...

4. dokumen asuransi

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

4. dokumen asuransi
4. DOKUMEN ASURANSI
A. Proposal Form (SPPA)
B. Policy (Polis)
C. Cover Note (Nota Penutupan)
D. Insurance Certificate (Sertifikat Asuransi)
E. Construction of Policy (Konstruksi Polis)
Terjemahan dari
“The Principles & Practices of Insurance”
Facilitator: Imam MUSJAB, SE, AAIK, QIP
DOKUMEN ASURANSI
Facilitator: Imam MUSJAB, SE, AAIK, QIP
4. DOKUMEN ASURANSI
A. Proposal Form (SPPA)
B. Policy (Polis)
C. Cover Note (Nota Penutupan)
D. Insurance Certificate (Sertifikat Asuransi)
E. Construction of Policy (Konstruksi Polis)
Pertanyaan (Questions)
Tujuan Pembelajaran (Learning Objectives):
Setelah mempelajari Bab ini, mahasiswa mampu untuk:
ƒ Menjelaskan definisi dan fungsi serta penggunaan ‘Proposal Form’
ƒ Menjelaskan bagian-bagian / struktur ‘Proposal Form’
ƒ Menjelaskan definisi dan fungsi ‘Policy’
ƒ Menjelaskan bagian-bagian / struktur ‘Policy’
ƒ Menjelaskan definisi dan fungsi ‘Endorsement’
ƒ Menjelaskan definisi dan fungsi ‘Cover Note’
ƒ Menjelaskan definisi dan fungsi ‘Insurance Certificate’
ƒ Menjelaskan konstruksi pengertian bahasa dari ‘Policy’
“The Principles & Practices of Insurance”
4/1
DOKUMEN ASURANSI
Facilitator: Imam MUSJAB, SE, AAIK, QIP
4A PROPOSAL FORM
1. Definisi:
Proposal form atau Surat Permohonan Penutupan Asuransi (SPPA) adalah dokumen yang
dibuat oleh penanggung dengan maksud untuk mencari jawaban terhadap segala fakta
material atas risiko yang akan diasuransikan.
Kewajiban tertanggung tidak terbatas kepada pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan
saja, tetapi tertanggung juga harus mengungkapkan tambahan material facts yang
mungkin berlaku.
2. Fungsi Proposal Form:
a. Underwriting Info
Mencatat informasi yang penting buat underwriter untuk melakukan assessment atas
risiko yang diajukan, apakah risiko tersebut bisa diasuransikan atau tidak, dan bila
bisa, apa syarat-syarat atau kondisi serta berapa harganya.
b. Dasar perjanjian
Proposal form berisikan deklarasi bahwa proposal adalah dasar perjanjian dan bahwa
tertanggung menjamin kebenaran atas jawaban-jawaban yang ada di proposal form,
sehingga setiap misrepresentation adalah merupakan pelanggaran perjanjian dan
menjadikan perjanjian dapat batal.
c.
Advertising
Proposal form juga berisikan secara rinci jaminan yang ada. Kadang-kadang jenis polis
lain yang ada dari perusahaan juga dicantumkan. Bila proposal form juga menyebutkan
jaminan yang ada secara ringkas disebut “prospectus” atau lebih tepatnya “proposal
dan prospectus”.
Harus diingat bahwa penerbitan proposal form kepada potensial klien tidak
menyatakan perusahaan akan menerima proposal klien. Informasi yang dikumpulkan
dari form yang telah diisi lengkap tentang fisik dan/atau moral risk yang sedang
diajukan dapat berarti bahwa risiko tersebut tidak dapat diterima oleh penanggung.
d. Dengan bentuknya yang sudah uniform (seragam), proposal form memungkinkan pihak
penanggung menangani permintaan penutupan asuransi dengan cepat dan akurat.
e. Memudahkan pihak penanggung dalam mengevaluasi apakah
penyampaian fakta-fakta material atau fakta-fakta penting yang keliru.
telah
terjadi
3. Penggunaan Proposal Form
a. Asuransi Marine
Proposal form tidak digunakan dalam asuransi marine karena penggunaan broker’s
“slip” telah menjadi praktek di Llyod’s dan perusahaan untuk bertahun-tahun, terkecuali
untuk insurance of small pleasure craft dan other
minor risks.
b. Llyod’s
Sebagian besar asuransi di Llyod’s diajukan dengan kelengkapan broker’s slip. Bila
perlu syndicate akan meminta proposal form, misal motor insurance dan asuransi jiwa.
“The Principles & Practices of Insurance”
4/2
DOKUMEN ASURANSI
c.
Facilitator: Imam MUSJAB, SE, AAIK, QIP
Asuransi Kebakaran
Proposal form biasanya tidak digunakan untuk risiko-risiko besar karena:
- tidak ada tempat yang cukup di dalam form untuk menjelaskan seluruh property yang
dipertanggungkan
- perusahaan akan melakukan survey
- broker telah meringkas informasi yang relevant di dalam menawarkan risiko
d. Cabang asuransi lain
Proposal form adalah suatu keharusan bahkan untuk risiko-risiko yang besar, kecuali
untuk risiko-risiko engineering dan aviation karena akan dilakukan survey.
4. Style
Masing- masing perusahaan mempunyai bentuk proposal form sendiri-sendiri untuk
masing-masing class of business
5. Pertanyaan-pertanyaan umum
Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang dapat ditemukan di kebanyakan proposal
form terlepas dari class of insurance.
a. Nama proposer
Selain diperlukan untuk mengidentifikasi tertanggung, nama juga dapat menunjukkan
nature of the physical dan moral hazard. Nama perusahaan yang mengajukan asuransi
juga dapat menunjukkan nature of their trade (contohnya: PT Indosat bergerak di bisnis
telekomunikasi, PT Indofood bergerak di bisnis makanan) atau nama seseorang di
mana perusahaan tidak ingin melakukan bisnis karena doubtful integrity (misalnya
karena pengalaman klaimnya yang buruk).
Bila nama proposer adalah perusahaan asing, perusahaan asuransi harus berhati-hati
karena tidak diketahui pasti bagaimana keadaan/kondisi perusahaan induknya.
b. Alamat proposer
Alamat adalah faktor penting di dalam mengunderwrite motor insurance, theft
insurance dan semua risiko asuransi di mana perbedaan geographical areas dapat
juga menyebabkan perbedaan kemungkinan kerugian. Alamat juga digunakan untuk
tujuan korespondensi
c.
Alamat risiko
Dalam kasus tertentu, alamat risiko berbeda dengan alamat rumah tertanggung atau
alamat perusahaan. Alamat risiko dapat menjadi material dalam asuransi fire, theft ,
motor, property dan liability.
Alamat risiko harus ditulis dengna benar, karena bila alamat tidak benar, klaim bisa
ditolak karena alamat di proposal form yang akan ditulis di polis. Bila terjadi kesalahan
harus segera dilaporkan (sebelum klaim), supaya bias diganti.
d. Pekerjaan proposer
Pekerjaan-pekerjaan tertentu menghadirkan abnormal hazards, misal:
- dalam asuransi jiwa dan kecelakaan diri : miners, airline crew
- dalam asuransi kebakaran : plastic manufacturers & woodworkers
“The Principles & Practices of Insurance”
4/3
DOKUMEN ASURANSI
Facilitator: Imam MUSJAB, SE, AAIK, QIP
e. Riwayat asuransi
Jika penanggung lain memberlakukan syarat atau premi khusus, atau menolak
proposer di masa lalu, hal ini sangat penting buat penanggung baru untuk menyelidiki
keadaannya secara seksama sebelum memutuskan sehubungan dengan acceptance
and terms.
f.
Claim or loss history
Underwriter ingin mengetahui kerugian-kerugian sebelumnya, apakah diasuransikan
atau tidak, yang akan dijamin oleh asuransi yang sedang diajukan
6. Pertanyaan-pertanyaan khusus
Selain pertanyaan-pertanyaan umum, underwriter akan mengajukan pertanyaanpertanyaan
khusus tergantung dari jenis asuransi yang sedang diajukan.
a. Asuransi Kebakaran
- konstruksi, penggunaan dan nilai bangunan
- sifat dan nilai isi bangunan
- sifat proses yang dilakukan
- jaminan perluasan yang diinginkan
b. Asuransi Kendaraan Bermotor
- jenis jaminan yang diinginkan, comprehensive, third party fire & theft or third party
only
- jenis penggunaan kendaraan
- rincian kendaraan
- usia, pengalaman klaim dan/atau kecelakaan yang dialami oleh pengemudipengemudi tetapnya
c.
Asuransi Jiwa dan Kecelakaan Diri
- usia, pekerjaan dan riwayat kesehatan atas jiwa yang dipertanggungkan
- tinggi dan berat badan
d. Public Liability Insurance
- sifat pekerjaan yang dilakukan
- jumlah karyawan dan daftar gaji tahunan
- rincian alat-alat berbahaya yang digunakan
- limit liability yang dijamin
e. Employer’s Liability Insurance
- jumlah dan pengelompokan karyawan dan daftar gaji tahunan untuk tiap kelompok
- rincian mesin-mesin berbahaya, boilers, pressure vessels, lifting apparatus
- rincian bahan-bahan berbahaya yang digunakan dan prosesnya
7. Deklarasi
Proposal form biasanya juga memuat juga deklarasi yang menegaskan bahwa proposal
dan isinya adalah dasar dari pada kontrak dan proposer akan menerima bentuk kontrak
penanggung. Proposer menjamin kebenaran jawaban-jawabannya, namun pada saat ini
jaminan dimaksud dibatasi dengan kata-kata: “To the best knowledge and belief of
proposer”
“The Principles & Practices of Insurance”
4/4
DOKUMEN ASURANSI
Facilitator: Imam MUSJAB, SE, AAIK, QIP
8. Tanda tangan
Di bawah deklarasi (jika ada) dan pertanyaan-pertanyaan tersebut, terdapat tempat di
mana tertanggung membubuhkan tanda tangannya dan memberikan tanggal.
4B POLICY
1. Definisi:
Polis (policy) adalah suatu dokumen yang merupakan bukti akan adanya
kontrak/perjanjian, tetapi bukan perjanjian itu sendiri. Di dalam kontrak tersebut ada offer
and acceptance.
Offer : tertanggung menyerahkan risiko untuk diambil alih oleh penanggung (pada proposal
form)
Acceptance : penanggung menerima pengalihan tersebut dengan menerbitkan polis (dalam
polis)
Yang menandatangani proposal form
menandatangani polis adalah penanggung.
adalah
tertanggung,
sedangkan
yang
2. Schedule form
Di dalam bentuk polis di mana bagian-bagian yang berbeda dari dokumen dipisahkan satu
dari yang lainnya dan informasi tertentu yang berkaitan dengan perjanjian dirinci dalam
schedule atau list.
a. Heading
Nama dan alamat perusahaan disebut sebagai heading
b. Preamble/recital clause
Klausula ini adalah klausula pembukaan atas rincian jaminan dan menyatakan
keadaan di mana polis akan berlaku. Klausula ini mencakup dua hal:
- bahwa premi telah dibayar atau ada persetujuan bahwa premi akan dibayar
- bahwa proposal form adalah dasar daripada perjanjian dan merupakan satu
kesatuan dengan polis
c.
Operative clause
Klausula ini merinci risiko-risiko apa saja yang dijamin di dalam polis tersebut Contoh :
Dalam asuransi kebakaran, yang dijamin adalah fire, lightning, explosion, aircraft dan
smoke
d. Pengecualian/exception
Klausula ini merinci risiko-risiko yang tidak dijamin dalam polis, baik yang bersifat
umum maupun yang khusus
e. Kondisi /conditions
Bagian dari polis yang memuat syarat-syarat yang harus ditaati selama periode
Pertanggungan
“The Principles & Practices of Insurance”
4/5
DOKUMEN ASURANSI
Facilitator: Imam MUSJAB, SE, AAIK, QIP
Ada dua macam conditions:
1) Implied conditions
Ada 4 kondisi yang dinyatakan secara tidak langsung oleh hukum yang berlaku
terhadap seluruh perjanjian asuransi walaupun kondisi tersebut tidak dinyatakan
secara tertulis, misal:
1. bahwa tertanggung mempunyai insurable interest terhadap subject matter of
insurance
2. bahwa kedua belah pihak telah menjalankan utmost good faith di dalam
negosiasi hingga mencapai perjanjian
3. bahwa subject matter of insurance benar-benar ada
4. bahwa subject matter of insurance dapat diidentifikasi
2) Express conditions
Express conditons adalah kondisi yang dinyatakan atau disebutkan di dalam polis
Kondisi ini dapat dibagi ke dalam;
a. general conditions
adalah kondisi yang dicetak di atas polis dan berlaku untuk semua polis yang
diterbitkan oleh penanggung
b. particular conditions
adalah kondisi yang dibuat dan diketik di atas polis khusus
General conditions biasanya berurusan dengan reinforcement of a common law
provision, seperti misrepresentation dan fraud; perubahan-perubahan yang harus
diberitahukan kepada penanggung; pembatasan dalam penutupan; prosedur klaim;
hak-hak istimewa untuk salah satu pihak, misal hak penanggung untuk mengambil
alih bangunan yang rusak karena kebakaran atau hak tertanggung untuk
membatalkan polisnya; kontribusi dengan penanggung lain, subrogasi dan
arbitrase.
Particular conditions berhubungan dengan perluasan jaminan di luar jaminan yang
ada di dalam polis yang dicetak, atau special warranties dapat diberlakukan untuk
menentukan sikap tertanggung melaksanakan alasannya. Misal, suatu perbuatan
oleh tertanggung bahwa sesuatu harus atau tidak harus dilakukan.
Klasifikasi kondisi:
Kondisi dapat diklasifikasikan atau dikategorikan sebagai berikut:
a. express dan implied
b. general dan particular
Kondisi dapat lebih jauh diklasifikasikan, yaitu:
- conditions precedent to the contract
- conditions subsequent to the contract
- conditions precedent to the liability
Conditions precedent to the contract adalah kondisi yang harus dipenuhi sebelum
kontrak berlaku, misal implied condtions
Conditons subsequent to the contract dinyatakan di dalam kontrak dan dapat
berupa general atau particular, misal perubahan situasi di dalam asuransi
kebakaran. Kondisi ini harus terus dipenuhi sepanjang periode kontrak untuk
menjaga keabsahannya.
Conditions precedent to the liability dinyatakan di dalam polis dan berurusan
dengan prosedur klaim, misalnya kondisi ini harus dipenuhi sebelum ada liability.
“The Principles & Practices of Insurance”
4/6
DOKUMEN ASURANSI
Facilitator: Imam MUSJAB, SE, AAIK, QIP
Pada asuransi jiwa, express conditions baik general atau particular dapat
diklasifikasikan sbb:
a. restrictive, misal residence, war risk
b. privilage, misal days of grace, surrender value, paid-up loans
c. special, misal payment of premium by installment
f.
The Schedule
Bagian dari polis yang mencatat rincian daripada kontrak pertanggungan yang
bersangkutan, seperti:
- nama dan alamat tertanggung;
- jenis usaha tertanggung;
- pokok pertanggungan (the subject matter insured)
- jumlah pertanggungan (the sum insured)
- periode pertanggungan;
- kondisi pertanggungan;
- dan lain-lain yang dianggap perlu
g. Tanda tangan pihak penanggung (Attestation clause)
Merupakan bagian dari polis yang memuat tanda tanda penanggung sebagai
persetujuan atas pengalihan risiko
h. Uraian (Specification)
Khusus untuk risiko-risiko besar di mana ruangan dalam schedule tidak mencukupi
maka dibuat lembar-lembar baru untuk memuat ikhtisar pertanggungannya. Biasanya
berbunyi : “Forming part of and attaching to policy no: …”
3. Collective Policies
Dalam hal industrial fire risk, value at risk dan/atau potential hazards yang sangat besar
untuk ditutup satu perusahaan saja, maka broker akan mencari beberapa perusahaan
untuk menutupnya bersama-sama. Bila broker telah mendapatkan persetujuan dari
perusahaan-perusahaan untuk menjamin 100% of the value, “leading office” akan
melakukan survey dan membuat perincian atas nama semua penanggung. Rincian bagian
masing-masing perusahaan, premi pertama dan lanjutan bersamaan dengan salinan
rincian akan dikirimkan ke perusahaanperusahaan.
Bila perusahaan-perusahaan tersebut atau co-insurers setuju atas syarat-syarat polis,
perusahaan-perusahaan tersebut menerbitkan “signing slip” kepada leading office yang
memberikan wewenang kepada leading office untuk memberikan tanda tangan atas nama
mereka.
Leading office akan menyiapkan dan menandatangani “collective policy” atas nama seluruh
penanggung. Polis ini identik terhadap polis lainnya dengan 3 pengecualian:
a. tidak ada heading, yaitu nama dan alamat perusahaan tidak nampak di muka polis
b. di mana saja di setiap klausula, kata “penanggung” digunakan sebagai pengganti kata
“perusahaan”
c. listing seluruh perusahaan yang on risk beserta bagiannya dalam persentase dan
nomor individu referensi perusahaan termasuk di dalam polis
4. Endorsement
Endorsement adalah dokumen yang diterbitkan oleh penanggung pada periode
pertanggungan sedang berlangsung berkaitan dengan adanya perubahan atas
“The Principles & Practices of Insurance”
4/7
DOKUMEN ASURANSI
Facilitator: Imam MUSJAB, SE, AAIK, QIP
penutupan/pertanggungan yang ada, misalnya perubahan pada harga pertanggungan dan
setiap penambahan atau pengembalian premi.
Endorsement slip biasanya memperlihatkan “future annual premium” atau new renewal
premium. Dalam hal polis collective, endorsement disiapkan oleh leading office atas nama
penanggung-penanggung.
Endorsement slip harus dilampirkan di polis, namun banyak perusahaan menerbitkan new
schedule memperlihatkan posisi up to date sebagai pengganti endorsement slip,
khususnya polis-polis yang mempunyai beberapa item atau seksi dan untuk polis-polis
kendaraan bermotor.
4C COVER NOTE
Cover notes atau Nota Penutupan merupakan dokumen penutupan asuransi yang bersifat
sementara (sampai waktu tertentu) sampai polis resmi diterbitkan. Hal ini terjadi karena
informasi belum lengkap atau survey sedang dilakukan atau tertanggung membutuhkan
dokumen yang menunjukkan bukti tentang penutupan asuransi.
Dokumen cover notes diperlukan karena:
- untuk menerbitkan polis karena perlu waktu
- pertanggungan memerlukan bukti
- diterbitkan sebelum polis resmi terbit
- informasi yang diperlukan belum lengkap
- penanggung masih dalam melakukan survey
- cover notes merupakan dokumen yang sifatnya sementara (biasanya 30 hari) dan berakhir
saat polis terbit. Bisa batal sebelum 30 hari (polis jadi sebelum 30 hari) atau bisa
diperpanjang (bila polis belum selesai)
- ada kemungkinan untuk dibatalkan bila informasi tidak memuaskan Bila ada cover notes
tetapi belum ada polis, maka bila terjadi klaim, tetap akan diganti.
1. Penggunaan cover note
Cover note sering kali digunakan pada marine dan property insurance, tetapi jarang
digunakan pada asuransi jiwa. Kadangkala jaminan asuransi jiwa sementara diterbitkan
bila premi dibayar bersamaan dengan proposal form dan perusahan menyetujui atau
menolak permanent cover setelah proposal telah dipertimbangkan oleh underwriter.
Di dalam banyak hal pada asuransi jiwa, perusahaan menerbitkan “letter of acceptance”
bila proposal dapat diterima dan proposer melengkapi kontrak dengan membayar premi
pretama.
2. Motor insurance cover note
Cover note yang diterbitkan pada asuransi motor mempunyai dua arti:
a. cover note sebagai bukti kontrak komersial antara tertanggung dan penanggung
b. sebagai sertifikat asuransi di mana menyatakan bahwa dokumen yang diterbitkan oleh
penanggung sebagaimana disyaratkan oleh RTA sehubungan dengan compulsory third
party injury cover.
3. Yang membedakan polis dengan cover notes:
1. periode penutupannya
2. cover note bisa dibatalkan bila informasi tidak memuaskan polis juga bisa dibatalkan,
tetapi pada polis informasinya lebih lengkap
“The Principles & Practices of Insurance”
4/8
DOKUMEN ASURANSI
Facilitator: Imam MUSJAB, SE, AAIK, QIP
4D INSURANCE CERTIFICATE
Sertifikat Asuransi (Insurance Certificate) merupakan dokumen yang menegaskan bahwa telah
terjadi penutupan asuransi. Pada umumnya sertifikat diberikan berkait dengan jumlah peserta
yang sangat besar dan diwajibkan oleh UU dan pihak penanggung cukup mengeluarkan
master polis sedangkan pesertanya diberikan dokumen dalam bentuk sertifikat.
1. Employers’ liability insurance
Employers’ Liability (compulsory insurance) Act 1969 menetapkan syarat untuk penutupan
asuransi terhadap employers’ legal liability untuk kecelakaan dan sakit terhadap
karyawannya. Act juga mensyaratkan bahwa employer harus memperlihatkan sertifikat
pada setiap tempat dari penanggungnya bahwa employer diasuransikan terhadap risiko
tersebut. Sertifikat harus menunjukkan:
a. nama pemegang polis
b. nomor polis
c. mulai berlaku dan berakhirnya asuransi
d. wording bahwa polis memenuhi syarat Employers’ Liability (Compulsory Insurance) Act
1969
e. tanda tangan wakil penanggung
2. Motor Insurance
RTA mensyaratkan bahwa bila kendaraan berada di jalanan umum harus ada polis
asuransi yang in force yang menjamin liability pemakai terhadap third party injury yang
disebabkan oleh kendaraan atau penggunaannya.
Sertifikat harus memperlihatkan:
a. tanda registrasi kendaraan
b. nama pemegang polis
c. mulai berlakunya penutupan
d. berakhirnya penutupan
e. orang-orang yang berhak mengendarai
f. batasan sehubungan dengan penggunaan kendaraan, misal normal private car
certificate akan mengecualikan commercial traveling Sertifikat juga harus menyatakan
bahwa penanggung adalah motor insurer yang diberi kuasa untuk maksud keperluan
Act.
3. Oil Carrying Vessels
The Merchant Shipping (Oil Pollution) Act 1971 amended by The Merchant Shipping Act
1974 menetapkan bahwa tanpa sertifikat asuransi oil carrying vessels tertentu tidak boleh
memasuki atau meninggalkan pelabuhan atau terminal.
4. Solicitor
The Solicitor Act 1974 supplemented by the Solicitors’ Indemnity Rules 1975-1982
mewajibkan praktek solicitor mempunyai sertifikat asuransi sehubungan dengan
professional indemnity insurance.
“The Principles & Practices of Insurance”
4/9
DOKUMEN ASURANSI
Facilitator: Imam MUSJAB, SE, AAIK, QIP
4E CONSTRUCTION OF POLICY
Polis asuransi adalah bukti perjanjian komersial dan ketentuan-ketentuan umum dari
penafsiran dan interpretasi harus berlaku terhadap perjanjian asuransi dan juga perjanjianperjanjian lain.
Polis adalah bukti perjanjian antara tertanggung dan penanggung yang memperlihatkan intensi
mereka sehubungan dengan subject matter of insurance.
Prinsip umum :
Intensi dari masing-masing pihak diperlihatkan di dalam polis. Bila intensi tersebut tidak
diperlihatkan, pihak yang dirugikan mencari perbaikan sehingga dokumen akan
memperlihatkan intensi penuh.
Bila perselisihan timbul, pengadilan akan memutuskan apa arti kata-kata di dalam polis.
1. Arti kata-kata
Ordinary meaning dianggap bahwa kata-kata yang digunakan ditafsirkan menurut
pengertian yang biasa atau populer (pemahaman bahasa sehari-hari).
Commercial meaning. Kata-kata yang mempunyai arti bisnis akan ditafsirkan dengan arti
tersebut.
Legal meaning. Bila kata-kata itu didefinisikan oleh Undang-Undang, arti dari
definisi itu akan digunakan.
2. The Ejusdem Generis Rule
Berlaku untuk susunan kata-kata deskriptif yang digunakan di dokumen asuransi. Bila
pernyataan khusus diikuti dengan pernyataan umum, maka pernyataan umum dimaksud
akan diinterpretasikan sama dengan seperti hal-hal yang telah disebutkan secara rinci
sebelumnya. Misal bila polis menjamin list of perils yang diakhiri dengan pernyataan umum
“and all other perils”, maka pernyataan umum tersebut berlaku hanya untuk polis yang
sama dengan yang ada di list.
3. Printed, Typed and Handwritten Words
Bila ada kontradiksi antara standard printed policy dan bagian-bagian yang diketik atau
ditulis tangan, maka bagian yang ditulis tangan yang akan berlaku.
4. Express and Implied Terms
Bila ada kontradiksi antara express dan implied terms, maka express term akan berlaku
5. Contra Preferentum Rule
Bila ada dua arti di dalam wording, dua arti dimaksud akan ditafsirkan berlawanan dengan
kepentingan penanggung. Tangung jawab ada pada penanggung untuk menggunakan
kata-kata dengan arti yang jelas dan bila tidak, tertanggung akan diberikan keuntungan.
6. Rectification
Dalam hal salah satu pihak (biasanya tertanggung) mengetahui bahwa kesalahan timbul
pada polis, tertanggung dapat meminta polis diperbaiki. Biasanya tertanggung meminta
perusahaan untuk memperbaiki kesalahan dan ini idlakukan dengan menerbitkan polis
baru atau dengan endorsement.
“The Principles & Practices of Insurance”
4/10
DOKUMEN ASURANSI
Facilitator: Imam MUSJAB, SE, AAIK, QIP
4
PERTANYAAN (QUESTIONS)
1. Uraikan apa yang dimaksud dengan fungsi Proposal Form sebagai dasar dari perjanjian
asuransi (basis of contract)?
2. Apakah setiap penutupan asuransi tertanggung wajib mengisi proposal form?
3. Mengapa ada kecenderungan bahwa klien besar / risiko kompleks (complex risk) tidak
mau melengkapi proposal form?
4. Uraikan bagaimana cara underwriters mendapatkan infomasi yang dibutuhkan (underwriting
info) untuk menganalisa suatu risiko apabila klien tidak melengkapi proposal form?
5. Mengapa ada kecenderungan bahwa klien kecil / risiko mudah (simple risk) mau
melengkapi proposal form?
6. Sebutkan 5 (lima) pertanyaan umum dan berikan jawabannya atas pertanyaan-pertanyaan
tersebut sehubungan dengan Proposal form pada lini asuransi kesehatan?
7. Sebutkan 5 (lima) pertanyaan khusus dan berikan jawabannya atas pertanyaan-pertanyaan
tersebut sehubungan dengan Proposal form pada lini asuransi kebakaran?
8. Uraikan apa yang dimaksud dengan “to the best of my/our knowledge and belief” pada
bagian deklarasi dalam proposal form yang ditandatangani oleh Tertanggung?
9. Uraikan syarat sahnya perjanjian berdasarkan KUHPerdata Pasal 1320?
10. Apakah perjanjian asuransi baru ada (sah) apabila polis sudah diterbitkan? Jelaskan!
11. Sebutkan barang bukti (evidence) yang dapat disampaikan bahwa perjanjian asuransi
sudah terjadi (sah) sementara polis belum diterbitkan?
12. Sebutkan bagian-bagian (struktur) dari Polis!
13. Uraikan perbedaan antara “implied conditions” v “express condition”?
14. Berikan 2 (dua) contoh “implied conditions” dan
“express condition” dalam lini
asuransi kebakaran?
15. Uraikan apa yang dimaksud dengan “recital clause” dalam struktur polis?
16. Uraikan apa yang dimaksud dengan “operative clause” dalam struktur polis asuransi
kebakaran?
17. Sebutkan 7 (tujuh) informasi yang umumnya terdapat pada ikhtisar polis (Schedule)!
18. Mengapa polis hanya ditandatangani oleh pihak Penanggung?
19. Uraikan perbedaan antara “collective policy” v “coinsurance policy”?
20. Apa yang dimaksud dengan “cover note”?
21. Uraikan dalam hal-hal apa saja “cover note” diperlukan? (5 keadaan)
22. Uraikan dalam hal-hal apa saja “endorsement” diperlukan? (5 perubahan)
“The Principles & Practices of Insurance”
4/11
DOKUMEN ASURANSI
Facilitator: Imam MUSJAB, SE, AAIK, QIP
23. Uraikan dalam hal-hal apa saja “insurance certificate” diperlukan? (2 keadaan)
24. Uraikan apa yang dimaksud dengan “The Ejusdem Generis Rule” dan berikan 2 contohnya!
25. Uraikan apa yang dimaksud dengan “Contra Preferentum Rule” dan berikan 2 contohnya!
“The Principles & Practices of Insurance”
4/12
Fly UP