...

PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
SIARAN PERS
SOSIALISASI
PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
“KELOLA LIMBAH SELAMATKAN LINGKUNGAN’
Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Yogyakarta 18 – 19 November 2015
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Yogyakarta, 18-19 November 2015, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan
Bahan Beracun Berbahaya (B3) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),
menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3).
Pengelolaan limbah B3 merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi
pengurangan, penyimpanan, pengangkutan, pengumpulan, pemanfaatan, pengolahan dan
penimbunan. Kegiatan pengelolaan tersebut perlu diawasi dan diatur, sehingga tidak keluar dari
koridor hukum. Setiap kegiatan pengelolaan limbah B3 harus diketahui dengan jelas. Perjalanan
limbah mulai saat dihasilkan sampai dikelola harus dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan yang mengangkat tema “Kelola Limbah Selamatkan Lingkungan” ini dimaksudkan
untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan dalam pengelolaan limbah B3,
khususnya Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan
Berbahaya dan Beracun (PP 101/2014). Sesuai PP 101/2014 yang penyusunannya didasarkan
pada kompleksitas permasalahan dan tantangan pengelolaan limbah B3 dimasa mendatang,
diharapkan dapat lebih memberikan kepastian hukum, lebih memperjelas, lebih implementatif
dan memberi peluang upaya inovasi.
Ragam dan jumlah limbah B3 dipastikan semakin meningkat pada tahun mendatang. Untuk
menghindari pencemaran dan mengurangi resiko paparan limbah B3 terhadap kesehatan
masyarakat, kegiatan pemantauan dalam penilaian kinerja perlu dilakukan dengan skala yang
lebih besar dan terus menerus. Selain untuk mencegah terjadinya pelanggaran, penilaian kinerja
kepada pelaku usaha bertujuan untuk melakukan pembinaan. Berdasarkan hasil penilaian
kinerja periode tahun 2014 - 2015 terhadap + 2000 industri, jumlah limbah yang dikelola
berkisar + 193 juta ton.
Pengelolaan limbah B3 terkait dengan aspek peraturan perundangan, kebijakan pemerintah,
pengawasan, pembinaan dan teknologi. Filosofi pengelolaan limbah B3 kedepan diarahkan
untuk memberikan nilai tambah yang berkontribusi terhadap pembangunan, sehingga filosofi
cradle to grave berkembang menjadi
cradle to cradle dimana limbah yang dihasilkan
dimanfaatkan kembali menjadi sumberdaya, baik sebagai bahan baku, produk, substitusi bahan
baku dan energi alternatif.
Sebagai wujud reformasi birokrasi, KLHK senantiasa berupaya meningkatkan pelayanan pada
masyarakat. Guna mewujudkan pelaksanaan perizinan yang efektif dan efisien telah diterapkan
sistem pelayanan terpadu, penerapan pelaporan sistem on line dan barcode manifest. Dalam
hal peraturan perundangan, KLHK terus berupaya melengkapi dan menyempurnakan beberapa
peraturan pelaksanaan terkait penimbunan, pengangkutan, dumping, pengolahan, penetapan,
pemulihan, pengumpulan, penyimpanan, pemanfaatan dan notifikasi limbah B3. KLHK juga
tengah mengembangkan indeks kinerja pengelolaan limbah B3 sebagai informasi bagi
masyarakat dan acuan bagi pengambil keputusan dalam menetapkan kebijakan.
Informasi lebih lanjut:
Laksmi Dhewanthi
Plt. Direktur Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3
Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Gd. A, Lt. 5, Jl. DI. Panjaitan Kav. 24
Jakarta Timur - 13410
Fly UP