...

- Repository UIN Sumatera Utara

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

- Repository UIN Sumatera Utara
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang masalah
Pendidikan dianggap sebagai suatu investasi yang paling berharga
dalam bentuk peningkatan kualitas sumber daya insani untuk pembangunan
suatu bangsa. Sering kali kebesaran suatu bangsa diukur dari sejauh mana
masyarakatnya mengenyam pendidikan. Semakin tinggi pendidikan yang
dimiliki oleh suatu masyarakat, maka semakin majulah suatu bangsa.
Sekarang ini, mutu dan prestasi menjadi suatu hal yang sangat penting
dalam pendidikan, bisnis dan pemerintahan. Kita semua mengakui, saat ini
memang ada masalah dalam sistem pendidikan. Out put suatu lembaga
pendidikan tidak siap memenuhi kebutuhan masyarakat. Masalah ini berakibat
bagi masyarakat. Para siswa yang tidak siap jadi warga Negara yang
bertanggung jawab dan produktif, akhirnya hanya menjadi beban masyarakat.
Para siswa itu adalah hasil produk dari suatu lembaga yang tidak diorganisir
dengan baik, yang akhirnya hanya memberatkan anggaran sosial saja.
Adanya peningkatan kesadaran terhadap pentingnya manjemen yang
baik dalam pelaksanaannya di berbagai kegiatan untuk mencapai kualitas
lembaga pendidikan atau sekolah yang efektif. Karena banyak institusi besar
yang memiliki ratusan pegawai, ribuan murid dan anggaran yang diperlukan
mencapai milyaran rupiah yang harus dikelola, namun kurang memberikan out
put yang memuaskan. Manajemen yang baik merupakan hal yang esensial
bagi semua sumber daya yang ada untuk dapat difungsikan dan memberikan
pengaruh secara maksimal dalam pencapaian tujuan organisasi pendidikan.
Dengan kata lain, pentingnya manajemen efektif sangat signifikan bagi
keberhasilan murid dan pelajar dalam semua jenis dan jenjang lembaga
pendidikan.
Pesantren merupakan organisasi dan wadah bagi aktivitas dan fungsi
manajemen yang dijalankan oleh para kepala atau pimpinan bersama dengan
anggotanya. Dalam konteks ini, organisasi pendidikan khususnya sistem
persekolahan merupakan salah satu wadah bagi aktivitas manajeman. Dengan
2
kata lain proses manajemen hanya berlangsung dalam organisasi, baik
organisasi bisnis, pemerintahan maupun organisasi pendidikan yang
memadukan sumber daya material untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Dalam organisasi yang berlangsung aktivitas manajerial yang
mewujudkan usaha bersama dari sejumlah orang untuk mencapai tujuan.
Karena itu dalam proses manajemen dibuat rencana, ditetapkan pelaksanaan
kegiatan, dibagi tugas-tugas, diberikan imbalan, diberikan tanggungjawab dan
diawasi serta dievaluasi hasil yang dicapai.
Merurut Winardi1 manajemen merupakan proses yang khas terdiri dari
tindakan-tindakan
pengawasan
sasaran yang
perencanaan,
yang
pengorganisasian,
menggerakan
dan
dilaksanakan untuk mendeterminasi serta mencapai
ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan
sumber daya lainnya.
Proses
perencanaan
dalam
manajemen
ialah
suatu
tindakan
mendeterminasi sasaran-sasaran dan arah tindakan yang akan dilalui.
Tindakan perencanaan diikuti oleh proses pengorganisasian sebagai suatu
tindakan mendistribusikan pekerjaan kepada kelompok yang ada dan
menetapkan hubungan-hubungan yang diperlukan. Setelah itu dilakukan
proses menggerakan yaitu upaya merangsang atau mendorong anggota
kelompok/organisasi untuk melaksanakan tugas mereka dengan kemauan
secara suka rela dan secara antusias. Setelah rencana ditetapkan, ditentukan
kapan dan siapa yang melaksanakannya dengan membagi pekerjaan dan
mendorong personil melaksanakannya maka dilakukan pengawasan sebagai
tindakan mengawasi pekerjaan agar terlaksana sesuai rencana yang ditetapkan.
Selanjutnya apa yang dimaksud dengan pendidikan? Pada prinsipnya
pendidikan mencakup pengertian yang luas dan komperhensip, sebab jenis
lembaga dan jenis kegiatannya sangat bervariasi dalam kehidupan manusia. Di
sini perlu dikemukakan terlebih dahulu keberadaan pendidikan sebagai sebuah
program yang dikembangkan secara institusional.
Pendidikan sendiri dapat dilihat sebagai suatu proses dan sebagai suatu
lembaga yang menawarkan program pembelajaran. Sebagai suatu proses,
1
Winardi, Asas-asas Manajemen (Bandung: Mandar Maju, 1990), h. 21.
3
pendidikan merupakan usaha memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap
potensi setiap individu anak yang sedang mengalami perkembangan untuk
mencapai kedewasaan yang optimal. Dalam konteks ini pendidikan dapat
berlangsung seumur hidup dalam berbagai situasi, baik dengan keteladanan,
pembiasaan, bimbingan, pengarahan, pembelajaran, pelatihan, hukuman, ujian
dan lain-lain. Sedangkan sebagai lembaga, pendidikan dapat berlangsung di
rumah tangga dan lembaga masyarakat (pendidikan luar sekolah) dan
pendidikan yang berlangsung di sekolah sebagai organisasi pendidikan
formal.2
Usaha pembinaan melalui pendidikan formal dilakukan agar peserta
didik dapat menyesuaikan diri terhadap tuntutan masyarakat diantaranya
adalah supaya peserta didik memiliki berbagai keterampilan, sikap untuk
memiliki ilmu pengetahuan dalam rangka perkembangan dan perubahan
tingkah laku. Dengan demikian, pendidikan merupakan proses yang
menentukan masa depan pribadi anak baik perkembangan potensinya maupun
persiapan untuk dirinya mengisi peranan tertentu di masa depan.3
Dalam pengelolaan lembaga pendidikan formal maka fungsi-fungsi
manajemen diperlukan sekali agar usaha bersama terwujud antara kepala
sekolah, para staf, kepala tata usaha, para guru, pegawai dan siswa untuk
mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Efektifitas organisasi
pendidikan dapat dilihat dari tujuan pendidikan yang dicapai secara optimal
diukur dari mutu lulusan sekolah dan tak terkecuali terciptanya hubungan
kerja sama serta iklim yang menyenangkan bagi para personil sekolah.
Pesantren sebagai usaha atau lembaga kemanusiaan di dalam
pendidikan dilakukan usaha yang penuh tujuan dan cara hati-hati atau cermat.
Pendapat ini menekankan bahwa usaha pendidikan yang penuh tujuan ideal
bagi pembentukan kepribadian generasi muda yang berilmu, beriman dan
bertaqwa dalam prilakunya harus dilakukan dengan cara-cara pengelolaan
2
Syafaruddin, Manajemen Lembaga Pendidikan Islam (Jakarta: Ciputat Press, 2005),
3
Rusyan, A.Tabrani, Manajemen Kependidikan (Bandung: Media Pustaka, 1992), h.
h. 120.
23.
4
yang baik. Disinilah diperlukan aplikasi manajemen sebagai strategi mencapai
tujuan pendidikan yang diinginkan secara optimal.
Apabila manajemen lembaga pendidikan
rendah, maka kecil
kemungkinan siswa akan dapat meningkat prestasi belajarnya. Rendahnya
manajemen lembaga pendidikan tersebut merupakan gambaran kurang
beresnya suatu lembaga pendidikan, atau dengan kata lain peningkatan
prestasi tidak dianggap penting, sehingga lembaga pendidikan tidak
diorganisir dengan baik.
Berdasarkan kenyataannya pendidikan merupakan upaya yang paling
mendasar dan strategis untuk mempersiapkan sumberdaya manusia dalam
pembangunan bangsa agar manusia dapat mengembangkan diri melalui proses
pembelajaran. Namun disadari bahwa membangun fisik jauh lebih mudah dari
pada membangun sumber daya manusia. Oleh karena itu, kualitas pendidikan
perlu terus ditingkatkan secara bertahap, terencana, terarah, intensif, sehingga
dengan demikian akan mudah untuk meningkatkan suatu prestasi yang
diharapkan, dan mampu menyiapkan sumber daya manusia yang dapat
bersaing di masa mendatang.
Pendidikan merupakan bidang kerja yang membutuhkan komitmen
pribadi tingkat tinggi bagi semua elemen sumber daya tenaga kependidikan.
Oleh karena itu, semua pribadi yang terkait dengan pendidikan harus
memandang bahwa peningkatan prestasi merupakan keharusan untuk
mengantisipasi kebutuhan bangsa, pemerintah, dan pihak terkait di masa kini
dan mendatang. Tanpa adanya peningkatan yang dirancang oleh manajer
secara strategik, maka pendidikan menjadi sesuatu yang stagnan, dan
diragukan kemampuannya.
Salah satu tantangan krusial yang dihadapi oleh pengelola lembaga
pendidikan dewasa ini, yaitu tuntutan akan peningkatan manajemen mutu
pendidikan. Konsekwensinya adalah bagaimana upaya mengelola pesantren
atau madrasah sehingga mampu melahirkan lulusan atau sumber daya manusia
yang berkualitas dan handal.
Pengelolaan pendidikan secara fungsional berorientasi masa depan
(futuristic) suatu masyarakat dan bangsa. Dengan demikian keberadaan
5
lembaga sangat menentukan proses pengembangan melalui pembelajaran yang
terarah, terencana dan terpadu serta berkesinambungan.
Manajemen sekolah sangat
erat
kaitannya dengan peningkatan
prestasi belajar siswa (hasil yang baik). Lembaga pendidikan yang ingin
menghasilkan out put yang baik, akan berusaha mengorganisir atau mengatur
sebaik mungkin sehingga dapat mengetahui kekurangan dan kelemahan yang
terdapat pada lembaganya.
Memang diakui bahwa keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh
banyak faktor: baik internal maupun eksternal, namun manajemen suatu
lembaga pendidikan merupakan penentu keberhasilan pendidikan, melalui
prinsip-prinsip manajemen yang diterapkan maka akan tercapai mutu
pendidikan yang diharapkan.
Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Paya Bundung Medan, merupakan
salah satu lembaga pendidikan formal yang ada di Sumatera Utara, yang
memiliki tugas dan tanggungjawab yang sama dengan lembaga-lembaga
pendidikan lain, yakni mewujudkan pendidikan berkualitas sebagaimana yang
diharapkan serta senantiasa memiliki kesadaran untuk terus secara bersamasama mengembangkan kapasitas kemampuannya, termasuk di dalam
meningkatkan prestasi belajar siswanya. Pesantren yang didirikan pada
tanggal 18 Oktober 1982 ini menganut dua sistem pendidikan; yaitu sistem
pesantren yang kurikulumnya diadopsi secara keseluruhan dari pondok
Modern Darussalam Gontor dan kurikulum Departemen Agama.
Sebagai lembaga pendidikan Islam yang sedang berkembang pesat dan
mengasuh ribuan siswa (santri) setiap tahunnya mulai dari tingkat MTs,
sampai Aliyah, minat masyarakat yang semakin antusias memasukkan
anaknya ke Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Paya Bundung Medan.
Disamping itu juga adanya pengakuan (Mu’adalah) dari lembaga-lembaga
lain seperti Universitas al-Azhar Kairo Mesir, UKM Malaysia, juga
Universitas Islam Madinah Saudi Arabia, yang menerima lulusan /alumninya
untuk melanjutkan pendidikan
ke lembaga-lembaga tersebut. Dengan
demikian dapat dipastikan bahwa Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Paya
Bundung Medan
dalam pengelolaan
pendidikannya menerapkan fungsi-
6
fungsi manajemen dengan baik. sebagai
usaha bersama terwujud antara
Direktur, kepala sekolah, para staf, kepala tata usaha, para guru, pegawai dan
siswa dalam mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Berdasarkan beberapa latar belakang yang telah disebutkan di atas, maka
peneliti merasa tertarik untuk melakukan sebuah penelitian sehingga
ditemukan berbagai informasi yang selanjutnya dapat dijadikan pengetahuan
baru seputar upaya-upaya yang dilakukan dalam peningkatan prestasi belajar
di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah yang selanjutnya diharapkan pula dapat
berguna dan menjadi acuan bagi lembaga pendidikan Islam lainnya.
Mengingat
pentingnya
manajemen,
terutama
dalam
upaya
meningkatkan prestasi belajar siswa pada suatu lembaga pendidikan, maka
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan judul “Manajemen
Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Paya
Bundung Kecamatan Medan Selayang”.
B. Fokus Penelitian
Merujuk pada latar belakang masalah sebagaimana diungkapkan di
atas, mengingat luas dan banyaknya permasalahan yang terkait serta
terbatasnya kemampuan peneliti, maka dalam hal ini ruang lingkup masalah
yang akan diteliti hanya pada aspek manajemen pesantren dalam upaya
meningkatkan prestasi belajar siswa.
C. Perumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah sebagaimana yang diungkapkan di atas,
maka masalah penelitian ini akan memberikan gambaran dan analisis tentang
manajemen pesantren dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa, yang
selanjutnya
dirumuskan
menjadi
perumusan
masalah
pokok,
yaitu:
“Bagaimanakah implementasi manajemen Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah
Paya Bundung Medan Selayang dalam upaya meningkatkan prestasi belajar
siswa?”, selanjutnya masalah pokok tersebut dapat dijabarkan kedalam sub
masalah pokok, yaitu:
7
1. Bagaimanakah Perencanaan
peningkatan prestasi belajar siswa di
Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Paya Bundung Medan?
2. Bagaimanakah Pengorganisasian peningkatan prestasi belajar siswa
di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Paya Bundung Medan?
3. Bagaimanakah Penggerakan peningkatan prestasi belajar siswa di
Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Paya Bundung Medan?
4. Bagaimanakah Pengendalian peningkatan prestasi belajar siswa di
Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Paya Bundung Medan?
D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mendiskripsikan dan menganalisis Perencanaan peningkatan
prestasi belajar siswa di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Paya
Bundung Medan.
2. Untuk
mendiskripsikan
dan
menganalisis
Pengorganisasian
peningkatan prestasi belajar siswa di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah
Paya Bundung Medan.
3. Untuk mendiskripsikan dan menganalisis Penggerakan peningkatan
prestasi belajar siswa di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Paya
Bundung Medan.
4. Untuk mendiskripsikan dan menganalisis Pengendalian peningkatan
prestasi belajar siswa
di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Paya
Bundung Medan.
E. Manfaat Penelitian
Hasil yang diharapkan dari penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi:
1. Direktur, Pimpinan pesantren, Kepala-kepala Madarasah Aliyah dan
Tsanawiyah Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Paya Bundung Medan
dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dan pengembangan
madrasah di masa mendatang.
2. Pimpinan-pimpinan pesantren dan Kepala-kepala madrasah yang ada
disekitar
khususnya, sebagai bahan masukan
dan pertimbangan
8
dalam rangka memperbaharui sistem dan manajemen
guna
meningkatkan prestasi belajar siswanya.
3. Pemerhati pendidikan, khususnya studi manajemen pendidikan Islam
terutama juga bagi peneliti yang ingin mengungkapkan lebih dalam
lagi tentang permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini.
Fly UP