...

pengaruh kecanggihan teknologi informasi, kemampuan teknik

by user

on
Category: Documents
2

views

Report

Comments

Transcript

pengaruh kecanggihan teknologi informasi, kemampuan teknik
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 3, No. 1 Tahun 2015 )
PENGARUH KECANGGIHAN TEKNOLOGI INFORMASI,
KEMAMPUAN TEKNIK PEMAKAI, DAN DUKUNGAN MANAJEMEN
PUNCAK TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Studi Empiris pada PT PLN (Persero) Area Bali Utara (Kantor Pusat)
1
Luh Nanda Yogita Fani
Nyoman Ari Surya Darmawan, 2I Gusti Ayu Purnamawati
1
Jurusan Akuntansi Program S1
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail : { [email protected], [email protected],
[email protected] [email protected]
Abstrak
Teknologi informasi merupakan suatu kebutuhan bagi organisasi yang dapat
membantu kinerja organisasi dan individu. Pihak-pihak yang berkepentingan dalam
penggunaan informasi keuangan meliputi pihak internal dan eksternal. Sistem informasi
akuntansi memberi kesempatan bagi pebisnis untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas dalam pengambilan keputusan sehingga memungkinkan perusahaan
memperoleh keunggulan kompetitif. Sistem Informasi Akuntansi dianggap sebagai
faktor penting dalam pencapaian kinerja yang lebih besar terutama dalam proses
pengambilan keputusan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecanggihan teknologi
informasi, kemampuan teknik pemakai, dan dukungan manajemen puncak terhadap
kinerja sistem informasi akuntansi. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai PT. PLN
(Persero) Area Bali Utara (Kantor Pusat) di bidang akuntansi, keuangan, anggaran,
penglolaan pendapatan, perencanaan sistem, dan manajemen puncak. Sedangkan
objek penelitiannya yaitu kinerja sistem informasi akuntansi. Populasi dalam penelitian
ini adalah seluruh karyawan PT. PLN (Persero) Area Bali Utara (Kantor Pusat) dan
sampel dalam penelitian adalah ini berjumlah 35 orang . Pengujian hipotesis dilakukan
menggunakan regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel kecanggihan teknologi informasi,
kemampuan teknik pemakai, dan dukungan manajemen puncak secara parsial dan
simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.
Kata kunci : Teknologi Informasi, Manajemen, Sistem, Akuntansi.
Abstract
Information technology becomes a primary and essential need for the institution
supporting either the organization as well as individual performances. The parties
interested in using the financial information involved those come from either the internal
and external aspects. Acccounting information system provides wide opportunities for
any businessmen to accelerate efficiency and effectiveness in making decision that
they could obtain higher competitive excellence. Accounting information system is
considered to play greater role in obtaining better performance interms of the decision
making process.
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 3, No. 1 Tahun 2015 )
The aim of this study was to find out the effect of sophisticated information
technology, user’s technical capability, and the top management support on the
accounting information system performances. The subjects of the study involved all the
office staffs of PT. PLN (Persero) around north Bali area (central office) in the field of
accounting, financial, budgeting, income management, system planning, and top
management. While the research object is the performance of accounting information
systems. The population in this study were all employees of PT. PLN (Persero) North
Bali Area (Head Office) and the sample is numbered 35 people. Hypothesis testing is
done using multiple linear regression.
The results indicated that the variable of sophisticated information technology,
technical capability of the users, and the endorsement of the top management could
contribute positive and significant affect either partially or simultaneously on the
performance of accouting information system.
Key-words: Information Technology, Management, Systems, Accounting
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi
telah banyak membantu meningkatkan
sistem informasi akuntansi (SIA) dalam
bidang akuntansi. Peningkatan penggunaan
teknologi komputer sebagai salah satu
bentuk teknologi informasi yang telah
mengubah pemrosesan data akuntansi dari
secara manual menjadi secara otomatis.
Dengan menggunakan komputer informasi
yang akan disajikan akan menjadi lebih
tepat, cepat dan akurat. Pengaruh komputer
sangat besar bagi perusahaan dalam hal
sistem
informasi,
dan
pengambilan
keputusan manajemen. SIA dirancang untuk
mengatur arus dan pengelolaan data
akuntansi dalam perusahaan sehingga data
keuangan yang ada dalam perusahaan dapat
bermanfaat dan dijadikan dasar pengambilan
keputusan, baik bagi pihak manejman
maupun pihak lain di luar perusahaan.
Teknologi informasi merupakan suatu
kebutuhan bagi organisasi yang dapat
membantu kinerja organisasi dan individu.
Pihak-pihak yang berkepentingan dalam
penggunaan informasi keuangan meliputi
pihak internal dan eksternal. Pihak internal
yang berkepentingan dalam penggunaan
informasi keuangan terdiri dari para manajer
dan karyawan perusahaan. Sedangkan
pengguna eksternal meliputi pihak-pihak
yang berkepentingan diluar perusahaan.
Sistem informasi akuntansi memberi
kesempatan
bagi
pebisnis
untuk
meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam
pengambilan
keputusan
sehingga
memungkinkan perusahaan memperoleh
keunggulan kompetitif (Edison et al., 2012).
Sistem Informasi Akuntansi dianggap
sebagai faktor penting dalam pencapaian
kinerja yang lebih besar terutama dalam
proses pengambilan keputusan (Aleqab dan
Adel, 2013).
Kecanggihan teknologi yang ada tidak
akan ada artinya jika dalam perencanaan
sistemnya tidak memperhatikan faktor
manusia sebagai pemakainya, maka dapat
dipastikan akan terjadi banyak hambatan
yang disebabkan adanya ketidaksesuaian
antara teknologi yang digunakan dengan
pemakainya.
Keberhasilan
sebuah
perusahaan
dalam mencapai tujuannya dan memenuhi
kebutuhan masyarakat sangat tergantung
dari kinerja perusahaan dan manajer
perusahaan
di
dalam
melaksanakan
pertanggung jawabannya. Kinerja mengarah
pada tingkat pencapaian pelaksanaan suatu
kegiatan dalam periode tertentu. Baik
buruknya kinerja dari sebuah Sistem
Informasi, dapat dilihat dari kepuasaan
pemakai sistem informasi itu sendiri.
Perusahaan yang menyadari pentingnya
peningkatan
kinerja
sistem
informasi
akuntansi akan selalu memperhatikan faktor
– faktor apa saja yang dapat mempengaruhi
kinerja dari sistem informasi akuntansi
tersebut.
Efektivitas kinerja sistem informasi
akuntansi dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor antara lain : keterlibatan pemakai
pengguna dalam pengembangan sistem
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 3, No. 1 Tahun 2015 )
informasi, kemampuan teknik personal
sistem
informasi,
ukuran
organisasi,
dukungan top manajemen, formalisasi
pengembangan SIA, program pelatihan dan
pendidikan pengguna SIA, keberadaan
komite
pengendali
SIA
dan
lokasi
departement SIA (Acep Komara 2005,
Luciana Spica dan Irmaya 2007 ). Hasil
penelitian Nugerahamawati (2013) hanya
menunjukan
beberapa
faktor
yang
mempengaruhi kinerja SIA yaitu partisipasi
pemakai sistem informasi, kemampuan
pemakai sistem informasi, dan ukuran
organisasi. Walaupun mengacu pada
penelitian Nugerahamawati (2013) tetapi
penulis akan meneliti tiga faktor yang
mempengaruhi kinerja Sistem Informasi
Akuntansi yaitu yang mempengaruhi kinerja
SIA yaitu kecanggihan teknologi informasi,
kemampuan teknik pemakai, dan dukungan
manajemen puncak.
Teknologi informasi yaitu komputer
sangat membantu kinerja dalam organisasi.
Teknologi informasi dapat berjalan dengan
efektif apabila anggota dalam organisasi
dapat menggunakan teknologi dengan baik
dan
sangat
penting
bagi
individu
(Rahmawati, 2008).
Kemampuan Teknik personal Pemakai
Sistem Informasi sangat bermanfaat dan
berperan penting dalam pengembangan
sistem informasi untuk dapat menghasilkan
informasi
guna
menciptakan
laporan
perencanaan yang akurat. Selain itu suatu
sistem informasi akan lebih bermanfaat
dalam membantu aktivitas apabila personel
yang
menggunakan
sistem
informasi
tersebut,
memiliki
kemampuan
untuk
mengoperasikan sistem informasi tersebut.
Dukungan Manajemen Puncak juga
memiliki pengaruh terhadap penggunaan
sistem informasi akuntansi, karena sistem
yang dipilih oleh manajemen puncak pasti
bertujuan untuk memajukan perusahaan.
PT. PLN (Persero) merupakan Badan
Usaha Milik Negara yang bergerak dalam
bidang penyediaan dan pendistribusian
energi listrik bagi masyarakat. Salah satu
unitnya yaitu PT. PLN (Persero) Area Bali
Utara memiliki peran sangat vital dalam
penyediaan
tenaga
listrik
tegangan
menengah di Bali. PT. PLN (Persero) secara
terus
menerus
ingin
meningkatkan
profesionalisma dalam pelayanan, sehingga
secara langsung dapat meningkatkan
kepuasan pelanggan.
Alasan peneliti mengambil sampel
penelitian di PT. PLN (Persero) Area Bali
Utara adalah karena pada PT. PLN tersebut
merupakan jenis perusahaan yang sudah
berkembang secara internasional dan sudah
memakai penggunaan teknologi informasi
yang berkembang.
Dari uraian diatas, maka dapat
dirumuskan rumusan masalah sebagai
berikut: (1) apakah kecanggihan teknologi
informasi mempunyai pengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja sistem informasi
akuntansi, (2) apakah kemampuan teknik
pemakai mempunyai pengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja sistem informasi
akuntansi, (3) apakah dukungan manajemen
puncak mempunyai pengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja sistem informasi
akuntansi, (4) apakah kecanggihan teknologi
informasi, kemampuan teknik pemakai, dan
dukungan manajemen puncak mempunyai
pengaruh simultan terhadap kinerja sistem
informasi akuntansi.
Untuk menjawab rumusan masalah
tersebut, maka tujuan dari penelitian ini
adalah
untuk
mengetahui
pengaruh
kecanggian teknologi informasi, kemampuan
teknik pemakai, dan dukungan manajemen
puncak terhadap kinerja sistem informasi
akuntansi.
Menurut Haag den Keen (1996) dalam
Nugerahamawati (2013), Teknologi Informasi
adalah seperangkat alat yang memebantu
anda bekerja dengan informasi dan
melakukan tugas – tugas yang berhubungan
dengan pemrosesan informasi. Teknologi
informasi yaitu komputer sangat membantu
kinerja dalam organisasi. Teknologi informasi
dapat berjalan dengan efektif apabila
anggota
dalam
organisasi
dapat
menggunakan teknologi dengan baik dan
sangat penting bagi individu. Menurut
penelitian yang dilakukan oleh Alannita dan
Ngurah
(2014)
menunjukan
bahwa
Kecanggihan Teknologi Informasi terdapat
pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja
Individu.
Berdasarkan penelitian diatas, maka
dapat disimpulkan hipotesis penelitian ini
adalah :
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 3, No. 1 Tahun 2015 )
H1 : Kecanggiahn teknologi informasi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja sistem informasi akuntansi.
Pemakai atau pengguna merupakan
suatu hal yang tidak terlepas penerapan
teknologi, selain itu keberadaan manusia
sangat berperan penting dalam penerapan
teknologi. Kecanggihan teknologi yang ada
tidak akan ada artinya jika dalam
perencanaan
sistemnya
tidak
memperhatikan faktor manusia sebagai
pemakainya, maka dapat dipastikan akan
terjadi banyak hambatan yang disebabkan
adanya ketidaksesuaian antara teknologi
yang digunakan dengan pemakainya.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh
Annisa (2012) yang menunjukkan bahwa
kemampuan teknik Personal sistem informasi
akuntansi berpengaruh terhadap kinerja
individu. Selain itu, penelitian yang dilakukan
oleh Liyagustin (2010), Alannita dan Ngurah
(2014), dan Astuti (2013) juga menunjukkan
hasil yang sama.
Berdasarkan penelitian tersebut, maka
dapat disimpulkan hipotesis penelitian ini
adalah :
H2
:
Kemampuan
teknik
pemakai
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja sistem informasi akuntansi.
Menurut Chen dan Paulraj (2004)
mendefinisikan
dukungan
manajemen
puncak yaitu berkomitmen pada waktu,
biaya, dan sumber daya untuk mendukung
supplier agar terjadi kemitraan pada jangka
panjang dan perusahaan juga dapat
berlangsung berproses secara stabil. Salah
satu hal yang penting bagi manajemen
puncak dalam menjalankan bisnis adalah
harus dapat selalu mengembangkan dan
menciptakan satu nilai bagi perusahaan agar
dapat meningkatkan kinerja organisasi.
Dukungan Manajemen Puncak juga memiliki
pengaruh terhadap penggunaan sistem
informasi akuntansi, karena sistem yang
dipilih oleh manajemen puncak pasti
bertujuan untuk memajukan perusahaan.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sari
(2012) menunjukkan bahwa pentingnya
dukungan manajemen puncak berpengaruh
terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.
Berdasarkan hasil penelitian diatas
maka, dapat disimpulkan hipotesis sebagai
berikut :
H3 : Dukungan manajemen puncak
perpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja sistem informasi akuntansi.
Menurut George H. Bodnar & William
S. Hopwood (2006:3) Sistem Informasi
Akuntansi merupakan kumpulan sumber
daya, seperti manusia dan peralatan, yang
dirancang untuk mengubah data keuangan
dan
data
lainnya
ke
dalam
informasi.Keberhasilan
kinerja
Sistem
Informasi Akuntansi sangat dipengaruhi
faktor kecanggihan teknologi. Kecanggihan
Teknologi akan membantu perusahaan
menghasilkan informasi yang lebih akurat
dan tepat waktu untuk pengambilan
keputusan yang efektif (Ismail, 2009). Begitu
juga dengan kemampuan teknik pemakai
karena
dalam
pengembangan
sistem
informasi akuntansi baik manual maupun
yang telah terkomputerisasi mengharuskan
adanya keterlibatan pemakai baik dalam
tahap
perencanaan
maupun
tahap
pengembangan
sistem.
Sedangkan
manajemen puncak dalam organisasi harus
mendapatkan pengetahuan tentang kualitas
informasi yang tepat dalam penerapan
Sistem
Informasi
Akuntansi
guna
meningkatkan kinerja serta membantu
organisasi untuk membuat keuntungan (Rajiv
Sabherwal, Anand Jeyaraj, Charles Chowa :
2006).
Dari penjelasan-penjelasan diatas,
maka dapat diduga hipotesis penelitian ini
adalah :
H4 : Kecanggihan teknologi informasi,
kemampuan teknik pemakai, dan dukungan
manajemen puncak berpengaruh simultan
terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.
Hasil penelitian ini akan memberikan
manfaat teoritis dan praktis. Secara teoritis,
penelitian ini diharapkan memberikan
tambahan
pengetahuan
dan
refrensi
penelitian
sistem
informasi
akuntansi
mengenai faktor-faktor yang berpengaruh
pada kinerja sistem informasi akuntansi.
Secara praktis penelitian ini diharapkan
memberikan masukan bagi perusahaan yang
mengacu
pada
kelangsungan
hidup
perusahaan di masa yang akan datang.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini
menggunakan
penelitian penjelasan (explanatory research )
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 3, No. 1 Tahun 2015 )
yakni
kausalitas
menjelaskan
suatu
hubungan antara variabel-variabel melalui
pengujian hipotesis (Ghozali, 2006). Jenis
penelitian ini dipilih mengingat tujuan yang
hendak dicapai mencakup usaha-usaha
untuk menjelaskan hubungan dan pengaruh
yang terjadi antar variabel. Penelitian ini
dilakukan pada PT. PLN (Persero) Area Bali
Utara (Kantor Pusat). Rancangan penelitian
ini digunakan untuk menganalisis penelitian
mengenai
“Pengaruh
Kencanggihan
Teknologi Informasi, Kemampuan Teknik
Pemakai, dan Dukungan Manajemen Puncak
terhadap Kinerja Sistem Infomasi Akuntansi”.
Penelitian ini termasuk dalam kuntitatif
karena data yang digunakan berbentuk
angka dan kata-kata atau kalimat. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data
primer. Data primer dalam penelitian ini
adalah data yang diperoleh sendiri oleh
perorangan atau organisasi langsung melalui
objeknya. Data-data tersebut meliputi
jawaban-jawaban
responden
atas
pertanyaan-pertanyaan dalam kuisioner yang
berpengaruh dengan penelitian. Rancangan
penelitian ini akan digunakan untuk
menjawab
rumusan
masalah
dalam
penelitian dan juga menentukan tujuan
penelitian yang ingin dicapai sehingga desain
penelitian dari tahap awal hingga tahap
pelaporan hasil penelitian. Desain penelitian
ini menjelaskan pengaruh variabel X1, X2, X3
terhadap Y.
Populasi dalam penelitian ini adalah
karyawan di PT. PLN (Persero) Area Bali
Utara (Kantor Pusat) di bagian akuntansi,
keuangan,
anggaran,
penglolaan
pendapatan, perencanaan sistem, dan
manajemen puncak (manajer area). Yang
keseluruhan berjumlah 35 orang.
Peneliti
menggunakan
teknik
Nonprobability Sampling. Menurut Sugiyono
(2010:82) “Nonprobability Sampling adalah
teknik pengambilan sampel yang tidak
memberikan
peluang/kesempatan
yang
sama bagi setiap unsur (anggota) populasi
untuk dipilih menjadi anggota sampel.
Namun dalam penelitian ini adalah
mengangkat tentang kinerja sistem informasi
akuntansi sehingga tidak semua bidang
dapat digunakan sebagai sampel, sehingga
dalam penelitian ini akan digunakan teknik
purposive sampling yang merupakan bagian
dari Nonprobability Sampling yaitu teknik
penentuan sampel dengan pertimbangan
tertentu yang melibatkan hanya pada bidang
tertentu
seperti
bagian
keuangan,
pemasaran dan pajak yang berkaitan dengan
kinerja sistem informasi akuntansi.
Subjek dalam penelitian ini adalah
pegawai PT. PLN (Persero) Area Bali Utara
(Kantor Pusat) di bidang akuntansi,
keuangan,
anggaran,
penglolaan
pendapatan, perencanaan sistem, dan
manajemen puncak. Sedangkan objek
penelitiannya yaitu kinerja sistem informasi
akuntansi.
Metode pengumpulan data yang
digunakan adalah metode survey (survey
method), yaitu dengan teknik kuisioner yang
dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan yang tertulis kepada responden
untuk dijawab (Sugiyono, 2010:17). Dalam
penelitian ini, kuisioner langsung diantarkan
ke lokasi penelitian dan diberikan kepada
responden. Kuisioner yang disebar berupa
daftar pertanyaan tertulis kepada responden
mengenai
Pengaruh
Kencanggihan
Teknologi Informasi, Kemampuan Teknik
Pemakai, dan Dukungan Manajemen Puncak
terhadap Kinerja Sistem Infomasi Akuntansi
pada PT. PLN (Persero) Area Bali Utara.
Jawaban dari pertanyaan dalam kuisioner
tersebut
telah
ditentukan
skornya
berdasarkan skala Likert.
Instrument penelitian merupakan media
dalam
pengumpulan
data.
Kuisioner
dikatakan reliable jika jawaban responden
konsisten saat diajukan pernyataan yang
sama pada waktu yang berbeda. Untuk
menguji kualitas data yang diperoleh dari
penerapan instrument, sangat diperlukan uji
validitas dan uji reliabilitas.
Untuk kepentingan analisis, variabelvariabel yang dioperasikan harus memenuhi
persyaratan sehingga tidak menghasilkan
hasil pendahuluan bias dalam pengujian.
Pengujian pendahuluan diperlukan karena
model analisis didasarkan pada asumsiasumsi penyederhanaan. Pengujian tersebut
meliputi pengujian asumsi klasik, antara lain
uji
normalitas,
multikolinieritas,
dan
heteroskedastisitas.
Teknik analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah tehnik analisis
kuantitatif. Analisis ini meliputi analisis
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 3, No. 1 Tahun 2015 )
regresi berganda. Analisis tersebut dapat
dihitung dengan menggunakan alat bantu
komputer yaitu program SPSS (Statistical
Package for the Social Sciences versi 19).
Selanjutnya dilakukan uji hipotesis (uji t), uji
kelayakan
model
(uji
F),
koefisien
determinasi (R2).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil pengujian dengan statistik
deskriptif dalam penelitian ini disajikan dalam
tabel 1.
pengujian
terhadap
instrumen
yang
digunakan. Instrumen ini berupa kuesioner
yang berisikan 28 pernyataan yang
digunakan
untuk
mengukur
variabel
penelitian. Adapun 2 (dua) pengujian
tersebut adalah Uji Validitas dan Uji
Reliabilitas.
Hasil uji validitas untuk variabel
dependen yaitu kinerja sistem informasi
akuntansi dan variabel independen yaitu
kecanggihan
teknologi
informasi,
kemampuan teknik pemakai, dan dukungan
Tabel 1. Statistik Deskritif
Kecanggihan Teknologi Informasi
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
35
20
28 27.06
2.071
Kemampuan Teknik Pemakai
35
6
12
9.54
2.318
Dukungan Manajemen Puncak
35
14
20
19.03
1.932
Kinerja_Sistem_Informasi_Akuntansi
35
37
52
48.80
5.251
Valid N (listwise)
Sumber : Output data SPSS 19
35
Berdasarkan tabel 1 dapat dijelaskan
manajemen puncak kepada 35 orang
hasilnya
sebagai
berikut,
Variabel
responden dengan menggunakan softwear
Kecanggihan Teknologi Informasi memiliki
statistik yaitu Statical Product and Service
nilai rata-rata sebesar 27.06, menunjukkan
Solution 19.0 (SPSS). Valid atau tidaknya
bahwa variabel KTI memiliki nilai rata-rata
instrumen penelitian ini dilakukan dengan
yang mendekati nilai maksimumnya. Maka
membandingkan nilai Corrected Item-Total
secara rata-rata variabel KTI memiliki nilai
Correlation setiap butir pernyataan dengan
yang hampir sama. Variabel Kemampuan
nilai rtabel product moment. Jika angka
Teknik Pemakai memiliki nilai rata-rata
korelasi lebih besar dari angka kritis (rhitung>
sebesar 9.54, menunjukkan bahwa variabel
rtabel ) maka instrumen tersebut dikatakan
KTP memiliki nilai rata-rata yang mendekati
valid. Disimpulkan bahwa nilai Corrected
Sumber
: Neraca Rumah Sakit
Daerah
Kabupaten Buleleng
tahun Correlation
2013 – Data diolah
nilai
maksimumnya.
MakaUmum
secara
rata-rata
Item-Total
setiap butir pernyataan
variabel KTI memiliki nilai yang hamper
lebih besar dengan nilai rtabel product moment
sama. Variabel Dukungan Manajaemen
(distribusi nilai rtabel signifikansi 5% dengan
Puncak memiliki nilai rata-rata sebesar
total N=35 adalah 0,334) yang menyatakan
19.03, menunjukkan bahwa variabel DMP
instrumen tersebut dikatakan valid.
memiliki nilai rata-rata yang mendekati nilai
Hasil analisis SPSS untuk uji reliabilitas
maksimumnya. Maka secara rata-rata
terhadap instrumen yang berupa kuesioner
variabel KTI memiliki nilai yang hamper
kinerja sistem informasi akauntansi (Y),
sama. Variabel Kinerja Sistem Informasi
kecanggihan teknologi informasi (X1),
Akuntansi memiliki nilai rata-rata sebesar
kemampuan teknik pemakai (X2), dukungan
48.80, menunjukkan bahwa variabel KSIA
manajemen puncak (X3) dapat dilihat pada
memiliki nilai rata-rata yang mendekati nilai
tabel 4.3. Hasil analisis pada tabel 4.3
maksimumnya. Maka secara rata-rata nilai
menunjukan bahwa koefisien alpha hitung
variabel KTI yang hampir sama.
untuk variabel kinerja sistem informasi
Untuk menjamin kualitas data yang
akntansi, kecanggihan teknologi informasi,
diambil agar dapat digunakan dalam
kemampuan teknik pemakai, dan dukungan
penarikan kesimpulan, maka perlu dilakukan
manajemen puncak adalah lebih besar dari
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 3, No. 1 Tahun 2015 )
0,60 (0,799, 0,888, 0,831, 0,783 > 0,60)
sehingga dapat disimpulkan bahwa semua
instrumen penelitian atau alat pengukur data
untuk kinerja sistem informasi akntansi,
kecanggihan
teknologi
informasi,
kemampuan teknik pemakai, dan dukungan
manajemen puncak adalah reliabel.
Uji normalitas bertujuan untuk menguji
apakah dalam model regresi, variabel
pengganggu atau residual memiliki distribusi
normal.
Uji
Normalitas
dilakukan
menggunakan
pengujian
KolmogorovSmirnov.
Hasil pengujian normalitas pada
masing-masing model regresi menunjukan
bahwa semua nilai signifikansi uji normalitas
dengan
metode
Kolmogorov-Smirnov
diperoleh 0,773 lebih besar dari 0,05 yang
berarti bahwa semua data terdistribusi
normal.
Uji multikolinearitas bertujuan untuk
menguji apakah model regresi ditemukan
adanya
korelasi
antar
variabel
bebas/independent. Model regresi yang baik
adalah regresi dengan tidak adanya gejala
korelasi yang kuat di antara varibel
bebasnya. Hasil uji Multikoliniearitas dalam
penelitian ini disajikan dalam tabel 2.
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk
menguji apakah dalam model regresi tejadi
ketidaksamaan variance dari residual suatu
pengamatan ke pengamatan yang lain.
Hasil pengujian heteroskedastisitas
dalam model ini nilai signifikan untuk ketiga
variabel bebas lebih besar dari 0,05 dimana
untuk
variabel kecanggihan teknologi
informasi (X1) sebesar 0,114 , kemampuan
teknik pemakai (X2) sebesar 0,139 ,
dukungan manajemen puncak (X3) sebesar
0,413. Jadi dapat dinyatakan bahwa, model
regresi ini tidak terdeteksi adanya masalah
heteroskedastisitas.
Uji autokorelasi autokorelasi dengan uji
Durbin-Watson hanya digunakan untuk
autokorelasi tingkat satu dan mensyaratkan
adanya konstanta dalam model regresi dan
tidak ada variabel lain di antara veriabel
independen
Hasil pengujian nilai dw 2,211 , nilai ini
akan dibandingkan dengan nilai tabel
signifikansi 5%, jumlah sampel N = 35,
dengan jumlah variabel independen 3, maka
diperoleh nilai du sebesar 1,439. Nilai DW
lebih besar dari batas atas (du) yakni 2,211 >
1,439 dan nilai dw kurang dari (4-du) 4-1,439
= 2,561 jadi dapat disimpulkan bahwa tidak
Tabel 2. Uji Multikoliniearitas
No
Variabel/Model
Tolerance
VIF
1
Kecanggihan teknologi informasi
0,420
2,379
2
Kemampuan teknik pemakai
0,660
1,515
3
Dukungan Manajemen Puncak
0,486
2,057
Sumber : Output data SPSS 19
Berdasarkan hasil uji multikoliniearitas
pada tabel 2, terlihat bahwa nilai Variance
Inflaction Factor (VIF) pada variabel
Kecanggihan
Teknologi
Informasi,
Kemampuan Teknik Pemakai, dan Dukungan
Manajemen Puncak masing-masing memiliki
nilai VIF tidak diatas 10, dan nila Tolerance
dari masing-masing variabel tidak kurang
dari 0,1 maka dapat dinyatakan model
regresi linier berganda terbebas dari
Multikoliniearitas dan dapat digunakan dalam
penelitian.
terdapat autokorelasi.
Pengujian koefisien regresi di lakukan
untuk menguji pengaruh masing-masing
variabel independen dalam model penelitian
terhadap variabel dependen. Pengujian ini
digunakan
sebagai
dasar
dalam
pengambilan keputusan diterima atau
tidaknya hipotesis yang diajukan dalam
penelitian. Hasil pengujian ditampilkan dalam
tabel 3.
Hasil
pengujian
dengan
regresi
berganda pada taraf kesalahan 5 persen.
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 3, No. 1 Tahun 2015 )
Tabel 3. Regresi Berganda
Unstandardized
Coefficients
Model
1
B
(Constant)
Std. Error
-8.757
3.447
Kecanggihan Teknologi Informasi
.787
.186
Kemampuan Teknik Pemakai
.217
1.797
Dukungan Manajemen Puncak
Sumber : Output data SPSS 19
Standardized
Coefficients
Beta
t
Sig.
-2.541
.016
.310
4.230
.000
.133
.096
1.639
.011
.185
.661
9.694
.000
Hasil pengujian regresi berganda
probabilitas yaitu 0,011 < 0,05. Ini
menghasilkan model sebagai berikut:
menunjukkan bahwa kemampuan teknik
KSIA = -8.757 + 0.787 (KTI) + 0.217 (KTP) +
pemakai berpengaruh signifikan terhadap
1.797 (DMP)
kinerja sistem informasi akuntansi. Dengan
Berdasarkan
persamaan
regresi
demikian hipotesis H2 yang menyatakan
berganda tersebut memiliki nilai negatif pada
kemampuan teknik pemakai berpengaruh
konstanta yaitu -8,757 yang menyatakan
signifikan terhadap kinerja sistem informasi
bahwa apabila kecanggihan teknologi
akuntansi, diterima. Berdasarkan tabel 4.8,
informasi kemampuan teknik pemakai, dan
menunjukkan variabel dukungan manajemen
dukungan manajemen puncak bernilai 0
puncak memiliki thitung > ttabel sebesar 9,694 >
(nol) maka kinerja sistem informasi
1,695 dan nilai probabilitas yaitu 0,000 <
akuntansi akan bernilai negatif. Model
0,05. Ini menunjukkan bahwa dukungan
tersebut mengandung arti bahwa setiap
manajemen puncak berpengaruh signifikan
terjadi kenaikan 1 unit skor penerapan pada
terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.
variabel kecanggihan teknologi informasi
Dengan demikian hipotesis H3 yang
sebesar 0,787, koefesien regresi variabel
menyatakan dukungan manajemen puncak
kemampuan
teknik
pemakai
0,217,
berpengaruh signifikan terhadap kinerja
koefesien
regresi
variabel
dukungan
sistem informasi akuntansi, diterima.
manajemen puncak sebesar 1,797, maka
Uji F dilakukan untuk melihat seberapa
akan diikuti dengan meningkatnya kinerja
besar pengaruh variabel independen yaitu
sistem informasi akuntansi sebesar -8,757
apabila kecanggihan teknologi informasi
dengan asumsi bahwa variabel kecanggihan
kemampuan teknik pemakai, dan dukungan
teknologi
informasi
teknik Buleleng
manajemen
simultan
Sumber
: Neraca
Rumah Sakitkemampuan
Umum Daerah Kabupaten
tahun 2013 –puncak
Data diolah secara
pemakai, dan dukungan manajemen puncak
terhadap variabel dependen yaitu kinerja
dalam kondisi tetap.
sistem informasi akuntansi.
Berdasarkan tabel 6, menunjukkan
Dari uji ANOVA atau F – test, didapat
variabel kecanggihan teknologi informasi
Fhitung sebesar 135,998 dengan tingkat
memiliki thitung > ttabel sebesar 4,230 > 1,695
signifikansi 0,000. Tingkat signifikansi 0,000
dan nilai probabilitas yaitu 0,000 < 0,05. Ini
mengindikasikan bahwa koefesien regresi
menunjukkan bahwa kecanggihan teknologi
signifikan, karena nilai Probabilitas 0,000 <
informasi berpengaruh signifikan terhadap
0,05. Selain itu, nilai Fhitung > Ftabel (136,998 >
kinerja sistem informasi akuntansi. Dengan
2,64) sehingga Ha diterima. Maka, diambil
demikian hipotesis H1 yang menyatakan
kesimpulan bahwa ecanggihan teknologi
kecanggihan
teknologi
informasi
informasi kemampuan teknik pemakai, dan
berpengaruh signifikan terhadap kinerja
dukungan manajemen puncak berpengaruh
sistem
informasi
akuntansi,
diterima.
secara signifikan terhadap kinerja sistem
Berdasarkan tabel 4.8, menunjukkan variabel
informasi akuntansi di PT. PLN (Persero)
kemampuan teknik pemakai memiliki thitung >
Area Bali Utara (Kantor Pusat) dan model
ttabel sebesar 1,639 > 1,695 dan nilai
regresi yang digunakan dianggap layak uji.
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 3, No. 1 Tahun 2015 )
Koefisisen Determinasi (R2) digunakan
untuk mengukur seberapa jauh kemampuan
model regresi dalam menerangkan variasi
variabel
dependen
dengan
tingkat
signifikansi yang digunakan dalam penelitian
ini adalah 5%. Hasil uji koefisien determinasi
disajikan pada tabel 4.
sistem informasi akuntansi. Hal ini bisa dilihat
dari nilai t pada variable KTI adalah 4,230
dan nilai (p-value) sebesar 0.000 yang
signifikan secara statistic pada α = 0.05.
Hasil analisis ini menunjukkan bahwa
besaran nilai KTI sangat menentukan kinerja
sistem informasi akuntansi. Menurut Haag
Tabel 4. Koefisisen Determinasi
Model
R
R Square
a
1
.964
Sumber : Output data SPSS 19
.930
Adjusted R Square
.923
Std. Error of the Estimate
1.456
Pada tabel 4 dapat dilihat hasil analisis
den Keen (1996) dalam Nugerahamawati
regresi secara keselurahan. Berdasarkan
(2013),
Teknologi
Informasi
adalah
data tersebut diperoleh R sebesar 0,964. Hal
seperangkat alat yang memebantu anda
ini menunjukkan bahwa hubungan antara
bekerja dengan informasi dan melakukan
terhadap kinerja sistem informasi akuntansu
tugas – tugas yang berhubungan dengan
mempunyai hubungan yang sangat kuat.
pemrosesan informasi. Teknologi informasi
Dalam peelitian ini karena variabel bebas
yaitu komputer sangat membantu kinerja
yang digunakan lebih dari dua variabel, maka
dalam organisasi. Teknologi informasi dapat
digunakan R square sebesar 0,930 yang
berjalan dengan efektif apabila anggota
menjabarkan pengaruh variabel independen
dalam organisasi dapat menggunakan
terhadap kecanggihan teknologi informasi,
teknologi dengan baik dan sangat penting
kemampuan teknik pemakai, dan dukunga
bagi individu.
manajemen puncak variabel dependen.
Hasil penelitian ini konsisten dengan
Variabel dependen (kinerja sistem informasi
hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan
akuntansi) mampu dijelaskan oleh variabel
oleh Alannita dan Ngurah (2014)
yang
independen
(kecanggihan
teknologi
berjudul Pengaruh Kecanggihan Teknologi
informasi, kemampuan teknik pemakai, dan
Informasi, Partisipasi Manajemen, dan
dukunga manajemen puncak). sebesar
Kemampuan
Teknik
Pemakai
Sistem
93,0% dan sisanya (100%-93,0% = 7,0%)
Informasi Akuntansi Pada Kinerja Individu
dijelaskan oleh faktor lain yang tidak
yang sama-sama memperoleh hasil bahwa
diikutsertakan dalam penelitian ini. Pada
Kecanggihan
Teknologi
Informasi
penelitian ini nilai Standar Error of the
perpengaruh positif dan signifikan terhadap
Estimate
(SEE)
diperoleh
1,456. Buleleng
kinerja.
Sumber
: Neraca
Rumah
Sakit Umumsebesar
Daerah Kabupaten
tahun 2013 – Data diolah
Nilai ini lebih kecil dari standar deviasi
Pengaruh Kemampuan Teknik Pemakai
variabel kinerja sistem informasi akuntansi
terhadap
Kinerja
Sistem
Informasi
yaitu 5,251, maka model regresi layak
Akuntansi
digunakan.
Hipotesis kedua menyatakan bahwa
Pengaruh
Kecanggihan
Teknologi
Kemampuan
Teknik
Pemakai
(KTP)
Informasi
terhadap
Kinerja
Sistem
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Informasi Akuntansi.
Kinerja Sistem Informasi Akuntansi adalah
Hipotesis pertama menyatakan bahwa
diterima. Sesuai dengan table 6 didapat hasil
Kecanggihan Teknologi Informasi (KTI)
bahwa tingginya kemampuan teknik pemakai
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
dapat mempengaruhi kinerja sistem infomasi
Kinerja Sistem Informasi Akuntansi adalah
akuntansi. Hal ini bisa dilihat dari nilai t pada
diterima. Sesuai dengan tabel 6 didapat hasil
variable KTP adalah 1,639 dan nilai (p-value)
bahwa semakin canggih teknologi informasi
sebesar 0.011 yang signifikan secara statistic
yang digunakan dapat mempengaruhi kinerja
pada α = 0.05.
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 3, No. 1 Tahun 2015 )
Hasil analisis ini menunjukkan bahwa
kemampuan
teknik
pemakai
sangat
menentukan
kinerja
sistem
informasi
akuntansi. Meningkatnya kemampuan teknik
pemakai dapat meningkatkan kinerja sistem
informasi akuntansi. Para pemakai menjadi
fokus yang penting dalam penerapan sebuah
sistem dalam perusahaan. Pemakai atau
pengguna merupakan suatu hal yang tidak
terlepas penerapan teknologi, selain itu
keberadaan manusia sangat berperan
penting
dalam
penerapan
teknologi.
Kecanggihan teknologi yang ada tidak akan
ada artinya jika dalam perencanaan
sistemnya tidak memperhatikan faktor
manusia sebagai pemakainya, maka dapat
dipastikan akan terjadi banyak hambatan
yang disebabkan adanya ketidaksesuaian
antara teknologi yang digunakan dengan
pemakainya.
Penelitian ini konsisten dengan hasil
penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh
Annisa (2012) yang menunjukkan bahwa
kemampuan teknik Personal sistem informasi
akuntansi berpengaruh terhadap kinerja.
Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh
Liyagustin (2010), Alannita dan Ngurah
(2014), dan Astui (2013) juga menunjukkan
hasil yang sama. Dimana hasil penelitiannya
memperoleh hubungan positif dan signifikan
antara KTP terhadap kinerja sistem informasi
akuntansi.
Pengaruh Dukungan Manajemen Puncak
terhadap
Kinerja
Sistem
Informasi
Akuntansi
Hipotesis ketiga menyatakan bahwa
Dukungan Manajemen Puncak (DMP)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja sistem informasi akuntansi adalah
diterima. Sesuai dengan table 6 didapat hasil
bahwa tingginya dukungan manajemen
puncak dapat mempengaruhi kinerja sistem
informasi akuntansi. Hal ini bisa dilihat dari
nilai t pada variable DMP adalah 9,694 dan
nilai (p-value) sebesar 0.000 yang signifikan
secara statistic pada α = 0.05.
Hasil analisis ini menunjukkan bahwa
tingginya dukungan manajemen puncak
sangat menentukan kinerja sistem informasi
akuntansi. Jika DMP mengalami peningkatan
maka kinerja sistem informasi akuntansi
semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari
besarnya biaya yang dikeluarkan untuk
mencapai kinerja SIA yang baik, manajemen
puncak harus siap mendukung dan
menerima segala permintaan yang berkaitan
dengan kinerja SIA. Bila manajemen puncak
memberikan
dukungan
penuh
dalam
pengembangan
sistem
informasi
dan
dukungan tersebut dapat diterima oleh
pengguna informasi, maka akan memberikan
kepuasan terhadap pengguna informasi
tersebut.
Penelitian ini konsisten dengan hasil
penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh
Sari (2012) menunjukkan bahwa pentingnya
dukungan manajemen puncak berpengaruh
terhadap kinerja sistem informasi akuntansi.
Dimana sama-sama memperoleh hasil DMP
berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja sistem informasi akuntansi.
Pengaruh
Kecanggihan
Teknologi
Informasi, Kemampuan Teknik Pemakai,
dan Dukungan Manajemen Puncak Secra
Simultan
terhadap
Kinerja
Sistem
Informasi Akuntansi.
Pada
penelitian
ini
koefisien
determinasi yang ditunjukkan dari nilai
adjusted R square sebesar 0,930 hal ini
berarti 93,0% variasi kinerja SIA dapat
dijelaskan oleh variasi dari empat variabel
independen
yaitu KTI, KTP, dan DMP.
Sedangkan sisanya (100% - 93,0% = 7,0 %)
dijelaskan sebab yang lain diluar model. Dari
hasil pengujian secara simultan variabel KTI,
KTP, dan DMP (X4) diketahui bahwa secara
bersama-sama variabel KTI, KTP, dan DMP
memiliki pengaruh terhadap kinerja SIA.
Jika dilihat dari nilai adjusted R square
sebesar 0,930 hal ini berarti 93,0% kinerja
SIA dijelaskan oleh keempat variasi variabel
tersebut. Pengaruh keempat variasi variabel
tersebut terhadap kinerja SIA sangatlah
besar hingga mencapai 93,0% dan hanya
7,0% dijelaskan oleh sebab lain. Hal ini
menunjukkan bahwa kinerja Sistem informasi
akuntansi memiliki peran dalam sistem
pemrosesan informasi akuntansi berbasis
komputer banyak ditawarkan dengan tujuan
untuk memberikan kemudahan bagi para
akuntan untuk menghasilkan informasi yang
dapat dipercaya, relevan, tepat waktu,
lengkap, dapat dipahami, dan teruji. Untuk
mencapai kinerja yang optimal, maka
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 3, No. 1 Tahun 2015 )
diperlukan
teknologi
informasi
yang
memadai, kemampuan teknik pemakai yang
baik dan adanya dukungan dari manajemen
puncak yang baik sehingga mampu
menghasilkan informasi yang diinginkan.
Bedasarkan data tersebut maka hal ini
mendukung hipotesis
penelitian
yang
menyatakan variabel Kecanggihan Teknologi
Informasi, Kemampuan Teknik Pemakai, dan
Dukungan Manajemen Puncak secara
bersama/simultan berpengaruh terhadap
Kinerja Sistem Informasi Akuntansi.
Hasil penelitian ini konsisten dengan
penelitian Astuti (2013) dalam penelitiannya
yang menunjukan hasil partisipasi pemakai
sistem informasi akuntansi, kemampuan
pemakai sistem infomasi akuntansi dan
ukuran organisasi tanpa dimoderasi memiliki
pengaruh secara simultan terhadap kinerja
SIA. Dan partisipasi pemakai sistem
informasi akuntansi, kemampuan pemakai
sistem informasi akuntansi, dan ukuran
organisasi
dengan moderasi memiliki
pengaruh secara simultan terhadap kinerja
SIA.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasaran hasil penelitian dan
pembahasan pada BAB IV, maka dapat
ditarik
kesimpulan
sebagai
berikut
Kecanggihan Teknologi Informasi (KTI)
secara parsial berpengaruh terhadap Kinerja
Sistem Informasi Akuntansi. Hal ini dapat
dilihat dari nilai probabilitas variabel KTI yaitu
0.000 < 5%. Hal ini menginteprtasikan bahwa
semakin tinggi kecanggihan teknologi
informasi maka dapat meningkatkan kinerja
sistem informasi akuntansi. Kemampuan
Teknik Pemakai (KTP) secara parsial
berpengaruh terhadap Kinerja Sistem
Informasi Akuntansi. Hal ini dapat dilihat dari
nilai probabilitas variabel KTP yaitu 0.011<
5%. Hal ini menginteprtasikan bahwa
semakin tinggi kemampuan teknik pemakai
maka dapat meningkatkan kinerja sistem
informasi akuntansi. Dukungan Manajemen
Puncak (DMP) secara parsial berpengaruh
terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi.
Hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitas
variabel DMP yaitu 0.000< 5%. Hal ini
menginteprtasikan bahwa semakin tinggi
dukungan manajemen puncak maka dapat
meningkatkan kinerja sistem informasi
akuntansi. Secara simultan Kecanggihan
Teknologi Informasi, Kemampuan Teknik
Pemakai, dan Dukungan Manajemen Puncak
mempunyai pengaruh signifikan terhadap
Kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada PT.
PLN (Persero) Area Bali Utara (Kantor
Pusat).
Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan, penulis bermaksud memberikan
saran yang diharapkan dapat berguna
sebagai bahan pertimbangan dan masukan
bagi perusahaan, diantaranya Bagi PT PLN
(persero) Area Bali Utara (Kantor Pusat)
untuk dapat lebih meningkatkan kinerja
sistem informasi akuntansi sebaiknya para
pemakai sistem lebih mengekspresikan
bagaimana sistem seharusnya sesuai
dengan kebutuhan. Pokok penelitian ini
adalah
tentang
faktor-faktor
yang
berpengaruh terhadap kinerja SIA, namun
dalam
penelitian
ini
peneliti
hanya
menggunakan tiga faktor. Bagi penelitian
selanjutnya disarankan dapat meneliti faktor
lain yang berpengaruh terhadap kinerja SIA,
seperti pengalaman kerja dan yang lainnya.
Penelitian ini mengambil objek yang terbatas
yakni PT PLN (persero) Area Bali Utara
(Kantor Pusat). Pada penelitian berikutnya
diharapkan melakukan pengamatan dengan
objek yang lebih luas.
DAFTAR PUSTAKA
Acep Komara, (2005), Analisis Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem
Informasi Akuntansi, SNAVIII, Solo.
Alannita, Putu dan Suaryana, Gusti. 2014.
Pengaruh
Kecanggihan
Teknologi
Informasi, Partisipasi Manajemen, dan
Kemampuan Teknik Pemakai Sistem
Informasi Akuntansi pada Kinerja
Individu.
E-Jurnal
Akuntansi.
Universitas Udayana. Bali.
Edison, H.J., Levine. R., Ricci, L., & Sløk, T.
(2002).
International
financial
integration and economic growth,
National Bureau of Economic Research
Working Paper Series, No. 9164.
e-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Akuntansi Program S1 (Volume 3, No. 1 Tahun 2015 )
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis
Multivariate dengan Program SPSS.
Cetakan IV. Semarang : UNDIP.
Kurshardiyantini, Liyagustin. 2010. FaktorFaktor
Yang
Mempengaruhi
Keberhasilan
Sistem
Informasi
Akuntansi.
Download
http//www.google.com
Nugerahamawati, Astuti. 2013. Pengaruh
Partisipasi Pemakai Sistem Informasi,
Kemampuan
Pemakai
Sistem
Informasi, Ukuran Organisasi terhadap
Kinerja Sistem Informasi Akuntansi
dengan Kompleksitas Tugas sebagai
Variabel Moderating (studi pada pt. pln
(persero) distribusi jawa barat dan
banten).
Universitas
Pasundan.
Bandung.
Rachmawati, Ike Kusdyah, 2008. Manajemen
Sumber Daya Manusia, Edisi Pertama,
Penerbit CV. Andi Offset, Yogyakarta.
Sari,
Annisa Winda. 2012. Pengaruh
Dukungan
Manajemen
Puncak,
Partisipasi Pemakai dan Kemampuan
Teknik Personal terhadap Kinerja
Sistem Informasi Akuntansi. Download
http//www.google.com
Sugiyono. (2008). Metode penelitian Bisnis,
ed. Revisi, Cetakan Delapan Belas, CV.
Alafabetha, Bandung
Fly UP