...

PERBANDINGAN UNIT CONTOH LINGKARAN DAN UNIT CONTOH

by user

on
Category: Documents
2

views

Report

Comments

Transcript

PERBANDINGAN UNIT CONTOH LINGKARAN DAN UNIT CONTOH
PERBANDINGAN UNIT CONTOH LINGKARAN DAN UNIT
CONTOH N-JUMLAH POHON DALAM PENDUGAAN
SIMPANAN KARBON
DITO SEPTIADI MARONI SITEPU
DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2015
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN
SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Perbandingan Unit
Contoh Lingkaran dan Unit Contoh N-Jumlah Pohon dalam Pendugaan Simpanan
Karbon adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan
belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber
informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak
diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam
Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut
Pertanian Bogor.
Bogor, Januari 2015
Dito Septiadi Maroni Sitepu
NIM E14100115
ABSTRAK
DITO SEPTIADI MARONI SITEPU. Perbandingan Unit Contoh Lingkaran dan
Unit Contoh N-Jumlah Pohon dalam Pendugaan Simpanan Karbon. Dibimbing
oleh PRIYANTO.
Penerapan metode penarikan contoh dalam kegiatan inventarisasi hutan
pada umumnya menggunakan unit contoh lingkaran, terutama pada tegakan muda
hutan tanaman. Selain unit contoh lingkaran, sebenarnya telah diketahui unit
contoh berupa n-jumlah pohon untuk pendugaan volume tegakan pada hutan
tanaman. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil pendugaan simpanan
karbon terhadap unit contoh lingkaran dan unit contoh n-jumlah pohon. Penelitian
dilakukan dengan 82 unit tegakan pinus dan agathis berumur 1–5 tahun di areal
rehabilitasi TOSO, Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi. Unit contoh 4, 5,
dan 6-jumlah pohon ditempatkan pada titik pusat unit contoh lingkaran.
Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan data diameter dan jarak pohon dari
titik pusat. Hasil penelitian menunjukkan unit contoh lingkaran memiliki nilai
kesalahan penarikan contoh terkecil dibandingkan unit contoh 4, 5, dan 6-jumlah
pohon dalam menduga nilai simpanan karbon sebesar 26.32%. Dengan demikian,
unit contoh n-jumlah pohon belum dapat menjadi alternatif unit contoh dalam
pendugaan simpanan karbon di areal rehabilitasi TOSO.
Kata kunci: penarikan contoh sistematik, unit contoh lingkaran, unit contoh njumlah pohon, simpanan karbon, tegakan muda
ABSTRACT
DITO SEPTIADI MARONI SITEPU. Comparison of Circle Sampling Units and
Tree Sampling Units in Estimation of Carbon Stock. Supervised by PRIYANTO.
The application of sampling methods in forest inventory activities were
using circle sampling units, especially for young stands of forest plantations.
Besides the circle sampling unit, there was already known sampling unit named
tree sampling to estimate the standing volume in forest plantations. This study
aimed to compare the estimation result of the carbon stock of the circle sampling
unit and tree sampling unit. The study was conducted by 82 units of pine and
agathis stands aged 1-5 years in TOSO rehabilitation area, Gunung Walat
Education Forest, Sukabumi. The 4, 5, and 6-tree sampling were placed at the
center of the circle sampling units. The measurements were performed to obtain
the data diameter of trees and tree distances from the center point. The results
showed circle sampling units had the smallest sampling error than 4, 5, and 6-tree
sampling to estimate carbon stock by 26.32%. Thus, tree sampling unit cannot be
an alternative sampling unit in the carbon stock estimation at TOSO rehabilitation
area.
Keywords: carbon stock, circle sample unit, systematic sampling, tree sampling,
young stand
PERBANDINGAN UNIT CONTOH LINGKARAN DAN UNIT
CONTOH N-JUMLAH POHON DALAM PENDUGAAN
SIMPANAN KARBON
DITO SEPTIADI MARONI SITEPU
Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Kehutanan
pada
Departemen Manajemen Hutan
DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2015
Judul Skripsi : Perbandingan Unit Contoh Lingkaran dan Unit Contoh N-Jumlah
Pohon dalam Pendugaan Simpanan Karbon
Nama
: Dito Septiadi Maroni Sitepu
NIM
: E14100115
Disetujui oleh
Priyanto, S.Hut., M.Si
Pembimbing
Diketahui oleh
Dr.Ir.Ahmad Budiaman M.Sc.F.Trop
Ketua Departemen
Tanggal Lulus:
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
curahan dan kasih sayang-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah
dengan judul Perbandingan Unit Contoh Lingkaran dan Unit Contoh N-Jumlah
Pohon dalam Pendugaan Simpanan Karbon. Penelitian ini bertujuan
membandingkan unit contoh lingkaran dan unit contoh n-jumlah pohon dalam
pendugaan potensi simpanan karbon sehingga diperoleh suatu metode
inventarisasi hutan yang sesuai untuk areal rehabilitasi blok TOSO, Hutan
Pedidikan Gunung Walat (HPGW), Sukabumi.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih sebesarnyabesarnya kepada Papa dan mama tercinta serta Dion Sitepu dan Dirga Sitepu atas
doa dan dukungannya. Bapak Priyanto S.Hut., M.Si sebagai pembimbing yang
telah membimbing saya dengan baik. Seluruh pegawai dan staff di Hutan
Pendidikan Gunung Walat. Teman sepenelitian di HPGW (Intan, Kincot, Riri,
Harlyn, Hayckal, Diantama, dan Wahyu). Teman-teman Manajemen Hutan 47.
Teman-teman GID (Rony Hutapea, Markus Situmorang, dan Edwin Situmeang)
dan Weekdays (Aftian dan Chitra). Semua pihak yang telah membantu dalam
penyelesaian skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih banyak kekurangan karena
keterbatasan yang dimiliki. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran
yang membangun untuk memperlancar dan memperoleh hasil penelitian
selanjutnya yang lebih baik.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.
Bogor, Januari 2015
Dito Septiadi Maroni Sitepu
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
vi
DAFTAR GAMBAR
vi
PENDAHULUAN
1
Latar Belakang
1
Tujuan Penelitian
1
Manfaat Penelitian
2
Ruang Lingkup Penelitian
2
METODE
2
Lokasi dan Waktu Penelitian
2
Bahan
2
Alat
2
Jenis Data
2
Penentuan dan Pemilihan Unit Contoh
2
Pengukuran Lapangan
4
Analisis Data
4
HASIL DAN PEMBAHASAN
6
Kondisi Umum
6
Luas Rata-rata Unit Contoh
6
Pendugaan Potensi Simpanan Karbon
7
Kesalahan Penarikan Contoh, Koefisien Variasi, dan Efisiensi Relatif
8
SIMPULAN DAN SARAN
10
Simpulan
10
Saran
10
DAFTAR PUSTAKA
11
RIWAYAT HIDUP
12
DAFTAR TABEL
1 Pembagian jumlah unit contoh pada setiap stratum
2 Luas dan jari-jari berbagai unit contoh pada setiap stratum di blok
TOSO
3 Nilai dugaan potensi dan ragam simpanan karbon dengan unit contoh
lingkaran dan n-jumlah pohon pada setiap stratum di blok TOSO
4 Nilai dugaan potensi simpanan karbon pada unit contoh lingkaran dan
n-jumlah pohon pada populasi di blok TOSO
5 Hasil perhitungan kesalahan penarikan contoh, koefisien variasi dan
efisiensi relatif berbagai unit contoh
3
6
8
8
9
DAFTAR GAMBAR
1 Sebaran unit contoh di areal rehabilitasi blok TOSO I (2009), TOSO II
(2010), TOSO III (2011), TOSO IV (2012), dan TOSO V (2013) Hutan
Pendidikan Gunung Walat
3
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kegiatan pengelolaan hutan memerlukan suatu perencanaan pengelolaan
yang baik agar dapat mencapai hasil yang maksimal dan menguntungkan baik
secara ekonomi, ekologi serta bermanfaat bagi masyarakat. Penyusunan rencana
pengelolaan hutan yang baik memerlukan data yang tepat dan akurat yang
diperoleh dari kegiatan inventarisasi hutan (Sigit 2001).
Kegiatan inventarisasi hutan harus dilakukan dengan seksama dan terencana
agar diperoleh data yang teliti dan tepat. Ada beberapa faktor pembatas dalam
kegiatan inventarisasi hutan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, biaya,
dan waktu. Hal ini juga berkaitan dengan luasnya areal yang akan diukur dan
aksesibilitas lahan yang rendah (Alfianto 2007).
Metode yang sesuai dan efektif diperlukan untuk mengatasi keterbatasanketerbatasan tersebut, sehingga metode penarikan contoh dipandang sebagai
metode yang paling tepat. Pengamatan pada sebagian wilayah yang dianggap
mewakili seluruh luas hutan merupakan prinsip metode penarikan contoh dalam
inventarisasi hutan. Berbagai metode penarikan contoh dan penggunaan bentukbentuk unit contoh telah diteliti oleh ahli-ahli kehutanan dengan tujuan
mendapatkan informasi potensi hutan yang mendekati keadaan sebenarnya,
dengan pelaksanaan yang lebih mudah, lebih cepat, lebih ekonomis serta ketelitian
yang masih dapat dipertanggungjawabkan (Aryanto 2006).
Informasi tegakan pinus (Pinus merkusii) dan agathis (Agathis loranthifolia)
sebagai tegakan rehabilitasi di areal rehabilitasi blok TOSO Hutan Pendidikan
Gunung Walat (HPGW) diperlukan sebagai dasar kebijakan pengelolaan pohon
rehabilitasi. Di hutan tanaman, seperti halnya HPGW, umumnya unit contoh yang
digunakan adalah unit contoh lingkaran karena kemudahan pembuatannya di
lapangan dan ketelitian yang cukup akurat. Namun waktu pengukuran dimensi
pohon pada unit contoh lingkaran akan semakin lama seiring dengan
bertambahnya luas ukuran unit contoh yang digunakan. Hasil-hasil penelitian
sebelumnya menunjukkan bahwa unit contoh pohon (tree sampling) dapat
digunakan sebagai salah satu unit contoh alternatif untuk pendugaan kerapatan
dan volume tegakan (Lynch & Rusydi 1999). Namun, efisiensi penggunaan unit
contoh n-jumlah pohon untuk pendugaan potensi simpanan karbon belum banyak
diteliti. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang membandingkan unit
contoh lingkaran dan unit contoh n-jumlah pohon dalam pendugaan simpanan
karbon untuk mendapatkan unit contoh yang paling baik digunakan di areal
rehabilitasi blok TOSO, HPGW.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan membandingkan unit contoh lingkaran dan unit
contoh n-jumlah pohon dalam pendugaan potensi simpanan karbon sehingga
diperoleh suatu metode inventarisasi hutan yang lebih praktis, mudah, dan cepat.
2
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan informasi dalam pemilihan bentuk
unit contoh dalam pelaksanaan inventarisasi hutan yang lebih efisien dan efektif di
HPGW.
Ruang Lingkup Penelitian
Pengambilan data penelitian terbatas pada areal rehabilitasi blok TOSO.
Terdapat 5 blok lahan rehabilitasi yang memiliki umur pohon 1–5 tahun (tanaman
tahun 2009–2013). Blok TOSO tersebut direhabilitasi dengan pohon agathis dan
pinus.
METODE
Lokasi dan Waktu Penelitian
Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di areal rehabilitasi blok TOSO,
HPGW, Sukabumi, Jawa Barat selama bulan Juni 2014.
Bahan
Bahan yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini meliputi tallysheet,
peta rancangan penarikan contoh blok TOSO, pohon pinus dan agathis di blok
TOSO.
Alat
Alat yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini terdiri atas pita ukur,
tongkat ukur, jangka sorong, global positioning system (GPS), kamera, alat tulis,
kalkulator, serta seperangkat komputer dengan software Microsoft Excel 2007 dan
ArcGis 9.3.
Jenis Data
Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer
berupa hasil pengukuran pohon dalam unit contoh terdiri atas diameter pangkal
pohon, jarak pohon terjauh dari titik pusat pengamatan (untuk unit contoh n
jumlah pohon). Data sekunder berupa peta HPGW, model alometrik biomassa dan
karbon pohon pinus dan agathis, dan kondisi umum HPGW.
Penentuan dan Pemilihan Unit Contoh
Kegiatan penentuan unit contoh diawali dengan pembuatan rancangan
penarikan contoh. Rancangan penarikan contoh terdiri atas deliniasi batas
populasi (blok TOSO), penentuan skala peta kerja, penentuan luas populasi (L),
penentuan luas unit contoh (I), penentuan ukuran populasi (N), penentuan
intensitas sampling (IS), dan penentuan jumlah unit contoh (n).
Fly UP