...

Lampiran 3 PP No. 44 Tahun 2015

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Lampiran 3 PP No. 44 Tahun 2015
LAMPIRAN III
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 44 TAHUN 2015
TENTANG
PENYELENGGARAAN
PROGRAM
JAMINAN
KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN
I. MANFAAT JAMINAN KECELAKAAN KERJA
Peserta penerima Upah dan bukan penerima Upah yang mengalami
Kecelakaan Kerja atau penyakit akibat kerja berhak atas manfaat JKK,
berupa:
a. Pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan medisnya, antara
lain meliputi:
1)
pemeriksaan dasar dan penunjang;
2)
perawatan tingkat pertama dan lanjutan;
3)
rawat inap kelas I rumah sakit Pemerintah, rumah sakit
pemerintah daerah, atau rumah sakit swasta yang setara;
4)
perawatan intensif;
5)
penunjang diagnostik;
6)
pengobatan;
7)
pelayanan khusus;
8)
alat kesehatan dan implan;
9)
jasa dokter/medis;
10) operasi;
11) transfusi darah; dan
12) rehablitasi medis.
b. Santunan berupa uang meliputi:
1)
Penggantian
biaya
pengangkutan
Peserta
yang
mengalami
Kecelakaan Kerja atau penyakit akibat kerja ke rumah sakit
dan/atau ke rumahnya, termasuk biaya pertolongan pertama
pada kecelakaan, meliputi;
a) apabila menggunakan angkutan darat, sungai, atau danau
paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah);
b. apabila . . .
-2b) apabila
menggunakan
angkutan
laut
paling
banyak
Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah);
c) apabila
menggunakan
angkutan
udara
paling
banyak
Rp2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah); atau
d) apabila menggunakan lebih dari 1 (satu) angkutan, maka
berhak
atas
biaya
paling
banyak
dari
masing-masing
angkutan yang digunakan.
2)
Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB);
a. STMB untuk 6 (enam) bulan pertama diberikan sebesar 100%
(seratus persen) dari Upah.
b. STMB untuk 6 (enam) bulan kedua diberikan sebesar 75%
(tujuh puluh lima persen) dari Upah.
c. STMB untuk 6 (enam) bulan ketiga dan seterusnya diberikan
sebesar 50% (lima puluh persen) dari Upah.
STMB dibayar selama Peserta tidak mampu bekerja sampai
Peserta dinyatakan sembuh, Cacat sebagian anatomis, Cacat
sebagian fungsi, Cacat total tetap, atau meninggal dunia
berdasarkan surat keterangan dokter yang merawat dan/atau
dokter penasehat.
3)
Santunan Cacat, meliputi:
a) Cacat sebagian anatomis sebesar = % sesuai tabel x 80 x
Upah sebulan,
b) Cacat sebagian fungsi = % berkurangnya fungsi x % sesuai
tabel x 80 x Upah sebulan
c) Cacat total tetap = 70% x 80 x Upah sebulan;
4)
Santunan kematian sebesar = 60% x 80 x Upah sebulan, paling
sedikit sebesar JKM.
5)
Biaya pemakaman Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah).
6)
Santunan berkala dibayar sekaligus= 24 x Rp. 200.000,00 =
Rp4.800.000,00 (empat juta delapan ratus ribu rupiah).
7) Rehabilitasi . . .
-37)
Rehabilitasi berupa alat bantu (orthese) dan/atau alat ganti
(prothese) bagi Peserta yang anggota badannya hilang atau tidak
berfungsi akibat Kecelakaan Kerja untuk setiap kasus dengan
patokan harga yang ditetapkan oleh Pusat Rehabilitasi Rumah
Sakit Umum Pemerintah ditambah 40% (empat puluh persen)
dari harga tersebut serta biaya rehabilitasi medik.
8)
Penggantian biaya gigi tiruan paling banyak Rp3.000.000,00
(tiga juta rupiah).
9)
Bantuan beasiswa kepada anak Peserta yang masih sekolah
sebesar Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) untuk setiap
Peserta, apabila Peserta meninggal dunia atau Cacat total tetap
akibat Kecelakaan Kerja.
II. TABEL PERSENTASE CACAT TETAP SEBAGIAN DAN CACAT-CACAT
LAINNYA.
CACAT TETAP SEBAGIAN

Lengan
kanan
kebawah
dari
(untuk
% X UPAH
sendi
kidal
bahu
40
berlaku
sebaliknya)

Lengan kiri dari sendi bahu ke bawah
35

Lengan kanan dari atau dari atas siku
35
ke
bawah
(untuk
kidal
berlaku
sebaliknya)

Lengan kiri dari atau dari atas siku ke
30
bawah

Tangan kanan dari atau dari atas
32
pergelangan ke bawah

Tangan
kiri
dari
atau
dari
atas
28
pergelangan ke bawah (untuk kidal
berlaku sebaliknya)

Kedua belah kaki dari pangkal paha ke
70
bawah

Sebelah kaki dari pangkal paha ke
35
bawah
 Kedua . . .
-4
Kedua belah kaki dari mata kaki ke
50
bawah

Sebelah kaki dari mata kaki ke bawah
25

Kedua belah mata
70

Sebelah
mata
atau
diplopia
pada
35
penglihatan Dekat

Pendengaran pada kedua belah telinga
40

Pendengaran pada sebelah telinga
20

Ibu jari tangan kanan
15

Ibu jari tangan kiri
12

Telunjuk tangan kanan
9

Telunjuk tangan kiri
7

Salah satu jari lain tangan kanan
4

Salah satu jari lain tangan kiri
3

Ruas pertama telunjuk kanan
4,5

Ruas pertama telunjuk kiri
3,5

Ruas pertama jari lain tangan kanan

Ruas pertama jari lain tangan kiri

Salah satu ibu jari kaki
5

Salah satu jari telunjuk kaki
3

Salah satu jari kaki lain
2

Terkelupasnya kulit kepala

Impotensi

Kaki memendek sebelah:

2
1,5
10-30
40
− kurang dari 5 cm
10
− 5 cm sampai kurang dari 7,5 cm
20
− 7,5 cm atau lebih
30
Penurunan daya dengar kedua belah
6
telinga setiap 10 desibel

Penurunan daya dengar sebelah telinga
3
setiap 10 desibel

Kehilangan daun telinga sebelah

Kehilangan kedua belah daun telinga
5
10
 Cacat . . .
-5
Cacat hilangnya cuping hidung
30

Perforasi sekat rongga hidung
15

Kehilangan daya penciuman
10

Hilangnya kemampuan kerja fisik:

− 51% - 70%
40
− 26% - 50%
20
− 10% - 25%
5
70
Hilangnya kemampuan kerja mental
tetap

Kehilangan
sebagian
7
fungsi
penglihatan Setiap kehilangan efisiensi
tajam
penglihatan
10%.
Apabila
efisiensi penglihatan kanan dan kiri
berbeda,
maka
efisiensipenglihatan
binokuler dengan rumus kehilangan
efisiensi penglihatan: (3 x % efisiensi
penglihatan
terbaik)
+
%
efisiensi
penglihatan terburuk

Kehilangan penglihatan warna

Setiap kehilangan lapangan pandang
10
7
10%
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
JOKO WIDODO
Fly UP