...

Gas Metana Untuk Pengembangan Fuel Cell

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Gas Metana Untuk Pengembangan Fuel Cell
~ Gas Metana Untuk Pengembangan Fuel Cell
Potensi Metana Terbuang Percuma
Akibat kesalahan prosedur dalam pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah di Indonesia,
potensi gas metana yang ada jadi mubazir. Padahal, reduksi gas metana paling berpotensi
ditawarkan masuk program untuk mendapatkan insentif dari negara maju sesuai dengan
Protokol Kyoto.
Demikian hasil studi Badan Pengkajian dan Penerapan Tek­nologi (BPPT) bekerja lama denga
n Tohoku Electric Power dan
Kajima, Jepang.
"Jumlah komposisi sampah or­ganik di Indonesia lebih banyak, sekitar 60 persen, semestinya
menghasilkan metana berlimpah.
1Dari hasil studi melalui penge­
boran tempat pembuangan akhir
(TPA) sampah di beberapa kota,
gas,metana terdeteksi relatif se­
dikit akibat prosedur
sanitary
landfill
(pengelolaan sampah de­
ngan pengurukan) tak berjalan,"
kata Koordinator Tim. Mekanis­
me Pembangunan Bersih (Clean
Development Mechanism/CDM) BPPT Irhan Febijanto, Minggu
(7/10) di Jakarta.
Gas metana memiliki daya rusak atmosfer 21 kali lipat karbon dioksida. Proses pembentukan n
ya dari pelapukan sampah or­
ganik Menurut Irhan, selama ini
untuk mengurangi metana di
TPA terlepas ke alam biasanya
disalurkan ke pipa lalu dibakar. Pembakaran itu untuk mengubah metana jadi gas karbon
1/3
~ Gas Metana Untuk Pengembangan Fuel Cell
dioksida.
"Namun, hampir di semua TPA cara ini tidak bisa berjalan se­bagaimana semestinya," katanya.
Mengenai salah prosedur TPA, Irhan mengingatkan, semestinya sampah yang baru tiba segera
ditutup tanah. Proses
pelapukan kemudian akan berlangsung an­
aerob, yaitu tanpa oksigen. Saat
ini proses pelapukannya justru secara terbuka atau secara aerob
dengan oksigen sehingga jumlah metana yang terbentuk pun tidak
optimal. Akibatnya, potensi pro­
duksi metana menjadi terbuang.
"Dari lapisan sampah yang ter­tutup tanah, gas metana bisa di­ambil melalui penyaluran pipa.
Program tim CDM BPPT sejauh
ini mengupayakan reduksi me­
tana melalui pembakaran. Mes­
tinya tiap pemerintah daerah juga
mampu mendorong supaya ter­
jadi industrialisasi untuk mem­
produksi metana," kata Irhan.
Industrialisasi metana itu sen­diri diyakini mampu menunjang ekonomi serta perbaikan iklim sec
ara global. Dari metana bisa
dihasilkan 90 persen hidrogen
dan 10 persen karbon dioksida.
Hidrogen itu kemudian diguna­
kan untuk bahan bakar
fuel cell
(teknologi produksi energi ber­
bahan bakar hidrogen) yang pa­
ling ramah lingkungan dengan menghasilkan limbah air murni.
Eniya Listiani Dewi, peneliti fuel cell BPPT, menambahkan bahwa selama ini ada ketergan­tung
an impor metana untuk pe­
ngembangan
2/3
~ Gas Metana Untuk Pengembangan Fuel Cell
fuel cell.
Di antara­
nya, untuk membeli metana ha­
rus impor dari negara terdekat
seperti Singapura. Harga metana
dengan kapasitas 7.000 liter saja
bisa mencapai Rp 12 juta.
"Kalau produksi metana dila­kukan di dalam negeri, meng­ingat potensi berlimpah, ini akan me
nunjang pengembangan tek­
nologi
fuel cell
untuk mempro­
duksi listrik di Indonesia dengan
limbah air murni," kata Eniya.
Menurut Irhan, untuk menun­jang industrialisasi metana di In­donesia, pemerintah perlu memp
erbaiki regulasi yang ada. Re­
gulasi itu di antaranya mengatur
persoalan penciptaan infrastruk­
tur dengan memanfaatkan aset
pemerintah dengan diwajibkan
melalui tender.
Sumber: Kompas
3/3
Fly UP