...

MENINGKAT MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

MENINGKAT MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA
1
MENINGKAT MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI
KELAS IV SDN NO. 3 TONDO
Oleh
IFRIDA
ABSTRAK
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada peningkatan motivasi belajar
siswa kelas IV SDN NO.3 Tondo dengan menggunakan metode Tanya jawab. Dengan tujuan
menggambarkan motivasi belajar siswa kelas IV SDN NO.3 Tondo Kecamatan Sirenja dalam
pelajaran IPS melalui penggunaan metode Tanya jawab. Penelitian ini dilakukan dengan
beberapa cara untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisa data, untuk mengolah data
yang objektif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan evaluasi.
Setting penelitian ini di laksanakan di SDN NO. 3 Tondo Kecamatan Sirenja dengan jumlah 33
orang siswa. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif
diperoleh dari hasil tes belajar siswa. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil observasi
guru dan motivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode tanya
jawab. Berdasarkan hasil observasi siswa diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa
pada observasi sebelum tindakan banyak siswa yang meningkat motivasinya 9 orang dengan
persentase 27,27 %, siklus I banyak siswa yang meningkat 14 orang dengan persentase 42,42
%. Karena belum mencapai 80 % siswa yang meningkat maka penelitian ini dilanjutkan
dengan siklus II siklus ini banyak siswa yang meningkat 29 orang dengan persentase 87,87 %.
Berdasarkan banyak siswa yang meningkat tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam
penggunaan metode tanya jawab pada pelajaran IPS di kelas IV dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa di SDN No. 3 Tondo.
Kata kunci
: Metode Tanya jawab dan Motivasi Belajar.
Ifrida, A 441 10 092, Abduh H.Harun, Yusdin B.M Gagaramusu, PGSD Tadulako
2
MOTIVATIONAL LEVEL LEARN THE STUDENT SUBJECT IPS CLASS of IV SDN NO. 3
TONDO
By
IFRIDA
ABSTRACTION
Problem of this research [is] whether/what there [is] the make-up of motivation learn the student of
class of IV SDN NO.3 Tondo by using Question and answer method. With an eye to depict the
motivation learn the student of class of IV SDN NO.3 Tondo of SubdistrictSirenja in IessonIPS [of]
[through/ passing] use of Question and answer method. This Research [is] [done/conducted] with a few
the way of to collect the, mengolah, and analyse the data, for the mengolah of objective data. Technique
[of] data collecting used [by] [is] observation and evaluate the. this Setting Research [in] executing [in]
SDN NO. 3 Tondo of SubdistrictSirenja with the amount 33 student people. Data obtained [by] [is]
quantitative data and data qualitative. Quantitative data obtained from result tes learn the student. While
data [is] qualitative obtained from observation result learn and motivate the student in school activity
by using question and answer method. Pursuant to result of student observation obtained in this
research [is] menunjukan that [at] observation [of] before action [of] a lot of student which [his/its]
motivational level 9 people with the percentage 27,27 %, cycle I [of] a lot of student mounting 14
people with the percentage 42,42 %. Because not yet reached 80 % student mounting hence this
research [is] continued with the this cycle II cycle a lot of student mounting 29 people with the
percentage 87,87 %. Pursuant to a lot of student mounting the inferential that in use of method [of]
question and answer [of] [at] IessonIPS [in] class IV can improve the motivation learn student [in] SDN
No. 3 Tondo.
Keyword : Method [of] Question and answer and Motivate to Learn.
Ifrida, A 441 10 092, Abduh H.Harun, Yusdin B.M Gagaramusu, PGSD Tadulako
3
PENDAHULUAN
Berdasarkan kondisi yang diamati selama ini pada kelas IV SDN 3 Tondo, sebagian besar
siswa kurang aktif dan kurang semangat dalam mengikuti mata pelajaran IPS. Disamping itu
adanya kebiasaan guru-guru hanya memberikan ilmu pengetahuan dan informasi kepada siswa
dengan dominan menggunakan metode ceramah tanpa memperhitungkan pengembangan
mental siswa sehingga pengetahuan yang diperoleh mudah terlupakan. Hal tersebut diatas tidak
bisa dipungkiri sebab sekarang ini masih ada guru yang hanyamengajar saja tanpa berfikir
untuk berbuat lebih dalam menerapkan model atau pola belajar yang dapat menciptakan
suasana keakraban guru maupun dari siswa diharapkan memperoleh kemampuan untuk
mencoba, mengajukan dan menjawab pertanyaan, mengajukan dan memecahkan masalah, dan
sebagainya dengan demikian siswa benar-benar mempunyai keterlibatan dalam proses
pembelajaran.
Tujuan pendidikan bukan hanya menambah khasanah pengetahuan dan keterampilan anak,
melainkan yang lebih penting dari itu ialah menciptakan berbagai kesempatan dan
memungkinkan pada anak untuk dapat mengadakan penyelidikan dan penemuan diri. Adapun
untuk maksud tersebut penekan dalam proses pembelajaran harus ditujukan kepada proses
belajar.
Untuk lebih meningkatkan motovasi anak pada pembelajaran IPS di kelas IV SDN No. 3
Tondo guru menerapkan metode tanya jawab. Metode tanya jawab yang dimaksud adalah
metode yang dilakukan oleh guru untuk melakukan umpan balik atau berkomunikasi langsung
dengan siswa berani berbicara mengemukakan pendapatnya, melatih mental siswa, melatih
siswa berpikir kritis dan logis dalam menerima dan menyikapi materi pelajaran yang diberikan
oleh guru.
Dalam penerapan metode tanya jawab ini guru harus memperhatikan beberapa hal
misalnya; bahasa yang digunakan untuk bertanya, tingkat kesulitan, pertanyaan, jenis
pertanyaan sesuai dengan materi, menarik dan pertanyaan matang dekat dengan lingkungan
anak sehingga diharapkan motoivasi belajar anak di kelas IV SDN No. 3 Tondo meningkat.
Anak didik SD merupakan miniatur manusia dewasa yang juga memiliki perasaan seperti
manusia dewasa. Namun perasaan yang dimiliki oleh anak didik SD belum belum sematang
manusia dewasa. Hal tersebut dikarenakan anak memiliki perkembangan perasaan seiring
dengan usia dan perkembengan mentalnya. Perasaan yang dimiliki anak menjadikan anak tidak
seperti robot, yang bisa diperintah untuk melakukan sesuatu sesuai perintah, misal belajar.
Anda memiliki perasaan untuk melaksanakan sesuatu sesuai dengan motivasi yang ada dalam
Ifrida, A 441 10 092, Abduh H.Harun, Yusdin B.M Gagaramusu, PGSD Tadulako
4
perasaannya. Dengan perasaan itu anak akan berpikir untuk apa anak tersebut melakukan suatu
hal.
Motivasi mempunyai nilai dalam pengajaran, adalah menjadi tanggung jawab guru agar
pengajaran yang diberikannya berhasil dengan baik. Keberhasilan ini banyak bergantung pada
usaha guru untuk dapat membangkitkan motivasi pada anak untuk belajar. Dalam garis
besarnya motivasi mengandung nilai-nilai sebagai berikut :
pengajaran asas motivasi adalah sangat penting dalam proses belajar mengajar. (Amti, 1991 :
80).
1) Motivasi menentukan tingkat berhasil atau kegagalan perbuatan belajar siswa belajar tanpa
motivasi kiranya sulit untuk berhasil.
2) Pengajar yang bermotivasi pada hakikatnya adalah pengajaran yang disesuaikan dengan
kebutuhan, dorongan, motif, minat yang dimiliki oleh siswa.
3) Pengajaran yang bermotivasi membentukan aktivitas dan imaginitas pada guru untuk
berusaha secara sungguh-sungguh mencari cara-cara yang sesuai dan serasi guna
membangkitkan dan memelihara motivasi belajar siswa. Guru senantiasa berusaha agar
siswa-siswa pada akhirnya memiliki self motivasi dan yang baik.
4) Berhasil atau tidak berhasilnya dalam membangkitkan penggunaan motivasi dalam
pengajaran sangat erat hubungan dengan aturan disiplin dalam kelas. Ketidakberhasilan
dalam hal ini mengakibatkan timbulnya masalah disiplin dalam kelas.
5) Asas motivasi menjadi salah satu bagian yang integral dari asas-asas mengajar.
Penggunaan motivasi dalam mengajar bukan saja melengkapi prosedur mengajar, tetapi
juga menjadi faktor yang menentukan pengajaran yang efektif.
Berdasarkan penjelasan di atas, diketahui bahwa motivasi dapat menjadi penentu
keberhasilan dalam belajar yang dilakukan dengan kesungguhan dan menciptakan kedisiplinan
dalam diri setiap anak dalam belajar sehingga dapat menciptakan kondisi belajar dan mengajar
yang efektif.
Uji Hipotesis
Berdasankan paparan data hasil observasi, kuisioner, dan evaluasi akhir serta
pembahasan sebagaimana telah terurai di atas menjelaskan bahwa pembelajaran dengan
menggunakan metode tanya jawab harus didukung oleh pemberian motivasi yang optimal,
sehingga dapat memberikan kontribusi dalam upaya memahami materi pelajaran serta dapat
Ifrida, A 441 10 092, Abduh H.Harun, Yusdin B.M Gagaramusu, PGSD Tadulako
5
menumbuhkan gairah, perasaan senang dan semangat belajar terhadap anak didik untuk
mengikuti pembelajaran. Dengan demikian maka peneliti dapat menyatakan bahwa hipotesa
yang dikemukakan peneliti yaitu “jika guru dalam pembelajaran IPS kelas IV menggunakan
metode tanya jawab maka dapat meningkatkan motivasi belajar anak didik “ dinyatakan
terbukti. Hal ini berarti dapat dipahami bersama bahwa salah satu usaha yang dapat dilakukan
oleh seorang guru dan berbagai alternatif yang ada dalam menggunakan metode tanya jawab
harus didukung oleh pemberian motivasi.
METODE PENELITIAN
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini mengikuti tahap penelitian yang disebut
siklus. Model penelitian ini mengacu pada modifikasi diagram yang dicantumkan Kemis dan
Mc Taggart (Depdiknas, 2005: 6), seperti yang terlihat pada gambar (1). Tiap siklus dilakukan
beberapa tahap, yaitu
1) Perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Tondo No.3 Tondo Kecamatan Sirenja. Subyek
penelitian ini adalah murid kelas IV tahun pelajaran 2011/2012 dengan jumlah siswa 33 orang
yang terdiri dari 20 orang murid laki-laki dan 13 orang murid perempuan.
a. Jenis Data
Sumber data diperoleh dari pengamatan kegiatan anak didik, guru, dan proses
pembelajaran dengan metode tanya jawab dan tes hasil belajar anak didik kelas IV SDN
3 TONDO Kabupaten Donggala Tahun Ajaran 2011/2012. Data yang dikumpulkan
berupa :
- Hasil observasi pelaksanaan pengajaran oleh guru
- Hasil observasi aktivitas anak didik dalam kegiatan belajar mengajar
- Tes hasil belajar anak didik diperoleh melalui soal-soal tes dari evaluasi siklus I dan II.
b. Tekhnik Pengumpulan Data
- Data tentang aktivitas anak didik dalam mengikuti pembelajaran IPS melalui metode
tanya jawab dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi anak didik.
- Data tentang kemampuan
guru dalam melaksanakan dan mengelola pembelajaran
dengan menggunakan lermbar observasi guru.
- Data tentang hasil belajar anak didik pada setiap akhir siklus dikumpulkan dengan tes
hasil belajar.
Ifrida, A 441 10 092, Abduh H.Harun, Yusdin B.M Gagaramusu, PGSD Tadulako
6
Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif proses
anak didik dalam belajar dan hasil observasi guru menggunakan analisis presentase skor untuk
indikator sangat meningkat diberi skor 4, meningkat diberi skor 3, sedangkan cukup meningkat
diberi skor 2, dan kurang meningkat diberi skor 1.
Selanjutnya dihitung presentase rata-rata dengan rumus :
presentase nilai rata − rata(NR) =
Jumlah Skor
x 100%
Skor Maksimal
Kriteria taraf keberhasilan tindakan dapat ditentukan (Depdikbud, 1995) yaitu :
75% < NR ≤100%
: sangat meningkat
50% < NR≤75%
: meningkat
25% <NR ≤50%
: cukup meningkat
0%
<NR ≤ 25%
: kurang meningkat
Indikator motivasi sangat meningkat :
1. Rajin bertanya
2. Rajin menjawab pertanyaan
3. Rajin masuk kelas
4. Rajin mengerjakan tugas
Jika keempat indikator tersebut ada pada siswa pasa saat pembelajaran berlangsung
dengan menggunakana metode tanya jawab maka siswa tersebut berada dalam kategori
sangat meningkat.
Indikator motivasi meningkat :
1. Rajin bertanya
2. Rajin menjawab pertanyaan
3. Rajin masuk kelas
4. Rajin mengerjakan tugas
Jika tiga indikator indikator tersebut dilakukan siswa pada saat pembelajaran
berlangsung dengan menggunakan metode tanya jawab maka siswa tersebut berada dalam
kategori meningkat.
Indikator motivasi cukup meningkat :
1. Rajin bertanya
2. Rajin menjawab pertanyaan
3. Rajin masuk kelas
4. Rajin mengerjakan tugas
Ifrida, A 441 10 092, Abduh H.Harun, Yusdin B.M Gagaramusu, PGSD Tadulako
7
Jika hanya dua indikator tersebut ada pada siswa pada saat pembelajaran berlangsung
dengan menggunakan metode tanya jawab maka siswa tersebut berada dalam kategori
cukup meningkat.
Indikator motivasi kurang meningkat.
Jika hanya satu indikator tersebut dilakukan siswa pada saat pembelajaran berlangsung
dengan menggunakan metode tanya jawab, maka siswa tersebut berada dalam kategori
kurang meningkat.
Indikator Kinerja
Indikator kinerja keberhasilan penelitian tindakan ini dapat dilihat dari hasil observasi siswa
dan pengelolaan pembelajaran oleh guru. Penelitian ini dinyatakan berhasil jika motivasi
belajar siswa mencapai maksimal 80% dalam kategori sangat meningkat.
Hasil dan Pembahasan
Hasil Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus
subyekpenelitian ini adalah kelas IV SDN No. 3 Tondo dengan jumlah siswa 33 orang yang
terdiri dari 20 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Berdasarkan hasil
observasi siswa diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa pada observasi sebelum
tindakan banyak siswa yang meningkat motivasinya 9 orang dengan persentase 27,27%, siklus
I banyak siswa yang meningkat 14 orang dengan persentase 42,42%. Karena belum mencapai
80% siswa yang meningkat maka penelitian ini dilanjutkan dengan siklus II, siklus ini banyak
siswa yang meningkat 29 orang dengan persentase 87,87%. Berdasarkan banyak siswa yang
meningkat tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam penggunaan metode tanya jawab pada
pelajaran IPS di kelas IV dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SDN No. 3 Tondo.
Pembahasan
Berdasarkan hasil observasi terhadap dua siklus pelaksanaan penelitian yang telah
dilaksanakan maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang berkaitan dengan
pembelajaran yang menggunakan metode Tanya jawab, sehingga dapat meningkatkan motivasi
belajar anak didik dalam mengikuti pembelajaran. Pada kegiatan siklus pertama yang
dilaksanakan dihadiri oleh anak didik sejumlah 33 orang, diperoleh gambaran basil bahwa
anak didik masih takut dan malu atau belum memiliki keberanian untuk bertanya dan
menjawab pertanyaan. Hal ini masih merupakan kebiasaan anak didik yang menerima materi
pelajaran hanya menggunakan metode ceramah saja dari guru, sehingga anak didik merasa
Ifrida, A 441 10 092, Abduh H.Harun, Yusdin B.M Gagaramusu, PGSD Tadulako
8
pertanyaan guru itu sebagai pertanyaan tingkat tinggi. Olehnya itu maka pelaku tindakan
(guru) sangat perlu memperhatikan diantaranya adalah:
1. Pemberian motivasi yang optimal. Jika anak didik dapat menjawab pertanyaan yang
diajukan guru dengan benar, guru memberikan pujian kepada anak didik.
2. Memperbaiki pertanyaan yang akan diberikan kepada anak didik baik bentuk
pertanyaannya ataupun cara bertanya.
Umumnya tujuan bertanya adalah untuk memperoleh informasi. Namun kegiatan bertanya
yang dilakukan oleh guru, tidak hanya bertujuan untuk memperoleh informasi, tetapi untuk
meningkatkan terjadinya interaksi antara guru dengan anak didik dan antara anak didik dengan
anak didik. Dengan demikian pertanyaan yang diajukan oleh guru tidak semata-mata bertujuan
untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan anak didikya, tetapi jauh lebih penting
adalah untuk mendorong para anak didik berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Guna memperbaiki pertanyaan yang akan diajukan kepada anak didik seorang guru
sebaiknya mengetahui dan memahami keterampilan bertanya tingkat dasar maupun
keterampilan bertanya lanjut.
Umumnya tujuan bertanya adalah untuk memperoleh informasi. Namun kegiatan
bertanya yang dilakukan oleh guru, tidak hanya bertujuan untuk memperoleh informasi, tetapi
untuk meningkatkan terjadinya interaksi antara guru dengan anak didik dan antara anak didik
dengan anak didik. Dengan demikian pertanyaan yang diajukan oleh guru tidak semata-mata
bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pengetahuan anak didikya, tetapi jauh lebih
penting adalah untuk mendorong para anak didik berpartisipasi aktif dalam kegiatan
pembelajaran.
Guna memperbaiki pertanyaan yang akan diajukan kepada anak didik seorang guru
sebaiknya mengetahui dan memahami keterampilan bertanya tingkat dasar maupun
keterampilan bertanya lanjut.
Siklus kedua : pelaksanaan tindakan kelas pada tahap ini lebih baik dari siklus pertama,
karena peserta didik semakin termotivasi mengikuti pembelajaran. Hal ini dilihat dan semangat
belajar yang diperlihatkan oleh anak didik pada saat tindakan kedua dilaksanakan. Olehnya itu
maka pelaku tindakan (guru) sangat perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
1. Mengadakan wawancara dengan anak didik sebelum pelaksanaan tindakan kedua
dilaksanakan.
2. Memberikan penguatan kepada anak didik yang bertanya atau menjawab.
Ifrida, A 441 10 092, Abduh H.Harun, Yusdin B.M Gagaramusu, PGSD Tadulako
9
3. Memperhatikan pembagian pertanyaan atau jawaban yang merata.
Seorang guru diharapkan mampu melakukan teknik keterampilan bertanya, keterampilan
penguatan dalam mengajar. Dengan kemampuan tersebut, pencapaian tujuan pendidikan dapat
berhasil dengan baik. Apalagi jika anak didik mendapat pujian jika dapat menjawab pertanyaan
dan guru. Hal yang perlu diperhatikan oleh guru adalah tidak mengulangi jawaban anak didik,
karena walaupun bertujuan untuk memberikan penguatan akan tetapi jika guru terbiasa
mengulangi jawaban anak didik, maka anak didik lain tidak akan memperhatikan atau
mendengarkan jawaban dan temanya karena akan diulangi olehh guru.
Data hasil observasi pada siklus kedua diketahui bahwa sudah sekitar 87,88% anak didik
yang termotivasi. Hal ini dapat dilihat dan data anak didik mana yang mengajukan pertanyaan
berjumlah 29 orang anak didik dan yang menjawab pertanyaan tanpa ditunjuk oleh guru 17
orang anak didik.
Sebagai basil dan keseluruhan dan merupakan keputusan akhir dan peneliti untuk
menganggap penelitian tindakan kelas dinyatakan baik adalah dengan telah terbuktinya bahwa
motivasi anak didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran ternyata cukup tinggi yakni dan
33 orang peserta didik yang ikut dalam pembelajaran ternyata tinggal empat orang anak didik
atau 12,12% dan jumlah anak didik yang kurang mempunyai motivasi belajar. Hasil
keseluruhan pelaksanaan siklus penelitian, peneliti menilai bahwa setiap siklus pelaksanaan
tindakan menampakkan adanya peningkatan motivasi belajar anak didik dalam mengikuti
pembelajaran.
Kemauan anak didik dalam menerima pelajaran dengan metode tanya jawab dilatar
belakangi oleh karena dengan metode tanya jawab dapat menciptakan suasana yang hidup
dalam pembelajaran, memberikan rangsangan kepada anak didik untuk menggali dan
merumuskan ide-ide dengan menggunakan kalimat sendiri, memberikan kesempatan bagi anak
didik untuk berani berkomentar. Bagi guru metode ini dapat membantu untuk mengetahui
sejauhmana pemahaman anak didik terhadap materi pelajaran yang telah diberikan.
Kesimpulan
Berdasarkan pengolahan data dan pembahasan maka disimpulkan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan metode tanya jawab harus didukung
oleh motivasi.
Ifrida, A 441 10 092, Abduh H.Harun, Yusdin B.M Gagaramusu, PGSD Tadulako
10
2. Dalam penerapan metode tanya jawab, guru perlu melakukan berbagai persiapan yang
berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
3. Metode tanya jawab dapat meningkatkan motivasi belajar anak didik kelas
IV SDN 3 Tondo. Hal ini ditandai dengan lebih meningkatnya motivasi belajar anak
didik di kelas. Berdasarkan pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan ternyata
persentase termotivasinya anak didik mencapai tingkat yang sangat meningkat yakni
87,87%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam menggunakan metode
tanya jawab sangat didukung oleh motivasi.
4. Anak didik antusias menerima pelajaran karena guru menggunakan metode tanya
jawab, sehingga terjadi interaksi antara guru dengan anak didik atau anak didik dengan
anak didik dan anak didik dapat mengembangkan wawasannya untuk lebih maju.
Saran
Adapun beberapa hal yang perlu disarankan berkaitan dengan pelaksanaan dan hasil yang
dicapai pada penelitian ini, yaitu:
1.
Metode tanya jawab perlu diterapkan oleh guru, karena dapat mendorong anak didik
berfikir dengan kemampuan sendiri untuk menanggapi setiap permasalahan, sehingga
dapat membentuk anak didik yang berani bertanya ataupun menjawab pertanyaan yang
diberikan kepadanya.
2.
Dalam menerapkan metode tanya jawab, disarankan agar anak didik dibekali persiapan
yang memadai sehingga partisipasi anak didik dapat lebih merata.
3.
Agar waktu yang disediakan dapat dipergunakan secara efisien, sebaiknya guru selalu
bersikap ramah dan dapat menuntun anak didik dengan tepat untuk memberikan
tanggapan.
4.
Guru diharapkan selalu memberikan petunjuk kepada anak didik dan memberikan tugastugas tambahan atau latihan balk di sekolah maupun di rumah, sehingga anak didik
mampu menguasai materi dengan baik.
DAFTAR RUJUKAN
Amti. Erman dan Marjohan. 1991. Bimbingan dan konseling. Jakarta: Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan.
Depdikbud. 1995. Prestasi Belajar Siswa. Depdikbud. Jakarta.
Depdiknas, 2005. Ilmu Pengetahuan Alam ( Pengembangan Metode Pengajaran). Jakarta:
Direktorat
Pendidikan
Lanjutan
Pertama.
Ifrida, A 441 10 092, Abduh H.Harun, Yusdin B.M Gagaramusu, PGSD Tadulako
Fly UP