol.
Cosphiadi menuturkan, deteksi awal bisa dikerjakan dengan cara-cara, yakni pemeriksaan tes darah samar pada feses, sigmoidoskopi
fleksibel, kolonoskopi, pemeriksaan lewat rektum (colok dubur), double contrast barium enema, ultrasonografi (USG), serta
kolonoskopi virtual.
Beberapa cara deteksi awal itu mempunyai keunggulan serta kekurangan masing-masing. Umpamanya pada pemeriksaan tes darah
samar pada feses. Nilai lebih langkah tersebut diantaranya pemeriksaannya simpel, tak perlu pembersihan usus, sampel dapat
dikerjakan dirumah, tak membutuhkan biaya besar, serta tidak mengakibatkan pendarahan atau luka pada susunan usus.
Sesaat itu, kekurangan dari pemeriksaan itu yakni tidak bisa mendeteksi umumnya polip serta sebagian jenis kanker, ada
potensi “false positive”, ada ketetapan tentang makanan serta minuman yang butuh dikonsumsi sebelum saat melakukan pemeriksaan.
“Sebelum saat lakukan pemeriksaan itu, pasien juga butuh hindari konsumsi daging serta zat besi sepanjang tiga hari,”paparnya.
Kanker usus besar (kolon) serta daerah pada usus besar serta anus (rektum) mempunyai banyak persamaan. Karenanya, keduanya
dimaksud dengan kanker kolorektal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kanker kolorektal ada pada urutan ketiga jenis
kanker yang paling umum dihadapi pria, serta ada pada urutan kedua jenis kanker yang paling umum dihadapi wanita.
Fly UP