...

GRATIS di sini - Majalah Peduli Kasih

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

GRATIS di sini - Majalah Peduli Kasih
ISBN 978-602-18682-1-8
Edisi - 5
Juni 2016
Jendela Penerang untuk Anak Berkebutuhan Khusus
TENTANG YPKABK
YAYASAN PEDULI KASIH
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Berdirinya Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan
Khusus, didorong oleh rasa kepedulian ibu Sawitri
Retno Hadiati, dr.MQHC. setelah ia mengikuti
seminar 'Disabled and Women, Inequity to Equity' di
University of Gallaudet, Washington DC, Oktober
2011 telah membuka mata hati bahwa orang cacat pun
dapat berbuat apa saja yang bermanfaat asal keluarga,
lingkungan sekitar serta pemerintah mendukung.
Kemudian ia menghubungi beberapa temannya yang
kebetulan juga mempunyai kepedulian terhadap sesama
yang kurang beruntung, bak gayung bersambut,
akhirnya tanggal 4 April 2012 terbentuklah Yayasan
“Peduli Kasih ABK“, yang anggotanya berasal dari
berbagai kalangan profesi, ada dosen, pegawai,
pengusaha dan ibu rumah tangga.
Yayasan Peduli Kasih ABK mempunyai VISI:
“ Kemuliaan ABK adalah Kemuliaan Kita Bersama “
SUSUNAN KEPENGURUSAN YAYASAN
Pembina : Prof Dr. Bambang Permono, dr, SpA (K)
Prof Bambang Rahino, dr (Mantan Rector Unair),
Prof Priyo Suprobo (Mantan Rector ITS),
Prof Muklas Samani (Mantan Rector Unesa)
Pengurus : Dr Sawitri Retno Hadiati,dr, MQHC
Pengawas : Drs. Arif Widijatmoko,Ak, MMT,
Arif Wardojo, SKM
Sekretaris : Dra Hariati
Bendahara : Ir. Eko Sri Wahyuni
Visi besar tersebut akan dicapai dengan MISI :
1. Menjadikan ABK sebagai individu yang bermartabat
sebagai mana mestinya .
2. Mengoptimalkan potensi dan meminimalkan resiko
ABK melalui intervensi jajaran pendidikan, kesehatan
dan teknologi yang terkoordinasi dan mendapat
komitmen penuh dari pemerintah setempat, dunia
usaha dan masyarakat luas.
3. Mengupayakan kemandirian ABK melalui
penguatan orang tua dan keluarga ABK, perluasan
kesempatan
kerja bagi ABK, kemudahan aksesibilitas ABK terhadap
sarana pelayanan umum dan perkembangan informasi –
teknologi.
4. Mendukung kebijakan pemerintah dalam
menciptakan kondisi lingkungan Ramah ABK.
Kegiatan Yayasan Peduli Kasih ABK:
1. Pembinaan kepada ABK dan penguatan pada orang
tua ABK. Bagi keluarga tidak mampu, dilakukan
subsidi silang.
2. Melakukan penelitian, pelatihan, dan penyebaran
informasi berbasis penanganan ABK
Yayasan Peduli Kasih Abk, Shelter, Jl Ngagel Kebonsari
1/10-12. Surabaya (Dekat TMP Ngagel dan belakang
SMPN 12)
No Rekening Bank Mandiri an YPKABK Nomer
14100-449-44999
2
Makna puasa &
kembali terbitnya
majalah peduli
P
uasa ini majalah peduli kasih anak
berkebutuhan khusus kembali menyapa.
Waktunya tepat dengan bulan yang disucikan.
Dengan demikian diharapkan kepedulian terhadap
abk menjadi saran kita semua kembali menjadi suci,
sesuai dengan Qur'an Surat 15: 46-48 yaitu orangorang yang meraih kebahagiaan hakiki. Dalam Surat
Al Hijr disebutkan bahwa bahagia yang hakiki dapat
dicapai melalui luruhnya rasa dendam di hati, merasa
bersaudara dan tidak merasa lelah. Bila ini dikaitkan
dengan kepedulian terhadap abk, bermakna bahwa
untuk memuliakan abk diperlukan orang tua abk
yang bahagia. Yaitu orang tua yang sudah tidak ada
lagi emosi negative, tidak nelangsa atau kecewa
dengan dikaruniai abk. Merasa setara dengan orang
lain yang tidak punya abk. Tidak menjadi lebih
rendah atau bahkan ingin dianggap hebat dengan
mempunyai abk. Sehingga tidak merasa lelah untuk
terus menerus memuliakan abk nya. Baik dalam diri
sendiri, dalam keluarga dan masyarakat luas. Karena
memuliakan abk itu perlu dukungan banyak pihak.
Apalagi yayasan peduli kasih abk ingin memuliakan
abk terutama dari keluarga tidak mampu dan
tersembunyi.
Dewan Redaksi :
Sawitri Retno Hadiati,
Prodi Ilmu Komunikasi UINSA Surabaya
Pemimpin Redaksi :
Advan Navis Zubaidi
Desain Layout :
Febby Putri Nikmashita
Editor :
Achmad Fauzi
Writer :
Virgia Fadhilah
Nurul Jannah
Anis Prabowo
Wiji Agustin Sasmita
Marketing :
Alam Budi Kusuma
Yayasan Peduli Kasih Abk, shelter, Jl Ngagel
Kebonsari 1/10-12. Surabaya (dekat TMP Ngagel
dan belakang SMP 12.
No Rekening Bank Mandiri an YPKABK nomer
14100-449-44999
Susunan kepengurusan yayasan :
Pembina : prof Dr. Bambang permono, dr, SpA
(K); Prof Bambang Rahino, dr (mantan rector
Unair), Prof Priyo Suprobo (mantan rector ITS),
Prof Muklas Samani (mantan rector Unesa)
Pengurus : Dr Sawitri Retno Hadiati,dr, MQHC,
Dra Hariati
Pengawas: Drs. Arif Widijatmoko,Ak, MMT, Arif
Wardojo, SKM
3
DAFTAR ISI
KOLOM
ARTIKEL
Memuliakan ABK dimulai
dari Orang Tua yang Bahagia
PROFIL
INSPIRATIF
Hidup Masih Koma,
Belum Titik
OPINI
SHARING
Kasih seorang Ayah
“Penenang Hidupku Yaa Buah Hatiku”
TIPS
5
7
9
Tips Hadapi Ramadhan
dengan Anak ABK
13
GALLERY
PROGRAM
Keceriaan Bersama
15
4
KOLOM - ARTIKEL
Memuliakan ABK dimulai dari
Orang Tua yang Bahagia
V
isi misi yayasan peduli kasih abk memang
memuliakan abk. Tapi tidak berarti
YPKABK merupakan tempat terapi
ataupun sekolah abk. Namun YPKABK adalah
sebuah parent support group atau tempat
berkumpulnya orang tua abk yang intens
menyelenggarakan pertemuan. Jadi yang menjadi
sasaran utama YPKABK adalah orang tuanya. Hal ini
sering disalah artikan, orang tua yang datang ke
shelter, seringnya ini menyebut sekolah abk. Atau
terkadang les abk. Salah persepsi dan ekspektasi.
Berbagai program telah kami buat sejak 4 tahun
yayasan berdiri demi membuat orang tua abk
bahagia. Yah, sebetulnya tujuan yayasan didirikan
adalah memfasilitasi agar orang tua abk itu bahagia.
Bahagia itu perlu diciptakan, terutama bagi orang tua
abk. Berbagai keterbatasan dan kondisi pada orang
tua abk sering kali membuat orang tua kurang
bahagia. Hal ini tentu berimbas terhadap
kebahagiaan abk nya dan pada akhirnya berimbas
terhadap kemajuan perkembangan abk juga. Oleh
karena itu, memuliakan abk dimulai dari orang tua
abk yang bahagia.
5
KOLOM - ARTIKEL
Bagaimana program membahagiakan orang tua abk
sendiri ? pada hari senin-jumat kami membuka kelas
parallel, antara kelas abk dan orang tuanya terpisah.
Sebetulnya kelas orang tua abk saja yang kami
perlukan. Tapi karena orang tua abk terutama dari
keluarga kurang mampu dan tersembunyi,
kebanyakan tidak punya pembantu. Maka kami
membuat dua kelas parallel. Kelas abk, anak diajak
bermain sambil belajar hal yang menyenangkan dan
bermanfaat.
Abk diajak oleh para bunda atau yanda yaitu orang
biasa yang mempunyai hati terhadap abk dan
kemudian kami latih. Sedangkan kelas orang tua,
diadakan sharing and caring, mencari solusi bersama
atas permasalahan di lapangan dari orang tua abk.
Bahan diskusi dengan orang tua abk ini kemudian
kami fasilitasi lagi untuk menjadi sebuah pelatihan di
hari Sabtu nya. Sementara ini materi pelatihan yang
telah diajarkan, yaitu kreativitas dalam mendidik
abk, hypnotherapy, intervensi dasar yang dapat
dilakukan orang tua di rumah. Bahkan terdapat juga
pelatihan wira usaha, agar kesejahteraan orang tua
abk meningkat. Jadi dengan orang tua yang bahagia,
cerdas dan kreatif akan dapat berlanjut memuliakan
abk.
6
PROFIL INSPIRATIF
Hidup
Masih Koma,
Belum Titik
S
etiap manusia dalam hidupnya memiliki
jalannya masing-masing, apakah dia ingin
sukses atau sebaliknya. Dalam hidup pun
tak lepas dari ujian-ujian yang terkadang
membuat kita merasa lemah kemudian
putus harapan. Saat perasaan-perasaan itu telah
melingkupi hati dan pikiran kita maka yang akan
terjadi pun sebuah kegagalan yang lebih sempurna.
Namun, apabila kita mampu bangkit dan melewati
masalah-masalah tersebut dengan sabar, ulet dan
selalu menyertakan Allah dalam segala hal, maka
bukan hal yang mustahil jika kesuksesan ada dalam
genggaman kita.
“
Rasulullah bisa memecahkan batu yang besar
karena Rasulullah meyertakan Allah didalamnya,
begitupun dengan masalah, sebesar apapun masalah
yang kita miliki, kita pasti bisa menyelesaikannya
apabila kita selalu menyertakan Allah,” ungkap Guru
Besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan
Ampel Surabaya tersebut.
Sebagai seorang muslim, hendaknya
senantiasa berikhtiar dalam menjalani kehidupan,
juga menanamkan pikiran-pikiran yang positif dalam
mindset kita, berhusnudzon bahwa Allah akan
memberikan hasil yang pantas untuk kita yang
terkadang jalannya tak pernah diduga.
Berusaha dan Berdoa
Rasulullah menganjurkan setiap muslim
untuk selalu berusaha dan tidak mudah menyerah
selama berproses di dunia. Begitulah Ali Aziz
mengatakan bahwa kita harus terus menerus bekerja
dan berusaha. Soal hasil Allah yang akan menetukan.
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag.
Hidup Masih Koma, Belum Titik
Berawal dari sekolah tanpa mengenakan
sandal hingga menjadi pembicara di
berbagai negara di Asia, Afrika dan Eropa.
Semua tahapan dilalui dengan gigih dan tak
lupa selalu menyertakan Allah dalam segala
hal
Selama mengenyam pendidikan Ali pernah
pergi ke sekolah tidak memakai sandal. Meski begitu
Ali tidak pernah rendah diri, dia mempunyai prinsip
bahwa kelak hidupnya akan jadi lebih baik. Ali
dilahirkan di keluarga yang sederhana, dari pasangan
Abdul Aziz dan Nafisah pada tanggal 9 juni 1957 di
Soko, Glagah, Lamongan Jawa Timur.Dia juga
alumni dari pondok pesantren Ihyaul Ulum.
Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di jenjang
yang lebih tinggi di Institut Agama Islam Negeri
Sunan Ampel Surabaya.
Pernah menjadi mahasiswa yang lulus
dengan predikat tercepat dan termuda, Ali juga
pernah menjabat sebagai Dekan dari Fakultas
Dakwah dan Komunikasi. Kini ia telah menjadi
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus
menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Jawa Timur.
7
PROFIL INSPIRATIF
Pernah menjadi mahasiswa yang lulus dengan
predikat tercepat dan termuda, Ali juga pernah
menjabat sebagai Dekan dari Fakultas Dakwah dan
Komunikasi. Kini ia telah menjadi Guru Besar UIN
Sunan Ampel Surabaya sekaligus menjabat sebagai
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa
Timur.
Ali Aziz yang dikenal sebagai penulis bukubest seller,
mengaku awalnya ia gemar menulis karena ada
paksaan untuk menulis dari seseorang. Namun,
akhirnya kemauan untuk menulis tumbuh dalam
dirinya karena telah menjadi kebiasaan. Hingga kini
Ali telah menerbitkan banyak buku, diantaranya,
Ilmu Dakwah (Jakarta, 2004), Solusi Ibadah di
Taiwan (Taipei, 2005), 60 Menit Terapi Shalat
Bahagia (Surabaya, 2012), Ilmu Pidato (Surabaya,
2015), dan lain-lain. Ali juga dikenal sebagai tokoh
inspiratif, ia sering diundang ke beberapa negara
untuk menjadi pembicara atau penceramah.
Pantang Menyerah
Setelah sukses dengan buku - bukunya, terutama
buku 60 Menit Terapi shalat Bahagia. Ali kini telah
memiliki tempat praktik shalat bahagia yang sering
didatangi oleh orang – orang dari berbagai kalangan.
Selain itu, Ali juga pernah dikunjungi olehorang tua
yang memiliki anak yang berkebutuhan khusus. Ali
memandang bahwasanya memiliki anak
berkebutuhan khusus adalah ujian berat yang
diberikan Allah SWT. Karena mengurusi anak yang
tidak berkebutuhan khusus saja terkadang sudah
kesulitan, apalagi yang memiliki anak yang memiliki
kekurangan seperti ini. Orang tua pun harus
membagi waktunya, yang biasanya bekerja dengan
full time, harus membagi dengan mengurusi
anaknya.
Itu sudah memberikan kebahagiaan tersendiri untuk
mereka.” Tunjukkanlah rasa empati dengan cara
yang baik seperti memotivasi dan mendukung,
supaya mereka tetap semangat dalam mendidik
anaknya dan percaya bahwa akan ada hasil yang bisa
di petik kelak. Selain itu, Allah telah mengatakan
dalam Al-Qur'an bahwa Allah tidak menguji suatu
kaum di luar batas kemampuannya.
Berkaitan dengan menyambut bulan suci Ramadhan
ini, Ali Aziz berencana berkunjung ke beberapa
negara seperti Bangladesh, Nepal, Mekkah dan
Amerika. Ia juga akan melakukan bedah buku “60
Menit Terapi Shalat Bahagia” yang bertempat di Los
Angeles. Ramadhan kali ini beliau akan mengisi
waktunya dengan berbagi pemikiran bersama
mereka yang ada di luar sana.
Ali Aziz juga menambahkan, “Kita semua bisa sukses
lebih daripada saya sekarang ini, you can fly higher
than me.” Selain itu, bahwa kita juga harus senantiasa
tawadlu', karena dengan menghargai orang lain
maka kita pun akan dihargai pula. Allah pun akan
meninggikan derajat kita.Ingat, selalu sertakan Allah
dalam segala hal.”Ali Aziz mempunyai prinsip bahwa
ia tidak ingin meninggalkan dunia ini sebelum
membahagiakan satu milyar orang. Berhubung Ali
Aziz adalah orang yang menggeluti bidang tulis
menulis maka ia ingin membahagiakan satu milyar
orang tersebut dengan buku-buku karyanya.
Ali Aziz mengatakan bahwa bagi orang tua yang
memiliki anak yang berkebutuhan khusus untuk
lebih menguatkan iman dan berpikir yang positif
bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk
orang tua dan anak itu sendiri. Kemudianbagi
kitayang ada di sekitar mereka, Ali berkata, “Coba
sekali-kali kita datang mengunjungi mereka,
walaupun kita tidak memiliki dana karena kita belum
bekerja,kita berdoa untuk keluarga yang
bersangkutan semoga diberi kesehatan dan
dimudahkan segala masalahnya.
8
OPINI - SHARING
Mengurus buah hati yang terlahir dengan kondisi berkebutuhan
khusus tidak membuat Aris berputus asa, bahkan ia menganggap
buah hatinya sebagai penenang hidupnya saat mengalami down.
M
enjadi orang tua, sama halnya menjadi
seniman dalam kehidupan.
Mengesankan, menyenangkan,
mendebarkan dan tentu penuh tantangan. Cinta dan
kasih sayang orang tua, berpadu dengan kesabaran,
meskipun kadang terbesit rasa tidak sabar dalam hati
saat merawat si buah hati. Terlebih lagi bagi anak
yang dilahirkan dengan kebutuhan khusus yang
memiliki perbedaan baik secara fisik, mental,
intelektual ataupun sosial emosional.
Menjadi
orang tua anak berkebutuhan khusus wajar bila ada
rasa sedih atau kurang beruntung. Bahkan, terkadang
merasa bersalah pada saat menyadari bahwa anak
yang dilahirkan ternyata “berbeda” dengan anakanak normal pada umumnya.
Demikian pula yang dialami Aris Hari
Nugroho, seorang Ayah yang mengispirasi dunia.
Setiap Ayah tentu cinta dengan buah hatinya,namun
bisakah seorang Ayah memberikan cintanya seperti
yang dilakukan Ayah yang satu ini?ak normal pada
umumnya.
5
Aris Hari Nugroho, seorang Ayah kelahiran
Surabaya empat puluh tahun silam itu telah
memberikan kasih sayang yang begitu besar kepada
anaknya. Bahkan sulit jika ingin diukur melalui katakata. Cinta dan juga semangat itulah yang menjadi
dasar Aris dalam berusaha membesarkan dan
menyembuhkan anak semata wayangnya yaitu Rafi
Akbar Nugroho (5 thn).
Ketika Rafi menginjak umur tiga tahun ia
didiagnosa mengidap autis, ADHD (Attention
Deficit Hyperactivity Disorder) dan Sosial Phobia
(Social Anxiety Disorder) yang membuat rafi sulit
untuk bersosialisasi, mendengar hal itu Aris merasa
bersalah dan terpukul. “Ketika itu saya merasa belum
bisa melaksanakan fungsi Ayah yang baik,”
ungkapnya dengan nada sedih.
Tak menyerah dan berputus asa, Aris
memutuskan untuk memeriksakan buah hatinya di
Lembaga Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR).
Setelah menjalani beberapa tes selama tiga jam, Rafi
dinyatakan Spektrum Autis, yaitu penyakit yang
menyebabkan ia tidak bisa berbicara. Belum selesai
sampai disitu, Aris disarankan untuk memeriksakan
kembali anaknya di Laboraturium Namera yang
berada di daerah Jemursari. Berdasarkan keterangan
dr. Diah, Rafi dinyatakan Autis ringan dan masih bisa
disembuhkan dengan cara menjalani terapi Sensor
Integrasi (SI). Infeksi berlapis-lapis pada otak neuron
yang menyebabkan Rafi tidak bisa apa-apa dan hanya
bisa mengungkapkan segala sesuatu lewat emosi.
9
OPINI - SHARING
Aris terus berusaha mencari informasi dengan
mengikuti sembilan atau sepuluh komunitas sosial,
salah satunya komunitas Yayasan Peduli Kasih ABK.
Dari komunitas tersebut, Aris baru mengetahui
bahwa para orang tua anak-anak berkebutuhan
khusus dari komunitas tersebut berinisiatif
menyekolahkan anaknya. Hal ini yang belum sempat
terpikirkan oleh Aris.
Dua belas sekolah untuk anak ABK telah Aris
datangi, dan hal itu sempat membuat pekerjaannya
terbengkalai. Namun pada akhirnya, Aris
menemukan salah satu sekolah (Harapan Bunda) dan
memutuskan untuk menyekolahkan Rafi disana.
Bertepatan dengan hari lebaran, yang saat itu
Rafi menginjak usia empat tahun, mulai terlihat ada
perkembangan dari sekolah dan terapi yang selama
ini ia jalani. Rafi mulai bisa bersalaman dan berbicara
kata “Apa” yang merupakan kata pertama
diucapkannya. “Saya bahagia luar biasa, dan sangat
bersyukur sekali.” ungkap Aris.
Setiap orang tua memiliki cara untuk
mengatasi anaknya ketika rewel dan melakukan
kesalahan.
Aris, selalu menasehati dengan baik dan tidak pernah
sekali-kali melakukan
tindakan fisik. Karena
menurutnya, hal itu akan membuat alam batin pada
a n a k t e r t e k a n . An a k a k a n m e r e k a m d a n
menyimpulkan bahwa setiap masalah bisa diselesaikan
dengan memukul
Pengalaman yang paling berkesan yang pernah
ia alami bersama Rafi ketika Rafi terkena flu singapore
yang bertepatan dengan ulang tahunnya yang kelima.
mengetahui sakit yang dialami anaknya secara otomatis
Aris merasa kebingungan karena ia harus menemani
anaknya dan terpaksa izin dari tempat ia bekerja.
Untung saja obat yang direkomendasikan dokter
mudah untuk didapatkan hanya satu macam obat yang
ia rasa sulit ditemukan, bahkan hingga enam apotek ia
kunjungi baru bisa menemukan obat yang dicari.“ kata
dokternya kalau sistem imunnya gak kuat bisa sampai
sepuluh hari atau tiga minggu, tapi untungnya
makannya banter jadi bisa sembuh dalam waktu
seminggu,” imbuh Aris.
Dalam bulan ramadhan tahun ini, Aris
berencana untuk mengajak Rafi mengikuti buka puasa
bersama tujuannya agar Rafi bisa mengenal orang dan
biasa bersosialisai dengan orang dalam jumlah banyak.
“Agar dia memahami situasi ramai jadi bisa mengetahui
hidup itu tidak hanya di kondisi nyaman saja namun
adakalanya dalam kondisi susah.” tambahhnya.
Rafi juga diajarakan untuk berpuasa meskipun
tidak sampai setengah hari. Bahkan untuk waktuwaktu sholat tahajud dan magrib selalu ikut bangun
dan sholat. Ia berharap Rafi dapat tumbuh menjadi
anak yang memiliki akal pikiran yang sehat dan iman
yang kuat. Menurut Aris dua hal tersebut menjadi
benteng yang penting dalam diri seseorang, terkadang
akal melakukan perbuatan yang salah tetapi jika masih
ada iman sebagai benteng terakhir. “ kalau dua hal ini
tidak ada dalam diri seseorang sebagai manusia ia tidak
berguna,” tutup Aris di ujung wawancara.
(Irg/Fby/Pra)
10
T I P S
3. KESTABILAN EMOSI
Kegiatan puasa berpengaruh terhadap perkembangan emosi, perkembangan moral dan
perkembangan psikologis anak. Tidak dapat disangkal lagi bahwa ibadah puasa mempunyai pengaruh
positif terhadap pendidikan perkembangan anak
Tetapi harus diwaspadai bahwa aktivitas puasa juga dapat berpengaruh negatif bila tidak
mempertimbangkan kondisi taraf perkembangan anak. Hal ini terjadi bila ibadah ini dilakukan
dengan paksaan dan ancaman. Dalam keadaan normal emosi dan perilaku anak sangat tidak stabil.
Saat puasa yang dalam kondisi lapar dan haus akan sangat mempengaruhi kestabilan emosi dan
perilaku anak.
4. HINDARI PUASA
Kondisi umum yang harus diwaspadai dalam melakukan puasa pada anak adalah anak yang mudah
sakit (mengalami infeksi berulang), gangguan pertumbuhan, penyakit alergi atau asma serta gangguan
perilaku (Autis, Attention Deficit Hiperactivity Disorder-ADHD, dll.
Keadaan yang harus dihindari berpuasa pada anak praakil baliq adalah penyakit infeksi akut (batuk,
pilek, panas), infeksi kronis (tuberkulosis dll), penyakit bawaan gangguan metabolisme, jantung,
ginjal, kelainan darah dan keganasan. Meskipun infeksi akut virus seperti batuk, pilek atau panas yang
dialami ringan, bila kondisi tubuh turun seperti berpuasa akan menimbulkan resiko komplikasi yang
berat. Puasa pada anak mungkin dapat dilakukan, tetapi harus cermat memperhatikan kondisi normal
psikobiologisnya. Bila kondisi itu tidak diperhatikan maka puasa merupakan beban bagi mental dan
kesehatan anak, selanjutnya akan mengganggu tumbuh-kembang anak. Namun bila puasa dilakukan
dengan mempertimbangkan dengan cermat kondisi anak maka dapat menjadi ajang mendidik
perkembangan moral dan emosi anak.
Sumber : source: http://www.rumahautis.org/v2/konsultasi/298--hal-penting-yang-harusdiperhatikan-saat-anak-autis-belajar-berpuasa.html
12
GALLERY & PROGRAM
GALLERY & PROGRAM
Disamping ini Bunda Tutik dan Dio saat mengikuti lomba dongeng di
Gramedia Expo.
Ini Dio dan Ibunya saat bertemu Bapak Armudji Ketua Dewan yang
bersedia membantu biaya sekolah Dio dari SD Inklusi ke SDLB Karya
Mulia, atas saran dari gurunya.
Kegiatan silat
Kegiatan Berenang
13
GALLERY & PROGRAM
GALLERY & PROGRAM
14
T I P S
Tips
Hadapi Ramadhan dengan Anak ABK
4
Puasa merupakan ibadah yang wajib dijalankan bagi umat muslim. Sebagai orangtua, kita juga
memiliki kewajiban untuk mengajarkan kewajiban berpuasa pada anak kita, tidak terkecuali anak
berkebutuhan khusus. Tentu saja akan ada perlakuan yang tidak sama dibanding dengan anak-anak
lainnya. Untuk itu, simak artikel berikut mengenai tips menjalankan ibadah puasa.
Tinjauan Medis Oleh Dr. Suzy Yusna, Sp. Kj.
1. JAM TIDUR ANAK
Saat bulan Ramadhan jadwal aktivitas anak berbeda dengan sebelumnya. Dalam bulan tersebut
aktivitas anak bertambah dengan kegiatan shalat tarawih, makan sahur atau kegiatan pesantren kilat.
Bila jam tidur ini berkurang atau berbeda dengan sebelumnya akan mempengaruhi keseimbangan
fisiologis tubuh yang sebelumnya sudah terbentuk. Gangguan keseimbangan fisiologis tubuh ini
akan berakibat menurunkan fungsi kekebalan tubuh yang berakibat anak mudah sakit. Sebaiknya
orangtua harus ikut merencanakan dan memantau jadwal aktivitas anak termasuk jam tidur anak
dengan cermat.
2. ASUPAN GIZI
Pengaruh lain yang harus diamati adalah pengaruh asupan gizi pada anak. Jumlah, jadwal dan jenis gizi
yang diterima akan berbeda dengan saat sebelum puasa. Dalam hal jumlah mungkin terjadi
kekurangan asupan kalori, vitamin dan mineral yang diterima anakAktivitas yang bertambah ini juga
akan meningkatkan kebutuhan kalori, vitamin dan mineral lainnya. Padahal saat puasa relatif
pemenuhan kebutuhan kalori lebih rendah. Bila keseimbangan asupan gizi terganggu dapat
menurunkan fungsi kekebalan tubuh sehingga anak mudah terserang penyakit. Dalam keadaan
seperti ini tampaknya pemberian suplemen vitamin cukup membantu.
Parameter yang paling mudah untuk melihat asupan kalori cukup adalah dengan memantau berat
badan anak. Bila berat badan anak tetap atau meningkat mungkin puasa dapat dilanjutkan. Tetapi bila
berat badan menurun drastis dalam jangka pendek sebaiknya puasa harus dihentikanDemikian pula
dengan jenis asupan gizi yang diterima. Variasi dan jumlah makanan yang didapat saat bulan puasa
akan berbeda dengan sebelumnya. Saat bulan puasa variasi makanan yang tersedia biasanya lebih
banyak. Pada penderita alergi pada jenis makanan tertentu harus diwaspadai karena dapat berpengaruh
terhadap gangguan kesehatan. Menurut pengalaman sehari-hari, kasus alergi makanan pada anak
cenderung meningkat saat bulan puasa.
11
Yayasan Peduli Kasih Abk, Shelter, Jl Ngagel Kebonsari 1/10-12. Surabaya
(Dekat TMP Ngagel dan belakang SMPN 12)
No Rekening Bank Mandiri an YPKABK Nomer 14100-449-44999
Fly UP