...

PENGADILAN MILITER III-12 SURABAYAPUTUSAN Nomor : 55

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

PENGADILAN MILITER III-12 SURABAYAPUTUSAN Nomor : 55
PENGADILAN MILITER III-12
S U R A B A Y A
P U T U S A N
Nomor : 55 - K / PM.III-12 / AD / III / 2015
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Militer III-12 Surabaya yang bersidang di Sidoarjo dalam memeriksa dan
mengadili perkara pidana pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana
tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa :
Nama lengkap
Pangkat / NRP
Jabatan
Kesatuan
Tempat, tanggal lahir
Jenis kelamin
Kewarganegaraan
Agama
Tempat tinggal
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Fendik Putro Yugo.
Serma / 21950062551175.
Ba Kodim 0824/Jember.
Kodim 0824/Jember.
Jember, 25 November 1975.
Laki-laki.
Indonesia
Islam.
Jl. Ahmad Yani No. 9 Kec Umbulsari Kab Jember
Terdakwa tidak di tahan.
Pengadilan Militer III-12 Surabaya tersebut diatas :
Membaca
:
Berita Acara Pemeriksaan permulaan dari Denpom V/3 Nomor : BP69/A-60 tanggal 25 Nopember 2014 Terdakwa a.n Serma Fendik
Putro Yugo Nrp 21950062551175.
Memperhatikan
:
1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Danrem 083/Bdj
selaku Papera Nomor Kep/08/III/2015 tanggal 6 Maret 2015
2. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor
tanggal 19 Maret 2015.
3.
Sdak/49/K/AD/III/2015
Surat Penetapan dari :
a. Kadilmil III-12 Surabaya tentang Penunjukan Hakim
Nomor : Tapkim/55/PM.III-12/AD/III/2015 tanggal 26 Maret
2015.
b. Hakim Ketua Sidang tentang Hari Sidang Nomor :
Tapsid/60/PM.III-12/AD/III/2015 tanggal 27 Maret 2015.
4. Surat tanda terima panggilan untuk menghadap sidang atas
nama Terdakwa dan para Saksi serta surat-surat lain yang
berhubungan dengan perkara ini.
Mendengar
:
1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer
Nomor
Sdak/49/K/AD/III/2015 tanggal 19 Maret 2015, didepan sidang yang
dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.
2. Hal-hal yang diterangkan oleh Terdakwa di sidang serta
keterangan-keterangan para Saksi dibawah sumpah.
Memperhatikan
:
1. Tuntutan pidana Oditur Militer yang diajukan kepada Majelis
Hakim, yang pada pokoknya Oditur Militer berpendapat bahwa :
2
a. Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah
telah melakukan tindak pidana :
“ Setiap orang yang menyalahgunakan narkotika Golongan-1
bagi diri sendiri ”.
Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam pasal
127 ayat (1) huruf a UU RI No 35 tahun 2009.
b. Oleh karenanya Oditur Militer mohon agar Terdakwa
dijatuhi pidana :
Pidana pokok
: Penjara selama 18 (delapan belas)
bulan
Pidana tambahan : Dipecat dari dinas Militer.
c. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar
Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah).
d.
Menetapkan barang-barang bukti berupa :
Surat-surat :
1) 1 (satu) lembar Berita Acara Pemeriksaan
Laboratoris Kriminalistik dari Pusat Laboratorium Forensik
Cabang Surabaya No. Lab 3940/NNF/2014 tanggal 01 Juli
2014 yang menerangkan urine milik Serma Fendik Putro
Yugo
positif mengandung Metamfetamine,
yang
ditandatangani Kalabfor Cabang Surabaya Kombes Pol
Dr. M. S. Handajani MSi DFM, Apt NRP 551004548
2) 1 (satu) lembar yang berisikan 2 foto urine dan darah
Serma Fendik Putro Yugo.
Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.
e.
2.
Mohon agar Terdakwa ditahan.
a. Pembelaan (Pledoi) yang diajukan oleh Penasihat hukum
Terdakwa secara tertulis tanggal 1 Juli 2015 kepada Majelis
Hakim yang pada pokoknya sebagai berikut :
1) Bahwa Penasihat Hukum Terdakwa dalam pledoinya
menyampaikan tentang fakta-fakta dipersidangan dan
menyatakan tidak sependapat dengan pembuktian unsurunsur yang didakwakan kecuali unsur setiap orang.
2) Bahwa Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan
pencabutan keterangan Saksi-3 Kopda Suprianto yang
dituangkan dalam surat pernyataan tertanggal 20 Mei
2015 adalah tidak sesuai dengan syarat sahnya surat
pernyataan (yang harus tanpa adanya paksaan dari
siapapun) karena Saksi-3 Kopdsa Suprianto dalam
membuat surat pernyataan tersebut adalah atas
permintaan PH Saksi-3 di hadapan petugas POM, dengan
demikian pencabutan keterangan yang dilakukan oleh
Saksi-3 tersebut tidak benar-benar dilakukan dalam
keadaan sadar dan tanpa adanya paksaan dari siapapun.
Surat pernyataan tersebut juga tidak memenuhi syarat
sebagaimana diatur dalam peraturan perundanganundangan.
3
3) Bahwa selanjutnya Penasihat Hukum Terdakwa
menyatakan dalam pembuktian Oditur Militer dalam
terkesan sangat dipaksakan karena Terdakwa tidak
pernah mengkonsumsi narkotika jenis apapun baik
bersama Saksi-3 Kopda Suprianto dan Saksi-1 Sdr Find.
Dihubungkan dengan hasil laboraturium Terdakwa yang
menyimpulkan urine Terdakwa positif mengadung
metamfetamina
adalah
karena
Terdakwa
sering
mengkonsumsi obat ashma soho yang memiliki
kandungan ephedrine, sehingga hasil lab Terdakwa
termasuk dalam kategori positif ragu-ragu dan menurut
undang-undang harus dilakukan tes konfirmasi. Penasihat
Hukum Terdakwa juga berpendapat bahwa apabila dalam
hal tes narkoba antara tes urine maupun darah, hasil yang
lebih akurat dan pasti adalah dengan menggunakan tes
darah.
4) Bahwa Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan
Oditur Militer dalam pembuktiannya tidak didukung oleh
alat bukti yang cukup atau minimal pembuktian sesuai
pasal 185 KUHAP dan atau pasal 173 UU RI No 31 Tahun
1997 tentang Peradilan Militer.
5) Bahwa selanjutnya Penasihat Hukum Terdakwa
menyampaikan permohonan kepada Majelis sebagai
berikut :
a) Menyatakan Terdakwa a.n Serma Fendik Putro
Yugo Nrp 21950062551175 , tidak terbukti secara
sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana
sebagaimana yang didakwakan oleh Oditur Militer
pada dakwaannya, oleh karenanya membebaskan
Terdakwa dari segala dakwaan dan segala tuntutan.
b) Membebaskan Terdakwa a.n Serma Fendik
Putro Yugo Nrp 21950062551175 Ba Kodim 0824
Jember dari semua tuntutan hukum (Vrijspraak) atau
setidak-tidaknya melepaskan dari semua tuntutan
(ontslaag van alle Rechtvervolging).
c) Menyatakan bahwa Terdakwa tidak terbukti
kesalahannya
secara
sah
dan
meyakinkan
melakukan suatu tindak pidana sebagaimana pada
surat dakwaan yang telah didakwakan Oditur Militer
Oditurat Militer III-12 Surabaya.
d) Menolak seluruh dalil-dalil Oditur Militer pada
Oditurat Militer III-12 Surabaya dalam tuntutannya
dan menyatakan tidak terbukti secara sah dan
meyakinkan menurut hukum.
e) Mengembalikan hak-hak Terdakwa pada
keadaan semula dan merehabilitasi nama baik
Terdakwa.
f)
Memulihkan hak Terdakwa dalam kemampuan,
kedudukan dan serta harkat danmartabatnya.
g)
Membebaskan biaya perkara kepada negara.
4
b. Permohonan Terdakwa yang menyatakan bahwa ia
menyesali dan menyadari akan kesalahannya, berjanji tidak
akan mengulangi perbuatannya lagi. Oleh karena itu mohon
kepada Majelis Hakim agar dijatuhi pidana yang seringanringannya serta diberikan kesempatan untuk tetap dapat
mengabdi sebagai prajurit TNI di institusi TNI AD.
3.
Jawaban atas pembelaan (Replik) Oditur Militer secara tertulis
tanggal 6 Juli 2015 yang pada pokoknya sebagai berikut :
a. Bahwa dalam Repliknya Oditur Militer menyatakan dalam
menanggapi pledoi Penasihat hukum Terdakwa terhadap
keterbuktian unsur-unsur, Oditur Militer tetap pada pembuktian
yang telah dituangkan dalam tuntutannya.
b. Bahwa dalam pembuktiannya Oditur Militer menyatakan
bahwa pembuktian unsur-unsur dakwaan telah memenuhi
batas minimal pembuktian, karena para saksi yang dihadirkan
dan Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik dari
Puslabfor Cabang Surabaya No :3940/NNF/2014 tanggal 1 Juli
2014 telah saling bersesuaian, sehingga Terdakwa telah
terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 127 ayat
(1) huruf a UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
c. Bahwa selanjutnya Oditur Militer menyampaikan
permohonan kepada Majelis Hakim sebagai berikut :
1) Menolak secara keseluruhan pledoi Terdakwa yang
disampaikan melalui Penasihat Hukum Terdakwa.
2) Menyatakan Surat dakwaan Oditur Militer No :
Sdak/49/K/AD/III/2015 tanggal 19 Maret 2015 dan
Tuntutan Oditur Militer No : Tut/82/VI/2015 tanggal 25 Juni
2015 sah dan memenuhi syarat serta sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
3) Menyatakan Terdakwa terbukti bersalah melakukan
tindak penyalahgunaan Narkotika bagi diri sendiri serta
menjatuhkan pidana sesuai tuntutan Oditur Militer.
4)
Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa.
4.
Duplik Penasihat Hukum Terdakwa secara tertulis tanggal 9 Juli
2015 yang pada pokoknya sebagai berikut :
a. Bahwa Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan prosedur
pengambilan urine dan darah Terdakwa pada tanggal 23 Juni
2014 tidak sesuai ketentuan Kepmenkes RI Nomor
194/Menkes/SK/VI/2012 tanggal 15
Juni 2012 tentang
penunjukan laboraturium yang berwenang melakukan
pemeriksaan narkotika dan psikotropika. Pengamnbilan urine
dan darah Terdakwa tidak dilakukan langsung di laboratorium
yang ditunjuk oleh undang-undang, sehingga Berita Acara
Pemeriksaan Laboratoris kriminalistik Nomor Lab
:
3940/NNF/2014 tanggal 1 Juli 2014 tidak sah dan batal demi
hukum.
5
b. Bahwa selanjutnya Penasihat Hukum Terdakwa juga
menyatakan mengenai hukuman tambahan berupa pemecatan
dari dinas militer oleh Hakim pengadilan Militer hanyalah
mencakup pelanggaran terhadap pasal-pasal dalam KUHPM
saja, tidak untuk tindak pidana umum atau khusus, karena
merupakan kewenangan atau ranah hukum administrasi prajurit
TNI.
Menimbang
: Bahwa menurut Surat Dakwaan tersebut di atas, Terdakwa pada
pokoknya didakwa sebagai berikut :
Pertama :
Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat tersebut di
bawah ini, yaitu pada hari Kamis tanggal dua puluh Sembilan bulan
Mei tahun 2000 empat belas dan pada bulan Juni tahun 2000 empat
belas atau setidak-tidkanya dalam bulan Mei tahun 2000 empat belas
dan bulan Juni tahun 2000 empat belas atau setidak-tidaknya dalam
tahun 2000 empat belas bertempat di Ahmad Yani No. 9 Kec
Umbulsari Kab Jember dan di pinggir sungai pondok dalem Kec
Panggul Kab Jember , atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang
termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Militer III-12 Surabaya
telah melakukan tindak pidana :
"Setiap orang yang menyalahgunakan Narkotika Golongan I bagi diri
sendiri ".
Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagal berikut
a.
Bahwa Terdakwa Fendik Putro Yugo masuk menjadi Prajurit
TNI AD pada tahun 1995 melalui pendidikan Caba PK di Jember lulus
dengan pangkat Serda kemudian mengikuti kecabangan Infanteri di
Dodikjur Rindam V/Brawijaya setelah lulus kemudian ditempatkan di
Yonif 527 Lumajang kemudian pada tahun 1997 di mutasikan ke
Korem 083/Malang selanjutnya pada tahun 2000 dimutasikan lagi di
Kodim 0824/Jember sampai dengan melakukan perbuatan yang
menjadikan perkara ini berpangkat Serma NRP 21950062551175
Jabatan Ba Kodim 0824/Jember.
b.
Bahwa pada hari Rabu tanggal 28 Mei 2014 sekira pukul 14.00
Wib Terdakwa kenal dengan saksi-1 Kopda Suprianto di pinggir jalan
depan Terminal Tawang Alun Jember disaat saksi-1 meminta
Terdakwa mengantar pulang saksi-1.
c.
Bahwa pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2014 sekira pukul 21.30
Wib Terdakwa menghubungi saksi-1 Kopda Suprianto setelah saksi-1
tiba di rumah Terdakwa yang beralamat di Jl Ahmad Yani No. 9 Kec
Umbulsari Kab Jember selanjutnya saksi-1 disuruh masuk dan saksi1 melihat Terdakwa sedang mengkonsumi narkotika Gol 1 jenis sabu
selanjutnya Terdakwa menawarkan kepada saksi-1 untuk menikmati
narkotika tersebut kemudian saksi-1 menghisap narkotika tersebut
yang sudah dipersiapkan didalam Bong sebanyak 6 (enam) kali
hisapan bergantian dengan Terdakwa, tiba-tiba bong botol yang
terbuat dari kaca jatuh dan terpecah dan saksi-1 sempat
menanyakan kepada Terdakwa tempat membeli bong botol tersebut
untuk mengganti kepunyaan Terdakwa namun Terdakwa tidak
mempermasalahkannya karena bong tersebut hasil dari pemberian
teman dari Terdakwa tidak lama kemudian saksi-1 berpamitan
kepada Terdakwa kembali ke Asmil Yonif 515/9/2 Kostrad.
d.
Bahwa pada bulan Juni 2014 Terdakwa mengkonsumsi
Narkotika Gol 1 jenis sabu bersama saksi-3 Sdr Find Sutanto di saat
memarkir mobilnya di pinggir sungai Pondok Dalem Kec. Tanggul
6
Kab Jember dengan cara Terdakwa menghisap salah satu lubang
botol kaca milik Saksi-3 sedangkan lubang satunya dihubungkan ke
pipet kaca yang dibakar dengan api supaya keluar asap kemudian
Terdakwa hisap sebanyak 3 (tiga) kali mengakibatkan kepala
Terdakwa menjadi pusing.
e.
Bahwa setelah itu Terdakwa dipanggil oleh saksi-2 Pelda
Sukarno Batih Intel Kodim 0824 karena adanya laporan dari saksi-1
Kopda Suprianto tentang keterlibatan Terdakwa menyalahgunakan
Narkotika kemudian pada hari Sabtu tanggal 21 Juni 2014 sekira
pukul 15.00 Wib Terdakwa mengakui menyalagunakan narkotika dari
pemeriksaan yang saksi-2 lakukan dikantor staf Intel Kodim.
f.
Bahwa perbuatan Terdakwa yang menyalahgunakan narkotika
Gol 1 dengan mengkonsumsi jenis sabu bersama saksi-1 Kopda
Suprianto pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2014 sekira pukul 21.30
Wib di rumah Terdakwa yang beralamat di Jl Ahmad Yani No. 9 Kec
Umbulsari Kab Jember dan bersama saksi-3 Sdr Find Sutanto pada
bulan Juni 2014 di pinggir sungai Pondok Dalem Kec Tanggul Kab,
Jember sehingga urine Terdakwa mengandung narkotika Gol 1 Jenis
sabu-sabu klasifikasi Metamfetamina sesuai Berita Acara
Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik dari Pusat Laboratorium
Forensik Cabang Surabaya No Lab : 3940/NNF/2014 tanggal 01 Juli
2014 yang ditandatangni Kalabfor Cabang Surabaya Kombers Pol Dr.
M.S Handajani MSi DFM Apt NRP 55100458.
Atau
Kedua :
Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat tersebut di
bawah ini, yaitu pada hari Kamis tanggal dua puluh Sembilan bulan
Mei tahun 2000 empat belas atau setidak-tidaknya dalam bulan Mei
tahun 2000 empat belas atau setidak-tidaknya dalam tahun 2000
empat belas bertempat di Jl Ahmad Yani No. 9 Kec Umbulsari Kab
Jember, atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang termasuk dalam
wilayah hukum Pengadilan Militer III-12 Surabaya telah melakukan
tindak pidana:
"Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki,
menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I
bukan tanaman ".
Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut
a.
Bahwa Terdakwa Fendik Putro Yugo masuk menjadi Prajurit
TNI AD pada tahun 1995 melalui pendidikan Caba PK di Jember lulus
dengan pangkat Serda kemudian mengikuti kecabangan Infanteri di
Dodikjur Rindam V/Brawijaya setelah lulus kemudian ditempatkan di
Yonif 527 Lumajang kemudian pada tahun 1997 di mutasikan ke
Korem 083/Malang selanjutnya pada tahun 2000 dimutasikan lagi di
Kodim 0824/Jember sampai dengan melakukan perbuatan yang
menjadikan perkara ini berpangkat Serma NRP 21950062551175
Jabatan Ba Kodim 0824/Jember.
b.
Bahwa pad ahari Rabu tanggal 28 Mei 2014 sekira pukul 14.00
Wib Terdakwa kenal dengan saksi-1 Kopda Suprianto di pinggir jalan
depan Terminal Tawang Alun Jember disaat saksi-1 meminta
Terdakwa mengantar pulang saksi-1.
c.
Bahwa pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2014 sekira pukul 21.30
Wib Terdakwa menghubungi saksi-1 Kopda Suprianto setelah saksi-1
tiba di rumah Terdakwa yang beralamat di Jl Ahmad Yani No. 9 Kec
7
Umbulsari Kab Jember selanjutnya saksi-1 disuruh masuk dan saksi1 melihat Terdakwa sedang mengkonsumsi narkotika Gol 1 jenis
sabu selanjutnya Terdakwa menawarkan kepada saksi-1 untuk
menikmati narkotika tersebut kemudian saksi-1 menghisap narkotika
tersebut yang sudah dipersiapkan di dalam Bong sebanyak 6 (enam)
kali hisapan bergantian dnegan Terdakwa, tiba-tiba bong botol yang
terbuat dari kaca jatuh dan terpecah dan saksi-1 sempat
menanyakan kepada Terdakwa tempat membeli Bong botol tersebut
untuk mengganti kepunyaan Terdakwa namun Terdakwa tidak
mempermasalahkannya karena bong tersebut hasil dari pemberian
teman dari Terdakwa tidak lama kemudian saksi-1 berpamitan
kepada Terdakwa kembali ke Asmil Yonif 515/9/2 Kostrad.
d.
Bahwa pada bulan Juni 2014 Terdakwa mengkonsumsi
Narkotika Gol 1 jenis sabu bersama saksi-3 Sdr Find Sutanto disaat
memarkir mobilnya di pinggir sungai Pondok Dalem Kec tanggul Kab
Jember dengan cara Terdakwa menghisap salah satu lubang botol
kaca milik saksi-3 sedangkan lubang satunya dihubungkan ke pipet
kaca yang dibakar dengan api supaya keluar asap kemudian
Terdakwa hisap sebanyak 3 (tiga) kali mengakibatkan kepala
Terdakwa menjadi pusing.
e.
Bahwa Terdakwa dipanggil oleh saksi-2 Pelda Sukarno batih
Intel Kodim 0824 karena adanya laporan dari saksi-1 Kopda
Suprianto tentang keterlibatan Terdakwa menyalahgunakan
Narkotika kemudian pad ahari Sabtu tanggal 21 Juni 2014 sekira
pukul 15.00 Wib Terdakwa mengakui menyalahgunakan narkotika
dari pemeriksaan yang saksi-2 lakukan di kantor Staf Intel Kodim.
f.
Bahwa perbuatan Terdakwa yang menyalahgunakan Narkotika
Gol 5541 dengan mengkonsumsi jenis sabu bersama saksi-1 Kopda
Suprianto pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2014 sekira pukul 21.30
Wib di rumah Terdakwa yang beralamat Jl Ahmad Yani No. 9 Kec
Umbulsari Kab Jember dan bersama saksi-3 Sdr Find Sutanto pada
bulan Juni 2014 di pinggir sungan Pondok Dalem Kec Tanggul Kab
Jember sehingga urine Terdakwa mengandung narkotika Gol 1 jenis
sabu-sabu klasigikasi Metamfetamina sesuai Berita Acara
Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik dari Pusat Laboratorium
Forensik Cabang Surabaya No. Lab : 3940/NNf/2014 tanggal 01 Juli
2014 yang ditandatangani Kalabfor Cabang Surabaya Kombes Pol
Dr.M.S Handajani, MSi DFM Apt NRP 55100458
g.
Bahwa perbuatan Terdakwa memiliki atau menyediakan
Narkotika Golongan 1 jenis sabu bukan tanaman serta menyerahkan
Narkotika tersebut untuk di konsumsi oleh saksi-1 adalah tanpa hak
dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan tentang
narkotika yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
h.
Bahwa yang melatarbelakangi Terdakwa mengkonsumsi
Narkotika karena rasa ingin tahu untuk menikmati narkotika.
Berpendapat bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah cukup
memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan
diancam dengan pidana :
Dakwaan Kesatu :
Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI
Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika
Atau
Dakwaan Kedua :
Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35
Tahun 2009 tentang Narkotika
8
Menimbang
: Bahwa atas Dakwaan tersebut Terdakwa menerangkan bahwa ia
benar-benar mengerti atas Surat Dakwaan yang didakwakan
kepadanya.
Menimbang
: Bahwa atas Dakwaan tersebut Terdakwa menyangkal sebagian
dakwaan yang didakwakan kepadanya sebagai berikut :
-
Bahwa Terdakwa tidak pernah mengkonsumsi narkotika.
Menimbang
: Bahwa di sidang Terdakwa didampingi oleh Penasihat Hukum, yaitu
Heru Suwarno,S.H.,M.H Mayor Chk Nrp 11000005770572
berdasarkan Surat Perintah dari Kakumdam V/Brawijaya Nomor :
Sprin/103/V/2015 tanggal 19 Mei 2014 dan Surat Kuasa dari
Terdakwa kepada Penasihat Hukum Terdakwa tanggal 20 Mei 2015.
Menimbang
: Bahwa atas dakwaan Oditur Militer tersebut Penasihat Hukum
Terdakwa menyatakan tidak mengajukan eksepsi/keberatan.
Menimbang
: Bahwa para Saksi yang dihadapkan dipersidangan menerangkan di
bawah sumpah sebagai berikut :
Saksi-1
: Nama lengkap
:
Pekerjaan
Tempat, tanggal lahir
Jenis kelamin
Kewarganegaraan
Agama
Tempat tinggal
:
:
:
:
:
:
Find Bambang Sutanto.
Wiraswasta
Surabaya, 08 Oktober 1967.
Laki-laki.
Indonesia.
Kristen Protestan
Perum Bukit Permata Sukodono M 12 A
Dsn Kuweni Rt 03 Rw 08 Ds Anggaswangi
Kec Sukodono Kab Sidoarjo.
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa pada tahun 1988 di
Jember dan masih ada hubungan keluarga karena Terdakwa adalah
adik ipar Saksi.
2. Bahwa sejak sekira bulan Mei 2014 Saksi tidak pernah bertemu
dengan Terdakwa dan Saksi tidak pernah menggunakan Narkotika
Gol 1 jenis sabu-sabu bersama Terdakwa.
3. Bahwa Saksi dalam perkara ini dijadikan Saksi adalah karena
adanya keterangan Terdakwa di penyidikan POM yang menerangkan
Saksi telah menggunakan sabu-sabu bersama-sama dengan
Terdakwa. Padahal Saksi tidak pernah menggunakan Narkotika
bersama Terdakwa dimanapun apalagi di dalam mobil pada saat
berhenti di pinggir jalan di daerah Pondok Dalem Kec Tanggul. Saksi
juga tidak pernah melihat atau mengetahui Terdakwa menggunakan
narkotika.
4. Bahwa Saksi tidak mengetahui darimana Terdakwa mendapatkan
dan memiliki Narkotika Gol 1 jenis sabu-sabu serta berapa jumlahnya
karena Saksi tidak pernah menggunakan narkotika.
5. Bahwa sepengetahuan Saksi, sejak tahun 2005 Terdakwa sering
mengeluh merasa nyeri pada tulang ekornya dan sakit pada
punggungnya.
Atas keterangan
seluruhnya.
Saksi
tersebut, Terdakwa
membenarkan
9
Saksi-2
: Nama lengkap
:
Pekerjaan
Tempat, tanggal lahir
Jenis kelamin
Kewarganegaraan
Agama
Tempat tinggal
:
:
:
:
:
:
Rachel Sutanto.
Ibu Rumah Tangga
Surabaya, 23 Juli 1979
Perempuan.
Indonesia.
Islam.
Jl Ahmad Yani No. 9 Kec Umbulsari Kab
Jember
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sejak tahun 1995 pada
saat Saksi datang ke Jember selanjutnya menikah dengan Terdakwa
tahun 1998 dan sekarang dalam hubungan suami istri. Kemudian
Saksi kenal dengan Saksi-1 Sdr Find Sutanto karena Sdr Find
Sutanto kakak kandung saksi sedangkan dengan Kopda Suprianto
tidak kenal.
2. Bahwa Saksi pernah melihat Kopda Suprianto datang kerumah
Saksi yaitu yang pertama sedang ngobrol dengan Terdakwa didepan
counter handphone milik Terdakwa yang letaknya di sebelah rumah,
namun Saksi tidak tahu apa yang di bicarakan. Kemudian yang
kedua pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2014 sekira pukul 22.00 Wib
Kopda Supriyanto datang kerumah Saksi yang beralamat di Jl Ahmad
Yani No. 9 Kec Umbulsari Kab Jember dengan keadaan tangan
diborgol di kawal oleh 2 (dua) orang anggota POM mau menemui
Terdakwa. Saat itu Terdakwa sedang istirahat karena sedang tidak
enak badan, selanjutnya Saksi memberitahukan kepada Terdakwa
tentang kedatangan Kopda Suprianto dan Terdakwa keluar untuk
menemui Kopda Suprianto, sedangkan Saksi langsung kembali ke
counter HP.
3. Bahwa Terdakwa menderita sakit tulang punggung akibat jatuh
pada waktu pendidikan. Pada tahun 1998 Terdakwa pernah berobat
ke RS Oen Solo sebanyak 3 (tiga) kali, tetapi karena biayanya cukup
besar maka Terdakwa tidak berobat lagi dan selanjutnya sejak sekira
tahun 2012 Terdakwa mengkonsumsi obat asthma soho karena
Terdakwa sering merasakan sesak napas.
4. Bahwa setiap harinya kegiatan rutin Saksi berada di counter HP
yang letaknya didepan rumah Saksi mulai pukul 08.00 Wib s.d 13.00
Wib dan pukul 16.30 Wib s.d 21.00 Wib, sehingga Saksi tidak
mengetahui apa yang dikerjakan oleh Terdakwa di rumah saat Saksi
berada di counter.
5. Bahwa saat tidak sedang berdinas, Terdakwa lebih banyak
berada di rumah, Terdakwa keluar rumah kalau mau beli kebutuhan
counter HP nya saja dan sehari-harinya Terdakwa mempunyai
kebiasaan merokok.
6. Bahwa Saksi tidak pernah melihat Terdakwa mengkonsumsi
narkotika baik sendirian atau bersama Kopda Suprianto atau Saksi-1
Sdr Find Bambang Sutanto. Saksi-1 Sdr Find Sutanto pernah datang
kerumah Saksi di Jember, namun Saksi lupa kapan tanggalnya
menemui Terdakwa.
Atas keterangan
seluruhnya.
Saksi-3
: Nama lengkap
Pangkat / NRP
Jabatan
Kesatuan
Saksi-2
:
tersebut,
Terdakwa
membenarkan
Suprianto.
: Kopda / 31980707510278
: Tabak Mori Ton Ban Kipan C
: Yonif 515/9 Kostrad
10
Tempat, tanggal lahir
Jenis kelamin
Kewarganegaraan
Agama
Tempat tinggal
:
:
:
:
:
Pemantang Siantar, 27 Pebruari 1978.
Laki-laki.
Indonesia.
Islam.
Asrama Yonif 515/9 Kostrad Tanggul Kab
Jember.
Bahwa terhadap Saksi-3 Kopda Suprianto dilakukan 2 (dua) kali
pemeriksaan di persidangan, yang pertama pada tanggal 20 Mei
2015 pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa Serma Fendik Putro Yugo
pada sekira bulan Pebruari 2014 di terminal Tawang Alun Jember,
tidak ada hubungan keluarga hanya sebatas atasan dan bawahan.
2. Bahwa Saksi pernah datang kerumah Terdakwa sebanyak 3
(tiga) kali yaitu yang pertama pada sekira bulan Pebruari 2014, Saksi
datang kerumah Terdakwa dan bertemu dengan Terdakwa di depan
Counter HP milik Terdakwa untuk ngobrol saja, yang kedua pada
sekira bulan Mei 2014 Saksi datang kerumah Terdakwa dan hanya
ngobrol di depan counter HP milik Terdakwa tidak masuk kerumah
Terdakwa dan langsung pulang, selanjutnya yang ketiga sekira bulan
Juni 2014 Saksi datang bersama Serka Bibit kerumah Terdakwa
dalam rangka mengambil mobil milik Serka Bibit yang digadaikan
oleh Saksi kepada teman tetangga Terdakwa.
3. Bahwa Saksi tidak pernah mengkonsumsi sabu-sabu bersama
Terdakwa dan Saksi memberikan keterangan pada saat di BAP oleh
penyidik POM dengan mengatakan telah memakai sabu-sabu adalah
karena harus sesuai dengan pemeriksaan yang dilakukan di Batalyon
515/9/2 Kostrad yang pada saat itu Saksi ditekan oleh Danbrigif 9
Kostrad untuk mengakui pernah menggunakan sabu-sabu apabila
tidak mau maka saksi diancam akan dilaporkan menjadi Bandar
narkoba dan apabila mengakui maka perkara Saksi tidak akan
dilaporkan ke POM, sehingga Saksi mengarang cerita kalau pernah
menggunakan sabu-sabu dengan Terdakwa.
4. Bahwa Saksi juga mengatakan keterangan di Laporan Polisi juga
tidak benar karena isi laporannya adalah karangan Saksi saja dan
saksi sesuaikan dengan hasil pemeriksaan di Batalyon 515/9/2
Kostrad.
5. Bahwa Saksi siap bertanggungjawab atas keterangan palsu yang
telah disampaikan pada saat di BAP oleh penyidik POM, Saksi
mengetahui akibatnya jika memberikan keterangan palsu.
Atas keterangan
seluruhnya.
Menimbang
Saksi-3
tersebut,
Terdakwa
membenarkan
: Bahwa berdasarkan keterangan Saksi-3 Kopda Suprianto tersebut
diatas, terdapat keterangan yang berbeda dengan keterangan yang
diberikan Saksi-3 Kopda Suprianto saat di BAP (pada tahap
penyidikan), bahkan Saksi-3 Kopda Suprianto mencabut sebagian
keterangan yang telah disampaikan dihadapan Penyidik Subdenpom
V/3-2 Jember sebagaimana yang tertuang dalam BAP tertanggal 11
Juli 2014 dengan dibubuhi paraf dan tandatangan Saksi-3 Kopda
Suprianto. Terhadap sikap Saksi-3 Kopda Suprianto tersebut Majelis
Hakim berpendapat bahwa apabila seorang Saksi mencabut
keterangannya dalam BAP, maka Majelis Hakim menerapkan
ketentuan pasal 173 ayat (6) UU No 31 tahun 1997 tentang
Pengadilan Militer yang menyebutkan bahwa fungsi keterangan saksi
pada BAP yang dibuat penyidik tersebut dapat dijadikan sebagai alat
11
bukti petunjuk sebagaimana diatur dalam pasal 177 ayat (2) UU No
31 tahun 1997 tentang Pengadilan Militer.
Menimbang
: Bahwa pada pemeriksaan selanjutnya pada tanggal 26 Mei 2015
Saksi-3 Kopda Suprianto kembali dihadirkan oleh Oditur Militer, yang
atas permintaan dan kesadaran Saksi-3 Kopda Suprianto sendiri
hadir di persidangan,
kepada Majelis Hakim Saksi-3 Kopda
Suprianto menyatakan alasan hadir kembali di persidangan adalah
untuk mencabut keterangannya yang telah disampaikan di
persidangan sebelumnya serta menyerahkan surat pernyataan
tertanggal 20 Mei 2015 yang dibubuhi tandatangan Saksi-3 Kopda
Suprianto dan di beri materai Rp 6.000,- (enam ribu rupiah), surat
pernyataan tersebut dibuat dihadapan Letda Chk Dion,S.H selaku
Penasihat Hukum Saksi-3 Kopda Suprianto.
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
1. Bahwa Saksi mengakui telah memberikan keterangan yang tidak
benar pada saat pemeriksaan saksi pada persidangan sebelumnya
yaitu tanggal 20 Mei 2015, alasan Saksi melakukan perbuatan
tersebut karena Saksi merasa iba (kasihan) terhadap Terdakwa dan
adanya sangsi pidana yang berat apabila Saksi terbukti telah
memberikan keterangan palsu di dalam permeriksaan persidangan.
2. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa Serma Fendik Putro Yugo
pada sekira bulan Pebruari 2014 di terminal Tawang Alam Jember,
tidak ada hubungan keluarga hanya sebatas atasan dan bawahan.
3. Bahwa pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2014 sekira pukul 21.30
Wib Saksi ditelpon Terdakwa agar datang kerumah Terdakwa yang
beralamat di Jl Ahmad Yani No. 9 Kec Umbulsari Kab Jember, sekira
pukul 22.00 Wib tiba dirumah Terdakwa kemudian Saksi di suruh
masuk ke ruang tamu, Terdakwa sudah menunggu dan Saksi
melihat diatas meja telah tersedia alat bong dan sabu-sabunya.
Kemudian Terdakwa menyiapkan sabu-sabu tersebut dengan cara
alat bong (botol yang terbuat dari kaca) diisi air selanjutnya di
letakkan pipet di atasnya dan pipet tersebut di bakar sampai
mengeluarkan asap kemudian asap tersebut di hisap oleh Terdakwa.
4. Bahwa kemudian Saksi ditawari Terdakwa untuk menghisap
sabu-sabu yang sudah disiapkan di dalam bong tersebut, selanjutnya
Saksi menghisap secara bergantian dengan Terdakwa. Setelah
Saksi menghisap sebanyak 6 (enam) kali hisapan tiba-tiba bong
tersebut terjatuh dan pecah, kemudian Saksi menanyakan kepada
Terdakwa dimana Saksi bisa membeli alat hisap tersebut untuk
mengganti bong yang dipecahkan Saksi, dijawab Terdakwa tidak
apa-apa tidak masalah, bong itu pemberian dari teman Terdakwa.
Selanjutnya Saksi mengobrol sebentar dengan Terdakwa dan sekira
pukul 23.00 Wib pamit pulang ke Asmil Yonif 515/9/2 Kostrad.
5. Bahwa pertama kali Saksi menggunakan sabu-sabu adalah
dirumah Terdakwa karena ditawari oleh Terdakwa, Saksi tidak
mengetahui darimana Terdakwa mendapatkan sabu-sabu tersebut
karena saat saksi tiba dirumah Terdakwa sudah tersedia sabu-sabu
dan alat bongnya. Saksi mengkonsumsi sabu-sabu bersama
Terdakwa diruang tamu yang dindingnya berwarna kuning dan kursi
tamu yang diduduki berwarna hijau.
6. Bahwa Saksi beberapa kali bertemu dengan Terdakwa yaitu saat
berkenalan di terminal Tawang Alun, pada saat Saksi mau pinjam
uang kepada Terdakwa untuk beli susu anak Saksi di depan counter
HP Terdakwa, saat mengkonsumsi sabu-sabu di ruang tamu rumah
Terdakwa, saat menggadaikan mobil Serka Bibit kepada Terdakwa
12
dan saat Saksi diantar provost dengan tangan diborgol untuk kasus
penggelapan mobil milik Serka Bibit yang digadaikan oleh Saksi
kepada tetangga / teman Terdakwa.
7. Bahwa jarak rumah Saksi dengan rumah Terdakwa sekira 5
(lima) Km yang dapat ditempuh dengan sepeda motor sekira 10
(sepuluh) s.d 15 (lima belas) menit jika keadaan jalan raya tidak
macet.
Atas keterangan Saksi-3 tersebut, Terdakwa membenarkan sebagian
dan menyangkal sebagian. Adapun hal yang disangkal sebagai
berikut :
- Bahwa cat dinding rumah Terdakwa berwarna ungu bukan kuning
dan kursi tamu di ruang tamu Terdakwa berwarna krem bukan hijau.
Bahwa jarak rumah Terdakwa dengan Saksi adalah sekira 10
(sepuluh) s.d 15 (lima belas) Km yang dapat ditempuh dengan
sepeda motor sekira 15 (lima belas) s.d 17 (tujuh belas) menit.
Atas sangkalan Terdakwa tersebut, Saksi menyatakan tetap pada
keterangan.
Saksi-4
: Nama lengkap
Pangkat / NRP
Jabatan
Kesatuan
Tempat, tanggal lahir
Jenis kelamin
Kewarganegaraan
Agama
Tempat tinggal
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Sukarno
Pelda / 589617
Batih Intel
Kodim 0824.
Kudus, 30 Mei 1965.
Laki-laki.
Indonesia.
Islam.
Jl. Slamet Riyadi I No. 21 Lingkungan
Krajan Rt 02 Rw 16 Kel Patrang Kec
Patrang Kab Jember.
Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
1.
Bahwa saksi kenal dengan Terdakwa Serma Fendik Putro Yugo
pada tahun 2004 di Kodim 0824/Jember tidak ada hubungan
keluarga hanya sebatas hubungan atasan dan bawahan.
2.
Bahwa pada hari Sabtu tanggal 21 Juni 2014 sekira pukul 15.00
Wib di ruangan kantor staf Intel Kodim 0824/Jember, Saksi mendapat
perintah dari Pasi Intel untuk melakukan pemeriksaan terhadap
Terdakwa karena adanya informasi dari Yonif 515/9/2 Kostrad
tentang keterlibatan Terdakwa menggunakan narkotika. Dalam
pemeriksaan tersebut Terdakwa mengakui telah menggunakan
Narkotika Gol 1 jenis sabu bersama Sdr Fend Bambang Sutanto di
dalam mobil pada saat mobil berhenti dipinggir jalan raya di daerah
Pondok Dalem Kec Tanggul Kab Jember.
3.
Bahwa selanjutnya dari hasil pemerikasaan Saksi terhadap
Terdakwa tersebut, Saksi membuat resume dan melaporkan kepada
Dandim selaku Ankum, kemudian berdasarkan hasil laporan tersebut
Terdakwa dijatuhi Hukuman Disiplin berupa penahanan selama 7
(tujuh) hari.
4.
Bahwa Saksi tidak pernah melihat Terdakwa mengkonsumsi
narkotika dan sikap Terdakwa dikedinasan termasuk prajurit yang
loyal. Terdakwa adalah anggota Kodim 0842 Jember yang di BP kan
di Koramil 0842/22 yang jaraknya sekira 15 (lima belas) km dari
Kodim 0842 Jember.
13
5.
Bahwa saat melakukan pemeriksaan terhadap Terdakwa di
ruangan kantor Staf Intel Kodim 0842/Jember, Saksi tidak melakukan
penekanan terhadap Terdakwa.
Atas keterangan Saksi-4
tersebut, Terdakwa membenarkan
sebagian dan menyangkal sebagian. Adapun hal yang disangkal
sebagai berikut :
Bahwa Terdakwa mengakui telah menggunakan sabu-sabu
saat dilakukan pemeriksaan di staf 1 intel karena Terdakwa sedang
dalam keadaan bingung.
Atas sangkalan
keterangannya.
Menimbang
Terdakwa
tersebut,
Saksi
tetap
pada
: Bahwa didalam persidangan Penasihat Hukum Terdakwa mohon
agar dihadirkan Saksi Tambahan untuk meringankan Terdakwa, oleh
karenanya dengan mendasari ketentuan pasal 154 ayat (1) huruf (c),
maka dihadirkanlah Saksi Tambahan-1, yaitu:
Saksi Tambahan-1 : Nama lengkap
Pekerjaan
Jabatan
Tempat, tanggal lahir
Jenis kelamin
Kewarganegaraan
Agama
Tempat tinggal
: dr I Gusti Ngurah Gunadi SpKJ (K)
: PNS RS dr Sutomo Surabaya
: Ka Poli IRC RS dr Sutomo Surabaya
sekarang di Poliklinik BNN Propinsi.
: Negara , 9 Pebruari 1953.
: Laki-laki.
: Indonesia.
: Hindu.
: Jl. Kalisari Darmo no 12 G.6 20 Pakuwon
City Surabaya.
Dalam memberikan keterangannya di bawah
pokoknya Saksi menerangkan sebagai berikut:
sumpah
pada
1. Bahwa sejak tahun 1989 Saksi bekerja sebagai konsultan di RS
dr Sutomo khusus menangani pasien adiksi (ketergantungan) dan
sejak sekira bulan Mei 2015 Saksi sekarang diperbantukan di BNN
Propinsi.
2.
Bahwa Saksi menerangkan surat rujukan yang ditunjukan oleh
Penasihat Hukum Terdakwa bahwa isi surat rujukan dari RS dr Oen
Surakarta adalah tentang pengiriman penderita a.n Sdr Fendik
(Terdakwa) yang ditujukan kepada dr Achdiat Agoes DSS tetapi
tidak ada tanggalnya tersebut menurut Saksi
penderita
mengeluhkan adanya penyakit yang menimbulkan nyeri, kemudian
terhadap penderita telah diberikan 3 (tiga) jenis obat yaitu surgam
untuk penghilang rasa nyeri, diazepam yang termasuk dalam
golongan psikotropika yang berfungsi untuk anti kejang dan rendik
berfungsi untuk anti pembekuan darah (mencairkan darah yang
beku), namun ketiga jenis obat tersebut tidak menimbulkan hasil tes
positif amphetamine.
3. Bahwa selanjutnya menurut Saksi komposisi yang terkandung
dalam obat asthma soho yang sering dikonsumsi Terdakwa sejak
sekira tahun 2012 adalah mengandung ephedrine 12,5 mg,
theophyline
125 mg yang berfungsi untuk meringankan dan
mengatasi sesak nafas. Ephedrine yang terkandung pada asthma
soho tidak mengandung Amphetamine namun apabila dikonsumsi
secara terus menerus kemungkinan akan menimbulkan hasil tes
14
mirip Amphetamine sehingga harus dilakukan tes konfirmasi ke
laboraturium BNN atau laboraturium yang telah ditunjuk oleh
Kemenkes untuk dapat meyakinkan apakah hasil yang muncul
tersebut merupakan obat-obatan jenis narkotika atau bukan.
4. Bahwa seseorang yang mengkonsumsi obat asthma soho
secara terus menerus, kemungkinan dapat menghasilkan tes yang
mirip dengan amphetamine. Oleh karenanya untuk memastikan
hasil pemeriksaan tersebut positif palsu (positif meragukan) atau
tidak maka tim pemeriksa akan mengajukan tes konfirmasi yaitu
pemeriksaan lanjutan sebagai upaya penegasan hasil positif false
dari pengujian awal untuk menetapkan jenis narkotika serta ada atau
tidaknya kandungan narkotika dalam bahan yang diperiksa.
5.
Bahwa setelah Majelis Hakim menunjukan alat bukti berupa
surat Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium Forensik Bareskrim
Polri Cabang Surabaya Nomor Lab : 3940/NNF/2014 tanggal 1 Juli
2014 tentang pemeriksaan urine dan darah a.n Serma Fendik Yugo,
Saksi Tambahan-1 menyatakan bahwa surat tersebut diterbitkan
oleh institusi yang berwenang yang telah ditunjuk oleh Kemenkes
dan dari hasil Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium Forensik
Bareskrim Polri Cabang Surabaya Nomor Lab : 3940/NNF/2014
tanggal 1 Juli 2014 tentang pemeriksaan urine dan darah a.n Serma
Fendik Yugo menyimpulkan bahwa hasil pemeriksaan urine
Terdakwa didapatkan kandungan narkotika dengan bahan aktif
Metamfetamina, terdaftar dalam golongan I (satu) nomor urut 61
Lampiran UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,
sedangkan hasil pemeriksaan darah tidak mengandung narkotika
dan psikotropika.
6. Bahwa Saksi Tambahan-1 juga menyatakan bahwa Hasil
pemeriksaan ini tidak ada kaitannya dengan kebiasaan Terdakwa
mengkonsumsi obat asthma soho, karena pada hasil pemeriksaan
urinenya secara jelas tertera uji pendahuluan positif metafetamine
dan pada uji konfirmasi positif metafetamine juga, sehingga setelah
melalui tes uji konfirmasi pemeriksa berkeyakinan urine Terdakwa
mengandung bahan aktif Metamfetamina, terdaftar dalam golongan
I (satu) nomor urut 61 Lampiran UU RI Nomor 35 Tahun 2009
tentang Narkotika.
7. Bahwa untuk mengetahui seseorang telah menggunakan
narkotika atau tidak, dapat dilakukan pemeriksaan terhadap urine,
darah dan rambut yang hasilnya tidak selalu sama. Pada golongan
amphetamine dan metamfetamin kandungan narkotika dalam cairan
urine dapat bertahan selama 1 (satu) sampai 4 (empat) hari, tetapi
selama jangka waktu 2 (dua) hari kandungan narkotika lebih
terkonsentrasi atau tidak ada manipulasi tetapi setelah satu minggu
hasilnya pasti negative. Sedangkan kandungan narkotika dalam
darah bervariasi karena dipengaruhi banyak faktor sehingga hanya
dapat terdeteksi selama 2 (dua) s.d 48 (empat puluh delapan) jam,
karena bila lebih dari 2 (dua) hari kandungan narkotika dalam darah
sudah bercampur dengan zat-zat lainnya yang dihasilkan karena
proses metabolism tubuh, sehingga memerlukan waktu yang lebih
lama dalam pemeriksaan darah. Biasanya untuk pemeriksaan darah
yang digunakan untuk memastikan apakah sipengguna merupakan
pencandu atau tidak.
8. Bahwa seseorang yang memakai narkotika, efek langsung yang
yang dirasakan pengguna adalah dirinya akan merasa lebih
15
semangat, lebih percaya diri, lebih berani, tidak merasakan lapar,
tidak bisa tidur dan apabila sudah ketergantungan maka si pengguna
akan menjadi lemah dalam berfikir.
9. Bahwa akibat yang dapat dilihat pada perubahan fisik
pengguna narkotika terus menerus (pecandu narkotika) adalah berat
badan terus menurun, menimbulkan kerusakan jaringan otak,
menjadi paranoid, curiga, ketakutan bahkan bisa menjadi gila atau
berujung pada kematian karena pembuluh darah pecah.
Atas keterangan Saksi
membenarkan seluruhnya.
Menimbang
Tambahan-1
tersebut,
Terdakwa
: Bahwa didalam sidang Terdakwa menerangkan sebagai berikut :
1.
Bahwa Terdakwa Fendik Putro Yugo Mauk menjadi prajurit TNI
AD pada tahun 1995 melalui pendidikan Caba PK di Jember lulus
dengan pangkat Serda kemudian mengikuti kecabangan infanteri di
Dodikjur Rindam V/Brawijaya setelah lulus kemudian ditempatkan di
Yonif 527 Lumajang kemudian pada tahun 1997 di mutasikan ke
Korem 083/Malang selanjutnya pada tahun 2000 di mutasikan lagi di
Kodim 0824/Jember sampai dengan melakukan perbuatan yang
menjadikan perkara ini berpangkat Serma NRP 21950062551175
Jabatan Ba Kodim 0824/Jember.
2.
Bahwa Terdakwa pernah melaksanakan operasi Militer pada
tahun 1996 di Timor-Timur dan telah mendapatkan penghargaan atau
tanda jasa berupa SLK VIII, SLK XVI, SLK XXIV dan SL Seroja.
3.
Bahhwa pada hari Rabu tanggal 28 Mei 2014 sekira pukul 14.00
Wib saat Terdakwa pulang dengan menggunakan mobil Honda CRV
Nopol P 888 KD dari Kantor Kodim 0824/Jember dan memarkirkan
mobilnya di pinggir jalan depan Terminal Tawang Alun tiba-tiba
Saksi-3 Kopda Suprianto menghampiri Terdakwa dan berkenalan,
kemudian menumpang pulang ke Tanggul. Selama dalam perjalanan
pulang Saksi-3 Kopda Suprianto menceritakan kalau dirinya sedang
dikejar oleh kelompoknya Habib Haidar karena menggelapkan Mobil
Xenia tahun 2012 warna putih. Setelah tiba diperempatan jalan
Saksi-3 Kopda Suprianto meminta nomor Hp Terdakwa dan turun dari
mobil milik Terdakwa.
4.
Bahwa Terdakwa tidak mengakui pernah mengkonsumsi
narkotika bersama Saksi-3 Kopda Suprianto di rumah Terdakwa,
tetapi sikap Terdakwa yang tidak menyangkal atas keterangan Saksi3 Kopda Suprianto yang menerangkan bahwa pada tanggal 29 Mei
2014 Terdakwa telah mengkonsumsi sabu-sabu bersama Saksi-3
Kopda Suprianto diruang tamu rumah Terdakwa dan Terdakwa yang
menyiapkan sabu-sabu serta alat bongnya adalah bersesuaian
dengan keterangan Terdakwa di BAP Pom sehingga dapat digunakan
sebagai petunjuk bahwa Terdakwa telah mengkonsumsi narkotika
bersama Saksi-3 Kopka Suprianto.
5.
Bahwa selanjutnya pada tanggal 2 Juni 2014 Saksi-3 Kopda
Suprianto datang menghubungi dan menemui Terdakwa dengan
tujuan meminjam uang untuk beli susu namun oleh Terdakwa tidak
dipinjami, Terdakwa hanya member uang sebesar Rp. 100.000
(seratus ribu rupiah). Kemudian pada sekira bulan Juni 2014 Saksi-3
Kopda Suprianto datang ke rumah Terdakwa dengan membawa
mobil Xenia dan
meminta Terdakwa mencarikan uang untuk
menggadaikan mobil Xenia yang dibawa oleh Saksi-3 Kopda
Suprianto.
16
6.
Bahwa Terdakwa tidak pernah mengkonsumsi sabu-sabu
bersama Saksi-1 Sdr Find Bambang Sutanto.
7.
Bahwa saat dipenyidikan Terdakwa mengakui pernah
mengkonsumsi Narkotika Golongan 1 jenis sabu-sabu bersama
Saksi-1 Sdr Find Bambang pada sekira bulan Juni 2014 di dalam
mobil saat parkir di pinggir sungai Pondok Dalem. Terdakwa dan
Saksi-1 Sdr Find Bambang Sutanto mengkonsumsi sabu-sabu
dengan menggunakan 1 (satu) botol kaca ukuran sedang yang
diatasnya dikasih dua lubang dimasukkan dua sedotan, yang satunya
untuk di hisap dan yang satunya dihubungkan ke pipet kaca yang
disulut dengan api supaya keluar asapnya, setelah Terdakwa
menghisap sebanyak 3 (tiga) kali kepala Terdakwa menjadi pusing.
Terdakwa tidak mengetahui berapa jumlah sabu-sabu yang
digunakan karena yang membawa adalah Saksi-1 Sdr Find Sutanto.
8.
Bahwa pada hari senin tanggal 23 Juni 2014 sekira pukul 22.00
Wib dilakukan pengambilan sampel darah dan urine Terdakwa di
Laboraturuim Klinik Kes Ling Dinas Kesehatan Kab Jember yang
dilengkapi dengan Berita Acara Pengambilan Darah dan Urine yang
dibubuhi tandatangan oleh Terdakwa dan pihak-pihak yang terkait.
Kemudian terhadap sampel darah dan urine Terdakwa tersebut
dilakukan penyegelan dan atau pembungkusan dihadapan Terdakwa
yang dilakukan pada hari senin tanggal 23 Juni 2014 pukul 23.00 Wib
dan dibubuhi tandatangan Terdakwa dan penyidik.
9.
Bahwa alasan Terdakwa mengkonsumsi sabu-sabu disebabkan
karena rasa ingin tahu Terdakwa dan menurutkan keinginan hawa
nafsu saja.
10. Bahwa Terdakwa menderita penyakit nyeri tulang punggung
akibat jatuh pada saat pendidikan, kemudian pada tahun 1998
Terdakwa berobat ke RS Oen Surakarta sebanyak 3 (tiga) kali dan
diberi obat surgam, diazepam dan rendik namun pengobatan ke RS
Oen Surakarta dihentikan karena biaya yang cukup mahal.
Kemudian sejak sekira tahun 2012 Terdakwa sering merasakan
sesak napas yang berat sehingga hampir setiap hari Terdakwa
mengkonsumsi obat asthma soho sebanyak 2 (dua) butir sehari dan
pada saat akan diambil urine dan darah oleh petugas, Terdakwa baru
meminum obat asthma soho.
11. Bahwa Terdakwa telah mengetahui bahwa ekstasi tidak boleh
dikonsumsi tanpa seijin dari pihak yang berwenang karena dilarang
oleh undang-undang, namun Terdakwa tetap mengkonsumsinya
meskipun telah diperingatkan untuk menghindari narkoba oleh setiap
atasan pada saat jam komandan.
12. Bahwa Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak
akan mengulanginya lagi.
Menimbang
: Bahwa barang bukti yang diajukan oleh Oditur Militer kepada Majelis
Hakim dalam sidang berupa :
Surat-surat :
a)
2 (dua) lembar Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris
Kriminalistik dari Pusat Laboratorium Forensik Cabang Surabaya No.
Lab : 3940/NNF/2014 tanggal 1 Juli 2014 yang ditandatangani
Kalabfor Cabang Surabaya Kombes Pol Dr. M.S.Handajani, MSi
D.Fm Apt NRP 55100458 tentang pemeriksaan urine dan darah
Terdakwa. Dari hasil pemeriksaan disimpulkan sebagai berikut
didapatkan hasil pemeriksaan urine positif mengandung narkotika
dengan bahan aktif Metamfetamina, terdaftar dalam golongan I (satu)
nomor urut 61 Lampiran UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang
17
Narkotika, sedangkan hasil pemeriksaan darah negative tidak
mengandung narkotika dan psikotropika, yang membuktikan bahwa
Terdakwa telah mengkonsumsi narkotika Golongan I jenis sabu-sabu
pada sekira bulan Juni 2014.
b)
1 (satu) lembar yang berisikan 2 foto urine dan darah Serma
Fendik Putro Yugo, yang diambil oleh petugas disertai dengan
dengan Berita Acara Pengambilan Darah dan Urine tertanggal 23
Juni 2014 yang dibubuhi tandatangan Terdakwa, petugas dan saksisaksi, kemudian urine dan darah yang diambil tersebut dilakukan
pembungkusan dan penyegelan yang disertai Berita Acara
pembungkusan dan penyegelan, sehingga membuktikan bahwa
pengambilan darah dan urine Terdakwa tersebut telah dilakukan
sesuai prosedur /ketentuan hukum yang berlaku.
Yang kesemuanya telah diperlihatkan dan dibacakan kepada
Terdakwa dan para Saksi serta telah diterangkan sebagai barang
bukti dalam perkara ini, ternyata berhubungan dan bersesuaian
dengan bukti-bukti lain maka oleh karenanya dapat memperkuat
pembuktian atas perbuatan-perbuatanyang didakwakan kepada
Terdakwa.
Menimbang
: Bahwa terlebih dahulu Majelis Hakim akan menanggapi sangkalan
Terdakwa terhadap keterangan para saksi, sebagai berikut:
1.
Sangkalan Terdakwa terhadap keterangan Saksi-3 Kopda
Suprianto, sebagai berikut :
a.
Bahwa cat dinding rumah Terdakwa berwarna ungu
bukan kuning dan kursi tamu di ruang tamu Terdakwa berwarna
krem bukan hijau.
Atas
sangkalan
Terdakwa
tersebut,
Majelis
Hakim
mengemukakan pendapatnya bahwa Saksi-3 Kopda Suprianto
tidak dapat menerangkan warna dinding rumah dan kursi tamu
Terdakwa secara pasti adalah hal yang wajar karena pada saat
Saksi-3 Kopda Suprianto bertamu kerumah Terdakwa
tujuannya bukanlah untuk membahas warna dinding rumah
ataupun warna kursi di ruangtamu Terdakwa, sehingga Saksi-3
Kopda Suprianto tidak terlalu memperhatikannya. Oleh
karenanya sangkalan Terdakwa tersebut dapat diterima oleh
Majelis Hakim.
b.
Bahwa jarak rumah Terdakwa dengan Saksi-3 Kopda
adalah sekira 10 (sepuluh) s.d 15 (limabelas) km yang dapat
ditempuh dengan sepeda motor sekira 15 (limabelas) s.d 17
(tujuhbelas) menit.
Atas sangkalan Terdakwa tersebut, Majelis Hakim berpendapat
bahwa yang disangkal hanyalah mengenai jarak tempuh saja
yang masing-masing mempunyai perkiraan yang berbeda
karena saat menempuh jarak tersebut tentunya dengan
kecepatan yang berbeda pula, sedangkan untuk keterangan
jarak rumah antara rumah Terdakwa dengan rumah Saksi-3
Kopda Suprianto keduanya bersesuaian yaitu sekira 10
(sepuluh) km s.d 15 (lima belas) km. Dengan demikian Majelis
Hakim berpendapat sangkalan Terdakwa dapat diterima dan
keterangan Saksi-3 Kopda Suprianto juga dapat diterima.
18
2.
Sangkalan Terdakwa terhadap keterangan Saks-4 Pelda
Sukarno, sebagai berikut :
Bahwa Terdakwa mengakui telah menggunakan sabusabu saat dilakukan pemeriksaan di staf 1 intel karena
Terdakwa sedang dalam keadaan bingung.
Atas sangkalan Terdakwa tersebut, Majelis Hakim berpendapat
bahwa sangkalan tersebut tidak didukung dengan alasan yang
kuat dan dan keterangan saksi lainnya serta merupakan upaya
Terdakwa untuk mencari pembenaran saja, sehingga
sangkalan
Terdakwa
tersebut
oleh
Majelis
Hakim
dikesampingkan dan ditolak.
Menimbang
: Bahwa berdasarkan keterangan-keterangan Terdakwa dan para
Saksi serta barang bukti dan setelah menghubungkan satu dengan
yang lainnya, maka diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut :
1.
Bahwa benar Terdakwa Fendik Putro Yugo Mauk menjadi
prajurit TNI AD pada tahun 1995 melalui pendidikan Caba PK di
Jember lulus dengan pangkat Serda kemudian mengikuti kecabangan
infanteri di Dodikjur Rindam V/Brawijaya setelah lulus kemudian
ditempatkan di Yonif 527 Lumajang kemudian pada tahun 1997 di
mutasikan ke Korem 083/Malang selanjutnya pada tahun 2000 di
mutasikan lagi di Kodim 0824/Jember sampai dengan melakukan
perbuatan yang menjadikan perkara ini berpangkat Serma NRP
21950062551175 Jabatan Ba Kodim 0824/Jember.
2.
Bahwa benar Terdakwa pernah melaksanakan tugas operasi
Militer pada tahun 1996 di Timor-Timur dan telah mendapatkan
penghargaan atau tanda jasa berupa SLK VIII, SLK XVI, SLK XXIV
dan SL Seroja.
3.
Bahwa benar pada hari Rabu tanggal 28 Mei 2014 sekira pukul
14.00 Wib saat Terdakwa pulang dengan menggunakan mobil Honda
CRV Nopol P 888 KD dari Kantor Kodim 0824/Jember dan
memarkirkan mobilnya di pinggir jalan depan Terminal Tawang Alun,
tiba-tiba Saksi-3 Kopda Suprianto menghampiri Terdakwa dan
berkenalan, kemudian menumpang pulang ke Tanggul. Setelah tiba
diperempatan jalan Saksi-3 Kopda Suprianto meminta nomor Hp
Terdakwa dan turun dari mobil milik Terdakwa.
4.
Bahwa benar pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2014 sekira pukul
21.30 Wib Saksi-3 Kopda Suprianto ditelpon Terdakwa supaya
datang kerumah Terdakwa yang beralamat di Jl Achmad Yani No. 9
Kec Umbulsari Kab Jember. Saklsi langsung berangkat kerumah
Terdakwa dan tiba dirumah Terdakwa sekira pukul 22.00 Wib.
kemudian Saksi-3 Kopda Suprianto di suruh masuk ke ruang tamu,
Terdakwa sudah menunggu dan Saksi-3 Kopda Suprianto melihat
diatas meja telah tersedia alat bong dan sabu-sabunya. Kemudian
Terdakwa menyiapkan sabu-sabu tersebut dengan cara alat bong
(botol yang terbuat dari kaca) diisi air selanjutnya pipet di letakkan di
atasnya dan pipet tersebut di bakar sampai mengeluarkan asap
kemudian asap tersebut di hisap oleh Terdakwa.
5.
Bahwa benar kemudian Saksi-3 Kopda Suprianto ditawari
Terdakwa untuk menghisap sabu-sabu yang sudah disiapkan di
dalam bong tersebut, selanjutnya Saksi-3 Kopda Suprianto
menghisap secara bergantian dengan Terdakwa. Setelah Saksi-3
Kopda Suprianto menghisap sebanyak 6 (enam) kali tiba-tiba bong
tersebut terjatuh dan pecah. Kemudian Saksi-3 Kopda Suprianto
menanyakan kepada Terdakwa dimana Saksi-3 Kopda Suprianto bisa
19
membeli alat hisap tersebut untuk menggantikan bong yang
dipecahkan Saksi, tetapi dijawab Terdakwa tidak apa-apa tidak
masalah, bong itu pemberian dari teman Terdakwa. Selanjutnya
Saksi-3 Kopda Suprianto ngobrol sebentar dengan Terdakwa dan
sekira pukul 23.00 Wib pamit pulang ke Asmil Yonif 515/9/2 Kostrad.
6.
Bahwa benar selanjutnya pada tanggal 2 Juni 2014 Saksi-3
Kopda Suprianto datang menghubungi dan menemui Terdakwa
dengan tujuan meminjam uang untuk beli susu namun oleh Terdakwa
tidak dipinjami, Terdakwa hanya memberi uang sebesar Rp. 100.000
(seratus ribu rupiah). Kemudian pada sekira bulan Juni 2014 Saksi-3
Kopda Suprianto datang ke rumah Terdakwa dengan membawa
mobil Xenia dan meminta bantuan Terdakwa mencarikan uang untuk
menggadaikan mobil Xenia yang dibawa oleh Saksi-3 Kopda
Suprianto.
7.
Bahwa benar pada sekira bulan Juni 2014 Terdakwa
mengkonsumsi sabu-sabu di dalam mobil saat parkir di pinggir
sungai Pondok Dalem bersama Saksi-1 Sdr Find Bambang Sutanto
dengan menggunakan 1 (satu) botol kaca ukuran sedang yang
diatasnya dikasih dua lubang dimasukkan dua sedotan, yang satunya
untuk di hisap dan yang satunya dihubungkan ke pipet kaca yang
disulut dengan api supaya keluar asapnya, setelah Terdakwa hisap
sebanyak 3 (tiga) kali kepada Terdakwa menjadi pusing. Terdakwa
tidak mengetahui berapa jumlah sabu-sabu yang digunakan karena
yang membawa adalah Saksi-1 Sdr Find Bambang Sutanto.
8.
Bahwa benar alasan Terdakwa mengkonsumsi sabu-sabu
disebabkan karena rasa ingin tahu Terdakwa dan menurutkan hawa
nafsu belaka.
9.
Bahwa benar pada tanggal 21 Juni 2014 sekira pukul 15.00 Wib
di ruangan kantor staf Intel Kodim 0824/Jember, Saksi-4 Pelda
Sukarno mendapat perintah dari Pasi Intel untuk melakukan
pemeriksaan terhadap Terdakwa karena adanya informasi dari Yonif
515/9/2 Kostrad tentang keterlibatan Terdakwa menggunakan
narkotika. Dalam pemeriksaan tersebut Terdakwa mengakui telah
menggunakan Narkotika Gol 1 jenis sabu bersama Saksi-1 Sdr Find
Bambang Sutanto di dalam mobil pada saat mobil berhenti dipinggir
jalan raya di daerah Pondok Dalem Kec Tanggul Kab Jember.
10. Bahwa benar selanjutnya dari hasil pemeriksaan terhadap
Terdakwa tersebut, oleh Saksi-4 Pelda Sukarno membuat resume
dan melaporkan kepada Dandim selaku Ankum, kemudian
berdasarkan hasil laporan tersebut Terdakwa dijatuhi Hukuman
Disiplin berupa penahanan selama 7 (tujuh) hari.
11. Bahwa benar pada hari Senin tanggal 23 Juni 2014 sekira pukul
22.00 Wib terhadap Terdakwa dilakukan pengambilan sampel darah
dan urine Terdakwa di Laboraturuim Klinik Kes Lingkungan Dinas
Kesehatan Kab Jember yang dilengkapi dengan Berita Acara
Pengambilan Darah dan Urine yang dibubuhi tandatangan oleh
Terdakwa dan pihak-pihak yang terkait. Kemudian sekira pukul 23.00
Wib sampel darah dan urine Terdakwa tersebut dilakukan
penyegelan dan atau pembungkusan dihadapan Terdakwa
selanjutnya dibubuhi tandatangan Terdakwa dan penyidik.
12. Bahwa benar berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan
Laboratorium Forensik Bareskrim Polri Cabang Surabaya Nomor
Lab : 3940/NNF/2014 yang ditandatangani Kalabfor Cabang
Surabaya Kombes Pol Dr. M. S. Handajani, MSi DFM Apt NRP
55100458 Terdakwa, tanggal 1 Juli 2014 tentang pemeriksaan urine
(4842/2014/NNF) dan darah (4843/2014/NNF) a.n Serma Fendik
20
Yugo disimpulkan bahwa hasil pemeriksaan urine (4842/2014/NNF)
Terdakwa didapatkan kandungan narkotika dengan bahan aktif
Metamfetamina, terdaftar dalam golongan I (satu) nomor urut 61
Lampiran UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,
sedangkan hasil pemeriksaan darah (4843/2014/NNF) tidak
mengandung narkotika dan psikotropika.
13. Bahwa benar Terdakwa menderita penyakit nyeri tulang
punggung akibat jatuh pada saat pendidikan, kemudian pada tahun
1998 Terdakwa berobat ke RS Oen Surakarta sebanyak 3 (tiga) kali
dan diberi obat surgam, diazepam dan rendik namun pengobatan ke
RS Oen Surakarta dihentikan karena biaya yang cukup mahal.
Kemudian sejak sekira tahun 2012 Terdakwa sering merasakan
sesak napas yang berat sehingga hampir setiap hari Terdakwa
mengkonsumsi obat asthma soho sebanyak 2 (dua) butir sehari.
14. Bahwa benar Saksi Tambahan-1 menerangkan isi surat rujukan
dari RS dr Oen Surakarta adalah tentang pengiriman penderita a.n
Sdr Fendik (Terdakwa) yang ditujukan kepada dr Achdiat Agoes DSS
tetapi tidak terbaca tanggalnya karena buram. Menurut Saksi
Tambahan-1 dari rujukan diketahui penderita mengeluhkan adanya
penyakit yang menimbulkan nyeri, kemudian terhadap penderita
telah diberikan 3 (tiga) jenis obat yaitu surgam untuk penghilang rasa
nyeri, diazepam yang termasuk dalam golongan psikotropika yang
berfungsi untuk anti kejang dan rendik berfungsi untuk anti
pembekuan darah (mencairkan darah yang beku), namun ketiga jenis
obat tersebut bila dilakukan tes di laboraturium narkotika obat-obatan
tersebut tidak akan menimbulkan hasil tes positif amphetamine.
15. Bahwa benar komposisi yang terkandung dalam obat asthma
soho yang sering dikonsumsi Terdakwa sejak sekira tahun 2012
adalah mengandung ephedrine 12,5 mg, theophyline 125 mg
berfungsi untuk meringankan dan mengatasi sesak nafas. Ephedrine
yang terkandung pada asthma soho tidak mengandung Amphetamine
namun apabila dikonsumsi secara terus menerus kemungkinan akan
menimbulkan hasil tes mirip Amphetamine sehingga harus dilakukan
tes konfirmasi ke laboraturium BNN atau laboraturium yang telah
ditunjuk oleh Kemenkes untuk dapat meyakinkan apakah hasil yang
muncul tersebut merupakan zat narkotika atau bukan.
16. Bahwa benar seseorang yang mengkonsumsi obat asthma soho
secara terus menerus, kemungkinan dapat menghasilkan tes yang
mirip dengan amphetamine. Oleh karenanya untuk memastikan
hasil pemeriksaan tersebut positif false (positif meragukan) atau tidak,
maka tim pemeriksa akan mengajukan tes konfirmasi
yaitu
pemeriksaan lanjutan sebagai upaya penegasan hasil positif false
dari pengujian awal.
17. Bahwa benar setelah Majelis Hakim menunjukan alat bukti
berupa surat Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium Forensik
Bareskrim Polri Cabang Surabaya Nomor Lab : 3940/NNF/2014
tanggal 1 Juli 2014 tentang pemeriksaan urine dan darah a.n Serma
Fendik Yugo, Saksi Tambahan-1 menyatakan bahwa surat tersebut
diterbitkan oleh institusi yang berwenang yang telah ditunjuk oleh
Kemenkes dan dari hasil Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium
Forensik Bareskrim Polri Cabang Surabaya
Nomor
Lab :
3940/NNF/2014 tanggal 1 Juli 2014 tentang pemeriksaan urine dan
darah a.n Serma Fendik Yugo menyimpulkan bahwa hasil
pemeriksaan urine Terdakwa didapatkan kandungan narkotika
dengan bahan aktif Metamfetamina, terdaftar dalam golongan I
(satu) nomor urut 61 Lampiran UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang
21
Narkotika, sedangkan hasil pemeriksaan darah tidak mengandung
narkotika dan psikotropika.
18. Bahwa benar Saksi Tambahan-1 juga menyatakan bahwa Hasil
pemeriksaan ini tidak ada kaitannya dengan kebiasaan Terdakwa
mengkonsumsi obat asthma soho, karena pada hasil pemeriksaan
urinenya secara jelas tertera uji pendahuluan positif metafetamine
dan pada uji konfirmasi positif metafetamine juga, sehingga setelah
melalui tes uji konfirmasi pemeriksa berkeyakinan urine Terdakwa
mengandung bahan aktif Metamfetamina, terdaftar dalam golongan I
(satu) nomor urut 61 Lampiran UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika.
19. Bahwa benar untuk mengetahui seseorang telah menggunakan
narkotika atau tidak, dapat dilakukan pemeriksaan terhadap urine,
darah dan rambut yang hasilnya tidak selalu sama. Pada golongan
amphetamine dan metamfetamin kandungan narkotika dalam cairan
urine dapat bertahan selama 1 (satu) sampai 4 (empat) hari, tetapi
selama jangka waktu 2 (dua) hari kandungan narkotika lebih
terkonsentrasi atau tidak ada manipulasi tetapi setelah satu minggu
hasilnya pasti negative. Sedangkan kandungan narkotika dalam
darah bervariasi karena dipengaruhi banyak faktor sehingga hanya
dapat terdeteksi selama 2 (dua) s.d 48 (empat puluh delapan) jam,
karena bila lebih dari 2 (dua) hari kandungan narkotika dalam darah
sudah bercampur dengan zat-zat lainnya yang dihasilkan karena
proses metabolism tubuh, sehingga memerlukan waktu yang lebih
lama dalam pemeriksaan darah. Biasanya untuk pemeriksaan darah
yang digunakan untuk memastikan apakah sipengguna merupakan
pencandu atau tidak.
20. Bahwa benar seseorang yang memakai narkotika, efek
langsung yang dirasakan pengguna adalah dirinya akan merasa lebih
semangat, lebih percaya diri, lebih berani, tidak merasakan lapar,
tidak bisa tidur dan apabila sudah ketergantungan maka si pengguna
akan menjadi lemah dalam berfikir.
21. Bahwa benar akibat yang dapat dilihat pada perubahan fisik
pengguna narkotika terus menerus (pecandu narkotika) adalah berat
badan terus menurun, menimbulkan kerusakan jaringan otak, menjadi
paranoid, curiga, ketakutan bahkan bisa menjadi gila atau berujung
pada kematian karena pembuluh darah pecah..
22. Bahwa benar Terdakwa telah mengetahui ekstasi tidak boleh
dikonsumsi tanpa seijin dari pihak yang berwenang karena dilarang
oleh undang-undang, namun Terdakwa tetap mengkonsumsinya
meskipun telah diperingatkan untuk menghindari narkoba oleh setiap
atasan pada saat jam komandan.
23. Bahwa benar selama Terdakwa mengikuti pemeriksaan di
persidangan Terdakwa tampak sehat, tidak lemas dan mampu
menjawab semua pertanyaan dengan baik.
24. Bahwa benar Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji
tidak akan mengulanginya lagi.
Menimbang
: Bahwa lebih dahulu Majelis Hakim akan menanggapi beberapa hal
yang dikemukakan oleh Oditur Militer dalam Tuntutannya dengan
mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :
1. Bahwa Majelis sependapat dengan Tuntutan Oditur Militer
mengenai terbuktinya unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan,
namun demikian Majelis akan membuktikannya sendiri dalam
22
putusan ini
persidangan.
sesuai
dengan
fakta-fakta
yang
terungkap
di
2.
Bahwa mengenai
pidana yang dijatuhkan terhadap diri
Terdakwa, Majelis Hakim akan mempertimbangkannya sendiri dalam
putusannya.
Menimbang
: Bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan menanggapi beberapa hal
yang dikemukakan oleh Penasihat Hukum Terdakwa dalam
Pledoinya dengan mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :
1.
Bahwa Penasihat Hukum Terdakwa dalam pledoinya
menyampaikan tentang fakta-fakta dipersidangan dan menyatakan
tidak sependapat dengan pembuktian unsur-unsur yang didakwakan
kecuali unsur setiap orang.
Terhadap keberatan/Pledoi Penasihat Hukum Terdakwa
tersebut Majelis berpendapat bahwa Pledoi yang disampaikan
merupakan keterbuktian unsur-unsur tindak pidana sebagaimana
dibuktikan dalam Tuntutan Oditur Militer, maka Majelis akan
menanggapinya secara bersamaan dalam pembuktian unsur-unsur
tindak pidana dalam putusan dibawah ini.
2.
Bahwa Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan pencabutan
keterangan Saksi-3 Kopda Suprianto yang dituangkan dalam surat
pernyataan tertanggal 20 Mei 2015 adalah tidak sesuai dengan syarat
sahnya surat pernyataan (yang harus tanpa adanya paksaan dari
siapapun) karena Saksi-3 Kopda Suprianto dalam membuat surat
pernyataan tersebut adalah atas permintaan PH Saksi-3 di hadapan
petugas POM, dengan demikian pencabutan keterangan yang
dilakukan oleh Saksi-3 tersebut tidak benar-benar dilakukan dalam
keadaan sadar dan tanpa adanya paksaan dari siapapun. Surat
pernyataan tersebut juga tidak memenuhi syarat sebagaimana diatur
dalam peraturan perundangan-undangan.
Bahwa
terhadap permohonan Penasihat Hukum tersebut
diatas, Majelis mengemukakan pendapatnya bahwa surat pernyataan
yang dibuat oleh Terdakwa tertanggal 20 Mei 2015 yang diberi
materai Rp 6.000,- (enam ribu rupiah) dan dibubuhi tandatangan
Terdakwa tersebut adalah sah dan telah dibuat sesuai ketentuan
hukum yang berlaku, karena tujuan Terdakwa membuat surat
pernyataan tersebut adalah untuk dapat dijadikan sebagai alat bukti
dalam pemeriksaan suatu perkara pidana, sebagaimana pendapat Dr
Sudikno Mertokusumo,S.H yang menyatakan bahwa alat bukti surat
atau tulisan adalah segala sesuatu yang memuat tanda tanda bacaan
yang dimaksudkan untuk mencurahkan isi hati atau menyampaikan
buah pikiran seseorang dan dipergunakan sebagai pembuktian.
Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa surat
pernyataan tertanggal 20 Mei 2015 tersebut telah sah dan dapat
mendukung pembuktian dalam pemeriksaan perkara Terdakwa,
sehingga keberatan Penasihat Hukum Terdakwa tersebut tidak dapat
diterima.
3.
Bahwa selanjutnya Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan
dalam pembuktian Oditur Militer dalam terkesan sangat dipaksakan
karena Terdakwa tidak pernah mengkonsumsi narkotika jenis apapun
baik bersama Saksi-3 Kopda Suprianto dan Saksi-1 Sdr Find.
Dihubungkan
dengan
hasil
laboraturium
Terdakwa
yang
menyimpulkan urine Terdakwa positif mengadung metamfetamina
23
adalah karena Terdakwa sering mengkonsumsi obat asthma soho
yang memiliki kandungan ephedrine, sehingga hasil lab Terdakwa
termasuk dalam kategori positif ragu-ragu dan menurut undangundang harus dilakukan tes konfirmasi. Penasihat Hukum Terdakwa
juga berpendapat bahwa apabila dalam hal tes narkoba antara tes
urine maupun darah, hasil yang lebih akurat dan pasti adalah dengan
menggunakan tes darah.
Atas keberatan Penasihat Hukum tersebut, Majelis Hakim
berpendapat bahwa berdasarkan keterangan Saksi-4 Pelda Sukarno
yang menerangkan Terdakwa mengakui telah menggunakan sabusabu pada sekira bulan Juni 2014 bersama Saksi-1 Sdr Find dan
keterangan Terdakwa dalam BAP di POM yang menerangkan telah
menggunakan sabu-sabu di dalam mobil bersama dengan Saksi-1
Sdr Find adalah bersesuaian dengan hasil pemeriksaan Laboratorium
Forensik Bareskrim Polri Cabang Surabaya
Nomor
Lab :
3940/NNF/2014 tanggal 1 Juli 2014 tentang pemeriksaan urine
(4842/2014/NNF) dan darah (4843/2014/NNF) a.n Serma Fendik
Yugo yang menyimpulkan bahwa hasil pemeriksaan urine
(4842/2014/NNF) Terdakwa didapatkan kandungan narkotika dengan
bahan aktif Metamfetamina, terdaftar dalam golongan I (satu) nomor
urut 61 Lampiran UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,
sedangkan hasil pemeriksaan darah (4843/2014/NNF) tidak
mengandung narkotika dan psikotropika.
Selanjutnya mengenai keragu-raguan Penasihat Hukum Terdakwa
dalam pledoinya mengenai hasil laboraturium tes urine Terdakwa
yang menyatakan masih harus dilakukan tes konfimasi tersebut,
Majelis Hakim berpendapat bahwa setelah meneliti hasil pemeriksaan
laboratorium Forensik Bareskrim Polri Cabang Surabaya Nomor
Lab: 3940/NNF/2014 tanggal 1 Juli 2014 tentang pemeriksaan urine
(4842/2014/NNF) dan darah (4843/2014/NNF) a.n Serma Fendik
Yugo diketahui telah melalui uji pemastian (konfirmasi test) yang
secara jelas telah tertera pada kolom pemeriksaan hasil laboratorium
yaitu adanya uji pendahuluan dan uji konfirmasi. Kemudian sesuai
keterangan Saksi Tambahan-1 pada saat pemeriksaan di
persidangan, setelah Majleis Hakim memperlihatkan
alat bukti
berupa surat Berita Acara Pemeriksaan laboratorium Forensik
Bareskrim
Polri
Cabang
Surabaya
Nomor
Lab:
3940/NNF/2014/NNF/2013 tanggal 1 Juli 2014 tentang pemeriksaan
urine (4842/2014/NNF) dan darah (4843/2014/NNF) a.n Serma
Fendik Yugo, Saksi Tambahan-1 secara tegas menerangkan bahwa
pengujian darah dan urine Terdakwa telah melalui uji konfirmasi dan
telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Kepmenkes RI No
923/Menkes/SK/X/2009 tentang Juknis Laboratorium Pemeriksa
Narkotika dan Psikotropika Projustitia). Oleh karenanya Majelis
Hakim berpendapat bahwa keberatan Penasehat Hukum Terdakwa
tersebut dikesampingkan dan tidak dapat diterima.
4.
Bahwa Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan Oditur Militer
dalam pembuktiannya tidak didukung oleh alat bukti yang cukup atau
minimal pembuktian sesuai pasal 185 KUHAP dan atau pasal 173 UU
RI No 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer.
Terhadap keberatan Penasihat Hukum Terdakwa tersebut, Majelis
Hakim menyatakan pendapatnya bahwa Oditur Militer dalam
pembuktiannya telah didukung dengan alat bukti yang cukup
sebagaimana diatur dalam pasal 173 UU RI No.31 Tahun 1997
tentang Peradilan Militer, yaitu adanya keterangan saksi, keterangan
24
ahli, surat dan petunjuk, pembuktian tersebut telah memenuhi syarat
pembuktian negative (minimum pembuktian). Oleh karenanya Majelis
Hakim berpendapat keberatan Penasihat Hukum Terdakwa tidak
dapat diterima.
5.
Bahwa selanjutnya Penasihat Hukum Terdakwa menyampaikan
permohonan kepada Majelis sebagai berikut :
a)
Menyatakan Terdakwa a.n Serma Fendik Puto Yugo Nrp
21950062551175 , tidak terbukti secara sah dan menyakinkan
melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh
Oditur Militer III-12 Surabaya pada dakwaannya, oleh
karenanya membebaskan Terdakwa dari segala dakwaan dan
segala tuntutan.
b)
Membebaskan Terdakwa a.n Serma Fendik Putro Yugo
Nrp 21950062551175 Ba kodim 0824 Jember dari semua
tuntutan hukum (Vrijspraak) atau setidak-tidaknya melepaskan
dari semua tuntutan (ontslaag van alle Rechtvervolging).
c)
Menyatakan
bahwa
Terdakwa
tidak
terbukti
kesalahannya secara sah dan meyakinkan melakukan suatu
tindak pidana sebagaimana pada surat dakwaan yang telah
didakwakan Oditur Militer III-12 Surabaya.
d)
Menolak seluruh dalil-dalil Oditur Militer III-12 Surabaya
dalam tuntutannya dan menyatakan tidak terbukti secara sah
dan meyakinkan menurut hukum.
e)
Mengembalikan hak-hak Terdakwa pada
semula dan merehabilitasi nama baik Terdakwa.
f)
Memulihkan hak Terdakwa dalam
kedudukan dan serta harkat dan martabatnya.
g)
keadaan
kemampuan,
Membebaskan biaya perkara kepada negara.
Bahwa terhadap permohonan Penasihat Hukum Terdakwa tersebut,
Majelis Hakim akan mempertimbangkan sendiri dalam putusannya.
b.
Permohonan Terdakwa yang menyatakan bahwa ia menyesali
dan menyadari akan kesalahannya, berjanji tidak akan mengulangi
perbuatannya lagi. Oleh karena itu mohon kepada Majelis Hakim agar
dijatuhi pidana yang seringan-ringannya serta diberikan kesempatan
untuk tetap dapat mengabdi sebagai prajurit TNI di institusi TNI AD.
Terhadap permohonan Terdakwa secara pribadi yang menyatakan
agar diberikan hukuman yang seringan-ringannya dan diberi
kesempatan untuk tetap mengabdi di institusi TNI AD, Majelis Hakim
juga akan mempertimbangkan sendiri didalam putusannya dibawah
nanti.
Menimbang
: Bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan menanggapi beberapa hal
yang dikemukakan oleh Oditur Militer dalam Repliknya, dan yang
dikemukakan Penasihat Hukum Terdakwa dalam Dupliknya.
a.
Jawaban atas pembelaan (Replik) Oditur Militer secara tertulis
tanggal 6 Juli 2015 yang pada pokoknya sebagai berikut :
25
1. Bahwa dalam Repliknya Oditur Militer menyatakan dalam
menanggapi pledoi Penasihat hukum Terdakwa terhadap
keterbuktian unsur-unsur, Oditur Militer tetap pada pembuktian
yang telah dituangkan dalam tuntutannya.
2. Bahwa dalam pembuktiannya Oditur Militer menyatakan
bahwa pembuktian unsur-unsur dakwaan telah memenuhi
batas minimal pembuktian, karena para saksi yang dihadirkan
dan Berita Acara Pemeriksaan Laboraturium Kriminalistik dari
Puslafor Cabang Surabaya No :3940/NNF/2014 tanggal 1 Juli
2014 telah saling bersesuaian, sehingga Terdakwa telah
terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 127 ayat
(1) huruf a UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
3. Bahwa selanjutnya Oditur Militer menyampaikan
permohonan kepada Majelis Hakim sebagai berikut :
a) Menolak secara keseluruhan pledoi Terdakwa yang
disampaikan melalui Penasihat Hukum Terdakwa.
b) Menyatakan Surat dakwaan Oditur Militer No :
Sdak/49/K/AD/III/2015 tanggal 19 Maret 2015 dan
Tuntutan Oditur Militer No : Tut/82/VI/2015 tanggal 25 Juni
2015 sah dan memenuhi syarat serta sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
c) Menyatakan Terdakwa terbukti bersalah melakukan
tindak penyalahgunaan Narkotika bagi diri sendiri serta
menjatuhkan pidana sesuai tuntutan Oditur Militer.
d)
Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa.
Oleh karena Replik Oditur Militer bersifat menguatkan
Tuntutan yang sebelumnya, dan telah ditanggapi bersamaan
dengan keberatan Penasihat Hukum diatas maka Majelis
Hakim merasa tidak perlu untuk memberikan pendapatnya
secara khusus.
b.
Duplik Penasihat Hukum Terdakwa secara tertulis tanggal 9 Juli
2015 yang pada pokoknya sebagai berikut :
1. Bahwa Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan prosedur
pengambilan urine dan darah Terdakwa pada tanggal 23 Juni
2014 tidak sesuai ketentuan Kepmenkes RI Nomor
194/Menkes/SK/VI/2012 tanggal 15 Juni 2012 tentang
penunjukan laboraturium yang berwenang melakukan
pemeriksaan narkotika dan psikotropika. Pengambilan urine
dan darah Terdakwa tidak dilakukan langsung di laboraturium
yang ditunjuk oleh undang-undang, sehingga Berita Acara
Pemeriksaan
Laboratoris
kriminalistik
Nomor
Lab:
3940/NNF/2014 tanggal 1 Juli 2014 tidak sah dan batal demi
hukum.
Atas duplik Penasihat Hukum Terdakwa tersebut, Majelis
Hakim menyatakan pendapatnya bahwa setelah meneliti
kelengkapan berkas perkara (BAP) Terdakwa maka Majelis
Hakim menilai proses pengambilan urine dan darah Terdakwa
adalah sah dan telah sesuai prosedur yang berlaku
sebagaimana diatur dalam pasal 71 UU No 31 Tahun 1997
26
tentang Pengadilan Militer. Pelaksanaan pengambilan urine
dan darah Terdakwa dilakukan oleh petugas medis dan
pelaksanaannya dilakukan dihadapan penyidik, kemudian di
buatkan Berita Acara pengambilan serta penyegelan urine dan
darah yang ditandatangani oleh Terdakwa dan penyidik
sebagaimana diatur dalam ketentuan Perkap No 10 tahun 2009
tentang tata cara dan persyaratan permintaan pemeriksaan
pada Labfor Polri. Dengan demikian duplik Penasihat Hukum
Terdakwa tersebut oleh Majelis Hakim dikesampingkan.
2. Bahwa selanjutnya Penasihat Hukum Terdakwa juga
menyatakan mengenai hukuman tambahan berupa pemecatan
dari dinas militer oleh Hakim pengadilan Militer hanyalah
mencakup pelanggaran terhadap pasal-pasal dalam KUHPM
saja, tidak untuk tindak pidana umum atau khusus, karena
merupakan kewenangan atau ranah hukum administrasi prajurit
TNI.
Terhadap duplik Penasihat Hukum Terdakwa tersebut, Majelis
Hakim menyatakan pendapatnya bahwa sebagaimana
diuraikan dalam penjelasan pasal 26 KUHPM secara jelas dan
tegas menjelaskan bahwa Hakim yaitu
Hakim Militer
berwenang untuk menjatuhkan pidana tambahan antara lain
berupa pemecatan dari dinas militer dan pidana tambahan yang
dapat dijatuhkan oleh hakim Militer bukan saja atas dasar
kejahatan-kejahatan yang terdapat dalam KUHPM, tetapi juga
atas dasar setiap kejahatan umum maupun militer atas dasar
alasan layak atau tidaknya prajurit tersebut untuk terus dapat
mengabdikan dirinya dalam dinas kemiliteran, bahkan
penjatuhan pidana tambahan dalam putusan pengadilan juga
dapat digunakan sebagai dasar atau alasan seorang prajurit di
berhentikan dengan tidak hormat (BTDH) sebagaimana diatur
dalam pasal 53 ayat (1) huruf a PP Nomor : 39 Tahun 2010
tentang Administrasi Prajurit TNI. Dengan demikian duplik dari
Penasihat Hukum Terdakwa tersebut oleh Majelis Hakim
ditolak.
Menimbang
: Bahwa Terdakwa berdasarkan surat dakwaan Oditur Militer yang
dihadapkan kedepan persidangan dengan dakwaan yang disusun
secara alternatif, yang terdiri dari:
Alternatif kesatu : Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009
tentang Narkotika, yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut :
-
Unsur ke-1 : Setiap penyalahguna.
Unsur ke-2 : Narkotika golongan I
Unsur ke-3 : Bagi diri sendiri.
Atau
Alternatif kedua : Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika, yang mengandung unsur-unsur sebagai berikut :
Menimbang
:
-
Unsur ke-1
: setiap orang.
-
Unsur ke-2
-
Unsur ke-3
: Tanpa hak atau melawan hukum memiliki,
menyimpan, menguasai atau menyediakan.
: Narkotika Golongan I bukan tanaman.
Bahwa oleh karena Terdakwa dihadapkan kedepan persidangan
dengan dakwaan yang disusun secara Alternatif maka sesuai dengan
27
tertib hukum acara, Majelis akan memilih salah satu dakwaan yang
sesuai dengan fakta-fakta dipersidangan, yaitu dakwaan alternatif
kesatu yaitu pasal 127 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009.
Menimbang
:
Bahwa mengenai unsur ke-1 dalam dakwaan alternatif kesatu, yaitu
“Setiap penyalahguna”, Majelis mengemukakan pendapatnya sebagai
berikut:
Bahwa pada dasarnya kata “Setiap” menunjukkan kepada segala
kegiatan atau aktifitas yang dilakukan.
Bahwa pada dasarnya kata “Penyalahguna” sesuai dengan
pengertian yang terkandung dalam Bab I tentang ketentuan umum pada
Pasal 1 ayat 15 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyebutkan
bahwa penyalahgunaan adalah orang yang menggunakan Narkotika
tanpa hak atau melawan hukum.
Bahwa yang dimaksud secara tanpa hak atau melawan hukum
adalah suatu tindakan atau perbuatan si pelaku dalam hal ini Terdakwa
yang bersifat melawan hukum, dengan kata lain pada diri seseorang
atau Terdakwa tidak ada kekuasaan, kewenangan pemilikan,
kepunyaan, atas sesuatu Narkotika dengan demikian kekuasaan,
kewenangan pemilikan, kepunyaan, atas sesuatu , baru ada pada diri
seseorang bila telah ada ijin untuk itu dari pejabat institusi yang
berwenang.
Bahwa berdasarkan keterangan para Saksi dibawah sumpah,
keterangan Terdakwa serta alat-alat bukti lain yang diajukan
dipersidangan maka terungkap fakta hukum sebagai berikut :
1. Bahwa benar Terdakwa Fendik Putro Yugo Mauk menjadi prajurit
TNI AD pada tahun 1995 melalui pendidikan Caba PK di Jember lulus
dengan pangkat Serda kemudian mengikuti kecabangan infanteri di
Dodikjur Rindam V/Brawijaya setelah lulus kemudian ditempatkan di
Yonif 527 Lumajang kemudian pada tahun 1997 di mutasikan ke Korem
083/Malang selanjutnya pada tahun 2000 di mutasikan lagi di Kodim
0824/Jember sampai dengan melakukan perbuatan yang menjadikan
perkara ini berpangkat Serma NRP 21950062551175 Jabatan Ba Kodim
0824/Jember.
2. Bahwa benar pada hari Rabu tanggal 28 Mei 2014 sekira pukul
14.00 Wib saat Terdakwa pulang dengan menggunakan mobil Honda
CRV Nopol P 888 KD dari Kantor Kodim 0824/Jember dan memarkirkan
mobilnya di pinggir jalan depan Terminal Tawang Alun tiba-tiba Saksi-3
Kopda Suprianto menghampiri Terdakwa dan berkenalan, kemudian
menumpang pulang ke Tanggul. Selama dalam perjalanan pulang
Saksi-3 Kopda Suprianto menceritakan kalau dirinya sedang dikejar
oleh kelompoknya Habib Haidar karena menggelapkan Mobil Xenia
tahun 2012 warna putih. Setelah tiba diperempatan jalan Saksi-3
Kopda Suprianto meminta nomor Hp Terdakwa dan turun dari mobil
milik Terdakwa.
3. Bahwa benar pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2014 sekira pukul
21.30 Wib Saksi-3 Kopda Suprianto ditelpon Terdakwa agar datang
kerumah Terdakwa yang beralamat di Jl Ahmad Yani No. 9 Kec
Umbulsari Kab Jember, sekira pukul 22.00 Wib tiba dirumah Terdakwa
kemudian Saksi-3 Kopda Suprianto di suruh masuk ke ruang tamu,
Terdakwa sudah menunggu dan Saksi-3 Kopda Suprianto melihat
diatas meja telah tersedia alat bong dan sabu-sabunya. Kemudian
Terdakwa menyiapkan sabu-sabu tersebut dengan cara alat bong (botol
yang terbuat dari kaca) diisi air selanjutnya di letakkan pipet di atasnya
28
dan pipet tersebut di bakar sampai mengeluarkan asap kemudian asap
tersebut di hisap oleh Terdakwa.
4. Bahwa benar kemudian Saksi-3 Kopda Suprianto ditawari
Terdakwa untuk menghisap sabu-sabu yang sudah disiapkan di dalam
bong tersebut, selanjutnya Saksi-3 Kopda Suprianto menghisap secara
bergantian dengan Terdakwa.
Setelah Saksi-3 Kopda Suprianto
menghisap sebanyak 6 (enam) kali hisapan tiba-tiba bong tersebut
terjatuh dan pecah, kemudian Saksi-3 Kopda Suprianto menanyakan
kepada Terdakwa dimana Saksi-3 Kopda Suprianto bisa membeli alat
hisap tersebut untuk mengganti bong dipecahkan Saksi, dijawab
Terdakwa tidak apa-apa tidak masalah, bong itu pemberian dari teman
Terdakwa. Selanjutnya Saksi-3 Kopda Suprianto ngobrol sebentar
dengan Terdakwa dan sekira pukul 23.00 Wib pamit pulang ke Asmil
Yonif 515/9/2 Kostrad.
5. Bahwa benar pada sekira bulan Juni 2014 Terdakwa
mengkonsumsi sabu-sabu di dalam mobil saat parkir di pinggir sungai
Pondok Dalem bersama Saksi-1 Sdr Find Bambang Sutanto dengan
menggunakan 1 (satu) botol kaca ukuran sedang yang diatasnya
dikasih dua lubang dimasukkan dua sedotan, yang satunya untuk di
hisap dan yang satunya dihubungkan ke pipet kaca yang disulut dengan
api supaya keluar asapnya, setelah Terdakwa menghisap sebanyak 3
(tiga) kali kepala Terdakwa menjadi pusing. Terdakwa tidak mengetahui
berapa jumlah sabu-sabu yang digunakan karena yang membawa
Saksi-1 Sdr Find Sutanto.
6. Bahwa benar alasan Terdakwa mengkonsumsi sabu-sabu
disebabkan karena rasa ingin tahu Terdakwa dan mengikuti hawa nafsu
Terdakwa saja.
7. Bahwa benar Terdakwa telah mengetahui ekstasi tidak boleh
dikonsumsi tanpa seijin dari pihak yang berwenang karena dilarang oleh
undang-undang, namun Terdakwa tetap mengkonsumsinya meskipun
telah diperingatkan untuk menghindari narkoba oleh setiap atasan pada
saat jam komandan.
8. Bahwa benar Terdakwa telah mengkonsumsi sabu-sabu atas
kemauan Terdakwa sendiri tanpa adanya ijin dari pejabat yang
berwenang.
Dengan demikian Majelis berpendapat bahwa unsur ke-1 dalam
dakwaan alternatif kesatu, yaitu: “Setiap Penyalahguna” telah terpenuhi.
Menimbang
Menimbang
: Bahwa oleh karenanya, Majelis sependapat dengan Oditur Militer
sepanjang mengenai keterbuktian unsur ke-1 dakwaan alternative
kesatu “setiap penyalah guna”, dan untuk itu pembelaan Penasihat
Hukum sepanjang mengenai keterbuktian unsur tersebut harus
dinyatakan tidak dapat diterima dan harus ditolak.
:
Bahwa mengenai unsur ke-2 dalam dakwaan alternative kesatu, yaitu
“Narkotika Golongan I”, Majelis mengemukakan pendapatnya sebagai
berikut :
Bahwa menurut Pasal 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009
yang dimaksud dengan “Narkotika” adalah zat atau obat yang berasal
dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis,
yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan
dapat menimbulkan ketergantungan.
29
Bahwa menurut Penjelasan Pasal 6 Undang-undang Nomor 35
Tahun 2009 yang dimaksud dengan “Narkotika Golongan I” adalah
Narkotika yang hanya dapat dipergunakan untuk tujuan pengembangan
ilmu pengetahuan dan tidak dapat digunakan dalam terapi, serta
mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Bahwa Narkotika sebagaimana diatur dalam UU RI No. 35 Tahun
2009 di bedakan dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir
dalam Undang-Undang ini.
Bahwa berdasarkan keterangan para Saksi dibawah sumpah,
keterangan Terdakwa dan alat-alat bukti lain yang diajukan
dipersidangan maka terungkap fakta hukum sebagai berikut :
1. Bahwa benar pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2014 sekira pukul
21.30 Wib Saksi-3 Kopda Suprianto ditelpon Terdakwa agar datang
kerumah Terdakwa yang beralamat di Jl Achmad Yani No. 9 Kec
Umbulsari Kab Jember, sekira pukul 22.00 Wib tiba dirumah Terdakwa
kemudian Saksi-3 Kopda Suprianto di suruh masuk ke ruang tamu,
Terdakwa sudah menunggu dan Saksi-3 Kopda Suprianto melihat
diatas meja telah tersedia alat bong dan sabu-sabunya. Kemudian
Terdakwa menyiapkan sabu-sabu tersebut dengan cara alat bong (botol
yang terbuat dari kaca) diisi air selanjutnya di letakkan pipet di atasnya
dan pipet tersebut di bakar sampai mengeluarkan asap kemudian asap
tersebut di hisap oleh Terdakwa. Selanjutnya Terdakwa menawarkan
kepada Saksi-3 Kopda Suprianto, kemudian Terdakwa dan Saksi-3
Kopda Suprianto menghisap bergantian.
2. Bahwa benar pada tanggal 21 Juni 2014 sekira pukul 15.00 Wib di
ruangan kantor staf Intel Kodim 0824/Jember, Saksi-4 Pelda Sukarno
mendapat perintah dari Pasi Intel untuk melakukan pemeriksaan
terhadap Terdakwa karena adanya informasi dari Yonif 515/9/2 Kostrad
tentang keterlibatan Terdakwa menggunakan narkotika. Dalam
pemeriksaan tersebut Terdakwa mengakui telah menggunakan
Narkotika Gol 1 jenis sabu bersama Saksi-1 Sdr Find Bambang Sutanto
di dalam mobil pada saat mobil berhenti dipinggir jalan raya di daerah
Pondok Dalem Kec Tanggul Kab Jember.
3. Bahwa benar pada hari senin tanggal 23 Juni 2014 sekira pukul
22.00 Wib terhadap Terdakwa dilakukan pengambilan sampel darah
dan urine Terdakwa di Laboraturuim Klinik Kes Lingkungan Dinas
Kesehatan Kab Jember yang dilengkapi dengan Berita Acara
Pengambilan Darah dan Urine yang dibubuhi tandatangan oleh
Terdakwa dan pihak-pihak yang terkait. Kemudian terhadap sampel
darah dan urine Terdakwa tersebut dilakukan penyegelan dan atau
pembungkusan dihadapan Terdakwa yang dilakukan pada hari senin
tanggal 23 Juni 2014 pukul 23.00 Wib yang dibubuhi tandatangan
Terdakwa dan penyidik.
4. Bahwa
benar
berdasarkan
Berita
Acara
Pemeriksaan
Laboratorium Forensik Bareskrim Polri Cabang Surabaya Nomor Lab :
3940/NNF/2014 yang ditandatangani Kalabfor Cabang Surabaya
Kombes Pol Dr. M. S. Handajani, MSi DFM Apt NRP 55100458
Terdakwa, tanggal 1 Juli 2014
tentang pemeriksaan urine
(4842/2014/NNF) dan darah (4843/2014/NNF) a.n Serma Fendik Yugo
disimpulkan bahwa hasil pemeriksaan urine (4842/2014/NNF) Terdakwa
didapatkan kandungan narkotika dengan bahan aktif Metamfetamina,
terdaftar dalam golongan I (satu) nomor urut 61 Lampiran UU RI Nomor
35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sedangkan hasil pemeriksaan darah
(4843/2014/NNF) tidak mengandung narkotika dan psikotropika.
30
Dengan demikian Majelis berpendapat bahwa unsur ke-2 dalam
dakwaan alternative kesatu, yaitu: “Narkotika Gol I”, telah terpenuhi.
Menimbang
Menimbang
: Bahwa oleh karenanya, Majelis sependapat dengan Oditur Militer
sepanjang mengenai keterbuktian unsur ke-2 dakwaan alternatif kesatu
“ Narkotika Golongan I ”, dan untuk itu pembelaan Penasihat Hukum
sepanjang mengenai keterbuktian unsur tersebut harus dinyatakan tidak
dapat diterima dan harus ditolak.
:
Bahwa mengenai unsur ke-3 dalam dakwaan alternative kesatu, yaitu
“Bagi diri sendiri”, Majelis mengemukakan pendapatnya sebagai berikut:
Bahwa yang dimaksud dengan bagi diri sendiri dalam unsur
merupakan lanjutan atau rangkaian dari unsur sebelumnya yaitu setiap
penyalahgunaan narkotika golongan I tersebut diperuntukan bagi dirinya
sendiri dan tidak untuk diperjualbelikan.
Bahwa penggunaan Narkotika bagi diri tersebut dilakukan
pelaku/Terdakwa tanpa pengawasan dokter.
Bahwa berdasarkan keterangan para Saksi dibawah sumpah,
keterangan Terdakwa dan alat-alat bukti lain yang diajukan
dipersidangan maka terungkap fakta hukum sebagai berikut :
1. Bahwa benar pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2014 sekira pukul
21.30 Wib Saksi-3 Kopda Suprianto ditelpon Terdakwa agar datang
kerumah Terdakwa yang beralamat di Jl Ahmad Yani No. 9 Kec
Umbulsari Kab Jember, sekira pukul 22.00 Wib tiba dirumah Terdakwa
kemudian Saksi-3 Kopda Suprianto di suruh masuk ke ruang tamu,
Terdakwa sudah menunggu dan Saksi-3 Kopda Suprianto melihat
diatas meja telah tersedia alat bong dan sabu-sabunya. Kemudian
Terdakwa menyiapkan sabu-sabu tersebut dengan cara alat bong (botol
yang terbuat dari kaca) diisi air selanjutnya di letakkan pipet di atasnya
dan pipet tersebut di bakar sampai mengeluarkan asap kemudian asap
tersebut di hisap oleh Terdakwa. Kemudian Saksi-3 Kopda Suprianto
ditawari Terdakwa untuk menghisap sabu-sabu yang sudah disiapkan di
dalam bong tersebut, selanjutnya Saksi-3 Kopda Suprianto menghisap
secara bergantian dengan Terdakwa.
2. Bahwa benar pada sekira bulan Juni 2014 Terdakwa
mengkonsumsi sabu-sabu di dalam mobil saat parkir di pinggir sungai
Pondok Dalem bersama Saksi-1 Sdr Find Bambang Sutanto dengan
menggunakan 1 (satu) botol kaca ukuran sedang yang diatasnya
dikasih 2 (dua) lubang dimasukkan 2 (dua) sedotan, yang satunya untuk
di hisap dan yang satunya dihubungkan ke pipet kaca yang disulut
dengan api supaya keluar asapnya, setelah Terdakwa hisap sebanyak 3
(tiga) kali kepada Terdakwa menjadi pusing.
Terdakwa tidak
mengetahui berapa jumlah sabu-sabu yang digunakan karena yang
membawa Saksi-1 Sdr Find Bambang Sutanto.
3. Bahwa benar Terdakwa menggunakan sabu-sabu tersebut untuk
dirinya sendiri, bukan untuk diperjualbelikan.
Dengan demikian Majelis berpendapat bahwa unsur ke-3 dalam
dakwaan alternative kesatu, yaitu: “Bagi diri sendiri”, telah terpenuhi.
Menimbang
: Bahwa oleh karenanya, Majelis sependapat dengan Oditur Militer
sepanjang mengenai keterbuktian unsur ke-3 “bagi diri sendiri”, dan
untuk itu pembelaan Penasihat Hukum Terdakwa sepanjang mengenai
31
keterbuktian unsur tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima dan
harus ditolak.
Menimbang
: Bahwa berdasarkan hal-hal yang diuraikan diatas, yang merupakan
fakta-fakta yang diperoleh dipersidangan, Majelis berpendapat cukup
bukti yang sah dan meyakinkan bahwa Terdakwa telah melakukan
tindak pidana: “Setiap penyalah guna Narkotika golongan I bagi diri
sendiri”
Menimbang
: Bahwa oleh karena dalam perkara ini Terdakwa dinyatakan telah
terbukti bersalah melakukan tindak pidana “Setiap penyalahguna
Narkotika golongan I bagi diri sendiri” sebagaimana didakwakan oleh
Oditur Militer yaitu Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-undang RI No. 35
Tahun 2009 tentang Narkotika maka berdasarkan Pasal 127 ayat (2)
UU RI No. 35 Tahun 2009 menentukan bahwa dalam memutus perkara
sebagaimana dimaksud Pasal 127 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009
Hakim wajib memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 54, Pasal 55 dan Pasal 103 UU RI No. 35 Tahun
2009 sebagai berikut :
1. Pasal 54 UU No. 35 Tahun 2009 mengatur pecandu Narkotika
dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi
medis dan rehabilitasi sosial.
2.
Kemudian Pasal 103 mengatur bahwa :
Hakim dalam memeriksa perkara Pecandu Narkotika dapat:
a. Memutus untuk memerintahkan yang bersangkutan menjalani
pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi jika Pecandu
Narkotika tersebut terbukti bersalah melakukan tindak pidana;
atau
b. Menetapkan untuk memerintahkan yang bersangkutan
menjalani pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi jika
Pecandu Narkotika tersebut terbukti bersalah melakukan tindak
pidana Narkotika.
Bahwa apabila ketentuan Pasal 127 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun
2009 dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2010
tersebut dihubungkan dengan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan
sebagai berikut :
1. Bahwa Terdakwa telah mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu
pada tanggal 29 Mei 2014 di rumah Terdakwa dan sekira bulan Juni
2014 di dalam mobil parkir di pinggir sungai Pondok Dalem Jember.
2. Bahwa Menurut keterangan Saksi-4 Pelda Sukarno, Terdakwa
dalam sehari-hari di Kesatuan dapat melakukan kegiatan seperti biasa
dan tidak menunjukkan keadaan seperti layaknya pecandu Narkoba,
dan dikedinasan Terdakwa termasuk prajurit yang loyal. Demikian juga
dengan keterangan Saksi-2 Sdri Rachel Sutanto yang menerangkan
tidak pernah melihat Terdakwa mengkonsumsi sabu-sabu (narkotika).
3. Bahwa selama Terdakwa mengikuti pemeriksaan di persidangan
Terdakwa tampak sehat, tidak lemas dan mampu menjawab semua
pertanyaan dengan baik.
Oleh karenanya Majelis Hakim berpendapat Terdakwa tidak perlu
menjalani rehabilitasi medis ataupun rehabilitasi sosial sebagaimana
32
ditentukan dalam Pasal 127 ayat (2) jo Pasal 54 Jo Pasal 103 UU RI
No. 35 Tahun 2009.
Menimbang
: Bahwa di dalam memeriksa dan mengadili perkara Terdakwa ini, secara
umum tujuan Majelis adalah untuk menjaga keseimbangan antara
kepentingan hukum, kepentingan umum, dan kepentingan militer.
Menjaga kepentingan hukum dalam arti menjaga tetap tegaknya hukum
dan keadilan dalam masyarakat. Menjaga kepentingan umum dalam
arti melindungi masyarakat, harkat dan martabatnya sebagai manusia
dari tindakan sewenang-wenang. Menjaga kepentingan militer dalam
arti menjaga agar kepentingan militer tidak dirugikan dan sekaligus
mendorong agar prajurit tetap mematuhi dan menjunjung tinggi
ketentuan hukum yang berlaku dalam keadaan yang bagaimanapun.
Menimbang
: Bahwa sebelum sampai pada pertimbangan terakhir dalam mengadili
perkara ini, Majelis Hakim akan menilai sifat, hakekat, dan akibat dari
sifat dan perbuatan Terdakwa, serta hal-hal yang mempengaruhi
sebagai berikut :
1. Bahwa perbuatan Terdakwa mengkonsumsi sabu-sabu bersama
Saksi-1 Sdr Find Bambang Sutanto dan Saksi-3 Kopda Suprianto
adalah karena rasa ingin tahu dan coba-coba saja, sehingga Terdakwa
mengabaikan peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
2. Bahwa hal ini mencerminkam sikap dan perilaku Terdakwa yang
seenaknya tidak disiplin serta tidak mematuhi aturan hukum yang
berlaku.
Pada hakekatnya perbuatan Terdakwa yang telah
mengkonsumsi Narkotika golongan-1 secara tidak sah tersebut, hanya
menurutkan keinginan hawa nafsu belaka.
3. Bahwa akibat dari perbuatan Terdakwa dapat merusak nama baik
dan citra kesatuan dilingkungan TNI-AD khususnya kesatuan dimana
Terdakwa berdinas yaitu Kodim 0824/Jember
Menimbang
: Bahwa mengenai layak atau tidaknya Terdakwa dipertahankan dalam
dinas Militer, Majelis Hakim berpendapat sebagai berikut :
Bahwa perbuatan Terdakwa yang mengkonsumsi sabu-sabu
bersama dengan Saksi-3 Kopda Suprianto di rumah Terdakwa dan
bersama Saksi-1 Sdr Find Bambang Sutanto di dalam mobil parkir di
pinggir sungai Pondok Dalem Jember pada hakekatnya hanya untuk
memenuhi hawa nafsu Terdakwa saja yang ingin tahu rasanya sabusabu.
Bahwa dari tayangan yang ada di televisi maupun dari media yang
lain serta penekanan dari komandan satuan, Terdakwa telah
mengetahui dan memahami bahwa sabu-sabu adalah termasuk jenis
Narkotika Golongan I yang sangat dilarang penggunaannya untuk
kepentingan apapun, kecuali hanya untuk pengembangan ilmu
pengetahuan, karena dapat merusak mental dan jiwa penggunanya,
sehingga sangat merugikan baik untuk diri sendiri, keluarga maupun
lingkungannya.
Bahwa Terdakwa selaku prajurit TNI telah menerima pengarahan
ataupun penekanan dari komandan satuannya tentang larangan prajurit
TNI terlibat dalam masalah penyalah-gunaan narkotika, termasuk
diantaranya mengkonsumsi sabu-sabu, bahkan secara tegas telah
diperingatkan tentang adanya ancaman pemecatan dari dinas militer
bagi prajurit yang terlibat dalam masalah narkotika. Dengan adanya
33
penekanan tersebut seharusnya Terdakwa menghilangkan jauh-jauh
keinginannya untuk mengkonsumsi narkotika karena apapun alasannya
tidak dibenarkan apabila mengkonsumsi narkotika tanpa hak. Perbuatan
Terdakwa tersebut selain dapat merusak mental, kejiwaan Terdakwa,
juga berpengaruh negatif terhadap pembinaan disiplin dan moral prajurit
TNI di kesatuannya. Akan tetapi karena Terdakwa sudah berdinas di
TNI selama 20 (dua puluh) tahun, masih memiliki loyalitas dan kinerja
yang baik dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi serta menyesali
pebuatannya, kemudian berdasarkan fakta dipersidangan Terdakwa
terbukti baru dua kali mengkonsumsi sabu-sabu dan Terdakwa belum
termasuk sebagai Pecandu Narkotika, maka Majelis Hakim menilai
Terdakwa masih dapat dibina untuk menjadi prajurit yang baik dan
bertanggung jawab dan Terdakwa masih layak untuk dipertahankan
sebagai prajurit TNI.
Menimbang
: Bahwa Terdakwa mampu bertanggung jawab dan tidak ditemukan
adanya alasan pemaaf maupun alasan pembenar pada diri Terdakwa,
oleh karena Terdakwa dinyatakan bersalah maka harus dipidana.
Menimbang
: Bahwa tujuan Mejelis Hakim tidaklah semata-mata hanya memidana
orang yang bersalah melakukan tindak pidana, tetapi mempunyai tujuan
untuk mendidik agar yang bersangkutan dapat insyaf dan kembali ke
jalan yang benar menjadi warga negara dan prajurit yang baik sesuai
dengan falsafah Pancasila dan Sapta Marga.
Oleh karena itu sebelum Majelis Hakim menjatuhkan pidana atas diri
Terdakwa dalam perkara ini perlu terlebih dahulu memperhatikan halhal yang dapat meringankan dan memberatkan pidananya yaitu :
Hal-hal yang meringankan :
1.
Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan
mengulanginya lagi.
2.
Terdakwa belum pernah dijatuhi hukuman pidana.
3. Terdakwa pernah melaksanakan operasi Militer pada tahun 1996 di
Timor-Timur dan telah mendapatkan penghargaan atau tanda jasa
berupa SLK VIII Tahun, SLK XVI Tahun dan SL Seroja.
Hal-hal yang memberatkan :
1. Terdakwa tidak berterus
persidangan.
terang
dan
berbelit-belit
dalam
2. Perbuatan Terdakwa bertentangan dengan undang-undang dan
program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas
kejahatan penyalahgunaan Narkotika karena dapat merusak organorgan tubuh dan syaraf manusia.
3. Perbuatan Terdakwa telah mencemarkan citra TNI di mata
masyarakat.
Menimbang
: Bahwa setelah melihat kesalahan Terdakwa, kemudian menilai sifat,
hakekat, serta akibat dari sifat dan perbuatan Terdakwa, dan
selanjutnya memperhatikan tujuan pemidanaan, serta hal-hal yang
meringankan maupun yang memberatkan pidananya sebagaimana
tersebut di atas, Majelis Hakim berpendapat bahwa Terdakwa masih
dapat dibina dan diberi kesempatan untuk tetap berada dalam dinas
34
militer. Oleh karenanya permohonan Terdakwa agar Terdakwa tidak
dijatuhi pidana tambahan dipecat dari dinas militer, dapat diterima.
Menimbang
: Bahwa setelah meneliti dan mempertimbangkan hal-hal tersebut diatas,
Majelis Hakim berpendapat bahwa pidana sebagaimana tercantum
pada diktum di bawah ini adalah adil dan seimbang dengan kesalahan
Terdakwa.
Menimbang
: Bahwa oleh karena Terdakwa harus dipidana, maka ia harus dibebani
untuk membayar biaya perkara.
Menimbang
: Bahwa karena Terdakwa tidak dikuatirkan akan melarikan diri serta
merusak atau menghilangkan barang bukti, maka tidak ada alasan bagi
Majelis Hakim untuk menahan Terdakwa.
Menimbang
: Bahwa barang bukti dalam perkara ini yang berupa :
Surat-surat :
1)
2 (dua) lembar Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris
Kriminalistik dari Pusat Laboratorium Forensik Cabang Surabaya No.
Lab : 3940/NNF/2014 tanggal 1 Juli 2014 yang ditandatangani Kalabfor
Cabang Surabaya Kombes Pol Dr. M.S.Handajani, MSi DFm Apt NRP
55100458 tentang pemeriksaan urine dan darah Terdakwa. Dari hasil
pemeriksaan disimpulkan sebagai berikut didapatkan hasil pemeriksaan
urine positif mengandung narkotika dengan bahan aktif Metamfetamina,
terdaftar dalam golongan I (satu) nomor urut 61 Lampiran UU RI Nomor
35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sedangkan hasil pemeriksaan darah
negative tidak mengandung narkotika dan psikotropika
2) 1 (satu) lembar lampiran yang berisikan 2 foto urine dan darah
Serma Fendik Putro Yugo.
Majelis Hakim berpendapat bahwa bukti surat-surat tersebut adalah
sebagai bukti yang menunjukkan hasil tindak pidana yang dilakukan
oleh Terdakwa, maka Majelis berpendapat bahwa barang bukti berupa
surat-surat tersebut perlu ditentukan statusnya yaitu tetap dilekatkan
dalam berkas perkara.
Mengingat
: Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,
Pasal 190 ayat (1) UU RI No 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer
dan ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.
MENGADILI:
1. Menyatakan Terdakwa tersebut di atas, yaitu: Fendik Putro Yugo, Serma NRP
21950062551175, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana:
“Tanpa hak menggunakan narkotika golongan I bagi diri sendiri”
2.
Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan :
Pidana
: penjara selama 1 (satu) tahun.
3.
Menetapkan barang-barang bukti berupa :
Surat-surat :
1) 2 (dua) lembar Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik dari Pusat
Laboratorium Forensik Cabang Surabaya No. Lab : 3940/NNF/2014 tanggal 1 Juli
2014 yang ditandatangani Kalabfor Cabang Surabaya Kombes Pol Dr.
M.S.Handajani, MSi DFm Apt NRP 55100458 tentang pemeriksaan urine dan darah
35
Terdakwa. Dari hasil pemeriksaan disimpulkan sebagai berikut didapatkan hasil
pemeriksaan urine positif mengandung narkotika dengan bahan aktif Metamfetamina,
terdaftar dalam golongan I (satu) nomor urut 61 Lampiran UU RI Nomor 35 Tahun
2009 tentang Narkotika, sedangkan hasil pemeriksaan darah negative tidak
mengandung narkotika dan psikotropika.
2) 1 (satu) lembar yang berisikan 2 foto urine dan darah Serma Fendik Putro Yugo
Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.
4. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp.10.000,-(sepuluh ribu
rupiah).
Demikian diputuskan pada hari ini Senin tanggal 27 Mei 2015 dalam musyawarah
Majelis Hakim oleh Tuty Kiptiani, SH Letkol Laut (KH/W) NRP 11871/P sebagai Hakim
Ketua, H. Muhammad Djundan, SH, MH Letkol Chk NRP 556536 dan Mulyono, SH
Mayor Chk NRP 522672 masing-masing sebagai Hakim Anggota I dan sebagai Hakim
Anggota II yang diucapkan pada hari dan tanggal yang sama oleh Hakim Ketua dalam
sidang yang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut di
atas, Oditur Militer Eman Jaya,S.H Mayor Sus NRP 524422, Penasihat Hukum Nanang
Chandra T, S.H. Sertu NRP 21040180940185, Anang Soefianto, S.H. ASN NIP
196709161997031003, Panitera Rudianto Pelda NRP 21960347440875, serta dihadapan
umum dan Terdakwa.
Hakim Ketua,
Cap/ttd
Tuty Kiptiani, SH
Letkol Laut (KH/W) NRP 11871/P
Hakim Anggota I,
Hakim Anggota II,
Ttd
H. Muhammad Djundan, SH,MH
Letkol Chk NRP 556536
ttd
Mulyono, SH
Mayor Chk NRP 622672
Panitera,
ttd
Rudianto
Pelda NRP 21960347440875
Fly UP