...

2014.10.27_Press Release_UNODC_Bahasa

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

2014.10.27_Press Release_UNODC_Bahasa
For immediate release Integrasi Asia: Kejahatan transnasional teroganisir akan meluas secara signifikan kecuali dilakukan tindakan Bangkok (Thailand) 31 Oktober 2014 – Kejahatan transnasional dan ancaman keamanan publik di Asia berisiko meningkatkan beban kerja bagi pengelolaan perbatasan, penegakan hukum dan lembaga peradilan di banyak negara sejalan dengan akselerasi dan arus migrasi sebagai perkembangan integrasi regional di tahun 2015. Hal ini disampaikan oleh berbagai pembicara pada pertemuan tingkat-­‐tinggi PBB hari ini. Adanya dukungan investasi yang luas pada sistem transportasi dan penurunan hambatan perdagangan dan visa yang terkoordinasi, membuat resiko yang akan timbul dari rencana integrasi yang bertujuan baik ini nampaknya belum sepenuhnya dipahami atau dipertimbangkan oleh banyak pimpinan pembuat kebijakan di tingkat regional, ini juga diingatkan oleh beberapa pembicara. Peningkatan resiko cenderung terjadi pada perdagangan narkoba dan kejahatan terkait, perdagangan manusia, penyelundupan migran, perdagangan barang palsu dan obat-­‐obatan palsu, dan kejahatan lingkungan seperti perdagangan kayu illegal dan satwa liar, pakar senior mencatat, kecuali jika respon nasional dan regional, termasuk mekanisme kerjasama yang efektif segera dibentuk dan didukung. “Kejahatan transnasional yang teroganisir di Asia Tenggara saja secara konservatif diperkirakan mendekati 100 miliar dollar Amerika per tahun, ini mengancam kebermanfaatan ekonomi dan sosial dari integrasi regional,” dikatakan Mr. Jeremy Douglas, kepala perwakilan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) regional Asia Tenggara dan Pasifik. “Hasil kejahatan terorganisir di beberapa wilayah lain di Asia juga signifikan dan berkembang, dan mendestabilisasi wilayah tersebut”. “Tanpa strategi pengelolaan perbatasan, penegakan hukum dan peradilan yang efektif, kelompok kejahatan terorganisir akan terus berkembang tanpa menghormati batas wilayah dan kedaulatan negara, mengancam kesejahteraan dan keamanan publik. Peningkatan pendapatan illegal tersebut akan memperluas korupsi, mendistorsi dan menyebabkan dampak ekonomi, dan membahayakan masyarakat di seluruh regional,” kata Mr. Douglas pada pertemuan tingkat tinggi UNODC, Mendukung Integrasi Asia Melalui Keamanan Publik yang Efektif. Konferensi ini menghadirkan pejabat senior dari berbegai badan pembangunan PBB, Komisi PBB Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (UNESCAP), UNODC, Sekretariat ASEAN, anggota parlemen ASEAN, misi diplomatik, perwakilan pemerintah dari seluruh Asia, dan Bank Pembangunan Asia untuk membahas rencana integrasi regional, ancaman kejahatan transnasional, dan tantangan yang diharapkan dapat mempercepat, dan memungkinkan dan respon yang diperlukan untuk menjawab ancaman tersebut. “Asia merupakan sumber dan tujuan perdagangan terlarang yang menghasilkan keuntungan besar dan berkembang bagi kelompok-­‐kelompok pelaku kejahatan transnasional,” Mr. Douglas mengatakan. “Pemerintah dan para mitra internasional mereka akan melihat manfaat ekonomi dan keamanan publik yang besar dari upaya dan perencanaan bersama ini sejalan dengan akselerasi Integrasi Asia.” Informasi lebih lanjut silahkan mengubungi: Mr. Akara Umapornsakula, UNODC Regional Office for South-­‐East Asia and the Pacific M: +66.22.88.1906 E: [email protected] Mr. Richard Priem, UNODC Regional Office for South-­‐East Asia and the Pacific M: +66.86.365.3606 E: [email protected] 
Fly UP