...

asalkan halal-- akan bernilai ibadah bila kita melakukannya dengan

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

asalkan halal-- akan bernilai ibadah bila kita melakukannya dengan
Edisi 18
n
Tahun III
asalkan halal-- akan bernilai ibadah bila kita melakukannya dengan "tulus"
dilandasi dengan niat yang "lurus". Kita yang bekerja di Departemen Agama,
misalnya, juga akan menjadi ladang ibadah bila kita menyadari bahwa tugas
dan tanggung jawab adalah amanah. Tidak menjalankan amanah berarti
berlaku khiyanah. Tentu, kita tidak mau dikatakan sebagai 'pengkhianat',
salah satu ciri orang munafik. Na'uudzbillaah.
Departemen Agama RI memiliki motto "IKHLAS BERAMAL". Motto ini
jangan dijadikan slogan semata, tetapi harus diaplikasikan dalam karya
nyata. Sikap ikhlas memiliki hubungan yang erat dengan niat. Karena niat
merupakan keadaan atau sifat yang muncul dalam hati manusia. Niatlah
yang menggerakkan atau mendorongnya untuk melaksanakan suatu
pekerjaan. Dengan demikian, maka niat dan ikhlas merupakan dua hal yang
tidak dapat dipisahkan dalam melakukan suatu pekerjaan. Ikhlas adalah
melaksanakan suatu perbuatan taat atau ibadah karena menjalankan
perintah Allah dan mengharapkan keridhaan-Nya. Sikap ikhlas dalam semua
kegiatan, termasuk kita yang mengabdi di Departemen Agama RI, merupakan
misi kehadiran manusia di muka bumi ini. Karenanya Allah subhaanahu wa
ta'aalaa memerintahkan manusia untuk selalu ikhlas dalam beribadah dan
melakukan segala aktivitasnya (baca: QS al-Bayyinah, 98: 5).
Alangkah indahnya bila kita"mengabdi sambil menata hati" dan "menata
hati sambil mengabdi". Kita tunjukkan eksistensi diri dengan kerja keras,
jujur dan ulet. Jangan mudah puas dengan keberhasilan yang sudah dicapai.
Teruslah berkreasi untuk menata hati hingga selalu terhindar berbagai
kotoran-penyakit. Perbaiki amal-hasil kerja yang dianggap kurang baik atau
bahkan menyimpang, sembari melahirkan inovasi baru.
Nah, bekal iman adalah kunci untuk menata hati dan memiliki kekuatan
luar biasa. Bermodal iman yang kuat maka hatipun akan kuat. Kita tidak
akan mudah goyah oleh berbagai 'kenikmatan dunia' yang seringkali 'menipu'.
Seseorang yang menyalahkan wewenang-jabatan termasuk di dalamnya.
Dengan iman itulah maka tugas-tugas pengabdian kita, sebagai abdinegara
dan abdimasyarakat, akan bernilai ibadah di sisi Rabb dan bermakna bagi
manusia lainnya.
Berikut doa Rasulullah SAW dalam usaha menata hati: "Ya Allah,
jadikanlah kami orang-orang yang mencintai iman, dan jadikanlah iman itu
hiasan dalam hati kami, dan jadikanlah kami orang-orang yang benci pada
kekafiran, kefasikan dan kemaksiatan, serta jadikanlah kami orang-orang
yang memperoleh petunjuk di atas jalan yang benar" (HR Tirmidzi).
Selain berdo'a seperti yang diajarkan oleh Rasulullah di atas, kita juga
harus mengisi hari-hari pengabdian kita terhindar dari kemaksiatan dan
dosa-dosa, termasuk dosa kecil yang berkesinambungan. Karena dari dosa
yang kecil akan menyeret kita untuk berbuat dosa 'sesuatu yang menyimpang'
lebih besar lagi. Mudah-mudahan di hari jadi, HAB, Hari Amal Bakti
Departemen Agama RI yang ke-64 ini kita senantiasa berada di atas jalan
yang lurus dan mendapatkan bimbingan (ar-rasyad) dari Allah 'azza wa jalla.
Semoga Allah mengabulkan. "Dirgahayu Departemen Agama RI", kita
kembalikan identitas bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat.
@[email protected]
35
n
JAN’ 2010
OPINI
Fly UP