...

Potensi dan Peluang Pasar Alas Kaki di Italia I. Pendahuluan

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Potensi dan Peluang Pasar Alas Kaki di Italia I. Pendahuluan
Potensi dan Peluang Pasar Alas Kaki di Italia
I.
Pendahuluan
Sepatu Italia terkenal dengan corak, model dan kualitas yang tinggi. Oleh
karena itu, permintaan terhadap sepatu Italia sangat tinggi pada masa beberapa
tahun sebelumnya. Data saat ini menunjukkan tekanan persaingan dari negara yang
memproduksi sepatu dengan harga yang lebih kompetitif telah menggeser sebagian
pangsa pasar Italia dan mengakibatkan produksi sepatu Italia menurun dari tahun ke
tahun. Sepatu Italia sulit bersaing dalam harga, karenanya fokus utama produsen
sepatu Italia saat ini adalah mempertahankan kualitas sepatu terutama untuk sepatu
dengan harga yang sangat mahal yang masih merupakan primadona. Walaupun
produksi sepatu Italia menunjukkan penurunan, tetapi konsumsi sepatu dalam
negeri masih cukup tinggi dimana sebagian besar sepatu adalah diimpor dari negara
lain terutama Rumania dan Cina.
Italia merupakan negara produsen sepatu utama yang menduduki posisi
ke-enam dan merupakan eksportir terbesar keempat di dunia. Italia tercatat
memiliki lebih dari 6.600 perusahaan dengan 94 ribu lebih pekerja. Cerita sukses
sektor alas kaki Italia tidak terlepas dari semangat wirausaha dan struktur unik
dalam sektor ini yaitu jaringan operasi antara penyedia bahan mentah, komponen,
asesoris, mesin, pembuat model dan desainer. Semua ini telah menciptakan
wilayah konsentrasi dalam pembuatan alas kaki dalam bentuk distrik pembuatan
sepatu. Distrik-distrik utama adalah Marche, Toscana, Venetia, Lombardia,
Campania, Apulia, dan Emilia Romagna yang mencakupi 23 propinsi.
A. Produksi dan Konsumsi
Produksi sepatu Italia pada tahun 2006 tercatat sebanyak 244 juta pasang,
menurun sebesar 2,49 persen dibandingkan tahun 2005 yang sebanyak 250 juta
pasang. Sementara itu konsumsinya pada periode yang sama terlihat meningkat
seperti tertera pada tabel berikut.
Produksi dan Konsumsi Sepatu di Italia
2005
Produksi
Konsumsi
sumber: ANCI, Italia.
Juta
pasang
Juta
Euro
Juta
pasang
juta Euro
2006
Perubahan
(%)
250
244
-2,49
6.974
7.199
3,21
187
3.432
188
3.456
0,61
0,72
Produksi untuk pasar dalam negeri tercatat sebesar 44,4 juta pasang pada
tahun 2005 dan 42,3 juta pasang pada tahun 2006 (menurun sebesar 4,82
persen). Produksi yang menurun dari tahun 2005 ke 2006 menunjukkan
konsumen sebagian beralih kepada alas kaki impor.
Permintaan sepatu dalam negeri tercatat sebesar 187 juta pasang pada
tahun 2005 dan meningkat menjadi 188,2 juta pasang pada tahun 2006 atau
meningkat sebesar 0,61 persen. Nilai konsumsi tercatat meningkat sebesar 0,72
persen dari sebesar 3.43 miliar euro pada tahun 2005 menjadi 3,46 miliar euro
pada tahun 2006.
B. Ekspor dan Impor
Ekspor sepatu Italia pada tahun 2005 tercatat sebesar 249 juta pasang dan
pada tahun 2006 tercatat sebesar 243,6 juta pasang, atau menurun 2,17 persen.
Permintaan luar negeri atas sepatu produksi Italia menurun dalam volume
diakibatkan tekanan persaingan dalam hal produksi sepatu yang lebih murah
terutama dari negara-negara di Asia seperti Cina dan Indonesia. Italia
memposisikan diri dalam persaingan sepatu yang bernilai lebih tinggi, yaitu
sepatu dengan harga yang lebih mahal. Permintaan konsumen atas produk
sepatu Italia yang berkualitas tinggi masih eksis dan bertahan.
Sementara itu impor sepatu Italia tercatat meningkat sangat tinggi sebesar
9,59 persen dari 331,7 juta pasang tahun 2005 menjadi 363,6 juta pasang pada
tahun 2006. Peningkatan ini menunjukkan sepatu impor Italia telah mensubsitusi
sepatu buatan Italia sendiri di dalam negeri.
C. Impor Italia dari Indonesia
Impor Italia dari luar negeri meningkat dari US$4,5 miliar pada tahun 2005
menjadi US$5,1 miliar pada tahun 2006. Pada tahun 2007 (sampai dengan
Bulan Oktober) tercatat sebesar US$4,6 miliar. Impor terbesar adalah alas kaki
dengan atasan kulit (HS 6403) dengan posisi kedua adalah Bagian-bagian sepatu
(HS 6406) sebesar US$648,2 juta pada tahun 2007 (sampai Bulan Oktober).
1
Impor Alas Kaki Italia berdasarkan Kode HS 4 dijit
(dalam US$'000)
Kode HS
Deskripsi
2005
2006
2007
(s/d Oktober)
6403
Footwear dengan atasan kulit
2.366.710
2.690.759
2.511.188
6406
Bagian dari Alas kaki
904.905
998.990
742.825
6402
Alas kaki dengan atasan plastik
609.728
674.687
648.216
6404
Alas kaki dengan atasan tekstil
521.624
553.147
555.779
6400
kategori lainnya
48.030
51.301
72.501
6405
Other footwear
66.315
72.974
64.841
6401
Alas kaki anti air dari plastik atau karet
15.586
17.265
16.736
Grand Total
4.532.898
5.059.122
4.612.085
Sumber: ISTAT, diolah.
Sementara itu impor Italia dari Indonesia tercatat total US$113,3 juta pada tahun
2007 (sampai dengan Bulan Oktober) dengan pangsa pasar 2,0 persen dan
menduduki urutan ke-14 sebagai negara pengimpor. Impor Italia dari Indonesia
di tahun 2007 meningkat dengan pesat bila dibandingkan dengan tahun 2005
dan 2006. Pada tahun 2006 tercatat impor Italia sebesar US$102,2 juta dan
tahun 2005 sebesar US$70,3 juta.
Impor Alas Kaki Italia dari Indonesia
(dalam US$'000)
HS 4
DESKRIPSI
2005
2007
(s/d Oktober)
2006
9
10
-
8.589
13.047
9.710
Footwear dengan atasan kulit
47.144
75.060
91.287
6404
Alas kaki dengan atasan tekstil
11.990
12.073
10.862
6405
Footwear lainnya
794
774
497
6406
Bagian dari Alas kaki
1.743
1.278
929
70.269
102.241
113.285
6401
Alas kaki anti air dari plastik atau karet
6402
Alas kaki dengan atasan plastik
6403
Total
Sumber: ISTAT, diolah.
D. Pesaing Indonesia
Pesaing Indonesia terutama berasal dari Cina dan Rumania yang merupakan
negara mitra dagang utama Italia dalam perdagangan alas kaki. Pangsa pasar
Cina pada tahun 2007 tercatat sebesar 18 % dengan peningkatan ekspor selama
2
tahun 2005-2006 adalah sebesar 17,2 %. Rumania merupakan negara asal impor
terbesar kedua setelah Cina dengan pangsa pasar 15 % dan disusul oleh Belgia
(8,9%), Tunisia (5,1%) dan Vietnam (5%). Indonesia berada pada rangking ke14 dengan pangsa pasar 2,5 % .
Negara Utama asal Impor Alas Kaki Italia dari Dunia
(dalam US$'000)
Rangking
Asal Negara
2007
(s/d
Oktober)
Perubahan (%)
Pangsa (%)
2005-2006
2007
2005
2006
701.477
822.342
831.487
17,2
18,0
1.103.587
1.183.960
696.169
7,3
15,1
1
CHINA
2
ROMANIA
3
BELGIUM
353.711
354.185
409.761
0,1
8,9
4
TUNISIA
194.137
220.868
235.057
13,8
5,1
5
VIETNAM
239.077
233.373
229.423
(2,4)
5,0
Sumber: ISTAT, diolah.
Negara Tujuan Ekspor Alas Kaki Italia ke
Dunia
(dalam US$'000)
Rangking
Negara Tujuan
2005
2006
2007
Perubahan
(%)
Pangsa (%)
(s/d
Oktober)
2005-2006
2007
1
FRANCE
1.141.047
1.187.357
1.170.963
4,1
12,7
2
GERMANY
1.209.211
1.200.311
1.165.425
(0,7)
25,3
3
USA
1.108.018
1.069.068
931.711
(3,5)
20,2
4
RUSSIA
UTD.
KINGDOM
399.693
530.844
632.443
32,8
13,7
585.375
569.201
575.034
(2,8)
12,5
5
Sumber: ISTAT, diolah.
II.
Hambatan Perdagangan
Secara umum peraturan mengenai ekspor alas kaki ke Italia didasarkan pada
peraturan dari Uni Eropa terutama yang berkaitan dengan label, kode, dan sistem
manajemen. Peraturan ini berdasarkan pada keselamatan lingkungan, keselamatan
dan kesehatan konsumen dan masalah sosial.
Selain itu Uni Eropa juga mensyaratkan pemakaian gambar (pictogram) yang
spesifik untuk menggambarkan sebagian besar dari jenis alas kaki. Beberapa jenis
gambar adalah:
1. Kotak : untuk material sintetis – bagian kulit untuk kulit
3
2. Bentuk Permata didalam potongan kulit yang diperlakukan sebagai kulit
3. Bentuk Permata untuk bahan lainnya.
Untuk menerapkan logo ini maka produk minimal mengandung 80% dari bahan
yang bersangkutan. Keterangan lanjut mengenai mengenai pengemasan dapat
ditemukan di (http://www.intracen.org/ep/packaging/packit.htm). Sedangkan
informasi mengenai tarif dan kuota dapat ditemukan di http://export-help.cec.eu.int/
III. Tarif Bea Masuk dan Pajak
Uni Eropa mengenakan potongan tarif bea masuk impor produk alas kaki preferensi
untuk negara-negara berkembang termasuk Indonesia secara bervariasi untuk
beberapa jenis alas kaki. Selain itu pihak pemerintah Italia memberlakukan
pengenaan pajak pertambahan nilai (VAT) rata-rata 20 persen untuk semua jenis
alas kaki.
Berbagai Tarif Bea Masuk dan VAT di Italia
Kode HS
6401
6402
6403
6404
6405
6406
Sumber:
IV.
Deskripsi
Footwear anti air dari plastik atau
karet
Footwear dengan atasan plastik
Footwear dengan atasan kulit
Footwear dengan atasan tekstil
Other footwear
Bagian dari Footwear
Tarif Bea Masuk
Preferensi (%)
VAT (%)
11,9
20,0
11,9
4,5
11,9
0,0
0,0
20,0
20,0
20,0
20,0
20,0
- Komisi Uni Eropa
-Agenzia Dogane Italia
Selera Konsumen Italia dan Pola Distribusi
Orang Italia lebih menyukai sepatu dibandingkan dengan sandal. Selain itu di
negara dengan empat musim, pemakaian alas
kaki yang tertutup lebih sering dibandingkan
dengan alas kaki yang terbuka/ semi terbuka.
Wanita pekerja lebih menyukai sepatu boot,
4
terutama selama musim dingin dan musim semi. Pria menyukai sepatu kerja yang
nyaman dipakai untuk jalan semisal sepatu kets
dibandingkan dengan sepatu kulit yang formal.
Anak-anak remaja sekolah menyukai sepatu
sport yang trendi terutama sepatu sport dengan iklan
yang intens semisal Nike, Adidas, Puma, dll.
A. Segmentasi Pasar
1. Segmentasi berdasarkan aktivitas dan jenis kelamin
Pasar Italia berdasarkan aktivitas dimana 20% adalah alas kaki untuk
olahraga (sport footwear), dan 80% adalah alaskaki kasual, formal dan luar
ruangan. Bila dibagi berdasarkan jenis kelamin maka wanita mencakupi
58%, pria 29%, dan anak-anak 13%. Belakangan ini tercatat penjualan alas
kaki wanita meningkat melebihi penjualan alas kaki pria. Ini dikarenakan
perhatian media terhadap alas kaki untuk fashion pada semua level pasar
(premium, kelas menengah dan nilai).
2. Segmentasi berdasarkan tipe
Berdasarkan tipe alas kaki, segmen alas kaki olahraga didominasi oleh
sepatu yang dipakai pelatih yang biasa adalah sepatu kasual, boots jalan,
sepatu untuk santai, dan sepatu olahraga yang teknis (seperti: aerobic,
baseball, sepak bola, sepatu sepeda). Para pelatih adalah penting untuk alas
kaki laki-laki dibandingkan dengan wanita bahkan alas kaki anak-anak.
Untuk tipe lain dari alas kaki, sekitar 60% dari nilai pasar adalah untuk
sepatu luar ruangan. Penjualan sepatu boots wanita meningkat dengan pesat,
dan sandal kurang lebih, sementara penjualan sepatu klasik untuk jalan
menurun. Sekitar 10% dari pasar alas kaki merupakan alas kaki dalam
ruangan seperti sandal ruangan dan selop. Akan tetapi sektor ini menurun
terus, yang masih tersisa adalah sandal dan alas kaki tahan air.
5
3. Berdasarkan kebiasaan pembelian
Orang Italia mengeluarkan uang untuk alas kaki dan pakaian melebihi orangorang di negara Eropa lainnya. Mereka sangat dipengaruhi oleh fashion dan
sangat sadar gaya serta memiliki informasi yang baik. Mereka adalah orangorang yang sadar model dan merk. Brand merupakan hal yang penting,
karena menunjukkan kualitas dari desainer. Orang Italia juga loyal terhadap
konsep “Made in Italy”.
B. Pemain utama
Terdapat banyak manufaktur alas kaki di Italia dan sebagian besar dari mereka
bergabung dalam asosiasi manufaktur. Sangat sulit untuk merekomendasi satu
dari pemain utama, tetapi asosiasi perdagangan alas kaki mewakili sembilan
asosiasi perdagangan regional. Informasi mengenai asosiasi dapat didapatkan di
situs (http://www.anci-calzature.com)
Beberapa manufaktur utama mungkin bisa dikontak misalnya Vigevano Shoes
yang mempromosikan sepatu dari region Pavia dan tertarik untuk menjalin
partner dari luar (http://www.vigevanoshoes.com).
Region Romagna terkenal sebagai tempat pembuat sepatu yang luxury.
Beberapa produsen seperti Baldini (http://www.baldinini.it) dan Sergio Rossi
(http://www.sergiorossi.com).
Sumber-sumber informasi penting :
1. Terdapat beberapa organisasi riset komersial yang secara rutin
mempublikasikan hasil riset mengenai pasar alas kaki Italia, diantaranya:
Pambianco (http://www.pambianco.com) yang berspesialisi dalam sektor
fashion, termasuk Mintel (http://www.mintel.co.uk)
2. Informasi
produksi
dapat
didapatkan
dari
(http://epp.eurostat.cec.eu.int) dan ISTAT (http://www.istat.it)
Eurostat
3. Informasi mengenai asosiasi perdagangan, didapatkan dari Italian National
Footwear Assiciation (http://www.anci-calzature.com) dan Association of
Footwear Retailer (http://www.federcalzature.it)
4. Publikasi utama mengenai alas kaki di Italia dapat ditemukan di Ars Arpel
dan Foto Shoe. Newsletter untuk sektor alas kaki Italia dinamakan Shoes &
News (http://www.shoesandnews.it). MICAM Shoevent merupakan pekan
alas kaki utama yang bertempat di Milan.
5. Beberapa situs mengenai manufaktur sepatu dapat ditemukan di
(http://www.italian-shoe.com)
dan
(http://www.italian-shoes-made-in6
italy.com) serta daftar mengenai manufaktur dan keterangan mengenai
produk mereka dapat ditemukan di (http://www.italianmoda.com)
C. Jalur perdagangan untuk memasuki pasar
1. Jalur perdagangan
a. Jalur perdagangan tidak langsung merupakan jalur penting dalam
memasuki sektor alas kaki di Italia. Spesialis alas kaki masih
mendominasi pasar, seperti dalam pasar Uni Eropa, tetapi tren bergerak
kepada non-spesialis.
b. Para agen memiliki peranan penting, walaupun pengaruh mereka menurun
sejak peran retailer besar semakin menguat.
c. Kelompok pembeli dan retailer independen masih memainkan peranan
penting di Italia karena orang Italia masih loyal terhadap retailer lokal.
d. Beberapa kelompok toko retail, seperti Sergio Rossi, juga merupakan
kelompok manufaktur. Perusahaan ini akan melakukan sendiri kegiatan
impornya.
e. Retailer besar lain cenderung untuk melakukan impor langsung dari
manufaktur luar negeri yang merupakan partner mereka dalam berbisnis.
2. Struktur distibusi umum alas kaki di pasar Italia (Eropa)
7
D. Trend dalam sektor retail
Terdapat dua tren distribusi utama dimana berdampak terhadap eksportir dari
negara berkembang yang perlu diketahui dalam memasuki pasar: Pertama,
peralihan dari alas kaki spesialis ke jalur non-spesialis. Dalam hal ini, alas kaki
dijual dalam jenis yang beragam di outlet. Banyak supermarket besar yang
menjual alas kaki dalam berbagai jenis dan model. Peralihan ini ditujukan untuk
kenyamanan pembeli dan juga harga yang lebih murah. Walaupun begitu, pasar
alas kaki di Italia masih terfragmentasi dan terspesialisasi.
Kedua, alas kaki bermerk di jual di jalur ritel fashion. Ritel yang independen
juga menganut konsep “branding” untuk mempertahankan posisi mereka di
pasar. Terdapat lebih dari 20 ribu perusahaan di Italia pada tahun 2005 yang
menjual alas kaki atau barang-barang kulit. Tabel dibawah menunjukkan pangsa
ritel di italia.
Pangsa distribusi ritel alas kaki di Italia, tahun 2005
Tipe Outlet
Pangsa (%)
Spesialis alas kaki
58
Jaringan toko
8
8
Toko independen
38
Kelompok pembeli
12
Non-spesialis
42
Departemen store
4
Supermarket/ hipermarket
6
Ritel olahraga
12
Toko pakaian
5
Toko rumahan
2
Factory outlet
8
Lainnya
5
Total
100
Sumber: ICEX, Euromonitor (2006)
E. Calon-calon mitra dagang
1. Untuk eksportir kecil dari negara berkembang, sektor grosiran yang
melayani outlet kecil, atau agen kecil merupakan jalur yang sesuai.
2. Beberapa daftar importir potensial alas kaki adalah Campesinas
(http://www.campesinas.net) atau Shoe Portal (http://www.shoes-italy.com).
3. Agensi yang berspesialis dalam area fashion adalah GruppoItalia
(http://www.gruppoitalia.net). Grosir utama alas kaki wanita adalah De
Robert Calzature (http://www.derobert.com) dan Calzaturifico Ballin
(http://www.ballin-shoes.it).
4. Partner potensial dalam sepatu olahraga adalah Sport Trading, yang
menyuplai hypermarket dan toko-toko diskon serta department store (telp:
+39 080 4575310 atau fax: +39 080 6977487). Toko grosir sepatu olahraga
lainnya adalah Tecnica (http://www.tecnica.it).
5. Ritel besar di Italia adalah Bata, Calturifizio Valleverde, Tod’s, Salvatore
Ferragamo, Bruno Magli, Fratelli Rossetti, dan Geox. Tod’s adalah
manufaktur sekaligus toko ritel (http://www.todsgroup.com), begitu juga
Bruno
Magli
(http://www.brunomagli.it)
dan
Fratelli
Rossetti
(http://www.rossetti.it). Geox juga memiliki situs internet di
(http://www.rabanser.com).
6. Untuk memeriksa kelayakan kredit dari calon mitra dagang sebaiknya
memeriksa lewat perusahaan spesialis seperti Dun and Bradstreet
9
(http://www.dnb.com) karena biasanya bank tidak memberikan peringkat
kredit kepada pelanggannya.
7. Kamar dagang Italia merupakan sumber informasi yang penting sebelum
menjalin mitra dengan calon partner (http://www.chamberofcommerce.it),
dan komunitas bisnis utama di Italia (http://www.italbiz.com).
F. Struktur harga
1. Margin pendapatan alas kaki di Italia menurun dalam tahun-tahun terakhir
sebagai akibat dari persaingan antar pedagang ritel. Walaupun ada
perbedaan secara nasional, namun alas kaki adalah bisnis global dan margin
cenderung bergerak ke arah yang sama dalam pasar.
2. Dalam setiap jalur perdagangan margin dan harga yang berbeda diterapkan,
dengan perkalian antara 2,6 sampai 3,1 dari harga ekspor (FOB).
Gambaran margin alas kaki
Rendah (%)
Tinggi (%)
Margin importir/ grosir
30
40
Margin agen
10
15
Margin ritel
55
75
Ragam harga ekspor – harga konsumen
2,6
3,1
Sumber : CBI, Riset Pasar
Margin ini akan bervariasi tergantung kepada segmen pasar. Semakin tinggi
segmen pasar, maka semakin tinggi margin yang bisa didapatkan.
3. Harga alas kaki di Italia masih lebih tinggi dari rata-rata Uni Eropa.
Kesamaan Italia adalah dengan Belgia, Denmark, dan Belanda. Harga alas
kaki pria lebih rendah dari harga alas kaki wanita atau alas kaki anak-anak,
tetapi perbedaan tersebut tidak terlalu jauh. Harga rata-rata alas kaki di Italia
dihitung berdasarkan: bahan baku dan biaya produksi (32%), pemasaran dan
iklan (12%), margin produksi (4%), margin distribusi (52%).
4. Perbandingan harga alas kaki di Italia dapat ditemukan dalam situs-situs
internet berikut:
a. Banca Italia (http://www.bancaditalia.it).
b. Harga
grosir
di
(http://www.italianmoda.com)
(http://www.vigevanoshoes.com).
atau
10
c. Toko ritel yang mempublikasikan harga-harga adalah Grimandi Calzature
(http://www.grimandicalzature.it) dan Nico (http://www.nico.it).
d. Harga online di (http://www.shoestore.net) dan (http://www.shoes.ksm.it)
15 Negara Utama asal Impor Alas Kaki Italia dari Dunia
(dalam US$'000)
Rangking
Asal Negara
2005
2006
2007
(s/d Oktober)
1
CHINA
2
ROMANIA
3
Perubahan
(%)
2005-2006
Pangsa (%)
2007
701.477
822.342
831.487
17,2
18,0
1.103.587
1.183.960
696.169
7,3
15,1
BELGIUM
353.711
354.185
409.761
0,1
8,9
4
TUNISIA
194.137
220.868
235.057
13,8
5,1
5
VIETNAM
239.077
233.373
229.423
(2,4)
5,0
6
INDIA
137.442
208.208
212.598
51,5
4,6
7
FRANCE
152.756
184.275
200.851
20,6
4,4
8
NETHERLANDS
174.730
138.755
169.845
(20,6)
3,7
9
ALBANIA
162.292
183.760
169.726
13,2
3,7
95.897
132.7088
136.038
37,7
2,9
10
BOSNIA-HERZEGOVINA
11
SPAIN
109.748
129.754
124.530
18,2
2,7
12
SERBIA
68.533
128.940
123.641
88,1
2,7
13
BULGARIA
190.909
205.264
119.610
7,5
2,6
14
INDONESIA
11
15
BRAZIL
70.269
102.241
113.285
45,5
2,5
48.377
64.472
85.145
33,3
1,8
Sumber : Atase Perdagangan Roma
12
Fly UP