...

Pid.B_2013_PN.Unh - Pengadilan Negeri Unaaha

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Pid.B_2013_PN.Unh - Pengadilan Negeri Unaaha
PUTUSAN
No. 06 / Pid.B / 2013 / PN. UNH
“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”
Pengadilan Negeri Unaaha yang memeriksa dan mengadili perkara pidana pada
peradilan tingkat pertama dengan acara pemeriksaan biasa telah menjatuhkan putusan
sebagai berikut dalam perkara terdakwa :
Nama
: ANSAR L. Alias BAPAKNYA ERWIN Bin
LATERUNGGE.
Tempat lahir
: Ameroro.
Umur / tanggal lahir
: 41 tahun / 10 Oktober 1971.
Jenis kelamin
: Laki-Laki .
Kebangsaan
: Indonesia .
Tempat tinggal
: Kelurahan Tudaone Kecamatan Konawe Kabupaten
Konawe.
Agama
: Islam.
Pekerjaan
: Tani
Terdakwa dalam perkara ini ditahan dalam Rutan Unaaha berdasarkan
Penetapan Penahanan dari :
1. Penyidik tidak dilakukan penahanan ;
2. Penuntut Umum ditahan dengan jenis tahanan Kota sejak tanggal 15 Januari
2013 s/d tanggal 03 Februari 2013 ;
3. Hakim Pengadilan Negeri Unaaha ditahan dengan jenis tahanan Rumah sejak
tanggal 22 Januari 2013 s/d tanggal 20 Februari 2013 ;
4. Perpanjangan penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri Unaaha dengan jenis
tahanan Rumah sejak tanggal 21 Februari 2013 s/d tanggal 21 April 2013 ;
Terdakwa di persidangan tidak didampingi Penasihat Hukum ;
PENGADILAN NEGERI TERSEBUT ;
Telah membaca surat-surat dalam berkas perkara ini;
Telah mendengar pembacaan Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum ;
Telah mendengar keterangan saksi-saksi ;
Telah mendengar keterangan terdakwa di persidangan ;
Telah memperhatikan barang bukti ;
2
Telah mendengar tuntutan pidana dari Penuntut Umum pada tanggal 04 Februari
2013, yang pada pokoknya menuntut agar Majelis Hakim Yang mengadili perkara ini
memutuskan :
1. Menyatakan terdakwa ANSAR L Alias BAPAKNYA ERWIN Bin LATERUNGGE
secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Tanpa hak
menguasai, membawa, menyimpan, menyembunyikan sesuatu senjata pemukul,
penikam atau senjata pemukul” melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Drt. Nomor 12 tahun
1951 tentang senjata pemukul, senjata penikam dan senjata penusuk, sebagaimana
dalam surat Dakwaan ;
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa ANSAR L Alias BAPAKNYA ERWIN Bin
LATERUNGGE dengan pidana penjara selama 3 (TIGA) Bulan dengan perintah
supaya terdakwa di tahan ;
3. Menyatakan barang bukti berupa :
-
1 (satu) bilah pisau jenis keris dengan panjang besi 18,5 cm berwarna hitam,
sarung badik terbuat dari kayu berwarna coklat dililit dengan menggunakan
isolasi bening.
Dirampas untuk dimusnahkan ;
4. Menetapkan supaya terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.000,(dua ribu rupiah) ;
Atas tuntutan pidana Penuntut Umum tersebut terdakwa secara lisan menyatakan
mohon keringan hukuman oleh karena terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji
tidak akan mengulanginya lagi ;
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke Persidangan dengan surat Dakwaan
No.Reg. Perkara : PDM-02/RP-9/Euh.1/01/2013 tertanggal Januari 2013 yang
selengkapnya sebagai berikut :
DAKWAAN :
Bahwa ia terdakwa ANSAR L Alias BAPAKNYA ERWIN Bin LATERUNGGE pada
hari Jumat tanggal 30 Nopember 2012 sekitar jam 09.15 wita atau setidak-tidaknya
pada waktu lain dalam bulan Nopember tahun 2012, bertempat di jalan Poros Kelurahan
Rahabangga, Kec. Unaaha, Kab. Konawe atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain
yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Unaaha yang berwenang
memeriksa dan mengadili perkaranya, dengan tanpa hak membawa, menyimpan dan
atau memiliki senjata penikam dan atau senjata penusuk berupa sebilah pisau jenis
keris, dilakukan terdakwa dengan cara dan perbuatan sebagai berikut :
-
Berawal pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut di atas ketika
HERMANTO (anggota Polisi) bersama beberapa anggota Kepolisian dari Polres
3
Konawe yang sedang melaksanakan operasi sikat anoa 2012 memberhentikan
mobil yang dikemudikan oleh ISRAM LAISA bersama-sama dengan terdakwa,
ABD. RAJAB dan AGUS kemudian HERMANTO (anggota Polisi) melakukan
pemeriksaan terhadap kelengkapan surat izin mengemudi dan surat kepemilikan
mobil serta melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap masingmasing penumpang mobil tersebut selanjutnya ketika melakukan pemeriksaan
terhadap diri terdakwa, HERMANTO (anggota Polisi) mendapati 1 (satu) bilah
pisau jenis keris dengan panjang besi 18,5 cm berwarna hitam, sarung badik
terbuat dari kayu berwarna coklat dililit dengan menggunakan isolasi bening yang
disimpan oleh terdakwa dengan cara diselipkan dipinggang sebelah kiri,
selanjutnya ketika HERMANTO (Anggota Polisi) menanyakan mengenai surat
kepemilikan senjata tajam pisau jenis keris tersebut terdakwa menjelaskan
bahwa ia tidak mempunyai ijin membawa, menyimpan dan atau memiliki senjata
tersebut dari pejabat yang berwenang.
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat
(1) UU Drt Nomor 12 tahun 1951 tentang senjata pemukul, senjata penikam dan senjata
penusuk ;
Menimbang, bahwa atas Surat Dakwaan Penunutut Umum yang dibacakan
tersebut, Terdakwa menyatakan telah mengerti dan tidak mengajukan eksepsi /
keberatan ;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan Dakwaannya, Penuntut Umum telah
mengajukan saksi-saksi di persidangan, masing-masing telah memberikan keterangan
di bawah sumpah yaitu :
1. Saksi HERMANTO, SE.
- Bahwa pada hari Jumat tanggal 30 Nopember 2012 sekitar jam 09.00 wita
bertempat di Jalan Poros Unaaha- Kolaka tepatnya di Kel. Rahabangga, Kec.
Unaaha, Kab. Konawe saksi dan rekan-rekan saksi sesama angota Polisi
melakukan Operasi Sikat Anoa ;
- Bahwa
saat
melakukan
Operasi
tersebut
saksi
dan
teman-teman
saksi
memberhentikan mobil yang ditumpangi terdakwa kemudian saksi menanyakan
surat-surat kendaraan serta melakukan penggeledahan terhadap kendaraan dan
penumpang mobil ;
- Bahwa pada saat saksi menggeledah terdakwa saksi menemukan sebilah keris
yang disimpan di pinggah sebelah kiri terdakwa ;
- Bahwa terdakwa tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang membawa keris
tersebut ;
- Bahwa keris termasuk salah satu senjata tajam ;
4
Atas keterangan yang diberikan oleh saksi, terdakwa tidak keberatan dan
membenarkannya ;
2. Saksi ISRAN LAISA Alias ISRAN Bin LAUDU
- Bahwa pada hari Jumat tanggal 30 Nopember 2012 sekitar jam 09.00 wita
bertempat di Jalan Poros Unaaha-Kolaka tepatnya di Kel. Rahabangga, Kec.
Unaaha, Kab. Konawe, terdakwa ditemukan oleh anggota Polisi membawa senjata
tajam jenis keris ;
- Bahwa awalnya saksi bersama-sama dengan ABD. RAJAB Bin HARIBAU dan
AGUS menyinggahi terdakwa menggunakan kendaraan mobil untuk menuju ke
Kolaka ;
- Bahwa
ditengah perjalanan
ada swiping
(razia)
anggota Kepolisian lalu
menghentikan mobil yang kami tumpangi dan memeriksa SIM serta STNK
kemudian memeriksa penumpang satu persatu dimana ditemukan senjata tajam
berupa keris yang berada di pinggang terdakwa kemudian terdakwa ditangkap
langsung dibawa ke Kantor Polre Konawe ;
- Bahwa saksi tidak mengetahui apakah terdakwa memiliki izin kepemilikan senjata
tajam ;
- Bahwa saksi tidak mengetahui tujuan terdakwa membawa senjata tajam ;
Atas keterangan yang diberikan oleh saksi, terdakwa tidak keberatan dan
membenarkannya ;
Menimbang, bahwa terdakwa di persidangan telah diberikan kesempatan untuk
mengajukan saksi meringankan (saksi a de charge) maupun bukti-bukti lainnya tetapi
terdakwa menyatakan tidak mengajukannya ;
Menimbang, bahwa selanjutnya Terdakwa di persidangan telah memberikan
keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut :
- Bahwa terdakwa mengerti diajukan ke persidangan karena ada kasus senjata
tajam;
- Bahwa pada hari Jumat tanggal 30 Nopember 2012 sekitar jam 09.00 wita
bertempat di Jalan Poros Unaaha-Kolaka tepatnya di Kel. Rahabangga, Kec.
Unaaha, Kab. Konawe, terdakwa ditemukan oleh anggota Polisi membawa senjata
tajam ;
- Bahwa senjata tajam yang ditemukan oleh anggota Polisi dari terdakwa jenisnya
keris ;
- Bahwa awalnya terdakwa bersama-sama dengan teman-teman terdakwa hendak
menuju ke Kolaka dengan mengendarai sebuah mobil ;
5
- Bahwa
ditengah perjalanan
ada swiping
(razia)
anggota Kepolisian lalu
menghentikan mobil yang kami tumpangi dan memeriksa SIM serta STNK
kemudian memeriksa penumpang satu persatu dimana saat anggota Polisi
memeriksa terdakwa ditemukan senjata tajam berupa keris yang berada di
pinggang sebelah kiri terdakwa kemudian terdakwa ditangkap dan dibawa ke
Kantor Polres Konawe ;
- Bahwa senjata tajam jenis keris tersebut adalah milik terdakwa yang tujuan
terdakwa membawanya untuk menjaga diri ;
- Bahwa terdakwa tidak memiliki izin memiliki dan membawa senjata tajam jenis
keris;
Menimbang, bahwa di persidangan Jaksa Penuntut Umum telah mengajukan
barang bukti berupa : 1 (satu) bilah pisau jenis keris dengan panjang besi 18,5 cm
berwarna hitam, sarung badik terbuat dari kayu berwarna coklat dililit dengan
menggunakan isolasi bening ;
Menimbang, bahwa oleh karena barang bukti tersebut telah disita secara sah
menurut hukum, maka dapat digunakan dan dipertimbangkan sebagai bukti dalam
perkara ini ;
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi di persidangan dan
keterangan terdakwa yang dihubungkan dengan barang bukti dalam perkara ini yang
saling bersesuaian, maka majelis Hakim mendapatkan fakta - fakta hukum sebagai
berikut :
- Bahwa benar pada hari Jumat tanggal 30 Nopember 2012 sekitar jam 09.00 wita
bertempat di Jalan Poros Unaaha-Kolaka tepatnya di Kel. Rahabangga, Kec.
Unaaha, Kab. Konawe, terdakwa ditemukan oleh anggota Polisi membawa senjata
tajam jenisnya keris ;
- Bahwa benar awalnya anggota Polisi melakukan Operasi Sikat Anoa dengan tujuan
memeriksa kendaraan dan penumpangnya ;
- Bahwa benar pada saat Operasi tersebut melintas terdakwa bersama-sama dengan
teman-teman terdakwa hendak menuju ke Kolaka dengan mengendarai sebuah
mobil kemudian kendaraan yang ditumpangi terdakwa dihentikan oleh anggota
Polisi ;
- Bahwa benar Anggota Kepolisian kemudian memeriksa SIM serta STNK kemudian
memeriksa penumpang satu persatu dimana saat anggota Polisi memeriksa
terdakwa ditemukan senjata tajam berupa keris yang berada di pinggang sebelah
kiri terdakwa kemudian terdakwa ditangkap dan dibawa ke Kantor Polres Konawe ;
- Bahwa benar senjata tajam jenis keris tersebut adalah milik terdakwa yang tujuan
terdakwa membawanya untuk menjaga diri ;
6
- Bahwa benar terdakwa tidak memiliki izin memiliki dan membawa senjata tajam
jenis keris;
Menimbang, bahwa untuk mempersingkat uraian Putusan ini maka segala
sesuatu yang terjadi dalam persidangan sebagaimana termuat dalam Berita Acara
sidang dianggap telah termasuk dan dipertimbangkan pula dalam putusan ini ;
Menimbang, bahwa selanjutnya akan dipertimbangkan apakah terdakwa
dapat dipersalahkan telah melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan oleh
Penuntut Umum;
Menimbang, bahwa untuk menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan
perbuatan sebagaimana yang didakwakan oleh penuntut Umum, maka harus dapat
dibuktikan bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi semua unsur-unsur pasal dari
tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa;
Menimbang, bahwa dakwaan Penuntut Umum disusun secara Tunggal
sehingga Majelis Hakim mempertimbangkan Dakwaan tersebut yaitu melanggar Pasal 2
ayat (1) UU Drt. Nomor 12 tahun 1951, yang unsur-unsur Pasalnya sebagai berikut :
1. Barang siapa ;
2. Tanpa Hak Membawa, Memiliki, Menguasai, Menyimpan Sesuatu Senjata
Penikam Atau Senjata Penusuk ;
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan satu
persatu dari unsur pasal yang didakwakan terhadap diri terdakwa tersebut sebagai
berikut:
ad. 1. Unsur Barang Siapa
Menimbang, bahwa unsur “Barang Siapa” dalam tindak pidana menunjuk
kepada Subyek Hukum yaitu manusia pribadi (Natuurlijke Persoon) dan badan hukum
(Rechts persoon) selaku pendukung hak dan kewajiban ;
Menimbang, bahwa unsur “Barang Siapa” adalah untuk mengetahui siapa
atau siapa saja orangnya yang didakwa atau akan dipertanggungjawabkan karena
perbuatannya yang telah dilakukan sebagaimana dirumuskan di dalam surat dakwaan ;
Menimbang,
bahwa
di
dalam
persidangan,
Penuntut
Umum
telah
menghadapkan ANSAR L. Alias BAPAKNYA ERWIN Bin LATERUNGGE yang
diajukan sebagai terdakwa setelah identitasnya diperiksa ternyata telah sesuai dengan
yang tercantum dalam Surat dakwaan sedangkan mengenai perbuatan Terdakwa
7
sebagaimana dalam dakwaan akan dibuktikan perbuatannya dalam unsur selanjutnya
sehingga dengan demikian unsur “Barang siapa” telah terpenuhi ;
ad. 2. Unsur Tanpa Hak Membawa, Memiliki, Menguasai, Menyimpan Sesuatu
Senjata Penikam Atau Senjata Penusuk ;
Menimbang, bahwa unsur ini bersifat alternatif artinya tidak perlu secara
keseluruhan unsure ini terpenuhi, apabila salah satu sub unsure terpenuhi maka unsure
ini terbukti ;
Menimbang, bahwa sesuai Pasal 2 ayat (2) UU Darurat No. 12 Tahun 1951,
dalam pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata dalam pasal ini, tidak
termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimasukkan untuk dipergunakan guna
pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau kepentingan melakukan
dengan sah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang
pusaka atau barang kuno atau barang ajaib ;
Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan tanpa hak adalah perbuatan yang
dilakukan dengan tanpa kewenangan dikarenakan tidak memiliki izin dari pihak yang
berwajib sehingga perbuatan yang dilakukan dapat dikatakan melawan hukum atau
melanggar peraturan yang berlaku, sehingga dalam unsur ini mensaratkan seseorang
yang ingin membawa, memiliki, menguasai, menyimpan sesuatu senjata pemukul,
senjata penikam atau senjata penusuk harus dilengkapi dengan ijin, apabila tidak
dilengkapi dengan ijin pihak yang berwajib maka dapat dikatakan melawan hukum ;
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap pada hari
pada hari Jumat tanggal 30 Nopember 2012 sekitar jam 09.00 wita bertempat di Jalan
Poros Unaaha-Kolaka tepatnya di Kel. Rahabangga, Kec. Unaaha, Kab. Konawe,
terdakwa ditemukan oleh anggota Polisi membawa senjata tajam jenisnya keris ;
Menimbang, bahwa awalnya anggota Polisi melakukan Operasi Sikat Anoa
dengan tujuan memeriksa kendaraan dan penumpangnya ;
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi HERMANTO, SE, saksi
ISRAN LAISA dan keterangan terdakwa di persidangan pada saat Operasi (razia)
tersebut melintas terdakwa bersama-sama dengan teman-teman terdakwa hendak
menuju ke Kolaka dengan mengendarai sebuah mobil kemudian kendaraan yang
ditumpangi terdakwa dihentikan oleh anggota Polisi ;
Menimbang, bahwa Anggota Kepolisian kemudian memeriksa SIM serta STNK
kemudian memeriksa penumpang satu persatu dimana saat anggota Polisi memeriksa
terdakwa ditemukan senjata tajam berupa keris yang berada di pinggang sebelah kiri
terdakwa yang mana senjata tajam jenis keris tersebut diakui sebagai milik terdakwa ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pengakuan terdakwa tujuan terdakwa
membawa senjata tajam jenis keris untuk menjaga diri dimana berdasarkan hasil
8
pemeriksaan terdakwa tidak memiliki izin memiliki dan membawa senjata tajam jenis
keris tersebut ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut Majelis Hakim menilai
bahwa benar terdakwa telah memiliki dan membawa keris yang merupakan senjata
tajam tanpa dilengkapi dengan izin dari pihak yang berwenang, sehingga dengan
demikian unsur “Tanpa Hak Membawa, Memiliki, Menguasai, Menyimpan Sesuatu
Senjata Penikam Atau Senjata Penusuk” telah terpenuhi ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas
maka seluruh unsur-unsur dari Pasal 2 ayat (1) UU Drt. Nomor 12 tahun 1951 dalam
Dakwaan yang didakwakan oleh Penuntut Umum telah terpenuhi oleh perbuatan
terdakwa, sehingga sesuai Pasal 193 ayat (1) KUHAP terdakwa dinyatakan telah
terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang
didakwakan kepadanya ;
Menimbang, bahwa selama pemeriksaan di persidangan tidak ditemukan
adanya alasan pemaaf maupun alasan pembenar pada perbuatan Terdakwa,
sedangkan
Terdakwa
adalah
orang
yang
cakap
berbuat
hukum,
mampu
bertanggungjawab di depan hukum maka terdakwa dapat bertanggung jawab atas
perbuatannya ;
Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa dinyatakan bersalah tentang
perbuatan yang telah terbukti, maka terhadap diri terdakwa haruslah dijatuhkan pidana
yang setimpal dengan perbuatannya tersebut sesuai pasal 193 ayat (1) KUHAP ;
Menimbang, bahwa karena masa penahanan baik Penahanan Rumah
maupun penahanan Kota yang telah dijalani terdakwa adalah sah menurut hukum,
maka cukup beralasan masa penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan
seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ;
Menimbang, bahwa mengenai barang bukti dalam perkara ini berupa : 1
(satu) bilah pisau jenis keris dengan panjang besi 18,5 cm berwarna hitam, sarung
badik terbuat dari kayu berwarna coklat dililit dengan menggunakan isolasi bening,
berdasarkan fakta yang telah terungkap di persidangan dimana barang bukti tersebut
adalah milik terdakwa dan sifatnya senjata tajam yang dapat membahayakan maka
barang bukti tersebut akan dirampas dan dimusnahkan ;
Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dijatuhi pidana, sesuai Pasal 222
ayat (1) KUHAP maka
cukup beralasan terdakwa dibebani untuk membayar biaya
perkara yang jumlahnya akan disebutkan dalam amar putusan ;
Menimbang, bahwa sebelum menjatuhkan putusan maka perlu dipertimbangkan
hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan atas diri terdakwa ;
9
HAL-HAL YANG MEMBERATKAN :
-- Perbuatan terdakwa dapat meresahkan masyarakat ;
-- Perbuatan terdakwa dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain;
HAL-HAL YANG MERINGANKAN :
-- Terdakwa belum pernah dihukum ;
-- Terdakwa bersikap sopan dan tertib di persidangan ;
-- Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi;
-- Terdakwa mengakui terus terang perbuatannya sehingga memperlancar
jalannya persidangan ;
-- Terdakwa memiliki tanggungan keluarga ;
-- Terdakwa dalam keadaan sakit yang memerlukan perawatan ;
Menimbang, bahwa penjatuhan pidana kepada terdakwa tidak dimaksudkan
sebagai upaya balas dendam, akan tetapi lebih ditekankan pada usaha untuk membina
terdakwa agar dapat menyadari kesalahannya yang nantinya diharapkan dapat hidup
kembali bermasyarakat tanpa melakukan perbuatan pidana lagi ;
Menimbang, bahwa dengan memperhatikan keadilan yang berlaku menurut
hukum dan rasa keadilan yang ada dalam masyarakat, maka Majelis Hakim akan
menjatuhkan Putusan sebagai mana termuat dalam amar Putusan yang dirasa adil dan
seimbang dengan perbuatan terdakwa tersebut ;
Mengingat, ketentuan Pasal 2 ayat (1) UU Drt. Nomor 12 tahun 1951 Jo.
Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara
Pidana serta peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan perkara ini;
MENGADILI :
1.
Menyatakan Terdakwa ANSAR L. Alias BAPAKNYA ERWIN Bin LATERUNGGE
telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana
“TANPA HAK MEMILIKI DAN MEMBAWA SENJATA PENIKAM ATAU SENJATA
PENUSUK” ;
2.
Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa ANSAR L. Alias BAPAKNYA ERWIN Bin
LATERUNGGE oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (SATU) BULAN
DAN 15 (LIMA BELAS) HARI ;
3.
Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa akan dikurangkan
seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ;
10
4.
Menetapkan barang bukti berupa : 1 (satu) bilah pisau jenis keris dengan panjang
besi 18,5 cm berwarna hitam, sarung badik terbuat dari kayu berwarna coklat dililit
dengan menggunakan isolasi bening
Dirampas untuk dimusnahkan ;
5.
Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.
5.000,- (lima ribu rupiah) ;
Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan
Negeri Unaaha pada hari : Kamis tanggal 07 Februari 2013 oleh kami : MUHAMMAD
ALFI SAHRIN USUP, SH., MH. sebagai Hakim Ketua Majelis, MUSAFIR, SH. dan
BASRIN, SH. masing – masing sebagai Hakim Anggota, Putusan tersebut diucapkan
dalam persidangan yang terbuka untuk umum pada hari Rabu tanggal 25 September
2013 oleh MUSAFIR, SH. sebagai Hakim Ketua Majelis BASRIN, SH dan AGUS
SOETRISNO, SH. sebagai Hakim-Hakim Anggota tersebut di atas dibantu oleh ADI
ANTO, SH., MH. Panitera Pengganti Pengadilan Negeri tersebut dan dihadiri pula oleh
RACHMA ARYANI TUASIKAL, SH. selaku Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri
Unaaha dihadapan terdakwa.
HAKIM ANGGOTA,
HAKIM KETUA,
1. BASRIN, SH.
MUSAFIR, SH.
2. AGUS SOETRISNO, SH.
PANITERA PENGGANTI,
ADI ANTO, SH., MH.
11
Fly UP