...

mendengar aktif - E-Learning Poltekkes Tasikmalaya

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

mendengar aktif - E-Learning Poltekkes Tasikmalaya
KETERAMPILAN
MENDENGAR AKTIF
Dede Gantini, SST, M.Keb
TUJUAN




Menjelaskan keterampilan mendengar
Menjelaskan jenis-jenis pertanyaan
Menjelaskan alasan pentingnya bertanya dan
mendengarkan dalam konseling
Menerapkan keterampilan mendengarkan dan
bertanya yang efektif
Ibu Siti mahasiswa kelas karyawan
berkata ……
“ Saya tidak tahu harus bagaimana, rumah saya
cukup jauh, dalam keadaan sakit rasanya berat
bila harus pergi ke kampus naik angkot sendiri.
Suami saya seperti tidak peduli, dia sulit sekali
diminta untuk mengantar, selalu ada saja
alasannya. Sudah sering saya mengeluh, tapi tidak
juga berubah. Sebagai isteri, saya ingin
diperhatikan.
Dia
memang
sering
tidak
mendengarkan kata-kata saya, suami saya
sepertinya hanya takut kepada ibunya. Menurut
ibu, apa yang harus saya lakukan?”

Bagaimana reaksi verbal yang
akan anda katakan seandainya
mempunyai klien seperti Ibu Siti ?
Contoh tanggapan kasus Ibu Siti….





“Yaa…Ibu lebih baik minta tolong mertua saja
kalau begitu” (Menasehati)
“Sama dengan saya, waktu saya sakit suami saya
juga tidak memperhatikan..” (Pengungkapan diri
untuk menunjukkan simpati)
“Oh, begitu, ya (sambil mengerjakan sesuatu)”
(Tidak memperdulikan)
“Ibu harus bisa meyakinkan suami” (Memerintah)
“Hati-hati lho jangan-jangan dia sudah bosan
dengan ibu” (Memperingati, menakut-nakuti)





“Itulah bu, ibu harus banyak berdoa. Itu cobaan
buat ibu, pasti ada hikmahnya” (Berkhotbah)
“Ibu, sih, kurang perhatian juga kepada suami”
(Mengkritik, mengadili)
“Ya, ibu kok mau saja diperlakukan seperti itu”
(Mempermalukan, mengejek)
“Barangkali ibu kurang membujuk suami”
(Menganalisa)
“Saya ikut sedih mendengarnya” (Menunjukkan
simpati)




“”Apakah ibu pernah minta tolong mertua untuk
menasehati suami?” (Bertanya)
“Putra ibu yang pertama sudah besar tentunya
ya..!” (Mengalihkan perhatian)
“Ibu tidak tahu harus berbuat bagaimana agar
suami memperhatikan ibu?” (Merefleksi isi,
merangkum)
“Ibu merasa kesal dan bingung karena sikap suami
ibu?” (Merefleksi perasaan)




Reaksi verbal mana yang akan membantu
meringankan beban pikiran Ibu Siti atau yang
membuat ia berbicara mengungkapkan pikiran dan
perasaannya ?
Yaitu ……………
“Ibu tidak tahu harus berbuat bagaimana agar
suami memperhatikan ibu?” (Merefleksi isi,
merangkum)
“Ibu merasa kesal dan bingung karena sikap
suami ibu?” (Merefleksi perasaan)

Mengapa reaksi verbal itu paling baik?

Reaksi verbal tersebut tepat karena sebagai klien,
Ibu Siti merasa “didengarkan” dan “dimengerti”



Reaksi verbal yang baik adalah mampu merefleksi
perasaan karena dengan refleksi ini apa yang ada
dilubuk hati klien didengar oleh konselor.
Setelah dapat mengenali perasaan, kemudian refleksi
isi (merangkum), selanjutnya konselor dapat mulai
bertanya untuk mengumpulkan keterangan lebih lanjut
tentang klien.
Sedangkan reaksi verbal yang lain meskipun mungkin
tidak salah tapi berdampak klien merasa tidak
didengar, kurang efektif untuk meredakan perasaan
negatif klien yang ada.
Ada 4 bentuk mendengarkan




Mendengar pasif (diam)
Memberi tanda perhatian verbal seperti :
yaa..lalu..oh,begitu..terus…
Membuka pintu, undangan untuk berbicara, yaitu :
mengajukan pertanyaan untuk mendalami dan
klarifikasi
Mendengar aktif, memberikan umpan
balik/merefleksikan isi ucapan dan perasaan yaitu :
merangkum, merefleksikan isi ucapan (paraphrasing),
dan terutama adalah refleksi perasaan
(Keterampilan mendengar aktif adalah keterampilan
dari ke 4 bentuk mendengarkan diatas…)
Mendengar pasif

Dilakukan antara lain bila klien sedang
menceritakan masalahnya, berbicara tanpa henti,
menggebu-gebu dengan ekspresi perasaan kesal
atau sedih. Selain itu bila klien berhenti sejenak,
pembimbing dapat mendengar pasif untuk
memberi kesempatan menenangkan diri.
Memberi tanda perhatian verbal

Dilakukan antara lain sewaktu klien berbicara
panjang tentang peristiwa yang terjadi pada
dirinya. Selain diam konselor mendengarkan
dengan memberi ungkapan kata verbal
oh…begitu, ya, lalu, untuk menyemangati klien
berbicara.
Mengajukan pertanyaan

Dilakukan bila konselor ingin mendalami apa yang
diucapkan/diceritakan klien, misal :
“ bagaimana hubungan ibu dengan saudarasaudara suami..?”
“apakah maksud ibu dengan perbuatan yang tidak
layak itu?”
Merefleksikan perasaan dan isi



Seyogyanya dilakukan sebagai cara utama.
Dengan merefleksi dapat mengecek apa yang
didengar sesuai dengan yang disampaikan
pembicara.
Misalnya : Jadi ibu merasa tidak dihargai ?
Maksud bapak peristiwa itu merubah pandangan
bapak tentang tenaga kesehatan ?
MENDENGAR & MENDENGARKAN


Mendengar : merupakan proses mendengar suara
melalui alat pendengaran (telinga) tanpa ada
proses si pendengar dalam menyerap apa-apa
yang didengar (HEAR-masuk kuping kiri keluar
kuping kanan)
Mendengarkan : suatu proses aktif yang
membutuhkan partisipasi aktif dari yang
mendengarkan (LISTENING)




Mendengarkan informasi yang disampaikan klien
sangat penting.
Seringkali kita mendengar namun tidak benarbenar mendengarkan
Misalnya : bicara dengan teman, kita mendengar
tapi kita tidak menyimak karena pikiran kita ke
hal-hal lain.
Mendengarkan aktif melibatkan dimensi verbal dan
non verbal dari klien maupun konselor.


Penelitian tentang interaksi klien-tenaga kesehatan
menunjukkan bahwa hanya satu pertiga dari yang
diucapkan tenaga kesehatan bersifat mendorong
klien untuk berbicara.
Sebagian besar bersifat netral (ucapan yang
membantu arus informasi klien dengan tenaga
kesehatan, tetapi tidak mendorong partisipasi aktif
klien), dan sering kali memotong pembicaraan klien,
memutuskan informasi yang penting yang
diperlukan dalam proses pengambilan keputusan


Merangkum adalah menyampaikan kembali hal-hal
inti dari ucapan klien setelah memberi kesempatan
kepada klien untuk berbicara beberapa waktu.
Dengan merangkum, klien mengetahui bahwa bidan
mendengarkan dan mengerti akan apa yang
dikatakannya.

Latihan mendengarkan………….
Tanggapan perilaku yg harus dimiliki bidan
agar mendukung mendengar aktif





Perhatian
Konsentrasi pada klien
Tidak memotong ucapan klien
Memberikan tanggapan non verbal
Memberikan tanda perhatian verbal, seperti
mengatakan : “Hmmmm” “ya”, “lalu”, “terus” atau
mengatakan satu kata kunci ucapan akhir klien

Bagaimana kita yakin bahwa orang yang
berbicara dengan kita mengerti apa yang
dikatakan atau dirasakan kita ??


Caranya adalah dengan merefleksi perasaan dan
isi percakapan. Dua cara ini sangat baik untuk
menjelaskan apa yang dirasa dan dipikirkan oleh
klien.
Melakukan refleksi yang tepat dan menghargai
perasaan klien, merupakan hal yg perlu dan
penting dalam konseling

Sebelum klien siap dan mau mengatasi situasinya,
mendengarkan pilihan-pilihan, dan mengambil
keputusan yang tepat berdasarkan informasi, ia
terlebih dahulu harus percaya bahwa konselor
mendengarkan dan mengerti akan perasaan,
kepentingan klien dan keprihatinannya.


Orang biasanya tidak dapat mengungkapkan
perasaan secara bebas. Namun, ungkapan
perasaan klien dapat ditangkap dari intonasi
suaranya, raut wajahnya maupun bahasa tubuhnya.
Klien yang mengungkapkan perasaannya hanya
secara non verbal, tenaga kesehatan dapat
memberitahukan apa yang dia ketahui mengenai
perasaan si klien.
Refleksi Isi (Paraphrasing)



Mengungkapkan kembali dengan kata-kata lain apa yang
dianggap sebagai inti dari apa yang baru dikatakan klien.
Merefleksi isi adalah menggunakan sebagian dari katakata si konselor yang ditambah dengan kata-kata klien.
Cara nya adalah dgn menggunakan kata-kata seperti :
“ jadi dengan kata lain…”
“ dari yang saya tangkap maksud ibu…”
“ Jadi yg terjadi adalah…”
“ maksud ibu bahwa…”
“ Ibu mengira…..”
Contoh refleksi isi..


Klien
:“Tiap hari saya selalu disibukan dengan
memasak,mencuci pakaian, menimba air, belum lagi
membersihkan rumah yang selalu kotor, dalam keadaan sakit
seperti ini saya ingin minta bantuan suami untuk mengerjakan
pekerjaan rumah adalah pekerjaan perempuan, padahal
mestinya tidak begitu,khan, bu. Namanya berumah tangga, ya
sama-sama, ya, khan, bu, apalagi saya sedang sakit begini!”
Anda :”oh..Ibu ingin minta bantuan suami mengerjakan
pekerjaan rumah tangga yang terasa berat dalam keadaan
sakit seperti sekarang ini,tapi tidak yakin suami mau”.
Refleksi Perasaan


Berhubungan dengan emosi dari klien. Perasaan
utama klien telah terpantau oleh konselor. Dengan
mengamati dan mendengarkan, kita dapat
membayangkan bagaimana perasaan klien. Lalu,
mengatakan apa yang dia pikirkan mengenai
perasaan klien.
Contoh : ketika klien kelihatan bingung, kita bisa
menunjukkan hal tersebut dengan mengatakan “Ibu
sepertinya bingung…”

Klien :“Tiap hari saya selalu disibukan dengan memasak,
mencuci pakaian, menimba air, belum lagi membersihkan
rumah yang selalu kotor, dalam keadaan sakit seperti ini saya
ingin minta bantuan suami untuk mengerjakan pekerjaan
rumah adalah pekerjaan perempuan, padahal mestinya tidak
begitu,khan, bu. Namanya berumah tangga, ya sama-sama,
ya, khan, bu, apalagi saya sedang sakit begini!”

Anda: ”Ibu merasa kesal dengan sikap suami yang tidak
membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga dalam
keadaan hamil seperti sekarang ini”
Refleksi perasaan mencakup 3 tujuan :



Dengan melakukan refleksi, klien berfikir mengenai
bagaimana perasaannya
Konselor mengetahui apakah klien itu mengalami
kebingungan, dan
Jika ada kebingungan, klien dan konselor akan
meluruskannya melalui diskusi.
Perbedaan merangkum dan refleksi isi

Merangkum hampir sama dengan refleksi isi, namun
berbeda. Merangkum dilakukan setelah beberapa
waktu yang lebih lama dan mencakup beberapa
informasi yang diucapkan klien dan biasanya
digunakan di awal dan akhir percakapan, untuk
transisi (peralihan) antar topik, atau untuk
memberikan penjelasan panjang terhadap masalah
klien yang rumit.
Contoh kasus


“ Saya tidak tahu harus bagaimana saat ini.
Bagaimana mungkin suami lebih mendengarkan
temannya daripada mendengarkan istrinya.Saya
ingin melahirkan dibantu bu bidan yang sudah
tahu kondisi saya,tapi suami saya mengatakan
dengan ibu ijah saja,dukun bayi yang melahirkan
anak temannya.Saya tidak ingin kejadian seperti
persalinan pertama saya terjadi lagi,bu”
Tuliskan refleksi isi dan perasaannya !!

“Ibu merasa kesal karena pendapat suami berbeda
dengan pendapat ibu!”
Latihan 1

Klien : “Sudah 4 minggu saya tidak berbicara
dengan suami saya, saya merasa dia tidak lagi
mencintai saya, dia lebih mencintai pekerjaannya,
tidak memperdulikan lagi anak istrinya, bagaimana
saya tidak marah waktu itu, bu. Saya hanya minta
dia ke sekolah anak kami yang pertama sebentar
saja memenuhi panggilan guru, eh dia tidak mau,
padahal dia tahu saya sedang merawat anak
kedua kami yang demam dan saya sedang dalam
masa pemulihan operasi usus buntu saya, coba ibu
bayangkan !”

“Ibu merasa kesal dan marah pada suami karena
ia tidak memperhatikan keluarga!”
Latihan 2

Klien : “ Aduh, bu. Kondisi saya kali ini kok tidak
seperti biasanya, sih. Dulu saya masih kuat
menimba air, mengepel, jalan-jalan, sekarang
badan saya rasanya lemas terus, tidak ada tenaga,
saya lalu harus bagaimana, bu..!”

“Ibu merasa tidak nyaman dengan kondisi ibu kali
ini “
Latihan 3

Klien : “Saya tidak tahu harus bagaimana, sebentar
lagi saya melahirkan, kalau saya akan melahirkan
dalam waktu dekat, suami saya sedang bertugas
ke luar kota selama 2 bulan, anak saya yang
pertama baru 2 tahun, tidak bisa diam, kalau saya
titipkan ke neneknya, takut neneknya keberatan,
tidak kuat, karena sudah tua, paling memungkinkan
saya titipkan ke kakak ipar saya yang tinggal satu
kampung, tapi saya takut merepotkan, anaknya
sendiri masih kecil..”

“Ibu bingung siapa yang akan merawat putra ibu
kalau nanti melahirkan sementara suami tidak ada
dirumah”

KETERAMPILAN BERTANYA
Jenis pertanyaan




Pertanyaan tertutup
Pertanyaan terbuka
Pertanyaan mendalam
Pertanyaan mengarahkan
Pertanyaan tertutup


Kegunaan : Untuk menanyakan riwayat kesehatan,
data diri
Contoh :
“ Apakah ibu bekerja ?”
“ Apakah ibu pernah keguguran sebelumnya?”
Pertanyaan terbuka


Kegunaan : Untuk mempelajari perasaan,
kepercayaan dan pengetahuan klien
Contoh :
“ Bagaimana perasaan ibu sekarang..?”
“ Bagaimana pendapat suami dengan keputusan
ibu untuk dirawat disini..?”
Pertanyaan mendalam


Kegunaan : Untuk menanggapi pernyataan klien
Contoh :
“ Ibu tadi mengatakan bahwa ibu pernah jatuh,
bisa ibu ceritakan lebih lanjut ?”
“ Apakah maksud ibu dengan peristiwa yang
menakutkan itu ?”
Pertanyaan mengarahkan


Tidak tepat digunakan
Contoh :
“ Tentunya ibu tidak inginkan masuk rumah sakit
lagi ?”
Tujuan mendengarkan dan bertanya





Mendorong klien unutk berbicara
Menunjukkan minat dan perhatian kita terhadap
klien
Meningkatkan kesadaran kita terhadap perasaan
klien
Untuk memperoleh informasi
Memberi suatu arahan percakapan terhadap klien
Latihan membuat pertanyaan



Apakah ibu senang dengan perkembangan
kesehatan suami ibu ini ?
Apakah suami ibu menerima keputusan ibu untuk
dirawat disini?
Apakah suami ibu setuju dengan rencana ibu itu ?


Apakah ibu setuju dengan pendapat teman ibu itu ?
Apakah ibu ingin suami ibu yang mengantarkan ibu
ketika akan pergi ke rumah sakit ?

WASSALAM………………..
Fly UP