...

SIARAN PERS BIMBINGAN TEKNIS PEMANFAATAN LIMBAH

by user

on
Category: Documents
4

views

Report

Comments

Transcript

SIARAN PERS BIMBINGAN TEKNIS PEMANFAATAN LIMBAH
SIARAN PERS
BIMBINGAN TEKNIS
PEMANFAATAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN
“UBAH LIMBAH MENJADI NILAI TAMBAH’
Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Surabaya 25-26 November 2015
Surabaya, 25-26 November 2015, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan
Beracun Berbahaya (B3) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),
menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pemanfaatan Limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3). Kegiatan pemanfaatan Limbah B3 adalah kegiatan penggunaan kembali, daurulang, dan/atau perolehan kembali yang bertujuan mengubah Limbah B3 menjadi produk yang
dapat digunakan sebagai substitusi bahan baku, bahan penolong, dan/atau bahan bakar yang
aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup.Tema kegiatan ini adalah “Ubah Limbah
Menjadi Nilai Tambah”. Tema ini mendeskripsikan bahwa Limbah B3 dapat bernilai tambah
(added value) apabila dikelola/dimanfaatkan dengan cara dan metode yang benar.
Pemanfaatan Limbah B3 sebagai substitusi bahan baku atau sumber energi, dapat
mengantisipasi pembuangan Limbah B3 secara langsung ke lingkungan (open dumping). Hal ini
tentunya akan mengurangi dampak pencemaran terhadap lingkungan, pemulihan lahan tercemar
akibat Limbah B3 dapat dikurangi sehingga biaya Pengelolaan Limbah B3 dapat ditekan dan
kecepatan pengurasan sumber daya alam dapat ditekan. Dari hasil pemetaan tahun 2014, luas
lahan terkontaminasi kurang lebih 172,967.13 m3 dengan jumlah Limbah B3 yang dibuang
sebesar 563,952.7 ton. Kegiatan pemulihan lahan terkontaminasi ini membutuhkan proses,
waktu lama serta biaya yang banyak.
Beberapa contoh pemanfaatan Limbah B3 yang telah diterapkan adalah sebagai pengganti
(substitusi) bahan baku seperti pemanfaatan abu terbang (fly ash) sebagai material beton,
material jalan, dan campuran pembuatan batako. Selain sebagai pengganti (substitusi) bahan
baku, pemanfaatan oli bekas dan sludge oil sebagai substitusi bahan bakar telah diterapkan di
beberapa industri walaupun masih dalam jumlah kecil. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi
dalam penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana
Strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2015-2019 dengan pencapaian
target pemanfaatan Limbah B3 sebesar 1.014.000 (satu juta empat belas ribu) ton sebagai
bahan bakar alternatif yang setara dengan penurunan emisi GRK sebesar 121.000 (seratus dua
puluh satu ribu ton karbon dioksida ekivalen per tahun) ton CO2e/tahun.
Berdasarkan data Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya
(Ditjen PSLB3) Agustus – September tahun 2015 jumlah Limbah B3 yang dimanfaatkan adalah
1,82% dari 102 juta ton Limbah B3 yang dikelola. Prakiraan nilai moneter dalam pemanfaatan
Limbah B3 tahun 2014 adalah sebesar Rp 22,1 triliun dengan jumlah total Limbah B3 yang
dimanfaatkan 8.592.113 ton.
Terkait dengan perizinan pengelolaan Limbah B3 termasuk izin pemanfaatan, pemerintah telah
melakukan upaya debirokratisasi melalui Unit Pelayanan Terpadu dan penyederhanaan beberapa
persyaratan izin pemanfaatan Limbah B3 dan Penyusunan Persyaratan Teknis Pemanfaatan
Limbah B3 sebagai salah satu upaya pencapaian target pengelolaan Limbah B3 sesuai dengan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019. Upaya debirokratisasi
tentunya harus dilakukan dengan penyusunan peraturan pelaksanaan sebagai turunan dari
Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3, dimana beberapa
peraturan pelaksanaan pengganti saat ini telah disiapkan dalam bentuk Rancangan Peraturan
Menteri untuk segera dapat diterbitkan.
Upaya selanjutnya, KLHK mendorong pemanfaatan Limbah B3 melalui penyampaian informasi
hasil-hasil kajian pemanfaatan Limbah B3 dan pemberian contoh penerapan pemanfaatan
Limbah B3 yang telah dilakukan oleh pelaku kegiatan sehingga efisiensi bahan baku dapat
dilakukan selain tujuan utama pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 yaitu mencegah
terjadinya pencemaran lingkungan dan melindungi kesehatan manusia dari pengelolaan Limbah
B3 dan Limbah Non B3 yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan dapat pula tercapai.
Informasi lebih lanjut:
Laksmi Dhewanthi
Plt. Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3
Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Gd. A, Lt. 5, Jl. DI. Panjaitan Kav. 24
Jakarta Timur - 13410
Telp/Fax : 021 – 85904932, email [email protected]
Fly UP