...

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di Jepang (Contoh) Kondisi

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di Jepang (Contoh) Kondisi
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di Jepang (Contoh)
Kondisi Kesebangunan Segitiga
Membuat Segitiga dari Sedotan Berisi Kawat
Makna Keseluruhan dari “Kesebangunan Diagram”
Siswa semakin dalam memahami konsep kesebangunan dengan cara menemukan
diagram-diagram sebangun dan menyusun bangun-bangun secara mandiri. Siswa juga belajar
tentang penalaran deduktif dan induktif dasar dari kondisi-kondisi untuk mewujudkan
kesebangunan.
Pelajaran
Rancangan Bab Pembelajaran
Penemuan dan Klasifikasi dengan menggerakkan dan
memutar bangun (pada pokoknya dari segitiga menjadi
1
persegi panjang)
Diagram Kongruen
Sisi dan sudut yang sama
(termasuk praktek mengukur sudut)
2
Kesebangunan dalam sudut-sudut poligon/segi banyak
(termasuk praktek mengukur sudut)
Membuat segitiga dengan menggunakan sedotan berisi
3
Kondisi Kesebangunan kawat
Segitiga
Mengekspresikan kondisi pembentukan segitiga dengan
4
kalimat
(Kondisi
Siswa mencoba menemukan kondisi kesebangunan
Kesebangunan
*
segitiga secara mandiri
Segitiga)
Menggambar
Mengekspresikan kondisi kesebangunan segitiga dengan
5
kesebangunan
menggambar
Membuktikan garis bagi sudut dengan menerapkan
Pembuktian secara
6
langsung
kesebangunan segitiga
Tujuan pembelajaran hari ini

Siswa dapat membuktikan kesebangunan dengan menumpuk satu
segitiga di atas segitiga lainnya.
Siswa dapat mendefinisikan segitiga dengan pergerakan sisi dan
sudut segitiga yang berubah-ubah.
Pengetahuan Operasi
Matematika dan Ekspresi

Pengetahuan Logika
Matematika


Siswa dapat memikirkan alasan-alasan kondisi gabungan tiga sisi.
Siswa secara induktif dapat memikirkan kondisi kesebangunan
dengan mengubah bentuk segitiga.
Pengetahuan Kreatif
Matematika

Siswa dapat meneliti kasus-kasus lain dengan menggerakkan
sisi-sisi segitiga secara bebas.

Siswa saling membantu kekurangan satu sama lain ketika mereka
bekerja bersama.
Siswa dapat memonitor pemikiran siswa lainnya (Seorang siswa
berkata kepada temannya “Kalau begini, menurutmu
Pengetahuan Aktivitas
Matematika
(Siswa dapat mengekspresikan kondisi kesebanguan segitiga dengan
lewat kata-kata. → menggeser pembelajaran menuju tujuan pelajaran
berikutnya)

bagaimana?” atau “bagaimana kalau seperti ini?”)
Persiapan pembelajaran hari ini


Pada dasarnya, kegiatan siswa dapat dilaksanakan dalam kelompok-kelompok yang terdiri
atas 4 siswa (2 siswa/kelompok juga dapat dipertimbangkan)
Mempersiapkan sedotan, kawat dan perlatan lainnya: senar, pita karet, sudut yang dibuat
dengan kertas karton, gunting, dan isolasi bening (Lihat Lampiran 1).
Apa yang perlu
didukung, apa yang
perlu dievaluasi
Guru menjelaskan tentang aktivitas dalam pembelajaran. Guru berkata, “Hari
ini, kalian akan membuat berbagai macam segitiga dengan menggunakan
sedotan dan kawat. Kemudian, kalian akan meneliti apakah segitiga ini
sebangun atau tidak”
Perkiraan Reaksi Siswa
Aliran Kegiatan
Langkah
1:
Guru
membagikan 3 sedotan
dan
seutas
tali/senar
kepada tiap siswa (satu
set/siswa).
Guru berkata, “Masukkan
senar ke dalam sedotan.
Kemudian buatlah segitiga
dengan menghubungkan
ujung-ujung
senarnya.
Apakah
segitigamu
sebangun dengan segitiga
teman di sebelahmu?”
(Segitiganya seharusnya
kongruen).

Guru
mengatakan,
“Tolong buka senarnya.
Kemudian ganti ke 3
sedotannya,
masukkan
senar ke dalam 3 sedotan
dan hubungkan senar itu
lagi.
Bisakah
kalian
membuat segitiga yang
berbeda dengan segitiga
teman di sebelah kalian?”
(Mereka
tidak
dapat
melakukan hal ini)

Langkah 2: Guru berkata
“Sekarang,
kalian
membuat segitiga dengan
sedotan berisi kawat.
Tolong letakkan sisi putih
di atas garis pada gambar
1 di LKS. Berikutnya,
letakkan sisi merah sesuai
sudut pada Gambar 1.




Waktu
0-2
menit
Anggota-anggota
kelompok dapat saling
membantu apabila
aktivitiasnya adalah
tugas yang sederhana.
[Aktivitas]
Guru membuat siswa
ingat bahwa
kesebangunan dapat
dibuktikan dengan
menaruh satu segitiga di
atas segitiga lainnya
atau melihat sisi dan
sudut yang sama.
[Operasi]
2-15
menit

Guru memfasilitasi
siswa untuk
mengajukan pertanyaan
kepada para siswa yang
menyadari bahwa hal
tersebut mustahil
dilakukan. [Logika dan
Aktivitas]
15-23
menit

Guru membuat siswa
mengkonfirmasikan
instruksi guru dengan
cara berdiskusi dengan
teman di sebelahnya
atau dengan kelompok.
[Aktivitas]
Siswa dapat menyadari
ketika
dia
sudah
23-33
menit
Beberapa siswa tidak
dapat membuatnya dan
menjadi kebingungan.
Beberapa siswa dapat
memverifikasi/membukti
kan kesebangunan,
namun sebagian lainnya
tidak dapat
melakukannya.

Siswa entah bagaimana
mencoba untuk membuat
segitiga-segitiga
yang
berbeda.
Beberapa siswa dapat
menyadari bahwa hal itu
mustahil dilakukan.
Beberapa siswa tidak
langsung
memahami
instruksi guru.
Beberapa
siswa
meletakkan sisi merah
dan
hitam
bersama
(menumpuk) bukannya
meletakkan sisi merah
sesuai sudutnya.


Kemudian, letakkan sisi
hitam menyentuh ujung
dari sisi merah. Rekatkan
ujung sedotan merah dan
hitam dengan isolasi.
Setelah
itu,
tolong
cocokkan kesebangunan
dengan teman di sebelah
kalian.”
Langkah 3: Guru berkata
“Selanjutnya, kalian akan
meletakkan sisi putih di
atas garis pada Gambar 2
di
LKS.
Kemudian,
letakkan sisi merah dan
hitam
sesuai
dengan
sudut-sudut pada Gambar
2. Bentuk segitiga apa itu?
Tolong
bandingkan
segitiga kalian dengan
segitiga teman di samping
kalian.”

Guru berkata, “Tolong
tulis penemuan aturan atau
urutan kalian. Kalian
boleh mendiskusikannya
dengan anggota kelompok
lainnya saat menulisnya.”



Beberapa siswa dapat
dengan cepat
menyelesaikan tugas
tersebut tanpa kesulitan.
Beberapa siswa tidak
mengerti bahwa mereka
diminta
menyilangkan
sisi merah dan hitam.
Beberapa siswa dapat
dengan
cepat
menyelesaikan
tugas
tersebut tanpa kesulitan.






Beberapa siswa tidak
dapat menuliskannya.
Beberapa siswa tidak
dapat berdiskusi.
Beberapa siswa dapat
menulis banyak dan
berdiskusi dengan baik.


mengkonfirmasinya
dengan
teman
di
sebelahnya. [Operasi]
Guru membiarkan siswa
memikirkan
tentang
sudut-sudut lain dalam
segitiga. [Kreativitas]
Guru memperbolehkan 33-40
menit
siswa bekerja bersama
dengan
teman
di
sebelahnya. [Aktivitas]
Guru membuat siswa
berpikir
tentang
susud-sudut sisi merah
dan hitam lainnya.
Guru bertanya “Apa ada
sudut-sudut
yang
membuat ujung sisi
merah dan ujung sisi
hitam
bisa
saling
bersentuhan?” [Operasi]
[Logika] [Kreativitas]
Guru memberitahukan
siswa bahwa mereka
dipersilahkan
memegang
dan
mengoperasikan
segitiga itu lagi.
Guru membuat siswa
mengekspresikan
pikiran
mereka
mengenai
materi
pelajaran.
[Operasi]
[Kreativitas]
40-50
menit
Lampiran 1
Aktivitas
Langkah 1 Hasil kerja
Langkah 2
Gambar 1
Langkah 3
Gambar 1
Gambar 2
(Langkah 2)
(Langkah 3)
Gambar 2
merah
hitam
putih
Lampiran 2
merah
hitam
putih
Ciri yang Membedakan dari Bab ini
1.1. Apa makna mempelajari kondisi kesebangunan segitiga dalam pendidikan tingkat sekolah
menengah?



Titik Awal untuk Geometri Bidang Datar (dua dimensi): Sifat/ciri segitiga yang
dipelajari dalam bab ini adalah dasar untuk mempelajari semua geometri bidang datar.
Pengenalan kepada Logika: Bab ini merupakan gerbang ke dunia pembuktian
matematika, yaitu “Hipotesis dan Kesimpulan”.
Menguasai Dasar-dasar Menggambar Bentuk/bangun: Siswa menjadi terbiasa
menggunakan penggaris dan jangka.
1.2. Kesulitan siswa
Siswa mungkin mengalami banyak kesulitan karena bab ini memiliki tiga unsure yang
dikemukakan di atas. Bahkan, masing-masing unsur dapat memberikan kesulitan bagi banyak
siswa.
 Siswa memiliki kesulitan pada kata “Sisi” dan “Sudut” ketika mereka menjelaskan dan
menyimak.
 Siswa memiliki kesulitan untuk membayangkan bahwa kondisi kesebangunan segitiga
berlaku untuk semua jenis segitiga.
 Banyak siswa tidak dapat menggunakan penggaris dan jangka dengan baik.
Fly UP