...

hubungan antara posisi miring kiri dengan proses mempercepat

by user

on
Category: Documents
2

views

Report

Comments

Transcript

hubungan antara posisi miring kiri dengan proses mempercepat
HUBUNGAN ANTARA POSISI MIRING KIRI DENGAN PROSES
MEMPERCEPAT PENURUNAN KEPALA JANIN PADA PROSES
PERSALINAN DI BPM NY. M SLEROK KOTA TEGAL
Nurul Dwi Ariastuti1, Edi Sucipto2, Istiqomah Dwi Andari3
Email :[email protected]
DIII Kebidanan Politeknik Harapan Bersama,
Jalan Mataram No. 9 Kota Tegal 52142, Indonesia Telp (0283) 352000
Abstrak
Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan plasenta) yang telah telah cukup bulan
atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa
bantuan (kekuatan sendiri). Di dalam tahapan persalinan Kala I pengaturan posisi mempunyai pengaruh
terhadap persalinan, seperti posisi miring kiri merupakan posisi istirahatyang paling baik, sering dipakai
untuk intervensi yang mendesak, baik digunakan untuk mengatur kecepatan pada kala dua, memudahkan
untuk istirahat diantara kontraksi selama akhir kala satu dan pada kala dua persalinan. Rancangan dan
jenis penelitian ini adalah survry analitik dan crossectional, jenis data ada 2 yaitu data primer dan data
sekunder, data primer dikumpulkan melalui pengisian lembar observasi serta data sekunder dengan kajian
terhadap sumber atau reverensi yang relevan, sedangkan jumlah sampel yang digunakan adalah 24
responden dan menggunakan analisis data dengan chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada
hubungan antara posisi miring kiri dengan proses mempercepat penurunan kepala janin, dengan sebagian
besar responden memilih untuk posisi miring kiri pada proses persalinan pada kala I. Disarankan agar
pemilihan posisi persalinan lebih diperhatikan lagi oleh tenaga kesehatan.
Kata kunci : Posisi miring, proses persalinan
1. Pendahuluan
Angka
Kematian
Ibu
(AKI)
merupakan masalah yang sedang dihadapi
bangsa kita, salah satu penyumbang AKI
adalah tentang persalinan. Persalinan adalah
proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan
plasenta) yang telah telah cukup bulan atau
dapat hidup di luar kandungan melalui jalan
lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan
atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri).1
Di dalam tahapan persalinan Kala I
pengaturan posisi mempunyai pengaruh
terhadap persalinan, seperti posisi miring
kiri merupakan posisi istirahat yang paling
baik, sering dipakai untuk intervensi yang
mendesak, baik digunakan untuk mengatur
kecepatan pada kala dua, memudahkan
untuk istirahat diantara kontraksi selama
akhir kala satu dan pada kala dua persalinan.
2
Target yang ingin dicapai MDGs
(Millenium development goals) untuk
menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI)
sebesar ¾ dalam kurun waktu 1990- 2015
yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup
(WHO, 2012).3
Sedangkan Angka Kematian Ibu
(AKI) tahun 2012 di Provinsi Jawa Tengah
mengalami peningkatan yang cukup tinggi
dari Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2011
yaitu mencapai 675 per 10.000 kelahiran
hidup dari 668 per 10.000 kelahiran hidup.
Penyebab utamanya adalah pre eklampsia
dan eklampsia. 4
Untuk mengurangi AKI peran tenaga
kesehatan
sangat
berperan
penting
khususnya peran bidan dalam menolong
persalinan, persalinan yang dimaksud adalah
persalinan normal yaitu proses pengeluaran
janin yang terjadi pada kehamilan yang
cukup bulan (37-42 minggu) lahir spontan
dengan presentasi belakang kepala yang
berlangsung dalam 18 jam,tanpa komplikasi
pada ibu maupun janin.
Dalam proses persalinan pengaturan
posisi ikut berperan penting di dalam
persalinan, posisi yang dimaksudkan disini
yaitu menganjurkan ibu untuk mencoba
posisi-posisi yang nyaman selama persalinan
dan melahirkan bayi. Ada beberapa
pengaturan posisi pada ibu bersalin seperti
posisi berdiri, setengah duduk, jongkok,
60
merangkak, tidur miring kiri. Dalam
persalinan posisi yang sering digunakan
pada kala 1 yaitu posisi miring kiri karena
posisi ini lebih nyaman dan lebih efektif
untuk meneran. Posisi tersebut mungkin
baik jika ada masalah bagi bayi yang akan
berputar ke posisi oksiput anterior .5
Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota
Tegal mencapai 176,33 per 100.000
kelahiran hidup , merupakan angka yang
cukup tinggi untuk ukuran Kota Tegal.
Jumlah ibu hamil pada tahun 2013 sejumlah
5237 ibu hamil, Sedangkan untuk ibu
bersalin di Kota Tegal tahun 2013 sebanyak
4537 ibu bersalin dan pada 2014 sampai
bulan februari sejumlah 610 ibu bersalin.
Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di
Kota Tegal antara lain disebabkan belum
berfungsinya Program Perencanaan dan
Pencegahan Komplikasi (P4K) secara
maksimal. P4K merupakan pemeriksaan
kehamilan yang dilakukan oleh bidan
sebagai
upaya
untuk
meningkatkan
pengetahuan ibu hamil, suami dan keluarga
tentang semua kehamilan beresiko atau
membahayakan, bahaya kehamilan dan
persalinan serta ajakan kepada ibu hamil,
suami dan keluarganya untuk melakukan
perencanaan persalinan. Penyebab lain dari
tingginya Angka Kematian Ibu adalah
kurang optimalnya deteksi dini pada faktor
resiko.6
Kelurahan Slerok tidak terdapat
Angka Kematian Ibu (AKI). Sedangkan data
ibu bersalin di Puskesmas Slerok tahun 2013
sebanyak 543 ibu bersalin, dan sampai bulan
februari tahun 2014 sejumlah 68 ibu
bersalin.
Berdasarkan studi kasus yang telah
dilakukan pada 10 ibu bersalin di BPM Ny.
M dalam karakteristik penurunan di Hodge
II, ada sebanyak 4 ibu bersalin yang
menggunakan posisi miring kiri yang
mempengaruhi penurunan kepala janin.
2. Metode Penelitian
Penelitian menggunakan metode
survey Analitik dengan melihat menggali
bagaimana dan fenomena kesehatan
hubungan antara posisi miringkiri dengan
proses mempercepat penurunan kepalajanin
pada proses persalinan Kriteria inklusi
sampel pada penelitian ini adalah Ibu
bersalin yang ada di BPM NY.M Slerok
Kota Tegal, Kriteria eksklusi adalah Ibu
bersalin yang menggunakan posisi miring
kekanan. Penelitian dilakukan dengan
menggunakan koesioner multiple choice
yaitu tentang Pengertian, Posisi melahirkan,
dan cara meneran yang benar dengan
memberikan formulir daftar pertanyaan yang
diajukan secara tertulis kepada responden
untuk mendapatkan jawaban.
3. Hasil dan Pembahasan
Dari hasil lembar observasi terhadap 24
ibu yang melahirkan pada penurunan kepala
di Bidang Hodge II dan yang menggunakan
Posisi Miring Kiri ataupun tidak Miring Kiri
diperoleh sebagai berikut :
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden
berdasarkan Umur
Umur
n
(%)
Responden
20-35 thn
22
91.7
> 35 thn
2
8.3
Total
24
100
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian besar responden berusia 20 – 35 th
yaitu sebanyak 22 responden (91.7%), dan
responden berumur > 35 tahun sebanyak 2
responden (8.3%).
Menunjukan bahwa sebagian besar
responden berusia 20 – 35 th yaitu sebanyak
22 responden (91.7%), dan responden
berumur > 35 tahun sebanyak 2 responden
(8.3%).7 mengemukaan bahwa makin tua
umur seseorang maka proses-prosese
perkembangan mentalnya bertambah baik,
akan
tetapi
pada
umur
tertentu,
bertambahnya proses perkembangan mental
ini tidak seperti ketika berumur belasan
tahun.
Tabel
2.
Distribusi frekuensi
berdasarkan pendidikan
responden
Pendidikan
n
%
SD
4
16.7
SMP
8
33.3
SMA
12
50.0
Total
24
100
Dari hasil penelitian menunjukkan
bahwa
sebagian
besar
pendidikan
responden SMA sebanyak 12 responden
(50.0%), SMP sebanyak 8 responden
(33.3%), SD sebanyak 4 responden (16.7%).
61
Pendidikan menurut Wawan (2011), adalah
suatu usaha
untuk mengembangkan
kepribadian dan kemampuan didalam diluar
sekolah dan berlangsung seumur hidup.
Pendidikan mempengaruhi proses belajar,
makin tinggi pendidikan seseorang maka
akan cenderung untuk mendapatkan
informasi, baik dari orang lain maupun dari
media massa. Semakin banyak informasi
yang masuk semakin banyak pola
pengetahuan
yang
didapat
tentang
kesehatan.8
Tabel
3.
Distribusi frekuensi
berdasarkan paritas
responden
Paritas
n
%
Primipara
7
29.2
Multipara
17
70.8
Total
24
100
Dari Tabel 3 menunjukkan bahwa
sebagian besar Multipara sebanyak 17
responden (70.8%), Primipara sebanyak 7
responden (29.2%).
Paritas adalah pengalaman wanita
berkaitan dengan kehamilan, abortus,
persalinan prematur, dan persalinan aterm
serta anak yang hidup.9
Tabel 4. Distribusi frekuensi berdasarkan
pekerjaan
Pekerjaan
IRT
SWASTA
Total
n
22
2
24
%
91.7
8.3
100
Dari Tabel 4 menunjukan bahwa
sebagian besar sebagai IRT sebanyak 22
responden (91.7%), Swasta sebanyak 2
responden (8.3%).
Tabel 5. Distribusi berdasarkan posisi miring
Posisi
Tidak Miring kiri
Miring kiri
Total
Frekuensi
4
20
24
Presentasi
16.7
83.3
100
Dari Tabel 5 dapat diketahui bahwa
posisi miring kiri sebanyak 20 responden
(83.3%). Yang tidak menggunakan posisi
miring kiri sebanyak 4 responden (16.7%).
Tabel 6. Distribusi frekuensi berdasarkan
waktu lamanya kala I
Waktu
≤ 6 Jam
n
19
%
79.2%
>6 Jam
Total
5
24
20.8%
100.0%
Dari Tabel 6 dapat diketahui bahwa
sebagian besar lama kala I yaitu ≤ 6 jam
sebanyak 19 responden (79.2%), dan > 6
jam sebanyak 5 responden (20.8%).
Untuk menganalisis hubungan antara
posisi
miring
kiri
dengan
proses
mempercepat penurunan kepala janin pada
proses persalinan di BPM Ny. M Slerok
Kota Tegal menggunakan uji Chi Square.
Syarat uji Chi Square adalah tidak boleh
mempunyai nilai ekspetasi kurang dari 5
sebanyak 20 %. Di uji Chi Square ini nilai
ekspetasi kurang dari 5 sebanyak 66,7%
sehingga tidak memenuhi syarat sehingga
dilakukan uji fisher exac.10
Hasil uji fisher exact diperoleh Nilai
X 2 Hitung = 1,263 dan Nilai X 2 Tabel =
3,481, jadi X 2 Hitung lebih kecil dari X 2
Tabel. Dan dari hasil uji fisher exact
diperoleh nilai ρ = 0,544 (nilai probabilitas
(ρ) > α (0,05)). Dengan demikian HO
diterima yang artinya tidak signifikan,
sehingga tidak ada Hubungan Antara Posisi
Miring Kiri dengan Proses Mempercepat
Penurunan Kepala Janin.
Mengemukaan bahwa makin tua umur
seseorang
maka
proses-prosese
perkembangan mentalnya bertambah baik,
akan
tetapi
pada
umur
tertentu,
bertambahnya proses perkembangan mental
ini tidak seperti ketika berumur belasan
tahun.
Pendidikan menurut Wawan (2011),
adalah suatu usaha untuk mengembangkan
kepribadian dan kemampuan didalam diluar
sekolah dan berlangsung seumur hidup.
Pendidikan mempengaruhi proses belajar,
makin tinggi pendidikan seseorang maka
akan cenderung untuk mendapatkan
informasi, baik dari orang lain maupun dari
media massa. Semakin banyak informasi
yang masuk semakin banyak pola
pengetahuan
yang
didapat
tentang
kesehatan.11
Paritas adalah pengalaman wanita
berkaitan dengan kehamilan, abortus,
persalinan prematur, dan persalinan aterm
serta anak yang hidup.12
Status sosial ekonomi seseorang akan
menentukan tersedianya suatu fasilitas yang
62
diperlukan untuk kegiatan tertentu, sehingga
status
sosial
ekonomi
ini
akan
mempengaruhi
sikap
atau
perilaku
seseorang.
Posisi berbaring mirng adalah Arah
posisi ibu tergantung pada letak ubun – ubun
bayi. Jika berada di kiri, maka ibu anjurkan
mengambil posisi miring ke kiri sehingga
bayi diharapkan bisa berputar, demikian
pula sebaliknya. Posisi ini mengharuskan
ibu berbaring ke kiri atau ke kanan. Salah
satu kakinya di angkat, sedangkan kaki
lainya dalam keadaan lurus posisi yang
sering disebut posisi lateral ini, umumnya
dilakukan bila posisi kepala bayi belum
tepat.13
Kala satu persalinan dimulai sejak
terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan
servik hingga mencapai pembukaan lengkap
10 cm. Persalinan kala I dibagi menjadi 2
fase, yaitu fase laten dan fase aktif. Fase
laten persalinan dimulai sejak awal kontraksi
yang
menyebabkan
penipisan
dan
pembukaan
servik
secara
bertahap,
pembukaan servik kurang dari 4 cm,
biasanya berlangsung hingga dibawah 8 jam.
Faktor penting saat seorang wanita
berada dalam persalinan adalah bukan saat
ia akhirnya melahirkan, tetapi saat ia tetap
mampu bergerak dengan gelisah selama
persalinan. Mobilisasi membantu ibu untuk
tetap merasa terkendali. Membiarkan ibu
bersalin untuk memilih posisi persalinan
memiliki banyak keuntungan, misalnya
mengurangi rasa tidak nyaman, mengurangi
trauma perineum, dan menjadi lebih mudah
meneran.14
Posisi yang di terapkan saat
persalinan
harus
dapat
menghindari
terjadinya hipoksia pada janin, menciptakan
pola kontraksi uterus yang efisien,
meningkatkan dimensi pelvis, memudahkan
pengamatan janin, memberikan paparan
perineum yang baik, menyediakan daerah
yang bersih untuk melahirkan dan
menimbulkan perasaan yang nyaman bagi
ibu ada 3 fase dalam fase aktif pada kala I
yaitu
fase
akselerasi/percepatan
(
pembukaan 3 – 4 cm) dicapai dalam 2 jam,
fase dilatasi maksimal (pembukaan 4 – 9
cm) dicapai dalam 2 jam, fase
deselerasi/perlambatan (9 – 10 cm) dicapai
dalam 2 jam.
Menurut
friedman,
kecepatan
maksimum penurunan kepala rata – rata
pada nulipara adalah 1,6 cm perjam dan
normalnya 1,0 cm perjam. Dan pada
multipara kecepatan penurunan rata – rata
5,4 cm dan minimal 2,4 cm perjam.
Maka hal ini sesuai dengan teori
Sarwono yang menyatakan bahwa janin
akan lahir secara fisiologis karena ada
kontraksi uterus yang semakin adekuat dan
terus menerus yang ditunjang oleh peredaran
darah menuju uterus. Kontraksi uterus juga
lebih efisien dan putaran paksi kepala janin
akan lebih lancar apabila ibu dimiringkan ke
ubun – ubun kecil berada, ini terjadi karena
aorta desenden dan vena cava asenden yang
menjadi siklus curah jantung tidak
mengalami penekanan.15
Setelah memantau persalinan dengan
metode miring kiri, penelititi tidak
menemukan komplikasi yang diakibatkan
oleh intervensi tersebut. Sehingga dalam
penerapan Asuhan Persalinan Normal
(APN) yang merupakan upaya terintegrasi
dan lengkap.
4. Kesimpulan
Karakteristik responden berdasarkan
umur maka diketahui bahwa sebagian besar
responden berumur 20 – 35 tahun yaitu
sebanyak
22
responden
(91.7%),
berdasarkan pendidikanya sebagian besar
pendidikan responden SMA yaitu sebanyak
12
responden
(50.0%),
berdasarkan
paritasnya sebagian besar responden
Multipara yaitu sebanyak 17 responden
(70.8%) dan berdasarkan pekerjaanya
sebagian responden bekerja sebagai Ibu
rumah tangga (IRT) ebanyak 22 responden
(91.7%),
Responden yang melakukan posisi
miring kiri sebanyak 20 responden (83.3%),
Berdasarkan hasil dari penelitian
dapat diketahui bahwa sebagian besar
lamanya kala I di ≤ 6 jam sebanyak 19
responden (79.2%),
Tidak Ada hubungan antara posisi
miring kiri dengan proses mempercepat
penurunan kepala janin.
5. Daftar Pustaka
[1] Asri, Dwi. 2012, Asuhan Persalinan
Normal, Yogyakarta : Nuha Medika
63
[2]
[3]
[4]
[5]
[6]
[7]
[8]
[9]
[10]
[11]
[12]
[13]
[14]
[15]
Manuaba Ida Ayu Chandranita, 2010.
Ilmu Kebidanan, Ilmu Kandungan dan
KB Edisi 2 , Jakarta : Buku
Kedokteran EGC
Dinkes Kota Tegal, 2013. Data Dinas
Kesehatan
Kota
Tegal,
Profil
Kesehatan Kota Tegal
WHO, 2012. Data Target Millenium
Development
Goal‟s,
Http.www.Sindonews.com di Akses
Dinkes Prov Jateng, 2012. Profil
Kesehatan
Jawa
Tengah,
Http.www.jatengprof.go.id
Hidayat,
Asri.
2010,
Asuhan
Kebidanan Persalinan, Yogyakarta :
Nuha Medika
Hidayat, Almul. 2011, Metode
Penelitian Kebidanan Teknik Analisis
Data, Jakarta : Salemba Medika
Marisah, 2011. Asuhan Kebidanan
Pada Masa Persalinan, Jakarta :
Salemba Medika 2010
Notoatmodjo,
Soekidjo.
2012,
Metodologi Penelitian Kesehatan,
Jakarta : Rineka Cipta
Rohani, 2011. Asuhan Kebidanan
Pada Masa Persalinan, Jakarta :
Salemba Medika
Rukiah, Yeyeh. 2012, Asuhan
Kebidanan Persalinan Edisi Revisi,
Jakarta : CV. Trans Info Media
SDKI, 2012. Data Angka Kematian
Ibu, Http.www.Depkes.go.id di Akses
Tanggal 20 Maret 2014
Sulistyawati, Ari. 2010, Asuhan Pada
Ibu Bersalin, Jakarta : Salemba
Medika
Wawan, 2011. Teori dan Pengukuran
Pengetahuan, sikap, dan Perilaku
Manusia, Yogyakarta : Nuha Medika
Yanti, 2010. Buku Ajar Asuhan
Kebidanan Persalinan, Yogyakarta :
Pustaka Rihama
64
Fly UP