...

22 Februari 2008 BERITA PERANAN BIOTEK PERTANIAN

by user

on
Category: Documents
2

views

Report

Comments

Transcript

22 Februari 2008 BERITA PERANAN BIOTEK PERTANIAN
22 Februari 2008
BERITA
PERANAN BIOTEK PERTANIAN DALAM PERMASALAHAN KELANGKAAN
AIR
Bioteknologi memiliki peranan berharga dalam menghadapi tantangan akan kelangkaan air di
negara-negara berkembang. Namun, banyak aplikasi bioteknologi di wilayah ini yang belum
memenuhi potensi sepenuhnya guna memberikan solusi praktis bagi para pengguna akhir di
negara berkembang. Hal ini merupakan kesepakatan dari konferensi lewat email yang
difasilitasi oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang menarik minat lebih dari
400 peserta.
Dokumen ringkasan mengenai “Mengatasi kelangkaan air di negara berkembang: Apa
peranan bagi bioteknologi pertanian” membicarakan tiga bahasan utama, yakni: aplikasi
bioteknologi guna mengembangkan tanaman dengan peningkatan ketahanan terhadap
kekeringan atau efisiensi penggunaan air; penggunaan cendawan mikoriza dan bakteri sebagai
sejenis biofertilizer; dan penggunaan bioteknologi dalam perlakuan air limbah.
Kunjungi http://www.fao.org/biotech/logs/C14/summary.htm untuk dokumen ringkasan
tersebut.
AFRIKA
NABNet: PERBAIKAN VARIETAS BARLEY BAGI AFRIKA UTARA
North Africa Biosciences Network (NABNet), salah satu dari empat jaringan kerja
NEPAD/Prakarsa Bioscience, telah memulai sebuah proyek yang bertujuan untuk perbaikan
produksi barley di Afrika Utara. Hasil barley yang sedikit di wilayah tersebut telah disebabkan
oleh kurangnya kultivar-kultivar toleran kekeringan dan salinitas. Meskipun varietas yang
tersedia di Afrika Utara sebagian besar sesuai untuk konsumsi hewan ternak, para penduduk
mulai mengkonsumsinya dikarenakan kurangnya alternatif yang lebih baik, direktur NABNet
Prof Mohamed Elarbi mencatat. Sejalan dengan hal ini, WABNet menyelenggarakan sebuah
pertemuan para ahli di Tunisia baru-baru ini guna meninjau kemajuan proyek yang berjudul
”Perbaikan genetika kualitas nutrisi dan toleransi terhadap kekeringan dan salinitas dari plasma nutfah
barley Afrika Utara” yang ditujukan bagi perbaikan tanaman tersebut. Dengan pendanaan dari
Badan Pembangunan Internasional Kanada, tim Barley NABNet setuju untuk mencari
kolaborasi dari organisasi-organisasi regional dan internasional yang relevan guna melakukan
evaluasi sumberdaya genetika menyeluruh, karakterisasi fisiologi dan biochemical, perbaikan
bioteknologi dan pengkajian lapangan. Lembaga yang terlibat dalam proyek tersebut antara
lain National Research Centre (NRC) dan Agricultural Genetic Engineering Research Institute
(AGERI) Mesir; Centre de Biotechnology de Borj Cedria (CBBC) Tunisia dan Institut National de la
Recherche Agronomique (INERA) serta Institut National de La Recherche Agronomique (INRAA)
Algeria.
Untuk informasi lebih lanjut hubungi Prof Elarbi ([email protected] ) atau Daniel Otunge
dari ISAAA AfriCenter ([email protected] ).
AMERIKA
KETAHANAN TERHADAP TOKSIN BT: SEBUAH TINDAKAN
EVOLUSIONER
Para peneliti dari University of Arizona yang diketuai oleh Bruce Tabashnik, seorang ahli
entomologi terkenal, baru-baru ini telah mempublikasikan sebuah artikel dalam jurnal Nature
Biotechnology mengenai kemungkinan dari enam hama serangga pemamah memperoleh
ketahanan terhadap toksin Bt yang terkandung dalam kapas Bt dan jagung Bt transgenik.
Analisis yang dilakukan oleh kolaborasi riset di Australia, Cina, Spanyol dan Amerika
membuktikan bahwa ketahanan dari hama kapas bollworm Asia Tenggara (Helicoverpa zea)
tersebut terhadap kapas Bt dapat meningkat dari sebuah proses evolusioner alami. Namun,
hama serangga lainnya, seperti pink bollworm, hama paling penting di Baratdaya Amerika,
seperti halnya penggerek jagung yang ditemukan di Eropa dan Asia tidak berubah
sensitivitasnya terhadap toksin Bt.
Dampak ekonomi dari peningkatan resistensi hama kapas bollworm terhadap kapas Bt
berkurang seiring dengan berkurangnya luasan hektar tanaman kapas Bt dengan gen tunggal
cry2Ac. Sebagai tambahan, kapas Bt dengan dua gen unggul cry2Ac dan cry2Ab telah tersedia
bagi pengendalian hama saat budidaya. Alat pengaturan serangga lainnya dibicarakan dalam
laporan lengkap.
Untuk rincian, lihat laporan penelitian lengkap
di: http://www.nature.com/nbt/journal/v26/n2/pdf/nbt1382.pdf
ASIA PASIFIK
BUDIDAYA TANAMAN GM DI BANGLADESH
M. Abdul Aziz, Sekretaris Pertanian Bangladesh, menekankan adanya kebutuhan untuk
mengembangkan dan membudidayakan tanaman-tanaman hasil modifikasi genetika di negara
tersebut. Ia menambahkan bahwa terpisah dari hama dan penyakit, Bangladesh kini sedang
menghadapi permasalahan berat terkait salinitas, kekeringan dan genangan yang dapat diatasi
oleh pengembangan varietas-varietas tanaman yang tahan. Sekretaris Pertanian memberikan
pandangan ini selama dua workshop terpisah mengenai “Implementasi Kerangka Kerja
Biosafety Nasional dan Pedoman Biosafety Bangladesh” dan “Manajemen penyesuaian dari
percobaan lapangan terbatas tanaman transgenik” yang diselenggarakan di Bangladesh
Agricultural Research Council (BARC), Dhaka. Kedua workshop disponsori oleh South Asia
Biosafety Program (SABP) dari AGBIOS, sebuah perusahaan Kanada yang didedikasikan untuk
menyediakan kebijakan umum, regulasi dan keahlian pengkajian risiko bagi produk-produk
bioteknologi.
Kini, percobaan lapangan terbatas dilakukan pada Golden Rice, Bt Brinjal, dan Kentang
Tahan hawar daun (Late Blight).
Untuk mengetahui mengenai perkembangan biotek di Bangladesh, email Dr. Khondoker
Nasiruddin dari Bangladesh Biotechnology Information Center di [email protected]
EROPA
PORTUGAL: TAMBAHAN TIGA KALI LIPAT LUASAN AREA JAGUNG GM
Kementerian Pertanian Portugis telah merilis sebuah pernyataan mengenai status budidaya
jagung transgenik di negara tersebut. Laporan tersebut menyatakan bahwa pada tahun 2007,
Portugal menanam jagung hasil rekayasa genetika pada lahan seluas 4.199 hektar, sebuah
peningkatan tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Hal ini berarti bahwa 3,6 persen dari area
jagung total di negara tersebut ditanami tanaman transgenik.
Para pegawai Kementerian Pertanian melakukan inspeksi acak guna mengawasi persilangan
tak disengaja dari jagung Bt dengan lahan di sebelahnya. Dalam 38 persen pemeriksaan, para
pegawai itu tidak mampu mendeteksi jagung GM di lahan jagung konvensional. Di lain
pihak, proporsi jagung GM tetap dibawah 0,3 persen untuk 80 persen pemeriksaan. Hal ini
tergolong baik dibawah ambang pelabelan Uni Eropa 0,9 persen. Perundang-undangan
koeksistensi di negara tersebut mensyaratkan jarak minimal 200 meter antara lahan GM dan
konvensional.
Baca lebih lanjut di http://www.coextra.eu/news/news1161.html Laporan tersebut tersedia
di http://portal.minagricultura.pt/portal/page/portal/MADRP/PT/servicos/Imprensa/Documentos/RELAT
_ACOMP_2007-OGM2.pdf?_template=%20
RISET
PENGARUH KEKERINGAN TERHADAP PERUBAHAN GETAH XYLEM
JAGUNG
Xylem tanaman berfungsi sebagai saluran utama bagi aliran air dan mineral dari akar ke
pucuk. Suatu deretan luas senyawa meliputi asam amino, asam organik, hormon tanaman dan
metabolit lainnya ditransportasikan melalui getah xylem. Senyawa-senyawa tersebut
dilibatkan dalam pemberian tanda. Dengan menggunakan spektrometri massa, para ilmuwan
dari Donald Danforth Science Center mempelajari perubahan dalam komponen getah xylem
selama stres kekeringan.
Fitohormon asam absisik (ABA) dan sitokinin ditemukan ada dalam konsentrasi yang lebih
tinggi selama stres kekeringan. Level tinggi hormon-hormon ini akan diperlukan bagi
pengaturan stomatal aperture (minimalisasi kehilangan air). Beberapa fenilpropanoid (asam
ferulik, coumaric, dll) juga ditemukan dalam getah tersebut. Fenilpropanoid secara normal
melindungi tanaman dari serangan herbivora dan mikroba. Namun, selama stress kekeringan
peningkatan level senyawa-senyawa ini dapat mengakibatkan pengurangan sintesis lignin
dalam xylem (modifikasi dinding sel) dan dapat menginduksi pengerasan dinding.
Para pelanggan jurnal Plant, Cell and Environment dapat mengakses paper lengkap di
http://www.blackwellsynergy.com/action/showPdf?submitPDF=Full+Text+PDF&doi=10.1111%2Fj.13653040.2007.01770.x
PENGUMUMAN
VIDEO STATUS GLOBAL KOMERSIALISASI TANAMAN BIOTEK
Dr. Clive James, ketua dewan direksi International Service for the Acquisition of Agri-biotech
Applications (ISAAA), melaporkan mengenai status global komersialisasi tanaman
biotek/hasil rekayasa genetika pada tahun 2007 dalam sebuah video berdurasi singkat. Video
tersebut menyoroti luasan akre 2007 meliputi jumlah petani dan tanaman yang ditanam,
dampak tanaman biotek terkait dengan perolehan keuntungan, dan prospek masa depan
tanaman biotek untuk periode 2006 – 20015. Video tersebut dapat dilihat di
http://www.isaaa.org/resources/publications/briefs/37/reportsummary/. Ringkasan
Eksekutif laporan tersebut (tersedia dalam bahasa yang berbeda), dan slide presentasi juga
dapat didownload di website ISAAA.
Fly UP