...

spesifikasi umum bangunan

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

spesifikasi umum bangunan
SPESIFIKASI UMUM BANGUNAN
RUMAH TINGGAL
ELEMEN BANGUNAN
PONDASI
STRUKTUR
KERANGKA ATAP
PENUTUP ATAP
PLAFON
MEWAH
MENENGAH
SEDERHANA
BANGUNAN PERKEBUNAN
(SEMI PERMANEN)
2 LANTAI
2 LANTAI
1 LANTAI
1 LANTAI
LANTAI
UTILITAS
PROFESIONAL FEE ( 3% )
I M B ( 1,5% )
KEUNTUNGAN KONTRAKTOR
1 LANTAI
RENDAH (LOW-RISE)
SEDANG (MID-RISE)
MAKS. 4 LANTAI
MAKS. 8 LANTAI
TINGGI (HIGH RISE)
MIN. 9 LANTAI
Menggunakan pondasi dangkal Menggunakan pondasi dangkal Menggunakan pondasi dangkal Menggunakan pondasi umpak
dengan pondasi tapak atau pelat dengan pondasi tapak atau pelat dengan pondasi tapak atau pelat (telapak batu cetak) dari beton
beton setempat.
beton setempat.
beton setempat.
tanpa tulangan dengan bentuk
prisma terpancung.
Menggunakan pondasi dangkal Menggunakan pondasi dangkal Menggunakan pondasi tiang
dengan pondasi tapak atau pelat dengan pondasi tapak atau pelat pancang (paku bumi) beton cor
beton setempat.
beton setempat.
di tempat atau beton pra-tekan
(fabrikasi).
Menggunakan pondasi tiang
pancang (paku bumi) beton cor
di tempat atau beton pra-tekan
(fabrikasi).
Menggunakan struktur beton
bertulang, yang terdiri dari sloof ,
kolom, balok, ring balok, dan
pelat beton.
Menggunakan struktur beton
bertulang, yang terdiri dari sloof ,
kolom, balok, ring balok, dan
pelat beton.
Menggunakan struktur beton
bertulang, yang terdiri dari sloof ,
kolom, balok, ring balok, dan
pelat beton.
Menggunakan struktur rangka
kayu, komponen balok dan
kolom serta dinding
menggunakan kayu.
Menggunakan struktur profil
baja, yang terdiri dari kolom,
balok dan ring balok.
Menggunakan struktur beton
bertulang, yang terdiri dari sloof ,
kolom, balok, ring balok, dan
pelat beton.
Menggunakan struktur beton
bertulang, yang terdiri dari
kolom, balok, ring balok dan
pelat beton.
Menggunakan kuda-kuda dan
rangka atap baja ringan.
Menggunakan kuda-kuda dan
rangka atap baja ringan.
Menggunakan kuda-kuda dan
rangka kayu kelas III.
Menggunakan kuda-kuda dan
rangka atap dari kayu.
Menggunakan rangka profil
baja.
-
Genteng beton dan atap beton
bertulang / dak beton sebagian
kecil.
Genteng Beton.
Asbes gelombang.
Seng gelombang.
Genteng metal dengan pelat
zincalum / spandek (tebal 0,46
mm.)
Plafon gipsum dengan rangka
aluminium.
Plafon triplek dengan rangka
kayu.
Plafon triplek dengan rangka
kayu.
Plafon triplek dengan rangka
kayu.
Pasangan dinding bata ringan,
diplaster, diaci dan dilapisi cat.
Pasangan dinding bata merah,
diplaster, diaci dan dilapisi cat
Pasangan dinding batako
semen, diplaster, diaci dan
dilapisi cat.
Dinding kayu / papan dengan
rangka kayu dan dilapisi cat.
Pintu menggunakan kayu panel
solid dengan kusen dari kayu
kelas I ; Jendela menggunakan
panel kaca tebal 3 mm dengan
kusen dari kayu kelas I.
Pintu menggunakan pintu
teakwood dengan kusen dari
kayu kelas II ; Jendela
menggunakan panel kaca tebal
3 mm dengan kusen dari kayu
kelas II.
Pintu menggunakan pintu
teakwood dengan kusen dari
kayu kelas III ; Jendela
menggunakan panel kaca tebal
3 mm dengan kusen dari kayu
kelas III.
Penutup lantai menggunakan
marmer lokal; Lantai kamar
mandi menggunakan keramik
anti slip.
Penutup lantai menggunakan
keramik 30x30; Lantai kamar
mandi menggunakan keramik
anti slip.
Mencakup cabinet / kitchen set
dan kitchen sink , peralatan
sanitair standar toto, catu daya
listrik, mekanikal elektrikal dan
plumbing.
Mencakup cabinet / kitchen set
dan kitchen sink , peralatan
sanitair standar toto, catu daya
listrik, mekanikal elektrikal dan
plumbing.
Menggunakan struktur beton
bertulang, yang terdiri dari
kolom, balok, ring balok dan
pelat beton.
-
-
Atap beton bertulang / dak
beton.
Atap beton bertulang / dak
beton.
Atap beton bertulang / dak
beton.
Plafon triplek dan sebagian
pelat beton ekspos.
Plafon gipsum dan sebagian
pelat beton ekspos.
Plafon gipsum dan sebagian
pelat beton ekspos.
Pasangan dinding batako
semen, diplaster, diaci dan
dilapisi cat. Sebagian penutup
dinding menggunakan pelat
zincalum / spandek.
Pasangan dinding bata ringan,
diplaster, diaci dan dilapisi cat.
Pasangan dinding bata ringan,
diplaster, diaci dan dilapisi cat,
dengan sistim dinding
pendukung sejajar (pararel
bearing wall) .
Pasangan dinding bata ringan,
diplaster, diaci dan dilapisi cat,
dengan sistim dinding
pendukung sejajar (pararel
bearing wall) .
Pintu menggunakan papan
dengan kusen dari kayu kelas III
; Jendela dari papan dengan
kusen dari kayu kelas III.
Pintu menggunakan panel baja
dan dengan rangka aluminium ;
Jendela menggunakan panel
kaca.
Pintu menggunakan pintu
teakwood dengan rangka
aluminium; Jendela
menggunakan panel kaca tebal
3 mm dengan rangka
aluminium.
Pintu menggunakan pintu
teakwood dengan rangka
aluminium; Jendela
menggunakan panel kaca tebal
3 mm dengan rangka
aluminium.
Pintu menggunakan pintu
teakwood dengan rangka
aluminium; Jendela
menggunakan panel kaca tebal
3 mm dengan rangka
aluminium.
Penutup lantai menggunakan
keramik lokal; sebagian besar
berupa lantai beton ekspos
Lantai kayu / papan.
Lantai pelat beton (tebal 10 cm). Lantai beton ekspos tanpa
penutup lantai.
Lantai beton ekspos tanpa
penutup lantai.
Lantai beton ekspos tanpa
penutup lantai.
Mencakup peralatan sanitair
sederhana (contoh: kloset
jongkok), catu daya listrik,
mekanikal elektrikal dan
plumbing .
Mencakup peralatan sanitair
sederhana (contoh: kloset
jongkok), catu daya listrik,
mekanikal elektrikal dan
plumbing .
Mencakup peralatan sanitair
sederhana (contoh: kloset
jongkok), catu daya listrik,
mekanikal elektrikal dan
plumbing .
Mencakup peralatan sanitair
sederhana (contoh: kloset
jongkok), catu daya listrik,
mekanikal elektrikal dan
plumbing .
Mencakup peralatan sanitair
sederhana (contoh: kloset
jongkok), catu daya listrik,
mekanikal elektrikal dan
plumbing .
Tanpa M/E : AC Central; Lift, dll Termasuk M/E : AC Central,
Lift, dll
Termasuk M/E : AC Central,
Lift, dll
DINDING
PINTU DAN JENDELA
BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT
BANGUNAN GUDANG
-
Mencakup peralatan sanitair
sederhana (contoh: kloset
jongkok), catu daya listrik,
mekanikal elektrikal dan
plumbing .
Alokasi biaya untuk konsultan
perencana dan konsultan
pengawas. Asumsi besaran
biaya berkisar 3% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk konsultan
perencana dan konsultan
pengawas. Asumsi besaran
biaya berkisar 3% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk konsultan
perencana dan konsultan
pengawas. Asumsi besaran
biaya berkisar 3% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk konsultan
perencana dan konsultan
pengawas. Asumsi besaran
biaya berkisar 3% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk konsultan
perencana dan konsultan
pengawas. Asumsi besaran
biaya berkisar 3% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk konsultan
perencana dan konsultan
pengawas. Asumsi besaran
biaya berkisar 3% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk konsultan
perencana dan konsultan
pengawas. Asumsi besaran
biaya berkisar 3% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk konsultan
perencana dan konsultan
pengawas. Asumsi besaran
biaya berkisar 3% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk perijinan
bangunan. Asumsi besaran
biaya berkisar 1,5% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk perijinan
bangunan. Asumsi besaran
biaya berkisar 1,5% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk perijinan
bangunan. Asumsi besaran
biaya berkisar 1,5% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk perijinan
bangunan. Asumsi besaran
biaya berkisar 1,5% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk perijinan
bangunan. Asumsi besaran
biaya berkisar 1,5% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk perijinan
bangunan. Asumsi besaran
biaya berkisar 1,5% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk perijinan
bangunan. Asumsi besaran
biaya berkisar 1,5% dari total
biaya konstruksi.
Alokasi biaya untuk perijinan
bangunan. Asumsi besaran
biaya berkisar 1,5% dari total
biaya konstruksi.
Anggaran biaya tambahan untuk
alokasi keuntungan
pengembang, besaran biaya
berkisar 10% dari total biaya
konstruksi.
Anggaran biaya tambahan untuk
alokasi keuntungan
pengembang, besaran biaya
berkisar 10% dari total biaya
konstruksi.
Anggaran biaya tambahan untuk
alokasi keuntungan
pengembang, besaran biaya
berkisar 10% dari total biaya
konstruksi.
Anggaran biaya tambahan untuk
alokasi keuntungan
pengembang, besaran biaya
berkisar 10% dari total biaya
konstruksi.
Anggaran biaya tambahan untuk
alokasi keuntungan
pengembang, besaran biaya
berkisar 10% dari total biaya
konstruksi.
Anggaran biaya tambahan untuk
alokasi keuntungan
pengembang, besaran biaya
berkisar 10% dari total biaya
konstruksi.
Anggaran biaya tambahan untuk
alokasi keuntungan
pengembang, besaran biaya
berkisar 10% dari total biaya
konstruksi.
Anggaran biaya tambahan untuk
alokasi keuntungan
pengembang, besaran biaya
berkisar 15% dari total biaya
konstruksi.
Catatan :
Asumsi besaran persentase profesional fee, IMB dan keuntungan kontraktor dapat disesuaikan untuk setiap lokasi berdasar standar yang berlaku setempat.
Fly UP