...

ada - Universitas Dian Nuswantoro

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

ada - Universitas Dian Nuswantoro
Kode/Nama Rumpun Ilmu: 459/Ilmu Komputer
USULAN
PENELITIAN DOSEN PEMULA
PENGENALAN TEKNOLOGI WEB MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN
OPENCOURSEWARE BERBASIS KURIKULUM STANDAR WEB UNTUK MAHASISWA KOMPUTER
DAN MASYARAKAT
TIM PENGUSUL
Ketua : Lalang Erawan, M.Kom / NIDN 0631087101
Anggota : Suharnawi, M.Kom / NIDN 0623067301
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG
Mei 2013
ii DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan ......................................................................................................... ii
Daftar Isi ........................................................................................................................... iii
Ringkasan............................................................................................................................ v
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................... 3
1.3 Tujuan Penelitian ............................................................................................3
1.4 Luaran ............................................................................................................. 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................................... 4
2.1 Pembelajaran Tipe Andragogy ...................................................................... 4
2.2 Model Pembelajaran OpenCourseWare ......................................................... 4
2.3 Komunitas Web Education ............................................................................. 6
2.4 Standar Web................................................................................................... 6
2.4 Kurikulum Standar Web ................................................................................ 8
BAB III METOE PENELITIAN ...................................................................................... 11
3.1 Lokasi Penelitian ......................................................................................... 11
3.2 Tahapan Umum Penelitian ............................................................................ 11
3.3 Kerangka Berpikir ........................................................................................ 13
BAB IV BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN ............................................................ 15
4.1 Ringkasan Anggaran Biaya Penelitian ........................................................ 15
4.2 Jadwal Penelitian ......................................................................................... 15
iii DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 16
Lampiran 1: Justifikasi Anggaran Penelitian .................................................................... 17
Lampiran 2: Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas ............................. 19
Lampiran 3: Biodata Ketua dan Anggota ......................................................................... 20
Lampiran 4: Surat Pernyataan Ketua Peneliti ................................................................... 28
iv RINGKASAN
Pebelajar kategori usia dewasa (siswa setingkat perguruan tinggi) pada era kini digolongkan
sebagai generasi net yang sangat terikat dengan teknologi Informasi, khususnya teknologi
berbasis web. Pebelajar kategori ini umumnya juga lebih tertarik dengan penerapan proses
belajar berbasis web.
Teknologi Web merupakan salah satu materi yang diberikan pada proses pembelajaran di
perguruan tinggi komputer. Pengetahuan ini perlu dikuasai karena tren pengembangan
aplikasi saat ini berbasis jaringan internet. Teknologi web juga perlu dipelajari oleh orang
awam berhubung saat ini platform social networking telah menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari aktifitas sehari-hari sebagian besar orang.
Web Education merupakan salah satu komunitas organisasi dunia W3C yang fokus pada
pengembangan pendidikan web dunia. Salah satu proyek yang dikerjakan adalah
pengembangan kurikulum pembelajaran tentang teknologi web disebut Web Standards
Curriculum (Kurikulum Standar Web).
Penelitian bermaksud mengembangkan courseware yang dapat diakses secara bebas di
Internet oleh siapa saja. Model pembelajaran online yang digunakan adalah
OpenCourseWare yang bersifat terbuka dan massal. Secara empiris telah dibuktikan bahwa
SDL (Self-Directed Learning) merupakan faktor utama dalam kesuksesan pembelajaran
berbasis online khususnya untuk lingkup orang dewasa. Courseware yang akan
dikembangkan mendukung upaya pemerintah dalam membentuk masyarakat yang berbasis
pengetahuan (knowledge-based society). Struktur materi pembelajaran courseware akan
menggunakan Kurikulum Standar Web yang dikembangkan oleh Komunitas Web Education.
Kurikulum Standar Web juga menyediakan seperangkat alat pembelajaran meliputi, berbagai
soal, kuis, dan bentuk-bentuk penugasan. Langkah-langkah pelaksanaan penelitian mengikuti
pola umum penelitian ilmiah dengan pendekatan berorientasi obyek dengan tahapan
identification (identifikasi), analysis (analisis), design (perancangan), coding (pemrograman)
dan testing (pengujian). Kata kunci: opencourseware, teknologi web, kurikulum, standar web v BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teknologi Web adalah suatu standar yang memungkinkan untuk mengembangkan aplikasi
Web dengan bantuan seperangkat standar kelas, obyek, metode dan properti yang tersedia
dalam sebuah bahasa markup, bahasa stylesheet, atau bahasa pemrograman. Teknologi web
juga menyediakan antarmuka yang memungkinkan berbagi informasi antara server web dan
klien. Server web adalah komputer yang menyimpan situs web dan membuatnya tersedia
untuk klien dengan bantuan link URL tertentu. (Sharma, T.N., 2012)
Pengetahuan tentang teknologi web banyak dibahas di berbagai program studi dalam
perguruan tinggi komputer. Berdasarkan pedoman kurikulum program studi Sistem Informasi
tahun 2010, pengetahuan dan keahlian teknologi web banyak dibahas dalam ranah
pengetahuan Information Systems Specific, dan General Computing. Dalam program studi
Teknik Informatika, ranah pengetahuan Web Systems and Technologies membahas
pengetahuan ini (Curriculum Guidelines for Undergraduate Degree Programs in Information
Technology, 2008).
Pebelajar kategori usia dewasa pada era kini digolongkan sebagai generasi net yang sangat
terikat dengan teknologi informasi, khususnya teknologi berbasis web (Beyers, 2009).
Pebelajar kategori ini umumnya juga lebih tertarik dengan penerapan proses belajar berbasis
web (Weaver et al, 2010; Cole, 2009). SDL (Self-Directed Learning) merupakan faktor
utama dalam kesuksesan pembelajaran berbasis online khususnya untuk lingkup orang
dewasa (Merriam, 2011: 32). SDL adalah salah satu ciri utama pembelajaran orang dewasa
yang menonjol yaitu kemampuan dan kemauan dalam proses belajar dengan mengarahkan
sendiri proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan yang diinginkannya (Merraim,
2011:32). Sedangkan beberapa rujukan teoritis mengatakan bahwa usia siswa setingkat
perguruan tinggi sudah dapat dimasukkan ke dalam kategori orang dewasa karena umumnya
telah melampaui batas tujuh belas tahun (Knowles, Holton & Swanson, 2005:63).
Seperti dinyatakan pada hasil penelitian diatas, pembelajaran tentang teknologi web akan
lebih efektif apabila dilaksanakan melalui pembelajaran online. Selain itu, berdasarkan hasil
pengamatan yang dilakukan di internet, situs yang menyediakan pembelajaran online secara
terstruktur dan sistematis tentang teknologi web masih belum tersedia secara komprehensif.
Materi pembelajaran yang tersedia di internet masih disajikan sebagai tambahan disamping
promosi jasa konsultasi pengembangan website. Pada beberapa situs yang lain, materi
disajikan hanya sebagai salah satu artikel dari kumpulan artikel yang ada. Salah satu situs
menyajikan materi yang cukup lengkap namun disajikan bukan dalam bahasa Indonesia.
Sementara motivasi mahasiswa untuk membaca literatur berbahasa Inggris oleh mahasiswa
masih kurang (Kartika, Laras, 2011)
Kecenderungan model pembelajaran online saat ini adalah penyediaan media belajar yang
bersifat terbuka dan massal. Dalam pembelajaran jenis ini, model pembelajaran yang
digunakan disebut OpenCourseWare (OCW). Meskipun termasuk model pembelajaran baru,
penerapannya saat ini telah cukup banyak dilakukan oleh berbagai organisasi dan universitas,
selain beberapa pembelajaran yang diselenggarakan secara individual oleh pakar pendidikan.
Jumlah pengguna yang terdaftar sebagai peserta kuliah online mencerminkan keberhasilan
pembelajaran online yang menggunakan model ini. Beberapa OCW yang sukses yang
diselenggarakan oleh Universitas dari luar negeri antara lain edX, Udacity, dan Coursera,
yang diikuti oleh ratusan ribu orang dari berbagai kalangan masyarakat dan dari berbagai
negara. Di Indonesia, beberapa Universitas yang telah menerapkan model pembelajaran ini
antara lain Binus University, Universitas Sumatra Utara, dan beberapa Universitas lain.
Model pembelajaran OCW dapat diikuti oleh siapa saja yang tertarik mempelajari teknologi
web. Biaya pendidikan yang mahal, waktu yang sempit, dan faktor lokasi membuat model ini
menjadi alternatif pembelajaran yang tepat bagi masyarakat. Model ini akan sangat
bermanfaat bagi kelompok masyarakat yang menganggap bahwa belajar adalah proses yang
berlangsung seumur hidup (Long life learning). Selain itu, teknologi web juga merupakan
pengetahuan umum yang perlu dipelajari oleh masyarakat saat ini yang hampir setiap
kegiatan yang dilakukan saat ini tidak terlepas dari pengaruh teknologi informasi dan
komunikasi (Social Networking).
Struktur materi dalam suatu pembelajaran online perlu disusun secara lengkap dan sistematis
agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Di internet terdapat suatu model kurikulum yang
berhubungan erat dengan teknologi web. Model kurikulum ini disebut Web Standards
Curriculum atau Kurikulum Standar Web. Kurikulum ini dirancang oleh Web Education,
salah satu komunitas W3C yang berfokus pada pengembangan pendidikan web dunia. Tujuan
pengembangan kurikulum ini untuk memberikan pedoman yang benar dalam menyusun
materi pembelajaran tentang teknologi web yang dapat diadopsi oleh berbagai jenis lembaga
pendidikan.
2
1.2 Rumusan Masalah
Beberapa Materi pengetahuan teknologi web banyak diajarkan pada berbagai program studi
di perguruan tinggi komputer. Sementara itu, sebagai generasi net mahasiswa era saat ini
lebih menyukai pembelajaran berbasis web atau pembelajaran online. Di sisi lain, sebagai
orang dewasa mahasiswa memiliki karakteristik SDL (Self Directed Learning) yang
merupakan salah satu faktor utama keberhasilan pembelajaran online bagi orang dewasa.
Dari hasil pengamatan terhadap keberadaan situs pembelajaran online tentang teknologi web,
masih belum tersedia media pembelajaran online yang komprehensif. Oleh karena itu perlu
disediakan media pembelajaran online yang komprehensif bagi mahasiswa. Pengembangan
pembelajaran online ini menggunakan model OpenCourseWare sehingga pembelajaran
online ini akan dapat dimanfaatkan juga oleh masyarakat yang tertarik mempelajari
pengetahuan teknologi web.
Kemudian agar materi dan struktur materi yang disediakan dalam pembelajaran online ini
tidak terarah ke pencapaian hasil pembelajaran yang diharapkan, maka Kurikulum Standar
Web digunakan sebagai pedoman penyusunan materi pembelajaran online.
Berdasarkan ringkasan masalah diatas, maka pertanyaan penelitian yang dikemukakan
adalah:
“Bagaimana rancangan media pembelajaran online dengan model OpenCourseWare untuk
penyampaian materi pengetahuan teknologi web ini sehingga akan menjadi media
pembelajaran yang komprehensif bagi mahasiswa komputer dan masyarakat yang tertarik
mempelajari pengetahuan teknologi web?”
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa tujuan penelitian sebagai berikut:
1. Menyediakan media pembelajaran online dengan model OpenCourseWare tentang
teknologi web yang dapat digunakan oleh mahasiswa komputer dan masyarakat yang
tertarik mempelajarinya
2. Mengefektifkan
proses
pembelajaran
dengan
memanfaatkan
karakteristik
pembelajaran orang dewasa yang dimiliki mahasiswa serta keterikatannya dengan
teknologi informasi sebagai generasi net.
3
3. Memberikan kesempatan kepada masyarakat yang kurang mampu baik dari segi biaya
maupun waktu untuk mempelajari materi pengetahuan teknologi web secara mudah
serta mengalami pembelajaran di perguruan tinggi tanpa biaya dan harus mendaftar
sebagai mahasiswa
1.4 Luaran
Seperti halnya penelitian-penelitian lainnya, penelitian ini memiliki luaran yang diharapkan,
yaitu:
1. Media Pembelajaran Online dengan model OCW (OpenCourseWare) yang dapat
digunakan oleh mahasiswa komputer sebagai suplemen studinya di perguruan tinggi
komputer dan masyarakat yang tertarik mempelajari pengetahuan teknologi web
2. Artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal ilmiah lokal yang mempunyai ISSN atau
jurnal nasional terakreditasi.
3. Pengayaan bahan ajar bagi mata kuliah terkait topik teknologi web
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pembelajaran Tipe Andragogy
Pembelajaran dilingkup perguruan tinggi cenderung digolongkan sebagai Andragogy
dibanding Pedagogy. Andragogy atau pendidikan untuk orang dewasa merupakan ilmu dan
seni untuk membantu orang dewasa belajar (Merriam, 2001:5). Dalam konsep ini pebelajar
dibedakan menjadi 2 golongan, siswa anak dan siswa dewasa. Siswa dewasa cenderung
memiliki motivasi ekstrinsik untuk belajar sesuatu yang ingin mereka ketahui dan mereka
mengetahui apa yang ingin mereka ketahui (Schmidt, Dickerson & Kisling, 2010:65).
Mahasiswa dapat digolongkan kedalam siswa dewasa karena pada umumnya usia mereka
telah melampaui batas tujuh belas tahun (Knowles, Holton & Swanson, 2005:63).
Karakteristik sebagai siswa dewasa ini membuat proses belajar mahasiswa lebih sesuai jika
diterapkan sistem pembelajaran yang lebih bersifat mandiri. Salah satu model pembelajaran
yang menuntut kemandirian dari seorang pebelajar adalah courseware.
2.2 Model Pembelajaran OpenCourseWare
Konsorsium OpenCourseWare mendefinisikan OpenCourseWare sebagai “... publikasi
digital bebas dan terbuka dari materi pendidikan yang berkualitas tinggi setingkat
4
Universitas. Materi pendidikan ini dikemas sebagai program-program kuliah dan sering
beserta perencanaan perkuliahan dan alat-alat evaluasi sebagaimana konten tematik” (OCW
Consortium, 2010). Bahan materi tersebut menawarkan potensi besar untuk belajar seumur
hidup dan pasti menguntungkan peserta didik yang tertarik dengan topik-topik informasi
tertentu tetapi tidak menginginkan kredit akademik. Meskipun demikian, peluang untuk
memperoleh angka kredit tetap ada bagi para pendidik yang sedang berlatih dan siswa yang
tertarik (Caudil, Jason G., 2011).
Konsep MIT OpenCourseWare [MIT 2001a] lahir dari diskusi dari kelompok studi dalam
Dewan MIT Teknologi Pendidikan. Tugas kelompok ini adalah untuk mempertimbangkan
cara-cara untuk menggunakan Teknologi internet untuk meningkatkan pendidikan di MIT
serta pengaruh MIT pada pendidikan skala global. Kelompok ini terdiri dari dosen dan staf
dari MIT, dan dibantu oleh konsultan luar. Pada awalnya, MIT diharapkan untuk
memanfaatkan materi kuliah sebagai cara memperluas pendapatan [WIGGINS 2001]. Pada
bulan April 2001 MIT mengumumkan rencana untuk membuat courseware yang tersedia
secara bebas di Internet. Proyek ini akan dimulai pada musim gugur 2002 dengan 500
program awal. Selama periode 10 tahun MIT mengharapkan lebih dari 2000 program
pembelajaran akan tersedia secara online yang akan mencakup material seperti catatan kuliah,
garis besar kursus, daftar bacaan, dan tugas untuk hampir semua jurusan di MIT, misalnya
jurusan perencanaan dan arsitektur, teknik, humaniora, seni, ilmu sosial dan manajemen.
(Baldi, Stefan, 2002)
Courseware terdiri dari semua material digital yang mendukung perkuliahan akademik,
seperti slide-slide presentasi, studi kasus dan software untuk penggunaan pendidikan. Materi
kuliah MIT yang digunakan untuk pengajaran dalam hampir seluruh pendidikan sarjana dan
pasca sarjana disediakan di web dan bebas biaya untuk setiap pengguna dari seluruh dunia.
OpenCourseWare MIT menyediakan konten perkuliahan tetapi tidak dimaksudkan sebagai
pengganti pendidikan di MIT [MIT 2001c]. Karakteristik tambahan penting lainnya adalah,
pertama, pembatasan materi pembelajaran hanya untuk kegunaan non komersial saja dan
tetap mempertahankan kepemilikan properti intelektual MIT terhadap sebagian besar bahan
materi pembelajaran OpenCourseWare; kedua, partisipasi sukarela dari fakultas-fakultas
yang ada di MIT.
5
2.3 Komunitas Web Education
Web Education merupakan salah satu kelompok komunitas (Community Group) didalam
W3C yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber pembelajaran web
yang ada di seluruh dunia. Untuk mewujudkan tujuan kelompok komunitas ini melakukan
beberapa hal (W3C, 2013):
1. Mengembangkan materi pembelajaran yang terdiri dari sejumlah artikel tutorial
lengkap yang mengajarkan semua teknologi W3C. Tutorial ini selalu diperbaharui
sehingga tetap terjamin kekiniannya dan menjadi sumber materi pelatihan yang
terbaik. Saat ini, dasar utama pengembangan materi tutorial ini adalah Kurikulum
Standar-standar Web.
2. Mengembangkan Kurikulum berdasarkan materi pembelajaran diatas yang dapat
digunakan oleh kalangan pendidik di seluruh dunia untuk membelajarkan materi
perancangan dan pengembangan web secara efektif dan konsisten.
3. Mengajak para pendidik, perusahaan, dan pelatih untuk mengadopsi kurikulum dan
materi pembelajaran yang mereka kembangkan.
4. Mengadakan berbagai pelatihan untuk membantu para pendidik dan pelatih
membelajarkan materi perancangan dan pengembangan web lebih efektif
5. Mengatur tentang keanggotaan dan Kebijakan Komunitas
6. Mengembangkan pendidikan internasional dengan salah satu caranya menerjemahkan
materi pembelajaran ke bahasa tertentu untuk melayani mereka yang tidak berbahasa
utama Inggris.
2.4 Standar Web
Standar-standar web adalah serangkaian petunjuk yang dibuat oleh badan pengendali web
dunia W3C, yang berisi pedoman atau petunjuk bagaimana membuat website dan
memastikan web terus menjadi platform komunikasi yang terbuka dan dapat diakses oleh
siapa saja dengan hak yang sama. Pada dasarnya suatu standar membuat segala sesuatu
menjadi lebih sederhana dan mudah. Standar web adalah teknologi yang bebas digunakan
oleh siapa saja, dan bekerja dengan cara yang sama tidak bergantung kepada alat atau
platform. Standar web memberikan pedoman cara membangun website dan praktik-praktik
terbaik, dapat digunakan oleh siapa saja, tidak tergantung lokasi, alat yang digunakan untuk
surfing web. Standar-standar didalamnya termasuk standar untuk HTML, CSS, Javascript,
6
dan bahasa-bahasa lainnya yang menjadikan pembuatan web menjadi faktor kritis terhadap
pertumbuhan dan kesuksesan web.
Standar-standar web telah memiliki banyak penerapan-penerapan aplikatif di dunia nyata.
Organisasi bisnis, pemerintahan, dan organisasi-organisasi besar lainnya telah menyadari
keuntungan dari standar web dan telah mengimplementasikannya dalam aspek-aspek
bisnisnya. Standar web juga tidak ditujukan untuk karir atau program studi tertentu:
a. Manager/Marketing
Standar web membuat website menjadi lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari
seperti Google, oleh karena itu akan meningkatkan jumlah kunjungan terhadap
website.
b. Programmer/Ilmu Komputer
Standar web membuat kode-kode yang dibuat menjadi lebih efisien. Penulisan kode
menggunakan standar-standar W3C membantu menjamin website akan dapat bekerja
pada seluruh browser utama
c. Designer
Standar web akan membantu mencapai konsistensi rancangan terhadap berbagai
browser. Jika akan dilakukan perubahan terhadap tipe, warna, atau format lainnya di
seluruh bagian website, pekerjaan ini dapat dilakukan hanya dengan membuka dan
mengubah sebuah file kode.
d. Seluruh Program dan Disiplin Ilmu
Berbagai perusahaan telah mengalami kerugian milyaran rupiah karena website
mereka tidak dapat diakses oleh pengguna yang memiliki keterbatasan. Membangun
website menggunakan standar web akan menghilangkan resiko biaya, dan penurunan
reputasi.
e. Pengguna Web
Standar web membuat efisiensi dalam penulisan kode sehingga seringkali halamanhalaman web hanya membutuhkan sedikit kode yang membuat halaman-halaman
tersebut menjadi lebih ringan sehingga waktu pemuatan halaman pada browser
7
menjadi lebih cepat. Standar web juga menjamin konten tetap terbuka dan mudah
diakses oleh semua pengguna web, termasuk mereka yang memiliki kekurangan fisik.
2.4 Kurikulum Standar Web
Kelahiran Kurikulum Standar Web berawal dari inisiatif Satuan Tugas Pendidikan (Education
Task Force) dari WaSP (Web Standards Project) yang mengeluarkan versi kurikulum awal
pada tahun 2009 terdiri dari 11 pelatihan yang dibagi kedalam 6 jalur pembelajaran.
Selanjutnya terbentuk kelompok komunitas Web Education W3C yang mengambil alih
tanggung jawab pengembangan kurikulum. Komunitas Web Education membuat artikelartikel dasar, dokumentasi, berbagai tutorial, dan bahan pembelajaran lain sebagai referensi
untuk kurikulum.
Kurikulum standar web dikembangkan dengan tujuan untuk menjadi alat pembelajaran dalam
proses pembelajaran. Material pembelajaran telah dikembangkan seperti silabus, soal-soal
kuis, rekomendasi bacaan, dan bantuan-bantuan lainnya dalam membangun web yang
profesional yang disesuaikan dengan pasar tenaga kerja.
Struktur kurikulum standar web dapat dilihat pada gambar dibawah ini (WaSP, 2013):
8
Gambar 01: Struktur Kurikulum Standar Web
Struktur kurikulum terbagi menjadi 6 jalur pembelajaran yaitu Foundations, Front-End Dev,
Design, User Science, Server-Side Dev, dan Professional Practice. Beberapa topik
pembelajaran yang tersedia secara lengkap, antara lain (WaSP, 2013):
1.
Internet Fundamentals
Pembelajaran ini memberikan pemahaman dasar tentang Internet, siapa penggunanya,
dan bagaimana Internet digunakan. Topik-topik pembentuk keahlian didalamnya
meliputi: email, blog, browser, search, feed, ftp, download, rich media, dan social media.
Pembelajaran akan mengeksplorasi berbagai jenis metode komunikasi didalam web.
2.
Web Design 1
Pembelajaran ini akan mengenalkan siswa kepada (X)HTML, menekankan kepada
penggunaan semantik dan berbasis standar, kode yang valid. Penggunaan CSS dibahas
9
untuk memisahkan antara konten dengan aspek presentasinya yang bertujuan untuk
mengurangi waktu pemeliharaan, mempercepat pengembangan, meningkatkan kecepatan
download, dan kapabilitas rancangan. Siswa akan diminta untuk menerapkan konsep
standar web untuk membuat website brosur mini yang menggunakan style sheet global.
3.
Web Design 2
Dalam pembelajaran ini, siswa akan belajar HTML dan teknik CSS lanjut untuk
membuat tata letak halaman web yang menarik berdasarkan pedoman W3C.
Microformat akan digunakan untuk membuat konten yang portable dan memiliki
semantik yang berarti.
4.
Accessibility
Pembelajaran ini menyediakan dasar dalam merancang website yang mudah diakses
(accessible) menggunakan konsep perancangan universal untuk mengakomodasi
individu-individu yang memiliki keterbatasan visual, auditory, speech, motor control,
dan kognitif. Dalam pembelajaran ini siswa akan merancang dan menguji halamanhalaman web agar sesuai dengan pedoman aksesibiilitas (seperti WCAG 2.0), dan
persyaratan legal (seperti section 508). Teknik-teknik pengkodean (X)HTML dan CSS
yang dibahas ditekankan pada aspek aksesibilitas. Topik-topik lain yang dibahas meliputi
permasalahan aksesibilitas yang berkaitan dengan Adobe PDF, Adobe Flash, scripting,
mobile devices, dan rich media.
5.
DOM Scripting 1
Pembelajaran ini mengenalkan konsep pemrograman dasar melalui penggunaan
ECMAScript (Javascript) dan DOM (Document Object Model). Siswa akan belajar
sejarah ECMAScript dan perannanya dalam website dan aplikasi web kontemporer.
Script dasar dan menengah akan dibuat untuk memecahkan permasalahan antarmuka
umum. Siswa akan belajar untuk mengevaluasi script dan pustaka yang ada sehingga
siswa dapat membuat keputusan dengan informasi yang cukup mengenai penggunaannya
terhadap tugas yang diberikan. Siswa akan belajar bagaimana ECMAScript berbeda dari
bahasa-bahasa yang lain dalam sintaks dan fitur dan bagaimana memprogram dalam
web, dan memahami peranan Javascript dan DOM sebagai lapisan usabilitas tambahan
untuk aplikasi web.
10
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi Penelitian
Susunan materi pembelajaran berpedoman utama pada Kurikulum Standar Web. Untuk lebih
menyesuaikan materi dengan lingkungan pembelajaran yang ada di lapangan, maka sebagai
pedoman tambahan akan dilakukan pengumpulan data melalui pembagian kuesioner kepada
responden yang diambil dari kelompok mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang
yang telah dan sedang mengambil mata kuliah yang berhubungan erat dengan teknologi web.
Selain mahasiswa, beberapa responden juga diambil dari kalangan dosen yang mengajar mata
kuliah teknologi web.
3.2 Tahapan Umum Penelitian
Langkah-langkah pelaksanaan penelitian mengikuti pola umum penelitian ilmiah sebagai
berikut:
1. Identifikasi Masalah
Tahap identifikasi dilakukan dengan eksplorasi berbagai situs yang ada di Internet yang
berhubungan dengan topik penelitian.
2. Perumusan Masalah
Data-data awal yang diperoleh pada tahap identifikasi kemudian dikaji untuk membentuk
rumusan masalah
3. Penelusuran Pustaka
Tahap ini dilaksanakan dengan menelusuri berbagai sumber di Internet dan jurnal ilmiah
untuk memperoleh data yang mendukung dan menguatkan permasalahan yang
dikemukakan.
4. Rancangan Penelitian
Pada tahap ini disusun langkah-langkah pelaksanaan penelitian beserta teknik, alat, dan
metode yang dibutuhkan pada setiap langkah penelitian
11
5. Pengumpulan Data
Data utama yang dikumpulkan berupa konsep dan framework dari model pembelajaran
online OpenCourseWare, materi pembelajaran teknologi web, dan hasil kuesioner yang
diperoleh dari responden kelompok mahasiswa dan dosen pengajar mata kuliah teknologi
web. Data-data konsep dan framework kemudian dipelajari untuk menyusun rancangan
model pembelajaran yang akan dikembangkan sementara data-data hasil kuesioner
dianalisis dengan teknik yang telah disiapkan untuk memperoleh fitur-fitur pembelajaran
yang diharapkan oleh calon pengguna. Dalam tahap ini juga akan ada kegiatan
penerjemahan referensi materi berbahasa Inggris yang diperoleh berdasarkan Kurikulum
Standar Web.
6. Pengembangan OpenCourseware
Tahap ini berisi kegiatan menganalisis dan merancang model pembelajaran menggunakan
pendekatan berorientasi obyek dengan tahapan identification (identifikasi), analysis
(analisis), design (perancangan), coding (pemrograman) dan testing (pengujian).
1.
Tahap Identifikasi, tahap ini mengidentifikasi data-data yang diperlukan untuk
pengembangan OpenCourseWare. Data utama penelitian adalah framework
pembelajaran dan material pembelajaran dari Kurikulum Standar Web yang meliputi
silabus, bahan materi pembelajaran, soal-soal kuis, dan bentuk-bentuk penugasan.
2.
Tahap Analisis, tahap ini menganalisis data-data hasil identifikasi yang menghasilkan
spesifikasi OpenCourseWare yang akan dikembangkan. Spesifikasi yang dimaksud
adalah materi pembelajaran apa saja yang akan dikembangkan, soal-soal kuis, dan
bentuk-bentuk penugasan.
3.
Tahap Perancangan, pada tahap ini disusun rancangan OpenCourseWare beserta
materi pembelajarannya. Rancangan meliputi halaman-halaman penyusun website,
prosedur, navigasi situs, database website, dan mempersiapkan bahan materi
pembelajaran beserta alat evaluasinya.
4.
Tahap
Koding,
berdasarkan
hasil
perancangan,
dilakukan
konstruksi
OpenCourseWare. Dalam proses konstruksi digunakan software-software: HTML,
Javascript, CSS, dan PHP 5, Mysql 4, Apache, Adobe PhotoShop CS.
5.
Tahap Pengujian, pada tahap ini desain OpenCourseWare yang sudah dikembangkan
akan dilakukan pengujian terhadapnya. Pengujian bertujuan untuk menjamin bahwa
12
courseware telah sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Pengujian
menggunakan beberapa metode yaitu:
a.
Metode Black Box, yang akan menguji fungsionalitas sistem apakah sudah sesuai
dengan persyaratan fungsional sistem yang telah ditentukan pada tahapan
sebelumnya.
b.
Metode White Box, untuk menguji struktur internal dari komponen-komponen
atau modul-modul yang membentuk sistem.
c.
Metode User Acceptance, yang akan menguji tingkat penerimaan user terhadap
courseware.
3.3 Kerangka Pikir
Kerangka Berpikir Penelitian digambarkan sebagai berikut:
13
•
•
•
•
Pentingnya pengetahuan teknologi web Generasi net lebih menyukai pembelajaran berbasis web dan berkarakteristik pebelajar orang dewasa Belum tersedia pembelajaran teknologi web yang komprehensif Biaya pendidikan mahal dan terbatasnya waktu belajar masyarakat
Kurikulum Standar Web Menyusun materi pembelajaran Model OpenCourseWare Merancang model pembelajaran SCORM (Sharable Content Object Reference Model) Mengkonstruksi Pembelajaran Online
Pembelajaran dengan Model OpenCourseWare bertopik Teknologi Web berbasis Kurikulum Web Standar yang dapat diakses oleh mahasiswa komputer dan masyarakat yang tertarik dengan pembelajaran teknologi web Gambar 02: Kerangka Pikir Penelitian
14
BAB IV BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN
4.1 Anggaran Biaya
Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya Penelitian
No
1
2
3
4
Jenis Pengeluaran
Gaji dan upah
Bahan habis pakai dan peralatan
Perjalanan
Bantuan Publikasi Ilmiah
Jumlah
Biaya yang diusulkan
(Rp)
2.720.000,00
4.080.000,00 + 7.530.000,00
500.000,00
14.830.000,00
4.2 Jadwal Penelitian
Tabel 4.2 Jadwal Penelitian
No
Jenis Kegiatan
Tahun 1
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Merancang
arsitektur
OpenCourseWare
Merancang struktur dan materi
pembelajaran, kuis, soal, dan tugas
Mencari dan mengumpulkan materi
pembelajaran, kuis, soal, dan tugas
Menerjemahkan materi pembelajaran
ke Bahasa Indonesia
Mengimplementasikan rancangan
OpenCourseWare
Memasukkan materi pembelajaran
berupa bahan ajar, soal, kuis, dan tugas
Menguji OpenCourseWare
Menempatkan OpenCourseWare pada
layanan hosting
Mendokumentasikan OpenCourseWare
Membuat naskah publikasi ilmiah
15
DAFTAR PUSTAKA
Baldi, Stefan, Hauke Heier, Fabian Stanzick. 2002. “OpenCourseWare vs Open Source
Software - A Critical Comparison”. Munich School of Business. Germany.
Beyers, R. N. . 2009. “A Five Dimensional Model for Educating the Net Generation”.
EducationalTechnology & Society, 12 (4), hal. 218–227.
Caudil, Jason G., 2011. “Using OpenCourseWare to Enhance On-Campus Educational
Programs”. Carson-Newman College, USA.
Cole, Melissa. 2009. “Using Wiki Technology to Support Student Engagement: Lessons
from theTrenches”. Computer & Education 52(2009), hal 141-146.
Kartika, Laras, Endah Mastuti. 2011. “Motivasi Membaca Literatur Berbahasa Inggris
Pada Mahasiswa Psikologi Universitas Airlangga Surabaya”. Fakultas Psikologi UNAIR.
Surabaya.
Knowles, Malcolm S., Elwood F. Holton III & Richard A. Swanson. 2005. “The Adult
Learner 6th Edition”. Elsevier.
Lunt, Barry M., et al. 2008. “Curriculum Guidelines for Undergraduate Degree
Programs in Information Technology”. ACM and IEEE Computer Society.
Merriam, Sharren B. 2001. “Andragogy and Self Directed Learning”dalam “The New
Update on Adult Learning Theory (ed. Sharan B. Merriam)” , Jossey-Bass.
Sharma, T.N., Priyanka Bhardwaj, Manish Bhardwaj. 2012. “Difference Between
HTML and HTML 5”. International Journal Of Computational Engineering Research, Vol. 2,
Issue. 5, September 2012, page 1430-1437.
Schmidt, Steven W., Jeremy Dickerson & Eric Kisling. 2010. “From Pedagogy to
Andragogy: Transitioning Teaching and Learning in the Information Technology Classroom”
dalam “Integrating Adult Learning and Technologies for Effective Education:Strategic
Approaches (ed. Victor C.X. Wang)”, Information Science Reference.
Suparno, Paul Dr. 1997. “Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan”. Pustaka Filsafat
Kanisius.
Topi, Heikki, et al. 2010. “Curriculum Guidelines for Undergraduate Degree
Programs in Information Systems”. ACM and AIS.
W3C. Community Group. whttp://www.w3.org/community/webed. Diakses pada 15
Februari 2013, 21.15 WIB.
WaSP.
Curriculum
Framework.
http://interact.webstandards.org/curriculum/framework/. Diakses pada 16 Februari 2013,
18.00 WIB.
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
Fly UP