...

[115] Jika Anak Suka “Mengganggu”

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

[115] Jika Anak Suka “Mengganggu”
[115] Jika Anak Suka “Mengganggu”
Tuesday, 12 November 2013 23:33
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati. Saya seorang ibu yang memiliki
anak usia 3,5 tahun. Bagaimana mengatasi anak usia 3,5 tahun yang kadang suka
“mengganggu” saat ibunya sedang mengisi kajian? Anak sering minta beli jajan, dan kalau
tidak dituruti menangis. Padahal sudah disiapkan dari rumah, baik makanan, minuman maupun
mainan kesukaannya. Sebelumnya juga sudah diberi pengertian, kalau ibu sedang mengaji
tidak boleh rewel atau menggangu. Jazakillah untuk jawabannya.
Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.
SH
Jateng
Wa’alaikumsalam Wr.Wb
Ibu SH yang baik,
Mendidik anak memang bukan pekerjaan mudah, butuh ilmu dan kesabaran. Apa yang Anda
alami, saya rasa juga banyak dialami oleh ibu-ibu lainnya. Dua peran sekaligus yang kadang
mesti dilakukan bersama, mengasuh dan mengaji atau mengisi kajian. Tentu ini bukan
1/4
[115] Jika Anak Suka “Mengganggu”
Tuesday, 12 November 2013 23:33
pekerjaan mudah. Anak usia 3,5 tahun biasanya sudah mulai mandiri, tetapi emosinya masih
cepat berubah. Jadi sangat wajar, bila muncul kejadian di luar dugaan, meski Anda sudah
menyiapkan keperluan anak sebelum berangkat, dan memberikan pengertian pada ananda
untuk tidak rewel selama Anda mengaji. Cobalah Anda pahami dengan cermat karakter dan
perkembangan Ananda. Belajarlah berpikir positif terhadap perilakunya. Bukankah anak
seusianya masih terus dalam proses belajar?
Ibu SH yang baik
Setiap anak diberikan potensi hidup oleh Allah SWT, salah satunya berupa naluri untuk
mempertahankan diri. Tangisan, merupakan salah satu manifestasi dari naluri
mempertahankan diri pada anak, yang biasanya dijadikan senjata ampuh anak-anak usia balita
ketika meminta sesuatu yang diinginkan. Tangisan, juga menjadi cara efektif yang dilakukan
anak-anak untuk menarik perhatian orang tuanya. Anda sebaiknya menghadapi setiap
rengekan Ananda dengan cara yang tepat. Selalu mengabulkan permintaannya ketika
menangis saat menginginkan sesuatu, minta jajan misalnya, akan membuatnya belajar bahwa
ia bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan dengan menangis. Dan tentu saja ini bukan
suatu pendidikan yang baik buat ananda. Anak yang kemudian menjadi susah diatur, biasanya
berawal dari lemahnya aturan yang dibuat orang tua, ketidakmampuan orang tua untuk berkata
tidak pada anak, dan disiplin yang tidak konsisten.
Ibu SH yang baik,
Yang Anda lakukan selama ini sudah baik. Menyiapkan keperluan si kecil dari rumah. Makanan
kesukaan, minuman ataupun mainannya. Kebiasaan ini bisa diteruskan. Ketika ananda mulai
rewel, sebenarnya yang dia butuhkan adalah perhatian Anda. Cobalah Anda alihkan
konsentrasinya pada hal lain yang menarik perhatiannya. Hal ini bukan berarti menghindarkan
anak pada suatu masalah. Tapi mengajarkan pada ananda untuk menunda atau mengalihkan,
bahwa setiap keinginan yang merupakan manifestasi dari naluri tidak harus dipenuhi. Ajak
ananda bicara seperlunya, dengarkan keluhannya, ajak bermain sebentar, putarkan lagu-lagu
2/4
[115] Jika Anak Suka “Mengganggu”
Tuesday, 12 November 2013 23:33
atau film kesukaannya yang sudah Anda simpan di HP misalnya. Hal-hal yang menyenangkan
akan menjadi sarana yang baik bagi anak untuk menyalurkan emosinya. Sentuhan juga terbukti
ampuh untuk meredam emosi anak. Anda bisa memeluknya sebentar atau mengusapnya,
kalau dia mau. Atau, biarkan saja ananda menangis. Seringkali, dengan bersikap tidak
mempedulikan anak yang sedang rewel juga jadi cara yang tepat, berangsur-angsur anak
akan normal kembali dengan sendirinya. Anda memang harus sedikit ”tega” mendengar ananda
menangis. Jika memungkinkan, berpindahlah tempat kajian yang tidak merangsang anak untuk
kepingin jajan.
Ibu SH yang baik,
Mempunyai anak yang patuh tentunya sangat menyenangkan. Berikan pujian, perhatian dan
hadiah sebagai penghargaan, jika ananda menunjukkan perilaku yang baik, sesuai dengan
yang Anda kehendaki. Pelukan, tepukan, beberapa kata pujian, atau hadiah sederhana, akan
membuat anak ingin mengulang kembali perilaku baiknya. Untuk mempertahankan perilaku
yang baik, pastikan Ananda mendapat lebih banyak perhatian atas perilaku baiknya dari pada
perilaku buruknya. Islam juga telah memberikan gambaran tentang pentingnya memberikan
hadiah. Disunnahkan untuk memberikan hadiah apabila dalam rangka menyambung
silaturahim, memupuk kasih sayang dan rasa cinta. Memberikan hadiah pada anak di samping
untuk menumbuhkan motivasi, harga diri dan kepercayaan diri, tentu juga merupakan ekspresi
kebahagiaan dan bentuk kasih sayang yang diberikan orang tua, karena anak berhasil
melakukan suatu kebaikan. Rasulullah SAW bersabda:
“Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)
Semoga ananda menjadi anak yang shalih, yang senantiasa membahagiakan kedua orang
3/4
[115] Jika Anak Suka “Mengganggu”
Tuesday, 12 November 2013 23:33
tuanya.
4/4
Fly UP