...

identifikasi bakteri aerob pada lindi hasil sampah

by user

on
Category: Documents
21

views

Report

Comments

Transcript

identifikasi bakteri aerob pada lindi hasil sampah
jurnal KESMAS UAD
ISSN : 1978-0575
KES MAS
• 41
IDENTIFIKASI BAKTERI AEROB PADA LINDI HASIL SAMPAH
DAPUR DI DUSUN SUKUNAN YOGYAKARTA
Mohamad Abdul Khamid, Surahma Asti Mulasari
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Abstract
Background : Various human activities will generate waste. Trash can pollute the environment
and as home to a wide range of diseases that can reduce the degree of human health, so that
the waste be managed properly. Sukunan village was already implementing community-based
integrated waste processing were independent and productive, clean and beautiful environment
that involves all citizens in the implementation. The kitchen garbage management in the
sukunan village is included in the composter to be composted with the results of liquid by
bacterial degradation of organic material in the form of leachate. Leachate by the community
Sukunan village used for liquid fertilizer plant and sold. The purpose of this study determined the
genus of aerobic bacteria in the leachate of kitchen garbage result in Sukunan village.
Method : This research type was the descriptive research with laboratory test. The sample in
this study was leachate of Sukunan village kitchen garbage result. The study was conducted in
two places, in the Public Health Laboratory of Ahmad Dahlan University and in the Yogyakarta
Health Laboratory Central. The results of data analysis was described in descriptive studies and
presented in tabular and narrative.
Results : Identification of aerobic bacteria was carried in the Public Health Laboratory of the
Ahmad Dahlan University get the bacteria that approached the characteristics of the genus
Pseudomonas, Bacillus, and Escherichia / Salmonella / Aeromonas / Chromobacterium, while
the results of identification carried out in the Health Laboratory Central in Yogyakarta got the
bacterial genus such as Streptococcus (species : Enterococcus faecalis), Escherichia (species:
Escherichia coli), Pseudomonas (species: Pseudomonas putrifaciens) and Proteus (species:
Proteus vulgaris).
Conclusion : There has aerob bacteria in the leachate of kitchen garbage results in the
Sukunan Village, Yogyakarta.
Keywords : Aerobic Bacteria, Leachate
1. PENDAHULUAN
Berbagai aktivitas manusia akan menghasilkan sampah atau produk
samping yang dapat mencemari lingkungan, seperti pencemaran air, tanah, dan
udara. Lingkungan padat/litosfer digunakan orang untuk membuang sampah yang
bersifat padat. Selain itu, saat ini tanah juga digunakan untuk membuang sampah
berbahaya cair maupun padat. Sampah ini ada yang dapat membusuk dan ada
pula yang tidak mudah membusuk.1
Sampah sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang serius bagi
lingkungan. Hal ini dapat dilihat pada setiap daerah di Indonesia menghasilkan
sampah yang terus meningkat. Sampah akan terus bertambah dan terus
bertambah yang bisa menimbulkan masalah jika tidak ditangani dengan
pengelolaan yang efektif dan efisien.2
Sampah berdasarkan bahan kimia yang terkandung di dalamnya terdiri atas
sampah anorganik dan sampah organik. Sampah anorganik merupakan sampah
yang tidak dapat membusuk seperti logam/besi, pecahan gelas, plastik, dan
sebagainya. Sampah organik adalah sampah yang dapat membusuk, seperti sisa-
Identifikasi Bakteri Aerob Pada Lindi Hasil.……(Mohamad Abdul Khamid)
jurnal KESMAS UAD
• 42
ISSN : 1978-0575
sisa makanan, daun-daunan, buah-buahan, dan sebagainya.3
Sampah dapur merupakan sampah yang terdiri dari banyak sisa-sisa
makanan, dan diduga memiliki kandungan N yang cukup tinggi, sedangkan limbah
rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah
bekas industri rumah tangga dan kotoran manusia. Limbah merupakan sesuatu
yang tidak terpakai berbentuk padat, gas, dan cair. Dalam air limbah terdapat
bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut
dapat member kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus,
kolera dan penyakit lainnya.4
Sampah yang tidak dikelola dengan baik, dapat menurunkan etika dan
estetika lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap dan sebagai tempat
berkembangnya berbagai macam penyakit yang dapat mematikan manusia.5
Pembuatan kompos merupakan salah satu cara untuk menghancurkan
sampah secara biologis menjadi pupuk alami, sehingga sampah dapat
dikembalikan ke tanah (return waste to the land). Hasil pengomposan ini tidak
berbahaya bagi lingkungan dan manusia karena bahan organik yang ada pada
sampah telah didegradasikan oleh organisme pengurai menjadi molekul-molekul
yang sederhana melalui proses biologis, yaitu fermentasi secara cepat. Molekulmolekul sederhana ini dimanfaatkan oleh organisme tersebut sebagai bahan
makanannya 5
Proses pengolahan lindi di Indonesia belum terlaksana dengan baik,
seringkali lindi kurang dimanfaatkan dengan optimal. Jika pengelolaan lindi dapat
diperbaiki, maka lindi yang biasanya sangat meresahkan masyarakat ini dapat
dimanfaatkan sebagai pupuk cair yang sangat berdaya guna. Pupuk cair dari lindi
dapat dihasilkan dari proses pembusukan bahan organik dengan menggunakan
drum-drum dan dapat digunakan dengan disiramkan langsung ke tanaman.6
Proses pengelolaan sampah di Sukunan, setiap rumah tangga memisahkan
sampah berdasarkan jenisnya, yaitu plastik, kaca, logam, kertas dan sampah
organik. Sampah plastik, kaca, logam, dan kertas masuk ke kantong terpisah,
sampah organik masuk ke gentong kompos (bak komposter). Hasil samping
pengomposan berupa lindi yang dimanfaatkan warga untuk pupuk cair tanaman
dan sebagian dapat dijual ke warga atau instansi yang membutuhkan. Dari segi
kesehatan masyarakat, pengolahan lindi dapat meningkatkan kelestarian
lingkungan dan derajat kesehatan masyarakat.
2. METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan uji
laboratorium untuk mengetahui bakteri aerob yang terdapat pada air lindi sampah
dapur dusun Sukunan Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei
tahun 2011.
Variabel penelitian yang digunakan adalah variabel tunggal yaitu identifikasi
bakteri aerob pada air lindi hasil sampah dapur di Dusun Sukunan Yogyakarta.
Analisis data digunakan yaitu dengan teknik penjelasan (explanation-building)
semua sumber diperiksa dan dievaluasi bersama sehingga temuan dalam studi
tersebut merupakan gabungan informasi dari sumber yang berbeda.
KES MAS Vol. 6 No. 1, Januari 2012 : 1 - 74
jurnal KESMAS UAD
ISSN : 1978-0575
KES MAS
• 43
3. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1) Hasil Penelitian di Laboratorium Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD
Isolasi bakteri lindi sampah dapur yang dilakukan di Laboratorium
Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD dengan mengambil sampel 500 ml
dari Dusun Sukunan. Identifikasi dilakukan menggunakan metode plate
dengan media PCA dan uji biokimia untuk yang dilakukan di Laboratorium
FKM UAD hanya menggunakan uji katalase,. Hasil identifikasi dapat dilihat
pada gambar berikut :
Gambar 1. Pengamatan Mikroskopis Gambar 2. Pengamatan Mikroskopis
Isolat 1(Perbesaran 100:10)
Isolat 2 (Perbesaran 100:10)
Gambar 3. Pengamatan Mikroskopis
Isolat 3(Perbesaran 100:10)
(sumber : Data Primer)
Hasil pengamatan dengan menggunakan John’s Bacterial
Identification secara makroskopis, mikroskopis, dan uji biokimia yang
dilakukan di Laboratorium Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD dapat
dilihat pada tabel 2 dibawah ini:
Identifikasi Bakteri Aerob Pada Lindi Hasil.……(Mohamad Abdul Khamid)
jurnal KESMAS UAD
ISSN : 1978-0575
• 44
Tabel 1. Hasil Pengamatan di Laboratorium FKM UAD Tahun 2011
Pengamatan
Bentuk Koloni
Warna Koloni
Motilitas
Bentuk Bakteri
Gram
Uji Katalase
Genus yang
diperkirakan
Isolat 1
batang
putih, mengkilat
+/basil
+
Isolat 2
bulat
putih, mengkilat
+/basil
+
+
Pseudomonas
Bacillus
Isolat 3
Bulat
putih, mengkilat
+
Basil
+
Escherichia/
Salmonella /
Aeromonas /
Chromobacterium
2) Hasil Penelitian di Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta
Gambar 4. Pengamatan Makroskopis Gambar 5. Pengamatan Makroskopis
Isolat 1 di BLK Tahun 2011
Isolat 2 di BLK Tahun 2011
Gambar 6. Pengamatan Makroskopis
Isolat 3 di BLK Tahun 2011
Gambar 7. Pengamatan Makroskopis
Isolat 4 di BLK Tahun 2011
(Sumber : data primer)
Hasil pengamatan secara makroskopis, mikroskopis, dan uji biokimia
yang dilakukan di Laboratorium FKM-UAD dapat dilihat pada tabel 3 berikut
ini:
KES MAS Vol. 6 No. 1, Januari 2012 : 1 - 74
jurnal KESMAS UAD
ISSN : 1978-0575
KES MAS
• 45
Tabel 3. Hasil Pengamatan di BLK Yogyakarta Tahun 2011
Pengamatan/
uji biokimia
Isolat 1
Isolat Bakteri
Isolat 2
Isolat 3
Isolat 4
Kecil,
berpasangan
membentuk
rantai
Bentuk Koloni
Kecil, bulat,
berserabut
Bulat rata
Tidak teratur
Warna Koloni
Putih
kekuningan
Abu-abu
kemerahan
Putih abu-abu
Merah
muda/merah
Permukaan
Koloni
Halus,
mengkilat,
Halus
Halus
Bentuk Sel
Bulat
Halus mengkilat
Batang,
berpasangan/
rantai
+
+
+
+/+
Escherichia
Batang
Batang
+/+
+
Pseudomonas
+
+
+
+
+
+
+/Proteus
Gram
Glukosa
Laktosa
Manitol
Maltosa
Sukrosa
H2S
Motility
Indole
Sitrat
Genus
+
+
+
Streptocccus
B. Pembahasan
Lindi sampah dapur yang dihasilkan di Dusun Sukunan merupakan hasil
samping dari pendegradasian berbagai bahan sisa aktivitas dapur yang berupa
bahan organik. Sehingga lindi sampah dapur Dusun Sukunan adalah lindi hasil
sampah organik. Lindi ini diambil sampelnya dan dilakukan proses isolasi dan
identifikasi bakteri untuk menemukan tingkatan genus bakteri aerob.
1) Identifikasi Bakteri Aerob Tingkat Genus pada Lindi Sampah Dapur
Dusun Sukunan di Laboratorium FKM UAD
Penelitian yang dilakukan di Laboratorium FKM UAD meliputi isolasi
pada media PCA (Plate Count Agar), kemudian dilakukan pengamatan fisik
bakteri melalui pengecatan Gram dan uji motilitas yang dilihat dengan
mikroskop. Sedangkan uji biokimia yang dilakukan adalah uji katalase, yaitu
dengan menggunakan H2O2.
Langkah awal dalam pengujian di Laboratorium FKM-UAD dengan
pembiakan dan isolasi bakteri pada media PCA. Isolat yang tumbuh dari
media tersebut, diidentifikasi lanjut yaitu pewarnaan Gram dan uji biokimia.
Pewarnaan Gram digunakan untuk menentukan kelompok bakteri Gram
positif dan bakteri Gram negatif.
Identifikasi Bakteri Aerob Pada Lindi Hasil.……(Mohamad Abdul Khamid)
jurnal KESMAS UAD
ISSN : 1978-0575
• 46
a) Isolat 1 (Pseudomonas)
Uji motilitas yang dengan mikroskop didapat hasil bergerak atau
tidak bergerak. Uji pewarnaan Gram dengan menetesi isolat secara
berurutan
dengan larutan ungu kristal (UK), larutan Yodium,
alkohol, dan safranin menunjukkan warna isolat bereaksi dengan
larutan safranin sehingga
warna menjadi berubah merah dan
dikatakan termasuk bakteri Gram negatif.
b ) Isolat 2 ( Bacillus)
Isolat 2 mempunyai cirri-ciri bakteri berbentuk basil atau batang,
Gram positif dan bersifat motil atau tidak motil. Pada uji katalase dengan
meneteskan reagen H2O2 pada isolat 2 terdapat gelembung pada
daerah yang ditetesi yang berarti uji katalase positif.
c) Isolat 3 (Escherichia/ Salmonella / Aeromonas / Chromobacterium)
Isolat 3 mempunyai ciri-ciri bakteri berbentuk basil atau batang,
bentuk koloni bulat, bakteri Gram negatif dan bersifat motil. Uji katalase
positif dengan ditandai adanya gelembung pada daerah yang ditetesi
reagen H2O2. Hasil Identifikasi tersebut dengan menggunakan John’s
Bacterial Identification didapatkan empat genus bakteri yang masuk ciriciri tersebut yaitu Escherichia/ Salmonella / Aeromonas /
Chromobacterium.
2) Identifikasi Bakteri Aerob Tingkat Genus pada Lindi Sampah Dapur di
BLK Yogyakarta
Pengujian di BLK Yogyakarta dimulai dengan penanaman atau
pembiakan sampel pada media diperkaya atau enrichment untuk kultur
bakteri aerob menggunakan Brain Heart Infusion Broth (BHI), Thioglycolate
Broth (TB), Soy Broth, dan Blood Broth. Setelah teridentifikasi adanya
pertumbuhan bakteri, selanjutnya dilakukan isolasi bakteri aerob yang ada
dengan menggunakan media isolasi Blood Agar Plate dan Mac Concey
Agar Plate atau Azid Blood Agar Plate (khusus untuk genus Streptococcus).
a) Isolat 1 Enterococcus faecalis (genus: Streptococcus)
Penelitian yang dilakukan d BLK didapat hasil bahwa
Enterococcus faecalis merupakan bakteri gram positif, motil, positif
tumbuh pada media BHI broth dan Nutrient Broth NaCl 6,5 %.
Spesimen bakteri aerob pada lindi hasil sampah dapur Dususn
Sukunan tumbuh pada media KF Streptococcus Agar Plate, hal ini
menunjukkan adanya bakteri Streptococcus pada lindi ini yang
diidentifikasi lebih lanjut merupakan spesies Enterococcus faecalis
seperti hasil penelitian oleh Obire dan Agunda yang ditemukan bakteri
Enterococcus sp.
b) Isolat 2 Escherichia coli (genus: Escherichia)
Identifikasi bakteri E.coli pada lindi hasil sampah dapur Dusun
Sukunan di BLK dimulai dengan pengisolasian specimen pada media
isolasi dan dilanjutkan dengan media pembiakan, antara lain EMB Agar,
Endo Agar, Violet Red Blue Agar, trigitol 7 agar, dan TSI Agar. Hasil uji
gula-gula positif pada fermentasi glukosa, manitol,dan maltosa,
sedangkan negatif pada fermentasi laktosa dan sukrosa. Uji indol
didapat positif, sedangkan uji H2S dan sitrat didapatkan hasil negatif
KES MAS Vol. 6 No. 1, Januari 2012 : 1 - 74
jurnal KESMAS UAD
ISSN : 1978-0575
KES MAS
• 47
dan motilitas dapat positif atau negatif.
Diagnosa Escherichia dalam Madigan, dkk (2003)7 menyatakan
bahwa Escherichia pada uji H2S (TSI) dan urease adalah negatif, Uji
indol positif dan motilitas didapat motil atau tidak motil.
c) Isolat 3 Pseudomonas putrifaciens (genus: Pseudomonas)
Bakteri yang mendekati genus Pseudomonas mempunyai ciri-ciri
morfolog warna koloni putih susu atau agak kekuningan, bentuk koloni
bulat, tepia timbul, sel bentuk bola, diameter 0,5-1,5 µm, terjadi satu
demi satu, berpasangan, dan dalam kelompok tidak teratur, Gram
positif, tidak motil, katalase positif, oksidase negatif, metil red positif,
tumbuh optimal pada suhu 30ºC-37ºC dan tumbuh baik pada NaCl 17%. Kajian ciri-ciri tambahan Pseudomonas adalah bakteri aerob dan
dapat bergerak.8
Hasil identifikasi Isolat 3 menunjukkan isolate mendapat hasil
positif pada uji sitrat dan motilitas, sedangkan hasil uji negatif pada uji
indol dan uji gula-gula kecuali glukosa yang bisa positif atau negatif.
d) Isolat 4 Proteus vulgaris (genus: Proteus)
Hasil identifikasi pada isolat 4 yang dilakukan di BLK didapatkan
hasil bahwa isolate adalah gram negatif, berbentuk basil, warna koloni
merah muda atau merah, uji gula-gula negatif pada fermentasi laktosa
dan manitol. Hasil uji positif pada uji motilitas, indol dan H2S, serta
dapat memproduksi sitrat.
Hasil identifikasi ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan
Fried (2007)9 yang menyatakan Proteus vulgaris merupakan Gram
negatif, tidak memfermentasi laktosa, motil, memproduksi indol, dan
urease positif dengan ditandai perubahan warna menjadi menjadi merah
karena adanya reaksi alkali dengan produksi amonia.
4. SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Hasil identifikasi genus bakteri aerob pada lindi hasil sampah dapur
Dusun Sukunan yang dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta
didapatkan genus bakteri genus Streptococcus (spesies: Enterococcus
faecalis), Escherichia (spesies: Escherichia coli), Pseudomonas (spesies:
Pseudomonas putrifaciens) dan Proteus (spesies: Proteus vulgaris).
Perbedaan hasil identifikasi bakteri lindi sampah dapur Dusun Sukunan
yang dilakukan di Laboratorium FKM-UAD dengan di BLK Yogyakarta karena
adanya perbedaan ketersediaan media bakteri, uji bakteri yang dilakukan, dan
ruangan penelitian.
B. Saran
Berdarakan hasil penelitaian yang diperoleh, maka disarnakan beberapa
hal berikut ini :
1) Perlu dilakukan penelitian lanjutan pada tingkat spesies bakteri lindi hasil
sampah dapur guna lebih diketahui spesies yang dapat bermanfaat dan
spesies yang patogen dengan cara penanganannya sehingga lindi lebih
dapat dimanfaatkan dan lebih menjaga kesehatan lingkungan serta
Identifikasi Bakteri Aerob Pada Lindi Hasil.……(Mohamad Abdul Khamid)
jurnal KESMAS UAD
ISSN : 1978-0575
• 48
pengelolanya.
2) Sebaiknya peralatan dan reagen untuk isolasi dan identifikasi bakteri di
Laboratorium FKM UAD lebih diperlengkap serta penyediaan ruang yang
lebih mendukung untuk kegiatan identifikasi bakteri.
DAFTAR PUSTAKA
1. Slamet, J. S., Kesehatan Lingkungan, Hal 150 – 158, Gadjah Mada University
Press, Yogyakarta. 2004
2. Dewi, Q. T., Penanganan dan Pengolahan Sampah, Penebar Swadaya, Jakarta.
2008
3. Notoatmodjo, S., Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar, Hal 166 – 169,
Rineka Cipta, Jakarta. 2003
4. Sulistyawati, E., Mashita, N., dan Choesin, D. N., Pengaruh Agen Dekomposer
terhadap Kualitas Hasil Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga, Makalah
Seminar Nasional Penelitian Nasional, ITB, Bandung. 2008
5. Sukandarrumidi, Rekayasa Gambut, Briket Batubara, dan Sampah Organik, Gadjah
Mada University Press, Yogyakarta. 2009
6. Purwendro, S dan Nurhidayat, Mengolah Sampah untuk Pupuk dan Pestisida
Organik, Hal 5 – 18, Penebar Swadaya, Depok. 2008
7. Madigan, M. T., Martinko, J. M., dan Parker, J., Biology of Microorganisms, Ed. Ke10, Hal. 375—379 , Pearson Education Inc, USA. 2003
8. Jawetz, E., Melnick, J., dan Adelberg, E., Mikrobiologi Kedokteran, Terjemahan,
Edisi ke-20, Hal 38 – 287, EGC, Jakarta. 1996
9. Fried, Danielle, Metabolism and Biochemical Tests, Raleigh, USA. 2007
KES MAS Vol. 6 No. 1, Januari 2012 : 1 - 74
Fly UP