...

Peluang dan Tantangan Ekspor - Web Ditjen PEN

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

Peluang dan Tantangan Ekspor - Web Ditjen PEN
P A S A R
Ditjen PEN/MJL/004/2/2013 Februari
Peluang dan Tantangan Ekspor
ke Negara-negara Non-Tradisional
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
1
D
Ekspansi Pasar Non-Tradisional:Solusi Atasi Dampak Resesi Global
inamika kondisi ekonomi dunia yang terus berubah dan
menimbulkan berbagai dampak bagi sejumlah negara,
termasuk Indonesia, memaksa setiap negara untuk
memiliki strategi antisipasi agar mampu bertahan di kancah
persaingan internasional. Yang terkini, krisis global yang melanda
sejumlah negara maju telah menimbulkan pengaruh dalam
aktivitas perdagangan internasional, di mana umumnya negara
berkembang mengekspor sebagian besar komoditi lokalnya ke
negara maju.
Dengan menurunnya daya beli masyarakat di negara-negara maju
sebagai dampak krisis global, maka kemampuan mereka untuk
mengimpor barang juga cenderung menurun. Ini berarti potensi
peluang ekspor yang tersedia pun kecil. Berangkat dari fakta ini,
maka diperlukan strategi baru untuk terus meningkatkan kinerja
ekspor Indonesia.
Kementerian Perdagangan telah mencanangkan strategi baru
yang disebut Diversifikasi Pasar. Melalui strategi ini, pasar tujuan
ekspor yang sebelumnya berfokus pada negara-negara besar
seperti Amerika Serikat, Eropa dan beberapa negara maju di
Asia seperti Jepang dan Singapura, kini beralih pada sejumlah
negara berkembang yang menyediakan potensi pasar yang
cukup signifikan untuk dieksplorasi, seperti pasar di negara
anggota ASEAN, negara-negara di kawasan Amerika Latin, Timur
Tengah, Afrika Utara dan Eropa Timur. Dengan mempelajari
tren dan selera konsumen, sekaligus memenuhi persyaratan
ekspor di Negara tujuan ekspor tersebut, Indonesia akan berhasil
memperoleh peluang pasar yang menjanjikan bagi peningkatan
ekspor nasional.
Daftar Isi
Ditjen PEN/MJL/004/2/2013 Februari
Ditjen PEN/MJL/004/2/2013 Februari
P A S A R
Editorial
Peluang dan Tantangan Ekspor
ke Negara-negara Non-Tradisional
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
1
Editorial................................ 2
Daftar Isi............................... 2
Tajuk Utama......................... 3
Peluang dan Tantangan Ekspor
ke Negara-negara NonTradisional
Kisah Sukses....................... 12
Kegiatan DJPEN................ 15
Februari
Sekilas Info......................... 17
INDOMART, Toko Indonesia
Pertama di Afrika
Daftar Importir.................. 19
Tim Editor
STT: Ditjen PEN/MJL/07/II/2013, Pelindung/Penasehat: Gusmardi Bustami, Pimpinan Umum:
Indrasari Wisnu
Wardhana, Pemimpin Redaksi: RA. Marlena, Redaktur Pelaksana: Sugiarti, Penulis: Roesfitawati, Desain: Dewi
Alamat: Gedung Utama Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Lt3, Jl. MI. Ridwan Rais no. 5, Jakarta 10110
Telp: 021-3858171 Ext.37302, Fax: 021-23528652, E-mail: [email protected], Website: djpen.kemendag.go.id
2
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
Tajuk Utama
Peluang dan Tantangan Ekspor
ke Negara-negara Non-Tradisional
Pemerintah, c.q. Kementerian Perdagangan,
telah menetapkan strategi Diversifikasi Pasar
sebagai solusi untuk meningkatkan kinerja ekspor
Indonesia, seiring dengan menurunnya kondisi
perekonomian di sejumlah negara maju pascaresesi
global. Implementasi strategi ini adalah dengan
mengubah pasar tujuan ekspor yang sebelumnya
berfokus pada negara-negara maju seperti Amerika
Serikat, Eropa Barat, Jepang dan Singapura,
menjadi beralih ke negara-negara berkembang
Bendera negara-negara anggota ASEAN
dengan potensi pasar yang besar, seperti beberapa
negara di Asia --termasuk negara-negara Asociation
of South East Asia Nations (ASEAN), Eropa Timur dan
Eropa Tengah,Timur Tengah,Afrika, Amerika Latin,
serta Australia Oceania. Dalam banyak kesempatan,
negara-negara maju yang sebelumnya merupakan
fokus utama tujuan ekspor disebut sebagai
pasar tradisional. Sementara itu, negara-negara
berkembang yang menjadi tujuan pasar ekspor
baru dinamakan sebagai pasar non-tradisional atau
emerging markets.
Pasar non-tradisional umumnya belum tergolong
besar, tapi potensial untuk menjadi tujuan
ekspor baru. Khusus di kawasan ASEAN, peluang
kerjasama perdagangan Indonesia dengan
negara ASEAN lainnya menjadi semakin signifikan
dengan adanya ASEAN Free Trade Agreement
(AFTA). Penandatanganan kesepakatan perjanjian
perdagangan bebas ini menjadikan negaranegara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam
dan Kamboja sebagai rekan dagang penting
bagi Indonesia. Secara keseluruhan, pasar nontraditional yang terletak di kawasan Asia berjumlah
22 negara.
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
3
Tajuk Utama
Pasar Ekspor Non-Tradisional Asia
NILAI EKSPOR INDONESIA
(Ribuan US$)
NEGARA
2008
2009
2010
2011
2012
Vietnam
1,672,759
1,453,893
1,945,838
2,272,683
2,256,462
Pakistan
924,417
664,098
682,674
931,871
1,379,744
Banglades
835,879
780,603
990,564
1,361,220
1,119,937
Myanmar
248,964
174,600
283,651
358,778
400,836
Sri Lanka
353,593
246,252
297,804
376,488
341,564
Kamboja
174,027
201,207
217,207
258,432
291,646
Negara lain di Asia yang sebenarnya merupakan
pasar tujuan ekspor baru untuk Indonesia adalah
China. Namun, dalam beberapa tahun terakhir,
China muncul sebagai suatu negara berkembang
yang memiliki peranan besar dan menjadi pasar
4
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
tujuan ekspor oleh berbagai negara berkat
kemampuannya menguasai pasar dunia, seperti
Amerika Serikat dan Australia. Itulah sebabnya
China kini tergolong ke dalam pasar tradisional
bagi Indonesia.
Tajuk Utama
Di samping itu, hubungan dagang antara Indonesia
dan China juga semakin dipermudah dari segi
persyaratan penetrasi pasar, dengan adanya ChinaASEAN Free Trade Agreement (CAFTA). Bagaimanapun,
hadirnya China sebagai suatu negara dengan
potensi pasar dan tenaga kerja besar, yang mampu
membuat produk dengan harga lebih murah, tapi
di sisi lain menimbulkan persaingan yang cukup
berat bagi Indonesia untuk menghasilkan barang
berkualitas internasional dengan harga yang relatif
terjangkau bagi konsumen pasar global.
Keunggulan komparatif utama Indonesia adalah
pada komoditas yang berkaitan dengan sumber
daya alam, seperti produk pertanian, pertambangan
dan perkebunan. Selain itu, produk-produk
manufaktur padat karya pun tetap berpeluang
untuk dapat bersaing dengan produk China, seperti
tekstil, garmen, alas kaki dan elektronika.Ditambah
lagi, seiring dengan pertumbuhan Industri Kreatif di
Indonesia, beragam produk-produk kreatif seperti
film, musik, kerajinan dan fesyen juga memiliki
peluang pasar sendiri di China.
Perbandingan Pertumbuhan Indonesia dan China
Beberapa Indikator
Indonesia
Cina
Jumlah penduduk (juta jiwa)
248,65
1,343,24
Pertumbuhan penduduk (%)
1,03
0,48
PDB per kapita (US Dollar)
5.000
9.100
Angkatan kerja (juta jiwa)
119,5
795,4
Inflasi (%)
4,5
3,1
Suku bunga kredit bank komersial(%)
11,9
6
Pertumbuhan produksi industri (%)
4,1
13,9
Sumber: CIA Worldfact Book 2012
Lima belas subsektor Industri Kreatif di Indonesia
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
5
Tajuk Utama
biaya transportasi yang cukup besar, ditambah
akses pasar yang masih belum cukup terbuka.
Untuk pasar non-tradisional di Eropa, produk nonmigas lebih memiliki peluang ekspor.
Kawasan lain yang juga menawarkan peluang
ekspor bagi Indonesia adalah pasar non-tradisional
di wilayah Timur Tengah yang berada di 15 negara.
Terlebih, Indonesia adalah salah satu negara
penghasil minyak yang sangat dibutuhkan oleh
negara-negara di kawasan ini. Namun, selain hasil
minyak, produk manufaktur padat karya serta
produk-produk hasil pertanian juga memiliki
permintaan yang cukup besar oleh konsumen di
negara-negara, seperti Yaman, Yordania dan Saudi
Arabia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor
Nasional pada saat kunjungan ke Pameran
MUBA di Swiss, Februari 2013
Selain kawasan Asia, emerging markets yang
merupakan pasar tujuan ekspor baru dalam rangka
aplikasi dari strategi diversifikasi pasar adalah 22
pasar non-tradisional yang ada di kawasan Eropa
Timur dan Eropa Tengah. Salah satu hal yang dapat
menjadi hambatan adalah belum pulihnya sejumlah
negara di kawasan ini dari dampak krisis global,
sehingga menyebabkan menurunnya nilai ekspor
Indonesia di beberapa negara pada tahun 2012
dibandingkan dengan tahun 2011. Selain itu, jarak
yang cukup jauh mengakibatkan permasalahan
Sementara itu, negara-negara lain yang belum
berkembang tapi patut untuk dieksplorasi sebagai
tujuan ekspor baru adalah 56 pasar non-tradisional
di benua Afrika, seperti Nigeria, Mesir dan Kenya.
Hambatan perdagangan yang perlu diantisipasi adalah
jarak yang tidak dekat, yang akan membutuhkan
biaya transportasi dan distribusi yang cukup besar.
Selain itu, daya beli masyarakat di negara-negara
tersebut yang umumnya masih rendah sebagaimana
dilaporkan dalam CIA Worldfact Book tahun 2012.
Pasar Ekspor Non-Tradisional Eropa Timur dan Eropa Tengah
NILAI EKSPOR INDONESIA
(Ribuan US$)
NEGARA
6
2008
2009
2010
2011
2012
Turki
871,615
678,441
1,073,749
1,433,402
1,363,381
Ukraina
483,847
354,652
486,703
569,648
548,879
Rumania
78,408
49,877
93,097
132,723
106,416
Slovenia
88,115
84,779
89,273
105,453
69,432
Republik Ceko
93,365
122,008
118,351
69,420
63,790
Hongaria
39,912
50,495
73,928
97,227
60,796
Georgia
32,883
22,771
39,033
38,138
51,899
Slowakia
39,687
64,325
75,368
54,395
45,443
Latvia
10,562
8,564
12,090
34,990
44,449
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
Tajuk Utama
Strategi yang dapat diterapkan adalah dengan
menghasilkan barang-barang yang memiliki standar
internasional, memenuhi persyaratan khusus di
negara setempat, serta memasarkan barang yang
dapat diperoleh dengan harga terjangkau. Selain jarak geografis antara Indonesia dengan
negara tujuan ekspor yang perlu menjadi bahan
pertimbangan dalam menganalisa besarnya
potensi ekspor bagi komoditi Indonesia, kondisi
lain yang perlu ditelaah adalah mengenai ada atau
tidak adanya perjanjian kerjasama bilateral maupun
regional antara sesama negara dalam satu kawasan.
Contoh yang telah disebutkan sebelumnya adalah
Booth pameran DJPEN, Kementerian Perdagangan,
pada International Design Exhibition (INDEX) 2012 di
Dubai, Persatuan Emirat Arab
Pasar Ekspor Non-Tradisional Timur Tengah
NEGARA
NILAI EKSPOR INDONESIA
(Ribuan US$)
2008
2009
2010
2011
2012
Arab Saudi
1,191,950
956,245
1,167,297
1,430,124
1,773,477
Persatuan Arab Emirat
1,650,697
1,265,082
1,473,930
1,715,351
1,617,626
Iran
697,305
506,988
639,375
781,586
482,623
Oman
151,931
92,853
115,718
186,474
237,842
Israel
94,376
78,013
107,755
159,509
183,956
Yordania
352,980
131,788
137,705
153,130
158,224
Yaman
112,835
102,355
114,947
95,253
157,164
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
7
Tajuk Utama
Pasar Ekspor Non-Tradisional Afrika
NILAI EKSPOR INDONESIA
(Ribuan US$)
2008
2009
2010
2011
2012
DAYA BELI
2012 (Juta
US$)
Afrika Selatan
623,904
484,528
680,662
1,413,890
1,650,299
578,6
Mesir
790,745
708,814
855,767
1,397,513
1,013,738
537,8
Nigeria
289,629
207,362
316,847
465,965
412,981
450,5
Djibouti
58,907
50,722
71,138
186,107
270,289
2.377
Kenya
63,870
65,922
137,993
252,684
266,944
76,07
Tanzania
54,978
107,811
131,965
298,566
236,645
73,5
Aljazair
322,707
163,290
158,584
159,576
211,038
274,5
Ghana
135,823
96,338
119,417
163,964
159,340
83,18
Angola
63,242
103,224
148,999
103,841
141,816
126,2
Mozambik
44,277
27,362
28,849
103,299
99,882
26,22
NEGARA
Pasar Ekspor Non-Tradisional Amerika Latin
NILAI EKSPOR INDONESIA
(Ribuan US$)
NEGARA
2008
2009
2010
2011
2012
Brazil
992,700
888,403
1,528,241
1,702,644
1,485,872
Meksiko
426,079
384,041
482,002
610,087
593,493
Argentina
187,057
159,090
281,123
354,300
312,515
Kolombia
111,605
84,566
118,470
139,493
170,657
Panama
80,054
70,820
103,304
140,816
154,076
Haiti
8,877
13,611
15,582
21,703
47,614
AFTA yang diberlakukan untuk negara-negara
anggota ASEAN. Kondisi yang sama juga dapat
diimplementasikan pada pasar non-tradisional
di wilayah Amerika Latin, yang bersama dengan
Indonesia tergabung dalam skema kesepakatan
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Pada
skema perjanjian APEC ini, sesama negara anggota
bertanggung jawab untuk saling mendorong
perdagangan dan investasi masing-masing.
Pasar tradisional di Fiji
8
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
Tajuk Utama
Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa
kemudahan penetrasi pasar adalah salah satu hal
yang menjadi persyaratan dalam peningkatan
hubungan dagang. Hanya saja, hambatan geografis
berupa jarak yang cukup jauh tetap merupakan
hal yang perlu dicermati. Melalui pengamatan
pasar yang akurat di 33 pasar non-tradisional
Amerika Latin, seperti Brazil, Meksiko, Argentina,
Chili, Kolombia, Peru, Panama, Venezuela, Ekuador,
Uruguay, Kuba dan Jamaika, maka peluang ekspor
yang tersedia akan dapat dieksplorasi secara
maksimal oleh Indonesia.
Indonesia dengan beberapa negara di wilayah
Australia Oceania berbeda, di mana musim dingin
atau musim salju merupakan salah satu iklim
yang terjadi setiap tahunnya di wilayah Australia
Oceania. Namun, dengan mengetahui selera pasar
setempat, peluang ekspor akan semakin terbuka.
Misalnya, untuk pasar Selandia Baru, produk yang
paling banyak diminati adalah furnitur, kopi dan
ban, yang secara ekonomis tidak bisa diproduksi
sendiri oleh negara ini. Dalam satu dekade terakhir,
Selandia Baru telah berkembang menjadi salah satu
negara penggemar kopi di dunia.
Satu lagi kawasan yang patut dieksplorasi, sebagai
negara yang potensial bagi komoditi ekspor
Indonesia, adalah pasar non-tradisional di wilayah
Australia Oceania, terdiri dari sekitar 25 negara,
antara lain, Selandia Baru, Fiji, New Caledonia,
Kepulauan Solomon, Samoa, dan Vanuatu. Wilayah
ini cukup potensial untuk meningkatkan kinerja
ekspor Indonesia karena jarak geografisnya dengan
Indonesia yang relatif dekat. Hanya saja, walaupun
jarak geografisnya dekat, kondisi iklim antara
Selain negara-negara berkembang, sebenarnya
Indonesia juga mulai membidik pasar di negaranegara maju yang selama ini belum tereksplorasi,
sehingga dikategorikan juga sebagai emerging
markets. Negara-negara tersebut berada di
kawasan Eropa, seperti Federasi Rusia, Norwegia,
Swiss, Cyprus dan Monako, serta di wilayah Amerika
yang di antaranya terdiri dari Puerto Rico, French
Polynesia, Guadeloupe, Martinique dan Bermuda.
Pasar Ekspor Non-Tradisional Australia Oceania
NILAI EKSPOR INDONESIA
(Ribuan US$)
NEGARA
2008
2009
2010
2011
2012
Selandia Baru
291,561
242,148
298,231
371,341
366,070
Fiji
25,114
42,845
18,034
21,363
25,378
New Caledonia
17,265
10,338
22,406
41,955
15,576
Kepulauan Solomon
6,133
4,436
5,617
12,924
12,501
Samoa
12,680
7,655
9,270
7,433
7,071
Vanuatu
4,005
2,951
3,691
4,147
4,153
American Samoa
8,171
1,822
4,921
27,414
3,922
Tonga
2,789
2,516
2,607
3,455
2,479
Guam
1,169
1,788
1,955
1,811
1,862
Kiribati
643
945
650
915
1,571
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
9
Tajuk Utama
Pasar Ekspor Non-Tradisional Eropa
NILAI EKSPOR INDONESIA
(Ribuan US$)
NEGARA
2008
2009
2010
2011
2012
Federasi Rusia
341,487
315,761
609,444
863,485
867,325
Norwegia
57,517
41,289
55,711
67,556
87,050
Swiss
421,356
181,144
174,984
123,694
58,425
Cyprus
15,606
13,752
10,777
11,424
12,557
Monako
32
286
551
2,530
738
Pasar Ekspor Non-Tradisional Amerika
NILAI EKSPOR INDONESIA
(Ribuan US$)
NEGARA
2008
2009
2010
2011
2012
Puerto Rico
42,687
38,741
35,075
38,304
35,663
French Polynesia
13,306
8,813
9,044
8,760
8,581
Guadeloupe
3,345
2,914
4,288
4,218
4,331
Martinique
2,698
2,612
6,692
3,090
3,040
Bermuda
2,929
1,043
878
836
1,184
Dari deskripsi dan data mengenai pasar nontradisional, dapat disimpulkan bahwa Indonesia
masih memiliki peluang yang sangat besar untuk
meningkatkan kinerja ekspor dalam negeri. Ini
terlihat dari banyaknya negara-negara yang
dikategorikan sebagai pasar non-tradisional atau
emerging markets, yang artinya potensi pasar
tersebut sejauh ini belum dimanfaatkan secara
maksimal. Dari data yang ada, hanya 31 negara yang
sudah tergolong sebagai pasar tradisional, yang
berarti sudah menjadi pasar tujuan ekspor yang
stabil bagi Indonesia. Sementara, yang terkategori
10
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
Tajuk Utama
pasar non-tradisional masih sebanyak lebih dari
200 negara.
Dengan memberikan perhatian yang proporsional
baik kepada negara tradisional dan non-tradisional,
Indonesia akan selalu siap menghadapi dan
mengantisipasi situasi pasar global yang dinamis
dan fluktuatif. Tentu saja, berbagai upaya perlu terus
dilakukan dalam rangka menunjang implementasi
dari strategi Diversifikasi Pasar, misalnya
mengadakan perjanjian kerjasama perdagangan
bebas. Selain itu, kerjasama antara pemerintah
dengan berbagai lembaga terkait juga turut
memperlancar visi dalam rangka perluasan pasar.
Salah satunya adalah melalui kerjasama dengan
lembaga pembiayaan nasional, atau kerjasama
dengan kantor dagang asing yang memiliki kantor
cabang di Indonesia.
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
11
Kisah Sukses
PT. Kinema Systrans
Multimedia
Pengembangan Industri Kreatif
Membuka Peluang Pasar Baru
Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2009
tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, telah
membuka kesempatan kepada para insan kreatif
di Indonesia untuk mengembangkan karya-karya
kreatif mereka, baik di tingkat nasional maupun
global. Dengan adanya Inpres ini, 15 subsektor
dalam pemetaan ekonomi kreatif di Indonesia
semakin memiliki peluang untuk tumbuh dan
menjadi salah satu sektor industri yang dapat
diandalkan, termasuk di antaranya adalah subsektor
animasi.
Salah satu pelaku kreatif di subsektor Animasi
adalah PT Kinema Systrans Multimedia, atau dikenal
juga dengan Infinite Frameworks (IFW) Studios,
yang didirikan tahun 2005 di Pulau Batam. Dengan
tempat kerja yang mampu mengakomodir 200300 seniman, IFW Studios telah mampu menjadi
suatu pusat pengembangan kreativitas berskala
global, dan menghubungkan industri Animasi
antara Indonesia dan Singapura. Para seniman
yang bekerja sama berasal baik dari Indonesia
dan Singapura. Lebih jauh, IFW Studios bahkan
telah menjadi salah satu industri kreatif yang layak
diperhitungkan di Asia Tenggara.
IFW Studios berfokus pada pembuatan serial
12
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
animasi untuk televisi (Animated TV Series) dan
Feature Films. Contoh serial TV animasi yang
merupakan hasil karya tim kreatif IFW Studios
adalah ‘Franklin & Friends’, ‘The Garfield Show’,
‘Leonard/Dr.Contraptus’, ‘Lucky Luke’ dan ‘Rollbots’.
Sementara untuk kategori Feature Films antara lain
‘Tatsumi’, ‘Meraih Mimpi’ dan ‘Sing to the Dawn’.
Karya-karya ini telah banyak disiarkan hingga ke
negara-negara lain. Misalnya Tatsumi, yang mulai
diproduksi tahun 2009 hingga 2011, pertama kali
ditayangkan pada Cannes International Film Festival
ke-64. Sementara itu, ‘Franklin & Friends’ memulai
debutnya di salah satu stasiun televisi Kanada
pada saluran Corus’s Treehouse bulan Maret 2011.
Sementara itu, The Garfield Show ditayangkan
seluruh dunia melalui saluran Cartoon Network.
Yang terpenting adalah IFW Studios konsisten
dalam penggunaan konten lokal, untuk kemudian
didistribusikan ke pasar lokal maupun internasional.
Selain itu, salah satu strategi yang diterapkan untuk
terus menghasilkan produk animasi yang inovatif
adalah komitmen untuk meningkatkan kapabilitas
para seniman yang terlibat, baik dari segi teknologi
dan penerapannya maupun dari segi pengetahuan
mengenai tren dan selera pasar terkini. Cara
Kisah Sukses
Ruang kerja kreatif di IFW Studios
kerja yang terstruktur dan visioner inilah yang
telah membawa IFW Studios menjadi salah satu
perusahaan penerima penghargaan Primaniyarta
2012 yang diadakan oleh DJPEN, Kementerian
Perdagangan.
Penghargaan yang diberikan langsung oleh Bapak
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada saat
acara pembukaan Trade Expo Indonesia ke-27
tanggal 17 OKtober 2012 di Jakarta International
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
13
Kisah Sukses
Expo (JIExpo), Kemayoran, membuktikan PT
Kinema Systrans Multimedia sebagai perusahaan
yang mumpuni sebagai Eksportir Pelopor Pasar
Baru (Category for Pioneer to the New Market). Hal ini
dikarenakan produk kreatif tergolong industri atau
bisnis yang baru berkembang di sejumlah negara,
termasuk Indonesia. Sebelumnya, industri kreatif
hanya dianggap sebagai bentuk hiburan semata.
Namun, kini industri kreatif telah menggeliat
sebagai suatu sumber perekonomian baru yang
bahkan mampu menyumbang terhadap PDB suatu
negara. Di Indonesia, kontribusi industri kreatif
terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) 2012
mencapai 6,9% atau senilai Rp 573,89 triliun.
terhadap negara-negara yang menyediakan
potensi pasarbagi produk-produk kreatif.
Negara-negara yang menjadi tujuan ekspor
utama bagi produk animasi adalah Singapura,
Amerika, Korea dan sejumlah negara di Eropa. Ini
menunjukkan bahwa produk animasi Indonesia
telah mendapat pengakuan oleh industri animasi
luar negeri, termasuk Amerika yang merupakan
indikator keberhasilan industri film dunia.
DIVERSIFIKASI PASAR UNTUK PRODUK KREATIF
Dalam kaitannya dengan Diversifikasi Pasar, maka
penguatan Industri Kreatif dapat menjadi salah
satu upaya pendukung untuk memasuki pasar nontradisional yang selama ini belum dimanfaatkan.
Industri kreatif mulai menjadi salah satu fokus dalam
faktor pertumbuhan ekonomi Indonesia pada
tahun 2008, yaitu sejak diluncurkannya Buku Cetak
Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia
2009-2025 oleh Kementerian Perdagangan. Dari
sini kemudian dilakukan riset secara intensif
Hasil Ekonomi Kreatif dari Tasikmalaya
14
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
Pameran produk animasi
dalam Pekan Produk
Kreatif Indonesia 2012
Seorang anak belajar membuat gerabah di salah satu sentra
di Natar, Lampung Selatan beberapa waktu lalu. Upaya
tersebut sebagai peningkatan kreativitas anak.
Kegiatan Ditjen PEN
3
1
0
2
Festival Ekonomi Kreatif Tingkat SMA
dan Sederajat se-Indonesia
Sebagai komitmen pemerintah untuk terus
berupaya mengembangkan Industri Kreatif di
Indonesia, DJPEN, Kementerian Perdagangan,
telah menyusun berbagai kegiatan untuk
lebih menggiatkan sektor usaha ini. Salah
satu dari kegiatan dimaksud adalah Festival
Ekonomi Kreatif Tingkat SMA dan Sederajat seIndonesia (FEKSI), bekerja sama dengan Serikat
Perusahaan Pers (SPS) Pusat. Dalam acara ini,
peserta terdiri dari pelajar Sekolah Menengah
Atas (SMA) dan yang sederajat dari seluruh
Indonesia.
Wakil Menteri
Perdagangan, Bayu
Krisnamurthi, memberi
sambutan pada FEKSI
2012
Pada penyelenggaraan yang ke-4 tahun 2013 ini,
FEKSI mengangkat tema besar “Muda, Kreatif,
Mandiri”. Kegiatan yang memperebutkan
piala bergilir Menteri Perdagangan ini terdiri
Para Pemenang Lomba Menulis Artikel FEKSI 2012
Kegiatan DJPEN
Roadshow FEKSI 2012 di Semarang, Makassar dan Yogyakarta
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
15
Kegiatan Ditjen PEN
dari beberapa rangkaian kegiatan, yaitu
Lomba Menulis Artikel, Lomba Debat dan
Lomba Menulis Proposal. Kegiatan FEKSI 2013
dimulai dengan kegiatan roadshow di enam
daerah, yaitu Medan, Palembang, Banjarmasin,
Makassar, Pekanbaru dan Denpasar. Kegiatan
roadshow yang akan dilaksanakan
pada
bulan April 2013 ini, selain untuk memberikan
pengetahuan
mengenai
perkembangan
Industri Kreatif di Indonesia, juga untuk
menjaring peserta yang akan mengikuti
lomba-lomba yang ada. Setelah melalui proses
penyeleksian, setiap daerah akan mengirimkan
wakil-wakilnya untuk masing-masing lomba,
dan akan diundang pada acara puncak FEKSI
yang akan diadakan pada bulan November
2013, bertempat di kantor Kementerian
Perdagangan, Jakarta.
Mengapa anak muda perlu mendapat perhatian
yang lebih khusus dalam pengembangan
Ekonomi Kreatif di Indonesia? Pada esensinya,
anak muda merupakan pendorong dan
penggerak Ekonomi Kreatif. Sebanyak 60%
persen dari penduduk Indonesia termasuk
dalam kategori usia produktif (productive
age). Dari 60% tersebut, 27% di antaranya
adalah anak muda (youth population),
dengan rentang usia antara 16 hingga 30
tahun, yang sangat potensial sebagai agen
perubahan yang dinamis, bersemangat serta
memiliki pemahaman terhadap penggunaan
internet (internet savvy). Selain itu, anak muda
cenderung lebih peduli pada lingkungan dan
pelestarian budaya.
Penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba
FEKSI 2012
16
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
Kriteria seperti itulah yang dibutuhkan untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Dengan penyelenggaraan FEKSI secara
kontinyu, diharapkan pemerintah dapat
menghubungkan antara kebutuhan anak
muda dari segi ruang gerak kreatif, dengan
kebutuhan dunia bisnis yang dituntut untuk
terus menghasilkan produk dan jasa yang
inovatif, sehingga dapat dipasarkan dan
bernilai komersil di pasar global.
taken part by 24 food and beverages companies, among
Tua Group, PT Marimas, PT. Indofood, Sekilas
and PT.Info
Garuda F
TRADE NEWS
The opening of the Indomart Public
is aRelations
breakthrough
to expan
Center
Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110
for Indonesian products
in Africa in General and
Tel: 021-3860371/Fax: 021-3508711
www.kemendag.go.id
marketing strategy is expected
to be an effective so
markets
with products
that have di
yet Afrika
to be seen in th
Toko
Indonesia
Pertama
GeneralThe
ofFirst
National
Export
of the Ministry
Indonesian
Store inDevelopment
Africa Officially Opens
INDOMART
Jakarta, February 8th 2013 – The first Indonesian store in the African region, Indomart, was
officially opened by the Indonesian Ambassador to Pretoria, Sjahril Sabaruddin, on January
26th 2013 in Johannesburg, South Africa. The local people and entrepreneurs, foreign
nationals, Namibian and Zimbabwean entrepreneurs, and Indonesian citizens residing in
South Africa were very enthusiastically present at the store’s opening.
The opening of an Indonesian store in South Africa is a joint effort pioneered by the
Ministry of Trade, the Indonesian Embassy in Pretoria, the Johannesburg ITPC and national
entrepreneurs. This initiative was launched during the Trade Mission led by the Vice
Minister of Trade in early 2012, which was a follow up to the Minister of Trade’s working
visit in the end of 2011. The format of the cooperation was thought off in more details
during Indonesia’s participation in the Africa Big Seven Exhibition mid 2012, which was
taken part by 24 food and beverages companies, among them being PT. Mayora, PT. Orang
Tua Group, PT Marimas, PT. Indofood, and PT. Garuda Food.
The opening of the Indomart is a breakthrough to expand and increase market penetration
for Indonesian products in Africa in General and in South Africa specifically. “This
marketing strategy is expected to be an effective solution to penetrate non-traditional
markets with products that have yet to be seen in the local markets,” said the Director
General of National Export Development of the Ministry of Trade, Gusmardi Bustami.
The types of products being sold at the Indomart store,
products and beverages, and also garments such as
service implemented is self-service. Another advanta
location such that it can be accessed easily by a major
that resides in Pretoria and Johannesburg.
Salah satu implementasi dari komitmen pemerintah
terkait strategi Diversifikasi Pasar ke negaranegara non-tradisional, tanggal 26 Januari 2013,
Kementerian Perdagangan c.q. DJPEN, meresmikan
toko Indonesia pertama di Afrika dengan label
Indomart. Peresmian Indomart dilakukan oleh
Duta Besar Republik Indonesia di Pretoria, Sjahril
Sabaruddin. Lokasinya yang strategis di kota
Johannesburg, diharapkan akan memudahkan
warga setempat serta penduduk di kota Pretoria
Dubes RI di Pretoria, serta Kepala dan Wakil Kepala
untuk berkunjung
danproducts
berbelanja
di Indomart.
The types of
being
sold at the Indomart store, among others, are foodstuffs, food
ITPC Johannesburg, sedang mengunjungi Indomart
products and beverages, and also garments such as batik. Meanwhile, the concept of
service implemented is self-service. Another advantage of the Indomart is its strategic
location such that it can be accessed easily by a majority of the South African community
that resides in Pretoria and Johannesburg.
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
17
conduct
South Africa by consigning their products to this store,” said the
nesians,inAsi
be Indotesting
eymarket
th
er
th
he
w
,
rs
ye
bu
Director
of Promotions and Images Development of the Ministry of Trade’s Directorate
e added.
f the
ores oalso
products,” hGeneral
re stwas
en moThis
ev
f
of National Export Development,
Pradnyawati.
made possible
o
g
in
en
p
o
e
th
.
Sekilas ill of course be an embryo for
re
tu
fu
e
th
in
h Africa Minister of Trade and the
becausewof the Joint Trade Commision
IIn between
SoutIndonesian
Mall” in the
ia
es
n
o
The Indomart Store
d
n
“I
esian
an
e,
al of Industry and Trade who
re IndoanFree
sc
o
r
m
ge
p
ig
o
b
el
a
ev
n
d
South
African
Minister
aims
to
realize
Trade Area by
o
,
to
d
rt
that the effo
f
o
same variety an
d
g
te
n
ti
ec
p
ke
ex
ar
m
is
e
it
,
th
f
re
o on Indonesian products
sion oAfrica and by establishing more
is st
loweringth
the
tariff
entering
at expanSouth
ut and th
o
d
Therefore, through
lle
ro
e
b
to
e
u
n
ill contiin Africa.
Indonesian
ica wstores
t.
stores in South Afr
ue to be carried ou
n
ti
n
co
ill
w
s
ct
u
d
to
Indonesian pro
urs that would like
ne
re
ep
tr
en
an
si
done
a repository for In
is store,” said the
e
th
m
to
co
ts
be
uc
so
od
al
pr
n
r
ei
ca
ng th
“Indomart
e’s Directorate
h Africa by consigni
ad
ut
Tr
So
f
in
o
g
y
tr
in
is
st
in
te
t
M
f the
le
conduct marke
es Development o
ag
Im
d
also made possib
an
s
as
n
w
o
ti
is
o
Th
m
o
i.
Pr
at
f
w
o
r
ya
n
Directo
Development, Prad
r of Trade and the
rt
te
o
is
p
in
Ex
M
al
n
n
ia
io
es
at
n
N
o
d
f
the In
General o
Trade Area by
mision II between
m
ee
o
C
Fr
e
a
ad
e
iz
Tr
t
al
in
re
Jo
to
e
aims
because of th
ore
ry and Trade who
st
u
d
In
f
o
d by establishing m
r
an
te
a
is
ic
in
fr
M
A
th
an
u
ic
So
fr
A
g
terin
South
nesian products en
o
d
In
n
o
ff
ri
ta
e
th
lowering
Africa.
Indonesian stores in
Info
Suasana pengunjung di toko Indomart
--end--
Source: Directorate General of National Export Development and the Indonesian Ambassador to
Pretoria
Edited by Public Relations Center of the Ministry of Trade
art
ng di toko Indom
Suasana pengunju
--end--
to
nesian Ambassador
do
In
e
th
d
an
t
en
elopm
National Export Dev
of
al
er
en
G
te
ra
to
urce: Direc
SoAwalnya,
Pret
ide untuk membuka toko Indonesia
di oria KBRI Pretoria, Indonesian
Trade Promotion Center
istry of Trade
in
M
e
th
of
er
nt
Ce
Afrika pertama kali diutarakan
saat Misi Dagang
(ITPC) Johannesburg, dan para pelaku usaha
lations ke
Edited by Public Re
Afrika Selatan pada awal tahun 2012 yang dipimpin
oleh Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi.
Dengan ditandatanganinya kerjasama perdagangan
antara Menteri Perdagangan Republik Indonesia
dan Menteri Perdagangan dan Industri Afrika
Selatan pada 16 Oktober 2012, untuk membentuk
Komite Bersama Perdagangan Indonesia-Afrika
Selatan, maka peluang untuk mewujudkan ide
tersebut semakin terbuka.
Toko Indomart ini merupakan hasil kerjasama
antara DJPEN – Kementerian Perdagangan dengan
18
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
nasional yang mengikuti Pameran Africa Big Seven
pada pertengahan tahun 2012, di antaranya adalah
PT Mayora, PT Orang Tua Group, PT Marimas, PT
Indofood dan PT Garuda Food. Dengan menerapkan
konsep swalayan sebagai metode pelayanan, toko
Indomart di Afrika Selatan memasarkan produkproduk asli Indonesia seperti bahan makanan,
produk makanan dan minuman, serta garmen
seperti batik.
Daftar Importir
Daftar Importir
ARABIAN TRADING CORPORATION (ATRACO)
PO BOX 24525, Jeddah 21456 King Abdul Azis
St., Balahmar Commercial Bld, 1st Floor, Flat No.5,
Jeddah-Saudi Arabia
Tel
: (966-2) 6478716, 6270462, 6475578
Fax
: (966-2) 649 0956
Email : [email protected],
Website: http://www.atraco.com.sa
Product: Garments, Textile, Sundries,
Foodstuff, Building/ Construction Materials, Industrials
CABEX FUEL POWER LTD
40, Kemal Ataturk Avenue, Bulu Ocean Tower, 1st
Fl, Dhaka, Bangladesh - 1213
Tel
: 880 2883 1981, 8836202
Fax
: 880 28831986
Email: [email protected]
Website: http://www.cobexpressbd
Product: Furniture, Building Material, Electronic Equipment
ELDAHMAN COMPANY
3 Ibrahim Pasha Abdo St From Cornish el Nile St,
in Front of Nady El Shorta/EI Dahman Bld, Benha
– Qalioubiyah, Egypt
Tel
: (002-1-012) 2431071 (002-011) 2484415
Fax
: (002-013) 3258385
Email: [email protected]
Website: http://www.eldahman.net
Product: Other Plywood, Blackboard
HYGIENIC TISSUE MILLS CC
Box 4197, Pietermaritzburg 3200 19 Cardiff Road
Willowton, Pietermaritzburg 3201,
South Africa - 3201
Tel
: (033) 3902581
Fax
: (033) 3901338
Email: [email protected]
Website: www.hygienictissuemills.com
Product: Tissue Paper
THIEN HA FURNITURE CORPORATION
152/24 str.,ward 25, Binh Thanh dist.,Ho Chi Minh
Tel
: 84-8-35120180
Fax
: 84-8-35173603
Email: [email protected]
Website: http://thienhafurniture.com
Contact Person: Le Nhung
Product: Furniture
VICKY FORM SA de CV
Recurson Hidraulicos No. 2 Fracc. Industrial
La Loma Tlalnepantia, Edo de Mex CP 54060
lalnepantia, Mexico - CP 54060
Tel
: (52-55) 5333 0360 Ext 2690
Fax
: (52-55) 5333 0361
Email: [email protected]
Website: http://www.vickyform.com
Product: Underwear
ZAVOD SINTANOLOV
606000 Nizhny Novgorod,Dzerzhinsk
Vostochnaya promzona,
PO BOX 22, Nizhny Novgorod,
Russia - 606000
Tel
: (831) 272 8863
Fax
: (831) 272 8850
Email: [email protected]
Website: http://www,norchem.ru
Product: Polyethylene
INDOWEAR TRADING LLC
PO BOX 40803
Dubai, United Arab Emirates
Tel
: (971 4) 2228298
Fax
: (971 4) 2236698
Email: [email protected]
Product: Garments, Made Up Knitted/
Crocheted Fabrics
NAKHUDA INTERNATIONAL
C-36/1, Block 13, Gulshan-e-Jauhar, Karachi,
Pakistan - 7529
Tel: 92-21-4614250
Fax: 92-21-2432716
Email: [email protected]
Website: http://nakhuda.en.ec21.com
Product: Paper Product
SAMEKS TARIM URUNLERI DIS TICARET VE
SANAYI LTD.ST
Uray Caddesi No.40
Mersin, Turkey - 33060
Tel
: (903) 242393250
Fax
: (903) 242380425
Email: [email protected]
Website: http://www.sameks.com.tr
Product: Coconut Desiccated
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
19
28
th
T R A D E X P O
Indonesia
Exhibition I Business Forum I Business Matching
16-20 October 2013
Jakarta, Indonesia
Organized by
The Ministry of Trade of the Republic of Indonesia
Directorate General of National Export Development
Phone : +6221-2352-8644
Fax : +6221-2352-8645
Email : [email protected]
www.tradexpoindonesia.com
Featuring Quality and Competitive Products
Agricultural Products
Coffe & Cocoa
Fisheries
Rubber & Rubber Products
Automotive & Components
Building Materials
Electrity & Electronics
Food & Beverages
Footware
Furniture
Glassware
Handicrafts
Household Goods
Jewelry & Accessories
Leather & Leather Products
Services
Textile & Textile Products
DGNED - Directorate General of National Export Development
Jl. M.I. Ridwan Rais No.5
Main Building 3rd floor
Jakarta 10110, Indonesia
Phone : +6221-385-8171
Fax : +6221-235-2865-2
Email : [email protected]
20
Warta Ekspor Edisi Februari 2013
Fly UP