...

Identifikasi Ras Fisiologi Nematoda Radopholus similis Cobb. yang

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Identifikasi Ras Fisiologi Nematoda Radopholus similis Cobb. yang
Pelita Perkebunan 2006, 22(3),
213—221
Identifikasi
ras fisiologi nematoda R. silimis cobb. yang menyerang kopi
Identifikasi Ras Fisiologi Nematoda Radopholus similis Cobb.
yang Menyerang Tanaman Kopi
Identification of Physiological Race Nematode, Radopholus similis Cobb.
that Attack Coffee Trees
Retno Hulupi1)
Ringkasan
Sampai saat ini penelitian ras fisiologi nematoda Radopholus similis Cobb.
yang menyerang kopi Arabika belum pernah dilaporkan, sedangkan dua ras fisiologi
yang telah dikenali pada R. similis adalah ras pisang dan ras jeruk. Apabila ras
yang menyerang kopi adalah salah satu di antaranya, maka penggunaan pisang
maupun jeruk sebagai tanaman diversifikasi dengan tanaman kopi perlu diwaspadai
karena dapat meningkatkan populasi nematoda serta menghambat upaya
pengendaliannya. Uji ras fisiologi R. similis telah dilakukan dengan cara uji
inokulasi silang di rumah kasa Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. Penelitian
dirancang secara acak lengkap tiga ulangan, dengan isolat berasal dari pisang,
jeruk, serta kopi yang menunjukkan gejala serangan. Tiga macam isolat tersebut
diinokulasikan pada tiga varietas bibit pisang (Cavendish, Ambon Kuning dan
Raja), bibit jeruk (bibit batang bawah jeruk Siam Kintamani) serta bibit kopi
Arabika (Kartika 1). Timbulnya virulensi dari tiga macam isolat terhadap pisang,
jeruk dan kopi yang diuji dianggap sebagai inang yang sesuai, sedangkan ras
yang paling virulen menyerang kopi ditetapkan sebagai ras fisiologi R. similis
kopi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ras yang menyerang kopi adalah ras
pisang dan bukan ras jeruk. Kemungkinan lain bahwa ras yang menyerang kopi
merupakan ras tersendiri namun dapat menyerang pisang, ataupun merupakan
inang yang saling sesuai tidak dapat dibuktikan dalam penelitian ini. Sebagai
penerapan hasil penelitian ini penggunaan jeruk Siam sebagai penaung ataupun
tanaman diversifikasi pada kopi tidak memiliki risiko sebagai inang lain yang
sesuai bagi nematoda tersebut, tetapi penggunaan pisang sebagai tanaman sela
pada kopi akan menimbulkan risiko yang dapat meningkatkan populasi nematoda
dalam areal pertanaman kopi.
Summary
Physiological races of Radopholus similis Cobb., the burrowing nematode that attack coffee trees have never been reported yet, while two physiological races have been identified, i.e. banana and citrus races. Banana and
1) Peneliti (Researcher); Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Jl. P.B. Sudirman 90, Jember 68118, Indonesia.
213
Hulupi
citrus are commonly used as the shading trees or crop diversification in coffee
plantation. Therefore, both races have to be analyzed whether the same as the
race that attacking the coffee plants. Research to investigate the physiological
race of R. similis Cobb. had been conducted in the screen house at Indonesian
Coffee and Cocoa Research Institute, Jember. The experiment was arranged in
randomized complete design with three replications, while cross inoculation tests
were used as race identification method, by using three isolates from banana,
citrus and Arabica coffee as the control. Tested host plants were banana Cavendish,
‘Ambon Kuning’ and ‘Raja’ varieties, rootstock of citrus Siam from Kintamani
and Arabica coffee Kartika 1 variety. The expression of virulence of three nematode
isolates against banana, citrus or arabica coffee tested to be considered as favorable host, while the most virulent isolate attacked coffee could be decided
as physiological race of coffee. Results showed that banana isolate penetrated
and attacked the roos of arabica coffee. The isolate of R. similis from citrus
could not attack both coffee and banana varieties. Therefore, the physiological
race of coffee was considered similar with the banana race. It was possible that
the physiological race was specific race but it could attacke banana as other
favorable host, however, it could not be proven in this results. Based on this
results, the use of Musa sp. as intercrop or shade tree in coffee plantation has
more risk to nematode attack than that of Citrus sp.
Key words : physiological race, Radopholus similis, coffee, banana, citrus, nematode.
PENDAHULUAN
Hubungan parasitisme antara inang
dengan patogen diekspresikan dalam bentuk
ketahanan atau kerentanan, sedangkan
timbulnya reaksi ketahanan tanaman oleh
Roberts et al. (1998) dipilah menjadi dua,
yaitu jika ketahanan sudah ada sebelum
infeksi (pre-infection) serta ketahanan baru
terbentuk sesudah infeksi (post-infection).
Suatu tanaman menunjukkan reaksi tahan
salah satu penyebabnya karena memiliki
penangkal berupa kandungan senyawa kimia
atau tanaman memiliki struktur jaringan yang
berfungsi menghambat reproduksi patogen
(Sijmons, 1993; Williamson & Hussey,
1996; Collingborn et al. 2000). Menurut
Kumar (1991), ketahanan ataupun kerentanan inang terhadap parasit erat kaitannya
dengan sifat kesesuaian dan ketidaksesuaian
hubungan di antara keduanya.
Bentuk hubungan nematoda R. similis
dengan inangnya selama ini banyak dipelajari pada pisang, lada dan jeruk, yang
akhirnya melahirkan istilah ras fisiologi pada
R. similis. Secara umum pengertian ras
fisiologi menurut Crowder (1986) adalah
keragaman dari suatu patogen yang dibedakan berdasarkan sifat fisiologi dan
patogenisitas atau virulensinya terhadap
tanaman inang.
Beberapa pustaka menyebutkan bahwa
R. similis diduga memiliki dua ras fisiologi,
yaitu ras “pisang” dan ras “jeruk” (Williams & Siddiqi, 1973; Kumar, 1980;
Gonzaga & Lordello, 1986). Ras pisang
dilaporkan hanya menyerang pisang,
214
Identifikasi ras fisiologi nematoda R. silimis cobb. yang menyerang kopi
sedangkan ras jeruk selain menyerang jeruk
juga menyerang pisang (Kumar, 1980;
Gonzaga & Lordello, 1986). Meskipun
demikian sampai sekarang belum diketahui
ras yang menyerang kopi apakah ras pisang
atau ras jeruk. Sementara itu pengujian
R. similis yang diidentifikasi sebagai ras
pisang dilakukan terhadap 244 inang,
termasuk di dalamnya adalah tanaman
jagung, sayuran, rumput, dan gulma, kecuali
kopi dan tanaman tahunan lainnya (Williams & Siddiqi, 1973). Menurut Dropkin
(1988), ras fisiologi pada fitonematologi
dideskripsi karena perbedaaan kemampuannya untuk melakukan reproduksi pada
anggota kelompok inang pembeda, sedangkan inang pembeda ras fisiologi R. similis
adalah jenis tanaman, maka pengertian ras
fisiologi R. similis adalah keragaman
patogenisitas atau virulensi R. similis yang
berasal dari isolat jenis tanaman tertentu
terhadap jenis tanaman lain.
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa nematoda R. similis yang
menyerang kopi mempunyai tanaman inang
lain yang beragam, baik berupa gulma
setaria, tanaman pisang maupun tanaman
penaung, Tephrosia vulgare (Schenck &
Schneck, 1994; Kusno-Amidjojo, 1995;
Wiryadiputra & Priyono, 1995; Elsen et al.,
2002). Sebagaimana diketahui, pola penanaman kopi pada perkebunan rakyat tidak
dilakukan secara monokultur, melainkan
ditanam di antara tanaman produktif lainnya,
sedangkan tanaman penaung juga difungsikan
sebagai tanaman diversifikasi yang dapat
menambah penghasilan di samping tanaman
pokok. Namun pemilihan tanaman sela
maupun penaung produktif sering berdampak
215
merugikan, karena dapat berfungsi sebagai
inang lain bagi patogen. Apabila hal ini dikaitkan dengan kebiasaan penggunaan pisang
sebagai penaung atau jeruk sebagai usaha
diversifikasi kopi Arabika di lahan tinggi,
kedua ras tersebut kemungkinan mempunyai
peluang sama besarnya sebagai ras yang
menyerang kopi ataupun hanya sebagai inang
yang sesuai.
Penelitian ras fisiologi R. similis yang
menyerang kopi dilakukan dengan cara
mempelajari kesesuaian beberapa isolat
R. similis terhadap kopi, pisang dan jeruk.
Diharapkan hasil penelitian yang diperoleh
akan bermanfaat dalam mengoreksi sistem
diversifikasi antara kopi dengan pisang dan
jeruk, berkaitan dengan rekomendasi
pengendalian nematoda tersebut secara kultur
teknis, seperti misalnya anjuran agar tidak
menggunakan penaung yang juga merupakan
inang.
BAHAN DAN METODE
1. Preparasi Isolat R. similis Sebagai
Inang Pembeda
Untuk mengidentifikasi ras fisiologi
R. similis yang menyerang kopi, diperlukan
inang pembeda (differential host). Hasil
penelitian sebelumnya telah mengidentifikasi
adanya dua ras fisiologi R. similis, yaitu ras
pisang dan ras jeruk. Untuk mengenali bahwa
ras fisiologi yang menyerang kopi adalah
ras pisang, ras jeruk atau bahkan ras kopi
yang berbeda dengan kedua ras yang telah
dikenali sebelumnya, maka pada penelitian
ini yang dianggap sebagai inang pembeda
diatur sebagai berikut :
Hulupi
1). Pisang yang terserang R. similis, selanjutnya R. similis yang diisolasi dari akar pisang
tersebut dianggap sebagai ras pisang.
2). Jeruk yang terserang R. similis, selanjutnya R. similis yang diisolasi dari akar
jeruk tersebut dianggap sebagai ras jeruk.
3). Untuk mengenali ras fisiologi R. similis
kopi bukan merupakan kedua ras
tersebut, melainkan ras yang berbeda
dengan keduanya, diuji pula isolat kopi,
yaitu R. similis yang diisolasi dari akar
kopi Arabika terserang.
Pengujian ras fisiologi dilakukan
dengan metode inokulasi silang menggunakan tiga isolat, yaitu pisang, jeruk, serta
isolat kopi (sebagai pembanding). Isolatisolat tersebut diinokulasikan pada bibit
pisang, bibit jeruk serta bibit kopi Arabika.
Berdasarkan macam isolatnya,
pengujian ras fisiologi R. similis dibagi
menjadi 3 bagian, yaitu :
1. Pengujian menggunakan isolat R. similis
yang menyerang pisang Ambon Kuning.
Isolat dari pisang Ambon Kuning
diinokulasikan pada bibit kopi Arabika
varietas Kartika 1 dan bibit jeruk Siam.
Sebagai pembanding serta menguji
patogenisitas isolat pisang, inokulasi juga
dilakukan terhadap bibit pisang Ambon
kuning.
2. Pengujian menggunakan isolat R. similis
yang menyerang jeruk Siam Kintamani.
Dilakukan terhadap bibit kopi Arabika
varietas Kartika 1 serta bibit pisang
Ambon Kuning. Inokulasi terhadap bibit
jeruk Siam merupakan pembanding
sekaligus sebagai kontrol patogenisitas
isolat tersebut.
3. Pengujian menggunakan isolat R. similis
yang menyerang tanaman kopi Arabika
varietas Kartika 1. Pengujian ini dimaksudkan untuk membandingkan
virulensi dua isolat sebelumnya terhadap
bibit kopi yang diuji, sekaligus membuktikan bahwa ras fisiologi R. similis
pada kopi merupakan ras spesifik yang
kemungkinan hanya menyerang kopi.
Inokulasi dilakukan pada bibit tanaman
pisang (Cavendish, Ambon Kuning, Raja)
dan bibit jeruk Siam, serta bibit kopi
Arabika itu sendiri.
2. Preparasi Bibit Pengujian
Penyiapan bibit pisang, bibit jeruk dan
bibit kopi dilakukan dengan rincian sebagai
berikut :
 Bibit pisang asal kultur jaringan, terdiri
dari varietas Cavendish, Ambon Kuning
dan Raja, ditanam dalam polibeg ukuran
25 cm x 40 cm yang berisi campuran
media tanah steril (volume tanah ± 6400
ml) dan telah memiliki 3–4 pelepah daun
muda.
 Bibit jeruk batang bawah yang siap disambung dengan batang atas jeruk Siam
Tejakula asal Kintamani (Bali), ditanam
dalam polibeg berukuran 12 cm x 20 cm
yang telah berisi campuran media tanah steril.
 Bibit kopi Arabika varietas Kartika 1 ditanam dalam polibeg berukuran 15 cm
x 25 cm yang telah berisi campuran media tanah steril serta telah memiliki 3
pasang daun.
216
Identifikasi ras fisiologi nematoda R. silimis cobb. yang menyerang kopi
3. Inokulasi dan Masa Inkubasi
Inokulum disiapkan dengan cara
ekstraksi akar dari tanaman yang
menunjukkan gejala serangan. Ekstraksi
akar dilakukan sehari sebelum inokulasi,
yaitu dengan cara menghaluskan sejumlah
akar untuk dibuat larutan dengan konsentrasi
10 g akar/100 cc air dengan cara pengendapan dan pengetapan volume air selama
lebih dari 10 jam. Penghitungan populasi
nematoda dalam larutan dilakukan dengan
cara menghitung setiap 10 cc larutan
menggunakan pipet dan meletakkannya ke
dalam cawan penghitung nematoda (counting
dish nematode), untuk selanjutnya diamati
menggunakan mikroskop dengan perbesaran
75-100 kali. Pengamatan diulang sebanyak
3 kali, hasil rataan merupakan jumlah
nematoda untuk setiap 10 cc larutan.
Untuk mendapatkan kerapatan populasi
nematoda sesuai kebutuhan setiap bibit, yaitu
± 50—100 ekor/10 cc, maka apabila
populasi nematoda lebih banyak, larutan
diencerkan dengan menambah sejumlah air
sedemikian rupa sehingga kerapatan
mendekati populasi yang dikehendaki untuk
setiap 10 cc larutan. Sebaliknya jika
konsentrasi nematoda kurang dari 50 ekor/
10 cc cuplikan, maka dilakukan pengurangan volume larutan dengan cara
mengendapkan kembali selama 2 jam
kemudian ditap sampai volume tinggal
separuh dari volume sebelumnya.
Dalam pengujian ini banyaknya
inokulum untuk setiap bibit kopi yang
ditanam dalam media polibeg berukuran 1400
adalah 50–80 ekor dengan masa inkubasi
217
3–4 bulan, sedangkan jumlah inokulum
untuk bibit pisang serta lama masa inkubasi
sesuai metode Marin et al. (2000), yaitu
setiap bibit diinokulasi dengan 200 ekor
nematoda, dengan masa inkubasi enam
bulan. Jumlah inokulum untuk pengujian
bibit jeruk sesuai metode O’Bannon (1977)
yaitu sebanyak 100 ekor untuk setiap bibit
dengan masa inkubasi enam bulan pula.
Pengujian dirancang secara acak lengkap
tiga ulangan, bibit yang diuji lima macam,
yaitu pisang Cavendish, Ambon Kuning,
Raja, jeruk Siam Tejakula dan kopi Arabika
Kartika 1. Setiap kombinasi perlakuan diuji
22 bibit, dua bibit di antaranya tidak diinokulasi, digunakan sebagai kontrol pertumbuhan bibit normal. Timbulnya virulensi
dari isolat-isolat tersebut terhadap pisang,
jeruk dan kopi yang diuji dianggap sebagai
inang yang sesuai. Ras yang paling virulen
menyerang kopi dari kedua isolat tersebut
selanjutnya dianggap sebagai ras fisiologi
R. similis kopi.
Sebagai tolok ukur kesesuaian antara
nematoda dengan tanaman inang adalah
virulensinya, yang diukur dalam bentuk
nilai reproduksi (R). Sebagaimana yang
dilakukan Wiryadiputra & Priyono (1995)
dalam menilai ketahanan beberapa kultivar
pisang terhadap nematoda P. coffeae,
interpretasi kesesuaian inang diukur
berdasarkan nilai R, yaitu nilai R< 1 =
bukan inang (non host) ; 1 < R < 2 =
inang kurang sesuai ( poor host); 2 < R
< 5 = inang yang sesuai (favorable host)
; R  5 = inang sangat sesuai (very favorable host) .
Hulupi
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Pengujian Menggunakan Isolat
R. similis yang Menyerang Pisang
Ambon Kuning
Beberapa pustaka menjelaskan bahwa
beberapa varietas pisang dikenal rentan
terhadap nematoda R. similis sehingga
dianggap memiliki ras tersendiri (Collingborn et al., 2000; Declerck et al., 1998;
Elsen et al., 2002). Dalam penelitian ini,
hasil pengujian menggunakan R. similis yang
diisolasi dari akar pisang Ambon kuning
menunjukkan virulen terhadap bibit kopi
Arabika Kartika yang diuji, namun tidak
demikian terhadap bibit jeruk. Bahkan
berdasarkan nilai reproduksi, dari ketiga
macam pisang tersebut, pisang Raja
merupakan varietas yang menunjukkan gejala
paling rentan (Tabel 1). Oleh sebab itu besar
kemungkinan bahwa ras R. similis yang
menyerang kopi adalah ras pisang.
2. Pengujian Menggunakan Isolat
R. similis yang Menyerang Jeruk Siam
Kintamani
Hasil uji inokulasi silang menggunakan
isolat dari akar jeruk menunjukkan bahwa
R. similis isolat jeruk bukan merupakan ras
yang sesuai untuk kopi maupun tiga jenis
pisang yang diuji (Tabel 2), sehingga dapat
dikatakan bahwa R. similis yang menyerang
kopi bukan ras jeruk.
Tabel 1.
Jumlah nematoda R. similis dalam akar dan tanah serta reproduksi pada beberapa tanaman inang lain dan interpretasi
kesesuaiannya jika diinokulasi dengan isolat dari pisang
Table 1.
Number of R. similis nematode in root and soil and reproduction at the other hosts and its compatibility interpretation
when it was inoculated by banana isolate
Isolat R. similis
Isolate of R. similis
Jumlah nematoda dalam akar dan tanah serta (reproduksi =R ) beberapa inang pembeda (Number of
nematode in roots and soils and (reproduction =R) on some differential host)
Kopi Arabika
Kartika 1
Arabica coffee,
Kartika 1
Pisang Ambon
Kuning (Banana
Ambon kuning
Interpretasi
Interpretation
Pisang
Cavendish,
Banana
Cavendish
Pisang Ambon
kuning (Banana
yellow Ambon)
Pisang Raja
Banana Raja
Jeruk Siam
Kintamani (Citrus,
Siam Kintamani)
1670
(22.27)
3145
(15.72)
1965
(9.82)
6000
(30.0)
0
(0)
Inang sangat
sesuai
very favorable
host
Inang sangat
sesuai
very favorable
host
Inang sangat
sesuai
very favorable
host
Inang sangat
sesuai
very favorable
host
Bukan inang
non host
Keterangan (Notes) : Angka-angka dalam kurung adalah reproduksi (R), R< 1 = bukan inang; 1 < R < 2 = inang kurang
sesuai; 2 < R < 5 = inang yang sesuai; R > 5 = inang sangat sesuai (The numbers in the brackets are
reproduction (R), R< 1 = non host ; 1 < R < 2 = poor host ; 2 <R < 5 = favorable host ; R >5 = very
favorable host).
218
Identifikasi ras fisiologi nematoda R. silimis cobb. yang menyerang kopi
Tabel 2.
Jumlah nematoda R. similis dalam akar dan tanah serta faktor reproduksi pada beberapa tanaman inang lain dan
interpretasi kesesuaiannya apabila diinokulasi dengan isolat dari jeruk
Table 2.
Number of R. similis nematode in root and soil and reproduction factor on several other hosts and its compatibility
interpretation when it was inoculated by citrus isolate
Jumlah nematoda dalam akar dan tanah serta (reproduksi =R ) beberapa inang pembeda (Number of
nematode in roots and soils and (reproduction =R) on some differential host)
Isolat R. similis
Isolate of R. similis
Kopi Arabika
Kartika 1
Arabica coffee,
Kartika 1
Pisang
Cavendish,
Banana
Cavendish
Jeruk, Siam Kintamani
Citrus, Siam Kintamani
0
(0)
0
(0)
0
(0)
0
(0)
247
(4.94)
Bukan inang
non host
Bukan inang
non host
Bukan inang
non host
Bukan inang
non host
Inang, sesuai
favorable host
Interpretasi
Interpretation
Pisang Ambon
kuning (Banana
yellow Ambon)
Pisang Raja Jeruk Siam Kintamani
Banana Raja (pembanding), Citrus,
Siam Kintamani
(Control)
Keterangan (Notes) : Angka-angka dalam kurung adalah reproduksi (R), R< 1 = bukan inang; 1< R < 2 = inang kurang
sesuai; 2 < R < 5 = inang yang sesuai; R > 5 = inang sangat sesuai (The numbers in the brackets are
reproduction (R), R< 1 = non host ; 1 <R < 2 = poor host ; 2 <R < 5 = favorable host ; R >5 = very
favorable host).
3. Pengujian Menggunakan Isolat
R. similis yang Menyerang Kopi
Arabika Kartika 1
Berdasarkan hasil uji inokulasi silang,
R. similis yang diisolasi dari akar kopi
Arabika varietas Kartika 1 ternyata juga
virulen terhadap ketiga varietas pisang yang
diuji, yaitu Cavendish, Ambon kuning dan
Raja, namun tidak virulen terhadap bibit
jeruk Siam Kintamani yang rentan R. similis
(Tabel 3). Sebelumnya, Wiryadiputra dan
Priyono (1995) menguji virulensi P. coffeae
yang diisolasi dari akar kopi Robusta terhadap
beberapa kultivar pisang dan menyimpulkan
bahwa semua kultivar pisang yang diuji
merupakan inang yang sesuai bagi
perkembangan P. coffeae. Oleh sebab itu,
pisang selain rentan terhadap P. coffeae juga
rentan R. similis.
219
Dengan melihat kesamaan kesesuaian
antara inang pisang dan kopi dengan tiga
macam isolat yang diuji, maka dapat
disimpulkan bahwa ras fisiologi R. similis
yang menyerang kopi adalah ras pisang dan
bukan ras jeruk. Adanya kemungkinan ras
yang menyerang kopi merupakan ras
tersendiri tidak dapat dibuktikan melalui
pengujian ini, sehingga diperlukan pengujian
lebih lanjut. Akan tetapi jika terbukti
berbeda, maka kemungkinan antara kopi dan
pisang merupakan inang yang saling sesuai.
Berdasarkan hasil pengujian ini,
penggunaan jeruk Siam Kintamani sebagai
penaung ataupun tanaman diversifikasi pada
kopi tidak memiliki risiko sebagai inang lain
yang sesuai bagi nematoda tersebut.
Sebaliknya penggunaan pisang sebagai
tanaman sela pada kopi akan menimbulkan
Hulupi
Tabel 3.
Jumlah nematoda R. similis dalam akar dan tanah serta reproduksi pada beberapa tanaman inang lain dan interpretasi
kesesuaiannya apabila diinokulasi dengan isolat dari kopi.
Table 3.
Number of R. similis nematode in root and soil and reproduction at some other hosts and their compatibility
interpretation when it was inoculated by coffee isolate
Jumlah nematoda dalam akar dan tanah serta (reproduksi =R ) beberapa inang pembeda (Number of
nematode in roots and soils and (reproduction =R) on some differential host)
Isolat R. similis
Isolate of R. similis
Pisang Ambon
Kuning (Banana
Ambon kuning
Interpretasi
Interpretation
Kopi Arabika
Kartika 1
Arabica coffee,
Kartika 1
Pisang
Cavendish,
Banana
Cavendish
Pisang Ambon
kuning (Banana
yellow Ambon)
Pisang Raja
Banana Raja
Jeruk Siam
Kintamani (Citrus,
Siam Kintamani)
1090
(14.53)
4415
(22.07)
2971
(14.85)
4345
(21.72)
19
(0.25)
Inang sangat
sesuai
very favorable
host
Inang sangat
sesuai
very favorable
host
Inang sangat
sesuai
very favorable
host
Inang sangat
sesuai
very favorable
Bukan inang
non host
Keterangan (Notes) : Angka-angka dalam kurung adalah reproduksi (R), R< 1 = bukan inang; 1 < R < 2 = inang kurang
sesuai; 2 < R < 5 = inang yang sesuai; R > 5 = inang sangat sesuai (The numbers in the brackets are
reproduction (R), R< 1 = non host ; 1 < R < 2 = poor host ; 2 < R < 5 = favorable host ; R >5 = very
favorable host).
risiko sebagai inang lain yang dapat
meningkatkan populasi nematoda dalam areal
tersebut.
KESIMPULAN
1. Ras fisiologi R. similis yang menyerang
tanaman kopi adalah ras pisang.
2. R. similis isolat jeruk bukan merupakan
inang yang sesuai untuk kopi maupun tiga
jenis pisang yang diuji.
3. Penggunaan pisang sebagai tanaman sela
pada kopi akan menimbulkan risiko
sebagai inang lain yang dapat
meningkatkan populasi nematoda dalam
areal pertanaman kopi dan tidak demikian
halnya jika jeruk Siam digunakan sebagai
penaung maupun tanaman diversifikasi
pada kopi.
DAFTAR PUSTAKA
Collingborn, F. M. B, S.R. Gowen &
I. Mueller-Harvey (2000). Investigations in to the Biochemical basis for
Nematode-resistance in roots of three
Musa cultivars in response to
Radopholus similis infection. J. Agric.
Food Chem., 48, 5297–5301.
Crowder, L.V. (1986). Genetika Tumbuhan.
Diterjemahkan oleh : L. Kusdiarti,
Soetarso (eds.) Gadjah Mada University Press.
Declerck, S., S. Laloux, J.L. Sarah & B.
Delvaux (1998). Application of a flowing
solution culture technique to study the
parasitic fitness of the nematode
Radopholus similis on banana planlets
under two different nitrogen nutrient
regimes. Plant Pathology, 47, 580–585.
220
Identifikasi ras fisiologi nematoda R. silimis cobb. yang menyerang kopi
Dropkin, V.H. (1988). The Concept of Race
in Phytonematology. Ann. Rev.
Phytopathol, 26,145–161.
Elsen, A., R. Stoffelen, N.T. Tuyet, H. Baimey,
H.D. de Boulois, D. de Waele (2002).
In vitro Screening for resistance to
Radopholus similis in Musa spp. Plant
Science , 163, 407–416.
Gonzaga, L. & E. Lordello (1986). Plant-parasitic nematodes that attack coffee. p.
33–41. In : J. Román (ed.), Plant Parasitic Nematodes of Bananas, Citrus,
Grapes and Tobacco,
Kumar, A.C. (1980). Studies on nematodes in
coffee soils of South India : 3. A Report on R. similis and description of
R. colbrani n.sp. J. Coffee Res., 10,
43–46.
……………. (1991). Host-parasitic relationship between certain plantation crops
and the two races of the coffee nematode, Pratylenchus coffeae. J. Coffee
Res., 21, 103–108.
Kusno-Amidjojo, M. (1995). Setaria plicata,
inang Pratylenchus coffeae dan
peranannya di tanah bera bekas tanaman
kopi. Pelita Perkebunan, 11, 31–37.
Marin, D.H., K.R.Barker, D.T. Kaplan, T.B.
Sutton, & C.H. Opperman (2000).
Development and evaluation of a standard method for screening for resistance to Radopholus similis in bananas.
Plant Disease, 84, 689–693.
O’Bannon J.H., V. Chew, A.T. Tomerlin
(1977). Comparison of five populations
of Tylenchulus semipenetrans on citrus, poncirus, and their hybrids.
J. Nematol., 9, 162–165.
221
Roberts, P.A, W.C. Matthews & J.C. Veremis
(1998). Genetic mechamisms of hostplant resistance to nematodes, p. 209–
238. In : Barker K.R., G.A. Pederson
& G.L. Windham (eds.) Plant and
Nematode Interactions. Agronomy
Monograph no. 36. Madison, Wisconsin, USA.
Schenck, S & D. Schneck (1994). Determination of a management strategy for
nematode pests of Hawaiian coffee.
Intern. Jour. of Pest Management, 40,
283–285.
Sijmons, P.C. (1993). Plant nematode interactions. Plant Molecular Biology, 23,
917–931.
Williams, K.J.O. & M.R. Siddiqi (1973).
Radopholus similis, Descriptions of
plant parasitic nematodes, Set 2, 4 p.
Williamson, V.M. & R.S. Hussey (1996).
Nematode pathogenesis and resistance
in plants. The Plant Cell, 8, 1735–1745.
Wiryadiputra,S. & R. Hulupi (1995). Uji
ketahanan varietas kopi Arabika
introduksi terhadap nematoda P. coffeae.
Makalah Konggres Nasional XIII dan
Seminar Ilmiah Perhimpunan Fitopatologi Indonesia. Mataram, 25–27
September 1995, 8 p.
Wiryadiputra, S. & Priyono (1995). Kajian
penggunaan pisang (Musa sp.) sebagai
penaung pada kopi dan kakao V.
Perkembangan Pratylenchus coffeae
pada beberapa kultivar pisang asal
kultur jaringan. Pelita Perkebunan, 11,
132–139.
*********
Fly UP