...

njuk cara membuat mpungan air hujan

by user

on
Category: Documents
7

views

Report

Comments

Transcript

njuk cara membuat mpungan air hujan
I^HSfSM.
2
1 3 . 1
8 0 P E
NJUK CARA MEMBUAT
MPUNGAN AIR HUJAN
OlnJO
DITERBITKANOLEH :
M
KERJA SAMA PEMERINTAH INDONESIA DAN PEMERINTAH BELANDA : PROYEK PENYEDIAAN AIR BERSIH ]AWABARAT - OTA.33/J-7 MINISTRY OF HEALTH, DIRECTORATE GENERAL OF COMMUNICABLE DISEASES CONTROL.
MINISTRY OF FOREIGN AFFAIRS. DIRECTORATE GENERAL OF INTERNATIONAL DEVELOPMENT COOPERATION.
IWACO B.V.
PROJECTOFFICE :
HEADOFFICE
JL.SEDERHANA NO.7 TILPON 83717 BANDUNG-INDONESIA
P.O.BOX 183. ROTTERDAM -THE NETHERLANDS
IHSI
m- w
LIBRARY, INTERNATIONAL REFERENCE
CENTRE FOR COMMUNITY WATER SUPPLY
AND SANITATION (IRC)
P.O. Box 93190, 2509 AD The Hague
Tel. (070) 814911 ext 141/142
LO: 2 l ? > « A
C?0 pE
PETUNJUK CARA MEMBUAT PENAMPUNGAtt~XIFfHUJAN
VOLUME 10 M3 DARI FEROSEMEN
Oleh
:
Ir. A. Tuinhof — Ing W.R. van Kerkvoorden
L. Suwiantoro — Djumena
LIBRARY K0 s ^ u
Intemational ^©ferance Csntre
Jor Communlty Watsr Supply
Diterbitkan oleh :
Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda :
Proyek Penyediaan Air Bersih Jawa Barat — OTA-33/ J-7
Ministry of Health, Directorate of Communicable Diseases
Control,
Ministry of Foreign Affairs. Directorate General of International Development Cooperation.
IWACO B.V.
Project Office: Jalan Sederhana No. 7 Telephone: 83717
Bandung — Indonesia
KATA PENGANTAR
Kesulitan penyediaan a i r minum biasanya terdapat di daerah yang tidak
ada sumber a i r .
Pengumpulan dan penampungan a i r hujan bagi daerah i n i , merupakan salah satu cara terbaik untuk menanggulangi masalah kesulitan a i r d i
daerah t e r s e b u t ; terutama pada musim kemarau.
Pada saat i n i biaya pembuatan bak penampungan a i r hujan r e l a t i f mahal. Kami telah melakukan suatu percobaan di sebuah kampung
"Pilot
Project", tentang pembuatan bak penampung a i r hujan dari
berbagai
bentuk s e r t a bahan yang berbeda-beda; dengan maksud untuk mendapatkan suatu penampung a i r hujan yang memenuhi syarat-syarat : harganya
murah, tahan lama, konstruksi kuat, mudah dibuat,
bahan-bahan baku
mudah didapat, a i r yang ditampung tidak tercemar.
Dari percobaan t e r s e b u t , kami memperoleh suatu cara pembuatan bak penampung a i r hujan yang memenuhi syarat-syarat d i a t a s ; dengan mempergunakan bahan-bahan. "ferrosemen" yang t e r d i r i dari : semen, kawat
ayam, s e r t a p a s i r dan bak berbentuk s i l i n d e r • dengan volume 2,5 m
sampai 10 m .
3
Penampung a i r hujan dengan volume 10 m (10.000 l i t e r ) cukup untuk
memenuhi kebutuhan a i r bagi 4 keluarga selama 3 bulan musim kering,
dengan memperhitungkan kebutuhan a i r untuk masak dan minum sebanyak
5 l i t e r per orang per h a r i .
Berikut i n i kami membuat suatu buku petunjuk, yang memuat cara-cara
pembuatan bak penampungair hujan dan pedoman-pedoman dalam menentukan bahan-bahan yang diperlukan.
Selanjutnya kami mengharapkan saran-saran dan koreksi-koreksi d a r i
Saudara yang telah mencoba mempraktekkan buku petunjuk i n i .
Semoga
buku i n i dapat berguna.dan bermanfaat dalam memecahkan masalah kes u l i t a n a i r minum.
Atas terlaksananya percobaan pembuatan bak penampung a i r hujan,
mengucapkan, terima kasih
kepada semua pihak
yang
kami
telah membantu,
antara lain kepada :
1. Pemerintah Belanda yang telah membantu dalam bidang dana dan tenaga
ahli.
2. Pemerintah Indonesia dan
penduduk Kampung Pesantren, yang
telah
memberikan kesempatan dan ijin untuk melaksanakan percobaan ini.
Para penulis
ii -
DAFTAR ISI
Halaman
1.
*
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
2.
PENDAHULUAN-
1
3.
MEMILIH TEMPAT UNTUK PENAMPUNG AIR HUJAN
2
4.
BAHAN-BAHAN YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMBUAT BAK FEROSEMEN
3
PERLENGKAPAN DAN ALAT-ALAT
4
5.1.
5.2.
Perlengkapan dan Alat-alat
Mal untuk Dinding dan Dasar
4
5
5.2.1.
5.2.2.
5
6
5.
6.
i
iii
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat Mal...
Konstruksi Cincin Besi
KONSTRUKSI
6.1.
6.2.
6.3.
6.4.
6.5.
6.6.
6.7.
6.8.
6.9.
6.10.
6.11.
6.12.
6.13.
6.14.
6.15.
6.16.
6.17.
6.18.
7
Jadwal waktu untuk membuat 1 buah reservoir 10 m
dari
ferosemen
Menyiapkan tulangan besi untuk Dasar
Membuat Stek (besi tulangan bentuk U)
Persiapan tempat untuk Penampung Air Hujan
Menyetel Mal (Merakit Mal)
C'.ra memasang Mal di atas Besi Tulangan Dasar dan Memasang Besi Tulangan untuk Dinding
Plesteran dasar kerja (Lantai Kerja)
Plesteran Pertama untuk Dinding dan Dasar
Konstruksi Bak Pengeluaran
Cara membuat/memplester Piring Saringan
Membuat Tulangan untuk Tutup
Memasang Tulangan untuk Tutup
Plesteran kedua kali untuk dinding dan dasar, plesteran^
pertama kali untuk tutup
T a 1 a n g
13
16
17
19
20
21
22
,
24
26
6.14.1.
6.14.2.
6.14.3.
6.14.4.
6.14.5.
6.14.6.
6.14.7.
6.14.8.
26
26
26
27
27
27
'\27
28
Cara membuat Kait
Cara membuat Talang
Cara membuat Talang Masuk
Cara memasang Talang
Kemungkinan kedua
Kemungkinan ketiga
Cara pembuatan Kait
Cara Pemasangan
Curing selama 4 hari
Plester Saringan dan Plester kedua kalinya untuk Tutup..
Curing dan Testing
Penyelesaian Terakhir (Finishing)
Gambar detail reservoir dari konstruksi ferosemen
iii
7
9
10
11
12
28
29
29
30
31
SISTIM PENAMPUNGAN AIR HUJAN
RAINWATER COLLECTION SY5TEM
air masuk / inflow
penampungan
catchment
t
atap genteng
genteng
roof
I
talang
talang
gutter
f
pipa
inflow pipe
scmpanan
storage
t
f
saringan
filter
Gambar
bak
reservoir
air keluar / outflow
I
kran
tap
I.
Rodtyono
1
PENDAHULUAN
Salah satu kegiatan dari Proyek Air Minum Pedesaan Jawa Barat (OTA-33/
J-7) adalah melaksanakan satu "Pilot Project" untuk mengembangkan dan
menemukan harga yang paling murah dan cocok dengan keadaan di pedesaan
untuk suatu penampungan air hujan.
Pilot Project ini berlokasi di Kampung Pesantren, Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Kami telah mencoba membuat beberapa penampungan air hujan (gentong) dari bermacam bahan yang berbeda. Salah satu bahan yang telah kami coba yaitu "ferosemen".
Ferosemen adalah semacam dinding beton yang tipis dengan tulangan yang
berlapis-lapis dari tulangan yang berdiameter kecil.
Penampungan air hujan adalah suatu bak
reservoir
penampungan . dimana
air hujan di simpan.
Reservoir adalah salah satu bagian dari sistim (cara) penampungan
air
huj an.
Gambar no. I' memperlihatkan sistim
penampungan air hujan tersebut.
1. Atap rumah
: untuk menadah air hujan yang jatuh
2. Talang atap
: untuk mengumpulkan air hujan dari atap,
3. Pipa pemasukkan
: untuk mengalirkan air hujan dari
talang
ke reservoir
4. Saringan
: untuk membersihkan air hujan sebelum masiik ke dalam reservoir
5. Reservoir
: tempat untuk menyimpan air hujan
6. K r a n
: "untuk mengeluarkan air.
2
3.
MEMILIH TEMPAT UNTUK PENAMPUNGAN AIR HUJAN VOLUME 10 M 3
3.1.
Diameter luar untuk dasar reservoir kurang lebih 3.10 m.
membuat reservoir
diperlukan tanah
Untuk
yang rata dengan diameter-
5 m. (lihat Gambar II).
3.2.
Tempat reservoir (letak reservoir) tidak boleh'melebihi 3 m jauhnya dari rumah yang menampung air hujan tersebut.
3.3. Atap harus terbuat dari genteng, asbestos semen atau seng. Luas
3
atap yang diperlukan untuk penampungan airhujan volume 10 m ,
minimal 40 m , sedang panjang talang
yang diperlukan minimal
12 m, tinggi talang dari atas tanah minimal 2.40 m.
3.4. Atap yang dipakai untuk penampungan air hujan tidak boleh
ter-
ganggu oleh pohon-pohonan dengan daun-daunnya di atas atap.
(Gambar II).
3.5.
Kalau mungkin reservoir harus dibangun
langsung terkena sinar matahari.
di tempat
yang - tidak
I 3 mm
t . S mm
t-
i__
S.5mm
"T
lOran
t
Gambar 1. Kawat ayam.
Gb. 2. Kawat seng
BWG 8.
Gb. 3. Perpipaan.
0.7mm
13mm
3
BAHAN-BAHAN YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMBUAT'BAK FEROSEMEN 10 M3
NO.
NAMA BAHAN
SATUAN
JUMLAH
18
01.
S em en
02.
Pasir bersih 0 2,5 mm
m
03.
Kawat tali 0 0,65 mm
kg
2
04.
Kawat seng 0 5 mm
kg
74.
m*
50
Zak (40 kg)
3
1,4
05.*) Kawat ayam cap ikan
(1,00 m) lebar
06.
Pipa peluap 0 1 1/2"
GI
07.
m'
Pipa penguras 0 1 1/2"
GI,.20 cm, dop 1 buah
08.
GI, 45 cm + kran 3/4" +
bend
set
Pipa pengukur t i n g g i a i r
10 cm + dop 1 buah
10.
set
Pipa pengeluaran 0 3/4"
'
09.
0,20
set
Seng BWG - 28
(0,94 x 1,80 m)
lembar
11.
Bahan-bahan untuk solder
kg
0,3
12.
Ijuk
kg
2,5
Catatan :•*) - Kawat ayam harus bebas minyak
- Kwalitet kawat ayam harus sama dengan kwalitet kawat
ayam cap ikan' (Fish Brand).
Gambar 4. Tempat mengaduk dan saringan pasir.
25
15
'ty^]jn_jij-^^
Roskam bergigi.
Gambar 5. Alat-alat.
Gb. 6 Nud.
(alat untuk menyambung
kawat ayam)
PERLENGKAPAN DAN ALAT-ALAT
5.1.
Banyaknya
Perlengkapan dan alat-alat
a. Mal
1 set
b.
Ayakan 0 2,5 mm
1 buah
c.
Tempat mengaduk (70x120x35. cm)
1 buah
d. P a c u 1 / Cangkul
1 buah
e.
1 buah
Sekop
3 buah
f. Ember : - Seng
1 buah
- Plastik
g.
Sendok tembok
3 buah
h.
Roskam bergigi
2 buah
i.
Gunting : - besi
1 buah
- seng
1 buah
j.
3 buah
Catut / Kakak tua
1 buah
k. P a 1 u
o
1. Alat untuk menyambung Kawat ayam
( nud )
3 buah
m.
Bor tangan
1 buah
n.
Gergaji besi
1 buah
o.
Drum bekas olie
1 buah
p.
Sandal karet jepang
2 buah
q. Sikat plastik
r.
2 buah
Lembaran plastik lebar 2,00 m
s. . Alat solder dan atau
10 m
2 b.uah
Solder L i s t r i k
1 buah
t.
Bilik 3 x 3 m
1 lembar
u.
Tiang-tiang ,bambu 1,85 m
25 buah
v.
Bata 22 x 11 x 5
50 buah
w.
Pipa 8" panjang 1 m dibelah dua
1 buah
x.
Palu d a r i kayu'atau p l a s t i k
2 buah
y.
Pahat b e s i
1 buah
z.vfPompa a i r dengan tenaga bensin,
komplit dengah slang-slangnya.
(jika membangun untuk
"yang banyak).
jumlah
1 set
L
2 5 2 5 3
5cm
Gambar 7.
Gambar 7.
1 buah ring (cincin) besi.
3 buah cincin besi terdiri dari 9 bagian (segmen).
Mal untuk Dinding dan Dasar
5.2.1.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat mal
Mal terdifi dari rangka dengan tiga buah
Cincin besi ini dibuat sedemikian rupa
cinein besi.
sehingga dapat
dibongkar pasang. Kemudian cincin ini dilapisi dengan
plat/lapisan triplex.
Cincin besi
harus dibuat dahulu (pre-fab) di bengkel-
besi. (Lihat Gambar 7).
Tiap-tiap cincin terdiri dari tiga bagian
( 3 segmen)
yang dihubungkan satu sama lain dengan moer
dan bout.
Salah satu cincin
dipasangi
(terdiri dari 3 bagian)
pen-pen besi dengan jarak satu sama lain (as ke a.s) 10
cm. (Lihat bagian 5.2.2.).
Bahan-bahan untuk mal :
1. Plat baja 25 x 3 mm
=
30 meter
2. Tulangan kawat 0 4 mm
=
72 meter
3. Tulangan kawat 0 6 mm
=. 30 meter
4. Besi siku
150 x 25 x 25 mm;
tebal 3 mm
=
18 buah
=
18 buah
=
96 buah
5. Bout dan moer 6 mm
panjang 2 cm
6. Pen-pen baja 0 9 mm
panjang 8 cm
7. Triplex
120 x 160 cm;
Tebal 3 mm
9 lembar
!10cm
| 10cm j 10cm
2.5em
Gambar 8.
Cincin besi dengan pen-pen.
Gambar 9.
Detail sambungan cincin besi.
2.5 cm
3mm
Gambar 10.
Detail baja siku.
6
Konstruksi Cincin Besi
Konstruksi satu buah cincin (ring).
a.
Strip baja ukuran 25 x 3 mm
dibuat satu lengkung-
an sehingga membentuk satu Hngkaran
dengan dia -
meter 290 cm. Ujung-ujungnya di las.
b.
Kawat tulangan 0 4 mm dibengkokkan
antara
dan. diletakkan
baja strip dan tulangan besi 0 6 mm.
langan besi 0 6 mm
Tu -
dilengkungkan dengan, diameter
260 cm, ujungnya jangan di las dulu.
c.
Tulangan besi 0 4 mm di las pada baja strip 25x3mm,
dan juga pada
tulangan besi 0 6 mm.
Jarak antara
lengkungan luar (baja strip 25 x 3 mm)
kungan
tulangan besi
0 6 mm harus
dan
leng-
diusahakan te-
tap 15 cm (Gambar 9).
d.
Dibuat dua buah besi s'iku ukuran
bal 3 mm
150x25x25 mm te-
dengan lubang - lubang bout dan moer, di
las pada lengkungan baja strip
25 x 3 mm
numpang pada lengkungan tulangan besi
dan me-
0' 6 mm. Ke-
mudian bout dan moer dilepaskan dan baja strip, tulangan besi 0 6 mm
dipotong diantara
2 buah
besi
siku dengan gergaji besi. (Gambar 9 dan 10).
e.
Tiap-tiap bagian
(segmen) dari ring
diberi
tanda
tertentu.
f.
Ring yang sudah selesai
di meni,
lalu di
cat de-
ngan warna yang berbeda tiap ring..
g.
Pada salah satu ring di bagian dalam
besi;0 9 mm derigan jarak
tinggi tiap-tiap pen 8 cm.
(Gambar 8).
di pasang pen
satu sama lain 10 cm, dan
KONSTRUKSI
6.1.
Jadwal waktu untuk membuat 1 buah reservoir 10 m
dari ferose-
men.
A
Persiapan tulangan
untuk dasar/fondasi
6.2
Hari Pertama
3 orang
>i
Membuat Stek
6.3.
>i
Merakit mal
6.
Mempers iapkan
tanah / tempat
, .
6.4
Hari Kedua
T
3 orang
\i
Memasang mal pada
tulangan fondas i
6.
>i
Memasang : kawatayam
lap.pertama dan stek
6.6
Hari Ketiga
3 orang
\b
Mempersiapkan
tu langan untuk dinding
6.6
-•^c
\y
Meng-cor bagian da sar / fondas i dan me naruh mal diatasnya
6.7
Hari Keempat
3 orang/4
i
Plester pertama da- sar dan dinding luar
6.8
\i
Curing 1 hari membuat bak pengeluaran
mengcor bagian dasar
filter (piring
saringan)
6.9
6.10
Hari Kelima
2
orang
\i
Menyiapkan tulangan
untuk tutup
6.11
.Hari Keenam
. 3 orang
8
Memindahkan mal dan memasang
tulangan tutup dan saringan.
6.12
Hari Ketujuh
3 orang
Plester ke 2 kali untuk dinding dan lantai bagian dalam
dan plester pertama untuk tutup luar
6.13
Hari Kedelapan
4 orang
Reservoir diisi air untuk per
tama kali, menyiapkan talang
dan pipa masuk
6.14
Empat hari Curing
6.15
Plester saringan penyelesaian terakhir untuk tutup ,
6.16
Curing dan Testing
6.17
Plester yang kurang baik/
rusak diperbaiki
Membersihkan/memcuci reservoir
Memasang talang ke reservoir
6.18
Mengisi f i l t e r dengan ijuk
kerikil dan lain-lain
Hari Kesembilan
3 orang
Hari ke 10 5 11
2 orang
Hari ke 12
2 orang
Hari ke 13 § 37
Hari
ke
38
Gambar 11.
Gambar 12. Tiap ujung tulangan lantai dilebihi 15 cm.
, v2P"----*k^. ?*--*.
•.•*•>:
4~<:r'':>*•
Gambar 13.
Tiap perpotongan diikat
dengan kawat beton.
Tulangan lanta;
9
Menyiapkan tulangan besi untuk Dasar
6.2.1.
Ring-ring (cincin) baja yang sudah di pasang pen-pen
d i r a k i t kembali kemudian diletakkan di atas tanah.
6.2.2.
Lapisan besi tulangan 0 5 mm pertama di atur s e p e r t i
t e r l i h a t / d i j e l a s k a n pada Gambar n o . l l dan no.12, 13.
6.2.3.
Lapisan tulangan ke dua dianyam dengan lapisan pertama dan ujungnya d i i k a t pada pen-pen dan lebihi 15 cm
seperti t e r l i h a t pada Gambar 11 dan 12.
6.2.4.
Tiap-tiap perpotongan ke dua anyaman kawat t e r s e b u t .
d i i k a t dengan kawat tali/kawat besi(Lihat Gambar 13).
6.2.5.
Rangka tulangan diangkat dari ring, kemudian ujungujung kelebihannya d i tambah dengan 1 kawat lagi dan
dianyam.
(Jumlah penambahan keseluruhannya ada 4 batang kawat/
tulangan).
Lihat Gambar bawah.
Gambar 14.
Gambar 15.
S t e k.
Ujung kelebihan 15 cm dari
tulangan dasar ditekuk.
o
Gambar 16.
Stek dipasang.
10
Membuat Stek (besi tulangan bentuk U)
6.3.1.
Kawat seng 0 5 mm dipotong sepanjang 130 cm sebanyak
45 buah.
6.3.2.
Kemudian dibentuk seperti pada Gambar no. 14.
6.3.3.
Cara membuatnya :
- Tancapkan 3 buah paku
pada triplex membentuk se -
gitiga sama kaki, dengan panjang kaki
sama
ngan panjang kaki stek (kira - kira 50 cm),
dedan
panjang alas sama dengan jarak kaki stek tersebut.
- Tentukan tengah-tengah kawat stek tersebut.
- Titik tengah ini
diletakkan pada paku
di
puncak
segitiga dan kemudian ditekukkan.
- Untuk kaki-kaki stek, tekuk kawat
tersebut di ba-
gian bawah pada tempat yang ada pakunya.
Lihat Gambar 14.
Cara memasang stek pada tulangan dasar
(lihat juga
6.6.5.).
6.3.4.
Mal triplek yang sudah dilapisi kawat
pertama diangkat dan
sar,
an
sedemikian rupa
dasar
ayam
lapis
ditaruh di atas
tulangan da-
sehingga jarak
ujung tulang-
dengan mal triplek
sekelilingnya
sama,
yaitu 15 cm.
6.3.5.
Ujung-ujung
ditekuk
6.3.6.
Kaki
kelebihan tulangan dasar
15 cm
seperti pada gambar 15.
stek yang telah
langan dasar,
(harus
yang
ditekuk dianyam
lalu pada tiap
ada 1 orang pekerj a
dengan tu-
perpotongan
yang
berada
diikat
di bagian
dalam mal triplek).
6.3.7.
Stek
dipasang dengan
jarak puncak
satu sama
lain
20 cm, sedang jarak kaki 1 stek adalah 40 cm,' jarak
kaki stek pertama dengan kaki stek
Gambar No. 16.
ke 2 adalah 20cm.
Gambar 17.
Fondasi/lantai kerja
11
Persiapan tempat untuk Penampungan Air Hujan
6.4.1.
Untuk lokasi penampungan air hujan diperlukan tanah/
tempat yang rata dengan diameter 5 meter.
6.4.2.
Sesudah tempat tersebut dibersihkan, buatlah lingkaran dengan diameter 3.10m dengan cara sebagai berikut:
Tancapkan sebuah paku atau kayu ditengah
ikat kepalanya dengan
kemudian
kawat tali sepanjang 155 cm
yang ujung satunya diikatkan pada paku
lain, lalu
paku ini diputar searah jarum jam.
6.4.3.
Tanah di dalam lingkaran di gali sedalam 10 cm.
6.4.4.
Sekeliling galian tadi di pasang bata, bata tersebut
tebalnya 5cm, sehingga diameter galian sekarang tinggal 300 cm (2 x 155 cm - 2 x 5 cm = 300 cm).
6.4.5.
Galian tadi lalu di urug dengan pasir setebal
diratakan dan dipadatkan dengan cara ditimbris
5 cm,
dan
disirami air berulang-ulang.
6.4.6.
8 (delapan) buah bata di pasang dengan jarak satu sama lain sama, menempel dengan bata yang
pertama kali. Lihat Gambar 17
di pasang
Gambar 18.
Cara merakit mal.
Gambar 19.
Gambar 20, 21.
Cara mengikat ring dengan triplek.
Cara merakit mal.
12
6.5.
-Menyetel Mal (Merakit Mal)
6.5.1.
Ring mal ketiga-tiganya di rakit.
6.5.2.
Triplek-triplek untuk dinding di taruh (dijejerkan)
di atas tanah.
6.5.3.
Ring ketiga-tiganya di taruh vertikal di atas triplek tersebut (ring yang ada pennya
diletakkan
di
atas), lihat Gambar 18 dan 19T
6.5.4.
Triplek yang pertama diikat dengan kawat tali
ketiga ring mal.
6.5.5.
pada
Lihat Gambar 20, 21
Ring-ring yang terikat pada triplek pertama digelindingkan di atas triplek ke dua. Gambar 19.
6.5.6.
Lembaran triplek kedua diikat pada ring-ring seperti
lembar pertama.
6.5.7.
Pekerjaan ini diteruskan sampai
keliling ring-ring
mal terlapisi dengan lembaran triplek.
6.5.8.
Penting :
Gambar 22.
Lembaran triplek yang melapisi ring-ring
tidak boleh saling menindih (menumpang) tetapi harus diberi jarak 3 — 5 mm.
Gb. 22.
Ring telah dilapisi dengan triplek.
kawat ayam
90
bagian
dalam
160
10 over laping
IT
60
kawat ayam
mal triplex
Gambar 24.
Cara memasang kawat ayam lapis pertama.
,**'"'-',!'.
mal triplex
kawat ayam
160H
kawat ayam
t
stekl
'15
Gambar 25.
Stek dipasang setelah kawat ayam lapis pertama dipasang.
50
jy§f_& ^ ^ - ^ — - - 7 - . _rni"r— rx • -*'• V • •& _^
Gambar 26.
Memasang kawat seng lapis pertama.
Gambar 27.
Ujung atas kawat seng diikat.
£^*r_^-s S & J ^ « v : * ' - ^ •*'__3§?*
l ^ s r ' •, ,"m-v_
w
.
* ~-^_
11
Gambar 28.
Mulai dari bawah, kawat seng
ditarik kuat-kuat.
Gambar 23.
Cara memotong kawat ayam.
13
Cara memasang Mal di atas Besi Tulangan Dasar dan
memasang
Besi Tulangan untuk Dinding.
6.6.1.
Memotong kawat ayam sepanjang 9,70 m
dengan lebar
1,00 meter, sebanyak 4 potong.
6.6.2.
1 (satu) potong kawat ayam ukuran 9,70 x l.OOmeter,
dibelah dua dengan ukuran 0,70 mdan 0,30m(yang dibelah adalah arah lebarnya yang l,00m), sehingga didapat 9,70 x 0,70 meter dan 9,70 x 0,30 meter.
Gb. 23.
6.6.3.
Mal diselubungi kawat ayam lapis pertama, dengan cara:
1 potong kawat ayam ukuran 9,70 x 0,70 m dililitkan
pada bagian bawah mal kemudian untuk menyambung bagian atas digunakan kawat ayam ukuran 1,00 x9,70m,:
kedua sambungan ini harus saling tindih (overlaping)
kira-kira 5 - 1 0 cm.
6.6.4.
Gambar 24.
Kemudian mal diangkat oleh 4 orang dan ditaruh
di
atas tulangan dasar.
6.6.5.
Pasang stek mengelilingi mal dengan jarak satu sama
lain 40 cm. Untuk mempermudah pemasangan stek sebelumnya harus dibuat tanda-tanda pada mal dengan jarak masing-masing 40 cm, juga harus ada 1 orang pekerja yang ada di bagian dalam dari mal untuk mengikat kaki stek dan tulangan dasar;
6.6.6.
Gambar 25.
Pasang kawat seng 0 5 rrati mendatar dan melingkari mal
dengan jarak vertikal seperti berikut :(lapis pertama) 5 - 1 0 - 1 5 - 3 0
- 30 - 30 - 20 - 15 -
5 cm.
Gambar 26.
Kawat mulai dililitkan dari bawah berangsur- angsur'
naik ke atas.
Ujungatas kawat ini di ikatkan dengan
kawat
ayam
lapis pertama dan ujung bawah di ikatkan pada stek.
Untuk sementara' ikat kawat seng ini ditempat-tempat
tertentu.
6.6.7.
Mulai dari bawah kawat seng ditarik
kembali supaya
kowot ayom
T
100
mol triplek
:tt
over laping
70
Gambar 29.
Cara menyambung kawat ayam
dengan mempergunakan alat (nud).
£i^_„-_.^»-^«*»-«^—«*_-—-•••«'/'WTS'-*-
kawat ayam kelebihan 30cm
untuk tutup
30
kawat seng 0 30mm
5
15
.»20
30
kawat ayam
lapis ke I
30
30
kawat ayam
lapis ke II
15
+
Gambar 30.
10
5
Pemasangan lapis kedua kawat ayam,
terlihat kelebihannya yang 30 cm.
tapis kell kawat seng 0 5rnm
Gambar 31.
Pemasangan kawat seng lapis kedua.
14
lebih kencang melilit pada mal. Gambar 28.
Ujung atas ditekuk 3 - 5 cm kemudian diikatkan dengan kawat ayam. Agar kawat seng tidak
da tempat-tempat tertentu diikat
kendur, pa-
pakai
kawat taii.
Gambar 27.
6.6.8..
Lapisan kedua kawat ayam di pasang :
°
Pemasangan dimulai dari bawah dan tempatnya I harus bertentangan dengan tempat mulainya
lapisan
kawat ayam pertama, dengan maksud agar sambungan
kawat ayam tidak merupakan suatu garis lurus yang
Vertikal. Kawat ayam yang dipergunakan yaitu yang
ukuran 9,7 x 1,00 m, juga untukmenyambungbagian
atas memakai kawat ayam ukuran 9,7 x 1,00 m.
Dengan memakai kawat ayam ukuran 9,7 x 1,00 m ,
kelebihan ke atasnya 30 cm, ini dipergunakan untuk lapisan tutup.
°
Penyambungan mempergunakan alat no.l (nud) = no.
13 pada foto, cara mempergunakannya;. kawat ayam
yang di bawah diangkat ke atas, ditekuk ke kanan,
kawat ayam bagian atas
ditekuk ke bawah.
Gambar 29, dan 30.
6.6.9.
Ratakan/ikat lapisan pertama kawat ayam
dan
kawat
ayam lapisan kedua, dengan'mempergunakan alat no. 1
(nud) = no. 13 pada'foto.
6.6.10. . Pasang kawat seng 0.5 mm sebaga'i lapisan kedua.
Cara memasang: di mulai dari tempat yangbertentang. an dengan tempat dimulainya kawat seng 0 5 mm
la -
pisan kesatu. Letak kawat seng ini harus berada ditengah-tengah antara lilitan lapisan kesatu.
Gambar 31.
6.6.11.
Lilitan pada bagian atas berimpit/dekat sekali, de ngan lilitan kawat seng lapisan kesatu.
6.6.12.
Mulai dari bawah kawat seng ditarik kembali, ber ulang-ulang, sehingga betul-betul menjadi
(kencang).
tegang
15
6.6.13.
Jika kawat seng telah kencang benar, kemudian
tiap
75 cm diikat dengan kawat tali, pengikatan harus di
mulai dari bawah bergerak ke atas.
6.6.14.
Sambungan-sambungan dan over laping kawat ayamharus
betul-betul tersambung baik dan rata.
Penting :
° Kawat ayam harus dipasarig betul-betul'kencang
dan rata, jangan kendur dan kembung.
°
Tulangan kawat seng harus ditarik kencang, karena tulangan kawat seng yang kencang memperkuat konstruksi.
semen
P C
Ui»i,i>>>,,,>ii»>tti>i»>ii>,>»ti>»i,i»»>»iv>i,iiiii>i»,i»,,i>ii,»i»>,»»*A
Cara mencampur bahan bahan.
Gambar 32.
.1-
Mengetest adukan
•&•..•-„.-
* .r.
Gambar 33.
Mengukur ketebalan plesteran
dengan kayu.
16
6.7.
Plesteran dasar kerja
6.7.1.
(Lantai Kerja)
Mal, rangka besi, tulangan dan kawat ayam dibersihkan dari segala kotoran dengan air.
6.7.2.
Pasir dicuci dan di ayak dengan ayakan dengan
lu -
bang-lubang ukuran 2.5 mm.
6.7.3.
Semen dan pasir di aduk dengan perbandingan 1
: 2
(dalam volume).
6.7.4.
Adukan semen pasir ditambah
air
dengan
hati-hati
agar supaya tidak encer (water cement 0,4), kwalitet
adukan bagus jika pada adukan tersebut ditarik
se-
buah garis lurus dengan jari sedalam 5 cm dan adukan itu tidak meleleh.
(garis tersebut tetap ada tidak tertutup adukan).
r,
Gambar No. 32.
6.7.5.
Pasir ditempat fondasi disirami air bersih dan di ,' padatkan merata.
6.7.6.
Lapisan plesteran tebalnya 2 cm diplesterkan
waktu
lapisan pasir masih basah.
Tebal plesteran diperiksa dengan mempergunakan papan-papan setebal 2 cm.
Gambar 33.
Penting :
°
Pasir yang bersih dan water cement yang tepat penting s skali untuk mendapatkan kwalitet ferosemen yang baik.
Gambar 32A. Mal diangkat.
Gambar 34A.
Cara memplester dengan mempergunakan roskam bergigi.
Gambar 34.
Meratakan plesteran dengan sandal
karet.
17
6.8.
Plesteran Pertama untuk Dinding dan Dasar
6.8:1.
Mal dan tulangan yang sudah dibersihkan
ditempatkan
ditengah-tengah lantai kerja. (dingkat oleh '4 orang).
(Lihat Gambar 32A).
6.8.2.
Specie (adukan) disiapkan seperti tercantum dipoint6.7.3. (Pasir : Semen = 2 : 1, dalam volume,
water
cement factor 0,4 dalam berat, maksimum besar/diameter pasir 2.5 mm).
6.8.3.
Lapisan 3 cm diplesterkan untuk dasar (ketebalan dicek dengan tongkat kayu/kawat).
Ada jarak kosong 1 cm antara beton dan triplek, dengan maksud agar nanti setelah curing
beberapa hari
untuk membuka triplek tidak sulit.
Permukaan plester dasar dibuat kasar sedalam 5 mm supaya pada waktu finishing mendapatkan sambungan yang
baik dengan lapisan di atasnya.
6.8.4.
Dinding luar diplester dengan ketebalan 15 mm
(di-
ukur dari mal).
Pada bagian atas dinding tempat dimana
bersambungan
dengan tutup, jangan dulu diplester kira-kira setinggi 5 milimiter.
Memplester dengan mempergunakan alat no. h
bergigi pada foto no. 8)
(roskam
Gambar 34A.
Pada dinding buatkan 3 buah lubang, 2 di bawah untuk
lubung penguras dan pengeluaran dan 1 buah lagi
di
bagian atas untuk pipa peluap, berturut-turut tingginya 0 Cm , 3 dan 155 cm dari lantai. Plesteran diteruskan.
6.8.5.
Lubang-lubang dipermukaan
dinding dilicinkan dengan
mempergunakan sandal karet.
Gambar 34.
6.8.6.' Jika masih ada kawat ayam. yang
kelihatan (terbuka)
pada dinding yang telah diplester sekali-kali jangan
diganggu/digoyang-goyangkan.
Lihat 6.18...
18
6.8.7.
Senwa plesteran diselubungi
sekelilingnya
plastik agar supaya tidak cepat mengering.
dengan
m?wrv&
•:t- + *
Gambar 35.
Gambar 36.
"
Bak pengeluaran.
Penampang bak pengeluaran dan bak peresap.
19
Konstruksi Bak Pengeluaran
6.9:1.
Buat lubang ukuran 90 x 90 cm dan dalamnya 60
cm di depan dinding, yang t e l a h dibuat lubang
untuk kran dan pengurasan.
(Gambar 35).
•
6.9.2.
Bagian dasar dibuat d a r i 1 lapis b a t a , d a n u n tuk dinding dibuatkan 1/2 bata dengan ketinggian 10 cm lebih t i n g g i dari permukaan tanah.
Okuran bak sekarang menjadi 60 x 60 cm.
6.9.3.
Dasar dinding, d i p l e s t e r dengan adukan 1
men 4 p a s i r dalam ukuran volume.
6.9.4.
Bekas / s i s a galian diurug l a g i dengan tanah.
6.9.5.
Di luar bak pengeluaran dibuat bak peresapan
dengan ukuran 100 x 100 cm dalam 45 cm, yang
di i s i derigan k e r i k i l dan batu.
(Gambar 36).
Dari bagian dasar bak pengeluaran
se-
disambung
dengan pipa 0 1" ke dinding peresap.
Kedalaman 45cm dihitung dari dasar bak pengeluaran.
Gambar 37.
Gambar 38.
Tulangan piring saringan.
Cara membuat lubang pada piring saringan.
20
10.
Cara membuat/memplester Piring Saringan
6.10.1.
Memotong kawat seng 0 5 mm sepanjang 215 cm, sebanyak
1 buah.
6.10.2.
Kawat tersebut dibuat lingkaran diameter 65 cm,ujungujungnya diikat kua.t-kuat.
6.10.3.
Memotong lagi kawat seng 0 5 mm sebanyak 4 buah dengan panjang 80 cm.
6.10.4.
Kawat tersebut dibuat seperti di Gambar 37.
6.10.5.
Untuk mengangkat piring saringan, pada
2
tulangan
yang 80 cm, diikatkan 2 buah kawat 0 10 cm.
6.10.6.
Di atas triplek yang sudah dialasi plastik,
kan adukan (2 pasir : 1 pc,
dalam
tuang-
volume) setebal
• 5 mm, lalu taruh tulangan kawat seng.
Kemudian tuangkan adukan lagi setebal 5 mm
ratakan
baik-baik.
o
6.10.7.
Sebelum kering plesteran piring saringan ' ini dilubangi dengan 0 1 cm sebanyak 8 1.
Cara membuat lubang yaitu dengan mempergunakan
(besi yang berlub.ang) 0 1 cm. Gambar 38.
pipa
.rm^r^z-toHM
•r*?\3K..
Gambar 38A. Tulangan tutup.
21
6.11. Membuat Tulangan untuk Tutup
6.11.1.
Cincin besi yang sudah ada pen-pennya dibongkar dari mal, kemudian distel lagi, diletakkan di atas tanaH.
6.11.2.
Tulangan kawat seng 0 5 mm dari tutup dikerjakansama seperti tercantum dalam point 6.2.
Gb. 38 A.
t
Gambar 39A.
Penjelasan ad 6.12.2.
Gambar 39.
Penjelasan ad 6.12.4. dan 6.12.8.
Gambar 39B.
Penjelasan ad 6.12.6.
22
6.12.
Memasang Tulangan untuk Tutup
6.12.1.
Selubung plastik dibuka, juga mal '(besi
ring, tri-
plek) di buka dan dipindahkan/dikeluarkan dari bagian
dalam gentong (reservoir).
6.12.2.
Kawat ayam selebar 30 cm kelebihan dari dinding, dipotong pada beberapa tempat kemudian
dilengkungkan
mengikuti sisi atas bagian dalam sekeliling gentong.
Gambar 39A.
6.12.3.
Tulangan tutup ditaruh di atas gentong
dan ditahan/
distut pada bagian tengahnya dengan tiang bambu setinggi 1.90 m.
6.12.4.
Lima buah tiang tambahan setinggi 1.85 m ditempatkan
membuat lingkaran dengan diameter 0,80 m, sebagaipusatnya adalah tiang pertama yang ada ditengah.
(lihat Gambar 39).
6.12.5.
Kawat tulangan dipotong 15 cm melebihi dinding atas.
Gambar 39 B.
6.12.6.
Kemudian tulangan 15 cm tersebut dilengkungkan
disambungkan dengan 2 buah tulangan dinding
dan
paling
atas, lalu diikat dengan kawat kuat-kuat.
Gambar 39 B.
6.12.7.
Untuk lubang saringan/Man-hole harus diberi
tanda,
atau pakai mal besi, Man-hgle letaknya harus dipinggir terdekat ke atap. darimaria air hujan diambil (terkumpul), dan jarak dari sisi.atas gentong harus 15cm.
Diameter Man-hole 70 cm.
6.12.8.
Untuk Man-hole, yang telah diberi tanda, tulangan dipotong di satu tempat, kemudian. tulangan ini
ditekuk
ke atas sebagai tulangan untuk dinding filter. Lihat
Garobar 39.
6.12.9.
Satu lapis kawat ayam ditambah di-^tas tulangandandi
ikat pada tempat-tempat tertentu dengan kawat tali.
6.12.10. Kelebihan kawat ayam dari dinding yang 30 cm, diangkat
ketularigan tutup bagian bawah lalu diikat dengan lapisan
ilmi it
Gambar 4 1 .
Tulangan dinding saringan.
Gambar 40.
Lapisan kawat ayam untuk tulangan
dinding.
Gambar 42.
Tulangan untuk dudukkan saringan.
'*C
-5»l) * ' " - " • -
V " '•<•'•'"•'•
23
pertama kawat ayam yang ada di bagian atas
tulangan
tutup.
Kemudian gentong ditutup
lagi
sekelilingnya
dengan
plastik.
6.12.11. Tulangan untuk dinding saringan (filter) diselesaikan
sebagai berikut: Tulang kawat 0 5 mm dililitkan hofizontal sekeliling kawat Vertikal, dengan
sama lain 6 cm sampai ketinggian 35 cm
jarak satu
di
atas- sisi
tutup yang terdekat dari tengah-tengah kemudian
kuat-kuat dengan tali kawat.
ikat
Gambar 41.
6.12.12. Jika kawat Vertikal terlalu panjang
harus
sampai kawat horizontal yang paling atas,
dipotong
dan
kawat Vertikal ada yang terlalu pendek (tidak
bila
sampai
ke kawat horizontal paling atas), kawat tersebut dapat
ditambah/disaiTibung dengan kawat Vertikal yang ada yang
panjangnya lebih dari pada 15 cm.
6.12.13. Lapisan kawat ayam menyelubungi sekeliling
tulangan
dan diikat dengan kawat tali. Gambar 40.
6.12.14. Untuk bagian pinggir sebelah dalam yang menahanpiringan filter, dibuat kawat lengkung 0 5 mm
dan diikat
dengan tulangan horizontal filter paling bawah.
Gambaf 42.
6.12.15. Selembar kawat ayam dilipat
seng lengkung tadi
dua mengelilingi
kawat
dan diikat dengan tulangan Verti-
kal dengan kawat tali.
Gambar 42A.
Gb. 42 A.
Dinding filter sudah
diplester, penahan
piringan filter belum
diplester.
Gambar 43.
Sebelum dipasang pipa dibuat kasar.
Gambar 44.
Sebelum diplester, dinding dilabur dulu
dengan air semen.
Gambar 45.
Bekisting bilik dengan lubang.
24
6.13.
Plesteran kedua kali untuk dinding bagian dalam dan dasar,
plesteran pertama kali untuk tutup.
6.13.1.
Tutup plastik dibuka
6.13.2.
Enam buah tiang bambu penahan tulangan
tutup
di -
keluarkan melalui lubang Man-hole.
6.13.3.
Pipa pengeluaran, pipa
penguras
dan pipa p§luap
dipasang pada lubang yang telah disediakan.
Permukaan pipa tersebut harus dibuat kasar agar da pat diikat dengan baik oleh adukan.
6.13.4.
Bagian dalam dari dinding dilabur
(Gambar 43).
dengan air semen.
(perbandingan air : semen = 2 : 1 ,
dalam
ukuran
volume). Gambar 44.
6.13.5.
Bagian dasar
dan dinding bagian dalam diplester se-
tebal 1 cm dilaksanakan sekaligus, dengan adukan seperti pada point 6.7. (semen : pasir = 1 : 2
volume dan water cement factor 0.4 dalam berat
ukuran
dalam
dan
pasir paling berat 0 2.5 mm).
Sebelum memplester dinding yang tipis, lebih dahulu
memplester tempat sekitar pipa pengeluaran, pipa peluap dan pipa penguras.
Sesudah memplester dinding
bagian
dalam, kemudian
dilanjutkan dengan memplester kembali tempat-tempat
sekitar pipa pengeluaran, pipa peluap dan pipa penguras.
6.13.6.
Gambar 44.
Tungigu 2 jam sebagai Curing pertama, sebelum
;
ruskan dengan langkah ke 6.13.7 .
dite-
.
»
6.13.7.
Bilik dibuat bulat dengan diame'ter 3.10 m, dimasukkan kedalam melalui lubang filter/Man-hole.
Bilik ini ditaruh bertentangan dengan
tup
sedemikian rupa sehingga lubang
dengan lubang
yang ada pada bilik,
tulangan tuman-hole lurus
( Gambar 45. )
namun sebelumnya bilik tsb harus dialasi
kertas semen.
plastik /
Gambar 46.
Cara curing dengan lembaran plastik.
25
6.13.8.
Bilik ini ditahan dengan 25 tiang bambu
an rupa sehingga
membentuk lengkungan
dan rata. Untuk mendapatkan
panjang
yang dikehendaki,
sedemikiyang
tiang bambu
tiang
baik
dengan
bambu dapat di-
ganjel dengan bata atau papan dibawahnya.
6.13.9.
Pasang pipa 1/2"
dalam bak).
(untuk mengecheck ketinggian
air
Sebelum dipasang pipa • dibuat kasar da-
hulu, dan tempat disekitarnya dilabur dahuludengan
air semen. Pipa 0 1/2" dapat dikerjakan sesudahpoint
6.16 selesai.
6.13.10. Tutup diplester dari bagian luar, setebal 2,5 cmmemakai adukan sama seperti pada point 6.7.
6.13.11. Tempat di bagian luar
sekitar
pipa peluap dan pipa penguras
pipa
pengeluaran,
dilabur
dengan
air
semen, kemudian baru diplester dengan adukan biasa
seperti di point 6.7.
6.13.12. Sebagai penyelesaian terakhir, bagian dalam
dasar
dan
dinding
dilabur
dengan
air
dari
semen.
(Lihat point 6.13.4.).
6.13.14. Semua bagian dari konstruksi diselubungi dengan lembaran plastik.
Gambar 46.
tatangseng EViO 28
plat besi pengait 3<30mm
tctangmosnkkefilterBWG28
Gambar 4 7 .
8/10
Kait dan talang.
usuk bombu
sumbat kayu
tatang seng BWG 28
plat besi pengait 3x30mm
Gambar 4 9 .
Talang jika kaso/usuk rumah terbuat dari bambu.
26
6.14.
T a 1 a n g
Ada 3 (tiga) kemungkinan untuk
Kemungkinan pertama
menibuat konstruksi talang.
(lihat Gambar 48).
Jika usuk rumah terbuat dari kayu, untuk konstruksi talangnya
sebagai berikut :
Bahan-bahan yang diperlukan :
- Seng BWG 28, seperlunya (sesuai dengan panjang talang dan lebar talang 46,5 cm).
- Besi plat 3 x 3 mm panjang 46,5 cm untuk
satu kait
(jumlah kait sesuai dengan keperluan).
- Kawat ayam 10 x 12 cm untuk saringan.
- Bahan-bahan untuk solder.
6.14.1. Cara membuat kait
Besi plat pada point 1 dibua^ 1/2
diameter 20 cm.
Pada satu ujung
sepanjang 2 cm untuk pegangan
tekuk
lingkaran
yang lurus
dengan
ditekuk
ke reng (sebaiknya di-
pada waktu kait sudah dipasang), juga padabagi-
an ini dibuatkan lubang-lubang untuk paku. (Gambar47).
6.14.2. Cara membuat Talang
Seng pada point 1 dibuat bentuk
1/2 lingkaran
diameter 20 cm. Diameter ini harus diukur
satu ujung, yang mana bagian
di dalamnya
dengan
dari
salah
ujung ini digulung
diisi kawat BWG 8 pengkaku.
lain ditekuk mengikuti lengkungan kait.
Ujung
dan
yang
Gambar 47.
6.14.3. Cara membuat Talang Masuk
Talang penampung air hujan
dengan talang masuk.
Bentuk
disambwigkan dengan filter
talang masuk berbentuk segi empat.
antara talang penampung dengan talang masuk
Sambungan
harus me-
usukkayu"
-20
reng tambahan
talang seng BWG 28
ptat besi pengait 3x30mm /
talang masuk kefilterBWG28
8/K),
Gambar 48.
Jika kaso/usuk terbuat dari kayu.
Gambar 50.
Jika ujung atap rumah lebih rendah dari saringan.
25
batasgenteng
X=disesmikan dengan keadaan
Gambar 5 1 .
Kait dan talang jika ujung atap lebih rendah dari saringan.
27
makai kawat ayam untuk menyaring sampah - sampah
agar
tidak masuk filter.
Semua
sambungan harus ditekuk dua kali dan disolder.
Gambar 47.
6.14.4. Cara memasang Talang
Pada usuk dimana akan dipasang talang, genting paling
bawah di angkat dahulu.
Ukur 8 cm dari.reng terbawah, kemudian pasang reng tambahan. Kait pada point 6.14.1. dipasangpada usuk de..ngan ja'rak kira-kira 1,00 m atau selang
satu
usuk,
lubang yang telah dibuat pada ujung kait dipaku dengan
usuk.
Talang pada point 6.14.2. ditaruh di atas kait dan kemudian disambung dengan tulang masuk ke filter.
6.14.5. Kemungkinan Kedua: Jika usuk terbuat dari bambu.
Gambar 49. .
Dalam hal ini, cara pembuatan kait, talang serta pemasangannya sama dengan kemungkinan pertama.
Hanya sedikit perbedaannya yaitu sebelum kait dipasang
terlebih dahulu lubang usuk disumbat dengan kayu bulat.
6.14.6. Kemungkinan Ketiga: Gambar 50
Jika ujung atap rumah lebih rendah dari pada filter.
Kemungkinan ketiga ini baru dilaksanakanbila tidak ada
rumah lain yang memenuhi syarat untuk dipasang penam pungan air hujan.
6.14.7. Cara pembuatan Kait
Kait dibentuk seperti pada Gambar no. 51.
Juga talang seperti bentuk Gambar no. 51.
\
28
6.14.8.
Cara Pemasangan
Genting yang tingginya dari muka tanahminimal 2,40m
sebanyak
1 baris di bongkar, dan 1 baris
lagi
di
bawahnya digeser ke bawah.
Pasang kait-kait, tiap 2 usuk pasang 1 kait.
Kemudian pasang talang, harus diusahakan letak talang miring kearah talang masuk kefilter.
Ujung yang rendah dihubungkan dengan talang masuk ke
filter. Konstruksi talang masuk sama dengan 6.14.3.
6.15.
Curing selama 4 hari
6.15.1.
Bak (reservoir) yang sudah diplester
ditutup
atau
diselubungi dengan plastik selama 4 hari.- Gambar46.
6.15.2.
Bak (reseryoir) harus terlindung dari sinarmatahari
langsung.
:
jfc,va
•jf-
Gambar 52.
Dinding saringan diplester bagian luar dahulu.
29
6.16.
Plester Saringan dan Plester kedua kalinya untuk Tu'tup
bagian
dalam.
6.16.1.
Setelah 4 hari selubung plastik dari tutup dibuka.kemudian bekisting bilik dan semua tiang bambu penyangga
dikeluarkan.
6.16.2.
Saringan diplester dari bagian luar dahulu dengan adukan seperti tercantum pada point 6.7.
Gambar 52.
Tapi sebelumnya, bagian dalam saringan dipasang bekisting seng.
6.16.3.
Serabut-serabut bambu jika masih ada
dibersihkan, sa-
ringan dan tutup di labur dengan air semen.
6.16.4.
Serabut-serabut tersebut di atas berasal dari
bekis-
ting bilik.
6.16.5.
Biarkan selama setengah jam, kemudian bagian dalam tutup diplester sehingga mencapai ketebalan 2.5 cm.
6.16.6.
Bagian dalam dari tutup diperiksa, jika ada yang belum
rata atau terlewat lalu plester lagi.
6.16.7.
Tutup yang baru diplester kemudian diselubungi kembali
dengan plastik.
6.17.
Curing dan Testing
6.17.1.
Bak (reservoir) harus diberi pelindung dari sinar ma tahari yang langsung.
6.17.2.
Tiap-tiap hari diberi tambahan air setinggi 20 cm sampai penuh (selama 1 minggu).
Setelah penuh semua lu-
bang-lubang di tutup rapat.
6.17.3.
Pada bagian ujung luar pipa peluap diberi kawat nyamuk
diperkuat dengan klem.
6.17.4.
Sampai hari ke 37 tiap hari ketinggian air diukur
berapa turunnya, semua ini harus dicatat
dan
dalam formu-
lir.
Penting :
Tutup plastik selama curing tidak boleh diangkat
dan harus terlindung dari sinar matahari langsung.
3
8
34_
4
^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ # f e # ^ 5 ^ ^/
/ M I I ; ; M ; ; ii ;> ii , v ii «yyfi ; ; n ^ n
; ; II ^>ir
joJ>an 8_P? rihsa
kerikll 01Omm
Gambar 53.
Gambar 54.
S a rin ga n
Bak siap dipakai.
30
6.18.
Penyelesaian terakhir (Finishing)
6.18.1.
Tutup plastik dibuka, bak dikosongkan/air
dibuang.
6.18.2.
Kalau ada kebocoran/rembesan pada satu atau beberapa
tempat, tempat tersebut dan disek-itarnya dilabur dengan air semen dan kemudian diplester kembali.
6.18.3.
Kalau masih ada kawat ayam kelihatan, kawat tersebut
harus dipotong dengan mempergunakan pahat kecil yang
tajam dipukul hati-hati (tidak boleh dipotong dengan
tang/kaka tua), kemudian tempat tersebut dilabur de. ngan air semen, dan diplester lagi.
6.18.4.
Bagian dalam dari bak dicuci bersih.
6.18.5.
Piring filter dipasang, kemudian saringan/filter diisi dengan bahan-bahan pengisi filter (kerikil, pasir, ijuk).
6.18.6.
Gambar 53.
Pasang pipa masuk (talang penyambung antara
pada atap dan bak).
6.18.7.
Bak (reservoir) siap di pakai. Gambar 54.
talang-
a_(atou bata stbanyafc 6 buah)
fcgrfcil * aS-1cm
poiif
DinO DCtwWllrw U4inoo>nn nir 0 l / } "
pipa ptnguros 01 W "
' liran V » *
a»wBW(jimmiiW<iM
••niWwWlM11"!1"
~~
'*«*<il>ii.'<iM»IW''
posongon botu ko&<ng ^J S-IOcm
GOVERIMMENT
OF
INDONESIA
MINISTRY OF HEALTM
OIReCTORATE OF HYGIENE AND SANITATION
WEST JAVA RURAL WATEH SUPPLY PROJECT
PROJECT OFFICE: JALAN SEOERMANA > - SANOUNO
KABUPATEN
SCAUA
KECAMATAN
• R A W N RU0HY0N0
CONSULTANT: IWACO B.V. BOX 11) ROTTEROAM
OTA
PROYEK PENYEOIAAN AIR BERSIH JAWA BARAT
1 :20
33
DETAL RESERVOIR OARI
WDNSTRUKSI FERROCEMENT
REPORT NO.
FIG
"°
Fly UP