...

PENTINGNYA DIKLAT DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

PENTINGNYA DIKLAT DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI
http://sumut.kemenag.go.id/
20/08/2014
PENTINGNYA DIKLAT DALAM MENINGKATKAN
KINERJA PEGAWAI
Oleh : Tanggor Hasibuan, S.Sos, MAP
(Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Medan)
ABSTRAK
Tuntutan peningkatan kinerja pegawai disetiap unit-unit kerja guna
pencapaian visi dan misi organisasi menjadi keharusan impian
peningkatan pengetahuan, sikap dan prilaku pegawai sangat penting
maka Bagaimana Meningkatkan Kinerja Pegawai. Tulisan ini akan
mengkaji pendapat para ahli dalam menjawab permasalahan ini sehingga
dapat dijelaskan bahwa Terbentuknya perilaku baru dan berkembangnya
kemampuan seseorang itu berdasarkan tahapan dimulai dari peningkatan
pengetahuan, sikap sampai memiliki ketrampilan sehingga menghasilkan
pola perilaku baru. Diperolehnya peningkatkan pengetahuan ini dihasilkan
dari Pelaksanaan pendidikan dan sesuai kebutuhan. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa Kinerja Pegawai akan meningkat melalui Pendidikan
dan Pelatihan menjawab tuntutan perkembangan dan beban kerja
pegawai.
Key word : Kinerja Pegawai meningkat melalui diklat.
A. PENDAHULUAN
Upaya mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesarbesarnya dalam meningkatkan kinerja pegawai negeri sipil sudah barang
tentu bukan semata-mata diperoleh tanpa adanya usaha kerja keras yang
dilakukan oleh para Pegawai Negeri Sipil tersebut. Berbagai upaya yang
dilakukan dalam peningkatan kinerja ini tentunya perlu mendapat
perhatian yang serius lebih-lebih pada tuntutan mencapaian kinerja yang
sedang dikumandangkan mulai dari tingkat pusat hingga ke daerahdaerah baik instansi vertikal maupun pemerintah daerah.
1
http://sumut.kemenag.go.id/
20/08/2014
Ditengah-tengah tuntutan kinerja ini maka hendaknya setiap unitunit kerja semestinya menyikapi hal ini agar didapatkan hasil kinerja yang
dapat mendukung visi dan misi organisasi.
Sebagai
upaya
menjawab
permasalahan
tersebut
peranan
lembaga pendidikan formal dan lembaga pendidikan dan pelatihan
menjadi impian bagi peningkatan pengetahuan, sikap dan prilaku
pegawai. Sehingga dalam tulisan ini menfokuskan bahasan pada
Pentingnya
Diklat
dalam
meningkatkan
kinerja
Pegawai.
Agar
pembahasan tidak meluas dan lebih fokus, maka penulis merumuskan
masalah “Bagaimana Meningkatkan Kinerja Pegawai”.
B. PEMBAHASAN
Tuntutan organisasi semakin hari semakin sulit maka menurut Kast
dan Rosenzweig yang dikutip dari J.Winardi, (55;2013) mengatakan
bahwa Akan terlihat bahwa evaluasi kinerja keorganisasian menjadi makin
sulit. Akan dikembangkan banyak teknik-teknik administrasi guna
mengevaluasi kinerja semua bidang kegiatan.
Pendapat
yang
dikemukakan
Zaidan
Nawawi,
(49;2013)
menyebutkan manajemen kinerja berhubungan dengan perencanaan
strategis, anggaran keuangan, pengembangan pegawai dan program
kerja lain yang ada dalam sistem atau organisasi pemerintah.
Dari pendapat diatas salah satu yang dikemukakan tersebut adalah
pengembangan pegawai. Pengembangan pegawai dilakukan melalui
beberapa cara. Salah satu cara yang dilakukan dalam pengembangan ini
adalah dengan mengikut sertakan pegawai untuk mengikuti diklat sebagai
langkah dalam pengembangan kompetensi pegawai tersebut.
Sejalan dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 70
ayat 1 menyebutkan setiap pegawai Aparatur Sipil Negara memiliki
2
http://sumut.kemenag.go.id/
20/08/2014
kesempatan untuk mengembangkan komptensi. Lebih lanjut disebutkan
pada ayat 2 berbunyi Pengembangan kompetensi sebagaimana dimaksud
ayat 1 antara lain melalui Pendidikan dan Pelatihan, seminar, kursus dan
penataran.
Berdasarkan pendapat dan aturan diatas maka tentu apabila kita
kaitkan dengan beberapa pendapat yang menyebutkan pedidikan dan
pelatihan tersebut dapat kita ambil Pendapat Walker juga dalam
Sulistiyani, 2004
dinyatakan bahwa pelatihan dilaksanaka untuk
membantu pegawai agar memiliki ketrampilan yang sesuai dengan
pekerjaannya dan memiliki pengetahuan yang cukup untuk meningkatkan
kinerja dan memenuhi sarana yang ditetapkan organisasi, sedangkan
pendidikan diberikan untuk melengkapi karyawan dengan pengetahuanpengetahuan tambahan yang akan diberlakukan pada masa yang akan
datang. Diklat disini merupakan sub sistem yang dianggap sebagai suatu
usaha terapi permasalahan yang terjadi dalam organisasi. Dari diklat
diharapkan pegawai dapat meningkatkan dirinya baik pengetahuan dan
ketrampilannya. Menurutnya pelatihan adalah kegiatan yang dirancang
untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam pekerjaan yang diserahkan
kepadanya.
Dari sudut pandang yang lain dinyatakan bahwa harapan diklat
adalah sikap pegawai menjadi lebih matang, matang untuk menghadapi
perubahan yang terjadi di lingkungan organisasinya. Oleh karena itu
pelatihan
dapat
memberi
kontribusi
terhadap
pencapaian
kinerja
seseorang (Hardjana, dalam Sulistiyani, 2004).
Menurut Leonard Nadler sebagaimana dalam Harjana, 2001
bahwa pengembangan sumber daya manusia adalah kegiatan-kegiatan
belajar yang diadakan dalam jangka waktu tertentu guna memperbesar
kemungkinan untuk meningkatkan kinerja. Pengembangan itu tidak
3
http://sumut.kemenag.go.id/
20/08/2014
dibiarkan terjadi begitu saja, tetapi sudah dirancang secara matang.
Tujuan yang hendak dicapai dengan pengembangan adalah pertumbuhan
kinerja baik pada lembaga secara keseluruhan maupun pada diri masingmasing pegawai yang terlibat didalamnya dari tingkat atas sampai pada
tingkat bawah. Dengan kata lain melalui pengembangan sumber daya
manusia diharapkan terjadi peningkatan produktivitas dan efektivitas
dalam lembaga tersebut.
Terbentuknya perilaku baru dan berkembangnya kemampuan
seseorang itu berdasarkan tahap-tahap tertentu, dimulai dari pembentukan
pengetahuan, sikap sampai dimilikinya ketrampilan atau pola perilaku baru.
Dengan kata lain aspek yang dikembangkan dalam proses pendidikan
adalah cognitive domain (ranah kepercayaan), affective domain (ranah
emosi/perasaan) dan psycomotor domain (ranah perilaku/ tindakan).
Berdasarkan pendapat-pendapat diatas maka untuk menjawab
bagaimana meningkatkan kinerja pegawai maka diperlukan Pelaksanaan
pendidikan dan pelatihan sebagai dasarnya proses penyampaian materi
yang ingin disampaikan kepada kepada peserta pendidikan dan pelatihan.
Penetapan
apa
bagaimana
pelaksanaan
diklat
tersebut
perlu
memperhatikan kurikulum kediklatan sesuai dengan dengan kebutuhan
dalam meningkatkan kinerja dan tuntutan pekerjaan pada unit-unit kerja.
Penyesuaian kurikulum dan metode dan alat bantu penyampaian
materi-materi yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kinerja harus
menjadi pokok perhatian penting guna mencapai daya guna dan hasil guna
dalam menjawab kebutuhan peningkatakan Kinerja pegawai.
C. KESIMPULAN DAN SARAN
Kinerja
Pegawai
dapat
meningkat
melalui
Pendidikan
dan
Pelatihan sebagai langkah menjawab tuntutan perkembangan dan beban
4
http://sumut.kemenag.go.id/
20/08/2014
kerja pegawai sehingga akan meningkatan pengetahuan, keterampilan
dan prilaku pegawai dalam melaksanakan tugas.
Para
pengambil
kebijakan
pada
satuan-satuan
kerja
agar
memanfaatkan lembaga-lembaga Pendidikan dan Pelatihan dalam
meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para pegawai
sehingga akan mampu meningkatkan kinerja individu sehingga akan
dapat meningkatkan kinerja Oranisasi.
DAFTAR BACAAN
Hardjana, Agus, M (2001), Training SDM yang Efektif, Yogyakarta, Kanisius.
Sulistiyani, Ambar T (2004), Memahami Good Governance Dalam Perspektif
Sumber Daya Manusia, Yogyakarta, Gava Media.
Winardi, J (2013), Manajemen Perubahan, Jakarta, Kencana Prenada Media.
Zaidan Nawawi, (2013), Manajemen Pemerintahan, Jakarta, Rajagrafindo
Persada.
Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatus Sipil Negara.
Penulis : Widyaiswara pada Balai Diklat Keagamaan Medan
5
Fly UP