...

Panduan Dasar Lapangan Pendekatan Positive Deviance (PD)

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Panduan Dasar Lapangan Pendekatan Positive Deviance (PD)
The Positive Deviance
Initiative
Panduan Dasar Lapangan
Pendekatan Positive Deviance (PD)
Tufts University, August 2012
www.positivedeviance.org
Panduan Dasar Lapangan
Pendekatan Positive Deviance (PD)
Tujuan dari Panduan Lapangan
Panduan dasar ini adalah untuk mengarahkan pendatang baru mengenai pendekatan PD
dan menyediakan alat-alat penting untuk memulainya. Ini termasuk deskripsi singkat
tentang definisi dasar, serta prinsip-prinsip panduan, langkah, dan karakteristik proses.
Panduan ini juga mencakup saran kapan menggunakan pendekatan PD, tips fasilitasi, dan
menguraikan tantangan yang mungkin muncul. Unsur-unsur ini akan membantu para
praktisi melaksanakan proyek sukses PD. Silakan gunakan panduan ini sebagai sumber
daya untuk memulai pendekatan PD. keringkasan dan kesederhanaan dimaksudkan untuk
mengundang rasa penasaran dan keberanian pelaksana dan pemberani yang menghadapi
masalah kompleks yang membutuhkan perubahan perilaku dan sosial. Sangat cocok untuk
mereka yang mencari solusi yang ada saat ini dalam komunitas mereka dan
memungkinkan praktisi untuk memanfaatkan solusi tersebut untuk kepentingan semua
anggota masyarakat.
PD paling baik dipahami melalui tindakan dan paling efektif melalui praktek.
Translate from original version ‘Basic Field Guide to the Positive Deviance Approach’ the Positive Deviance Intiative
www.positivedeviance.org
- susi widiastuti -
Definisi yang bermanfaat
Konsep PD ini didasarkan pada pengamatan bahwa dalam setiap komunitas atau organisasi,
ada beberapa individu atau kelompok yang perilaku dan strategi tidak biasa tapi sukses dan
telah memungkinkan mereka untuk menemukan solusi yang lebih baik untuk masalah daripada
tetangga mereka yang menghadapi tantangan dan hambatan yang sama dan juga memiliki
akses yang terhadap sumber daya yang sama.
Pendekatan PD merupakan pemecahan masalah, pendekatan berbasis aset didasarkan pada
kenyataan bahwa masyarakat memiliki aset atau sumber daya mereka belum gunakan
(tapped). Hal ini memungkinkan sebuah komunitas atau organisasi untuk memperkuat perilaku
yang tidak umum atau strategi yang ditemukan oleh anggota komunitas di antara yang paling
mungkin berhasil (pelaku PD), mengembangkan beberapa kegiatan atau inisiatif berdasarkan
temuan ini dan mengukur hasilnya. Pendekatan PD membawa perubahan tentang perilaku dan
sosial berkelanjutan dengan mengidentifikasi solusi yang sudah ada dalam sistem.
PD individu atau kelompok menunjukkan perilaku khusus atau tidak umum dan strategi yang
memungkinkan orang atau kelompok untuk mengatasi masalah tanpa sumber daya khusus.
Namun, seseorang didefinisikan sebagai PD hanya dalam konteks masalah tertentu.
Metodologi PD terdiri dari lima langkah dasar (empat Di: menjabarkan, menentukan,
menemukan, dan merancang dengan monitoring dan evaluasi yang terjadi pada keseluruhan
empat D). Ini mencakup pengulangan peta jalan atas proses tersebut.
"Penyelidikan PD" mengacu ke tingkat dalam proses dimana masyarakat berusaha untuk
menemukan perilaku dan strategi sukses yang muncul diantara para anggotanya.
"Proses PD" merujuk pada keseluruhan perjalanan meliputi keterampilan penggunaan metode
pembelajaran pengalaman dan keterampilan fasilitasi diterapkan pada empat langkah dari
desain PD, hal tersebut menghasilkan mobilisasi masyarakat dan kepemilikan, penemuan atas
solusi sudah ada, pembuatan jaringan baru, dan munculnya solusi baru sebagai hasil dari
inisiatif masyarakat
Panduan prinsip pendekatan PD
Ingatlah prinsip-prinsip dasar ini ketika memulai pendekatan PD di masyarakat:
Translate from original version ‘Basic Field Guide to the Positive Deviance Approach’ the Positive Deviance Intiative
www.positivedeviance.org
- susi widiastuti -
•
Masyarakat memiliki keseluruhan proses
•
Semua individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masalah juga
merupakan bagian dari solusi dan karenanya proses PD melibatkan semua pihak
yang mempengaruhi masalah. "Jangan melakukan apapun tentang saya tanpa saya".
•
Masyarakat menemukan perilaku dan strategi sukses tidak biasa yang ada (PD
inquiry).
•
Masyarakat merancang cara untuk berlatih dan memperkuat perilaku dan strategi
sukses dan merilis inovasi.
•
Anggota masyarakat mengakui bahwa "seseorang seperti saya" bisa mendapatkan
hasil, bahkan dalam skenario terburuk (bukti sosial).
•
PD menekankan pada praktek daripada pengetahuan "bagaimana" bukan "apa" atau
"mengapa." Mantra PD adalah : "Anda lebih cenderung bertindak dalam cara
berpikir baru daripada berpikir cara anda untuk tindakan baru”.
•
Masyarakat menciptakan tolak ukur sendiri dan memantau kemajuan
•
Fasilitasi proses PD didasarkan pada penghormatan mendalam bagi masyarakat,
anggota dan budayanya, berfokus pada keterlibatan interktif dan kapasitas untuk
membiarkan masyarakat memimpin.
•
Proses PD memperluas jaringan yang telah ada dan menciptakan yang baru.
Kapan PD digunakan
Positive deviance harus dianggap sebagai pendekatan yang mungkin dilakukan ketika masalah
kongkrit memenuhi kriteria berikut:
• Masalahnya bukan hanya sebatas teknis tetapi juga saling berhubungan dan membutuhkan
perubahan perilaku atau/dan sosial
• Masalahnya kompleks, tampak sulit dan solusi lainnya tidak berhasil
• Memungkinkan adanya Individu Penyimpang Positif atau keberadaan kelompok solusi.
• Ada sponsor dan komitmen kepemimpinan lokal untuk mengatasi masalah tersebut.
Persiapan – Langkah awal
Undangan
Langkah 1: Keterlibatan Kepemimpinan
10 Poin untuk pembicaraan awal dengan kepemimpinan;
1. Pengenalan pendekatan PD dan konsep, rancangan dan proses dan pemimpin yang
tertarik dalam organisasi. Sebutkan contoh-contoh.
Translate from original version ‘Basic Field Guide to the Positive Deviance Approach’ the Positive Deviance Intiative
www.positivedeviance.org
- susi widiastuti -
2. Jelaskan bagaimana pendekatan PD berbeda daripada pendekatan-pendekatan
berbasis-aset; penemuan-diri dan bukti sosial, kepemilikan dan keterlibatan seluruh
pemangku kepentingan, fokus pada masalah tertentu dalam kondisi/skenario terburuk,
masyarakat adalah ahlinya.
3. Memastikan ketersediaan data konkrit mengenai masalah tersebut.
4. Verifikasi keberadaan individu PD potensial, kelompok-kelompok (keluarga, suku, serikat
pekerja, karyawan) atau entitas yang lebih besar dalam suatu organisasi atau
masyarakat (sekolah, rumah sakit, desa-desa, kawasan, kabupaten, departemen dll.)
5. Dapatkan informasi pada pengaturan organisasi.
6. Gambarkan/garis besar langkah-langkah awala bersama para pemimpin: deskripsi kasar.
Tekankan pada pentingnya dalam memperluas UNDANGAN bagi para pemangku
kepentingan yang potensial. Para pemimpin dapat meneruskan undangan kepada unsur
masyarakatnya dengan terlebih dahulu mengeksplorasi masalah-masalah yang paling
tepat untuk menerapkan PD (penyesuaian/adaptasi tantangan yang memerlukan
perilaku individu dan perubahan organisasi) (bukan masalah berbasis keahlian atau
teknologi).
7. Siapa lagi yang harus terlibat? Para peserta dan para pemangku kepentingan: harus
mencakup individu-individu dari tingkat kebijakan hingga staff di lini depan.
8. Diskusikan dimana harus memulai untuk memastikan keberhasilan (percobaan atau
inisiatif awal (pilot) harus sukses). Diperlukan kriteria: juara - juara lokal dan individuindividu berkomitmen, dukungan kepemimpinan yang kuat, dll.
9. Tekankan kepemilikan oleh pemangku kepentingan sejak hari pertama: staf perlu
menjadi orang yang mengidentifikasi dan menentukan masalah ini, keterlibatan staff
merupakan prasyarat sejak hari pertama.
10. Diskusikan kerangka waktu potensial terhadap danpak: perilaku dan perubahan sosial.
Undang orang lain yang bersedia, dan bersemangat, untuk terlibat. Setiap orang
berharga untuk proses.
* (para peserta atau para pelaku:pada saat peserta dibentuk dan konsep PD dijelaskan melalui contoh-contoh, para pemimpin
lokal dapat bertanya “apakah ini masuk akal? Jika demikian, apakah ada orang disini yang mau terlibat?”)
Langkah 2: Membangun sumber daya Tim relawan yang beragam dan termasuk anggota
masyarakat serta para pemimpin lokal.
Catatan: kelompok ini dapat bervariasi dalam jumlah selama proses PD, semakin banyak
individu yang terlibat, dan yang lainnya keluar (drop out).
Langkah dasar yang dilakukan Tim sumberdaya masyarakat:
Seperti yang didefinisikan sebelumnya, metodologi PD terdiri dari lima langkah dasar yang
dilakukan oleh anggota masyarakat:
Translate from original version ‘Basic Field Guide to the Positive Deviance Approach’ the Positive Deviance Intiative
www.positivedeviance.org
- susi widiastuti -
1. Define (Jabarkan?) masalah, penyebab yang dirasakan saat ini, tantangan dan kendala,
praktek umum, dan hasil yang diinginkan.
2. Determine (Menentukan) adanya individu atau kelompok PD.
3. Discover (Temukan) perilaku dan strategi yang tidak umum tetapi sukses melalui
penyelidikan dan observasi.
4. Desain (Rancang) kegiatan untuk memungkinkan anggota masyarakat untuk
mempraktekkan perilaku yang telah ditemukan.
5. Monitor (Memantau) dan mengevaluasi hasil proyek atau inisiatif yang lebih mendorong
perubahan lebih lanjut dengan mendokumentasikan dan berbagi perbaikan yang terjadi,
dan membantu masyarakat melihat ektivitas inisiatif.
Langkah 1: Masyarakat menjabarkan atau membuat kerangka permasalahan dengan
cara:
Mengundang setiap orang untuk meninjau atau menghasilkan data yang mengukur
besarnya masalah.
Mengartikulasikan hasil yang diinginkan (baik kualitatif dan kuantitatif) yang berbeda
dari sekarang
Menjelajahi (Exploring) isu yang mempengaruhi masalah dan norma-norma perilaku
saat ini. Membuat atau menggunakan kerangka kerja konseptual yang ada yang
berhubungan dengan masalah tersebut.
Melakukan diskusi dengan berbagai kelompok dalam masyarakat di masyarakat untuk
belajar mengenai praktek-praktek umum dan perilaku normatif - sangatlah penting
untuk melibatkan setiap orang di masyarakat mengenai diskusi ini untuk memperkuat
kepemilikan dan kesadaran masyarakat.
Mendaftar hambatan umum dan tantangan yang berhubungan dengan maslah tersebut.
Mengidentifikasi seluruh pemangku kepentingan yg harus terlibat
Mengidentifikasi sumberdaya budaya dan manusia yang sudah ada dimasyarakat
(formal and informal).
Menggalang masyarakat luas untuk berbagi masalah, mengembangkan tujuan dan
mengungkap kepada masyarakat mengenai konsep PD melalui cerita dari masyarakat.
menggalang masyarakat dalam pertemuan2 untuk memperkenalkan konsep PD melalui
cerita2 dari masyarakat, berbagi masalah, serta mengembangkan tujuan bersama-sama
Contoh alat dan kegiatan
•
•
Ciptakan atau gunakan data baseline melalui pemetaan, ciptakan papan score
secara visual/terlihat
Kembangkan timeline sederhana yang diketahui dan disetujui oleh semua orang
Translate from original version ‘Basic Field Guide to the Positive Deviance Approach’ the Positive Deviance Intiative
www.positivedeviance.org
- susi widiastuti -
•
•
•
•
•
•
•
•
Diskusikan dengan beragam kelompok di masyarakat untuk belajar mengenai
perilaku normatif, tantangan umum dan tantangan (dialog kreatif dan dialog
situasional)
Menggunakan tindakan dan pembelajaran parsitipatori (PLA) kegiatan- kegiatan
seperti improvisasi pemetaan, diagram venn, transects, prioritas, peringkat
kekayaan, tren, dll. paling sesuai untuk masalah yang dihadapi
Mengambar dan photography partisipatif dan media lain yang secara budaya dapat
diterima
Menggunakan penemuan dan dialog kegiatan (DAD)
Menciptakan visualisai yang secara budaya dapat diterima yang menggambarkan
masalah.
Menggunakan media yang berbeda untuk mendokumentasikan kegiatan diatas
untuk dibagi bersama masyarakat (bentuk visual, galeri foto, lakon pendek dan lucu,
puisi, nyanyian, dll)
Melibatkan anggota masyarakat dalam menghasilkan atau meninjau data yang
menggambarkan besaran masalah
Menggunakan tindakan dan pembelajaran parsitipatori (PLA) kegiatan- kegiatan
seperti improvisasi pemetaan, diagram venn, transects, prioritas, penemuan dan
dialog kegiatan (DAD) untuk mengikut sertakan berbagai anggota masyarakat
Langkah 2: Masyarakat menentukan keberadaan penyimpang positif dengan cara:
Meringkas perilaku umum saat ini yang menyebabkan masalah, dan datanya.
Mengidentifikasi individu-individu, keluarga atau kesatuan di masyarakat yang telah
menunjukan perilaku sukses atau hasil yang diinginkan dari data dan informasi yang
diperoleh dari langkah 1.
Menentukan kriteria eksklusi (diluar) – hanya memilih individu-individu atau entitas
yang menghadapi tantangan dan hambatan yang sama atau lebih buruk dibandingkan
yang lain.
Menciptakan tim yang akan melaksanakan penyelidikan (inquiries) PD.
Contoh alat dan kegiatan
Menganalisa data dan informasi tentang kegiatan sebelumnya untuk mengidentifikasi para
penyimpang positif (PDs)
•
Membuat daftar kriteria eksklusi bersama anggota masyarakat
Translate from original version ‘Basic Field Guide to the Positive Deviance Approach’ the Positive Deviance Intiative
www.positivedeviance.org
- susi widiastuti -
Langkah 3: Masyarakat menemukan perilaku spesifik yang tidak uman yang
memampukan ‘penyimpang positif’ untuk mencegah atau mengatasi masalah yang
teridentifikasi
Memampukan rekan dan anggota masyarakat untuk menciptakan alat untuk
penyelidikan (inquiries) PD
Melaksanakan penyelidikan PD bersama individu yang memilih diri mereka sendiri
Menyusun dan mendokumentasikan temuan-temuan
Menerapkan kriteria pengecualian untuk menemukan perilaku-perilaku dan strategistrategi, hanya memilih individu-individu atau entitas yang menghadapi masalah dan
tantangan yang sama atau lebih buruk seperti yang lainnya dan tidak memiliki
sumberdaya lebih (memisahkan ‘Benar tapi sia-sia’)
Mengidentifikasi praktek PD, strategi dan perilaku-perilaku
Pemeriksaan hasil bersama seluruh anggota masyarakat
Catatan: langkah ini dapat diulang beberapa kali selama berlangsungnya proyek. Ini juga dapat
menjadi ciri dari penyelidikan dalam masyarakat untuk masalah lainnya.
Contoh alat dan kegiatan: (se-informal mungkin)
•
•
•
•
•
•
•
Kelompok kerja untuk mengembangkan poin-poin dalam wawancara mendalam (bukan
kuisoner)
Membuat cek list observasi untuk panduan observasi
Logistik untuk kunjungan lapangan
Penemuan – dan aksi dialog
Sesi umpan balik dari masyarakat (lihat di: www.positivedeviance.org untuk contoh alat
penyelidikan (inquiries) PD)
Ilustrasi strategi dan perilaku PD (lakon pendek yang lucu, photo montage, teater,
pertunjukan, improvisasi dll.)
Sesi umpan balik dari masyarakat
[lihat di Website, www.positivedeviance.org, untuk contoh alat penyelidikan PD]
Langkah 4: Masyarakat merancang dan mengembangkan kegiatan untuk
mengembangkan solusi PD melalui:
Mengembang rencana aksi berdasarkan penemuan penyelidikan PD yang meliputi: Apa,
Siapa, Bersama siapa, Bagaimana, Untuk berapa lama, dimana, dll.
Merancang kegiatan yang memampukan orang-orang agar mampu mempraktekan
perilaku-perilaku dan strategi yang diidentifikasi pada saat penyelidikan PD dan
diperiksa oleh masyarakat. Ini dapat menjadi multi-sasaran dan multi-level
Translate from original version ‘Basic Field Guide to the Positive Deviance Approach’ the Positive Deviance Intiative
www.positivedeviance.org
- susi widiastuti -
Menciptakan kesempatan untuk mempraktekan dan ‘ belajar dengan cara melakukan’ di
lingkungan yang aman dengan dukungan sesama.
Menggunakan pendekatan imajinatif untuk melibatkan masyarakat dalam kegiatan
(misalnya lokakarya pemberian makan di Vietnam, Pameran bayi sehat di Pakistan)
Contoh alat atau kegiatan untuk merancang kesempatan bagi masyarakat untuk masyarakat
dalam mempraktekan perilaku-perilaku dan strategi yang ditemukan.
• Pertemuan masyarakat untuk berbagi tentang temuan penyelidikan PD, menyidik
informasi dan ‘penggemblengan’ untuk mengatasi masalah dan memastikan
keterlibatan kepemimpinan.
• Pembentukan tim aksi yang melibatkan sumberdaya tim tersebut dan relawan yang
mengajukan diri, yang terlibat dalam proses tersebut.
• Mengembangkan rencana aksi; menentukan tugas dan tanggung jawab.
• Mengintegrasikan kegiatan-kegiatan dengan sumberdaya yang ada dan kegiatankegiatan yang telah diakses di masyarakat.
Langkah 5: Masyarakat mengukur, memantau dan mengevaluasi efektivitas inisiatif
berdasarkan temuan PD dengan cara:
Mengembangkan cara untuk memantau kemajuan inisiatif
Membuat data riil dengan cara melibatkan masyarakat dalam mengembangkan
indikator sendiri untuk memantau kemajuan (indikator kuantitatif dan kualitatif perilaku
dan perubahan social)
Menciptakan cara yang secara budaya sesuai untuk mengkomunikasikan data kepada
masyarakat secara keseluruhan
Mengevaluasi inisiatif secara teratur, dengan kurun waktu yang sering
Berbagi dampak inisiatif dengan orang lain.
Saat proyek PD berevolusi dan hasil yang sukse muncul di masyarakat, masyarakat dan
kelompok yang lain akan mendengar dan ingin menerapkan pendekatan ini (didorong oleh
keberhasilan).
Saran untuk penyebaran mungkin mencakup:
Mendokumentasikan, evaluasi dan berbagi hasil
Menghormati dan memperkuat cerita sukses dengan menceritakannya
Memampukan masyarakat untuk menceritakan kisah-kisah mereka dan melatih orang
lain dalam jaringan mereka.
Menciptakan universitas hidup untuk masyarakat lain untuk menemukan bagaimana
proses PD dapat membantu mereka mengatasi masalah.
Merefleksikan tentang hal-hal yang bekerja/berhasil dengan baik
Karateristik proses PD
Translate from original version ‘Basic Field Guide to the Positive Deviance Approach’ the Positive Deviance Intiative
www.positivedeviance.org
- susi widiastuti -
Proses PD mempromosikan perilaku dan perubahan social karena hal tersebu:
• Menggali inovasi yang dating dari masyarakat, anggota masyarakat
• Melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam menerapkan temuan perilaku dan
strategi yang telah ada.
• Memulai dalam skala kecil untuk menunjukan keberhasilan
• Menghubungkan orang atau kelompok yang tidak terhubung sebelumnya
• Target jangkauan yang terluas dari anggota masyarakat yang sesuai
• Menciptakan kesempatan untuk mempraktekan dan ‘ belajar dengan cara melakukan’
di lingkungan yang aman dengan dukungan sesama.
• Menggunakan sumberdaya yang ada dan asset yang memiliki tujuan dan ekstensif
• Menggunakan berbagai chanel, berbagai target strategi komunikasi yang tepat.
Tips untuk fasilitator PD
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Tekankan tentang keahlian dalam kelompok (untuk diulangi: orang-orang di masyarakat
adalah ahlinya)
Pastikan para peserta berbicara lebih banyak daripada anda. Dorong mereka untuk
berbagi cerita dan informasi diantara mereka
Menahan diri untuk memberikan saran atau nasehat (kecuali berulangkali ditanyakan)
Ajukan pertanyaan terbuka (misalnya apa, bagaimana, bagaiman jika?) (hindari
pertanyaan yang memperoleh jawaban iya atau tidak)
Jangan mencoba untuk mengendalikan; biarkan kelompok memandu percakapan
Ajak peserta untuk menceritakan kisah mereka atau berbagi pengalaman mereka
mengenai masalah yang mereka tangani. Menyentuh emosi
Buatlah prosesnya ‘personal’ dan menyenangkan
Berbagi pengalaman pribadi yang berkaitan bersama para peserta untuk membuat
mereka merasa nyaman. Bangung kepercayaan dengan mengakui kerentanan anda
sendiri
Biarkan keheningan berbicara! (jeda selama dua puluh menit setelah memberikan
pertanyaan) Let silence speak! (Pause for twenty seconds after asking a question. Itu
cukup lama untuk menyanyikan lagu selamat ulang tahun!)
Tetap dengan pertanyaan. Jangan menekan terlalu cepat untuk memperbaiki. Wawasan
sering datang paling tidak ketika salah seorang mengharapkannya.
Dukung situasi dimana berbicara jujur bukan masalah, bahkan ketika melakukannya
fasilitator atau peserta tampak bodoh, bingung, atau tidak siap.
Percaya bahwa akan ada cukup waktu . ‘Melaju cepat dengan cara perlahan’
Berkomitmen untuk belajar, untuk terpengaruh, untuk secara pribadi berubah oleh
pengalaman
Seni mengajukan pertanyaan-pertanyaan
Translate from original version ‘Basic Field Guide to the Positive Deviance Approach’ the Positive Deviance Intiative
www.positivedeviance.org
- susi widiastuti -
Untuk respon yang paling berarti dan mengungkap, gunakan pertanyaan terbuka yang
menanyakan Apa, Bagaimana, Mengapa, Mengapa sekarang? Berikut beberapa contoh
bagaimana anda bertanya atau mengatakan situasi yang khusus untuk memfasilitasi atau
memfokuskan kembali diskusi
Untuk memacu respon lanjutan dan berpikir dalam kelompok anda mungkin bertanya;
• Untuk menjawab pertanyaan anda, ijinkan saya mengajukan pertanyaan.
• Bolehkah saya mengajukan pertanyaan mengenai pertanyaan anda?
• Saya punya pertanyaan untuk anda
• To answer your question, let me ask a question.
Untuk menghasilkan diskusi interaktif diantara kelompok:
• Siapa yang bisa menjawab pertanyaan ini?
• Siapa yang ingin menjawab pertanyaan ini?
• Siapa yang memiliki ide tentang hal ini?
• Bagaimana seseorang disini akan menjawab pertanyaan ini?
Untuk melibatkan lebih banyak pemangku kepentinga, tanyakan:
• Masalah siapakah ini?
• Siapa yang harus terlibat?
• Bagaimana kita melibatkan mereka?
Untuk mengungkap atau mengidentifikasi kelompok atau individu PD:
Apakah ada kelompok atau individu yang telah berhasil mengatasi (atau mencegah)
masalah?
Hidupkan pertanyaan kembali kepada kelompok (gunakan pertanyaan ‘jumpalitan’):
•
•
Jadi jika saya pahami, tidak ada seorangpun disini yang [atau telah mencapai] X?
Jadi tidak ada orang di masyarakat anda yang telah berhasil mengatai masalah ini?
Setelah kelompok menyadari bahwa penyimpang PD ternyata ada di masyarakat mereka,
kemudian tindak lanjuti dengan beberapa pertanyaan langsung seperti;
• Bagaimana kita belajar dari mereka
• Kapan waktu yang tepat untuk bertemu dengan mereka?
Untuk mengungkap perilaku-perilaku dan strategi PD, tanyakan pertanyaan-pertanyaan
menyelidik:
• Kata anda, anda melakukan X: bagaimana anda mampu melakukan itu?
Translate from original version ‘Basic Field Guide to the Positive Deviance Approach’ the Positive Deviance Intiative
www.positivedeviance.org
- susi widiastuti -
•
•
•
•
•
•
•
Kebanyakan orang memiliki masalah dengan X dan Y: bagaimana anda bisa
mengatasinya?
Banyak orang telah menjelaskan kepada kami betapa sulitnya melakukan X karena
jadwal yang sibuk, biaya tinggi, konflik dengan budaya dan tradisi masyarakat, dll. Saya
penasaran, apa yang anda lakukan untuk mengatasi hambatan atau tantangan yang
dihadapi oleh orang lain dalam di masyarakat anda?
Bagaimana anda mampu mengatasi hambatan dan tantangan umum?
Dapatkah anda tunjukan kepada kami bagaimana?
Apa yang anda lakukan ketika masalah X terjadi atau ketika anda dihadapkan pada
tantangan Y?
Dorong peserta untuk mengulangi apa yang mereka dengar atau pahami untuk lebih
spesifik: “Jadi, jika saya pahami benar, anda hanya melakukan X hanya pada siang hari
dan anda tidak melakukan Y sama sekali baik pada siang atau malam hari
Apakah anda mengetahui orang yang seperti anda lainnya?
Untuk membantu memahami atau menargetkan tindakan yang harus diambil:
• Apa langkah kita selanjutnya?
• Siapa yang akan melakukan apa?
• Apa yang akan dibutuhkan untuk mencapai ini?
Untuk meminta ijin untuk memberikan saran:
• Apakah mungkin untuk….?
• Anda adalah ahlinya, tapi apakah masuk akal jika….?
Translate from original version ‘Basic Field Guide to the Positive Deviance Approach’ the Positive Deviance Intiative
www.positivedeviance.org
- susi widiastuti -
Spesifikasi minimal untuk mengklasifikasi sebuah proyek
sebagai proyek ”Positive Deviance”
Proyek Positive Deviance mempromosikan kepemilikan masyarakat dan perilaku dan
perubahan social yang berkelanjutan. Sebuah proyek bisa dipertimbangkan sebagai
“proyek PD” apabila memenuhi kriteria berikut:
1. Seluruh pemangku kepentingan/ kelompok masyarakat yang berbeda terlibat
dalam lima tahap:
1. Define (Jabarkan?) masalah, penyebab yang dirasakan saat ini, tantangan dan
kendala, praktek umum, dan hasil yang diinginkan.
2. Determine (Menentukan) adanya individu atau kelompok PD.
3. Discover (Temukan) perilaku dan strategi yang tidak umum tetapi sukses melalui
penyelidikan dan observasi.
4. Desain (Rancang) kegiatan untuk memungkinkan anggota masyarakat untuk
mempraktekkan perilaku yang telah ditemukan.
5. Monitor (Memantau) dan mengevaluasi hasil proyek atau inisiatif yang lebih
mendorong perubahan lebih lanjut dengan mendokumentasikan dan berbagi
perbaikan yang terjadi, dan membantu masyarakat melihat ektivitas inisiatif.
2. Masyarakat melakukan lima langkah iteratif (lihat diatas)
3. Fasilitator-fasilitator tidak membuat penemuan atas temuan-temuan dan juga tidak
mengontrol proses
4. Penyelidikan PD dilakukan oleh anggota masyarakat dan diperiksa oleh anggota
masyarakat
5. Temuan penyelidikan adalah eksplisit dan berdasarkan perilaku (tidak berbasis nilai atau
bergantung pada sifat individu penyimpang positif). Temuan-temuan harus tidak focus
pada APA yang dipraktekan penyimpang positif, tapi tentang BAGAIMANA perilakuperilaku penyimpang positif (individu atau kelompok) yang memampukan mereka untuk
mengatasi atau mencegah masalah yang mereka hadapi.
6. Rencana aksi dikembgkan oleh masyarakat berdasarkan temuan-temuan penyelidikan
7. Inisiatif ini berorientasi pada praktek, multi-channel dan multi-sasaran, dan
memanfaatkan jaringan dan sumberdaya manusia yang ada
8. Masyarakat mengembangkan rencana monitoring dan evaluasi, termasuk menciptakan
alat mereka sendiri untuk melakukan itu.
9. Putaran umpan balik dikembangkan agar masyarakat memperoleh informasi dan
memampukan anggotanya untuk terlibat dan berinovasi.
10. Anggota masnyarakt mampu menjelaskan bagaimana mereka mampu mengatasi
masalah dan memberikan contoh-contoh spesifik dari perilaku dan perubahan social
terkait langsung pada penyelidikan PD dan inisiatif penyelidikan informasi
Translate from original version ‘Basic Field Guide to the Positive Deviance Approach’ the Positive Deviance Intiative
www.positivedeviance.org
- susi widiastuti -
Ceritakan mengenai Proyek anda
Positive Deviance Initiative (PDI) sangat senang untuk mendengar tentang proyek anda.
Silahkan kirimkan kepada kami informasi beriku:
Nama organisasi anda
Informasi kontak
Nama Proyek
Lokasi Proyek
Pernyataan Masalah
Penemuan perilaku/strategi
Dampak Proyek
Populasi yang terkena dampak proyek
Kelompok target khusus
Jelaskan bagaimana proyek anda memenuhi sepuluh spesifikasi yang diuraikan diatas
Dokumentasi apapun yang ingin dibagi dalam website kami (cerita, video, Foto, laporan, artikel,
dll)
Kirimkan informasi ini ke:
[email protected]
atau
Positive Deviance Initiative
Tufts University Friedman School of Nutrition Science and Policy
150 Harrison Avenue
Boston, MA 02111
USA
Positive Deviance Initiative sangat menghargai partisipasi anda dalam mendokumentasikan cara
pendekatan PD diterapkan di seluruh dunia.
Panduan ini dikembangkan oleh Positive Deviance Initiative. Untuk informasi lebih lanjut,
kunjungi website kami di http://www.positivedeviance.org
i
Define, Determine, Discover, Design
Translate from original version ‘Basic Field Guide to the Positive Deviance Approach’ the Positive Deviance Intiative
www.positivedeviance.org
- susi widiastuti -
Fly UP