...

as PDF - Achmad Farajallah

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

as PDF - Achmad Farajallah
Achmad Farajallah | <!--:en-->Cyclemys Bell, 1834<!--:-->
Copyright Achmad Farajallah [email protected]
http://achamad.staff.ipb.ac.id/cyclemys-bell-1834/
Cyclemys Bell, 1834
Genus oriental Cyclemys disamakan dengan Pyxidea dan Cuora dalam hal mekanisme penutupan plastron dan kemungkinan
berasal dari nenek moyang yang mirip dengan Hesosemys (Bramble, 1974). McDowell (1964) mengemukakan juga
kekerabatannya dengan genus Geoemyda. Spesies yang menyebar luas adalah C. dentata sedang yang kurang dikenal
adalah C. thceponensis (endemik di Vietnam) yang baru saja digolongkan ke Cyclemys.
Karapas kura-kura dewasa lonjong, sedikit melengkung dan lebih panjang dibanding lebarnya; juvenil pipih dan membulat.
Terdapat lunas median dan lateral, tetapi merendah dengan bertambahnya umur. Neural berbentuk heksagonal dengan
bagian posteriornya lebih pendek. Tepi posterior karapas bergerigi, terutama pada juvenil. Plastron besar dan terdapat engsel
yang berkembang diantara tulang hyo dan hypoplastron pada lipatan diantara pektoral dan abdomimal. Hal ini menyebabkan
lobus anterior bisa menutup walaupun tidak sempurna. Pada kura-kura dewasa, penopang plastron diserap dan plastron
dihubungkan dengan karapas hanya oleh suatu ligamen. Tengkorak mempunyai lengkung temporal yang lengkap, tetapi
squamosal tidak bersinggungan secara normal dengan jugal. Bagian ventral jugal melebar. Persinggungan parietal dengan
tulang quadrat di atas foramin adalah untuk syaraf trigeminal; tetapi, pada sisi anterior dari prosses parietal inferior tidak
bersinggungan dengan jugal atau palatin. Bentuk fissure etmoidal segitiga lancip atau seperti lubang kunci. Permukaan
penggerus rahang atas sempit dan rata. Mempunyai bursa kloakal. Jari-jari berselaput sebagian.
Nakamura (1949), Stock (1972) dan Killebrew (1977) me­la­porkan kariotip C. dentata adalah 2n=52; tapi Kiester dan
Childress (dalam Gorman, 1973) menemukan variasi antara 50 dan 52.
Cyclemys dentata (Gray, 1831b)
Pengenalan
Bentuk C. dentata mudah dikenali yaitu tipis dengan cangkang lebih lebar dibanding C. mouhoti. Karapas lonjong (sampai 24
cm), sedikit melengkung dan terdapat satu lunas di median yang rendah. Vertebral biasanya lebih lebar dibanding panjang,
tetapi vertebral ke-2 sampai ke-4 panjang dan lebarnya bisa sama. Tepi posterior karapas bergerigi, dan semua sisik
mempunyai permukaan yang halus. Warna karapas beragam dari coklat terang sampai gelap, hitam, kehijauan atau
kadang-kadang mahagoni; terdapat garis-garis kecil memencar. Plastron pada hewan dewasa lebih sempit dibanding bukaan
karapas dan bertakik di bagian posterior. Formula plastron adalah pec>abd>an>fe><gul>hum. Warna plastron beragam dari
kuning atau coklat muda dengan garis-garis gelap memencar sampai ke warna coklat tua atau hitam rata. Moncong agak
mencuat dan di kedua sisi rahang atas tidak mirip gigi. Posterior kulit kepala ditutupi oleh sisik-sisik besar; dorsal kepala
coklat kemerahan sedangkan di sisi dan rahang coklat tua. Bagian yang lunak berwarna abu-abu dengan titik-titik kuning atau
merah muda kekuningan, titik-titik tersebut di bagian leher membentuk strip. Kaki coklat muda dan di sisi depan terdapat
sisi-sisik besar. Jari-jari berselaput sebagian. Engsel plastron berkembang pada spesimen dewasa (yaitu 9 atau 10 inci), tetapi
kadang spesimen dengan panjang 6 atau 7 inci tidak ada tanda-tanda berkembangnya engsel dan sudut yang tajam yang
tampak diantara pertemuan pektoral dan abdominal pada midline memberikan kesan bahwa tidak mungkin engsel
berkembang disitu. Walaupun demikian, begitu mencapai dewasa jembatan saling mendekat karena jaringan yang fleksibel
dan engsel berkembang melintasi bagian depan sisik abdominal.
Spesimen muda dari C. dentata kadang rancu dengan Heosemys grandis. Walaupun begitu, grandis mempunyai pigmentasi
yang lebih hitam di bagian bawahnya, garis-garis yang memencar di setiap sisik menjadi lebar dan aerola berwarna hitam,
dan secara mencolok rahang atas bicuspid, dan titik-titik di bagian atas kepala sama dengan di bagian sisi kepala.
Hewan betina kura-kura ini tumbuh lebih besar dibanding jantan, tetapi jantan lebih panjang dengan ekor lebih tebal.
Penyebaran
India bagian Utara ke arah Selatan melewati Birma, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Malaya sampai ke Sumatera, Nias
Kepulauan Natuna, Bangka Jawa dan Kalimantan. Juga ditemukan di Filipina (Pulau Palawan, Balabac dan Leyte).
page 1 / 2
Achmad Farajallah | <!--:en-->Cyclemys Bell, 1834<!--:-->
Copyright Achmad Farajallah [email protected]
http://achamad.staff.ipb.ac.id/cyclemys-bell-1834/
Variasi Geografis
Belum dipelajari, tetapi memperhatikan Smith (1931) diduga variasi pola warna tidak berhubungan dengan distribusi
geografis. Tidak ada subspesies yang dianggap valid, walaupun corak warna spesies ini sangat beragam.
Habitat
Merupakan kura-kura semiakuatik yang hidup di perairan dangkal baik di dataran rendah maupun di pegunungan.
Kehidupan
Wirot (1979) mencatat beberapa sarang telur diletakkan sepanjang tahun. Sarang secara tipikal mengandung 2 atau 3 butir
telur yang memanjang, putih dengan ukuran 57x30-35 mm (smith, 1931; Ewert, 1979). Plastron betina agak bisa digerakkan
sehingga bisa meletakkan telur yang besar. Ewert (1979) yang mengukur 12 penetasan menemukan rata-rata panjang
karapas adalah 56.2 mm.
C. dentata bersifat omnivor, yaitu makan baik tumbuh-tumbuhan atau hewan, di dalam air atau di darat. Hewan ini peramah
dan lincah, dan berkembang dengan baik dalam pemeliharaan sehingga sangat laku sebagai hewan piara. Bersama-sama
dengan Notochelys platynota, para pedagang hewan piaraan menyebutnya sebagai kura-kura matahari. Spesimen muda di
lingkungan liarnya adalah akuatik tetapi dewasa hampir selalu terestrial.
page 2 / 2
Fly UP