...

APA PERLU BELI DOLAR

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

APA PERLU BELI DOLAR
www.rajaebookgratis.com
APA PERLU BELI DOLAR?
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 788/XIV
Seminar yang saya adakan belum lama ini sungguh mengesankan.
Semua kursi terisi penuh. Peserta yang datang sangat responsif dan
proses interaktif berjalan sangat intens. Yang menarik, walaupun
topik seminarnya berkisar tentang bagaimana mempersiapkan
kesejahteraan finansial untuk anak, tapi ada peserta bertanya,
"Perlu enggak sih kalau kita membeli dolar?"
Pertanyaan ini sebetulnya mencerminkan kebiasaan orang kita yang
selalu dilakukan dari dulu sampai sekarang, yaitu membeli mata
uang asing. Memang, kalau selama ini kita mengenal rupiah sebagai
mata uang utama untuk menabung. Tapi tetap saja orang menoleh
ke mata uang asing sebagai alternatif untuk bisa dibeli dan
ditabung. Dan dolar, adalah salah satu mata uang yang paling
sering dijadikan pilihan. Dalam hal ini, tentu saja dolar Amerika.
Menariknya, alasan orang membeli dolar bermacam-macam. Salah
satunya, katanya, nilai uang kita turun terus. Sehingga kalau bisa,
kita jangan terus pegang rupiah. Benarkah alasan ini? Tunggu dulu
Bapak-Ibu. Yang dimaksud nilai uang kita turun terus mungkin
adalah harga barang dan jasa di Indonesia terus mengalami
kenaikan. Contohnya, kalau dulu harga barang Rp 10 ribu, sekarang
mungkin Rp 12 ribu, dan tahun jadi Rp 15 ribu.
Dari segi kenaikan harga barang memang betul. Tapi, kan, nilai
dolar belum tentu juga naik terus? Kalau dulu harga dolar pernah
Rp 2.500, lalu naik jadi Rp 5.000, 7.000, 9.000, bahkan pernah
sampai Rp 15.000, itu kan karena ada krisis? Belum tentu krisis
1
www.rajaebookgratis.com
akan ada lagi. Sekarang, harga dolar malah turun lagi jadi sekitar
Rp 9.000. Jadi, jangan beli dolar hanya karena takut harga barang
di Indonesia naik terus. Tapi, belilah dolar untuk berjaga-jaga kalau
ada apa-apa.
Masih bingung? Begini, kalau Anda perhatikan, harga dolar di
Indonesia menganut sistem mengambang bebas. Artinya, harga
dolar betul-betul "diserahkan" kepada tawar-menawar di pasar.
Kalau yang mau beli dolar lebih banyak, biasanya harganya akan
naik. Tapi kalau yang mau beli dolar lebih sedikit daripada yang
ingin menjualnya, bisa-bisa harga dolar turun.
Biasanya, keinginan membeli dolar akan lebih banyak muncul, salah
satunya, kalau suhu politik mulai memanas. Contohnya, sebentar
lagi mau Pemilu. Biasanya, setiap kali menjelang pemilu, suhu
politik kita akan naik. Nah, di sinilah orang mulai banyak membeli
dolar karena alasan keamanan. Artinya, mereka merasa bahwa
keadaan di Indonesia mulai enggak aman. Lalu, mulailah mereka
memborong dolar. Akibatnya, harga dolar naik.
Sebaliknya, kalau keadaan negara stabil, adem-ayem, tentram, dan
damai, biasanya harga dolar juga akan stabil. Malah cenderung
turun. Maklum, keadaan yang tenang membuat orang percaya
dengan rupiah, sehingga lebih sedikit orang yang beli dolar. Jadilah
harga dolar turun.
Sekarang apakah Anda sebaiknya membeli dolar? Kalau untuk jagajaga, silakan saja. Karena situasi negara kita saat ini pun belum
bisa dibilang sudah betul-betul aman dan stabil. Ledakan bom di
Bali kemarin, misalnya. Yang perlu diingat, jangan masukkan
semua uang Anda dalam dolar. Setengahnya saja sudah cukup.
Nah, kalau Anda mau beli dolar, di bawah ini ada sejumlah hal yang
harus Anda perhatikan agar Anda tidak malah tergelincir.
2
www.rajaebookgratis.com
1. Belilah dolar di pedagang yang resmi
Salah satu hal yang paling ditakutkan orang ketika membeli
dolar adalah mendapatkan uang dolar palsu. Nah, salah satu
cara
menghindari
kemungkinan
tersebut
adalah
dengan
membelinya ke penjual resmi, seperti bank atau money
changer.
Memang, bank atau money changer sekalipun bisa saja
menjual dolar palsu kepada Anda. Tapi tentu mereka punya
kepentingan supaya Anda mau selalu balik ke tempat mereka
dan jadi pelanggan. Artinya, mereka juga menjaga reputasi.
Kalau sampai satu pelanggan kecewa lalu nama mereka
masuk ke dalam Surat Pembaca di koran? Wah, bisa jadi iklan
buruk buat mereka.
Sekarang, bandingkan dengan penjual dolar perorangan dan
tidak resmi yang umumnya tidak punya reputasi yang sudah
dibangun sehingga biasanya juga tidak memiliki kepentingan
untuk
menjaga
reputasinya.
2. Jangan pernah lama-lama memegang uang dolar kertas
Kenapa demikian? Karena perubahan fisik sedikit saja pada
uang dolar Anda bisa membuatnya dihargai lebih rendah dari
yang seharusnya. Pernah suatu hari saya dan istri saya
mendapatkan dolar Amerika kertas dari seorang teman.
Jumlahnya 200 dolar. Kami mendapatkannya dalam empat
lembaran 50 dolar. Kursnya waktu itu sekitar Rp 9.100 per
dolarnya. Ketika hendak menjual ke money changer, ada
selembar yang fisiknya agak kuning. Langsung saja staf di
sana mengatakan dia tidak mau membeli dolar saya seharga
Rp 9.100, melainkan harus dipotong Rp 50.
3
www.rajaebookgratis.com
Ini berarti, untuk satu lembar 50 dolar itu, saya rugi Rp 50
per dolarnya. Saya pikir, untunglah cuma selembar saja yang
bentuk fisiknya kuning. Kalau semuanya, wah... Jadi, sekali
lagi, jangan terlalu lama menahan uang kertas dolar. Lebih
baik selekasnya Anda simpan di safe deposit box, atau
setorkan saja ke bank.
Memang saat kita setor terkadang biaya selisih kursnya
merugikan Anda. Tapi saya pikir, kerugian karena selisih kurs
masih lebih mendinglah daripada kerugian akibat peribahan
fisik dolar. Lama-lama, bisa-bisa uang dolar Anda malah tidak
dihargai sama sekali kalau bentuk fisiknya betul-betul rusak.
Kalau disetor ke bank, uang dolar Anda akan tercatat di
sistem akuntansi mereka, bukan dalam bentuk fisik. Selain
itu, juga dapat bunga. Lumayan, kan?
3. Ketahui arti istilah Kurs Beli dan Kurs Jual
Banyak dari kita yang masih salah mengartikan (atau sering
tertukar pada arti) kurs beli dan kurs jual pada tempat jual
beli dolar. Oke, andaikan saja Anda datang ke bank.
Kemudian di situ terdapat tulisan kurs beli sebesar Rp 9.000
dan kurs jual Rp 9100. Pertanyaannya sekarang, kalau Anda
ingin membeli dolar, pada harga berapa Anda akan membeli
dolar tersebut?
Jawabannya adalah pada kurs jual. Artinya, kurs jual adalah
kurs di mana bank bersedia menjual dolarnya. Sebaliknya,
kurs beli adalah kurs di mana bank bersedia membeli dolar
yang Anda punya. Anda harus selalu melihat dan mengartikan
besarnya kurs dari sisi mereka, bukan dari sisi Anda. Bukan
sebaliknya.
Nah, selamat membeli dolar.
4
Fly UP