...

KONTRIBUSI KECEPATAN REAKSI KAKI, DAYA LEDAK OTOT

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

KONTRIBUSI KECEPATAN REAKSI KAKI, DAYA LEDAK OTOT
1
KONTRIBUSI KECEPATAN REAKSI KAKI, DAYA LEDAK OTOT
TUNGKAI DAN KESEIMBANGAN TERHADAP KEMAMPUAN LARI
100 METER
THE CONTRIBUTIONS SPEED OF FOOT REACTION, EXPLOSIVE
POWER OF LEG MUSCLE, AND THE BALANCE OF THE ABILITY TO
RUN 100 METERS
Muh. Akmal Almy
Prodi Pendidikan Olahraga FKIP –Univ. PGRI Palembang
[email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kecepatan reaksi
kaki, daya ledak otot tungkai dan keseimbangan terhadap kemampuan lari 100
meter mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang. Subyek dari penelitian ini
adalah mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang, dengan jumlah 32 orang.
Teknik pengumpulan data menggunakan survey, dengan teknik pengambilan data
menggunakan tes dan pengukuran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
berupa tes kecepatan reaksi kaki dengan validitas: face validity dan reliabilitas
sebesar 0,85, tes daya ledak otot tungkai dengan validitas 0,60 dan reliabilitas
0,96, tes keseimbangan validitas tes sebesar 0,75 dan reliabilitas sebesar 0,46, tes
kecepatan lari 100 meter dengan validitas construct validity dan reliabilitas 0,94.
Teknik analisis data menggunakan analisis regresi dan korelasi, baik secara
sederhana, maupun ganda, melalui uji prasyarat normalitas dan liniearitas.
Kesimpulan dari hasil penelitian: (1) terdapat kontribusi yang signifikan
kecepatan reaksi kaki terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO
Universitas PGRI Palembang sebesar 16,28 %, (2) terdapat kontribusi yang
signifikan daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa
PO Universitas PGRI Palembang sebesar 17,98%, (3) terdapat kontribusi yang
signifikan keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO
Universitas PGRI Palembang sebesar 9,49%, (4) terdapat kontribusi yang
signifikan secara bersama-sama kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai
dan keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas
PGRI Palembang.
Kata kunci: kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai, keseimbangan,
kemampuan lari 100 meter
2
PENDAHULUAN
Atletik adalah salah satu cabang olahraga tertua yang dilakukan semenjak zaman
dahulu, di mana atletik merupakan induk dari cabang olahraga yang telah ada saat ini.
Perkembangan atletik di Indonesia juga ditandai dengan semakin banyaknya klub-klub atletik
di bawah naungan PASI. Klub-klub tersebut saling bersaing dalam membina atletnya untuk
berprestasi dalam bidang olahraga khususnya atletik. Atletik adalah olahraga yang dalam
setiap gerakanya menggunakan aktivitas fisik atau jasmani, di mana dalam melakukanya
seluruh anggota tubuh akan ikut bergerak, baik itu kaki, tangan atau anggota tubuh yang lain.
Gerakan-gerakan yang terdapat dalam cabang olahraga atletik seperti: berjalan, berlari,
melompat dan melempar adalah gerakan yang dilakukan oleh manusia di dalam kehidupan
sehari hari (Aip Syarifudin.1992:1)
Bidang olahraga atletik merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan yang
mana dengan kemajuan bidang olahraga atletik suatu daerah akan dapat membawa nama
daerah tersebut terkenal, terutama prestasi yang dicapai oleh atletnya. Permasalahan yang
timbul adalah sulitnya mencari atlet yang potensial untuk dapat dilatih dan dibina untuk
berprestasi dalam suatu cabang olahraga. Cabang olahraga atletik memiliki nomor-nomor
cabang yang juga merupakan gerakan dasar alamiah yang
menjadi pusat
dari semua
gerakan berolahraga. Cabang olahraga atletik merupakan induk dari semua cabang olahraga,
yang mana gerakan-gerakan yang ditampilkan merupakan gerakan dasar. Gerakan dasar
tersebut teridiri dari: lari, jalan, lempar (tolak), dan lompat (loncat). Cabang olahraga atletik
memiliki nomor-nomor cabang yang juga merupakan gerakan dasar alamiah yang menjadi
pusat dari semua gerakan berolahraga.
Peranan kemampuan fisik dalam menunjang prestasi lari 100 meter sangat penting,
sehingga atlet yang mempunyai kemampuan fisik yang baik tentu akan lebih berpeluang
untuk berprestasi. Demikian pula sebaliknya apabila atlet tidak memiliki kemampuan fisik
yang baik tentunya sulit untuk berprestasi. Begitu pentingnya fisik bagi seorang atlet lari
100 meter, sehingga sebelum terjun ke arena perlombaan harus sudah dalam kondisi fisik
yang baik. Keberadaan kondisi fisik yang siap bertujuan agar dalam suatu perlombaan
dapat menghadapi intensitas kerja dan gejala stress yang bakal dihadapinya dalam suatu
perlombaan.
Berdasarkan pengamatan dan wawancara di lapangan dengan dosen mata kuliah
atletik awal semeter genap kemarin pada bulan maret-april 2014, Yogi Metra menyatakan
bahwa “motivasi mahasiswa pendidikan olahraga dalam mengikuti mata kuliah atletik
3
sangatlah tinggi” hal ini terbukti dengan semangat yang tinggi untuk hadir di dalam
mengikuti perkuliahan, namun dari keseluruhan populasi masih ada sebagian dari mahasiswa
yang masih kurang dalam hal melakukan teknik lari terutama saat melakukan lari dengan
kecepatan maksimal (lari 100 meter). Hal ini terbukti pada saat kuliah atletik pada materi lari
pendek 100 meter dan pada pengambilan nilai mid-semester yang diikuti oleh mahasiswa
banyak yang tidak masuk dalam kategori pencapaian lari yang baik pada lari 100 meter
(sprint), hal ini tentu tidak dikuasai akibat rendah dan kurangnya kemampuan penguasaan
teknik lari dan melakukan tolakan yang baik dan efektif.
Lari 100 meter (sprint) sangat dibutuhkan keseimbangan yang baik agar lebih terarah
dan seimbang dalam berlari, untuk kecepatan reaksi dan daya ledak yang bagus dapat
memberi tolakan (lecutan) pada tubuh saat melakukan start. Rendah dan kurangnya
penguasaan teknik lari jelas dapat mempengaruhi kecepatan lari 100 meter serta pencapaian
target prestasi pun belum tercapai secara maksimal. Beranjak dari studi tersebut peneliti
berkeinginan untuk meneliti tentang sumbangan komponen-komponen lari seperti: (1)
kecepatan sprint, (2) kecepatan reaksi kaki, (3) kekuatan otot tungkai, (4) daya ledak otot
tungkai, (5) panjang tungkai.
Bertolak dari uraian di atas maka penulis tertarik ingin mengadakan penelitian yang
berjudul “kontribusi kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai, dan keseimbangan
terhadap kecepatan lari 100 meter (studi deskriptif pada mahasiswa PO-Univ. PGRI
Palembang).
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifkasi masalah sebagai
berikut: (1) pasang surutnya perkembangan dan prestasi atletik di Univ. PGRI Palembang,
terkhusus pada cabang lari pendek (sprint) lari 100 meter, (2) perlunya pembinaan atlit dalam
pencapaian prestasi, (3) belum diktahuinya kontribusi kecepatan reaksi kaki terhadap
kemampuan lari 100 meter, (4) belum diketahuinya kontribusi daya ledak otot tungkai
terhadap kecepatan lari 100 meter, (5) belum diketahui kontribusi keseimbangan terhadap
kemampuan lari 100 meter, (6) belum diketahui secara bersama-sama kontribusi kecepatan
reaksi kaki, daya ledak otot tungkai, dan keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter.
Mengingat terbatasnya kemampuan, tenaga, biaya dan waktu, maka penelitian ini
dibatasi pada kontribusi kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai, dan keseimbangan
terhadap kemampuan lari 100 meter (Studi deskriptif pada mahasiswa PO-Univ. PGRI
Palembang). Penelitian ini menitikberatkan pada variabel-variabel: (1) kontribusi kecepatan
4
reaksi kaki (X1), daya ledak otot tungkai (X2), dan keseimbangan (X3)sebagai variabel bebas,
dan (2) kemampuan lari 100 meter sebagai variabel terikatnya (Y).
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah di atas, dapat
dirumuskan permasalahan yang akan diteliti yaitu: (1) Apakah ada dan seberapa besar
kontribusi kecepatan reaksi kaki terhadap kemampuan lari 100 meter pada mahasiswa POUniv. PGRI Palembang?, (2) Apakah ada dan seberapa besar kontribusi daya ledak otot
tungkai terhadap kemampuan lari 100 meter pada mahasiswa PO-Univ. PGRI Palembang, (3)
Apakah ada dan seberapa besar keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter pada
mahasiswa PO-Univ. PGRI Palembang?, (4) Apakah ada dan seberapa besar kontribusi secara
bersama-sama kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai, dan keseimbangan terhadap
kemampuan lari 100 meter pada mahasiswa PO-Univ. PGRI Palembang.
TUJUAN PENELITAN
Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah yang telah diungkapkan
sebelumnya, maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah: (1) Untuk mengetahui apakah
ada kontribusi kecepatan rekasi kaki terhadap kemampuan lari 100 meter pada mahasiswa
PO-Univ. PGRI Palembang, (2) Untuk mengetahui apakah ada kontribusi daya ledak otot
tungkai terhadap kemampuan lari 100 meter pada mahasiswa PO-Univ. PGRI Palembang, (3)
Untuk mengetahui apakah ada kontribusi keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter
pada mahasiswa PO-Univ. PGRI Palembang, (4) Untuk mengetahui apakah ada kontribusi
secara bersama-sama kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai, dan keseimbangan
terhadap kemampuan lari 100 meter pada mahasiswa PO-Univ. PGRI Palembang. Hasil
penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut: (1) Bagi program studi
pendidikan olahraga, rekan sejawat, dan mahasiswa sebagai masukan kepada dosen olahraga
dalam membantu pengembangan wawasan keilmuan tentang ilmu keolahragaan dan sebagai
sumber penelitian selanjutnya dalam penelitian dosen terkhusus tentang variabel-variabel
yang saat ini diteliti oleh peneliti, (b) Bagi masyarakat dan penelti sendiri untuk menambah
pengetahuan dan wacana keilmuan dalam penelitian ilmu keolahragaan, khususnya pada
penelitian cabang olahraga atletik, (c) Sebagai informasi kepada atlit dan pelatih bahwa
kelincahan raeksi kaki, daya ledak otot tungkai, dan keseimbangan dapat menopang
kecepatan lari 100 meter.
5
KAJIAN PUSTAKA
Hakikat Lari 100 Meter
Lari cepat jarak pendek 100 meter adalah merupakan salah satu nomor lari yang
tergolong sebagai lari sprint (jarak pendek) selain itu ada juga lari 200 meter dan 400 meter
yang termasuk dalam kategori lari cepat (sprint). Lari cepat 100 Meter dalam pelaksanaannya
terdapat beberapa rangkaian gerakan yang dimulai dari tolakan, melayang dan mendarat.
Serangkaian gerakan tersebut merupakan satu kesatuan urutan gerak yang tidak terputusputus, artinya antara gerakan yang satu dengan gerakan yang lainnya merupakan suatu
koordinasi gerakan yang dilakukan dalam waktu yang sangat cepat dan relatif singkat.
Sehingga dalam pelaksanaannya hampir tidak terlihat adanya perbedaan gerakan.
Lari cepat dalam jarak pendek adalah lari yang dilakukan dengan kecepatan penuh
(sprint) atau kecepatan maksimal, sepanjang yang harus ditempuh sampai jarak 100 meter
Adisasmita, (1992:35) sehingga lari 100 meter termasuk lari jarak pendek. Untuk dapat
berprestasi dalam lari 100 meter (sprint) diperlukan banyak unsur, pada dasarnya ada dua
unsur yang melandasi yaitu unsur pokok dan penunjang.
Pengertian Kecepatan Reaksi Kaki
Kecepatan reaksi mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan dalam
melakukan teknik lari pada pencapaian kemampuan lari 100 meter, karena pemain sangat
membutuhkan unsur tersebut dalam pada awalan sikap permulaan melakukan start. Suharno
HP (1993:20) berpendapat bahwa “kecepatan reaksi adalah waktu antara rangsangan dan
jawaban gerak pertama. Sedang Suharjana (2013:140) berpendapat bahwa “kecepatan reaksi
adalah kecepatan menjawab suatu rangsangan dan jawaban gerak pertama”. Kecepatan reaksi
ditentukan oleh hantaran impuls pada sistem saraf, dan ketajaman panca indera, ketengan
otot, dan kelelahan.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kecepatan reaksi
adalah kecepatan menjawab suatu rangsangan atau stimulus dengan cepat yang dapat
berupa penglihatan, suara melalui pendengaran, dan juga berarti kemampuan suatu otot
atau sekelompok otot untuk bereaksi secepat mungkin setelah mendapat stimulus. Kecepatan
reaksi dalam cabang olahraga atletik khususnya pada nomor lari 100 meter, berkenaan dengan
kemampuan merubah posisi tubuh dalam situasi tertentu dengan cepat, tepat dan cermat untuk
melakukan teknik lari pada awalan sikap permulaan melakukan start, dalam hal ini
pencapaian kemampuan lari 100 meter.
Pengertian Daya Ledak
6
Daya ledak merupakan salah satu dari komponen biomotorik yang penting dalam
kegiatan olahraga, karena daya ledak akan menentukan seberapa keras orang dapat memukul,
seberapa jauh melempar, seberapa tinggi melompat, seberapa cepat berlari dan sebagainya.
Banyak cabang olahraga yang memerlukan daya ledak untuk melakukan aktivitasnya dengan
baik.
Tanaka dalam Arsil, (1999:71) mengemukakan bahwa ”daya ledak sangat berperan
dalam usaha-usaha pelolosan final sprint”. Beberapa pendapat yang memberikan pengertian
daya ledak adalah kemampuan menampilkan, mengeluarkan kekuatan secara explosive
dengan cepat dan merupakan perpaduan kekuatan, kecepatan, kontraksi otot secara dinamis
dalam waktu yang sangat singkat. Kontraksi tinggi diartikan sebagai kemampuan otot yang
kuat dan cepat dalam berkontraksi. Pendapat yang senada dari Jansen dalam Arsil, (1999:72)
mengemukakan bahwa”daya ledak adalah semua gerakan exsplosive yang maksimum secara
langsung tergantung pada daya. Daya otot adalah sangat penting untuk menampilkan prestasi
yang tinggi”.
Jadi berdasarkan beberapa pendapat dan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa daya ledak adalah kemampuan mengarahkan kekuatan dengan cepat dalam waktu yang
singkat untuk memberikan objek momentum yang paling baik pada tubuh atau objek dalam
suatu gerakan explosive yang utuh mencapai tujuan yang dikehendaki.
Pengertian Keseimbangan
Keseimbangan merupakan kemampuan seseorang mempertahankan sistem tubuh baik
dalam posisi gerak dinamis di mana keseimbangan juga merupakan hal yang sangat penting di
dalam melakukan suatu gerakan karena dengan kseimbangan yang baik, maka seseorang
mampu mengkordinasikan gerakan-gerakan dan dalam beberapa ketangkasan unsur
kelincahan, seperti dikemukakan Suharjana (2013: 52) berpendapat bahwa “keseimbangan
adalah kemampuan untuk mempertahankan sistem neuromuscular dalam kondisi statis atau
mengontrol sistem neuromuscular tersebut dalam suatu posisi atau sikap yang stabil ketika
bergerak”.
Kerangka Konseptual
Berdasarkan kajian teori yang telah diuraikan di atas, kecepatan reaksi merupakan
salah satu bagian dari komponen kecepatan. Kecepatan reaksi kaki merupakan suatu
rangsangan atau stimulus dengan cepat yang dapat berupa penglihatan, suara melalui
pendengaran, dan juga berarti kemampuan suatu otot atau sekelompok otot untuk bereaksi
secepat mungkin setelah mendapat . Kecepatan reaksi kaki sangat penting guna memberikan
7
akselerasi pada lari 100 meter. Daya ledak otot tungkai adalah kemampuan otot-otot
berkontraksi untuk menghasilkan suatu kekuatan dalam waktu yang sangat cepat.
Keseimbangan merupakan kemapuan seseorang mengendalikan organ-organ syaraf otot untuk
menahan beban atau tahanan yang dilakukan di dalam beraktivitas baik secara statis maupun
dinamis. Seseorang yang memiliki kecepatan reaksi, daya ledak otot tungkai dan
keseimbangan yang baik akan dapat meningkatkan akselerasi kecepatan dan kemampuan lari
100 meter serta akan menunjang dalam pencapaian prestasi dalam cabang olahraga atletik
khususnya pada nomor lari 100 meter. Memiliki kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot
tungkai dan keseimbangan yang baik adalah modal dalam mendapatkan hasil kecepatan lari
yang maskimal dengan kecepatan yang tinggi sesuai dengan situasi dan kondisi fisik. Dengan
demikian dapat diambil kesimpulan bahwa kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai dan
keseimbangan merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan saat melakukan akselerasi
kecepatan maksimal pada saat lari 100 meter di dalam kegiatan atletik nomor lari jarak
pendek 100 meter (spint).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah jenis penelitian yang bersifat “deskriptif kuantitatif” studi
korelasi dengan teknik regresi yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kontribusi
kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai dan keseimbangan terhadap kemampuan lari
100 meter, baik secara bersama-sama maupun secara terpisah.
Waktu dan Tempat Penelitian
Tempat penelitian dilaksanakan di Lapangan SONS Sriwijaya yang terletak di Jln.
Maluku V kompleks OPI Jakabaring Palembang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei
2014.
Populasi dan Sampel
Saifuddin Azwar (2010: 77) menyatakan bahwa “populasi didefinisikan sebagai
kelompok subjek yang hendak dikenai generalisasi hasil penelitian”. Adapun populasi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa universitas PGRI Palembang yang
mengikuti perkuliahan mata kuliah atletik pada semester 2 (genap) yang berjumlah 66 orang
mahasiswa putra aktif pada mata kuliah atletik. Oleh karena keterbatasan penelitian, maka
untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara bertahap: (1) Menentukan
sampel secara purposive sampling, teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu
(Sugiyono, 2011: 126). Mendata pemain aktif tersebut yang berusia antara 19-20 tahun,
adapun hasil penentuan sampel dari populasi yang ada tersebut diperoleh 32 orang mahasiswa
8
putra yang akan dijadikan sampel. (2) Tahap berikutnya adalah mengadakan tes kecepatan
reaksi kaki, daya ledak tungkai, keseimbangan yang merupakan variabel bebas serta tes
kecepatan lari 100 meter sebagai variabel terikat.
TABEL 1. POPULASI PENELITIAN
No
Kelas
Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
1
2.K
30
2
32
2
2.L
30
4
34
Sumber: TU Prodi Pendidikan Olahraga 2013/2014
Desain Penelitian
Adapun desain penelitian regresi yang digunakan adalah “Model Regresional”,
sebagai berikut:
X1
X2
Y
R
X3
Gambar. Desain Penelitian Sugiyono (2010: 69)
Ket:
X1
X2
X3
Y
R
= Kecepatan reaksi kaki
= Data ledak otot tungkai
= Keseimbangan
= Kemampuan lari 100 meter
= Gabungan kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai dan keseimbangan
terhadap kecepatan lari 100 meter
Data, Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini adalah hasil tes yang diberikan setelah melakukan
pengukuran. Instrumen dalam penelitian ini adalah menggunakan instrumen tes pengukuran
kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai, keseimbangan dan tes kemampuan lari 100
meter.
9
TABEL 2. NORMA PENILAIAN
Modified Bass Test of Dynamic Balance
T- Score
N.
T- Score
Mentah
N.
T- Score
N. Mentah
T- Score
N. Mentah
Mentah
67
100
40
60
53
79
27
41
66
98
39
59
52
78
26
39
65
97
38
57
51
76
25
38
64
95
37
56
50
75
24
36
63
94
36
54
49
73
23
35
62
93
35
53
48
72
22
34
60
91
34
51
47
70
20
32
59
90
33
50
46
69
19
30
58
88
32
48
45
67
18
29
57
85
31
47
44
66
17
27
56
84
30
45
43
64
16
26
55
82
29
44
42
63
15
24
54
81
28
42
41
62
14
23
Sumber: Iskandar, dkk (1999) dalam (Halim, 2011:147)
Instrumen penelitian untuk mengukur kecepatan reaksi kaki adalah nelson reaction
timer kemudian dimodifikasi dengan menggunakan penggaris = mistar reaksi, Instrumen tes
pengukuran tes daya ledak otot tungkai menggunakan standing long jump test/tes loncat jauh
tanpa awalan, Instrumen tes pengukuran tes keseimbangan dengan menggunakan modified
bass stick test of dinamic balance yang dimodifikasi dengan bass test, dan Instrumen tes
pengukuran tes kemampuan lari 100 meter dengan pengukuran lari 100 meter. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode tes sesudah pengambilan dari
beberapa data instrumen tes.
Teknik Analisa Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1)
Analisis data secara deskriptif dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran umum tentang
data yang meliputi total nilai, range, rata-rata, standar deviasi, nilai minimum, dan nilai
maksimum, (2) Uji Normalitas Data, menggunakan uji chi-kuadrat, untuk
mengetahui
apakah data mempunyai sebaran normal. (3) Uji Linieritas, pengujian untuk mengetahui
apakah variabel bebas yang dijadikan prediktor mempunyai kontribusi linier atau tidak
dengan variabel terikat, dan (4) Untuk menguji hipotesis, bertujuan untuk mengetahui
kontribusi antara variabel bebas (X1, X2, X3) dengan variabel terikatnya (Y) baik secara
sendiri-sendiri maupun bersama-sama.
10
HASIL PENELITIAN
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini digunakan analisis korelasi dan regresi baik
sederhana maupun ganda. Adapun untuk menguji hipotesis yang pertama, kedua, ketiga dan
keempat menggunakan korelasi baik sederhana maupun ganda. Data di peroleh dari korelasi
sederhana korelasi sederhana antara kecepatan reaksi kaki (X1) terhadap kemampuan lari 100
meter (Y) sebesar 0,462, daya ledak otot tungkai (X2) terhadap kemampuan lari 100 meter (Y)
sebesar 0,470, keseimbangan (X3) terhadap kemampuan lari 100 meter (Y) sebesar 0,402.
Dan data dari korelasi ganda antara kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai, dan
keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter sebesar 0,662.
(1) Pengujian Hipotesis 1
Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai thitung 2,854 > ttabel 1,696. Sehingga hipotesis
pertama yang menyatakan”terdapat kontribusi yang signifikan antara kecepatan reaksi kaki
terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang”, diterima.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ”terdapat kontribusi yang signifikan antara
kecepatan reaksi kaki terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas PGRI
Palembang.”
(2) Pengujian Hipotesis 2
Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai thitung 2,918 < ttabel 1,696. Sehingga hipotesis
kedua yang menyatakan ”terdapat kontribusi yang signifikan antara daya ledak otot tungkai
terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang”, diterima.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ”terdapat kontribusi yang signifikan antara
daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas PGRI
Palembang”.
(3) Pengujian Hipotesis 3
Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai thitung 2,405 > ttabe1,969. Sehingga hipotesis
ketiga yang menyatakan “terdapat kontribusi yang signifikan antara keseimbangan terhadap
kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang”. diterima. Dengan
demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa”terdapat kontribusi yang signifikan antara
keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas PGRI
Palembang”.
(4)Pengujian Hipotesis 4
Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai sebesar 7,277. Sedangkan harga Ft (α = 0.05)(3,31)
sebesar 2,911. Karena harga Fhitung lebih besar dari Ftabel, (F hitung > F tabel) maka hipotesis
11
yang menyatakan terdapat kontribusi yang signifikan secara bersama-sama antara variabel
bebas terhadap variabel terikat, diterima. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa
”secara bersama–sama terdapat kontribusi yang signifikan antara kecepatan reaksi kaki, daya
ledak otot tungkai dan keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO
Universitas PGRI Palembang”.
(5) Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif Terhadap Variabel Terikat
Besarnya sumbangan relatif dan efektif masing-masing prediktor dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
TABEL 3. SUMBANGAN RELATIF dan EFEKTIF
No. Variabel
Korelasi
Korelasi Sumbangan Sumbangan
Prediktor
1
Sederhana Parsial
Relatif
Efektif
0,462
0,456
37,2%
16,28 %
0,470
0,399
41,1%
17,98%
Keseimbangan 0,402
0,285
21,7%
9,49%
100%
43,75%
Kecepatan
reaaksi kaki
2
Daya
ledak
otot tungkai
3
Jumlah
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa keempat variabel bebas memberikan
sumbangan sebesar 43,75%. Secara rinci, besarnya sumbangan variabel kecepatan reaksi kaki
sebesar 16,28 % terhadap kemampuan lari 100 meter, daya ledak otot tungkai sebesar 17,98%
terhadap kemampuan lari 100 meter, keseimbangan sebesar 9,49% terhadap kemampuan lari
100 meter. Dengan memperhatikan besarnya sumbangan dari ketiga variabel bebas terhadap
variabel terikat di atas, menunjukkan bahwa kemampuan lari 100 meter tidak hanya
dipengaruhi oleh faktor kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai, dan keseimbangan
saja, namun di luar itu masih ada faktor lain yang mempengaruhinya sebesar 56,25%.
PEMBAHASAN
Pembahasan hasil penelitian ini memberikan pemikiran dan penafsiran yang lebih
lanjut mengenai hasil-hasil analisis yang telah dikemukakan. Berdasarkan hasil perhitungan
diperoleh kontribusi kecepatan reaksi kaki,
daya ledak otot tungkai, dan keseimbangan
terhadap kemampuan lari 100 meter sebagai berikut:
1.
Terdapat kontribusi yang signifikan antara kecepatan reaksi kaki terhadap
kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang.
12
Berdasarkan hasil analisis data dan
nilai korelasi antara kecepatan reaksi kaki
terhadap kemampuan sangat besar, yaitu 0,462. Berdasarkan pengujian hipotesis
kontribusinya signifikan. kecepatan reaksi adalah kecepatan menjawab suatu rangsangan
atau stimulus dengan cepat yang dapat berupa penglihatan, suara melalui pendengaran,
dan juga berarti kemampuan suatu otot atau sekelompok otot
untuk bereaksi secepat
mungkin setelah mendapat stimulus. Kecepatan reaksi dalam cabang olahraga atletik
khususnya pada nomor lari 100 meter, berkenaan dengan kemampuan merubah posisi tubuh
dalam situasi tertentu dengan cepat, tepat dan cermat untuk melakukan teknik lari pada
awalan sikap permulaan melakukan start, dalam hal ini pencapaian kemampuan lari 100
meter. Dalam lari 100 meter, kecepatan reaksi kaki dibutuhkan karena dengan kecepatan
reaksi kaki perpindahan kaki atau langkah pada saat lari dengan gerakan cepat. Nilai korelasi
sederhana yang dihasilkan memang besar, nilai korelasi parsialnya besar, yaitu 0,456
sehingga hal ini mempengaruhi sumbangan yang diberikan variabel kecepatan reaksi kaki
terhadap kemampuan lari 100 meter, yaitu 16,28 %. Memperhatikan hal ini, maka dapat kita
simpulkan bahwa variabel kecepatan reaksi kaki memiliki kontribusi terhadap kemampuan
lari 100 meter.
2.
Terdapat kontribusi yang signifikan antara daya ledak otot tungkai terhadap
kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang
Berdasarkan hasil analisis data dan nilai korelasi antara daya ledak otot tungkai terhadap
kemampuan lari 100 meter besar, yaitu 0,470. Ternyata nilai korelasi yang dihasilkan lebih
besar daripada korelasi antara kecepatan reaksi kaki terhadap kemampuan lari 100 meter.
Berdasarkan pengujian hipotesis kontribusinya signifikan. Nilai korelasi sederhana yang
dihasilkan memang cukup besar, dan korelasi parsialnya pun juga cukup besar, yaitu 0,399
sehingga hal ini mempengaruhi sumbangan yang diberikan variabel daya ledak otot tungkai
terhadap kemampuan lari 100 meter, yaitu 17,98%. Sumbangan sekian memberikan pengaruh
yang signifikan terhadap kemampuan lari 100 meter. Daya ledak merupakan salah satu dari
komponen biomotorik yang penting dalam kegiatan olahraga, karena daya ledak akan
menentukan seberapa keras orang dapat memukul, seberapa jauh melempar, seberapa tinggi
melompat, seberapa cepat berlari dan sebagainya. Banyak cabang olahraga yang memerlukan
daya ledak untuk melakukan aktivitasnya dengan baik. Dalam beberapa cabang olahraga
seperti: atletik, sepakbola, bolavoli, bolabasket, tinju, senam dan lain sebagainya merupakan
kegiatan yang membutuhkan daya ledak yang betul-betul baik dalam pelaksanaannya. Daya
ledak adalah kemampuan mengarahkan kekuatan dengan cepat dalam waktu yang singkat
13
untuk memberikan objek momentum yang paling baik pada tubuh atau objek dalam suatu
gerakan explosive yang utuh mencapai tujuan yang dikehendaki.
3.
Terdapat kontribusi yang signifikan antara keseimbangan terhadap kemampuan lari
100 meter mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang
Berdasarkan hasil analisis data dan nilai korelasi antara keseimbangan terhadap
kemampuan lari 100 meter cukup besar, yaitu 0,402. Berdasarkan pengujian hipotesis
kontribusinya signifikan. Nilai korelasi sederhana yang dihasilkan memang cukup besar,
sehingga hal ini mempengaruhi sumbangan yang diberikan variabel keseimbangan terhadap
kemampuan lari 100 meter, yaitu sebesar 9,49%. Ternyata sumbangan yang diberikan lebih
kecil daripada sumbangan yang diberikan variabel kecepatan reaksi kaki, dan daya ledak otot
tungkai. keseimbangan merupakan kemapuan seseorang mengendalikan organ-organ syaraf
otot untuk menahan beban atau tahanan yang dilakukan di dalam beraktivitas baik secara
statis maupun dinamis. Keseimbangan adalah kemampuan untuk menjaga equilibrium
(keadaan kesetimbangan) baik secara dinamis maupun statis. “sebagaimana atletik diketahui
sebagai olahraga yang selalu gerak, maka dibutuhkan keseimbangan yang dinamis. Sangat
penting bagi pelatih untuk mengamati apakah pemain menjaga astraight line (suatu garis
lurus/vertical axis/poros vertikal) dari kepala sampai ke tanah yang memungkinkan
perpindahan momentum linear ataupun angular. Lazimnya olahraga banyak mengharuskan
olahragawan (atlet) memacu kecepatan dalam waktu singkat dalam posisi diam. Apabila hal
ini diperlukan, olahragawan sedapat mungkin menempatkan posisi tubuhnya dalam posisi
bergerak sehingga tidak mudah kehilangan keseimbangan, untuk kemudian dapat melakukan
gerakan yang baru. Sebagai contoh pada saat start pada cabang olahraga atletik secepatnya
dapat bergerak meninggalkan balok start dan melanjutkan lari secepat mungkin, disini apelari
bergerak atau bertindak secepatnya dapat menimbang untung dan ruginya apabila
menempatkan posisi badannya yang tidak seimbang dibandingkan dengan posisi badan yang
lebih seimbang guna lebih mengefektifkan gerakan. dibutuhkan keseimbangan yang tinggi
dan meletakkan titik berat yang sekecil mungkin untuk dapat meningkatkan kemampuan lari
cepat 100 meter secara maksimal.
4.
Terdapat kontribusi yang signifikan antara kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot
tungkai dan keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas
PGRI Palembang
Berdasarkan hasil analisis data dan nilai korelasi antara kecepatan reaksi kaki, daya
ledak otot tungkai dan keseimbangan secara bersama-sama terhadap kemampuan lari 100
14
meter mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang sangat besar, yaitu 0,662. Ternyata
korelasinya sangat kuat. Berdasarkan pengujian hipotesis kontribusi dari ketiga variabel bebas
secara bersama-sama terhadap kemampuan lari 100 meter signifikan. Kecepatan reaksi kaki,
daya ledak otot tungkai, dan keseimbangan secara bersama-sama mempunyai sumbangan
yang sangat besar terhadap kemampuan lari 100 meter, yaitu 43,75%. Lari cepat jarak pendek
100 meter adalah merupakan salah satu nomor lari yang tergolong sebagai lari sprint (jarak
pendek) selain itu ada juga lari 200 meter dan 400 meter yang termasuk dalam kategori lari
cepat (sprint). Lari cepat 100 meter dalam pelaksanaannya terdapat beberapa rangkaian
gerakan yang dimulai dari tolakan, melayang dan mendarat. Serangkaian gerakan tersebut
merupakan satu kesatuan urutan gerak yang tidak terputus-putus, artinya antara gerakan yang
satu dengan gerakan yang lainnya merupakan suatu koordinasi gerakan yang dilakukan dalam
waktu yang sangat cepat dan relatif singkat. Sehingga dalam pelaksanaannya hampir tidak
terlihat adanya perbedaan gerakan. Kecepatan reaksi kaki, daya ledak otot tungkai, dan
keseimbangan secara bersama-sama mempunyai sumbangan yang sangat besar terhadap
kemampuan lari 100 meter, sebesar 43,75%, ini berarti bahwa kemampuan lari 100 meter
tidak hanya dipengaruhi oleh ketiga variabel dalam penelitian ini, namun masih ada 56,25%
dipengaruhi variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
SIMPULAN DAN SARAN
1. SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dalam pembahasan yang telah diuraikan dapat ditarik
kesimpulan bahwa: Berdasarkan hasil analisis data, pengujian hipotesis dan pembahasan,
dapat diambil kesimpulan bahwa: (1) terdapat kontribusi yang signifikan kecepatan reaksi
kaki terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang, (2)
terdapat kontribusi yang signifikan daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan lari 100
meter mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang, (3) terdapat kontribusi yang signifikan
keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter mahasiswa PO Universitas PGRI
Palembang, (4) terdapat kontribusi secara bersama-sama yang signifikan kecepatan reaksi
kaki, daya ledak otot tungkai dan keseimbangan terhadap kemampuan lari 100 meter
mahasiswa PO Universitas PGRI Palembang.
2. SARAN
Berdasarkan hasil kesimpulan dan implikasi di atas, berikut disampaikan beberapa
saran, antara lain: (1) Bagi dosen atau pelatih, hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang
mempengaruhi kemampuan lari 100 meter saat membina atlet atau siswa, (2) Bagi mahasiswa
15
agar menambah latihan-latihan lain yang mempengaruhi kemampuan lari 100 meter, (3)
Peneliti berikutnya, agar dapat melakukan penelitian terhadap kemampuan lari 100 meter
dengan mengganti ataupun dengan menambah variabel-variabel yang lain, dan juga
memperluas lingkup penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Adisasmita, Yusuf. 1992. Olahraga Pilihan Atletik. Jakarta: Dirjen Dikti.
Arsil. 1999. Pembinaan Kondisi Fisik. Padang: Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas
Negeri Padang
Halim, Ichsan. Nur. 2011. Tes dan
Makassar.
pengukuran kesegaran jasmani. Universitas Negeri
Saifuddin Azwar. (2010). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Suharjana. 2013. Kebugaran Jasmani. Yogyakarta: Jogja Global Media.
Suharno HP.1993. Ilmu Choaching Atletic Umum. Edisi Revisi. Yogyakarta: FPOK
IKIP Yogyakarta.
Sugiyono. (2011). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R &
D. Bandung: Alfabeta.
Syarifuddin, Aip. 1992. Atletik. Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen
Dikti, Proyek Pembangunan Tenaga Kependidikan.
BIODATA PENULIS
Muh. Akmal Almy, Lahir 16 Nopember 1987 di Enrekang (Sulawesi-Selatan).
Menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) di FIK-UNM Makassar, jurusan Ilmu Olahraga
dan lulus tahun 2010. Tahun 2013 lulus Magister (S2) dari PPs UNY Yogyakarta, Prodi Ilmu
Keolahragaan, kosentrasi kesehatan olahraga. Pekerjaan sebagai tenaga pengajar pada Univ.
PGRI Palembang. Pengampu mata kuliah Psikologi Olahraga, T.P Sepakbola Dasar &
Lanjutan, dan Dasar-Dasar Kepelatihan. Berbagai penelitian psikologi olahraga, kondisi fisik,
dan sepakbola telah dihasilkan dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Di samping sebagai
dosen, juga menjabat sebagai staf pembantu pimpinan pada lembaga Informasi dan
komunikasi (Infokom) Univ. PGRI Palembang. Di luar kampus aktif sebagai pelatih kepala
tim sepakbola Univ. PGRI Palembang, dan sebagai dewan pembina LSM Lembaga
Intelektual Pemerhati Bangsa (LINTAS) Sul-Sel dan dewan penasehat pada LSM Lembaga
Forum Masyarakat Pro-Demokrasi (FMPD) Sul-Sel.
16
Fly UP