...

PT Titan Petrokimia Nusantara

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

PT Titan Petrokimia Nusantara
PT Titan Petrokimia Nusantara
Laporan keuangan
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal
30 Juni 2010 dan 2009 (Tidak Diaudit)/
Financial statements
for the six months period ended
June 30, 2010 and 2009 (Unaudited)
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
JUNE 30, 2010 AND 2009
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
30 JUNI 2010 DAN 2009
Daftar Isi
Table of Contents
Halaman/
Page
Neraca ……….…….….………………………………..
1-3
…….....………………………………Balance Sheets
Laporan Laba Rugi……………….…….………..........
4
…..……………………………Statements of Income
Laporan Perubahan Ekuitas ………………………….
5
Statements of Changes in
………...……………………Shareholders’ Equity
Laporan Arus Kas ….…………………......................
6
…………..……………….Statements of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan ……......................
7 - 55
………………………Notes to the Financial Statements
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
BALANCE SHEETS
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NERACA
30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2010
Catatan/
Notes
2009
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara kas
Piutang Usaha
Pihak ketiga - setelah dikurangi
penyisihan piutang ragu-ragu
sebesar US$64
pada tahun 2010
(2009: US$34)
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
Piutang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
Persediaan - setelah dikurangi
penyisihan atas penurunan
nilai sebesar US$3.173
pada tahun 2010
(2009: US$12)
Pajak dibayar dimuka
Biaya dibayar di muka
Aset lancar lainnya
Jumlah Aset Lancar
ASSETS
4.328
2b,3
2.401
32.598
4
19.899
14.783
2c,4,20
23.841
353
28.440
46.132
10.476
532
4.307
1.174
2c,20
2d,5
2l,10
2e
7
141.949
18.742
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
Trade receivables
Third parties - net of allowance for
doubtful accounts of
US$64 in 2010
(2009: US$34)
Related parties
Other receivables
Third parties
Related parties
35.091
13.470
68
862
Inventories – net of allowance for
decline in value of
US$3,173 in 2010
(2009: US$12 )
Prepaid taxes
Prepaid expenses
Other current assets
115.548
Total Current Assets
188.090
3.266
180
NON-CURRENT ASSETS
Fixed assets - net of accumulated
depreciation of
US$ 227,432 in 2010
(2009: US$ 212,515)
Claims for tax refund
Other non-current assets
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
US$227.432 pada tahun
2010 (2009: US$ 212.515)
Tagihan pengembalian pajak
Aset tidak lancar lainnya
181.045
4.104
863
Jumlah Aset Tidak Lancar
186.012
191.536
Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET
327.961
307.084
TOTAL ASSETS
2f,6
2l,10
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
The accompanying notes form an integral part of these financial
statements.
1
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NERACA
30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat, Kecuali
Dinyatakan Lain)
2010
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
BALANCE SHEETS
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
Catatan/
Notes
2009
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang usaha
Pihak ketiga
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
Hutang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
Uang muka penjualan
Hutang pajak
Biaya masih harus dibayar
Kewajiban keuangan lancar lain
Jumlah Kewajiban Lancar
LIABILITIES AND SHAREHOLDERS’
EQUITY
2.795
112.775
2h,8
2c,8,20
542
10.663
388
130
5.260
967
2c,20
2l,10
9
2o,11,26
133.520
941
108.584
CURRENT LIABILITIES
Trade payables
Third parties
124
Related parties
Other payables
Third parties
21.016
77
5.745
-
Related parties
Advances from customers
Taxes payable
Accrued expenses
Other Current financial Liability
136.487
Total Current Liabilities
NON-CURRENT LIABILITIES
Bond Payable
Deferred tax liabilities - net
Employee benefits liabilities
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Hutang Obligasi
Kewajiban pajak tangguhan - bersih
Kewajiban imbalan kerja
Pinjaman dari pihak yang
mempunyai hubungan istimewa
29.464
3.203
1.016
2o,12
2l,10
2g,2n,19
13.018
640
25.529
2c,20
28.622
Due to related party
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar
59.212
42.280
Total Non-Current Liabilities
192.732
178.767
TOTAL LIABILITIES
JUMLAH KEWAJIBAN
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
The accompanying notes form an integral part of these financial
statements.
2
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
BALANCE SHEETS
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NERACA
30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat, Kecuali
Dinyatakan Lain)
2010
Catatan/
Notes
2009
EKUITAS
SHAREHOLDERS’ EQUITY
Modal saham - nilai nominal US$1
per saham
Modal dasar - 515.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 128.750.000 saham
pada tahun 2010 dan 2009
Tambahan modal disetor
128.750
15.453
Saldo laba/(akumulasi kerugian)
Belum ditentukan penggunaannya
Cadangan lainnya
(18.006)
9.032
(15.886)
-
Jumlah Ekuitas - Bersih
135.229
128.317
Total Shareholders’ Equity - Net
JUMLAH KEWAJIBAN DAN
EKUITAS
327.961
307.084
TOTAL LIABILITIES AND
SHAREHOLDERS’ EQUITY
1b,13
2i,14
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
128.750
15.453
Share capital - US$1 par value
per share
Authorized - 515,000,000 shares
Issued and fully paid 128,750,000 shares in 2010
and 2009
Additional paid-in capital
Retained earnings/(accumulated
losses)
Unappropriated
Other Reserve
The accompanying notes form an integral part of these financial
statements.
3
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
STATEMENTS OF INCOME
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
LAPORAN LABA RUGI
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PENJUALAN BERSIH
BEBAN POKOK PENJUALAN
LABA/(RUGI) KOTOR
2010
Catatan/
Notes
2009
203.983
210.886
2c,2k,2j,
15,20,22
2k,16
169.671
135.480
34.191
GROSS PROFIT/(LOSS)
3.033
2.532
5.104
1.778
OPERATING EXPENSES
Selling
General and administrative
5.565
6.882
Total Operating Expenses
(12.468)
27.309
INCOME/(LOSS) FROM
OPERATION
PENGHASILAN/(BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan bunga
Laba (Rugi) kurs - bersih
Bunga dan beban keuangan lainnya
Lain-lain - bersih
46
(432)
(2.365)
242
-
Beban Lain-lain - Bersih
(2.509)
BEBAN USAHA
Penjualan
Umum dan administrasi
Jumlah Beban Usaha
(6.903)
NET SALES
COST OF GOODS SOLD
2k,17
LABA/(RUGI) USAHA
LABA/(RUGI) SEBELUM MANFAAT/
(BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
TANGGUHAN
MANFAAT/(BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN TANGGUHAN
LABA/(RUGI) BERSIH
LABA/(RUGI) BERSIH PER
SAHAM DASAR
2h
2o,18
(14.977)
1.995
2l,10
(12.982)
(0,10)
2m
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
69
(537)
(101)
OTHER INCOME/(EXPENSES)
Interest income
Income (Loss) on foreign exchange-net
Interest and other financing charges
Miscellaneous - net
(569)
Other Expenses - Net
26.740
INCOME/(LOSS) BEFORE
DEFERRED INCOME TAX
BENEFIT/(EXPENSE)
(3.226)
DEFERRED INCOME TAX
BENEFIT/(EXPENSE)
23.514
NET INCOME/(LOSS)
0,18
BASIC NET INCOME/
(LOSS) PER SHARE
The accompanying notes form an integral part of these financial
statements.
4
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
STATEMENTS OF CHANGES IN
SHAREHOLDERS’ EQUITY
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan/
Notes
Modal
Ditempatkan dan
Disetor Penuh/
Issued and Fully
Paid Share
Capital
Tambahan
Modal
Disetor/
Additional
Paid-in
Capital
Saldo 1 Januari 2009
Laba bersih untuk periode 6 bulan
yang berakhir 30 Juni 2009
Saldo 30 Juni 2009
13,14
128.750
15.453
-
(39.400)
104.803
128.750
15.453
-
23.514
(15.886)
23.514
128.317
Balance, January 1, 2009
Net income for six months period
ended June 30, 2009
Balance, June 30, 2009
Saldo 1 Januari 2010
Efek dari penerapan PSAK 55
13,14
25
128.750
15.453
9.032
10
(5.034)
144.213
3.998
Balance, January 1, 2010
Effect of adopting PSAK 55
128.750
15.453
9.032
(5.024)
128.750
15.453
9.032
(12.982)
(18.006)
148.211
(12.982)
135.229
Balance, January 1, 2010
(Restated)
Net Loss for six months period
ended June 30, 2010
Balance, June 30, 2010
Saldo 1 Januari 2010
(Dinyatakan kembali)
Rugi bersih untuk periode 6 bulan
yang berakhir 30 Juni 2010
Saldo 30 Juni 2010
Cadangan
Lainnya/ Other
Reserves
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
Akumulasi
Kerugian/
Accumulated
Losses
Jumlah EkuitasBersih/ Total
Shareholders'
Equity-Net
The accompanying notes form an integral part of these financial
statements.
5
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
STATEMENTS OF CASH FLOWS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2010
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan dari pelanggan
Pembayaran kepada pemasok, karyawan
dan kegiatan usaha lainnya
Penerimaan dari pendapatan bunga
Pembayaran untuk pajak penghasilan
Penerimaan pengembalian pajak
Pembayaran untuk beban bunga dan
beban keuangan lainnya
Kas Bersih yang Diperoleh dari/
(digunakan untuk) Aktivitas Operasi
Catatan/
Notes
2009
214.134
181.261
(229.961)
46
(6.170)
11.867
(116.081)
28
(15.230)
(176)
(119)
(10.260)
49.859
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penjualan aset tetap
Perolehan aset tetap
15
(7.156)
Kas Bersih yang
Digunakan untuk Aktivitas Investasi
(7.141)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Pembayaran untuk hutang pihak yang
mempunyai hubungan istimewa
Pembayaran bunga
Pembayaran untuk hutang bank
Penerimaan dari hutang obligasi & sukuk
Pembayaran biaya emisi obligasi
(9.052)
29.734
(599)
Kas Bersih yang Diperoleh dari/
(digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan
6
6
CASH FLOWS FROM OPERATING
ACTIVITIES
Cash receipts from customers
Payments to suppliers, employees
and other operating expenses
Receipts from interest income
Payments for income taxes
Receipts from tax refund
Payments for interest expense and
other financing costs
Net Cash Provided by/(Used in)/
Operating Activities
(1.900)
CASH FLOWS FROM INVESTING
ACTIVITIES
Sale of fixed assets
Acquisitions of fixed assets
(1.900)
Net Cash Used in
Investing Activities
CASH FLOWS FROM FINANCING
ACTIVITIES
2c,20
18
(1.331)
(418)
(48.000)
-
Payments for due to related parties
Payment of interest
Payments for bank loans
Proceeds from bond & Sukuk
Payment for bonds issuance costs
20.083
(49.749)
Net Cash Provided by/(Used in)/
Financing Activities
KENAIKAN (PENURUNAN)
BERSIH KAS DAN SETARA KAS
2.682
(1.790)
NET INCREASE (DECREASE) IN
CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS
AWAL PERIODE
1.646
4.191
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT BEGINNING OF PERIOD
KAS DAN SETARA KAS
AKHIR PERIODE
4.328
2.401
CASH AND CASH EQUIVALENTS
AT END OF PERIOD
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
The accompanying notes form an integral part of these financial
statements.
6
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
1.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
a.
b.
1.
Pendirian Perusahaan
GENERAL
a.
Establishment of the Company
PT Titan Petrokimia Nusantara (“Perusahaan”),
didirikan di Republik Indonesia pada tahun
1990 dengan nama PT Petrokimia Nusantara
Interindo berdasarkan Akta Notaris Moendjiati
Soegito, S.H., No. 68 tanggal 19 Juli 1990.
Akta pendirian tersebut disahkan oleh Menteri
Kehakiman
dalam
Surat
Keputusan
No.
C2-4808.HT.01.01-TH.90
tanggal
15 Agustus 1990, dan diumumkan dalam
Berita Negara No. 84, Tambahan No. 4257
tanggal
19 Oktober 1990.
Perusahaan
mengganti namanya menjadi PT Titan
Petrokimia Nusantara berdasarkan Akta
Notaris Mala Mukti, S.H., No. 54 tanggal
31 Maret 2006. Perubahan tersebut disahkan
oleh Menteri Kehakiman dalam Surat
Keputusan No. C-10007 HT.01.04.Th.2006
tanggal 7 April 2006. Anggaran Dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir dilakukan berdasarkan
Akta Notaris Aulia Taufani, S.H., pengganti
Notaris Sutjipto, S.H., No. 106 tanggal 12 Juni
2008, mengenai perubahan Anggaran Dasar
Perusahaan untuk memenuhi persyaratan
dalam Undang-undang No. 40/2007 tentang
Perseroan Terbatas. Perubahan tersebut telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia melalui Surat Keputusan
No. AHU-45208.AH.01.02 tanggal 28 Juli
2008.
PT
Titan
Petrokimia
Nusantara
(the
“Company”), was established in the Republic of
Indonesia in 1990 under the name
PT Petrokimia Nusantara Interindo based on
Notarial Deed No. 68 of Moendjiati Soegito,
S.H., dated July 19, 1990. The deed of
establishment was approved by the Minister of
Justice of the Republic of Indonesia in its
Decision Letter No. C2-4808.HT.01.01-TH.90
dated August 15, 1990, and was published in
State Gazette No. 84, Supplement No. 4257
dated October 19, 1990. The Company
changed its name to PT Titan Petrokimia
Nusantara based on Notarial Deed No. 54 of
Mala Mukti, S.H., dated March 31, 2006. This
amendment was approved by the Minister of
Law and Human Rights of the Republic of
Indonesia in its Decision Letter No. C-10007
HT.01.04.Th.2006 dated April 7, 2006. The
Company’s Articles of Association has been
amended several times, the latest of which was
covered by Notarial Deed No. 106 of Aulia
Taufani, S.H., substitute notary of Sutjipto,
S.H., dated June 12, 2008, concerning the
amendment of the Articles of Association of the
Company to conform with Law No. 40 Year
2007 regarding Limited Liability Companies.
This amendment was approved by the
Minister of Law and Human Rights of the
Republic of Indonesia in its Decision Letter
No. AHU-45208.AH.01.02 dated July 28, 2008.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar
Perusahaan, Perusahaan bergerak di bidang
industri
dan
distribusi
polyethylene.
Perusahaan berkedudukan di Jakarta dan
beralamat kantor di Graha BIP, lantai 3, Jl.
Jend. Gatot Subroto Kav. 23, Jakarta. Pabrik
Perusahaan berlokasi di Merak, Banten.
Perusahaan
mulai
berproduksi
secara
komersial pada bulan Februari 1993.
As stated in Article 3 of its Articles of
Association, the Company’s scope of activities
consists of, among others, manufacture and
distribution of polyethylene. The Company is
domiciled in Jakarta and its registered office
address is Graha BIP, 3rd floor, Jl. Jend. Gatot
Subroto Kav. 23, Jakarta. Its plant is located in
Merak, Banten. The Company started its
commercial operations in February 1993.
Kuasi-reorganisasi
b.
Berdasarkan Sirkular Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa tanggal 24 Oktober 2007,
pemegang
saham
menyetujui
untuk
dilakukannya kuasi-reorganisasi pada tanggal
30 Juni 2007 (Catatan 21).
Quasi-reorganization
Based on the Circular Resolution of the
Extraordinary General Shareholders’ Meeting
dated October 24, 2007, the shareholders
approved the execution of a quasireorganization as of June 30, 2007 (Note 21).
7
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
1.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN (lanjutan)
b.
c.
1.
Kuasi-reorganisasi (lanjutan)
GENERAL (continued)
b.
Quasi-reorganization (continued)
Penyesuaian
kuasi-reorganisasi
telah
dibukukan pada tanggal 30 Juni 2007, dengan
mengeliminasi akumulasi kerugian sebesar
US$514.695 dieliminasi dengan akun “Selisih
Penilaian
Kembali
Aktiva
Tetap
dan
Persediaan” dan “Modal Ditempatkan dan
Disetor Penuh”.
Quasi-reorganization
adjustments
were
recorded on June 30, 2007, by eliminating
accumulated losses of US$514,695 againts
“Revaluation Increment in Property, Plant and
Equipment” and “Issued and Fully Paid Capital”
accounts.
Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan
sehubungan
dengan
kuasi-reorganisasi
tersebut melalui Akta Notaris Sutjipto, S.H.
No. 102 tanggal 23 November 2006 telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia
dalam
Surat
Keputusan
No. W7-01129 HT.01.04-TH.2007 tanggal
30 Januari 2007 dan telah mendapatkan
persetujuan
dari
Badan
Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM) Surat Keputusan
No. 226/III/PMA/2007 tanggal 21 Februari
2007.
The Amendments of the Company’s Articles of
Association in connection with the said quasireorganization covered in Notarial Deed of
Sutjipto, S.H. No. 102 dated November 23,
2006, was approved by the Ministry of Justice
and Human Rights in its Decision Letter
No. W7-01129 HT.01.04-TH.2007 dated
January 30, 2007, and by the Capital
Investment Coordinating Board (BKPM) its
Decision Letter No. 226/III/PMA/2007 dated
February 21, 2007.
Dewan Komisaris
Karyawan
dan
Direksi,
dan
c.
Pada tanggal 30 Juni 2010 dan 2009, susunan
anggota Dewan Komisaris dan Direksi
Perusahaan adalah sebagai berikut:
Boards of Commissioners and Directors,
and Employees
As of June 30, 2010 and 2009, the members of
the Company’s Boards of Commissioners and
Directors are as follows:
2010
Komisaris/Commissioner
Direksi/Directors
Komisaris Utama/
President Commissioner
: Warren William Wilder
Komisaris/independen/
Independent commissioner : Kemal Azis Stamboel
Direktur Utama/President Director : David Tsung-Hung Chao
Direktur/Director
: Tan Kong Thiam
Direktur Kuangan/Finance Director : Ezani Bin Sheikh Mohamad
2009
Komisaris/Commissioners
Komisaris Utama/
President Commissioner
Direksi/Directors
Direktur Utama/President Director : David Tsung-Hung Chao
Direktur/Director
: Tan Kong Thiam
Direktur/Director
: Ezani Bin Sheikh Mohamad
: Warren William Wilder
Kompensasi bersih yang dibayarkan kepada
komisaris dan direksi Perusahaan masingmasing sebesar US$148 dan US$142 untuk
periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30
Juni 2010 dan 2009.
The net amount of compensation paid to the
Company’s commissioners and directors for
the period ended June 30, 2010, and 2009
amounted
to
US$148
and
US$142
respectively.
Perusahaan memiliki karyawan tetap sebanyak
330 orang dan 298 orang, masing-masing
pada tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009.
The Company has permanent employees of
330 and 298 as of June 30, 2010 and 2009,
respectively.
8
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN
AKUNTANSI
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Berikut ini adalah kebijakan akuntansi Perusahaan
signifikan yang diterapkan secara konsisten dalam
penyusunan laporan keuangan sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia
yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) dan peraturan Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAMLK).
a.
b.
SUMMARY
POLICIES
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
Presented below are the significant accounting
policies adopted consistently by the Company in
preparing the financial statements, in conformity
with generally accepted accounting principles in
Indonesia which comprise the Statements of
Financial Accounting Standard (PSAK) and Capital
Market and Financial Institution Supervisory
Agency (BAPEPAM-LK) Regulations.
Dasar penyusunan laporan keuangan
a. Basis of preparation
statements
of
the
financial
Laporan keuangan disusun berdasarkan
konsep biaya perolehan, kecuali untuk
persediaan yang dinyatakan berdasarkan nilai
terendah antara biaya perolehan dengan nilai
realisasi bersih, serta instrumen keuangan
derivatif yang dinyatakan sebesar nilai wajar.
The financial statements have been prepared
using the historical cost concept, except for
inventories which are valued at the lower of
cost or net realizable value, and derivative
financial instruments which are stated at fair
value.
Laporan arus kas, yang disusun dengan
menggunakan
metode
langsung,
mengklasifikasikan
penerimaan
dan
pembayaran kas dan setara kas ke dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
The statements of cash flows, which have
been prepared using the direct method,
present the receipts and payments of cash and
cash equivalents classified into operating,
investing and financing activities.
Mata uang pelaporan adalah Dolar Amerika
Serikat.
The reporting currency is United States Dollar.
Setara kas
b.
Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga
bulan atau kurang pada saat penempatan dan
tidak digunakan sebagai jaminan atas
pinjaman
dan
kewajiban
lainnya
diklasifikasikan sebagai “Setara Kas”.
c.
OF
Cash equivalents
Time deposits with maturities of three months
or less at the time of placement and not
pledged as collateral to loans and other
borrowings
are
classified
as
“Cash
Equivalents”.
Transaksi dengan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
c.
Transactions with related parties
Perusahaan melakukan transaksi dengan
pihak yang mempunyai hubungan istimewa
sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7,
“Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa”.
The Company enters into transactions with
related parties as defined under PSAK No. 7,
“Related Party Disclosures”.
Seluruh saldo dan transaksi yang signifikan
dengan pihak yang mempunyai hubungan
istimewa, baik yang dilakukan maupun yang
tidak dilakukan dengan persyaratan dan
kondisi normal sebagaimana yang dilakukan
dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam
laporan keuangan.
All significant accounts and transactions with
related parties, whether or not conducted under
normal terms and conditions similar to those
transacted with third parties, are disclosed
herein.
9
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN
d.
e.
AKUNTANSI
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Persediaan
SUMMARY
POLICIES
d.
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
Inventories
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah
antara biaya perolehan dengan nilai realisasi
bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan
menggunakan metode rata-rata tertimbang
untuk seluruh persediaan.
Inventories are stated at the lower of cost or
net realizable value. Cost is determined using
the weighted-average method all for inventory.
Perusahaan
menetapkan
penyisihan
penurunan nilai pasar dan keusangan
persediaan, berdasarkan hasil penelaahan
berkala atas nilai pasar dan kondisi fisik
persediaan untuk menurunkan nilai persediaan
ke nilai realisasi bersihnya.
The Company provides allowance for decline
in market value and obsolescence of
inventories, based on the periodic review of the
market value and physical conditions of the
inventories to reduce the carrying values of
inventories to their net realizable values.
Biaya dibayar di muka
e.
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama
masa manfaat.
f.
OF
Prepaid expenses
Prepaid expenses are amortized over the
periods benefited.
Aset tetap
f.
Fixed assets
Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi
2007), “Aset Tetap” yang mengatur pengakuan
aset, penentuan jumlah tercatat, pembebanan
penyusutan dan rugi penurunan nilai. Terkait
dengan penerapan PSAK No. 16 yang direvisi
tersebut, Perusahaan telah memilih model
biaya sebagai kebijakan akuntansi atas aset
tetap.
The Company applies PSAK No. 16 (Revised
2007), “Fixed Assets” which prescribes the
recognition of the assets, determination of their
carrying amounts, related depreciation and
impairment losses. Relative to this, The
Company has adopted the cost model as it
accounting policy for all fixed assets.
Aset tetap awalnya diakui sebesar biaya
perolehan, yang terdiri atas harga perolehan
dan biaya-biaya tambahan yang dapat
diatribusikan langsung untuk membawa aset
ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar
aset
siap
digunakan
sesuai
maksud
manajemen. Perusahaan juga mengakui
sebagai bagian dari biaya perolehan aset tetap
estimasi awal atas biaya pembongkaran dan
pemindahan aset tetap dan pemulihan lokasi
yang disewa; dan biaya untuk mengganti
komponen dari aset tetap pada saat
penggantian.
Fixed Assets are initially recognized at cost,
which comprises the purchase price and any
additional costs directly attributable in bringing
the asset to its working condition and to the
location where it is intended to be used by
management. The Company also recognized
as part of the cost of fixed assets the initial
estimation of the costs of dismantling and
removing the fixed asset items located in
rented sites; and cost of replacing parts of the
fixed assets.
Setelah
pengakuan
awal,
aset
tetap
dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi
akumulasi
penyusutan
dan
kerugian
penurunan nilai aset.
Subsequent to initial recognition, fixed assets
are carried at cost less any subsequent
accumulated depreciation and impairment
losses.
10
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN
f.
AKUNTANSI
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Aset tetap (lanjutan)
SUMMARY
POLICIES
f.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan
metode garis lurus selama taksiran umur
manfaat aset tetap sebagai berikut:
OF
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
Fixed assets (continued)
Depreciation is calculated on a straight-line
basis over the estimated useful life of the fixed
assets as follows:
Taksiran Umur
Manfaat (Tahun)/
Estimated Useful Lives
(Years)
Bangunan
Mesin pabrik
Prasarana
Perabotan dan peralatan kantor
Alat-alat pengangkutan
30
10 - 30
15 - 20
5
5
Buildings
Plant
Infrastructures
Furniture and office equipments
Motor vehicles
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan
dan tidak disusutkan.
Land is stated at cost and not amortized.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan
pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat
tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan
dari
penggunaan
atau
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai
perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan
dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan
dalam laporan laba rugi pada periode aset
tersebut dihentikan pengakuannya.
An item of fixed assets is derecognized upon
disposal or when no future economic benefits
are expected from its use or disposal. Any gain
or loss arising on derecognition of the asset
(calculated as the difference between the net
disposal proceeds and the carrying amount of
the asset) is included in the statement of
income in the period the asset is derecognized.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu,
umur manfaat dan metode penyusutan
ditelaah
kembali,
dan
jika
keadaan
mengharuskan disesuaikan secara prospektif.
The asset’s residual values, useful lives and
methods of depreciation are reviewed, and
adjusted prospectively if appropriate, at the end
of the period.
Akumulasi biaya konstruksi bangunan dan
pabrik, serta pemasangan mesin dikapitalisasi
sebagai aset dalam penyelesaian. Biaya
tersebut direklasifikasi ke masing-masing
unsur aset tetap pada saat proses konstruksi
atau pemasangan selesai dan aset tersebut
siap digunakan. Penyusutan mulai dibebankan
pada tanggal yang sama.
The accumulated costs of the construction of
buildings and plant and the installation of
machinery are capitalized as construction in
progress. These costs are reclassified to the
respective fixed asset items when the
construction or installation is completed and
the asset is ready for use. Depreciation is
charged from such a date.
Berdasarkan PSAK No. 48, “Penurunan Nilai
Aktiva”, penilaian aktiva dilakukan atas
penurunan dan kemungkinan penurunan nilai
wajar aktiva jika terjadi peristiwa atau
perubahan keadaan yang mengindikasikan
bahwa nilai tercatat mungkin tidak dapat
terpulihkan seluruhnya.
In compliance with PSAK No. 48, “Impairment
of Asset Values”, asset values are reviewed for
any impairment and possible write down to fair
values whenever events or changes in
circumstances indicate that their carrying
values may not be fully recovered.
11
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN
f.
AKUNTANSI
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Aset tetap (lanjutan)
SUMMARY
POLICIES
f.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada
penurunan potensial atas nilai aset tetap dan
oleh karena itu, tidak diperlukan penurunan
nilai aset pada tangganl 30 Juni 2010 dan
2009.
g.
OF
SIGNIFICANT
ACCOUNTING
Fixed assets (continued)
Management believes that there is no potential
impairment in values of fixed assets, and
therefore, no write-down for impairment in
asset values is necessary as of June 30, 2010
and 2009.
Imbalan kerja
g.
Employee benefits
Perusahaan
mempunyai
program
dana
pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan
tetap yang memenuhi syarat. Selain itu, sesuai
dengan PSAK No. 24 (Revisi 2004), “Imbalan
Kerja”, Perusahaan juga mencatat penyisihan
manfaat tambahan selain program dana
pensiun untuk memenuhi dan menutup
imbalan
kerja
untuk
karyawan
tetap
yangmemenuhi syarat sesuai dengan Undangundang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003
bagi seluruh karyawan tetap yang memenuhi
syarat. Pencadangan tersebut diestimasi
dengan menggunakan metode projected unit
credit dan didiskontokan ke nilai kini.
The Company has a defined contribution
retirement plan covering all of its qualified
permanent
employees.
Moreover,
in
compliance with PSAK No. 24 (Revised 2004),
“Employee Benefits”, the Company also
provides additional provisions on top of the
benefits provided under the said defined
contribution pension program in order to meet
and cover the minimum benefits required to be
paid to its qualified permanent employees in
accordance with the Labor Law No. 13/2003
(the Law). The provisions are estimated using
actuarial calculations using the projected unit
credit method and discounted to present value.
Perhitungan estimasi kewajiban imbalan pasca
kerja berdasarkan Undang-undang, ditentukan
dengan menggunakan metode penilaian
aktuaria “Projected Unit Credit”. Keuntungan
dan kerugian aktuarial diakui sebagai
penghasilan atau beban apabila akumulasi
keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang
belum diakui pada akhir periode pelaporan
sebelumnya melebihi jumlah 10% dari yang
lebih besar antara nilai kini imbalan pasti dan
nilai wajar aset program pada tanggal tersebut.
Keuntungan dan kerugian ini diakui dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan
rata-rata sisa masa kerja yang diperkirakan
dari para pekerja dalam program tersebut.
Biaya
jasa
lalu
diamortisasi
dengan
menggunakan metode garis lurus sampai
imbalan tersebut menjadi hak karyawan.
The calculation of estimated liability for
employee benefits based on the Law, is
determined using the “Projected Unit Credit”
actuarial valuation method. Actuarial gains or
losses are recognized as income or expense
when the net cumulative unrecognized actuarial
gains and losses at the end of the previous
reporting year exceeded 10% of the higher of
the defined benefit obligation and the fair value
of plan assets at that date. These gains or
losses are recognized on a straightline basis
over the expected average remaining working
life of the employees. Past service costs are
amortized on a straight-line basis until the
benefits become vested.
12
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
h.
i.
AKUNTANSI
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Transaksi dan saldo dalam mata uang
asing
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
h.
ACCOUNTING
Foreign currency transactions and balances
Mata uang fungsional Perusahaan adalah
Dolar Amerika Serikat. Transaksi dalam mata
uang asing (mata uang selain mata uang
fungsional) dicatat dalam mata uang Dolar
Amerika Serikat berdasarkan kurs yang
berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada
tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter
dalam
mata
uang
asing
disesuaikan
berdasarkan kurs yang berlaku pada tanggal
neraca. Laba atau rugi kurs yang terjadi
dikreditkan atau dibebankan pada operasi
periode berjalan.
The functional currency of the Company is
United States Dollar. Transactions involving
foreign currencies (currencies other than the
functional currency) are recorded in United
States Dollar at the rates of exchange
prevailing at the time the transactions are
made. At balance sheet date, monetary assets
and liabilities
denominated
in foreign
currencies are translated at the exchange rates
prevailing at that date. The resulting gains or
losses are credited or charged to operations of
the current period.
Pada tanggal 30 Juni 2010 nilai tukar yang
digunakan untuk 1 Dolar Amerika Serikat
(“US$”) sebesar Rp9.083( 2009: Rp10.225).
At June 30, 2010, the rate of exchange used to
United States Dollar (“US$”) 1 was Rp9,083
(2009: Rp10,225).
Transaksi dalam mata uang lainnya tidak
signifikan.
Transactions held in other currencies are not
significant.
Saat ini, Perusahaan hanya bergerak dalam
bidang produksi dan distribusi polyethylene.
Karena risiko dan imbalan tidak dapat
dibedakan berdasarkan produk atau jasa,
Perusahaan tidak menyajikan informasi
segmen usaha.
Currently, the Company is only engaged in the
production and distribution of polyethylene.
Because the risk and benefit cannot be
differentiated based on product or service, the
Company does not present business segment
information.
Kuasi-reorganisasi
i.
Pada tahun 2007, Perusahaan melakukan
kuasi-reorganisasi untuk mengeliminasi saldo
laba negatif (defisit). Kuasi-reorganisasi dicatat
sesuai dengan PSAK No. 51 (Revisi 2003),
“Akuntansi Kuasi-Reorganisasi”. Berdasarkan
PSAK
ini,
dalam
melakukan
kuasireorganisasi, nilai wajar dari aset dan
kewajiban ditentukan berdasarkan nilai pasar
pada tanggal kuasi-reorganisasi dilaksanakan.
Jika nilai pasar tidak tersedia, estimasi nilai
wajar aset dan kewajiban harus ditentukan
berdasarkan informasi terbaik yang tersedia.
Estimasi nilai wajar harus mempertimbangkan
harga aset sejenis dengan karakteristik dan
teknik penilaian yang paling sesuai terhadap
aset dan kewajiban seperti metode nilai kini
(present value) atau arus kas diskonto
(discounted cash flows). Penilaian aset dan
kewajiban dapat menghasilkan aset bersih
yang lebih tinggi atau yang lebih rendah
dibandingkan dengan nilai buku tercatat
sebelum penilaian kembali.
Quasi-reorganization
In 2007, the Company carried out a quasireorganization to eliminate its deficit. The
quasi-reorganization was accounted for in
accordance with PSAK No. 51 (Revised 2003),
“Accounting for Quasi-reorganization”. Under
this PSAK, in performing quasi-reorganization,
the fair value of assets and liabilities should be
determined based on market value on the date
of quasi-reorganization. If the market value is
not available, the estimate of the fair value
should be determined using the best
information available. The estimate of fair value
should put into consideration prices of similar
type of assets and a valuation technique most
suitable to the characteristics of the related
assets and liabilities such as present value or
discounted cash
flows
methods. The
revaluation of assets and liabilities could result
in an increase or decrease in net assets when
compared to the book value before revaluation.
13
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
i.
AKUNTANSI
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Kuasi-reorganisasi (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
i.
Perbedaan yang timbul dari nilai wajar dengan
nilai tercatat aset dan kewajiban, untuk
sementara, dicatat sebagai akun “Selisih
Penilaian Aktiva” pada bagian ekuitas. Defisit
atau akumulasi kerugian akan dieliminasi
sesuai dengan urutan sebagai berikut (jika
ada):
a. cadangan umum;
b. cadangan khusus;
c. selisih penilaian aset dan kewajiban
(termasuk revaluasi aset tetap) dan selisih
penilaian sejenisnya;
d. tambahan modal disetor; dan,
e. modal saham.
j.
k.
l.
ACCOUNTING
Quasi-reorganization (continued)
The differences between the fair value and the
carrying value of assets and liabilities are
temporarily recorded in the “Revaluation
Increment of Assets” account in Equity. The
deficit or the accumulated losses are
eliminated in the following order (if any):
a. legal reserve;
b. special reserve;
c. differences arising from revaluation of
assets and liabilities (including revaluation
increment in fixed assets) and other
revaluation differences;
d. additional paid-in capital; and
e. share capital.
Informasi segmen
j.
Segment information
Informasi
segmen
geografis
menurut
komponen yang menghasilkan produk atau
jasa juga tidak disajikan karena seluruh aset
Perusahaan berlokasi di Indonesia.
Geographical segment information based on
components to produce products or service is
also not presented because all of the
Company’s assets are located in Indonesia.
Perusahaan melaporkan informasi segmen
berupa pendapatan dari pelanggan ekstern
berdasarkan lokasi geografis pelanggan.
The segment information reported by the
Company is revenue from external customers
based on the customers’ geographic location.
Pengakuan pendapatan dan beban
k.
Revenue and expense recognition
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada
saat seluruh risiko dan manfaat kepemilikan
barang secara signifikan telah dipindahkan
kepada pembeli.
Revenue from the sale of goods is recognized
when all of the significant risks and rewards of
ownership of the goods have been passed on
to the buyer.
Beban diakui pada saat terjadinya dengan
menggunakan dasar akrual.
Expenses are recognized as incurred on an
accrual basis.
Pajak penghasilan
l.
Income tax
Pajak penghasilan tangguhan diakui atas
seluruh perbedaan temporer pada tanggal
neraca antara pencatatan komersial dan dasar
pengenaan pajak aset dan kewajiban serta
nilai tercatat untuk tujuan laporan keuangan,
terutama yang timbul dari penyusutan dan
penyisihan. Manfaat pajak di masa yang akan
datang, seperti saldo rugi fiskal yang belum
digunakan, juga diakui apabila besar
kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat
direalisasi.
Deferred income tax is provided on all
temporary differences at balance sheet date
between tax bases of assets and liabilities and
their carrying amounts for financial reporting
purposes, which are mainly attributable to
depreciation and provisions. Future tax
benefits, such as the carryforward of unused
tax losses, are also recognized to the extent
that realization of such benefits is probable.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah
pada setiap tanggal neraca dan diturunkan
apabila laba fiskal tidak mungkin memadai
untuk mengkompensasi sebagian atau semua
aset pajak tangguhan.
The carrying amount of deferred tax assets is
reviewed at each balance sheet date and
reduced to the extent that it is no longer
probable that sufficient taxable profits will be
available to allow all or part of the deferred tax
assets to be utilized.
14
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
l.
AKUNTANSI
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Pajak penghasilan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
l.
Income tax (continued)
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur
berdasarkan tarif pajak yang diharapkan akan
diberlakukan pada saat aset direalisasikan
atau kewajiban diselesaikan berdasarkan
peraturan perpajakan yang berlaku atau yang
telah secara substansial berlaku pada tanggal
neraca. Penyisihan dan/atau penyesuaian
kembali dari seluruh perbedaan temporer
selama periode berjalan diakui sebagai
penghasilan atau beban dan termasuk dalam
laba atau rugi bersih periode berjalan.
Deferred tax assets and liabilities are
measured at the tax rates that are expected to
apply to the period when the asset is realized
or the liability is settled based on tax laws that
have been enacted or substantively enacted as
at balance sheet date. The related provisions
for and/or reversals of all temporary differences
during the period are recognized as income or
expense and included in the net income or loss
for the current period.
Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban
pajak tangguhan yang disebabkan oleh
perubahan tarif pajak dibebankan pada
periode berjalan, kecuali untuk transaksitransaksi yang sebelumnya telah langsung
dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Changes in the carrying amount of deferred tax
assets and liabilities due to a change in tax
rates is charged to current period operations,
except to the extent that it relates to items
previously charged or credited to equity.
Beban pajak penghasilan periode berjalan
dihitung berdasarkan penghasilan kena pajak
dalam periode yang bersangkutan.
Income tax expense for the current period is
calculated based on the taxable income during
the period.
Perubahan terhadap kewajiban perpajakan
dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan,
atau ketika hasil banding sudah diputuskan
apabila dilakukan banding oleh Perusahaan.
Amendments to tax obligations are recorded
when an assessment is received, or when the
result of the appeal is determined, if it is
appealed against by the Company.
m. Laba bersih per saham dasar
m. Basic earnings per share
Sesuai dengan PSAK No. 56, “Laba Per
Saham”, laba atau rugi bersih per saham
dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi
bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar pada periode tahun yang
bersangkutan.
n.
ACCOUNTING
In accordance with PSAK No. 56, “Earnings
Per Share”, earnings per share is computed by
dividing the net profit or loss with the weightedaverage number of shares outstanding during
the period.
Penggunaan estimasi
n.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia mewajibkan manajemen untuk
membuat
estimasi
dan
asumsi
yang
mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan
dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan
adanya ketidakpastian yang melekat dalam
membuat estimasi, hasil sebenarnya yang
dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda
dengan jumlah estimasi yang dibuat.
Use of estimates
The preparation of financial statements, in
conformity with generally accepted accounting
principles in Indonesia, requires management
to make estimations and assumptions that
affect amounts reported therein. Due to
inherent uncertainty in making estimates,
actual results reported in future periods may be
based on amounts that differ from those
estimates.
15
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
o.
AKUNTANSI
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Instrumen keuangan
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
o.
Instrumen keuangan Perusahaan termasuk
diantaranya kas dan setara kas, piutang,
instrumen keuangan derivative, hutang usaha,
hutang lain-lain dan hutang obligasi, dll.
1)
Klasifikasi, pengakuan
instrumen keuangan
dan
ACCOUNTING
Financial instruments
Financial instruments of the Company include
cash and cash equivalents, receivables,
derivative financial instruments, payables,
other payables and bonds payable, etc.
1)
pengukuran
Classification,
recognition
measurement of financial instruments
and
Perusahaan melakukan pengakuan aset atau
kewajiban keuangan pada lapran neraca pasa
saat Perusahaan memasuki atau menjadi
pihak dalam kontrak instrumen keuangan.
The Company recognises a financial asset or a
financial liability on its balance sheet when the
Company enters into and becomes a party to
the underlining contract of the financial
instrument.
Aset dan kewajiban keuangan diakui pada
awalnya sebesar nilai wajar. Untuk aset dan
kewajiban keuangan yang selisih nilai
wajarnya diakui pada laporan laba rugi maka
biaya transaksinyapun diakui pada laporan
laba rugi. Sedangkan biaya transaksi aset dan
kewajiban keuangan lainnya dimasukkan pada
saat
pengakuan
awalnya.
Perusahaan
mengklasifikasikan
aset
dan
kewajiban
keuangan dalam kategori yang berbeda-beda
pada saat pengakuan awalnya berdasarkan
tujuan dari aset dan kewajiban keuangan
tersebut.
Financial assets and financial liabilities are
initially recognised at fair value. For financial
asset or financial liability of which the change in
its fair value is recognised in income statement,
the relevant transaction cost is recognised in
the income statement. The transaction costs
for other financial assets or financial liabilities
are included in the initially recognised amount.
The Company classifies financial assets and
liabilities into different categories at initial
recognition based on the purpose of acquiring
assets and assuming liabilities.
Aset keuangan :
Financial assets :
Aset keuangan yang diakui pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi
Financial assets at fair value through profit or
loss
Aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai
aset untuk diperdagangkan termasuk dalam
kategori “Aset keuangan yang diakui pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi”. Aset
keuangan diklasifikasikan sebagai aset untuk
diperdagangkan jika memang dimiliki dengan
tujuan untuk dijual dalam jangka pendek.
Derivatif juga termasuk dalam kategori untuk
diperdagangkan kecuali untuk instrument
lindung nilai yang efektif. Keuntungan atau
kerugian atas investasi yang dimiliki untuk
diperdagangkan diakui pada laba rugi.
Financial assets classified as held for trading
are included in the category ‘financial assets at
fair value through profit or loss’. Financial
assets are classified as held for trading if they
are acquired for the purpose of selling in the
near term. Derivatives are also classified as
held for trading unless they are designated and
effective hedging instrument. Gain or losses on
investments held for trading are recognised in
income.
16
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
o.
AKUNTANSI
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Instrumen keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
o.
ACCOUNTING
Financial instruments (continued)
Pinjaman dan piutang
Loans and receivables
Piutang adalah aset keuangan bukan
derivative jika perolehan kembalinya dapat
ditetapkan nilainya dan tidak memiliki harga
pasar di pasar aktif. Setelah pengakuan
awalnya, aset-aset tersebut dicatat pada biaya
amortisasi dengan menggunakan metode
bunga efektif.
Receivables are non-derivative financial assets
with fixed or determinable recoverable amount
and with no quoted price in active market. After
the initial recognition, such assets are
measured at amortised cost using the effective
interest method.
Piutang
usaha, yang
memiliki tempo
pembayaran 14-90 hari, dicatat sesuai dengan
tagihan dikurangi penyisihan atas nilai yang
tidak tertagih. Penyisihan dibuat jika ditemukan
bukti objektif dimana Perusahaan tidak dapat
menagih piutang. Piutang akan dihapus jika
dapat diidentifikasi.
Trade receivables, which generally have 14-90
days’ terms, are recognized and carried at
original invoice amount less an allowance for
any uncollectible amounts. Provision is made
when there is objective evidence that the
Company will not be able to collect the debts.
Bad debts are written off when identified.
Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo
Held-to-maturity investments
Investasi yang dimiliki sampai dengan jatuh
tempo termasuk dalam aset keuangan bukan
derivative jika perolehan kembalinya dapat
ditetapkan nilainya dan termasuk dalam
“dimiliki sampai dengan jatuh tempo” jika
memang Perusahaan memiliki tujuan dan
kemampuan untuk memiliki sampai dengan
jatuh tempo. Setelah pengakuan awalnya,
investasi yang dimiliki sampai dengan jatuh
tempo dicatat pada biaya amortisasi dengan
menggunakan metode bunga efektif.
Held-to-maturity investment includes nonderivative financial assets with fixed or
determinable recoverable amount and fixed
maturity that the Company has the positive
intention and ability to hold to maturity. After
the
initial
recognition,
held-to-maturity
investments are stated at amortised cost using
the effective interest rate method.
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Available-for-sale financial assets
Aset keuangan tersedia untuk dijual termasuk
aset keuangan bukan derivative yang tersedia
untuk dijual dan aset keuangan lainnya yang
tidak termasuk dalam semua kategori
sebelumnya di atas. Investasi pada instrument
ekuitas yang tidak memiliki harga pasar di
pasar aktif dan yang nilai wajarnya tidak dapat
ditetapkan secara andal dicatat pada nilai
perolehannya setelah dikurangi penurunan
nilai.
Available-for-sale financial assets include nonderivative financial assets that are designated
as available for sales and other financial assets
which do not fall into any of the above
categories. Investments in equity instruments
that do not have quoted market prices in active
markets and whose fair value cannot be
reliably measured are stated at cost less
impairment.
17
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
o.
AKUNTANSI
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Instrumen keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
o.
ACCOUNTING
Financial instruments (continued)
Aset keuangan tersedia untuk dijual (lanjutan)
Available-for-sale financial assets (continued)
Selain investasi instrument ekuitas yang tidak
dapat ditetapkan nilai wajarnya secara andal,
aset keuangan tersedia untuk dijual lainnya
dicatat pada awalnya sebesat nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian akibat perubahan
nilai wajar diakui pada ekuitas, kecuali untuk
kerugian penurunan nilai dan perbedaan nilai
tukar dari aset keuangan moneter mata uang
asing yang dicatat pada laporan laba rugi.
Keuntungan dan kerugian kumulatif yang
sebelumnya dicatat pada ekuitas kemudian
ditransfer ke laporan laba rugi pada saat
dilakukan penghentian pengakuan aset
keuangan siap untuk dijual. Pendapatan
dividen dari instrumen-instrumen keuangan ini
diakui pada laba atau rugi pada saat penerbit
investasi mengumumkan pembagian dividen.
Bunga dari aset keuangan siap untuk dijual
yang dihitung dengan menggunakan metode
bunga efektif diakui pada laba atau rugi.
Other than the above equity instrument
investments whose fair values cannot be
measured reliably, other available-for-sale
financial assets are initially stated at fair
values. The gains or losses arising from
changes in the fair value are directly
recognised in equity, except for the impairment
losses and exchange differences from
monetary financial assets denominated in
foreign currencies, which are recognised in the
income statement. The cumulative gains and
losses previously recognised in equity are
transferred to the income statement when the
available-for-sale
financial
assets
are
derecognised. Dividend income from these
equity instruments is recognised in profit or
loss when the investee declares the dividends.
Interest on available-for-sale financial assets
calculated using the effective interest method is
recognised in profit or loss.
Kewajiban keuangan :
Financial liabilities :
Kewajiban keuangan yang diakui pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi
Financial liabilities at fair value through profit or
loss
Kewajiban keuangan yang diakui pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi termasuk
kewajiban keuangan yang dimiliki untuk
diperdagangkan dan kewajiban keuangan
yang pada awalnya telah diakui pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi. Kewajiban
keuangan diklasifikasikan sebagai aset untuk
diperdagangkan jika memang dimiliki dengan
tujuan untuk dijual dalam jangka pendek.
Derivatif juga termasuk dalam kategori untuk
diperdagangkan kecuali untuk instrumen
lindung nilai yang efektif. Keuntungan atau
kerugian atas investasi yang dimiliki untuk
diperdagangkan diakui pada laba rugi.
Financial liabilities at fair value through profit or
loss includes financial liabilities held for trading
and financial liabilities designated upon initial
recognition as at fair value through profit or
loss. Financial liabilities are classified as held
for trading if they are acquired for the purpose
of selling in the near term. Derivatives are also
classified as held for trading unless they are
designated and effective hedging instrument.
Gain or losses on investments held for trading
are recognised in income.
18
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
o.
AKUNTANSI
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Instrumen keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
o.
ACCOUNTING
Financial instruments (continued)
Instrumen keuangan derivatif
Derivative financial instrument
Perusahaan
menggunakan
instrumen
keuangan derivatif seperti cross currency swap
untuk melakukan lindung nilai atas resiko
fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Instrumen
keuangan derivatif tersebut pada awalnya
diakui sebesar nilai wajarnya pada saat
kontrak derivatif dimulai dan selanjutnya dinilai
kembali sebesar nilai wajar yang berlaku pada
saat itu. Derivatif dicatat sebagai aset jika nilai
wajarnya positif dan sebagai kewajiban jika
nilai wajarnya negatif.
The Company uses derivative financial
instruments such as cross currency rate swap
to hedge its risks associated with foreign
currency fluctuation. Such derivative financial
instruments are initially recognized at fair value
on the date on which a derivative contract is
entered into and are subsequently remeasured
at fair value. Derivatives are carried as assets
when the fair value is positive and as liabilities
when the fair value is negative.
Keuntungan dan kerugian akibat perubahan
nilai wajar derivatif tersebut diakui pada laba
rugi tahun berjalan.
Any gain or losses arising from changes in fair
value on derivatives are taken directly to net
profit or loss for the year.
Kewajiban keuangan lainnya
Other financial liabilities
Kewajiban keuangan selain dari kewajiban
keuangan yang diakui pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi diklasifikasikan sebagai
kewajiban keuangan lainnya seperti hutang
dan pinjaman.
Financial liabilities other than the financial
liabilities at fair value through profit or loss are
classified as other financial liabilities such as
loans and borrowings.
Kewajiban keuangan lainnya diakui pada
awalnya sebesar nilai wajarnya dengan
setelah dikurangi dengan biaya transaksi
terkait. Setelah pengakuan awal tersebut,
kewajiban keuangan dicatat pada biaya
amortisasi dengan menggunakan metode
bunga refektif. Keuntungan dan kerugian
diakui pada laporan laba rugi.
All other financial liabilities are initially
recognized at the fair value of the consideration
received less directly attributable transaction
cost. After initial recognition, financial liabilities
are subsequently measured at amortised cost
using the effective interest method. Gains and
losses are recognized in net profit or loss when
the liabilities are recognised in income
statement.
19
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
AKUNTANSI
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
ACCOUNTING
o.
Instrumen keuangan (lanjutan)
o.
Financial instruments (continued)
2)
Penetapan nilai wajar
2)
Determination of fair value
3)
Nilai wajar dari aset dan kewajiban keuangan
ditetapkan dengan menggunakan referensi
pada harga pasar di pasar aktif tanpa
melakukan penyesuaian untuk biaya transaksi
yang mungkin muncul pada saat penghapusan
atau penyelesaiannya.
Fair value of financial asset or financial liability
is determined with reference to quoted market
price in active market without adjusting for
transaction costs that may be incurred upon
future disposal or settlement is used to
establish the fair value of financial asset or
financial liability.
Jika tidak terdapat pasar aktif yang terkait
dengan aset keuangan maka digunakan
teknik penilaian untuk menetapkan nilai
wajarnya.
Teknik
penilaian
termasuk
menggunakan transaksi dengan pihak yang
tidak terkait dalam suatu transaksi yang wajar
(arm’s length market transactions); dengan
menggunakan referensi pada nilai wajar
instrumen lainnya yang secara substansial
serupa; discounted cash flows dan model
harga opsi. Perusahaan mengevaluasi and
melakukan tes untuk keteapan teknik penilaian
tersebut secara periodic.
If no active market exists for a financial
instrument, a valuation technique is used to
establish the fair value. Valuation techniques
include using arm’s length market transactions
between knowledge, willing parties; reference
to the current fair value of other instrument that
is substantially the same; discounted cash
flows and option pricing model. The Company
calibrates the valuation technique and tests it
for validity periodically.
Penghentian
pengakuan
kewajiban keuangan
aset
3)
dan
Derecognition of
financial liabilities
financial
assets
and
Perusahaan
melakukan
penghentian
pengakuan aset keuangan ketika hak
kontraktual untuk menerima aliran kas dari
aset keuangan tersebut telah kadaluarsa, atau
ketika Perusahaan melakukan pengalihan
seacara substansial seluruh resiko dan
manfaat dari kepemilikan.
The Company derecognises a financial asset
when the contractual right to receive cash flows
from the financial asset expires, or where the
Company transfers substantially all risks and
rewards of ownership.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan,
perbedaan antara nilai-nilai berikut diakui pada
laporan laba rugi:
On derecognition of a financial asset, the
difference between the following amounts is
recognised in income statement:
—
—
—
—
Nilai perolehan, dan
jumlah dari pembayaran yang diterima dan
setiap keuntungan atau kerugian kumulatif
yang telah diakui secara langsung dalam
ekuitas.
Ketika tanggung jawab dari kewajiban
keuangan telah seluruhnya atau sebagian
dicabut, maka seluruh atau sebagian dari
kewajiban keuangan tersebut dihentikan
pengakuannya.
the carrying amounts, and
the sum of the consideration received and
any cumulative gain or loss that had been
recognised directly in equity.
Where the obligations for financial liabilities are
completely or partially discharged, the entire or
part of financial liabilities are derecognised.
20
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
p.
AKUNTANSI
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Penurunan nilai aset keuangan
SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
p.
ACCOUNTING
Impairment of financial assets
Jika terdapat bukti yang obyektif bahwa terjadi
kerugian atas penurunan nilai hutang dan
piutang maka biaya amortisasinya dicatat pada
saat terjadinya, saldo kerugian diukur sebagai
perbedaan antara saldo aset
sekarang
dengan estimasi arus kas masa mendatang
(tidak termasuk kerugian kredit di masa
mendatang yang tidak terjadi) dihitung
berdasarkan tarif bunga efektif aset keuangan.
Saldo yang terbawa pada aset akan dikurangi
baik secara langsung atau melalui perkiraan
penyisihan. Angka kerugian akan diakui pada
laba rugi.
If there is objective evidence that an
impairment loss on loans and receivables
carried at amortised cost has been incurred,
the amount of the loss is measured as the
difference between the asset’s carrying amount
and the present value of estimated future cash
flows (excluding future credit losses that have
not been incurred) discounted at the financial
asset’s original effective interest rate. The
carrying amount of the asset shall be reduced
either directly or through us of an allowance
account. The amount of the loss shall be
recognized in profit and loss.
Perusahaan harus melakukan evaluasi untuk
mencari bukti pendukung apakah terdapat
penurunan nilai secara individual atas aset
keuangan yang signifikan, atau secara kolektif
untuk aset keuangan yang tidak signifikan.
Jika tidak ditemukan bukti adanya penurunan
nilai atas aset keuangan yang dievaluasi
secara individual maka, signifikan atau tidak
signifikan, aset tersebut harus dikumpulkan
dengan aset keuangan lainnya yang memiliki
resiko kredit yang sama untuk kemudian
dilakukan evaluasi secara kolektif. Sedangkan
aset yang telah dievaluasi secara individual
dan ditemukan adanya penurunan nilai maka
tidak perlu lagi untuk dimasukkan dalam
evaluasi secara kolektif.
The Company first asseses whether the
objective evidence of impairment exists
individually for financial assets that are
individually significant, and individually or
collectively for financial assets that are not
individually significant. If it is determined that
no objective evidence of impairment exists for
an individually assessed financial asset,
whether significant or not, the asset is included
in a company of financial assets with similar
credit risk characteristics and that company of
financial assets is collectively assessed for
impairment. Assets that are individually
assessed for impairment and for which an
impairment loss is or continues to be
recognized are not included in a collective
assessment of impairment.
Jika pada masa mendatang, nilai dari kerugian
penurunan nilai berkurang dan penurunan
tersebut berhubungan dengan kejadian
setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian
penurunan nilai tersebut harus dipulihkan.
Semua pemulihan di masa mendatang atas
kerugian penurunan nilai diakui pada laporan
laba rugi, dengan catatan pemulihan tersebut
tidak boleh melebihi dari biaya yang telah
diamortisasi.
If, in a subsequent period, the amount of the
impairment loss decreases and the decrease
can be related objectively to an event occurring
after the impairment was recognized, the
previously recognized impairment loss is
reversed. Any subsequent reversal of an
impairment loss is recognized in the income
statement, to the extent that the carrying value
of the asset does not exceed its amortised cost
at the reversal date.
21
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
3.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
KAS DAN SETARA KAS
3.
2010
CASH AND CASH EQUIVALENTS
2009
Kas
Rupiah
Dolar AS
4
1
4
1
Cash
Rupiah
US Dollar
Sub-jumlah
5
5
Sub-total
Bank
Rupiah :
Deutsche Bank AG Indonesia
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
Standard Chartered Bank
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Ltd.
Sub-jumlah
Dolar AS :
Deutsche Bank AG Indonesia
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Central Asia Tbk
Standard Chartered Bank
PT Bank Maybank Indocorp.
Sub-jumlah
Sub-jumlah
753
823
3
1.619
155
15
140
761
2
2.532
1.739
Sub-total
797
41
256
649
3
23
41
194
352
2
US Dollar :
Deutsche Bank AG Indonesia
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Central Asia Tbk
Standard Chartered Bank
PT Bank Maybank Indocorp.
1.746
612
Sub-total
4.278
2.351
Sub-total
45
45
Time deposits
4.328
2.401
Total
Deposito berjangka
Jumlah
-
Bank
Rupiah :
Deutsche Bank AG Indonesia
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk
Standard Chartered Bank
The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Ltd.
Kas di bank memperoleh bunga pada tingkat
bunga mengambang sesuai dengan tingkat bunga
simpanan harian bank. Deposito dilakukan pada
periode jatuh tempo yang berbeda-beda,
tergantung pada kebutuhan kas perusahaan.
Adapun tingkat bunga yang diperoleh adalah
berkisar antara 0,25% - 1,5% (Deposito dalam
US$).
Cash at banks earn interest at floating rates based
on daily bank deposit rates. Short-term deposits are
made for varying periods, depending on the
immediate cash requirement of the Company, and
earn interest at 0.25% - 1.5% (Deposit in US$).
22
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
4.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
PIUTANG USAHA
4.
Akun ini merupakan tagihan kepada para
pelanggan yang timbul dari penjualan produk
Perusahaan. Rincian akun ini adalah sebagai
berikut:
TRADE RECEIVABLES
This account represents receivables due from
customers arising from the sales of the Company’s
products. The details of this account are as follows:
2010
2009
Pihak Ketiga
Dalam Dolar AS
32.662
19.933
Piutang kepada pihak ketiga
32.662
19.933
Penyisihan piutang ragu-ragu
(64)
Third Parties
In US Dollar
Receivables from third parties
(34)
Allowance for doubtful accounts
Sub-jumlah - bersih
32.598
19.899
Sub-total - net
Pihak yang Mempunyai Hubungan
Istimewa (Catatan 20)
Dalam Dolar AS
14.783
23.841
Related Parties (Note 20)
In US Dollar
Sub-jumlah
14.783
23.841
Sub-total
Jumlah
47.381
43.740
Total
Rincian piutang usaha berdasarkan jenis mata
uang dan umur piutang adalah sebagai berikut:
The details of trade receivables based on the
currencies and aging are as follows:
Mata Uang / Currency
Dolar AS/ US
Dollar
2010
Pihak Ketiga
Lancar
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari
31 - 60 hari
Lebih dari 60 hari
Rupiah
(Setara Dalam
Dolar AS)/
Rupiah (in US
Dollar
Equivalent)
Jumlah/ Total
32.188
-
32.188
133
341
-
133
341
2010
Third Parties
Current
Overdue
1 - 30 days
31 - 60 days
More than 60 days
Piutang kepada pihak ketiga
Penyisihan piutang ragu-ragu
32.662
(64)
-
32.662
(64)
Sub-jumlah - bersih
32.598
-
32.598
9.062
-
9.062
807
2.561
2.353
-
807
2.561
2.353
Related Parties (Note 20)
Current
Overdue
1 - 30 days
31 - 60 days
More than 60 days
Sub-jumlah
14.783
-
14.783
Sub-total
Jumlah
47.381
-
47.381
Total
Pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa (Catatan 20)
Lancar
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari
31 - 60 hari
Lebih dari 60 hari
23
Receivables from third parties
Allowance for doubtful accounts
Sub-total – net
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
4.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
PIUTANG USAHA (lanjutan)
4.
TRADE RECEIVABLES (continued)
Mata Uang / Currency
Dolar AS/ US
Dollar
2009
Pihak Ketiga
Lancar
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari
31 - 60 hari
Lebih dari 60 hari
Rupiah (Setara
Dalam Dolar AS)/
Rupiah (in US
Dollar Equivalent)
Jumlah/ Total
2009
Third Parties
Current
Overdue
1 - 30 days
31 - 60 days
More than 60 days
18.518
-
18.518
1.263
1
151
-
1.263
1
151
Piutang kepada pihak ketiga
Penyisihan piutang ragu-ragu
19.933
(34)
-
19.933
(34)
Sub-jumlah - bersih
19.899
-
19.899
15.789
-
15.789
8.052
-
-
8.052
-
Related Parties (Note 20)
Current
Overdue
1 - 30 days
31 - 60 days
More than 60 days
Sub-jumlah
23.841
-
23.841
Sub-total
Jumlah
43.740
-
43.740
Total
Pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa (Catatan 20)
Lancar
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari
31 - 60 hari
Lebih dari 60 hari
Analisis atas mutasi saldo penyisihan piutang raguragu adalah sebagai berikut:
Saldo Akhir Periode
Sub-total – net
An analysis of the movements in the balance of
allowance for doubtful accounts is as follows:
2010
Saldo Awal periode
Penambahan penyisihan piutang
ragu-ragu selama periode berjalan
Receivables from third parties
Allowance for doubtful accounts
2009
64
-
34
-
64
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi
akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir
tahun, manajemen berkeyakinan bahwa jumlah
penyisihan piutang ragu-ragu tersebut di atas
cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang
timbul dari tidak tertagihnya piutang usaha.
34
Balance at beginning of period
Additional provision for doubtful
accounts during the period
Balance at End of Period
Based on the review of the status of individual
receivable accounts at end of years, management
believes that the above allowance for doubtful
accounts is adequate to cover any possible losses
that may arise from non-collection of accounts.
24
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
5.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
PERSEDIAAN
5.
Persediaan terdiri dari:
INVENTORIES
Inventories consist of:
2010
2009
Barang jadi
Barang jadi ( trading )
Barang dalam proses
Bahan baku
Suku cadang
Bahan pembantu
Barang dalam perjalanan
16.779
7.557
1.000
9.002
4.107
2.939
7.921
7.733
1.874
922
12.496
3.736
2.616
5.726
Finished goods
Finished goods (trading)
Work-in process
Raw materials
Spare parts
Indirect materials
Goods in transit
Jumlah
49.305
35.103
Total
Penyisihan atas penurunan
nilai persediaan
(3.173)
Bersih
46.132
(12)
35.091
Analisa atas mutasi saldo penyisihan atas
penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
3.064
Saldo Akhir Periode
3.173
Net
An analysis of the movements in the balance of the
allowance for decline in value of inventories is as
follows:
2010
Saldo awal periode
Pemulihan/(Penyisihan) atas
penurunan nilai persediaan
Allowance for decline in value
of inventories
2009
109
2.123
(2.111)
12
Balance at beginning of period
Reversal/(Allowance) for decline
in value of inventories
Balance at End of Period
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi
pasar
dan
fisik
persediaan,
manajemen
berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas
cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang
timbul dari penurunan nilai pasar dan keusangan
persediaan.
Based on the review of the market and physical
condition of the inventories, management believes
that the above-mentioned allowance is adequate to
cover any possible losses from decline in market
value and obsolescence of inventories.
Pada tanggal 30 Juni 2010, persediaan
diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko
lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu
dengan
nilai
pertanggungan
sejumlah
US$25.566.000 (dalam satuan penuh). Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut
memadai untuk menutup kemungkinan kerugian
yang timbul dari risiko yang dipertanggungkan.
As of June 30, 2010, inventories are covered by
insurance against losses by fire and other risks
under blanket policies with total coverage
amounting to US$25,566,000 (in full amount).
Management believes that the said amount of
insurance coverage is adequate to cover any
possible losses that may arise from the insured
risks.
25
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
6. ASET TETAP
6.
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:
Saldo Awal/
Beginning
Balance
FIXED ASSETS
The details of fixed assets are as follows:
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassification
Saldo Akhir/
Ending Balance
2010
Nilai Tercatat
Tanah
Bangunan dan infastruktur
Mesin dan peralatan
Perabotan dan peralatan kantor
Alat-alat pengangkutan
Aset dalam penyelesaian
23.428
24.365
346.865
1.520
1.281
3.894
7.156
32
-
-
23.428
24.365
346.865
1.520
1.249
11.050
2010
Carrying Value
Land
Building and infrastructure
Machinery and equipments
Furniture and office equipments
Transportation equipments
Construction in progress
Jumlah nilai tercatat
401.353
7.156
32
-
408.477
Total carrying value
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan infastruktur
Mesin dan peralatan
Perabotan dan peralatan kantor
Alat-alat pengangkutan
15.806
202.324
1.506
1.281
6.547
-
32
-
15.806
208.871
1.506
1.249
Accumulated Depreciation
Building and infrastructure
Machinery and equipments
Furniture and office equipments
Transportation equipments
Jumlah akumulasi penyusutan
220.917
6.547
32
-
227.432
Total accumulated depreciation
Nilai Buku bersih
180.436
181.045
Net Book Value
Saldo Awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Additions
Pengurangan/
Deductions
Reklasifikasi/
Reclassification
Saldo Akhir/
Ending Balance
2009
Nilai Tercatat
Tanah
Bangunan dan infastruktur
Mesin dan peralatan
Perabotan dan peralatan kantor
Alat-alat pengangkutan
Aset dalam penyelesaian
23.428
24.260
345.689
1.505
870
2.661
1.900
-
9
137
20
293
(166)
23.428
24.269
345.826
1.525
1.163
4.395
2009
Carrying Value
Land
Building and infrastructure
Machinery and equipments
Furniture and office equipments
Transportation equipments
Construction in progress
Jumlah nilai tercatat
398.413
1.900
-
293
400.606
Total carrying value
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan infastruktur
Mesin dan peralatan
Perabotan dan peralatan kantor
Alat-alat pengangkutan
13.746
191.457
1.460
792
322
4.378
19
49
-
293
14.068
195.835
1.479
1.134
Accumulated Depreciation
Building and infrastructure
Machinery and equipments
Furniture and office equipments
Transportation equipments
Jumlah akumulasi penyusutan
207.455
4.768
-
293
212.516
Total accumulated depreciation
Nilai Buku bersih
190.958
188.090
Net Book Value
26
-
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
6. ASET TETAP (lanjutan)
6.
Rincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
Details of disposal of fixed assets are as follows:
2010
Penerimaan dari penjualan
Nilai buku
Laba atas penjualan aset tetap
7.
FIXED ASSETS (continued)
2009
15
-
Proceeds from sales
Net book value
15
-
Gains on disposal of fixed assets
-
Jumlah penyusutan sebesar US$6.547 dan
US$4.768 masing-masing untuk periode yang
berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan
2009, dibebankan sebagai bagian dari beban
pokok penjualan.
Depreciation of fixed assets amounting to
US$6,547 and US$4,768 for the period ended June
30, 2010 and 2009, respectively, was charged to
cost of goods sold.
Perusahaan memiliki beberapa sertifikat Hak Guna
Bangunan (HGB) atas tanah yang dimiliki yang
akan berakhir pada berbagai tanggal antara
18 Oktober 2019 sampai dengan 25 Agustus 2027.
Manajemen berkeyakinan bahwa HGB tersebut di
atas dapat diperpanjang pada saat masa
berlakunya berakhir.
The Company obtained several titles of ownership
on land in the form of “Hak Guna Bangunan” (HGB)
certificates which expiration dates range from
October 18, 2019 to August 25, 2027. Management
believes that the above HGB certificates can be
extended upon their expiration.
Pada tanggal 30 Juni 2010, aset tetap
diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko
lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu
dengan
nilai
pertanggungan
sejumlah
Rp3.950.800.000 dan US$579.547.000 (dalam
satuan penuh). Manajemen berpendapat bahwa
nilai pertanggungan tersebut memadai untuk
menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari
risiko yang dipertanggungkan.
As of June 30, 2010, fixed assets are covered by
insurance against losses by fire and other risks
under blanket policies with total coverage
amounting
to
Rp3,950,800,000
and
US$579,547,000 (in full amount). Management is of
the opinion that the said amounts of insurance
coverage are adequate to cover any possible
losses that may arise from the insured risks.
ASET LANCAR LAINNYA
7.
Aset lancar lainnya terutama merupakan uang
muka kepada pemasok.
OTHER CURRENT ASSET
Other current asset mainly represents advances to
suppliers.
27
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
8.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
HUTANG USAHA
8.
Akun ini merupakan hutang Perusahaan atas
pembelian bahan baku dan bahan pembantu dari
para pemasok berikut ini:
TRADE PAYABLES
This account represents the Company’s payables
arising from purchases of raw materials and
supporting materials from the following suppliers:
2010
2009
Pihak Ketiga
Dalam Dolar AS
Dalam Rupiah
Dalam mata uang lainnya
1.740
1.043
12
510
431
-
Third Parties
In US Dollar
In Rupiah
In other currencies
Sub-jumlah
2.795
941
Sub-total
Pihak yang Mempunyai Hubungan
Istimewa (Catatan 20)
Dalam Dolar AS
112.775
108.584
Related Parties (Note 20)
In US Dollar
Sub-jumlah
112.775
108.584
Sub-total
Jumlah
115.570
109.525
Total
Rincian hutang usaha berdasarkan mata uang dan
umur hutang usaha adalah sebagai berikut:
The details of trade payables based on the
currencies and aging are as follows:
Mata Uang / Currency
Dolar AS/ US
Dollar
2010
Pihak Ketiga
Lancar
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari
31 - 60 hari
Lebih dari 60 hari
Rupiah (Setara
Dalam Dolar AS)/
Rupiah (in US
Dollar
Equivalent)
Mata Uang Lainnya
(Setara dalam
Dolar AS)/ Other
Currencies (In US
Dollar Equivalent)
487
79
340
2010
Third Parties
Current
Overdue
1 - 30 days
31 - 60 days
More than 60 days
2.795
Sub-total – net
1.332
545
44
72
292
443
7
48
1.740
1.043
40.592
-
-
40.592
18.305
12.383
41.495
-
-
18.305
12.383
41.495
Related Parties (Note 20)
Current
Overdue
1 - 30 days
31 - 60 days
More than 60 days
Sub-jumlah
112.775
-
-
112.775
Sub-total
Jumlah
114.515
1.043
115.570
Total
Sub-jumlah - bersih
Pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa (Catatan 20)
Lancar
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari
31 - 60 hari
Lebih dari 60 hari
28
12
Jumlah/ Total
12
12
1.889
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
8.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
HUTANG USAHA (lanjutan)
8.
TRADE PAYABLES (continued)
Mata Uang / Currency
Dolar AS/ US
Dollar
2009
Pihak Ketiga
Lancar
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari
31 - 60 hari
Lebih dari 60 hari
Sub-jumlah - bersih
Pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa (Catatan 20)
Lancar
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari
31 - 60 hari
Lebih dari 60 hari
9.
Mata Uang Lainnya
(Setara dalam Dolar
Rupiah (Setara
AS)/ Other
Dalam Dolar AS)/
Currencies (In US
Rupiah (in US
Dollar Equivalent) Dollar Equivalent)
Jumlah/ Total
372
151
-
523
137
1
255
25
-
392
26
2009
Third Parties
Current
Overdue
1 - 30 days
31 - 60 days
More than 60 days
510
431
-
941
Sub-total – net
23.315
-
-
23.315
20.977
64.292
-
-
20.977
64.292
Related Parties (Note 20)
Current
Overdue
1 - 30 days
31 - 60 days
More than 60 days
Sub-jumlah
108.584
-
-
108.584
Sub-total
Jumlah
109.094
431
-
109.525
Total
BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
9.
Biaya masih harus dibayar:
ACCRUED EXPENSE
Accrued expense consist of:
2010
2009
Barang dan Jasa
Gaji dan tunjangan
Royalti
Lain-lain
4.106
573
581
3.560
457
281
1.447
Goods and sevices
Salaries and benefits
Royalty
Others
Jumlah
5.260
5.745
Total
10. PERPAJAKAN
10. TAXATION
Pajak dibayar dimuka terdiri dari:
Prepaid Taxes consist of:
2010
PPh 22
PPn Masukan
Jumlah
2009
5.588
4.888
4.120
9.350
Article 22
Vat In
10.476
13.470
Total
29
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
10. PERPAJAKAN (lanjutan)
10. TAXATION (continued)
Hutang pajak terdiri dari:
Taxes payable consist of:
2010
Pajak Penghasilan
Pasal 21
Pasal 23
Jumlah
2009
35
95
39
38
Income Taxes
Article 21
Article 23
130
77
Total
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum beban
pajak penghasilan, sebagaimana tercantum dalam
laporan laba rugi dan rugi fiskal adalah sebagai
berikut:
A reconciliation of income (loss) before income tax
expense, as shown in the statements of income
and fiscal loss is as follows:
2010
2009
Laba/(rugi) sebelum manfaat pajak
Profit/(loss) before income tax benefit
penghasilan menurut laporan
laba rugi
(14.977)
26.740
Temporary differences
Beda temporer
Pemulihan/(penurunan) nilai persediaan
Beban imbalan kerja
Penyusutan
Asuransi dibayar di muka
Beda tetap
Jamuan dan sumbangan
Lain – lain
Laba (Rugi) fiskal - periode berjalan
2.549
(2.110)
Reversal/(decline) in value of inventory
155
(7.969)
1.872
124
(10.920)
-
Employee benefits expenses
Depreciation
Prepaid insurance
Permanent differences
Entertainment and donation
Others
3
(18.367)
Taksiran tagihan pajak penghasilan Perusahaan
adalah sebagai berikut:
2009
2008
2007
Jumlah
statements of income
Add/(deduct):
Ditambah/(dikurangi):
3
30
13.867
Tax Profit/(Loss) – current period
The estimated claims for income tax refund of the
Company are as follows:
2010
3.062
1.042
-
2009
1.637
1.630
2009
2008
2007
4.104
3.267
Total
Pada tahun 2010, TPN menerima SKPLB pajak
penghasilan badan untuk tahun pajak 2008
sebesar US$3,7 juta. TPN juga menerima SKPKB
untuk PPN dan PPh Pasal 21, 23, 26 dan 4(2)
untuk tahun pajak 2008 dengan jumlah sebesar
Rp2,4 milyar. Selain itu, TPN juga menerima STP
PPN untuk tahun pajak 2008 sebesar Rp7,9 miliar.
TPN mengajukan keberatan atas SKPLB sebesar
Rp1,7 milyar dan STP sebesar Rp7,9 milyar. Hasil
dari surat keberatan ini masih dalam proses.
In 2010, TPN received SKPLB corporate income
tax for fiscal year 2008 amounting to US$3.7
million. TPN also received SKPKB for VAT and
income tax articles 21, 23, 26, and 4(2) for fiscal
year 2008 amounting to Rp2.4 billion. TPN also
received tax collection letter of VAT for fiscal year
2008 amounting to Rp7.9 billion. TPN sent
objection letters for SKPLB amounting to Rp1.7
billion and STP amounting to Rp7.9 billion. The
result of this objection is still in process.
30
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
10. PERPAJAKAN (lanjutan)
10. TAXATION (continued)
Pada tanggal 30 April 2010, TPN telah menerima
kelebihan pembayaran pajak penghasilan sebesar
Rp24,1 milyar
setelah dikurangi dengan
pembayaran kekurangan pajak.
On April 30, 2010, TPN received tax overpayment
refund amounting to Rp24.1 billion less
underpayment income tax.
Pada tahun 2009, TPN menerima SKPLB untuk
tagihan pajak penghasilan tahun pajak 2007
sebesar Rp4,3 miliar. TPN juga menerima SKPKB
untuk PPN dan PPh Pasal 26, 4 (2) dan 23 untuk
tahun pajak 2007 dengan jumlah sebesar Rp198
juta. Selain itu, TPN juga menerima STP untuk
PPN tahun pajak 2007 sebesar Rp8,8 miliar. Dari
hasil SKPLB, SKPKB dan STP di atas, pada
tanggal 14 April 2009, TPN telah melakukan
pembayaran atas kekurangan tagihan pajak
sebesar Rp4,7 miliar.
In 2009, TPN received SKPLB for claims for income
tax refund of fiscal year 2007 amounting to Rp4.3
billion. TPN also received SKPKB for VAT and
income tax Articles 26, 4(2) and 23 for fiscal year
2007 amounting to Rp198 million. TPN also
received tax collection letter STP for VAT for fiscal
year 2007 amounting to Rp8.8 billion. On April 14,
2009, TPN paid the net tax underpayment of Rp4.7
billion, based on the above mentioned SKPLB,
SKPKB and STP.
Pada tanggal 11 Juni 2009, TPN mengajukan
keberatan atas STP sebesar Rp8,8 miliar tersebut
dan atas penyesuaian pajak dalam SKPLB di atas
sebesar Rp119 juta. Tambahan dan denda pajak
sehubungan dengan SKPLB, SKPKB dan STP
tersebut dibebankan pada operasi tahun 2009.
On June 11, 2009, TPN filed appeals on the above
STP of Rp8.8 billion and tax adjustment in the
above mentioned SKPLB of Rp119 million. The
additional taxes and penalty in relation to the said
SKPLB, SKPKB and STP were charged to 2009
operations.
Pada tahun 2009, TPN mengajukan restitusi atas
PPN lebih bayar sebesar Rp89,5 miliar, yang mana
telah direstitusi seluruhnya pada tahun 2010.
In 2009, TPN requested a refund for the
overpayment of VAT amounting to Rp89.5 billion,
which had been fully refunded in 2010.
Pada tanggal 15 Juli 2008, TPN menerima
beberapa SKP dari Kantor Pajak berhubungan
dengan kurang bayar PPN untuk periode fiskal dari
Agustus 2007 sampai dengan Februari 2008
sebesar Rp14,8 miliar atau setara dengan
US$1.355 ribu. Pada saat yang bersamaan, TPN
juga menerima SKPLB dari Kantor Pajak,
sehubungan dengan kelebihan pembayaran pajak
pertambahan nilai untuk periode Maret 2008
sebesar Rp49,5 miliar. Atas SKP dan SKPLB
tersebut di atas, pada tanggal 7 Agustus 2008,
TPN telah menerima restitusi sebesar Rp34,7
miliar.
On July 15, 2008, TPN received several tax
assessment letter from the Tax Office in connection
with the underpayment of VAT for the fiscal period
from August 2007 to February 2008 totaling Rp14.8
billion or equivalent to US$1,355 thousand. At the
same time, TPN also received SKPLB from the Tax
Office in relation with the overpayment of VAT for
March 2008 of Rp49.5 billion. On August 7, 2008,
TPN received the refund of the tax overpayment of
Rp34.7 billion, based on the above SKP and
SKPLB.
Pada tanggal 13 Oktober 2008, TPN mengajukan
surat keberatan atas SKP tersebut di atas dan
telah menerima tanggapan dari Kantor Pajak pada
tahun 2009, dimana Kantor Pajak menyetujui
sebagian keberatan sejumlah Rp134 juta, dan
menolak keberatan sejumlah Rp518 juta sehingga
jumlah yang masih dalam proses keberatan
sebesar Rp14,2 miliar. Jumlah keberatan yang
ditolak maupun yang masih dalam proses
keberatan dibebankan seluruhnya pada operasi
tahun 2009. Sehubungan dengan persetujuan atas
keberatan SKP di atas, TPN telah menerima
pengembalian bunga sebesar Rp31 juta dan
melaporkan
jumlah
tersebut
dalam
akun
“Penghasilan/(Beban) lain-lain Penghasilan
Bunga” dalam laporan laba rugi untuk tahun yang
berakhir tanggal 31 Desember 2009.
On October 13, 2008, TPN filled appeals on the
above SKP and received responses from Tax
Office in 2009, whereby the Tax Office approved
part of the appeals amounting to Rp134 million, and
rejected appeal of Rp518 million, the remaining
balance of Rp14.2 billion is still in the appeal
process. Total amount of appeals that were
rejected or are still in the appeal process is charged
to operations in 2009. In relation with the approval
on above the appeals, TPN has received the refund
of interest of Rp31 million and reported as part of
"Other Income/(Expenses) - Interest Income" in the
income statement for the year ended as of
December 31, 2009.
31
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
10. PERPAJAKAN (lanjutan)
Perusahaan
menyerahkan
SPT
Tahunan
berdasarkan perhitungan sendiri (self-assessment).
Berdasarkan perubahan terakhir atas Undangundang Ketentuan Umum Perpajakan pada tahun
2007, Otoritas Pajak dapat menetapkan atau
mengubah besarnya kewajiban pajak dalam waktu
lima tahun sejak tanggal terhutangnya pajak.
Peraturan peralihan atas Undang-undang tersebut
menyatakan bahwa kewajiban pajak untuk tahun
fiskal 2007 dan sebelumnya dapat ditetapkan oleh
Otoritas Pajak paling lambat pada akhir tahun
2013.
10. TAXATION (continued)
The Company submits tax returns on the basis of
self-assessment. Based on the latest changes on
Law on General Rules and Procedures in 2007, the
Tax Authorities may assess or amend taxes within
five years from the date when the tax was payable.
The transitional provisions of the said Law stipulate
that taxes for fiscal year 2007 and before may be
assessed by the Tax Authorities at the latest at the
end of 2013.
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang
dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang
berlaku untuk Perusahaan atas laba (rugi) sebelum
pajak penghasilan, dan beban penghasilan seperti
yang disajikan dalam laporan laba rugi adalah
sebagai berikut:
The reconciliation between the income tax expense
calculated by applying the applicable tax rates of
the Company to the income (loss) before income
tax, and the income tax as shown in the statements
of income is as follows:
2010
Laba/(rugi) sebelum manfaat/(beban)
pajak penghasilan menurut
laporan laba rugi konsolidasi
Manfaat/(beban) pajak penghasilan
dengan tarif pajak berlaku
Pemulihan provisi/(provisi) untuk rugi
fiskal yang tidak dapat terealisasi
Pengaruh pajak atas beda tetap
Manfaat/(beban) pajak penghasilan
per laporan laba rugi konsolidasi
2009
Income/(loss) before deferred income tax
benefit/(expense) per consolidated
statements of income
(14.977)
26.740
3.744
7.487
(1.750)
1
(10.722)
9
Income tax benefit/(expense) at applicable
tax rate
Reversal of provision/(provision) for
unrecoverable tax loss carryforward
Tax effect on permanent differences
1.995
(3.226)
Total deferred income tax benefit/(expense)
per consolidated statements of income
32
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
10. PERPAJAKAN (lanjutan)
3
10. TAXATION (continued)
Pengaruh pajak tangguhan atas beda temporer
yang signifikan antara pelaporan komersial dan
fiskal adalah sebagai berikut:
Saldo Awal/
Beginning
Balance
2010
Aset Pajak Tangguhan
Rugi fiskal yang dapat
dikompensasikan
Penyisihan untuk rugi fiskal
yang tidak terpulihkan
Imbalan kerja
Penyisihan penurunan nilai
persediaan
Penyisihan piutang ragu-ragu
The deferred tax effects of the significant temporary
differences between commercial and tax reporting
are as follows:
Dibebankan ke Laporan
Laba Rugi Konsolidasi/
Charged to
Consolidated
Statements of Income
Saldo Akhir/
Ending
Balance
2010
Deferred Tax Asset
23.881
4.592
28.473
(14.329)
215
(1.281)
39
(15.610)
254
27
16
637
-
664
16
Tax loss carryforward
Allowance for unrecoverable
loss carryforward
Employee benefits
Allowance for decline in value of
inventories
Allowance for doubtful accounts
Jumlah aset pajak tangguhan
9.810
3.987
13.797
Total deferred tax assets
Kewajiban Pajak Tangguhan
Penyusutan aset tetap
(15.008)
(1.992)
(17.000)
Deferred Tax Liabilities
Depreciation of fixed assets
(5.198)
1.995
(3.203)
Deferred Tax Liabilities - Net
Dibebankan ke
Laporan Laba Rugi
Konsolidasi/ Charged
to Consolidated
Statements of Income
Saldo Akhir/
Ending
Balance
Kewajiban Pajak Tangguhan
- Bersih
Saldo Awal/
Beginning
Balance
2009
Aset Pajak Tangguhan
Rugi fiskal yang dapat
dikompensasikan
Penyisihan untuk rugi fiskal
yang tidak terpulihkan
Imbalan kerja
Penyisihan penurunan nilai
persediaan
Penyisihan piutang ragu-ragu
Jumlah aset pajak tangguhan
Kewajiban Pajak Tangguhan
Penyusutan aset tetap
Kewajiban Pajak Tangguhan
- Bersih
2009
Deferred Tax Asset
33.062
(12.648)
20.414
(33.063)
129
12.649
31
(20.414)
160
531
16
(528)
-
3
16
Tax loss carryforward
Allowance for unrecoverable
loss carryforward
Employee benefits
Allowance for decline in value of
inventories
Allowance for doubtful accounts
675
(496)
179
Total deferred tax assets
(10.467)
(2.730)
(13.197)
Deferred Tax Liabilities
Depreciation of fixed assets
(9.792)
(3.226)
(13.018)
Deferred Tax Liabilities - Net
33
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
10. PERPAJAKAN (lanjutan)
10. TAXATION (continued)
Pada bulan September 2008, Undang-undang
No. 7 Tahun 1983 mengenai Pajak Penghasilan
diubah untuk keempat kalinya dengan Undangundang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut
mencakup perubahan tarif pajak penghasilan
badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak
progresif tarif maksimum 30% menjadi tarif tunggal
yaitu 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk
tahun fiskal 2010 dan seterusnya.
In September 2008, Law No. 7 Year 1983 regarding
“Income Tax” has been revised for the fourth time
with Law No. 36 Year 2008. The revised Law
stipulates changes in corporate tax rate from
progressive tax rates up to a maximum 30% to a
single rate of 28% for fiscal year 2009 and 25% for
fiscal year 2010 onwards
11. KEWAJIBAN KEUANGAN LANCAR LAIN
11. OTHER CURRENT FINANCIAL LIABILITY
Kewajiban keuangan lancar lain merupakan selisih
perubahan nilai wajar instrumen keuangan
derivatif. Derivatif dicatat sebagai aset jika nilai
wajarnya negatif.
Other current financial liability represents change in
fair value of derivative financial instruments.
Derivatives are carried as as liabilities when the fair
value is negative.
12. HUTANG OBLIGASI
12. BOND PAYABLES
Obligasi dan sukuk ijarah
Bonds and sukuk ijarah
Obligasi dan sukuk ijarah terdiri dari:
Bonds and sukuk ijarah consist of:
2010
2009
Nilai nominal
Obligasi TPN I 2010
Sukuk Ijarah TPN I 2010
Diskonto yang belum diamortisasi
8.037
22.019
(592)
-
Nominal value
TPN I 2010 Bond
Sukuk Ijarah TPN I 2010
Unamortized discount
Jumlah
29.464
-
Total
Obligasi TPN I 2010
TPN I 2010 Bond
Pada tanggal 2 Juni 2010 Perusahaan menerbitkan
obligasi Rupiah sebesar Rp 73.000.000.000 (setara
US$8.036.992 per tanggal 30 Juni 2010) dengan
tingkat bunga tetap sebesar 12,35% yang dibayar
setiap 3 bulan. Obligasi tersebut dijamin dengan
asset tetap Perusahaan, berjangka waktu 5 (lima)
tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 2 Juni
2015. Hak pemegang obligasi adalah pari-passu
tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur lain
yang kreditnya dijamin oleh aset tetap Perusahaan.
Setiap saat setelah lewat satu tahun sejak tanggal
emisi, Perusahaan dari waktu ke waktu dapat
melakukan pembelian kembali sesuai dengan nilai
pasar yang berlaku. Seluruh Obligasi dijual sebesar
nilai nominal, tercatat di Bursa Efek Indonesia
dengan P.T. Bank CIMB Niaga Tbk bertindak
sebagai wali amanat.
On June 2, 2010, the Company issued Rupiah
Bonds amounting to Rp73,000,000,000 (equivalent
to 8,036,992 per June 30, 2010) with fixed interest
rate at 12.35% per annum payable every three
months. The Bonds are secured with the
Company’s fixed assets and have a term of 5
years, due on June 2, 2015. Bondholders’ right is
pari-passu without preferential rights with other
creditors whose credit is secured with Company’s
fixed asset. At anytime after the first anniversary of
the Sukuk Ijarah, the Company may buyback the
Bonds at prevailing market price. All the Bonds
were sold at nominal value and are listed on the
Indonesia Stock Exchange with P.T. Bank CIMB
Niaga Tbk as trustee.
Fitch Ratings memberikan peringkat ‘A+(idn)’
Nasional jangka panjang kepada TPN pada tanggal
26 Maret 2010 dan expected rating ‘A+(idn)’ terkait
Obligasi Rupiah. Pada tanggal 8 Juni 2010, Fitch
Ratings memberikan peringkat akhir ‘A+(idn)’ atas
Obligasi Rupiah TPN.
Fitch Ratings has assigned a ‘A+(idn)’ National
Long-Term rating to TPN on 26 March 2010 and
expected rating of ‘A+(idn)’ to the proposed Rupiah
Bond. On 8 June 2010, Fitch Ratings has assigned
final ratings of ‘A+(idn)’ to TPN’s Rupiah Bond.
34
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
12. HUTANG OBLIGASI (lanjutan)
12. BOND PAYABLES
Sukuk Ijarah TPN I 2010
Sukuk Ijarah TPN I 2010
Pada tanggal 2 Juni 2010, Perusahaan
menerbitkan
Sukuk
Ijarah
senilai
Rp
200.000.000.000 (setara US$22.019.156 per
tanggal 30 Juni 2010). Obligasi tersebut dijamin
dengan asset tetap Perusahaan, berjangka waktu 5
(lima) tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 5
Juli 2012. Obligasi ini ditawarkan dengan ketentuan
yang mewajibkan Perusahaan untuk membayar
kepada Pemegang Sukuk Ijarah sejumlah Cicilan
Imbalan Ijarah sebesar Rp123.500.000 per
Rp1.000.000.000 per tahun. Para pemegang
Sukuk Ijarah mempunyai hak pari-passu tanpa hak
preferen dengan hak-hak kreditur lain yang
kreditnya dijamin oleh aset tetap Perusahaan.
Setiap saat setelah lewat satu tahun sejak tanggal
emisi, Perusahaan dari waktu ke waktu dapat
melakukan pembelian kembali sesuai dengan nilai
pasar yang berlaku. Seluruh Sukuk Ijarah dijual
sebesar nilai nominal, tercatat di Bursa Efek
Indonesia dengan P.T. Bank CIMB Niaga Tbk
bertindak sebagai wali amanat.
On June 2, 2010, the Company issued Sukuk Ijarah
amounting to Rp 200,000,000,000 (equivalent to
US$22.019.156 per June 30, 2010). The Bonds are
secured with the Company’s fixed assets and have
a term of 5 years, due on June 2, 2015. These
bonds were offered under the condition that the
Company shall pay to Sukuk Ijarah holders a sum
of Ijarah Benefit Installment amounting to
Rp123,500,000 per Rp1,000,000,000 per annum.
The Sukuk Ijarah bondholders’ right is pari-passu
without preferential rights with other creditors
whose credit is secured with Company’s fixed
asset. At anytime after the first anniversary of the
Sukuk Ijarah, the Company may buyback the
Bonds at prevailing market price. All sukuk ijarah
were sold at nominal value and are listed on the
Indonesia Stock Exchange with P.T. Bank CIMB
Niaga Tbk as trustee.
Fitch Ratings memberikan peringkat ‘A+(idn)’
Nasional jangka panjang kepada TPN pada tanggal
26 Maret 2010 dan expected rating ‘A+(idn)’ terkait
Sukuk Ijarah Rupiah. Pada tanggal 8 Juni 2010,
Fitch Ratings memberikan peringkat akhir ‘A+(idn)’
atas Sukuk Ijarah Rupiah TPN.
Fitch Ratings has assigned a ‘A+(idn)’ National
Long-Term rating to TPN on 26 March 2010 and
expected rating of ‘A+(idn)’ to the proposed Rupiah
Sukuk Ijarah. On 8 June 2010, Fitch Ratings has
assigned final ratings of ‘A+(idn)’ to TPN’s Rupiah
Sukuk Ijarah.
13. MODAL SAHAM
13. SHARE CAPITAL
Susunan kepemilikan saham Perusahaan pada
tanggal 30 Juni 2010 dan 2009 adalah sebagai
berikut:
Pemegang Saham
Jumlah Saham
Ditempatkan dan
Disetor penuh/
Number of Shares
Issued and Fully
Paid
The composition of the Company’s shareholders as
of June 30, 2010 and 2009 are as follows:
Persentase
Kepemilikan/
Percentage of
Ownership
Jumlah/
Amount
Shareholders
Chemical Brothers Ltd.
South Wealth Finance Ltd.
128.563
187
99,85%
0,15%
128.563
187
Chemical Brothers Ltd.
South Wealth Finance Ltd.
Jumlah
128.750
100,00%
128.750
Total
35
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
13. MODAL SAHAM (lanjutan)
13. SHARE CAPITAL (continued)
Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2k dan
21 laporan keuangan, Perusahaan melaksanakan
kuasi reorganisasi pada tanggal 30 Juni 2007.
Dalam pelaksanaan kuasi reorganisasi ini,
Perusahaan mengurangi modal dasar dan modal
disetornya
masing-masing
menjadi
US$515.000.000 (dalam satuan penuh) dan
US$128.750.000 (dalam satuan penuh). Akta
penurunan modal ini telah mendapat persetujuan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam
surat keputusan No. W7-01129 HT.01.04-TH.2007
tanggal 30 Januari 2007, dan telah mendapat
persetujuan dari Badan Penanaman Modal Asing
dengan surat No. 226/III/PMA/2007 tanggal
21 Februari 2007.
As disclosed in Notes 2k and 21 to financial
statements, the Company executed a quasireorganization as at June 30, 2007. With the
execution of the quasi-reorganization, the Company
reduced authorised capital to US$515,000,000 (full
amount) and paid up capital to US$128,750,000
(full amount). The deed of capital reduction was
approved by the Minister of Justice and Human
Rights of the Republic of Indonesia in his Decision
Letter No. W7-01129 HT.01.04-TH.2007 dated
January 30, 2007, and by the Capital Investment
Coordinating
Board
in
its
letter
No. 226/III/PMA/2007 dated February 21, 2007.
14. TAMBAHAN MODAL DISETOR
14. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL
Sehubungan dengan kuasi-reorganisasi yang
dilakukan pada tahun 2007 (Catatan 21),
Perusahaan menurunkan modal dasar serta modal
ditempatkan
dan
disetor.
Selisih
sebesar
US$15.453 dari eliminasi akumulasi kerugian
dengan penurunan modal tersebut dan selisih
penilaian kembali aset dan kewajiban disajikan
sebagai “Tambahan Modal Disetor”.
In connection with quasi-reorganization in 2007
(Note 21), the Company reduced its authorized and
paid up share capital. The difference of US$15,453
as a result of the elimination of accumulated losses
with the share capital reduction and revaluation
increment of assets and liabilities is presented as
“Additional Paid-in Capital”.
15. PENJUALAN BERSIH
15. NET SALES
Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:
The details of net sales are as follows:
2010
2009
Pihak yang Mempunyai Hubungan
Istimewa (Catatan 20)
Pihak Ketiga
27.550
176.433
42.089
127.582
Related Parties (Note 20)
Third Parties
Jumlah
203.983
169.671
Total
Penjualan kepada pelanggan yang melebihi 10%
dari penjualan bersih adalah sebagai berikut :
Sales to customers which exceeded 10% of net
sales is as follows :
Persentase terhadap Jumlah Penjualan/
Jumlah/Total
2010
PT Bukitmega Masabadi
34.588
Percentage to Total Sales
2009
2010
31,084
36
2009
16,96
18,32
PT Bukitmega Masabadi
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
16. BEBAN POKOK PENJUALAN
16. COST OF GOODS SOLD
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai
berikut:
The details of cost of goods sold are as follows:
2010
2009
Bahan baku yang digunakan
Upah dan biaya pabrikasi
151.053
11.630
105.763
8.292
Raw materials used
Direct labor and factory overhead
Jumlah beban pabrikasi
162.683
114.055
Total factory overhead
Persediaan barang dalam proses
Awal periode
Akhir periode
826
(1.000)
Beban pokok produksi
162.509
113.728
16.861
13.177
46.150
16.303
Persediaan barang jadi
Awal periode
Saldo Anak Perusahaan
pada saat akuisisi
Pembelian
Akhir periode, setelah dikurangi
penyisihan atas penurunan
nilai persediaan
Lain-lain
(14.628)
(6)
Jumlah
210.886
(7.733)
5
192.572
Finished goods
At beginning of period
Balance of Subsidiaries at
at acquisition date
Purchases
At end of period. net of provision
for decline in value of inventories
Others
Total
Purchase of raw materials representing more than
10% of net sales were from Titan Petchem
(Malaysia) Sdn. Bhd., amounting as follow:
Persentase terhadap Jumlah Penjualan/
Percentage to Total Sales
Jumlah/Total
2010
Cost of goods manufactured
135.480
Pembelian bahan baku yang melebihi 10% dari
jumlah penjualan bersih dilakukan dari Titan
Petchem (Malaysia) Sdn. Bhd. sebesar berikut:
Titan Petchem (Malaysia)
Sdn. Bhd.
Work-in process
At beginning of period
At end of period
595
(922)
2009
2010
115.645
17. BEBAN USAHA
2009
94,41
68,82
Titan Petchem (Malaysia)
Sdn. Bhd.
17. OPERATING EXPENSES
Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
The details of operating expenses are as follows:
2010
2009
Beban Penjualan
Pengangkutan
Royalti
Asuransi
3.025
8
4.537
540
27
Jumlah Beban Penjualan
3.033
5.104
Total Selling Expenses
Selling Expenses
Freight - out
Royalty
Insurance
Beban Umum dan Administrasi
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan
Honorarium tenaga ahli
Sewa
Perbaikan dan pemeliharaan
Perjalanan dinas
Utilitas
Transportasi
Lain-lain
1.338
89
148
84
120
87
6
660
1.007
84
165
57
124
79
262
General and Administrative Expenses
Salaries, wages and employees’ benefits
Professional fees
Rental
Repairs and maintenance
Business travelling
Utilities
Transportation
Others
Jumlah Beban Umum dan Administrasi
2.532
1.778
Total General and Administrative Expenses
Jumlah Beban Usaha
5.565
6.882
Total Operating Expenses
37
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
18. BUNGA DAN BEBAN KEUANGAN LAINNYA
18. INTEREST AND OTHER FINANCING CHARGES
Rincian bunga dan beban keuangan lainnya
adalah sebagai berikut:
The details of interest and other financing charges
are as follows:
2010
Beban Bunga
DBS Bank, Singapura
Obligasi
Sukuk ijarah
Pinjaman hubungan istimewa
Selisih nilai wajar transaksi derivatif
Biaya bank dan lain-lain
Jumlah
2009
85
232
905
967
176
418
119
Bank interest
DBS Bank, Singapore
Bond
Sukuk ijarah
Intercompany Loan
Change in fair value of derivative transaction
Bank charges and others
2.365
537
Total
-
19. IMBALAN KERJA
19. EMPLOYEE BENEFITS
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun
iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang
memenuhi syarat. Dana pensiun dikelola oleh
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”)
Manulife Indonesia, yang pendiriannya telah
disetujui oleh Menteri Keuangan Republik
Indonesia dalam surat keputusan No. KEP381/KM.6/2003 tanggal 10 November 2003. Iuran
Dana Pensiun yang ditanggung Perusahaan dan
karyawan masing-masing sebesar 6% dan 2% dari
penghasilan dasar per bulan karyawan.
The Company has a defined contribution retirement
plan covering all of its eligible employees. The
pension fund is managed by Dana Pensiun
Lembaga Keuangan (“DPLK”) Manulife Indonesia,
which was approved by the Ministry of Finance in
its Decision Letter No. KEP-381/KM.6/2003 dated
November 10, 2003. Contributions are funded and
consist of the employers’ and employees’
contributions computed at 6% and 2%,
respectively, of the employees’ monthly salaries.
Selain mempunyai program pensiun iuran pasti
untuk karyawan tetap yang memenuhi syarat,
Perusahaan juga memberikan imbalan kerja sesuai
dengan
persyaratan
Undang-undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003 (UU No. 13/2003).
In addition to the above-mentioned defined
contribution retirement plan, the Company provides
for employee benefits in accordance with Labor
Law No. 13/2003 (Law No. 13/2003).
Penyisihan imbalan kerja sesuai dengan UU
No. 13/2003 tersebut diestimasi berdasarkan
perhitungan aktuaria dengan menggunakan
metode “Projected Unit Credit”. Pada tanggal
30 Juni 2010, saldo estimasi kewajiban untuk
imbalan kerja di atas berjumlah lebih kurang
US$1.016 (2009: US$640) yang disajikan sebagai
“Kewajiban Imbalan Kerja” pada neraca.
The amounts of provisions for employee benefits in
accordance with Law No. 13/2003 were estimated
based on actuarial calculations using the “Projected
Unit Credit” method. As of June 30, 2010, the
balance of the related estimated liabilities for
employee benefits amounted to approximately
US$1,016 (2009: US$640;), and presented as
“Employee Benefits Liability” in the balance sheets.
Rincian beban imbalan kerja adalah sebagai
berikut:
Details of the related employee benefits expense
are as follows:
2010
2009
Beban jasa kini
155
124
Current service cost
Beban Imbalan Kerja
155
124
Employee Benefits Expense
38
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
19. IMBALAN KERJA (lanjutan)
19. EMPLOYEE BENEFITS (continued)
Rincian kewajiban imbalan kerja adalah sebagai
berikut:
Details of the employee benefits liability are as
follows:
2010
2009
Nilai kini kewajiban imbalan kerja
1.016
640
Present value of obligation
Kewajiban Imbalan Kerja
1.016
640
Employee Benefits Liabilities
Mutasi saldo atas kewajiban
karyawan adalah sebagai berikut:
imbalan
kerja
The mutation of balance in the employee benefits
liability are as follows:
2010
2009
Saldo awal periode
Penambahan tahun berjalan
Beban Imbalan Kerja
861
155
516
124
Balance at beginning of period
Provision during the year
1.016
640
Employee Benefits Expense
Asumsi-asumsi signifikan yang digunakan dalam
perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai
berikut:
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji
Tingkat kematian
Usia pensiun
The significant assumptions used in the actuarial
calculations are as follows:
2010
2009
11%
10%
CSO 1980
55 tahun
12%
10%
CSO 1980
55 tahun
20. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK
YANG
MEMPUNYAI
HUBUNGAN
ISTIMEWA
20. ACCOUNTS
AND
RELATED PARTIES
Perusahaan dalam kegiatan usahanya, melakukan
transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa. Transaksi yang signifikan dan
saldo yang timbul dari transaksi dengan pihak yang
mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai
berikut:
Jumlah/ Total
2010
TRANSACTIONS
WITH
The Company in its regular conduct of business,
engages in transactions with related parties. The
significant transactions and account balances with
related parties are as follows:
Kuantitas/Quantity (MT)
2009
Discount rate
Salary increase
Mortality rate
Normal retirement age
2010
2009
Persentase terhadap Jumlah
Penjualan/ Percentage to Total
Sales
2010
2009
Penjualan
Titan Trading Corp. Sdn. Bhd.
Titan Petchem (M) Sdn. Bhd.
PT. Titan Kimia Nusantara Tbk.
12.993
9.399
5.158
25.487
10.637
5.965
10.017
7.045
3.779
27.217
10.145
6.145
6,37
4,61
2,53
15,02
6,27
3,52
Jumlah
27.550
42.089
20.841
43.507
13,51
24,81
Total
Sales
Titan Trading Corp. Sdn. Bhd.
Titan Petchem (M) Sdn. Bhd.
Pembelian
Titan Petchem (M) Sdn. Bhd.
192.572
115.645
154.572
165.003
94,41
68,16
Purchases
Titan Petchem (M) Sdn. Bhd.
Jumlah
192.572
115.645
154.572
165.003
94,41
68,16
Total
39
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
20. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK
YANG
MEMPUNYAI
HUBUNGAN
ISTIMEWA (lanjutan)
20. ACCOUNTS
AND
TRANSACTIONS
RELATED PARTIES (continued)
Persentase terhadap Jumlah
Aset/ Kewajiban/ Percentage to
Total Assets/Liabilities
Jumlah/ Total
2010
2009
2010
2009
Piutang Usaha
Titan Trading Corp. Sdn. Bhd.
WITH
Trade Receivables
4.564
12.190
1,39
3,97
Titan Trading Corp. Sdn. Bhd.
Titan Petchem (M) Sdn. Bhd.
3.805
9.229
1,16
3,01
Titan Petchem (M) Sdn. Bhd.
PT. Titan Kimia Nusantara Tbk.
6.414
2.422
1,96
0,79
PT. Titan Kimia Nusantara Tbk.
14.783
23.841
4,51
7,77
Total
28.398
18.742
8,66
6,10
PT. Titan Kimia Nusantara Tbk.
35
-
0,01
7
-
Jumlah
Piutang Lain-lain
PT. Titan Kimia Nusantara Tbk.
Other Receivables
Titan Petchem (M) Sdn. Bhd.
South Wealth Finance Ltd.
Jumlah
-
-
Titan Petchem (M) Sdn. Bhd.
-
South Wealth Finance Ltd.
28.440
18.742
8,67
6,10
Total
112.775
108.584
58,51
60,74
Titan Petchem (M) Sdn. Bhd.
10.663
10.988
5,53
6,15
Titan Petchem (M) Sdn. Bhd.
Hutang Usaha
Titan Petchem (M) Sdn. Bhd.
Trade Payables
Hutang Lain-lain
Titan Petchem (M) Sdn. Bhd.
PT. Titan Kimia Nusantara Tbk.
Other Payables
5,61
PT. Titan Kimia Nusantara Tbk.
Jumlah
10.663
-
21.016
10.028
5,52
-
5,61
Total
Pinjaman dari Pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa
Chemical Brother Ltd.
25.529
28.622
13,25
16,01
Due to Related Party
Chemical Brother Ltd.
a.
Perusahaan menjual barang jadinya kepada
pihak tertentu yang mempunyai hubungan
istimewa. Saldo piutang yang timbul dari
transaksi-transaksi
penjualan
tersebut
disajikan sebagai “Piutang Usaha - Pihak yang
Mempunyai Hubungan Istimewa” pada neraca.
a.
The Company sells its finished goods to certain
related parties. The outstanding receivables
arising from the said sales transactions are
presented as “Trade Receivables - Related
Parties” in the balance sheets.
b.
Perusahaan membeli bahan baku dan barang
jadi dari pihak tertentu yang mempunyai
hubungan istimewa. Saldo hutang yang timbul
dari transaksi pembelian tersebut disajikan
sebagai “Hutang Usaha - Pihak yang
Mempunyai Hubungan Istimewa” pada neraca.
b.
The Company purchases raw materials and
finished goods from certain related parties. The
outstanding payables arising from the said
purchase transactions are presented as “Trade
Payables - Related Parties” in the balance
sheets.
c.
Saldo pinjaman dari Chemical Brothers Ltd.
(CBL),
pemegang
saham,
merupakan
pinjaman tanpa bunga dan akan jatuh tempo
pada tanggal 4 Januari 2012. Saldo terhutang
dari transaksi tersebut disajikan di neraca
sebagai “Pinjaman dari Pihak-pihak yang
Mempunyai Hubungan Istimewa”.
c.
The outstanding loan obtained from Chemical
Brothers Ltd. (CBL), a shareholder, is noninterest bearing and will mature on January 4,
2012. The total outstanding balance arising
from the said transactions is shown as part of
“Loans due to Related Parties” in the balance
sheets.
40
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
20. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAKPIHAK
YANG
MEMPUNYAI
HUBUNGAN
ISTIMEWA (lanjutan)
20. ACCOUNTS
AND
TRANSACTIONS
RELATED PARTIES (continued)
Pada tahun 2007, CBL setuju untuk
menghapuskan hutang perusahaan sebesar
US$10.000.
WITH
In 2007, CBL agreed to write-off a portion of
the loan amounting to US$10,000.
d.
Pada
bulan
Juni
2008,
Perusahaan
memperoleh pinjaman tanpa bunga dari
PT Titan Kimia Nusantara Tbk sejumlah
US$10.000. Jumlah terhutang dari transaksi
tersebut disajikan di neraca sebagai “Pinjaman
dari Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan
Istimewa”.
d.
In June 2008, the Company obtained noninterest-bearing loan from PT Titan Kimia
Nusantara Tbk amounting to US$10,000. The
total outstanding balance arising from the said
transactions is shown as part of “Loans due to
Related Parties” in the balance sheets.
e.
Pada tahun 2010 dan 2009, Perusahaan
mempunyai hutang kepada Titan Petchem
(Malaysia) Sdn. Bhd. yang berasal dari
berbagai transaksi yang terutama berupa
penggantian biaya masing-masing sebesar
US$10.663 dan US$10.988 disajikan di neraca
sebagai “Kewajiban Lancar Lainnya”.
e.
In 2010 and 2009, the Company had
outstanding payables to Titan Petchem
(Malaysia) Sdn. Bhd. resulting from various
transactions which are mainly reimbursement
of expenses amounting to US$10,663 and
US$10,988 respectively and presented as
“Other Current Liabilities” in the balance
sheets.
Sifat hubungan dengan pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai
berikut:
Nama Pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa/
Name of Related Parties
The natures of relationships with the related parties
are as follows:
Sifat Hubungan/
Nature of relationships
Sifat Transaksi/
Nature of Transactions
Titan Trading Corp. Sdn. Bhd.
Entitas yang dikendalikan oleh pemegang
saham utama/Entity under control of
the ultimate shareholder
Penjualan barang jadi/
Sale of finished goods
Titan Petchem (Malaysia) Sdn. Bhd.
Entitas yang dikendalikan oleh pemegang
saham utama/Entity under control of
the ultimate shareholder
Penjualan barang jadi, pembelian
bahan baku dan pemberian
pinjaman /Sale of finished goods,
purchases of raw materials,and
providing loan
PT Titan Kimia Nusantara Tbk
Pemegang saham tidak langsung/
Indirect shareholder
Pembelian bahan baku dan/
pemberian pinjaman/Purchase
of raw materials and providing
loan
Chemical Brothers Ltd.
Pemegang saham/Shareholder
Pemberian pinjaman/Providing loan
41
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
21. KUASI-REORGANISASI
21. QUASI-REORGANIZATION
Perusahaan melaporkan saldo defisit sebesar
US$514.695 pada tanggal 30 Juni 2007 yang
berasal dari akumulasi kerugian dari tahun-tahun
sebelumnya.
Dalam
rangka
mengeliminasi
akumulasi dari saldo laba negatif ini, Perusahaan
melakukan kuasi-reorganisasi pada tanggal 30 Juni
2007. Kuasi-reorganisasi dilakukan berdasarkan
peraturan yang berlaku dan PSAK No. 51 (Revisi
2003),
“Akuntansi
Kuasi-Reorganisasi”
dan
sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 2i.
The Company reported a deficit of US$514,695 as
of June 30, 2007 as a result of prior period
cumulative losses. In order to eliminate the balance
of these accumulated losses, the Company
undertook a quasi-reorganization as of June 30,
2007. The quasi-reorganization was carried out in
accordance with the prevailing regulations and
PSAK No. 51 (Revised 2003), “Accounting for
Quasi-reorganization”, as previously explained in
Note 2i.
Untuk memenuhi persyaratan pelaksanaan kuasi
reorganisasi, Perusahaan telah mengurangi modal
dasarnya dari US$743.750.000 (dalam satuan
penuh) terbagi dalam 743.750.000 saham dengan
nilai
nominal
sebesar
US$1
menjadi
US$515.000.000 (dalam satuan penuh) terbagi
dalam 515.000.000 (dalam satuan penuh) saham
dengan nilai nominal per saham US$1; dan
menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh
dari US$643.750.000 (dalam satuan penuh) terdiri
dari 643.750.000 (dalam satuan penuh) saham
biasa dengan nilai nominal per saham sebesar
US$1 menjadi US$128.750.000 (dalam satuan
penuh) terdiri dari 128.750.000 (dalam satuan
penuh) saham biasa dengan nilai nominal per
saham sebesar US$1. Pemegang saham tidak
memperoleh pengembalian dari penurunan modal
ini karenanya nilai penurunan modal tersebut
dicatat sebagai "Agio saham". Perusahaan juga
melakukan
penilaian
kembali
aktiva
dan
kewajibannya dengan nilai wajarnya yang
menghasilkan selisih penilaian kembali sebesar
US$15.148.
For the purposes of fulfilling the conditions in the
execution of quasi-reorganization, the Company
reduced
its
authorized
capital
from
US$743,750,000 (in full amount) divided into
743,750,000 (in full amount) shares of US$1 each
to US$515,000,000 (in full amount) divided into
515,000,000 (in full amount) shares of US$1 each
and its issued and fully paid capital from
US$643,750,000 (in full amount) comprising
643,750,000 (in full amount) ordinary shares of
US$1 each to US$128,750,000 (in full amount)
comprising 128,750,000 (in full amount) ordinary
shares of US$1 each. There will be no distribution
whatsoever to the Shareholders as the result of the
Capital Reduction and accordingly the amount of
capital reduced shall entirely be accounted as
share premium. The Company also revalued all
assets and liabilities to their fair value which
resulting in revaluation increment of the net assets
of US$15,148.
Direksi Perusahaan telah memperoleh persetujuan
untuk
melakukan
kuasi-reorganisasi
dari
pemegang saham.
The Company’s Board of Directors obtained
approval to conduct quasi-reorganization from the
shareholders.
Hasil dari penilaian aset dan kewajiban, termasuk
yang dilakukan oleh penilai independen, adalah
sebagai berikut:
The results of the evaluation of assets and
liabilities, including those by an independent
appraisal, are as follows:
Nilai buku/
Book Value
Nilai Wajar/
Fair Value
Peningkatan
(Penurunan)/
Increase
(Decrease)
ASET
Persediaan
Aset lancar lainnya
Aset tetap, bersih
(30 Juni 2007)
Aset tidak lancar lainnya
43.740
23.693
48.105
23.693
4.365
-
193.788
21.602
204.571
21.602
10.783
-
ASSETS
Inventories
Other current assets
Fixed Assets, net
(June 30, 2007)
Other non-current assets
JUMLAH ASET
282.823
297.971
15.148
TOTAL ASSETS
42
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
21. KUASI-REORGANISASI (lanjutan)
21. QUASI-REORGANIZATION (continued)
Nilai buku/
Book Value
KEWAJIBAN
Kewajiban lancar
Pinjaman jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Pinjaman dari pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa
JUMLAH KEWAJIBAN
Peningkatan
(Penurunan)/
Increase
(Decrease)
Nilai Wajar/
Fair Value
65.207
65.207
-
LIABILITIES
Current liabilities
54.939
54.939
-
Long-term debt - net of
current maturities
33.622
33.622
-
Loans due to related parties
153.768
153.768
-
TOTAL LIABILITIES
Metode penilaian aset dan kewajiban adalah
sebagai berikut:
The valuation methods of assets and liabilities are
as follows:
1.
Persediaan dinilai dengan menggunakan
metode nilai pengganti (Replacement Cost)
yang didasarkan pada laporan penilai
independen, Stef Ton Hardi and Partners,
No. STH-2007-112-B tanggal 10 Oktober
2007.
1.
The fair values of inventories were determined
using replacement cost method based on the
report of the independent appraisers, Stef Ton
Hardi and Partners, No. STH-207-112-B, dated
October 10, 2007.
2.
Aset tetap dinilai dengan metode pendekatan
biaya dan harga pasar yang didasarkan pada
laporan penilai independen, Stef Ton Hardi
and Partners, No. STH-2007-112-A tanggal
10 Oktober 2007.
2.
The fair values of fixed assets were
determined using cost and market value
methods based on the report of independent
appraisers, Stef Ton Hardi and Partners,
No. STH-207-112-A, dated October 10, 2007.
3.
Estimasi nilai wajar pinjaman jangka panjang
ditentukan
berdasarkan
informasi
yang
tersedia dengan mempertimbangkan tidak
tersedianya nilai pasar dan tingkat risiko yang
dihadapi Perusahaan. Pinjaman jangka
panjang yang merupakan pinjaman tanpa
bunga yang telah dijadwalkan kembali dinilai
sama dengan nilai tercatatnya sebesar jumlah
hutang yang disepakati dalam perjanjian
pinjaman.
3.
The fair value of long-term loan was estimated
based on available information considering the
unavailability of information on market value
and level of risk associated to the Company.
The fair value of the non-interest bearing longterm loan, which was previously rescheduled,
was considered to be equal to the carrying
value at the amount stipulated in the loan
agreement.
4.
Kewajiban imbalan pasca-kerja diestimasi
berdasarkan nilai tunai kewajiban imbalan
pasca kerja pada tanggal 31 Desember 2006
yang dihitung oleh PT Bumi Persada Aktuaria,
aktuaris independen.
4.
Post-employment
benefits
liability
was
estimated based on the present value of postemployment
benefits
liability
as
of
December 31, 2006, calculated by PT Bumi
Persada Aktuaria, an independent actuary.
5.
Aset lancar dan tidak lancar lainnya dinilai
berdasarkan nilai realisasi bersih atau jumlah
terpulihkan
dari
masing-masing
akun,
sedangkan kewajiban lancar lainnya dinilai
berdasarkan informasi yang tersedia dengan
mempertimbangkan
periode
pembayaran
pinjaman dalam kurun waktu yang pendek,
sehingga akun-akun tersebut dinilai sama
dengan nilai tercatatnya.
5.
Other current and non-current assets were
valued based on their net realizable values or
recoverable amounts, while other current
liabilities were valued based on available
information considering that the payment
periods were short-term. Consequently, the fair
values of the above accounts were considered
to equal their carrying values.
43
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
21. KUASI-REORGANISASI (lanjutan)
21. QUASI-REORGANIZATION (continued)
Perusahaan mengeliminasi defisit Perusahaan
pada posisi tanggal 30 Juni 2007 sebagai berikut:
The Company eliminated its deficit as of June 30,
2007 as follows:
30 Juni 2007/
June 30, 2007
Defisit, sebelum kuasi-reorganisasi
Eliminasi saldo defisit terhadap selisih
penilaian kembali aset tetap dan persediaan
Eliminasi saldo defisit terhadap
modal ditempatkan dan disetor penuh
(514.695)
499.547
Deficit, before quasi-reorganization
Elimination of deficit against revaluation
increment in fixed assets
Elimination of deficit with
issued and fullypaid capital
-
Deficit, after quasi-reorganization
15.148
Defisit, setelah kuasi-reorganisasi
Kuasi-reorganisasi merupakan langkah awal
Perusahaan dari serangkaian langkah yang
direncanakan Perusahaan untuk mempertahankan
kelangsungan
usahanya
dan
mencapai
pertumbuhan jangka panjang.
Manajemen
berkeyakinan atas prospek Perusahaan di masa
yang akan datang berdasarkan sumber daya yang
ada, sebagaimana dijabarkan dalam rencana
jangka panjang Perusahaan.
Quasi-reorganization constitutes the first step in a
series of steps, which the Company will take in its
effort to sustain its ability to continue as a going
concern while also achieving sustainable long-term
growth. Management is confident of the Company’s
future prospect on the basis of the Company’s
resources, as further outlined in the Company’s
long-term business plan.
Neraca pada tanggal 30 Juni 2007, sebelum dan
sesudah kuasi-reorganisasi adalah sebagai berikut:
The balance sheets as of June 30, 2007, before
and after the quasi-reorganization are as follows:
Sebelum KuasiReorganisasi/
Before QuasiReorganization
Sesudah KuasiReorganisasi/
After QuasiReorganization
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Persediaan - bersih
Biaya dibayar di muka dan
uang muka pemasok
Jumlah Aset Lancar
ASSETS
5.163
16.014
43.740
5.163
16.014
48.105
2.516
2.516
67.433
71.798
ASET TIDAK LANCAR
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents
Trade receivables
Inventories - net
Prepaid expenses and
advances to suppliers
Total Current Assets
NON-CURRENT ASSETS
Aset tetap, bersih
Aset pajak tangguhan - bersih
193.788
21.602
204.571
21.602
Fixed Assets, net
Deferred tax assets - net
Jumlah Aset Tidak Lancar
JUMLAH ASET
215.390
226.173
Total Non-Current Assets
280.823
297.971
TOTAL ASSETS
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
LIABILITIES AND EQUITY
KEWAJIBAN LANCAR
Hutang usaha dan biaya masih
harus dibayar
Hutang pajak
Pinjaman jangka panjang yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
62.722
38
CURRENT LIABILITIES
Jumlah Kewajiban Lancar
62.722
38
Trade Payable and accrued expenses
Tax payable
2.447
2.447
Current maturities of long-term debts
65.207
65.207
Total Current Liabilities
44
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
21. KUASI-REORGANISASI (lanjutan)
21. QUASI-REORGANIZATION (continued)
Sebelum KuasiReorganisasi/
Before QuasiReorganization
Sesudah KuasiReorganisasi/
After QuasiReorganization
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Pinjaman jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Pinjaman dari pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa
54.939
54.939
33.622
33.622
Loans due to related parties
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar
88.561
88.561
Total Non-Current Liabilities
153.768
153.768
TOTAL LIABILITIES
643.750
(514.695)
128.750
15.453
-
EQUITY
Share capital
Additional paid-in capital
Accumulated losses
JUMLAH KEWAJIBAN
EKUITAS
Modal saham
Tambahan modal disetor
Akumulasi kerugian
NON-CURRENT LIABILITIES
Long-term debt, net of
current maturities
Jumlah Ekuitas - Bersih
129.055
144.203
Shareholders’ Equity - Net
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS
282.823
297.971
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
22. INFORMASI SEGMEN
22. SEGMENT INFORMATION
Informasi Segmen Sekunder
Secondary Segment Information
Segmen Usaha
Business Segment
Perusahaan tidak memiliki produk yang dapat
dibedakan menurut risiko dan imbalan segmen
lainnya sebagai dasar penentuan segmen
usaha, karena Perusahaan hanya memproduksi
polyethylene sebagaimana diungkapkan dalam
Catatan 1 atas laporan keuangan.
The Company does not have products that are
distinguishable in relation to risks and returns for
determination of business segments because the
Company only produces polyethylene as described in
Note 1 to the financial statements.
Segmen Geografis
Geographical Segment
Informasi pendapatan menurut pasar geografis
atau berdasarkan negara tujuan penjualan
adalah sebagai berikut:
The revenue information based on the geographical
market or country of target sales is as follows:
2010
2009
Luar negeri
Domestik
22.392
181.591
36.124
133.547
Overseas
Domestic
Jumlah
203.983
169.671
Total
Seluruh aset berwujud Perusahaan berada di
Indonesia.
All of the Company’s tangible assets are located in
Indonesia.
23. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM
MATA UANG ASING
23. MONETARY ASSETS AND
FOREIGN CURRENCIES
Pada tanggal 30 Juni 2010, Perusahaan memiliki
aset dan kewajiban moneter dalam mata uang
asing. Nilai aset dan kewajiban moneter dalam
mata uang asing pada tanggal neraca dan tanggal
penyelesaian laporan keuangan disajikan sebagai
berikut:
LIABILITIES
IN
As of June 30, 2010, the Company has monetary
assets and liabilities denominated in foreign
currencies. The values of these currency
denominated assets and liabilites as of the dates of
the balance sheet and completion date of the
financial statements are presented below:
45
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
23. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM
MATA UANG ASING (lanjutan)
23. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES
FOREIGN CURRENCIES (continued)
Mata Uang Asing/
Foreign Currency
Aset Lancar
Rupiah Indonesia
Euro Eropa
Japan Yen
Franc Swiss
Ekuivalen dalam Dolar AS/
Equivalent in US Dollar
IDR 192.726.922.927
EUR 796.186,16
JPY 1.688.206,79
CHF 4.768
Jumlah
Kewajiban Lancar
Rupiah Indonesia
Euro Eropa
Ringgit Malaysia
IDR 20.677.029.945
EUR 35.757,88
RM1.506.816
Jumlah
Kewajiban Tidak Lancar
Rupiah Indonesia
IN
IDR 273.000.000.000
21.218.422
971.824
19.066
4.402
Current Assets
Indonesia Rupiah
European Euro
Japan Yen
Swiss Franc
22.213.714
Total
2.276.454
43.646
461.788
Current Liabilities
Indonesia Rupiah
European Euro
Malaysian Ringgit
2.781.888
Total
30.056.149,00
Kewajiban Moneter Bersih
(10.624.323)
Net Monetary Liabilities
24. ARAH DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RESIKO
KEUANGAN
24. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES
Instrumen keuangan utama Perusahaan selain
derivative adalah pinjaman obligasi dan hutang
kepada pihak yang mempunyai hubungan
istimewa. Tujuan utama dari instrument-instrumen
keuangan ini adalah sebagai sumber pendanaan
dari operasi Perusahaan. Perusahaan juga
memiliki beberapa aset dan kewajiban keuangan
lainnya seperti piutang dagang dan hutang dagang
dari kegiatan utama Perusahaan.
The Company’s principal financial instruments,
other than derivatives, comprise of bonds payable
and due to related parties. The main purpose of
these financial instruments is to raise finance for the
Company’s operations. The Company has various
other financial assets and liabilities such as trade
receivables and trade payables, which arise directly
from its operations.
Resiko-resiko
utama
yang dihadapi
oleh
Perusahaan terkait instrumen-instrumen keuangan
adalah resiko kredit, resiko likuiditas dan resiko
nilai tukar mata uang. Manajemen melakukan
evaluasi dan membuat kebijakan untuk mengelola
masing-masing resiko tersebut seperti yang
diungkapkan di bawah ini (Kebijakan akuntansi
Perusahaan terkait dengan instrument keuangan
dapat dilihat pada Catatan 2o).
The main risks arising from the Company’s financial
instruments are credit risk, liquidity risk, and foreign
currency risk. The board reviews and agrees
policies for managing each of these risks and they
are summarised below (The Company’s accounting
policies in relation to financial instrument are set out
in Note 2o).
46
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
24. ARAH DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RESIKO
KEUANGAN (lanjutan)
24. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Resiko Kredit
Credit risk
Perusahaan melakukan penjualan hanya kepada
pihak ketiga yang dikenal dan dapat dipercaya
secara kredit. Adalah kebijakan Perusahaan
bahwa setiap calon pelanggan yang berniat untuk
melakukan pembelian secara kredit harus melalui
prosedur verifikasi terlebih dahulu. Juga, saldo
piutang dimonitor secara berkelanjutan dengan
hasil besarnya piutang tak tertagih tidak signifikan.
The Company trades only with recognized,
creditworthy third parties. It is the Company’s policy
that all customers who wish to trade on credit terms
are subject to credit verification procedures. In
addition, receivable balances are monitored on an
ongoing basis as a result that the Company’s
exposure to bad debts is not significant.
Terhadap resiko kredit dari aset keuangan lainnya
dari Perusahaan, yaitu kas dan setara kas, dan
instrumen derivatif, maka Perusahaan dipengaruhi
oleh resiko kredit atas ketidakmampuan membayar
pihak ketiga tersebut dengan maksimum potensial
kerugian sebesar nilai perolehan dari aset-aset
tersebut.
With respect to credit risk arising from the other
financial assets of the Company, which comprise
cash and cash equivalents, and certain derivative
instruments, the Company’s exposure to credit risk
arises from default of the counterparty, with a
maximum exposure equal to the carrying amount of
these instruments.
Resiko Likuiditas
Liquidity risk
Resiko likuiditas adalah resiko yang timbul ketika
perusahaan kekurangan dana ketika harus
membayar kewajiban keuangannya. Pendekatan
yang dilakukan Perusahaan dalam mengelola
kewajiban keuangan ini adalah dengan sejauh
mungkin yakin bahwa Perusahaan selalu memiliki
kecukupan likuiditas untuk memenuhi kewajiban
saat jatuh tempo, baik itu dalam keadaan normal
maupun kondisi dana yang ketat, tanpa harus
menghadapi kerugian yang material atau resiko
rusaknya reputasi Perusahaan. Perusahaan
menyiapkan anggaran arus kas secara bulanan
untuk meyakinkan kecukupan likuiditas untuk
memenuhi keajiban keuangannya pada saat jatuh
tempo. Perusahaan mengatur dan melakukan
negosiasi pendanaan dengan institusi keuangan
dan menjaga ketersediaan fasilitas kredit (standby)
pada level yang cukup untuk mengurangi resiko
likuiditas.
Liquidity risk is the risk that the Company
encounters short fall of capital when meeting its
obligation of financial liabilities. The Company’s
approach to managing liquidity is to ensure, as far
as possible, that it will always have sufficient
liquidity to meet its liabilities when due, under both
normal and stressed capital conditions, without
incurring unacceptable losses or risking damage to
the Company’s reputation. The Company prepares
monthly cash flow budget to ensure that they will
always have sufficient liquidity to meet its financial
obligation as they fall due. The Company arranges
and negotiates financing with financial institutions
and maintains a certain level of standby credit
facilities to reduce the liquidity risk.
Resiko Nilai tukar mata uang
Foreign Currency risk
Perusahaan mengalami dampak yang minimum
terkait resiko mata uang asing karena mata uang
fungsional Perusahaan adalah mata uang Dolar
Amerika Serikat, sehingga secara langsung
memiliki efek lindung nilai.
The Company has minimum exposure on foreign
currency risks, since the Company’s functional
currency majority is in US$, hence are naturally
hedged.
Pada bulan Juni 2010, Perusahaan menerbitkan
obligasi dan sukuk dengan tingkat bunga dan
imbalan dalam mata uang Rupiah (lihat Catatan
12). Untuk mengelola resiko mata uang asing dari
hutang obligasi tersebut, Perusahaan melakukan
transaksi cross currency swap.
In June 2010, the Company issued a fixed interest
rate of bond and benefit of sukuk in Rupiah
currency (see note 12). In order to manage the
currency risks arising from the bonds payable, the
Company has entered into cross currency swap
transactions.
47
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
24. ARAH DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RESIKO
KEUANGAN (lanjutan)
24. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Resiko Nilai tukar mata uang (lanjutan)
Foreign Currency risk (continued)
Transaksi
derivatif
cross
currency
swap
dipengaruhi oleh resiko pasar. Perubahan nilai
tukar mata uang asing serta tingkat bunga pasar
akan mempengaruhi nilai wajar derivatif serta laba
ruginya. Manajemen Perusahaan memantau posisi
yang diambil dan seluruh aktivitas perdagangan
disetujui oleh manajemen senior.
The cross currency swap derivative is mainly
susceptible to market risk. Changes in foreign
exchange rates as well as market interest rates will
affect the derivative fair values as well as realised
gains and losses. Management of the Company
monitors the positions taken and all trading
activities are approved by the Senior Management.
25. INSTRUMEN KEUANGAN
25. FINANCIAL INSTRUMENTS
Perincian dibawah ini merupakan perbandingan
atas nilai perolehan dan harga wajar dari instrumen
keuangan perusahaan yang tercatat pada laporan
keuangan.
Set out below is a comparison of the carrying
amounts and fair value of the Company’s financial
instruments that are carried in the financial
statements.
Nilai perolehan/
Carrying Amount
2010
Nilai wajar/ Fair
value
2010
Aset finansial :
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Kas dan setara kas
47.381
28.793
4.328
47.381
28.793
4.328
Financial assets :
Trade receivables
Loan and other receivables
Cash and cash equivalent
Jumlah
80.502
80.502
Total
Kewajiban finansial :
Hutang dan pinjaman
Pinjaman dari pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa
Bond
Sukuk
Hutang lain-lain
Kewajiban derivatif pada nilai wajar
melalui laba atau rugi
Cross currency swap
Jumlah
Financial liabilities :
Loans and borrowings
28.622
7.879
21.585
126.775
25.529
7.879
21.585
126.775
184.862
967
182.735
Nilai wajar atas transaksi “cross currency rate
swap” ditentukan dengan menggunakan harga
pasar yang ditentukan dealer.
Due to related parties
Bond
Sukuk
Trade and other payables
Derivative financial liabilities at fair
value through profit or loss
Cross currency swap
Total
The fair value of cross currency rate swap
transactions is determined by dealer price
quotation.
48
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
25. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)
Analisa atas selisih nilai perolehan dan nilai wajar
pada pinjaman dari pihak yang mempunyai
hubungan istimewa adalah sebagai berikut :
An analysis of the difference between carrying
amount and fair value of Due to related parties is as
follows :
Nilai perolehan
Tambahan Cadangan lain-lain
pada Ekuitas
Amortisasi beban bunga tahun-tahun sebelumnya
dicatat pada saldo Laba Ditahan
Beban bunga periode berjalan
28.622
5.034
905
Carrying value
Additional of Other Reserve
in Equity
Amortization of prior year interest expense
recorded in Retained Earnings
Current period interest expense
Nilai wajar
25.529
Fair value
26. INSTRUMEN DERIVATIF
26. DERIVATIVE INSTRUMENT
(9.032)
Pada tanggal 19 Mei 2010 dan 1 Juni 2010,
Perusahaan menandatangani dua transaksi “cross
currency swap” dengan Standard Chartered Bank
atas saldo nosional masing-masing senilai
US$27.248 dan US$2.486 untuk lindung nilai
resiko Perusahaan atas naik turunnya nilai mata
uang asing terhadap obligasi dan sukuk ijarah.
Instrumen keuangan derivatif diakui pada harga
pasar saat tgl kontrak derivatif dibuat dan di masa
mendatang diukur kembali harga pasarnya.
On May 19, 2010 and June 1, 2010, The Comapny
entered into two Cross Currency Swap transactions
with Standard Chartered Bank for an initial notional
amount of US$27,248 and US$2,486 to hedge its
risks associated with foreign currency fluctuation of
the bonds and sukuk ijarah. Such derivative
financial instruments are initially recognized at fair
value on the date on which a derivative contract is
entered into and are subsequently remeasured at
fair value.
Perusahaan bertujuan menggunakan instrumen
derivatif tersebut di atas untuk mengelola risiko
atas kewajibannya terhadap fluktuasi nilai tukar
mata uang asing dan tingkat bunga dari hutang
obligasi dan suku ijarah.
The Company intends to use the above-mentioned
derivative instrument to manage its exposure to
foreign exchange fluctuations of its bonds and
sukuk ijarah.
Cross currency swaps
Cross currency swaps
Cross currency swaps membutuhkan pertukaran
pembayaran secara periodik berdasarkan bunga
dari nosional Rupiah dan Dolar Amerika Serikat
dan pertukaran akhir atau penyelesaian akhirbersih dari pokok nosional pada saat jatuh tempo.
The cross currency swaps require periodic
exchange of payments based on the Rupiah and
US Dollar notional amounts and final exchange or
net settlement of the notional (principal) amounts
on the maturity of the contracts.
Cross currency swap
Nilai notional/
Notional
Amounts
Selisih nilai
wajar/Change in fair
value
29.734
967
49
Cross currency swap
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
27. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING
27. SIGNIFICANT AGREEMENTS
a. Perusahaan mengadakan perjanjian pasokan
hidrogen dan nitrogen dengan PT Air Products
Indonesia (“API”), sebagai pemasok hidrogen
dan nitrogen kepada Perusahaan. Perjanjian
tersebut berlaku sampai dengan 30 Juni 2011.
Jumlah pembelian yang dilakukan berdasarkan
perjanjian ini sebesar US$194 untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2010
(2009: US$210 ).
a.
The Company entered into a hydrogen and
nitrogen supply agreement with PT Air
Products Indonesia (“API”), as supplier of
hydrogen and nitrogen to the Company. This
agreement is valid until June 30, 2011. Total
purchases under this agreement amounted to
US$194 for the year ended June 30, 2010
(2009: US$210 ).
b.
Perusahaan mengadakan perjanjian pasokan
hidrogen dan nitrogen dengan PT Air Liquide
Indonesia (“ALI”), sebagai pemasok hidrogen
dan nitrogen kepada Perusahaan. Perjanjian
ini
berlaku
sampai
dengan
tanggal
31 Desember 2014. Jumlah pembelian yang
dilakukan berdasarkan perjanjian ini sebesar
US$1.318 untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2010 (2009: US$1.278 ).
b.
The Company entered into a hydrogen and
nitrogen supply agreement with PT Air Liquide
Indonesia (“ALI”), as supplier of hydrogen and
nitrogen to the Company. This agreement is
valid until December 31, 2014. Total purchases
under this agreement amounted to US$1,318
for the year ended June 30, 2010 (2009:
US$1,278).
c.
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan
PT Ceva Logistik Indonesia (“CEVA”)
(sebelumnya bernama PT TNT Logistik
Indonesia), yang menyatakan bahwa CEVA
menyetujui untuk memberikan jasa distribusi
dan logistik kepada Perusahaan termasuk
informasi yang terkait dengan pendistribusian
produk-produk
Perusahaan.
Sebagai
kompensasi, Perusahaan membayar jasa
pelayanan sebagaimana yang ditentukan
dalam perjanjian tersebut. Perjanjian ini
berlaku sampai dengan tanggal 1 Januari
2013.
c.
The Company entered into an agreement with
PT Ceva Logistik Indonesia (“CEVA”) (formerly
known as PT TNT Logistik Indonesia),
whereby CEVA agrees to provide distribution
and logistic services to the Company including
relevant information for distribution of the
Company’s products. As compensation, the
Company pays fees as stipulated in the
agreement. This agreement is valid until
January 1, 2013.
d.
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan
Titan Petchem (Malaysia) Sdn. Bhd. (“TPM”),
pihak yang mempunyai hubungan istimewa,
yang menyatakan bahwa TPM menyetujui
untuk menjual ethylene sejumlah tertentu per
tahun kepada Perusahaan pada harga yang
disepakati, serta harus memenuhi kualitas
tertentu sebagaimana ditentukan dalam
perjanjian. Perjanjian ini berlaku sampai
dengan adanya pemberitahuan penghentian
secara tertulis dari salah satu pihak.
d.
The Company entered into an agreement with
Titan Petchem (Malaysia) Sdn. Bhd. (“TPM”),
a related party, whereby TPM agrees to sell
certain agreed quantity of ethylene per annum
to the Company at an agreed price, and
subject to quality specification as stipulated in
the agreement. This agreement is valid until
terminated by written notice from either party..
50
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
27. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING (lanjutan)
27. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued)
e.
Pada tanggal 28 Februari 2007, Perusahaan
mengadakan perjanjian keagenan dengan
Titan Trading Corp. Sdn. Bhd. (“TTC”), pihak
yang mempunyai hubungan istimewa, yang
menyatakan bahwa TTC menyetujui untuk
memberikan jasa pembelian bahan baku, suku
cadang, bahan pembantu, dan produk lainnya
kepada Perusahaan. Sebagai kompensasi,
Perusahaan menyetujui penggantian dari TTC
untuk seluruh biaya tidak langsung dan
administrasi yang timbul dari pemberian jasa
tersebut termasuk tambahan sebesar 10% dari
seluruh biaya yang timbul oleh TTC. Perjanjian
ini
berlaku
sampai
dengan
adanya
pemberitahuan penghentian secara tertulis
dari salah satu pihak (Catatan 20).
e.
On February 28, 2007, the Company entered
into an agency agreement with Titan Trading
Corp. Sdn. Bhd. (“TTC”), a related party,
whereby TTC agrees to provide procurement
services to the Company for feedstock, spare
parts, consumables and any other products. As
compensation, the Company agrees on the
reimbursement from TTC for all overhead and
administration costs in carrying out the
services plus an additional 10% of all such
costs incurred by TTC. This agreement is valid
until terminated by written notice from either
party (Note 20).
f.
Perusahaan juga mengadakan perjanjian
penjualan produk
dengan TTC, yang
menyatakan bahwa Perusahaan menyetujui
untuk menjual polyethylene dan produk-produk
lainnya kepada TTC pada harga yang
disepakati. Perjanjian ini berlaku sampai
dengan adanya pemberitahuan penghentian
secara tertulis dari salah satu pihak (Catatan
20).
f.
The Company also entered into a product
offtake agreement with TTC, whereby the
Company agrees to sell polyethylene and any
other products to TTC at an agreed price. This
agreement is valid until terminated by written
notice from either party (Note 20).
28. KONDISI EKONOMI
28. ECONOMIC CONDITIONS
Perusahaan telah dan masih dapat mengalami
dampak dari memburuknya kondisi ekonomi.
Sebagai bagian dari usaha Perusahaan untuk
menanggapi dan mengatasi pengaruh dari kondisi
tersebut, Perusahaan telah dan akan terus
melakukan hal-hal sebagai berikut:
•
•
The Company has been and may be affected by the
adverse economic conditions. As part of its
continuing efforts to respond to and manage the
effects of the above-mentioned conditions, the
Company has undertaken and is continuously
implementing the following measures, among
others:
meningkatkan utilitisasi pabrik
mencermati kesempatan untuk mengurangi
biaya
•
•
improve plant utilisation
looking for opportunity to reduce costs
Manajemen yakin bahwa tindakan di atas efektif
untuk menanggapi kondisi tersebut.
Management believes that the above measures are
effective to address the conditions.
Selain itu, Titan Chemicals Corp. Sdn. Bhd.
(“TCC”), sebagai pemegang saham utama, terus
mendukung kegiatan usaha Perusahaan secara
maksimal
dengan
memberikan
fasilitas
pembiayaan pembelian bahan baku dan barang
jadi melalui perusahaan-perusahaan yang ada
dalam Grup TCC, serta memberikan tambahan
pinjaman jangka panjang tanpa jaminan yang tidak
dikenakan bunga (Catatan 20).
In addition, Titan Chemicals Corp. Sdn. Bhd.
(“TCC”), as the ultimate shareholder, has been
continuously supporting the operations of the
Company on a “best effort” basis by financing
purchases of feed stocks and finished goods
through the entities within TCC Group and providing
additional unsecured and non-interest bearing longterm loans (Notes 20).
51
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
29. PERNYATAAN YANG TELAH DIKELUARKAN
TAPI BELUM BERLAKU EFEKTIF
29. STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE
Standar Akuntansi yang telah dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK)
sampai dengan penyelesaian laporan keuangan
Perusahaan tetapi belum efektif adalah sebagai
berikut:
Accounting Standards issued by Indonesian
Accounting Standards Board (DSAK) up to the date
of completion of the Company financial statements
but not yet effective are summarized below:
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari
2011 :
Effective on or after January 1, 2011 :
PSAK No. 1 (Revisi 2009), “Penyajian Laporan
Keuangan”, menetapkan dasar-dasar bagi
penyajian laporan keuangan bertujuan umum
(general purpose financial statements) agar
dapat dibandingkan baik dengan laporan
keuangan periode sebelumnya maupun
dengan laporan keuangan entitas lain.
PSAK No. 1 (Revised 2009), “Presentation of
Financial Statements”, prescribes the basis for
presentation of general purpose financial
statements to ensure comparability both with
the entity's financial statements of previous
periods and with the financial statements of
other entities.
PSAK No. 2 (Revisi 2009), “Laporan Arus
Kas”, memberikan pengaturan atas informasi
mengenai perubahan historis dalam kas dan
setara kas melalui laporan arus kas yang
mengklasifikasikan arus kas berdasarkan
aktivitas
operasi,
investasi,
maupun
pendanaan selama suatu periode.
PSAK No. 2 (Revised 2009), “Statement of
Cash Flows”, requires the provision of
information about the historical changes in
cash and cash equivalents by means of a
statement of cash flows which classifies cash
flows during the period from operating,
investing and financing activities.
PSAK No. 4 (Revisi 2009), “Laporan Keuangan
Konsolidasian
dan
Laporan
Keuangan
Tersendiri”,
akan
diterapkan
dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian untuk sekelompok entitas yang
berada dalam pengendalian suatu entitas
induk dan dalam akuntansi untuk investasi
pada entitas anak, pengendalian bersama
entitas, dan entitas asosiasi ketika laporan
keuangan
tersendiri
disajikan
sebagai
informasi tambahan.
PSAK No. 4 (Revised 2009), “Consolidated
and Separate Financial Statements”, shall be
applied in the preparation and presentation of
consolidated financial statements for a group
of entities under the control of a parent and in
accounting for investments in subsidiaries,
jointly controlled entities and associates when
separate financial statements are presented as
additional information.
PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”,
informasi
segmen
diungkapkan
untuk
memungkinkan pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat dan dampak
keuangan dari aktivitas bisnis yang mana
entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana
entitas beroperasi.
PSAK No. 5 (Revised 2009), “Operating
Segments”, segment information is disclosed
to enable users of financial statements to
evaluate the nature and financial effects of the
business activities in which the entity engages
and the economic environments in which it
operates.
PSAK No. 12 (Revisi 2009), “Bagian Partisipasi
dalam Ventura Bersama”, akan diterapkan
untuk akuntansi bagian partisipasi dalam
ventura bersama dan pelaporan aset,
kewajiban, penghasilan dan beban ventura
bersama dalam laporan keuangan venturer
dan investor, terlepas dari struktur atau bentuk
yang mendasari dilakukannya aktivitas ventura
bersama.
PSAK No. 12 (Revised 2009), “Interests in
Joint Ventures”, shall be applied in accounting
for interests in joint ventures and the reporting
of joint venture assets, liabilities, income and
expenses in the financial statements of
venturers and investors, regardless of the
structures or forms under which the joint
venture activities take place.
52
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
29. PERNYATAAN YANG TELAH DIKELUARKAN
TAPI BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)
29. STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE
(continued)
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari
2011 (lanjutan) :
Effective on or after January 1, 2011 (continued) :
PSAK No. 15 (Revisi 2009), “Investasi Pada
Entitas Asosiasi”, akan diterapkan untuk
akuntansi investasi dalam entitas asosiasi.
Menggantikan PSAK 15 (1994) “Akuntansi
untuk Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi”
dan PSAK 40 (1997) “Akuntansi Perubahan
Ekuitas
Anak
Perusahaan/Perusahaan
Asosiasi”.
PSAK No. 15 (Revised 2009), “Investments in
Associates”, shall be applied in accounting for
investments in associates. Supersedes PSAK
15 (1994) “Accounting for Investments in
Associates” and PSAK 40 (1997) “Accounting
for
Changes
in
Equity
of
Subsidiaries/Associates”.
PSAK No. 25 (Revisi 2009), “Kebijakan
Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan
Kesalahan”,
menentukan
kriteria
untuk
pemilihan dan perubahan kebijakan akuntansi,
bersama dengan perlakuan akuntansi dan
pengungkapan atas perubahan kebijakan
akuntansi, perubahan estimasi akuntansi, dan
koreksi kesalahan.
PSAK No. 25 (Revised 2009), “Accounting
Policies, Changes in Accounting Estimates and
Errors”, prescribes the criteria for selecting and
changing accounting policies, together with the
accounting treatment and disclosure of
changes in accounting policies, changes in
accounting estimates and corrections of errors.
PSAK No. 48 (Revisi 2009), “Penurunan Nilai
Aset”, menetapkan prosedur-prosedur yang
diterapkan agar aset dicatat tidak melebihi
jumlah terpulihkan dan jika aset tersebut terjadi
penurunan nilai, rugi penurunan nilai harus
diakui.
PSAK No. 48 (Revised 2009), “Impairment of
Assets”, prescribes the procedures applied to
ensure that assets are carried at no more than
their recoverable amount and if the assets are
impaired, an impairment loss should be
recognized.
PSAK No. 57 (Revisi 2009), “Provisi, Liabilitas
Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi”, bertujuan
untuk mengatur pengakuan dan pengukuran
kewajiban diestimasi, kewajiban kontinjensi
dan aset kontinjensi serta untuk memastikan
informasi memadai telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan untuk
memungkinkan para pengguna memahami
sifat, waktu, dan jumlah yang terkait dengan
informasi tersebut.
PSAK No. 57 (Revised 2009), “Provisions,
Contingent Liabilities and Contingent Assets”,
aims to provide that appropriate recognition
criteria and measurement bases are applied to
provisions, contingent liabilities and contingent
assets and to ensure that sufficient information
is disclosed in the notes to enable users to
understand the nature, timing and amount
related to the information.
PSAK No. 58 (Revisi 2009), “Aset Tidak
Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi
yang Dihentikan”, bertujuan untuk mengatur
akuntansi untuk aset yang dimiliki untuk dijual,
serta penyajian dan pengungkapan operasi
dihentikan.
PSAK No. 58 (Revised 2009), “Non-Current
Assets, Held for Sale and Discontinued
Operations”, aims to specify the accounting for
assets held for sale, and the presentation and
disclosure of discontinued operations.
ISAK 7 (Revisi 2009) “Konsolidasi Entitas
Bertujuan Khusus
(EBK)”,
menentukan
pengkonsolidasian
EBK
jika
substansi
hubungan antara suatu entitas dan EBK
mengindikasikan adanya pengendalian EBK
oleh entitas tersebut.
ISAK 7 (Revised 2009) “Consolidation-Special
Purpose Entities (SPE)”, provides for the
consolidation of SPEs when the substance of
the relationship between an entity and the SPE
indicates that the SPE is controlled by that
entity.
53
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
29. PERNYATAAN YANG TELAH DIKELUARKAN
TAPI BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan)
29. STANDARDS ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE
(continued)
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari
2011 (lanjutan) :
Effective on or after January 1, 2011 (continued) :
ISAK 9 “Perubahan atas Liabilitas Purna
Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas
Serupa”,
diterapkan
terhadap
setiap
perubahan pengukuran atas aktivitas purnaoperasi, restorasi atau kewajiban yang serupa
yaitu diakui sebagai bagian dari biaya
perolehan aset tetap sesuai PSAK 16 dan
sebagai kewajiban sesuai PSAK 57.
ISAK
9
“Changes
in
Existing
Decommissioning, Restoration and Similar
Liabilities”, applies to changes in the
measurement
of
any
existing
decommissioning, restoration or similar liability
recognised as part of the cost of an item of
property, plant and equipment in accordance
with PSAK 16 and as a liability in accordance
with PSAK 57.
ISAK 10 “Program Loyalitas Pelanggan”,
berlaku untuk penghargaan kredit loyalitas
pelanggan yang diberikan kepada pelanggan
sebagai bagian dari transaksi penjualan, dan
tergantung pemenuhan atas setiap kondisi
lebih lanjut yang dipersyaratkan, pelanggan
dapat menukar barang atau jasa secara gratis
atau dengan potongan harga dimasa yang
akan datang.
ISAK 10 “Customer Loyalty Programmes”,
applies to customer loyalty award credits
granted to customers as part of a sales
transaction, and subject to meeting any further
qualifying conditions, the customers can
redeem in the future for free or discounted
goods or services.
ISAK 11 “Distribusi Aset Nonkas Kepada
Pemilik”, diterapkan untuk distribusi searah
(nonreciprocal) aset oleh entitas kepada
pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik,
seperti distribusi aset nonkas dan distribusi
yang memberikan pilihan kepada pemilik untuk
menerima aset nonkas atau alternatif kas.
ISAK 11 “Distributions of Non-Cash Assets to
Owners”, applies to types of non-reciprocal
distributions of assets by an entity to its owners
acting in their capacity as owners, i.e.,
distributions
of
non-cash
assets
and
distributions that give owners a choice of
receiving either non-cash assets or a cash
alternative.
ISAK 12 “Pengendalian Bersama Entitas
(PBE): Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer”,
berkaitan dengan akuntansi venture untuk
kontribusi nonmoneter ke PBE dalam
pertukaran dengan bagian partisipasi ekuitas
PBE yang dicatat baik dengan metode ekuitas
atau konsolidasi proporsional.
ISAK 12 “Jointly Controlled Entities (JCE):
Non-Monetary Contributions by Venturers”,
deals with the venturer's accounting for nonmonetary contributions to a JCE in exchange
for an equity interest in the JCE accounted for
using either the equity method or proportionate
consolidation.
Perusahaan sedang mengevaluasi dan belum
menentukan dampak dari Standar, Interpretasi dan
Pencabutan Standar yang direvisi dan yang baru
tersebut terhadap laporan keuangannya.
The Company is presently evaluating and has not
determined the effects of these revised and new
Standards,
Interpretations
and Standards
Revocation on its financial statements.
54
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal-tanggal 30 Juni 2010 dan 2009
(Disajikan dalam Ribuan Dolar Amerika Serikat,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT TITAN PETROKIMIA NUSANTARA
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
For the Six Months Period Ended
June 30, 2010 and 2009
(Expressed in Thousands of United States Dollar,
Unless Otherwise Stated)
30. REKLASIFIKASI AKUN
30. RECLASSIFICATION OF ACCOUNTS
Akun berikut dalam laporan keuangan konsolidasi
tahun 2009 telah direklasifikasi kembali agar sesuai
dengan penyajian akun dalam laporan keuangan
konsolidasi tahun 2010.
The following account in the 2009 consolidated
financial statements have been reclassified to
conform with the presentation of account in the
2010 consolidated financial statements.
Dilaporkan Sebelumnya/
As Previously Reported
Setelah Direklasifikasikan/
As Reclassified
Kewajiban Tidak Lancar/Non Current
Liabilites
Pinjaman dari pihak-pihak yang mempunyai
Hubungan istimewa/ Due to Related Parties
Kewajiban Lancar/Current Liabilities
Hutang
lain-lain
–
Pihak
yang
mempunyai hubungan istimewa/Other
payables – Related parties
31. KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA
Jumlah/
Amount
10,000
31. SUBSEQUENT EVENT
Pada tanggal 16 Juli 2010, TCC, perusahaan yang
didirikan dan berkedudukan di Malaysia, dan
merupakan induk Perusahaan secara tidak langsung
mengeluarkan pemberitaan (press release) dan
mengumumkan pada Bursa Malaysia sehubungan
dengan rencana pengambilalihan 1.249.603.888
saham biasa dengan nilai nominal RM 1.00 per
saham pada TCC, oleh Honam Petrochemical
Corporation (“Honam”) perusahaan yang didirikan
dan berkedudukan di Republik Korea.
On July 16, 2010, TCC, a company established
and domiciled in Malaysia, which is an indirect
parent of the Company has issued press release
and announcement with Bursa Malaysia in
connection with the proposed acquisition of
1,249,603,888 ordinary shares of nominal value
RM1.00 each in TCC, by Honam Petrochemical
Corporation (“Honam”), a company established
and domiciled in Republic of Korea.
Berdasarkan pengumuman tersebut, TCC telah
memperoleh pemberitahuan dari pemegang saham
mayoritasnya, yaitu Union Harvard Investments
S.R.L, CGDC Investments Corporation, Permodalan
Nasional Berhad, dan Amanah Raya Trustees
Berhad (sebagai wali untuk Skim Amanah Saham
Bumiputera, Amanah Saham Wawasan 2020,
Amanah Saham Malaysia, Amanah Saham Didik,
dan Sekim Amanah Saham Nasional), bahwa pada
tanggal 16 Juli 2010 mereka masing-masing telah
menandatangani perjanjian jual beli bersyarat
(secara bersama-sama disebut “SPAs”) dengan
Honam, dalam rangka pengambilalihan saham TCC
sebesar 1.249.603.888 saham biasa dengan nilai
nominal masing-masing RM1.00, yang mewakili
kurang lebih 72,32% dari modal saham yang
ditempatkan dalam TCC, dengan total harga
pembelian sebesar RM 2.936.569.136,80 atau
sebesar RM2,35 per saham.
Based on such announcement, TCC has been
informed by its major shareholders, namely
Union Harvard Investments S.R.L, CGDC
Investments Corporation, Permodalan Nasional
Berhad, and Amanah Raya Trustees Berhad (as
trustee for skim Amanah Saham Bumiputera,
Amanah Saham Wawasan 2020, Amanah
Saham Malaysia, Amanah Saham Didik, and
Sekim Amanah Saham Nasional), that they have
respectively executed, on July 16, 2010,
conditional sale and purchase agreements
(collectively, “SPAs”) with Honam, for the
acquisition of 1,249,603,888 ordinary shares of
nominal value RM1.00 each in TCC, representing
approximately 72.32% of the issued share capital
of TCC, for a total consideration of
RM2,936,569,136.80 or RM2.35 per share.
55
Fly UP