...

II.7 Hankam Militer

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

II.7 Hankam Militer
II.7 Hankam Militer
II.7.1 MATRA DARAT
Panser Amphibi Beroda Ban dikembangkan oleh BPPT bekerjasama dengan PT. PINDAD berdasarkan
kebutuhan kendaraan operasional TNI maupun POLRI untuk memenuhi tugas-tugasnya di wilayah konflik,
dengan medan yang sangat berat. Prototipe kendaraan tempur amphibi beroda ban ini dilengkapi dengan
penggerak roda 4X4, dan mampu mengangkut satu regu personil militer.
Kendaraan ini dapat digunakan untuk menyeberangi danau dan sungai, dan mempunyai panjang 6 m, lebar
2,5 m, tinggi 2,17 m, wheelbase 3m dan wheel track 2,035m.
Mesin yang digunakan adalah mesin Steyer WD612 Turbocharge 220 Hp sebagai mesin yang lisensinya
dimiliki oleh salah satu industri nasional.
Bentuk dari hull kendaraan mengikuti kaidah hull kapal, dengan kompromi antara kebutuhan militer,
hidrodinamika dan sistem penggerak propeler yang handal sehingga mencapai kecepatan minimum di atas
air yang direncanakan. Panser ini dilengkapi dengan granat perisai lontar untuk melindungi kendaraan saat
terdesak dalam pertempuran.
42
Annual Report BPPT 2006
Annual Report BPPT 2006
43
II.7 Hankam Militer
II.7.2 MATRA LAUT
KENDARAAN BENAM MANDIRI NIR AWAK
Sotong adalah nama sebuah Kendaraan Benam Mandiri Nir Awak, yang merupakan robot bawah air, dan
mampu dioperasikan secara mandiri, serta dapat digunakan sebagai basic moving platform untuk berbagai
penelitian di bawah air.
Kendaraan ini dirancang untuk mampu bergerak di lintasan dan kedalaman air yang ditentukan melalui
program sistem navigasinya, dan dengan kecepatan jelajah 6 knot ia harus mampu menyelam hingga
kedalaman operasi 100 m.
Kendaraan benam ini memiliki sensor-sensor:
?
obstacle avoidance, yang berfungsi mencegah terjadinya tabrakan dengan obyek di depannya;
?
altimeter yang berfungsi menginformasikan posisi kedalaman Sotong di bawah air (underwater tracking
Test preparation
system); dan
?
side scan sonar yang berfungsi mengirim informasi hasil pemetaan kondisi di dasar laut ke stasiun
pengendali melalui hubungan komunikasi akustik.
44
Annual Report BPPT 2006
Annual Report BPPT 2006
45
II.7 Hankam Militer
II.7.3 MATRA UDARA
PESAWAT UDARA NIR AWAK (PUNA)
Pengembangan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) di BPPT berawal dari pembuatan Target Drone yang
diluncurkan dengan katapel pada tahun 2002-2003. Pengembangan ini dilanjutkan dengan Rancang
Bangun PUNA dengan konfigurasi double-boom (berpenyangga ekor ganda) yang disebut “RUTAV”. Dalam
kurun waktu tahun 2004 - 2006, dikembangkan prototipe PUNA dengan konfigurasi single boom yang diberi
nama “Wulung”.
Wulung dirancang dengan berat maximum 110 kg termasuk 20 kg muatan, bentang sayap 6.00 m, panjang
badan 3.30 m dan tinggi 1.125 m, serta dilengkapi dengan propeler 2 sudu dan motor bertenaga 20 Hp.
Pada kondisi maksimum, Wulung dirancang mampu terbang 4 jam dengan jangkauan 30 km dan pada
ketinggian 2500 m. Sistem avionik yang dipasang di Wulung mampu mengirimkan data-data telemetri ke
pusat kendali secara real-time, sehingga dapat mengirim data yang meliputi posisi, kecepatan, sikap
terbang, parameter mesin, gambar video, dan hasil pengukuran sensor lainnya.
BLAST EFFECT BOMB
Blast Effect Bomb (BEB) adalah Bom Latih yang memberikan efek
suara ledakan keras seperti Bom Tajam, dan dapat dioperasikan
dari pesawat tempur kecepatan rendah dan kecepatan tinggi. BEB
tidak memerlukan penanganan khusus dalam pemeliharaan dan
penyimpanan. Selain itu, BEB memenuhi persyaratan keamanan
dalam terbang, baik dalam operasi maupun dalam latihan.
BPPT bekerjasama dengan Dinas Penelitian dan Pengembangan
Angkatan Udara (Dislitbang, TNI-AU) dan PT. Dahana telah
mengadakan penelitian tentang BEB ini.
Wulung telah diuji terbang non-stop selama 2 jam dengan mengkonsumsi 10 liter bahan bakar.
46
Annual Report BPPT 2006
Annual Report BPPT 2006
47
Fly UP