...

PT Bukaka Teknik Utama Tbk

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

PT Bukaka Teknik Utama Tbk
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
-1-
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
DAFTAR ISI
Halaman
Judul (Cover)
1
Surat Pernyataan Direksi
2
Daftar Isi
3
Laporan Posisi Keuangan
4-5
Laporan Laba Rugi Komprehensif
6
Laporan Perubahan Modal
7
Laporan Arus kas
8
9-84
Catatan atas Laporan Keuangan
-3-
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
PT BUKAKA TEKNIK UTAMA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 30 Juni 2015 (belum diaudit) dan 31 Desember 2014 (diaudit)
( disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Deposito yang dibatasi penggunaannya
Piutang Usaha-bersih
Pihak yang berelasi - bersih
Tagihan bruto pemberi kerja atas
Kontrak konstruksi
Piutang lain-lain-bersih
Persediaan-bersih
Uang Muka
Pajak dibayar dimuka
30 Juni 2015
Catatan 2i,6
Catatan 2g,7
115,915,453
427,436
341,152,633
98,320,926
803,855
360,101,714
Catatan 2g,7
1,180,246
1,244,838
Catatan 2m,9
36,448,526
60,750,752
Catatan 2g, 10
Catatan 2n,11
Catatan 12
6,668,264
558,736,439
93,958,744
3,507,927
1,947,834
526,301,036
62,272,635
2,705,290
1,157,995,668
1,114,448,879
Catatan 2k,30
Catatan 2k,30
14,087,798
3,855,208
25,834,611
25,801,276
3,668,065
25,738,088
Catatan 2q,14
Catatan 15
810,688,963
15,709,086
825,752,875
20,339,811
870,175,666
901,300,115
2,028,171,334
2,015,748,994
Catatan 2f,5
JUMLAH ASET LANCAR
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain kepada pihak yang berelasi
Pinjaman direksi dan karyawan
Pajak tangguhan - bersih
Aset tetap-setelah dikurangi akumulasi penyusutan
masing-masing sebesar Rp. 262.921.489 Juni 2015
dan Rp. 231.738.222 Desember 2014
Aset lain-lain
31 Desember 2014
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR
JUMLAH ASET
-4-
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
PT BUKAKA TEKNIK UTAMA Tbk
LAPORAN LABA (RUGI) KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
Untuk masa enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2015 dan 2014 ( belum diaudit)
( disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2015
30 Juni 2014
PENDAPATAN KONTRAK KONSTRUKSI DAN
KONTRAK NON KONSTRUKSI
Catatan 2v, 26
100.00%
547,004,867
518,437,837
BEBAN KONTRAK KONSTRUKSI DAN
KONTRAK NON KONSTRUKSI
Catatan 2v,26
78.24%
428,637,250
417,976,627
118,367,617
100,461,211
-0.80%
-9.52%
-4.15%
0.51%
-1.09%
(4,388,703)
(52,095,572)
(22,691,875)
2,773,651
(5,952,356)
(7,162,365)
(45,938,685)
(17,450,535)
(7,051,531)
5,163,812
-15.06%
(82,354,856)
(72,439,304)
6.58%
36,012,761
28,021,906
(7,837,608)
(5,247,030)
28,175,153
22,774,876
-
-
28,175,153
22,774,876
28,176,424
(1,271)
28,175,153
22,780,034
(5,159)
22,774,876
LABA KOTOR
PENDAPATAN (BEBAN) USAHA LAINNYA
(Beban) Penjualan
(Beban) Umum dan Administrasi
Pendapatan (Beban) Pendanaan
Pendapatan (Beban) Kurs
Pendapatan (Beban) lainnya
JUMLAH BEBAN USAHA
Catatan 27
Catatan 38
Catatan 29
Catatan 29
Catatan 29
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Catatan 2w
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN
Catatan 2z
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF BERSIH TAHUN BERJALAN
Laba Bersih yang dapat didistribusikan kepada
Pemilik entitas induk
Kepentingan non pengendali
LABA (RUGI) PER SAHAM
Laba (rugi) bersih per saham
Catatan 2ab
5.15%
11
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisah dari Laporan Keuangan secara Keseluruhan
-6-
9
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
PT BUKAKA TEKNIK UTAMA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Untuk masa enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2015 (belum diaudit) dan 31 Desember 2014 (diaudit)
( disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
-----------------------------------------------Keterangan
----------------Modal saham
----------------Agio saham
-----------------
-----------------
----------------Defisit
-----------------
-----------------
Jumlah ekuitas
Kepentingan
Modal Proforma
Tambahan
yang berasal
Modal disetor
Non Pengen-
dari transaksi
lainnya
dali
----------------Jumlah
Ekuitas
entitas sepengendali
------------------------------------------------
Saldo per 31 Desember 2012
-----------------
892,472,776
-----------------
689,146
-----------------
-----------------
-----------------
50,929,394
-
72,696,441
-----------------
1,016,787,758
-----------------
-----------------
1,210,623
1,017,998,382
Modal Proforma yang berasal
dari entitas sepengendali
-
-
8,868,836
-
-
8,868,836
-
8,868,836
-
-
2,704,624
-
-
2,704,624
-
2,704,624
-
-
(25,735)
81,537,602
Penyesuaian Proforma
tahun berjalan
Laba komprehensif tahun
berjalan
Saldo per 31 Desember 2013
892,472,776
689,146
-
-
81,563,337
81,563,337
62,502,854
-
154,259,778
1,109,924,554
(62,502,854)
-
1,184,888
1,111,109,443
Penyesuaian Proforma
tahun berjalan
Akuisisi entitas sepengendali
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
(1,282,944)
-
(62,502,854)
-
(62,502,854)
-
(1,282,944)
-
(1,282,944)
Akuisisi kepentingan non
pengendali
-
-
1,610,151
1,610,151
Laba komprehensif tahun
berjalan
Saldo per 31 Desember 2014
892,472,776
689,146
-
(1,282,944)
98,268,968
98,268,968
24,652
98,293,620
252,528,747
1,144,407,725
2,819,691
1,147,227,418
28,175,153
28,175,153
1,271
28,176,424
280,703,900
1,172,582,878
2,820,963
1,175,403,842
Laba komprehensif tahun
berjalan
-
Saldo per 30 Juni 2015
892,472,776
-
689,146
-
-
-
(1,282,944)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisah dari Laporan Keuangan secara Keseluruhan
-7-
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
PT BUKAKA TEKNIK UTAMA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk masa enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2015 dan 30 Juni 2014 ( tidak diaudit)
( disajikan dalam rupiah kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2015
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada pemasok dan lain-lain
Penerimaan (Pengeluaran) kas operasi lain-lain
Kas yang dihasilkan dari operasi
Pembayaran untuk :
Pajak
Beban Keuangan
Penerimaan dari :
Pendapatan bunga
KAS BERSIH DIPEROLEH DARI AKTIVITAS OPERASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset tetap
Pengurangan (kenaikan) aset lain-lain
Penerimaan (pembayaran) Kepada pihak yang mempunyai
Hubungan Istimewa
Pengurangan (Penempatan) investasi jangka pendek
KAS BERSIH DIGUNAKAN UNTUK AKTIVITAS INVESTASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) Utang bank dan
Kreditur Asing
Pembayaran sewa pembiayaan
31 Juni 2014
599,777,463
(488,391,708)
(81,294,549)
30,091,205
571,335,603
(550,823,639)
(39,216,507)
(18,704,543)
(13,526,349)
(19,470,873)
(16,979,061)
(16,886,578)
800,602
(2,105,415)
368,249
(52,201,932)
(14,208,812)
4,630,725
6,476,507
(24,900,062)
1,319,199
(5,853,814)
376,419
(2,725,161)
(29,434,677)
22,991,455
(4,706,446)
(566,352)
(1,145,950)
KAS BERSIH DIPEROLEH DARI AKTIVITAS PENDANAAN
22,425,102
(5,852,395)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS
17,594,527
(87,489,004)
SALDO AWAL KAS DAN SETARA KAS
98,320,926
155,327,799
115,915,453
67,838,794
SALDO KAS DAN SETARA KAS
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisah dari Laporan Keuangan secara Keseluruhan
-8-
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
PT BUKAKA TEKNIK UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk masa enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015
TIDAK DIAUDIT
( dinyatakan dalam rupiah)
1
a.
UMUM
Pendirian Perusahaan
PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (Perusahaan) didirikan sesuai dengan Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri
No.6 tahun 1968 jo Undang-undang No.12 tahun 1970 berdasarkan akta No. 149 tanggal 25 Oktober 1978 oleh Notaris
Haji Bebasa Daeng Lalo, S.H. Akta pendirian ini telah disahkan oleh menteri kehakiman Republik Indonesia dengan
surat keputusan No. Y.A 5/242/7 tanggal 21 mei 1979 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.33
Tambahan No. 251 tanggal 22 April 1980. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
dengan menyesuaikan UU PT tahun 2007 dengan akte no. 16 tanggal 5 November 2008 oleh notaris Masnah Sari S.H
dan telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
AHU-06525.AH.01.02 Tahun 2009
Pada Tahun 2010. Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan antara lain mengenai peningkatan modal dasar
dari sebesar Rp. 200.000.000.000 menjadi Rp. 2.000.000.000.000 dan modal ditempatkan dan disetor perusahaan dari
Rp. 70.306.000.000 menjadi Rp. 1.320.226.000.000 melalui konvensi Utang perusahaan kepada kreditur sebanyak
2.499.840.000 lembar saham baru Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HTMETD). Persetujuan atas
penambahan modal tanpa HMETD dan peningkatan modal ini telah diaktakan dengan akta No.7 tanggal 3 Desember
2010 dari Sripati Marliza, S.H., notaris di Jakarta
Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-60234.AH.01.02 Tahun 2010 tanggal 27 Desember 2010
Tahun 2011, Anggaran Dasar Perusahaan diubah kembali sehubungan dengan penurunan modal dasar, modal
ditempatkan dan disetor penuh serta nilai nominal saham. Modal Dasar yang awalnya Rp2.000.000.000.000 diturunkan
menjadi Rp1.352.000.000.000, terbagi atas 4.000.000.000 saham. Modal ditempatkan dan disetor diturunkan dari
semula sebesar Rp1.320.226.000.000 menjadi Rp892.472.776.000. Penurunan modal disetor dilakukan melalui kuasi
reorganisasi dengan cara menurunkan nilai nominal saham dari sebelumnya Rp500 menjadi Rp338 per saham.
Perubahan telah diaktakan dengan Akta No. 20 tanggal 15 Desember 2011 Notaris H. Fedris S.H., di Bogor, dan telah
mendapat pesetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No.AHU-08119.AH.01.02.Tahun 2012 tanggal 16 Februari 2012.
Tahun 2014, terdapat pergantian direksi dan komisaris yang telah diaktakan dengan Akta No. 7 mengenai berita acara
Rapat Umum Pemegang Saham tahunan PT Bukaka Teknik Utama tanggal 3 Juni 2014 oleh Notaris H. Fedris S.H., di
Bogor dan telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No.AHU-12562.40.22.2014 tanggal 10 Juni 2014.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, Perusahaan bergerak dalam bidang pembuatan dan penyediaan
peralatan khusus dan bisnis lain yang termasuk didalam industri konstruksi, Kantor Perusahaan dan Fasilitas Pabriknya
berlokasi di Bukaka Industrial Estate Jln. Raya Bekasi Cibinong Km 19.5. Cileungsi, Bogor 16820, Jawa barat-Indonesia
Perusahaan memulai aktivitas usaha komersialnya sejak tahun 1981
b.
Penawaran Umum Saham Perusahaan
Berdasarkan dengan Surat Keputusan Ketua BAPEPAM No. S-1960/PM/1994 tanggal 6 Desember 1994, Perusahaan
menawarkan saham kepada masyarakat sejumlah 40.000.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp 500 per saham
dengan harga penawaran Rp 3.200 per saham. keseluruh saham Perusahaan sejumlah 140.612.000 lembar telah di
daftarkan dan dicatat di Bursa Efek Indonesia (Periode sebelumnya bernama Bursa Efek Jakarta dan Surabaya).
Tindakan Perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah efek yang di terbitkan (corporate action) sejak penawaran
umum perdana sampai dengan saat ini adalah sebagai berikut:
-9-
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
1
b.
UMUM (lanjutan)
Penawaran Umum Saham Perusahaan
(lanjutan)
- Perusahaan telah merestrukturisasi sebagian Utang Perusahaan dengan cara konversi Utang menjadi modal
saham dimana telah disetujui oleh para pemegang saham Perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2010. Perubahan ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-60234.AH.01.02
Tahun 2010 tanggal 27 Desember 2010.
- Perusahaan melakukan kuasi reorganisasi sesuai dengan PSAK 51 (Revisi 2003) dengan menggunakan neraca
tanggal 30 Juni 2011 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diaktakan dengan akta No.
20 tanggal 15 Desember 2011 Notaris H. Fedris S.H., di Bogor.
c.
Dimana, anggaran Dasar Perusahaan diubah kembali sehubungan dengan penurunan modal dasar, modal ditempatkan
dan disetor penuh serta nilai nominal saham. Modal Dasar yang awalnya Rp2.000.000.000.000 diturunkan menjadi
Rp1.352.000.000.000, terbagi atas 4.000.000.000 saham. Modal ditempatkan dan disetor diturunkan dari semula
sebesar Rp1.320.226.000.000 menjadi Rp892.472.776.000. Penurunan modal disetor dilakukan melalui kuasi
reorganisasi dengan cara menurunkan nilai nominal saham dari sebelumnya Rp500 menjadi Rp338 per saham.
Perubahan telah diaktakan dengan Akta No. 20 tanggal 15 Desember 2011 Notaris H. Fedris S.H., di Bogor, dan telah
mendapat pesetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No.AHU-08119.AH.01.02. Tahun 2012 tanggal 16 Februari 2012
Penghapusan dan Pencatatan Kembali Efek Perusahaan
Berdasarkan surat No. S-0833/BEJ-PSR/08-2006 tanggal 8 Agustus 2006. yang menjadi efektif tanggal 9 Agustus 2006,
Bursa Efek Indonesia telah menghapus saham perusahaan (delisting) dari papan pencatatan dengan dihapusnya saham
perusahaan dari papan pencatatan bursa saham maka perusahaan tidak lagi memiliki liabilitas sebagai perusahaan
tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Penghapusan pencatatan saham perusahaan dari bursa tersebut karena sesuai sesuai dengan Peraturan Pencatatan
Saham PT Bursa Efek Indonesia Nomor I-B, saham PT Bukaka Teknik Utama Tbk telah memenuhi syarat untuk
dilakukan penghapusan pencatatan saham oleh bursa, yaitu memiliki ekuitas negatif selama 3 (tiga) tahun berturutturut (setelah tercatat di bursa) dan perdagangan saham dihentikan (suspensi) selama 12 (dua belas) bulan berturutturut karena alasan apapun.
Berdasarkan berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang telah diaktakan berdasarkan Akta No.4
tanggal 6 Juni 2012, Notaris Sianny, SH, Notaris di Bogor, Pemegang saham telah memberikan persetujuan kepada
Perusahaan untuk mencatatkan kembali saham Perusahaan kepada Bursa Efek Indonesia.
Terhitung tanggal 29 Juni 2015, Perusahaan telah kembali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia
d.
Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2015 adalah sebagai berikut :
Presiden Komisaris
Komisaris
Komisaris Independen
:
:
:
:
Suhaeli Kalla
Solihin Jusuf Kalla
Zulkarnain
Letjen (Purn) Sumarsono, SH.
Presiden Direktur
: Irsal Kamaruddin
Direktur
: Marulam Sitohang
Direktur
: Saptiastuti Hapsari
Direktur
: Sofiah Balfas
Direktur
: Devindra Ratzarwin
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut :
Presiden Komisaris
: Suhaeli Kalla
Komisaris
: Solihin Jusuf Kalla
: Muhammad Abduh
Komisaris Independen : Letjen (Purn) Sumarsono, SH.
Presiden Direktur
: Irsal Kamaruddin
Direktur
: Marulam Sitohang
Direktur
: Saptiastuti Hapsari
Direktur
: Sofiah Balfas
Direktur
: Pradana Ramadhian
Pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014, Perusahaan mempunyai masing-masing 730 orang dan 768 orang
karyawan, yang tersebar dikantor pusat dan dilokasi-lokasi proyek
- 10 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
1
e.
UMUM (lanjutan)
Struktur Group
Laporan keuangan konsolidasian mencakup akun-akun Perusahaan dan Entitas Anak, dimana Perusahaan memiliki
kepemilikan saham atas entitas anak tersebut.
PT Bukaka Mandiri Sejahtera - Perusahaan pengolahan hasil tambang - Kepemilikan 95.00%
PT Bukaka Forging Industri - Perusahaan Spart Kendaraan bermotor - Kepemilikan 96.81%
PT Bukaka Energi - Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air - Kepemilikan 99.00%
Kepemilikan tidak langsung melalui PT Bukaka Energi
PT Anoa Hydro Power
Industri Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM)
PT Ussu Hydro Power
Industri Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM)
PT Mappung Hydro Power
Industri Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM)
PT Sakita Hydro Power
Industri Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM)
: 99.00%
: 99.00%
: 99.00%
: 99.00%
Sampai dengan 30 Juni 2015, entitas anak tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum mulai beroperasi
secara komersial
PT Bukaka Mandiri Sejahtera (BMS)
PT Bukaka Mandiri Sejahtera (”BMS”) didirikan tanggal 4 Juni 2008 berdasarkan Akta No.2 oleh Notaris Andy Azis,
S.H. Akta pendirian ini belum mendapat pengesahan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia. Tahun 2012,
Anggaran Dasar Perusahaan diubah sehubungan perubahan maksud dan tujuan usaha serta kepemilikan saham.
Persetujuan atas perubahan maksud dan tujuan usaha serta kepemilikan saham ini telah diaktakan dengan akta No.3
tanggal 29 Maret 2012 dari Andy Azis, S.H., notaris di Tangerang.
Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Keputusan No. AHU-37252.AH.01.01 Tahun 2012 tanggal 10 Juli 2012
Republik Indonesia dalam Surat
BMS memiliki maksud dan tujuan usaha dalam bidang pertambangan, perindustrian, perdagangan, pembangunan
dan jasa, BMS Berkantor pusat di Cileungsi - Bogor
Sampai saat ini BMS belum melakukan kegiatan operasionalnya.
PT Bukaka Energi
PT Bukaka Energi (“BE”) didirikan atas Akta Notaris Andy Aziz No. 3 tertanggal 10 Juni 2013, dengan Akta Perubahan
No. 8 tertanggal 24 Desember 2013.dengan Akta Perubahan No. 8 tertanggal 24 Desember 2013.
PT Bukaka Energi menjalankan usaha industri Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan cakupan kegiatan usaha
termasuk di antaranya jasa operator dan pendistribusian energi listrik tenaga air serta konsultasi bidang energi listrik
tenaga air.Perusahaan ini didirikan dengan modal dasar sebesar Rp10 miliar dengan modal ditempatkan dan disetor
50% sebesar Rp5 000.000. Dengan peningkatan modal dasar menjadi Rp24.000.000 dan modal ditempatkan dan
disetor penuh Rp12.000.000.
Persetujuan atas peningkatan modal ini telah diaktakan dengan Akta No. 2 tanggal 16 Desember 2014 oleh Notaris
Andy Azis, S.H., notaris di Tangerang. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0133803.40.80.2014 Tanggal 19 Desember 2014.
Pada tahun 2013, PT Bukaka Energi oleh Perusahaan belum dikonsolidasikan, karena secara substansi belum
dilakukan penyetoran modal.
Pada Tahun 2014, PT Bukaka Energi mengakuisisi beberapa perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik
tenaga mini hydro (PLTM) dengan rincian sebagai berikut :
PT Anoa Hydro Power
Berdasarkan Akta pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 6 yang dibuat oleh notaris Andy Azis, S.H., pada
tanggal 17 Desember 2014, PT Bukaka Energi mengakuisisi 99% kepemilikan saham PT Anoa Hydro Power dengan
nilai transaksi Rp2.475.000
- 11 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
1
e.
UMUM (lanjutan)
Struktur Group
PT Anoa Hydro Power
Akta perubahan pemegang saham PT Anoa Hydro Power telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU-48092.40.22.2014 Tanggal 19 Desember 2014
Harga Perolehan
Nilai buku kepemilikan PT Anoa Hydro Power
selisih nilai transaksi restrukturisasi antar entitas sepengendali
Rp.
Rp.
Rp.
2,475,000
5,394,086
(2,919,086)
PT Sakita Hydro Power
Berdasarkan Akta pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 4 yang dibuat oleh notaris Andy Azis, S.H., pada
tanggal 17 Desember 2014, PT Bukaka Energi mengakuisisi 99% kepemilikan saham PT Sakita Hydro Power dengan
nilai transaksi Rp1.980.000.
Akta perubahan pemegang saham PT Sakita Hydro Power telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU-0133720.40.80.2014 Tanggal 19 Desember 2014
Harga Perolehan
Nilai buku kepemilikan PT Sakita Hydro Power
selisih nilai transaksi restrukturisasi antar entitas sepengendali
Rp.
Rp.
Rp.
1,980,000
839,959
1,140,041
PT Mappung Hydro Power
Berdasarkan Akta pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 3 yang dibuat oleh notaris Andy Azis, S.H., pada
tanggal 17 Desember 2014, PT Bukaka Energi mengakuisisi 99% kepemilikan saham PT Mappung Hydro Power
dengan nilai transaksi Rp2.475.000
Akta perubahan pemegang saham PT Mappung Hydro Power telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU-0133764.40.80.2014 Tanggal 19 Desember 2014
Harga Perolehan
Nilai buku kepemilikan PT Mappung Hydro Power
selisih nilai transaksi restrukturisasi antar entitas sepengendali
Rp.
Rp.
Rp.
2,475,000
(621,777)
3,096,777
PT Ussu Hydro Power
Berdasarkan Akta pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 5 yang dibuat oleh notaris Andy Azis, S.H., pada
tanggal 17 Desember 2014, PT Bukaka Energi mengakuisisi 99% kepemilikan saham PT Usu Hydro Power dengan
nilai transaksi Rp2.475.000
Akta perubahan pemegang saham PT Ussu Hydro Power telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU-0133842.40.80.2014 Tanggal 19 Desember 2014
Harga Perolehan
Nilai buku kepemilikan PT Ussu Hydro Power
selisih nilai transaksi restrukturisasi antar entitas sepengendali
Rp.
Rp.
Rp.
2,475,000
1,196,455
1,278,545
Pembayaran atas pembelian saha-saham tersebut dilakukan oleh PT Bukaka Energi dengan cara menyetorkan dana
ke PT Anoa Hydro Power, PT Sakita Hydro Power, PT Mappung Hydro Power dan PT Ussu Hydro Power sebagai
pelunasan setoran modal PT Bukaka Teknik Utama Tbk. yang belum disetorkan sebelumnya.
Sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2012) "Kombinasi Bisnis Entitas Pengendali" sehubungan dengan selisih nilai
transaksi antar entitas sepengendali dicatat sebagai tambaham modal disetor lainnya.
- 12 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
1
e.
UMUM (lanjutan)
Struktur Group
PT Bukaka Forging Industri
Pada tanggal 22 Desember 2014,PT Bukaka Teknik Utama Tbk. mengakuisisi 96,81% kepemilikan saham PT Bukaka
Forging Industries dari PT Indonesia Harapan Masa dengan nilai transaksi Rp47.500.000. Berdasarkan Akta No. 9
tanggal 22 Desember 2014 oleh Notaris Andy Azis S.H., di Tangerang tentang Pernyataan Keputusan Pemegang
Saham mengenai Pengalihan Saham dari PT Indunasa Harapan Masa kepada PT Bukaka Teknik Utama Tbk.
Akta perubahan pemegang saham PT Bukaka Forging Industri telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU-48313.40.22.2014Tanggal 22 Desember 2014
Transaksi pembelian tersebut dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepentingan karena merupakan
transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali, sesuai dengan PSAK No.38 (Revisi 2012) “Kombinasi Bisnis
Entitas Sepengendali”
Harga Perolehan
Nilai buku kepemilikan PT Bukaka Forging Industri
selisih nilai transaksi restrukturisasi antar entitas sepengendali
2
Rp.
Rp.
Rp.
47,500,000
48,813,333
(1,313,333)
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
a
Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2013 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2012 (audit)
disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang ditetapkan Institut Akuntansi Indonesia,
Peraturan BAPEPAM No. VIII.G.7 (revisi 2000) tentang " Pedoman Penyajian Laporan Keuangan" dan Pedoman
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Konstruksi sesuai dengan
Surat Edaran Ketua BAPEPAM No. SE-02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002. yang kemudian diubah berdasarkan
Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. 347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012
b
Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disajikan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
(“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan BAPEPAM-LK No. VIII G.7 tentang
“Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”, yang terlampir dalam surat
KEP-347/BL/2012 (BAPEPAM-LK No. VIII G.7).
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian,
dan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan atas laporan keuangan
konsolidasian yang relevan
- 13 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
b Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah mata uang
Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan
Kecuali dinyatakan dibawah ini, kebijakan akuntansi telah diterapkan secara konsisten dengan laporan keuangan
konsolidasian tahunan untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 yang telah sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Grup, karena sifat dan jumlahnya yang
signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara terpisah
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat
pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap
laporan keuangan konsolidasian.
Entitas Anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas bertujuan khusus) dimana Perusahaan/Grup Perusahaan
memiliki kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional atasnya, biasanya melalui kepemilikan
lebih dari setengah hak suara. Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial yang saat ini dapat dilaksanakan
atau dikonversi, dipertimbangkan ketika menilai apakah Grup mengendalikan entitas lain. Entitas anak
dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal pengendalian dialihkan kepada Grup. Dan entitas anak tidak
dikonsolidasikan sejak tanggal Grup kehilangan pengendalian.
c. Prinsip Konsolidasian dan Kombinasi Bisnis
Transaksi dengan Kepentingan Non Pengendali
Grup melakukan transaksi dengan kepentingan non-pengendali sebagai transaksi dengan pemilik ekuitas Grup.
Untuk pembelian dari kepentingan non-pengendali, selisih antara imbalan yang dibayarkan dan bagian yang
diakuisisi atas nilai tercatat aset neto entitas anak dicatat pada ekuitas. Keuntungan dan kerugian pelepasan
kepentingan non-pengendali juga dicatat pada ekuitas.
Ketika Grup tidak lagi memiliki pengendalian atau pengaruh signifikan, kepentingan yang masih tersisa atas entitas
diukur kembali berdasarkan nilai wajarnya, dan perubahan nilai tercatat diakui dalam laporan laba rugi
komprehensif.
Nilai wajar adalah nilai tercatat awal untuk kepentingan pengukuran kembali kepentingan yang tersisa sebagai
entitas asosiasi, ventura bersama atau aset keuangan. Disamping itu, jumlah yang sebelumnya diakui pada
pendapatan komprehensif lain sehubungan dengan entitas tersebut dicatat seolah-olah Grup telah melepas aset
atau liabilitas terkait. Hal ini dapat berarti bahwa jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif
lain direklasifikasi pada laporan laba rugi komprehensif.
Grup menerapkan secara retrospektif PSAK 4 (Revisi 2009), “Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan
Keuangan Tersendiri”, kecuali beberapa hal berikut yang diterapkan secara prospektif:
i
ii
iii
iv
v
rugi entitas anak yang menyebabkan saldo defisit bagi kepentingan non-pengendali (KNP);
kehilangan pengendalian pada entitas anak;
perubahan kepemilikan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian;
hak suara potensial dalam menentukan keberadaan pengendalian; dan
konsolidasi atas entitas anak yang memiliki pembatasan jangka panjang
- 14 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
c. Prinsip Konsolidasian dan Kombinasi Bisnis
PSAK No. 4 (Revisi 2009) mengatur penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian untuk sekelompok
entitas yang berada dalam pengendalian suatu entitas induk, dan akuntansi untuk investasi pada entitas anak,
pengendalian bersama entitas dan entitas asosiasi ketika laporan keuangan tersendiri disajikan sebagai informasi
tambahan
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas anaknya seperti yang
disebutkan pada Catatan 1e, yang dimiliki oleh Perusahaan (secara langsung atau tidak langsung) dengan
kepemilikan saham lebih dari 50% dan dikendalikan oleh Perusahaan
Seluruh transaksi material dan saldo akun antar-perusahaan (termasuk laba atau rugi yang signifikan yang belum
direalisasi) telah dieliminasi
Entitas-entitas Anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Grup memperoleh
pengendalian, sampai dengan tanggal entitas induk kehilangan pengendalian
Kerugian entitas anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada KNP bahkan jika hal ini mengakibatkan
KNP mempunyai saldo defisit
Jika kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka Grup:
- menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill ) dan liabilitas entitas anak
- menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
- menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat diekuitas, bila ada
- menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill ) dan liabilitas entitas anak
- menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
- menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat diekuitas, bila ada
- mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima
- mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
- mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi
komprehensif; dan
- mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif
lainnya ke laporan laba rugi komprehensif, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba, sebagaimana
mestinya
KNP mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas-entitas anak yang tidak dapat
diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung pada Perusahaan, yang masing masing disajikan dalam
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian,
terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Kombinasi Bisnis
Grup menerapkan secara prospektif PSAK 22 (Revisi 2010), “Kombinasi Bisnis
Sesuai dengan ketentuan transisi dari PSAK 22 (Revisi 2010), sejak tanggal 1 Januari 2011, Grup
- menghentikan amortisasi goodwill
- mengeliminasi jumlah tercatat akumulasi amortisasi goodwill terkait; dan
- melakukan uji penurunan nilai atas goodwill sesuai dengan PSAK 48 (Revisi 2009) " Penurunan Nilai Aset".
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur
berdasarkan nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap
KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang
diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari
entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan dimasukkan ke dalam bebanbeban administrasi.
- 15 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
c. Prinsip Konsolidasian dan Kombinasi Bisnis
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Grup menentukan dan mengklasifikasikan aset keuangan yang
diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi
dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap, pihak pengakuisisi mengukur kembali kepentingan
ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi berdasarkan nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui
keuntungan atau kerugian yang dihasilkan di dalam laporan laba rugi komprehensif.
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur berdasarkan harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai
agregat imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas jumlah aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi, selisih
tersebut diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian penurunan nilai.
Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi
dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas (UPK) dari Grup yang diharapkan akan bermanfaat dari sinergi
kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang diakuisisi dialokasikan kepada UPK
tersebut
Jika goodwill telah dialokasikan pada suatu UPK dan operasi tertentu atas UPK tersebut dilepas, maka goodwill
yang terkait dengan operasi yang dilepas tersebut dimasukkan ke dalam jumlah tercatat operasi tersebut ketika
menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepas tersebut diukur berdasarkan nilai
relatif operasi yang dihentikan dan porsi UPK yang ditahan.
d. Standar Akuntansi yang Telah Disahkan Namun Belum Berlaku Efektif
Berikut ini adalah beberapa standar akuntansi yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK)
yang dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan Perusahaan namun belum berlaku efektif untuk laporan
keuangan tahun 2014:
i PSAK 1 (2013): Penyajian Laporan Keuangan, yang diadopsi dari IAS 1, berlaku efektif 1 Januari 2015.
PSAK ini mengubah penyajian kelompok pos-pos dalam Penghasilan Komprehensif Lain. Pos-pos yang akan
direklasifikasi ke laba rugi disajikan terpisah dari pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
ii PSAK 4 (2013): Laporan Keuangan Tersendiri, yang diadopsi dari IAS 4, berlaku efektif 1 Januari 2015.
PSAK ini hanya mengatur persyaratan akuntansi ketika entitas induk menyajikan laporan keuangan
tersendiri sebagai informasi tambahan. Pengaturan akuntansi untuk laporan keuangan konsolidasian diatur
dalam PSAK 65
iii PSAK 24 (2013): Imbalan Kerja, yang diadopsi dari IAS 19, berlaku efektif 1 Januari 2015
PSAK ini, antara lain, menghapus mekanisme koridor dan pengungkapan atas informasi liabilitas
kontinjensi untuk menyederhanakan klarifikasi dan pengungkapan.
iv PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasi, yang diadopsi dari IFRS 10, berlaku efektif 1 Januari 2015.
PSAK ini menggantikan porsi PSAK 4 (2009) mengenai pengaturan akuntansi untuk laporan keuangan
konsolidasian, menetapkan prinsip penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian ketika
entitas mengendalikan satu atau lebih entitas lain.
v PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain, yang diadopsi dari IFRS 12, berlaku efektif 1 Januari
2015.
PSAK ini mencakup semua pengungkapan yang diatur sebelumnya dalam PSAK 4 (2009), PSAK 12 (2009)
dan PSAK 15 (2009). Pengungkapan ini terkait dengan kepentingan entitas dalam entitas-entitas lain.
- 16 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
d. Standar Akuntansi yang Telah Disahkan Namun Belum Berlaku Efektif
vi PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar, yang diadopsi dari IFRS 13, berlaku efektif 1 Januari 2015
PSAK ini memberikan panduan tentang bagaimana pengukuran nilai wajar ketika nilai wajar disyaratkan
atau diizinkan
Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari standar akuntansi tersebut dan belum menentukan
dampaknya terhadap laporan keuangan Perusahaan.
e. Instrumen Keuangan
Klasifikasi
Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori berikut ini: diukur pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi, pinjaman dan piutang, serta tersedia untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung pada tujuan perolehan aset
keuangan. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan pada saat awal pengakuan.
(i) Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Kategori ini terdiri dari dua sub-kategori: aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan
dan aset keuangan yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan oleh Perusahaan untuk diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk
tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat atau jika merupakan bagian dari portofolio instrumen
keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka
pendek short term profit-taking yang terkini. Derivatif juga dikategorikan dalam kelompok diperdagangkan,
kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.
Aset keuangan yang diklasifikasikan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi adalah dimiliki untuk mencadangkan liabilitas asuransi Entitas Anak yang diukur pada nilai wajar dari
aset terkait.
Instrumen keuangan yang dikelompokan ke dalam kategori ini diakui pada nilai wajarnya pada saat pengakuan
awal, biaya transaksi diakui secara langsung ke dalam laporan laba rugi konsolidasian. Keuntungan dan
kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dan penjualan instrumen keuangan diakui di dalam laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian dan dicatat masing-masing sebagai “Keuntungan/(kerugian) yang belum
direalisasi dari kenaikan/(penurunan) nilai wajar instrumen keuangan” dan “Keuntungan/(kerugian) dari
penjualan instrumen keuangan”. Pendapatan bunga dari instrumen keuangan dalam kelompok diperdagangkan
dicatat sebagai “Pendapatan bunga”.
(ii) Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah
ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:
-
yang dimaksudkan oleh Perusahaan untuk dijual dalam waktu dekat, yang diperdagangkan, serta yang
pada saat pengakuan awal ditetapkan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
-
yang pada saat pengakuan awal ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; atau
-
dalam hal Perusahaan mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali
yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang.
- 17 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
e. Instrumen Keuangan
(ii) Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya
transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif. Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat
di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan dilaporkan sebagai “Pendapatan bunga”. Dalam
hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari
aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang, dan diakui di dalam laporan laba rugi
konsolidasian sebagai “Cadangan Kerugian Penurunan Nilai”.
(iii) Aset keuangan tersedia untuk dijual
Aset keuangan tersedia untuk dijual adalah instrumen nonderivatif yang ditentukan pada kategori ini atau tidak
diklasifikasikan pada kategori yang lain. Aset keuangan tersedia untuk dijual dimasukkan sebagai aset tidak
lancar kecuali investasinya jatuh tempo atau manajemen bermaksud melepasnya dalam kurun waktu 12 bulan
setelah akhir periode pelaporan
Pembelian dan penjualan aset keuangan yang lazim (reguler ) diakui pada tanggal perdagangan – tanggal
dimana Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset. Investasi pada awalnya diakui sebesar nilai
wajarnya ditambah biaya transaksi untuk seluruh aset keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada awalnya dicatat
sebesar nilai wajar dan biaya transaksinya dibebankan pada laporan laba rugi
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi tersebut telah
jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial seluruh resiko dan manfaat
atas kepemilikan aset
Aset keuangan tersedia untuk dijual dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
selanjutnya dicatat sebesar nilai wajar. Pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat sebesar biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Keuntungan neto yang timbul dari perubahan nilai wajar kategori “aset keuangan diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi” disajikan pada laporan laba rugi dalam “penghasilan keuangan” dalam periode
terjadinya. Sementara itu, kerugian bersih yang timbul dari perubahan nilai wajar kategori “aset keuangan
diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi” disajikan pada laporan laba rugi sebagai bagian dari “biaya
keuangan” dalam periode terjadinya. Pendapatan dividen dari aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi diakui pada laporan laba rugi sebagai “penghasilan lain-lain” ketika hak Grup untuk
menerima pembayaran sudah ditetapkan. Pendapatan bunga aset keuangan tersebut dicatat pada
“penghasilan keuangan”.
Perubahan nilai wajar efek moneter dan nonmoneter yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual diakui
pada pendapatan komprehensif lainnya.
Ketika efek diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual telah dijual, akumulasi penyesuaian nilai wajar yang
diakui pada ekuitas dimasukkan ke dalam laporan laba rugi sebagai “penghasilan keuangan " ata "beban
keuangan".
Ketika efek diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, akumulasi penyesuaian
nilai wajar yang diakui pada ekuitas dimasukkan ke dalam laporan laba rugi sebagai bagian dari “biaya
keuangan”.
Bunga atas efek yang tersedia untuk dijual dihitung dengan menggunakan metode bunga efektif yang diakui
pada laporan laba rugi sebagai “penghasilan keuangan”. Dividen dari instrumen ekuitas yang tersedia untuk
dijual diakui pada laporan laba rugi sebagai bagian dari “penghasilan lain-lain” ketika hak Grup untuk menerima
pembayaran sudah ditetapkan.
- 18 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
e. Instrumen Keuangan
(iv) Aset Keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo
Aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual adalah aset keuangan yang ditetapkan untuk dimiliki
untuk periode tertentu dimana akan dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga,
valuta asing atau yang tidak diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan atau piutang, aset keuangan yang
diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi.
Pada saat pengakuan awalnya, aset keuangan tersedia untuk dijual diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya
transaksi dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya dimana keuntungan atau kerugian atas perubahan nilai
wajar diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan
laba rugi selisih kurs untuk instrumen utang, untuk instrumen ekuitas, laba rugi selisih kurs diakui sebagai
bagian dari ekuitas, hingga aset keuangan dihentikan pengakuannya. Jika aset keuangan tersedia untuk dijual
mengalami penurunan nilai, akumulasi keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi atas perubahan nilai
wajar, yang sebelumnya diakui di laporan perubahan laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, diakui
pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Liabilitas Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori
a. liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan
b. liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan dikeluarkan dari laporan posisi keuangan konsolidasian ketika liabilitas telah dilepaskan atau
dibatalkan atau kadaluarsa.
a. liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Kategori ini terdiri dari dua sub-kategori: liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan dan
liabilitas keuangan yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan oleh Perusahaan untuk diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau
dibeli kembali dalam waktu dekat atau jika merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu
yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek yang terkini.
Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas diperdagangkan kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen
lindung nilai.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar liabilitas keuangan yang diklasifikasikan
sebagai diperdagangkan dicatat dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sebagai
“Keuntungan/(kerugian) yang belum direalisasi dari kenaikan/(penurunan) nilai wajar instrumen keuangan”.
Beban bunga dari liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan dicatat di dalam “Beban
bunga”.
Jika Perusahaan pada pengakuan awal telah menetapkan instrumen utang tertentu sebagai nilai wajar
melalui laporan laba rugi (opsi nilai wajar), maka selanjutnya, penetapan ini tidak dapat diubah. Berdasarkan
PSAK 55, instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai opsi nilai wajar, terdiri dari kontrak utama dan
derivatif melekat yang harus dipisahkan
Perubahan nilai wajar terkait dengan liabilitas keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi diakui di dalam “Keuntungan/(kerugian) dari perubahan nilai wajar instrumen
keuangan”.
b. liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi diukur pada
nilai wajar dikurangi biaya transaksi
- 19 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
e. Instrumen Keuangan
Liabilitas Keuangan
Setelah pengakuan awal, Perusahaan mengukur seluruh liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif
diakui sebagai “Beban bunga”.
f
Kas dan Setara Kas
Setara kas meliputi deposito jangka pendek dengan jangka waktu jatuh tempo 3(tiga) bulan tetapi kurang dari satu
tahun sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan.
g
Piutang Usaha dan Piutang Non usaha
Piutang usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan atas penjualan barang dagangan atau jasa dalam
kegiatan usaha normal. Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam
siklus operasi normal jika lebih panjang), piutang diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan
sebagai aset tidak lancar.
Piutang non-usaha merupakan saldo piutang yang terkait dengan pinjaman yang diberikan kepada pihak ketiga
atau pihak berelasi.
Piutang usaha dan piutang non-usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, apabila dampak pendiskontoan signifikan,
dikurangi provisi atas penurunan nilai.
Kolektibilitas piutang usaha dan piutang nonusaha ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak tertagih,
dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun penyisihan digunakan ketika terdapat bukti
yang objektif bahwa Grup tidak dapat menagih seluruh nilai terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.
Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, kemungkinan debitur dinyatakan pailit atau melakukan
reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang dianggap dapat
menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Jumlah penurunan nilai adalah sebesar selisih antara nilai tercatat
aset dan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan pada tingkat suku bunga efektif awal. Arus kas terkait dengan
piutang jangka pendek tidak didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.
Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi dan disajikan dalam “beban penurunan nilai”. Ketika
piutang usaha dan piutang nonusaha, yang rugi penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode
selanjutnya, maka piutang tersebut dihapusbukukan dengan mengurangi akun penyisihan. Jumlah yang selanjutnya
dapat ditagih kembali atas piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap “beban
penurunan nilai” pada laporan laba rugi
h
Investasi Jangka Pendek
Investasi jangka pendek merupakan semua deposito berjangka yang akan jatuh tempo lebih dari 3 (tiga) bulan
tetapi kurang dari satu tahun sejak tanggal penempatannya dinyatakan sebesar nilai nominal
i
Deposito yang Dibatasi Penggunaannya
Deposito yang dibatasi penggunaannya merupakan deposito yang dijadikan sebagai jaminan sehubungan dengan
persyaratan perjanjian pinjaman dinyatakan sebesar nilai nominalnya.
j
Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Perusahaan menerapkan PSAK 10 (Revisi 2010),“Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing”, yang
menggambarkan bagaimana memasukkan transaksi mata uang asing dan kegiatan usaha luar negeri dalam laporan
keuangan entitas dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam mata uang penyajian
Perusahaan mempertimbangkan indikator utama dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang
fungsionalnya, jika ada indikator yang tercampur dan mata uang fungsional tidak jelas, manajemen menggunakan
penilaian untuk menentukan mata uang fungsional yang paling tepat menggambarkan pengaruh ekonomi dari
transaksi, kejadian dan kondisi yang mendasarinya.
- 20 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
j Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada
tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan kedalam Rupiah
berdasarkan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal bersangkutan. Laba atau rugi selisih
kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.
Pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 Nilai tukar rupiah sebagai berikut
Mata Uang
Dollar AS
Dollar Singapura
Dollar Hongkong
Yen Jepang
Yuan China
Ringgit Malaysia
Ruppee India
k
Per 30 Juni 2015
13,332
9,895
1,720
109
2,181
3,527
209
Per 31 Desember 2014
12,440
9,422
1,642
104
2,049
3,558
201
Transaksi Dengan Pihak Berelasi
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak
Berelasi”. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk
komitmen, di dalam laporan keuangan. Tidak terdapat dampak signifikan dari penerapan PSAK yang direvisi
tersebut terhadap laporan keuangan Perusahaan yang didefinisikan sebagai Pihak Berelasi di dalam PSAK ini adalah
sebagai berikut:
1
Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut :
i Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau;
iii Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
2
Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut :
i Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama
ii
Satu entitas adalah entitas sosial atau ventura bersama dari entitas lain atau entitas asosiasi atau ventura
bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah
anggotanya
iii Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
iv Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari
entitas ketiga.
v
Entitas tersebut adalah suatu program imbalan paska kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas
pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang
menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan Entitas Pelapor
vi Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi oleh orang yang
tersebut dalam angka (1) diatas
vii Orang yang diidentifikasi dalam angka (1) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil
manajemen kunci (atau entitas induk dari entitas)
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang mungkin tidak sama
dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak yang tidak berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan yang relevan.
Kecuali diungkapkan khusus sebagai pihak-pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan dalam Catatan
atas laporan keuangan konsolidasian merupakan pihak ketiga
- 21 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
k Transaksi Dengan Pihak Berelasi
(lanjutan)
Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 38 (Revisi 2012), "Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali" mulai tanggal 1
Januari 2013,yang mengatur perlakuan akuntansi bagi transaksi kombinasi bisnis antar entitas sepengendali.
Penjelasan lebih lanjut penerapan revisi PSAK diungkapkan pada Catatan 4.
Berdasarkan PSAK No. 38, oleh karena transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali tidak mengakibatkan
perubahan substansi ekonomi kepemilikan atas bisnis yang dipertukarkan,transaksi tersebut diakui pada jumlah
tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan
Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, unsur-unsur laporan keuangan dari entitas yang bergabung,
untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk periode komparatif sajian, disajikan
seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam
sepengendalian. Selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan dalam kombinasi bisnis entitas sepengendali atau
jumlah imbalan yang diterima dalam pelepasan bisnis entitas sepengendali, jika ada, dengan jumlah tercatat bisnis
tersebut dicatat sebagai bagian dari akun "Tambahan Modal Disetor" pada laporan posisi keuangan konsolidasia
l
Piutang Retensi
Piutang retensi merupakan piutang Perusahaan kepada pemberi kerja yang akan dilunasi oleh pemberi kerja
setelah pemenuhan kondisi yang ditentukan dalam kontrak.
Piutang retensi dicatat pada saat penerimaan atas tagihan termin yang ditahan oleh pemberi kerja sejumlah
persentase yang telah ditetapkan dalam kontrak sampai dengan masa pemeliharaan.
m Tagihan Bruto Pemberi Kerja
Tagihan bruto pemberi kerja merupakan piutang yang berasal dari pekerjaan kontrak konstruksi namun pekerjaan
yang dilakukan tersebut masih dalam pelaksanaan dan disajikan sebesar selisih antara biaya yang terjadi ditambah
dengan laba yang diakui dikurangi dengan kerugian yang diakui dan termin.
Tagihan bruto merupakan pendapatan yang diakui berdasar metode persentase penyelesaian sesuai berita acara
penyelesaian pekerjaan tapi belum difakturkan disebabkan adanya beda waktu antara progres fisik dengan tanggal
penagihan.
n
Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya
perolehan ditentukan dengan metode rata-rata bergerak. Penyisihan penurunan nilai persediaan dilakukan untuk
mengurangi biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih.
o
Beban Dibayar Dimuka
Beban dibayar dimuka diamortisasikan berdasarkan masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus.
p
Investasi pada Entitas Asosiasi
Efektif sejak 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan secara prospektif PSAK No.15 (Revisi 2009), “Investasi pada
Entitas Asosiasi"
Investasi pada entitas, asosiasi dicatat menggunakan metode ekuitas dan awalnya diakui sebesar biaya perolehan.
Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan namun tidak
mengendalikan, pada umumnya dengan penyertaan antara 20% sampai dengan 50% kekuasaan suara. Investasi ini
termasuk goodwill yang teridentifikasi pada saat akuisisi, setelah dikurangi kerugian penurunan nilai.
Bagian Perusahaan atas laba atau rugi entitas asosiasi setelah tanggal akuisisi diakui dalam komponen laba rugi,
dan bagian Perusahaan atas perubahan pada pendapatan komprehensif lain entitas asosiasi setelah tanggal akuisisi
diakui pada pendapatan komprehensif lain. Akumulasi perubahan setelah tanggal akuisisi disesuaikan pada nilai
tercatat investasi.
- 22 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
p Investasi pada Entitas Asosiasi
(lanjutan)
Jika penyertaan Perusahaan atas kerugian pada entitas asosiasi sama dengan atau melebihi penyertaannya pada
entitas asosiasi, Perusahaan tidak mengakui bagiannya atas kerugian lebih lanjut, kecuali telah timbul liabilitas atau
Perusahaan menjamin liabilitas entitas asosiasi.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan.
Perusahaan menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan nilai atas investasi
Perusahaan dalam entitas asosiasi. Perusahaan menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti
obyektif yang mengindikasikan bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini
Perusahaan menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam
entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakui dalam laporan laba rugi komprehensif.
Investasi pada asosiasi Perushaan per 31 Desember 2014 dan 30 Juni 2015 adalah sebagai berikut :
Perusahaan
: PT Bukaka Sadang Subang
Domisili
: Cileungsi, Bogor
Kegiatan utama
: Pembangunan, perdagangan, pertambangan dan pertanian
Tahun Pendirian
: 2005
Prosentase kepemilikan
: 25%
q
Aset Tetap
Mulai tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011), “Aset Tetap” dan ISAK No.
25, “ Hak atas Tanah”. PSAK No. 16 (Revisi 2011) mengatur pengakuan aset, penentuan jumlah tercatat dan biaya
penyusutan dan kerugian atas penurunan nilai harus diakui dalam kinerja dengan aset tersebut
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya
perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria
pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam
laporan laba rugi pada saat terjadinya
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset
tetap sebagai berikut:
Bangunan dan prasarana
Mesin dan peralatan
Instalasi listrik
Kendaraan bermotor
Peralatan kantor
10 – 20
3–5
4–7
4–7
3–5
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
Tahun
ISAK No. 25 menetapkan bahwa biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (HGU), Hak
Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai (HP) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan
atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB, dan HP diakui sebagai bagian dari akun “Beban
Ditangguhkan, “Neto” pada laporan posisi keuangan konsolidasian dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih
pendek antara umur hukum hak dan umur ekonomis tanah.
Seluruh aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya
tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan supaya
aset tersebut siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan asset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset)
dimasukkan dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
- 23 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
q Aset Tetap
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap.
Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat aset
tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan di-review, dan jika tidak sesuai
dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Aset tetap yang tidak digunakan dan untuk dijual dalam jangka waktu satu tahun sejak tanggal klasifikasi yang
memenuhi kriteria menurut PSAK No. 58 (Revisi 2009) tentang aset tidak lancar untuk dijual dan operasi yang
dihentikan, dinyatakan sebesar jumlah terendah antara jumlah tercatat atau nilai wajar setelah dikurangi biaya
untuk menjual aset tersebut dan disajikan sebagai bagian dari aset lancar dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian. Aset tersebut tidak disusutkan sejak tanggal klasifikasi. Jika kriteria dalam PSAK tersebut tidak
terpenuhi, aset-aset tersebut disajikan sebagai bagian aset tidak lancar lainnya.
Sesuai dengan PSAK 16 (Revisi 2011), Perusahaan diharuskan memilih antara metode biaya atau metode revaluasi
sebagai kebijakan akuntansi untuk mengukur biaya perolehan. Sehubungan dengan ini, Perseroan memilih untuk
menggunakan metode biaya dalam laporan keuangan konsolidasian.
r
Aset Tak Berwujud
PSAK 19 “Aset Tak Berwujud” mensyaratkan entitas untuk mengakui aset tak berwujud jika, dan hanya jika, kriteria
tertentu dipenuhi. Pernyataan ini juga mengatur cara mengukur jumlah tercatat dari aset tak berwujud dan
menentukan pengungkapan yang disyaratkan tentang aset tak berwujud.
Pengakuan dan Pengukuran
Pengakuan suatu pos sebagai aset tak berwujud mensyaratkan entitas untuk menunjukkan bahwa pos tersebut
memenuhi:
(a) Definisi aset tak berwujud
(b) Kriteria pengakuan
Persyaratan ini diterapkan pada biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh atau mengembangkan secara internal
aset tak berwujud dan biaya yang terjadi kemudian untuk menambah, mengganti sebagian, atau memperbaiki
aset tersebut.
Aset tak berwujud diakui jika, dan hanya jika:
(a) Kemungkinan besar entitas akan memperoleh manfaat ekonomi masa depan dari aset tersebut; dan
(b) Biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.
Aset Tak Berwujud yang Dihasilkan secara Internal
Dalam menentukan apakah suatu aset tak berwujud yang dihasilkan secara internal memenuhi syarat untuk diakui,
entitas mengelompokkan proses dihasilkannya aset tak berwujud menjadi dua tahap:
1. Tahap penelitian atau tahap riset; dan
2. Tahap pengembangan
Biaya perolehan aset tak berwujud yang dihasilkan secara internal terdiri dari seluruh biaya yang dibutuhkan, yang
dapat diatribusikan secara langsung untuk membuat, menghasilkan, dan mempersiapkan aset tersebut sehingga
siap untuk digunakan sesuai dengan maksud manajemen.
Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah:
1.
2.
3.
4.
Biaya bahan baku dan jasa yang digunakan atau dikonsumsi untuk menghasilkan aset tak berwujud
Biaya imbalan kerja yang timbul dalam menghasilkan aset tak berwujud tesebut
Biaya untuk mendaftarkan hak hukum
Amortisasi paten dan lisensi yang digunakan untuk menghasilkan aset tak berwujud tersebut.
- 24 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
r Aset Tak Berwujud
(lanjutan)
Pengeluaran yang tidak termasuk dalam komponen biaya aset tak berwujud adalah:
1. Biaya penjualan, biaya administrasi, dan biaya overhead lain, kecuali jika biaya dapat diatribusikan secara
langsung untuk menyiapkan aset tersebut untuk digunakan;
2. Inefisiensi yang teridentifikasi dan kerugian operasi awal yang muncul sebelum aset memenuhi kinerja
yang direncanakan; dan
3. Pengeluaran untuk pelatihan karyawan yang mengoperasikan aset.
Aset Tak Berwujud Dengan Umur Manfaat Terbatas
Periode Amortisasi dan Metode Amortisasi
Jumlah tersusutkan aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas dialokasikan secara sistematis selama umur
manfaatnya. Amortisasi dimulai ketika aset tersedia untuk digunakan, yakni ketika aset berada pada lokasi dan
dalam kondisi beroperasi sesuai dengan cara yang dimaksudkan oleh manajemen. Amortisasi dihentikan pada
tanggal yang lebih awal antara ketika aset tersebut dikelompokkan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual (atau
dimasukkan dalam kelompok aset lepasan yang diklasifikasikan dalam aset yang dimiliki untuk dijual).
Aset tak berwujud dengan umur manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi.
Sesuai dengan PSAK 48: Penurunan nilai aset, entitas disyaratkan untuk menguji aset tak berwujud dengan umur
manfaat tidak terbatas untuk penurunan nilai dengan membandingkan nilai jumlah terpulihkan dengan jumlah
tercatatnya
1. Setiap tahun; dan
2. Kapan pun terdapat indikasi bahwa aset tak berwujud mengalami penurunan nilai.
Penghentian dan Pelepasan
Aset tak berwujud dihentikan pengakuannya jika:
1. Dilepas; atau
2. Ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari penggunaan atau
pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang muncul dari penghentian pengakuan aset tak berwujud ditentukan sebagai selisih
antara hasil neto pelepasan (jika) ada dan jumlah tercatat aset. Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi
ketika aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Pengungkapan
Suatu kelompok aset tak berwujud adalah pengelompokkan aset yang memiliki sifat dan digunakan yang serupa
dalam kegiatan operasi entitas.
1.
2.
3.
4.
5.
Nama merek.
Kepala surat kabar dan judul publisitas
Piranti lunak komputer.
Lisensi dan waralaba.
Hak cipta, paten dan hak kekayaan intelektual industri lain, dan hak operasional dan penyediaan jasa
lain.
6. Resep, formula, model, desain, dan purwarupa, dan
7. Aset tak berwujud dalam pengembangan.
Klasifikasi di atas dipisah (atau digabung) menjadi kelompok lebih kecil (atau lebih besar) jika hal tersebut
menghasilkan informasi yang lebih relevan bagi pengguna laporan keuangan konsolidasian.
- 25 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
s Penurunan Nilai Aset Non Keuangan
Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas – misalnya goodwill atau aset tak berwujud yang tidak siap
untuk digunakan – tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya setiap tahun, atau lebih sering apabila
terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang
tidak diamortisasi diuji ketika terdapat indikasi bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan.
Penurunan nilai diakui jika nilai tercatat aset melebihi jumlah terpulihkan. Jumlah terpulihkan adalah yang lebih
tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai aset. Dalam menentukan penurunan
nilai, aset dikelompokkan pada tingkat yang paling rendah dimana terdapat arus kas yang dapat diidentifikasi. Aset
nonkeuangan selain goodwill yang mengalami penurunan nilai diuji setiap tanggal pelaporan untuk menentukan
apakah terdapat kemungkinan pemulihan penurunan nilai.
Pemulihan rugi penurunan nilai, untuk aset selain goodwill , diakui jika, dan hanya jika, terdapat perubahan
estimasi yang digunakan dalam menentukan jumlah terpulihkan aset sejak pengujian penurunan nilai terakhir kali.
Pembalikan rugi penurunan nilai tersebut diakui segera dalam laba rugi, kecuali aset yang disajikan pada jumlah
revaluasian sesuai dengan PSAK lain. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill tidak dibalik lagi.
t
Sewa
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), “Sewa”.
Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), penentuan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau
perjanjian yang mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah
pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak
untuk menggunakan aset tersebut.
Menurut PSAK revisi ini, sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Selanjutnya, suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa
operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset.
Dalam sewa pembiayaan dari sudut pandang lessee , Perusahaan mengakui aset dan liabilitas dalam laporan posisi
keuangan pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa
minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan
beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas sewa. Beban keuangan dialokasikan pada setiap
periode selama masa sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas.
Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi.
Aset sewaan (disajikan sebagai bagian aset tetap) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur
manfaat aset sewaan dan periode masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Perusahaan akan
mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Dalam sewa operasi, Perusahaan mengakui pembayaran
sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line method) selama masa sewa.
u
Uang Muka Pelanggan
Uang muka dari pelanggan merupakan uang muka yang diterima dari pelanggan atau pemilik proyek. Jumlah
tersebut secara proporsional akan dikompensasikan dengan tagihan yang didasarkan atas kemajuan fisik yang
telah dicapai.
v
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan bidang usaha konstruksi diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian. Persentase
penyelesaian konstruksi ditetapkan berdasarkan kemajuan fisik proyek dan berita acara opname proyek yang
ditandatangani kedua belah pihak. Terhadap pendapatan usaha konstruksi yang telah diterbitkan fakturnya diakui
sebagai piutang usaha, sedangkan yang belum diterbitkan fakturnya diakui sebagai tagihan bruto pemberi kerja.
- 26 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
v Pengakuan Pendapatan dan Beban
Taksiran kerugian pada kontrak konstruksi dalam pelaksanaan dibebankan pada tahun diketahuinya taksiran
kerugian tersebut.
Beban kontrak terdiri dari bahan baku dan komponen, gaji dan upah buruh langsung, beban sub kontraktor, beban
tidak langsung seperti upah buruh, penyusutan, pemeliharaan, dan perbaikan.
Pendapatan non kontrak konstruksi diakui pada saat penyerahan produk atau jasa kepada pelanggan.
Beban diakui sesuai dengan manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (metode akrual).
w Pajak Penghasilan
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK 46 (Revisi 2010), yang mensyaratkan Perusahaan
untuk memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan mendatang dari pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat
aset (liabilitas) masa depan yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, dan transaksi dan kejadian
lain dari periode kini yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan yang dihitung berdasarkan
tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan
liabilitas untuk tujuan komersil dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa
mendatang seperti saldo rugi pajak yang belum digunakan diakui sejauh besar kemungkinan realisasi atas manfaat
pajak tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada periode aset
direalisasikan atau liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara
substantif diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian atas dasar saling hapus
(offset ), kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai penyajian aset dan liabilitas
pajak kini masing-masing entitas tersebut.
Perubahan terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterima atau jika
Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.
x
Imbalan Paska Kerja
Efektif 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK 24 (Revisi 2010), “Imbalan Kerja”, yang mengatur akuntansi
dan pengungkapan untuk imbalan kerja, yang meliputi imbalan kerja jangka pendek (misalnya pembayaran cuti
tahunan, pembayaran cuti sakit) dan imbalan kerja jangka panjang (misalnya cuti-berimbalan jangka panjang,
imbalan kesehatan pascakerja). Perusahaan telah memilih “10% corridor method ” untuk pengakuan keuntungan
atau kerugian aktuaria. Perusahaan juga melakukan pengakuan liabilitas dan beban ketika pekerja telah
memberikan layanan dan entitas mengkonsumsi manfaat ekonomi yang timbul dari layanan tersebut.
Imbalan paska kerja diakui sebesar jumlah yang diukur dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah
memberikan jasanya kepada Perusahaan dalam suatu periode akuntansi. liabilitas dan beban diukur menggunakan
teknik aktuaria yang mencakup liabilitas konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan Perusahaan. Dalam
perhitungan liabilitas, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan metode projected unit credit. Akumulasi
keuntungan atau kerugian aktuarial yang belum diakui untuk masing-masing program pada tahun pelaporan
sebelumnya yang melebihi jumlah yang lebih besar diantara 10% dari nilai kini liabilitas imbalan pasti dan 10% nilai
wajar aset program diamortisasi dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diperkirakan dari
para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak
atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama tahun rata-rata sampai
imbalan tersebut menjadi vested .
- 27 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
x Imbalan Paska Kerja
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah tidak terdiskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya
kepada Perusahaan dalam suatu periode akuntansi.
Imbalan paska kerja diakui sebesar jumlah yang diukur dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah
memberikan jasanya kepada Perusahaan dalam suatu periode akuntansi. liabilitas dan beban diukur menggunakan
teknik aktuaria yang mencakup liabilitas konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan Perusahaan. Dalam
perhitungan liabilitas, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan metode projected unit credit.
Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika, dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk:
1. Memberhentikan seorang atau kelompok karyawan sebelum tanggal pensiun normal; atau
2. Menyediakan pesangon bagi karyawan yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela.
y
Provisi
Grup menerapkan PSAK No. 57 (Revisi 2009), “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi”.
Provisi diakui jika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat
peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber
daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat
dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling
kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi
dibalik.
Pengeluaran yang terkait dengan pemulihan, rehabilitasi dan lingkungan hidup yang terjadi pada tahap produksi
dibebankan sebagai bagian dari biaya produksi.
z
Laba Per Saham Dasar
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 56 (Revisi 2011), “Laba Per Saham”, yang
mengharuskan adanya perbandingan kinerja antara entitas yang berbeda dalam periode yang sama dan antara
periode pelaporan uang berbeda untuk Kelompok Usaha.
Penerapan PSAK No. 56 (Revisi 2011) tidak menimbulkan perbedaan yang besar terhadap pelaporan keuangan dan
pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar pada tahun yang bersangkutan.
aa Informasi Segmen
Efektif sejak tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”.
Sebelumnya, segmen operasi ditentukan dan disajikan sesuai dengan PSAK No. 5 (Revisi 2000), “Pelaporan
Segmen”.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh
pendapatan dan menimbulkan beban, termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan
komponen lain dari entitas yang sama, yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan
operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kerjanya, dan tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Hasil segmen yang dilaporkan kepada pengambil
keputusan operasional termasuk item yang dapat diatribusikan secara langsung kepada segmen dan juga yang
dapat dialokasikan dengan basis yang wajar.
- 28 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
2
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
(lanjutan)
aa Informasi Segmen
Informasi segmen komparatif telah disajikan kembali agar sesuai dengan ketentuan transisi dari standar tersebut.
Karena perubahan kebijakan akuntansi hanya berdampak terhadap aspek penyajian dan pengungkapan, maka tidak
ada dampak terhadap laba per saham.
ab Kuasi Reorganisasi
Sesuai dengan PSAK No. 51 (Revisi 2003), kuasi reorganisasi merupakan prosedur akuntansi yang mengatur entitas
merestrukturisasi ekuitasnya dengan mengeliminasi defisit dan menilai kembali seluruh aset dan liabilitas pada
nilai wajar. Dengan melakukan prosedur ini, entitas diharapkan dapat melanjutkan usahanya seperti baru, dengan
laporan posisi keuangan yang menunjukkan posisi keuangan yang lebih baik tanpa defisit dari masa lampau.
Nilai wajar aset dan kewajiban ditentukan berdasarkan nilai pasar. Bila nilai pasar tidak tersedia, estimasi nilai
wajar didasarkan pada informasi terbaik yang tersedia. Estimasi nilai wajar dilakukan dengan mempertimbangkan
harga aset sejenis dan teknik penilaian yang paling sesuai dengan karakteristik aset dan liabilitas yang
bersangkutan, antara lain metode nilai kini dan arus kas diskonto.
Sesuai dengan PSAK tersebut, eliminasi atas saldo defisit terhadap akun-akun ekuitas dilakukan melalui urutan
prioritas sebagai berikut:
a. Cadangan umum.
b. Cadangan khusus
c. Selisih penilaian kembali aset dan liabilitas.
d. Tambahan setoran modal dan akun sejenis lainnya.
e. Modal saham.
Seperti yang dijelaskan pada Catatan 40, Perusahaan melakukan kuasi reorganisasi pada tanggal 30 Juni 2011
mengikuti persyaratan dari PSAK di atas.
PSAK No. 51 (Revisi 2003) telah dicabut oleh Pernyataan Pencabutan (PPSAK) No. 10, yang akan berlaku efektif
tanggal 1 Januari 2013.
3.
ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Pertimbangan
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset, dan liabilitas pada
akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada akhir periode pelaporan berikutnya.
Estimasi dan pertimbangan terus dievaluasi berdasarkan pengalaman historis dan faktor-faktor lain, termasuk
ekspektasi peristiwa masa depan yang diyakini wajar berdasarkan kondisi yang ada. Hasil aktual dapat berbeda dengan
jumlah yang diestimasi. Estimasi dan asumsi yang memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah tercatat aset dan
liabilitas diungkapkan di bawah ini.
-
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan atau liabilitas keuangan
dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No.55 (Revisi 2006) dipenuhi. Dengan demikian aset
keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti yang diungkapkan
dalam Catatan 2d.
-
Cadangan penurunan nilai piutang usaha
Perusahaan mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat
memenuhi kewajiban keuangannya. Perusahaan mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang ada,
termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan
dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna
mengurangi jumlah piutang pada jumlah yang diharapkan dapat diterima.
- 29 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
3.
ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
- Cadangan penurunan nilai piutang usaha
(lanjutan)
Provisi spesifik dievaluasi dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan
penurunan nilai piutang. Nilai tercatat dari piutang usaha sebelum cadangan penurunan nilai pada tanggal 30
Juni 2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp 366.079.474 dan Rp.385.093.147 sedangkan nilai tercatat
dari piutang usaha sesudah cadangan penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 sebesar
Rp 342.332.879 dan Rp 361.346.552 Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 7
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan yang memiliki
risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya
diungkapkan di bawah ini.
Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun.
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar
kendali Perusahaan.
Imbalan kerja
Nilai kini dari liabilitas pensiun tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan berdasarkan basis aktuarial
dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya/(penghasilan) bersih
untuk pensiun mencakup tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan
tingkat kematian.
Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan diperlakukan sesuai dengan kebijakan yang
dijelaskan pada Catatan 2u. Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai. Setiap
perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada jumlah tercatat atas kewajiban pensiun. Nilai tercatat atas
estimasi liabilitas imbalan kerja Perusahaan pada 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp
106.847.844 dan Rp 111.935.095 Penjelasan lebih rinci diungkapkan pada Catatan23
Estimasi masa manfaat aset tetap
Perusahaan menentukan estimasi masa manfaat dan beban penyusutan aset tetap kecuali tanah. Perusahaan akan
merevisi beban penyusutan jika masa manfaat berbeda dengan estimasi sebelumnya, menghapus ataupun
menurunkan nilai aset yang secara teknis telah usang atau tidak digunakan lagi.
Manajemen mengestimasi masa manfaat aset tetap antara 3 sampai dengan 20 tahun. Umur masa manfaat ini
adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan
tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat dan nilai sisa aset, dan
karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat atas aset tetap Perusahaan pada tanggal
30 Juni 2015 adalah sebesar Rp 810.688.963 dan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp
825.752.875 Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 14
Penurunan nilai aset nonkeuangan
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada
ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa
atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan
aset.
Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Nilai terpulihkan paling sensitif
terhadap tingkat diskonto yang digunakan untuk model arus kas yang didiskontokan seperti halnya dengan arus kas
masuk masa depan yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak diperlukan pencatatan kerugian penurunan nilai pada tanggal 30 Juni 2015
dan 31 Desember 2014 .
- 30 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
3.
ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
(lanjutan)
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia,
termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika
terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Nilai tercatat persediaan Perusahaan
sebelum penyisihan atas keusangan dan penurunan nilai pasar ada tanggal 30 Juni 2015 adalah sebesar Rp
569.103.460 dan pada tanggal 31 Desember 2014 adalah Rp 529.668.057 penjelasan lebih rinci diungkapkan
dalam Catatan 11
4.
NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
Aset keuangan Grup meliputi kas dan setara kas, piutang dan aset keuangan tidak lancar tertentu lainnya, yang timbul
dari kegiatan usahanya. Liabilitas keuangan Grup meliputi utang, biaya yang masih harus dibayar, utang sewa
pembiayaan dan pinjaman, yang tujuan utamanya untuk pembiayaan kegiatan usahanya.
Tabel dibawah ini mengikhtisarkan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar instrumen keuangan Grup yang dinyatakan
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014
Per 30 Juni 2015
Nilai tercatat
Per 31 Desember 2014
Nilai Wajar
Nilai tercatat
Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas
115,915,453
115,915,453
98,320,926
98,320,926
Piutang Usaha
378,781,405
378,781,405
422,097,304
422,097,304
Piutang lain-lain
Aset lain-lain
Deposito yg dibatasi
penggunaannya
6,668,264
6,668,264
1,947,834
1,947,834
12,804,754
12,804,754
16,927,937
16,927,937
427,436
427,436
803,855
803,855
350,336,725
350,336,725
325,408,957
325,408,957
84,250,824
84,250,824
111,569,879
111,569,879
Liabilitas Keuangan
Utang Bank
Utang Usaha
Utang lain-lain
Utang Pajak
Uang muka pelanggan
7,002,339
7,002,339
6,569,485
6,569,485
67,247,938
67,247,938
72,037,518
72,037,518
91,302,690
91,302,690
81,845,996
81,845,996
107,387,575
107,387,575
114,924,582
114,924,582
Pinjaman Bank jt 1 tahun
8,914,942
8,914,942
10,851,254
10,851,254
Utang sewa pembiayaan
667,237
667,237
610,304
610,304
Beban YMH dibayar
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan disajikan dalam jumlah dimana isntrumen tersebut dapat dipertukarkan dalam
transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties ), bukan dalam penjualan akibat kesulitan keuangan
atau likuiditas dipaksakan.
Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen keuangan
yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut.
1. Kas dan setara kas, deposito yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha, piutang retensi, tagihan bruto
pemberi kerja atas kontrak konstruksi dan piutang lain-lain
Seluruh aset keuangan diatas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu 12
bulan sehingga tercatat aset keuangan tersebut mencerminkan nilai wajarnya.
2. Utang Usaha, Beban yang masih harus dibayar dan pinjaman bank jangka pendek
Seluruh liabilitas keuangan diatas merupakan liabilitas jangka pendek yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan
sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut kurang lebih mencerminkan nilai wajarnya.
3. Pinjaman jangka panjang dari pihak ketiga termasuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dan
Utang leasing
Liabilitas keuangan dari pihak ketiga termasuk utang sewa pembiayaan, merupakan pinjaman yang memiliki suku
bunga pasar mengambang sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut kurang lebih telah mencerminkan
nilai wajarnya.
- 31 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
5.
KAS DAN SETARA KAS
30 Juni 2015
31 Desember 2014
Rincian akun ini adalah sebagai berikut :
Kas
Rupiah
Dollar Amerika
Dollar Singapore
1,292,940
332,862
368,714
857,227
246,978
294,651
Jumlah kas
1,994,516
1,398,856
21,321,904
7,990,758
7,483,350
6,083,213
5,950,277
4,986,273
1,729,121
962,472
947,371
875,962
829,488
456,123
80,262
240
364,619
60,061,434
7,768,291
8,107,893
4,581,608
22,683,872
1,250,839
23,535,136
330,425
2,498,877
37,738
1,121,369
661,009
144,082
80,260
239
22,560
15,103
218,302
73,057,605
282,576
282,576
173,303
173,303
18,803,456
14,841,539
8,068,001
95,791
70,916
240
412,767
42,292,710
9,663,114
4,799,566
674,978
89,382
841,747
240
4,659
363,860
16,437,546
102,636,720
89,668,454
1,630,240
530,076
110,000
2,270,316
1,630,240
530,076
110,000
2,270,316
9,013,900
9,013,900
4,983,300
4,983,300
11,284,216
7,253,616
115,915,453
98,320,926
Bank Mata Uang Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
PT Bank CIMB Niaga Tbk.
PT Bank Pan Indonesia Tbk.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
PT EximBank
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Bank Syariah Bukopin
PT Bank Central Asia Tbk.
PT Bank SBI Indonesia
PT Bank DKI
PT Bank Muamalat Indonesia
PT Bank Mega
PT Bank Bukopin
PT Bank Resona Perdania
PT Bank Jatim KC Sahid
PT Bank BPD Bengkulu
Lain-lain Bank Saldo dibawah Rp. 100 Juta
Bank Mata Uang Yen
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Bank Mata Uang USD
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Bank SBI Indonesia
PT Bank Bukopin
PT Bank Pan Indonesia Tbk.
PT Bank Resona Perdania
PTPT
EximBank
EximBank
Lain-lain Bank Saldo dibawah Rp. 100 Juta
Jumlah kas pada bank
Deposito berjangka
Mata Uang Rupiah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
PT Bank Mandiri (Persero)
Mata Uang Asing
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Jumlah kas pada Deposito berjangka
Jumlah Kas dan Setara kas
- 32 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
5.
KAS DAN SETARA KAS
(lanjutan)
KAS DAN SETARA KAS VALUTA ASING
30 Juni 2015
Kas
Kas Dollar Singapore
Kas Dollar Amerika
31 Desember 2014
37,264
24,967
31,273
19,854
Bank Mata Uang Yen
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
2,593,454
1,666,375
Bank Mata Uang USD
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Bank SBI Indonesia
PT Bank Bukopin
PT Bank Pan Indonesia Tbk.
PT Bank Resona Perdania
PT EximBank
Lain-lain Bank Saldo dibawah Rp. 100 Juta
1,410,400
1,113,227
605,161
7,185
5,319
18
30,961
776,778
385,817
54,259
7,185
67,665
19
375
29,249
3,172,271
1,321,347
676,110
676,110
400,587
400,587
Deposito Mata Uang US Dollar :
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
Tingkat suku bunga Giro dalam rupiah berkisar antara 5.5% sampai dengan 6.25% pada tahun 2015 dan antara
5.50% sampai dengan 7.25% pada tahun 2014, sedangkan tingkat suku bunga Giro dalam mata uang asing berkisar
antara 2% sampai dengan 3,5% pada tahun 2015 dan antara 2% sampai dengan 3,5% pada tahun 2014.
Semua bank, deposito dan setara kas lainnya ditempatkan pada bank pihak ketiga
- 33 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
6.
DEPOSITO YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA
Akun ini merupakan deposito berjangka yang masa jatuh temponya lebih dari tiga bulan namun tidak lebih dari
setahun dengan rincian sebagai berikut :
30 Juni 2015
Deposito berjangka
Mata Uang Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
PT Bank SBI (US Dollar)
PT Bank Pan Indonesia Tbk.
Mata Uang US Dollar
PT Bank SBI
31 Desember 2014
281,600
111,410
34,426
427,436
281,600
111,410
410,845
803,855
8,956
8,956
8,956
8,956
Deposito yang dibatasi penggunaanya merupakan dana dalam bentuk deposito yang dimiliki Perusahaan di PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk. dengan No. Bilyet deposito 12/OJK/019/6885 sebesar Rp281.600.000 untuk jaminan
pemeliharaan pengadaan jembatan rangka besi baja darurat, No. Bilyet 12/OJK/076/5750 sebesar Rp193.075.000
untuk jaminan pemeliharaan pengadaan kerangka jembatan kali Cacaban di Desa Tenggara, No.
Bilyet12/OJK/045/6467 sebesar Rp193.770.000 untuk jaminan pemeliharaan pengadaan rangka jembatan Kali Agung
PT Bank Bukopin Tbk dengan No. Bilyet deposito 418510 sebesar Rp1.275.500.000, sedangkan untuk PT Bank SBI
Indonesia (a subsidiary of State Bank of India) dengan No. Bilyet deposito 001613
7.
PIUTANG USAHA - BERSIH
Akun ini merupakan piutang usaha dari jasa konstruksi dan non konstruksi yang telah diterbitkan faktur usahanya
dengan rincian sebagai berikut :
30 Juni 2015
Pihak ketiga
* Piutang Kontrak Konstruksi
Rupiah
Yen
Dollar Amerika
31 Desember 2014
172,212,989
1,105,172
6,902,183
180,220,344
135,190,781
1,284,561
21,709,339
158,184,681
107,637,577
53,716,667
14,694,077
7,283,156
12,437
1,334,969
184,678,884
111,463,957
95,617,495
9,951,614
7,283,156
12,437
1,334,969
225,663,628
Jumlah Piutang kepada pihak ketiga
364,899,228
383,848,309
Cadangan Penurunan Nilai
Jumlah Piutang kepada pihak ketiga-Bersih
(23,746,595)
341,152,633
(23,746,595)
360,101,714
*
Piutang Kontrak Non Konstruksi
Rupiah
Dollar Amerika
Ruppee India
Dollar Hongkong
Dollar Singapore
Ringgit Malaysia
Pihak yang berelasi
* Piutang Kontrak Konstruksi
(Rupiah)
Jumlah Piutang kepada pihak berelasi-Bersih
Jumlah Piutang
- 34 -
1,180,246
1,180,246
1,244,838
1,244,838
342,332,879
361,346,552
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
7.
PIUTANG USAHA - BERSIH
(lanjutan)
Pihak ketiga
Piutang Kontrak Konstruksi
Piutang sudah ditagih
30 Juni 2015
Rupiah
Angkasa Pura I
JO. Kawahapejaya-Indonesia
PP Properti, PT
Nusa Raya Cipta, PT
JO PT.Bumi Karsa - PT.Bukaka Teknik Utama
PT PLN (PERSERO) Unit Induk Pembangunan VIII
Petrokimia Gresik
Wijaya Karya PT. (Persero)
Wahanayasa Trans Energi, PT
Waskita Karya
DPU Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat
Waskita Karya Devisi II, PT
PT PLN (Persero) Wilayah SULSEL, SULTRA & SULBAR
Baruga Asrinusa Development, PT
Waskita-Brantas, KSO
Jampa Indotama, PT
Semen Padang
Mawatindo Road Construction, PT
TAC Pertamina EP - Goldwater TMT
Multi Fabrindo
Dayamitra Telekomunikasi, PT
PLN (PERSERO) PIKITRING SUMUT
Pembangunan Perumahan, PT
Adhi Karya PT.(Persero)
Alam Baru Jaya, PT
Lain-lain (dibawah Rp1 miliar)
Pihak ketiga
Piutang Kontrak Konstruksi
Piutang sudah ditagih
Dollar Amerika (USD)
PT.Pertamina EP Asset 2
Jedds Constructs, PT
Concept International
Biothane Asia Pacific
TS.Technical & Supply, Bangkok
Mix - Max Company Limited
Yen (Japan)
Japindo
ECL Logistic
Total Piutang Kontrak Konstruksi dengan Pihak Ketiga
- 35 -
31 Desember 2014
35,090,889
20,448,293
18,410,409
17,840,191
13,949,662
9,315,806
6,862,641
6,037,700
5,000,000
4,506,351
3,640,061
3,487,952
3,010,623
2,339,507
2,172,030
2,100,821
1,795,855
1,192,218
1,071,277
1,047,134
916,870
901,190
172,829
160,000
10,742,680
172,212,989
4,018,938
5,949,404
1,969,071
10,983,038
17,394,531
6,934,983
3,699,490
20,698,630
4,506,351
3,640,061
3,487,952
8,149,378
2,339,507
1,359,742
4,523,144
1,192,218
1,071,277
1,749,191
6,104,122
9,913,086
1,180,009
1,760,000
3,014,238
9,552,420
135,190,781
3,547,444
2,030,795
1,087,384
214,860
14,671
7,029
18,354,600
2,030,795
1,087,384
214,860
14,671
7,029
6,902,183
21,709,339
904,129
201,043
1,105,172
1,083,518
201,043
1,284,561
180,220,344
158,184,681
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
7.
PIUTANG USAHA - BERSIH
(lanjutan)
Pihak ketiga
Piutang Kontrak Non Konstruksi
Piutang sudah ditagih
30 Juni 2015
31 Desember 2014
Rupiah
Tina Kana, PT
PT PLN (PERSERO) Wilayah Kal Tim
PP-Waskita-Hutama KSO
Baniah Rahmat Utama Pt
Cahaya Metal Perkasa, PT
PT Showa Indonesia
DMT-BUKAKA KSO
Huawei Tech Invesment
Istaka Karya Pt
PT Pertamina EP Asset-1 Field Ramba
Visi Gilang Perkasa, CV
BS Energy, PT
Piyeung Jaya Perkasa, PT
Sumber Tratindo Utama, PT
Krakatau Engineering, PT
Ayama Cahaya Mandiri, PT
Bangun Prima Semesta, PT
DW Sumber Rejeki, CV
Indo Lysaght
Velasto Indonesia, PT
PT Pelabuhan Indonesia IV (PERSERO)
Sriwijaya Indo Utama, PT
PUTRA BUNGSU ABADI PT
Artamakmur Permai, PT
PLN Persero
Kencana Alam Putra, PT
Pili and Tris Sunas, PT
Hagitasinar Lestarimegah, PT
PT Inti Ganda Perkasa
PT Karya - Sukses, KSO
Lain-ilain dibawah 1 Milliar
Pihak ketiga
Piutang Kontrak Non Konstruksi
Piutang sudah ditagih
Dollar Amerika (USD)
PT Chevron Pacific Indonesia
KSO Pertamina EP-Petroenim Betun Selo
Pertamina EP Ubep Rumba
PT Angels Prodcts
PT Pertamina EP Jambi
M/S Swati Airport Support Services PVT LTD
Airports Authority of India
MC-Jalux Airport Services Co.,Ltd
AZR Kemajuan SDN BHD
Lain-lain dibawah 1 Milliar
13,189,830
11,127,579
8,841,756
8,770,000
7,877,075
7,443,362
6,861,908
5,310,120
3,407,000
2,963,894
2,584,000
2,315,296
2,250,000
1,944,750
1,797,330
1,416,846
1,184,570
1,114,369
1,012,327
514,343
180,375
15,530,847
107,637,577
14,189,830
5,781,652
8,841,756
8,770,000
5,072,375
10,394,965
5,280,111
5,083,116
2,903,601
2,584,000
7,145,458
2,025,375
3,250,000
2,200,000
2,060,477
1,814,478
1,761,131
1,350,000
1,315,316
1,238,663
1,170,840
17,230,813
111,463,957
35,090,751
4,755,698
3,358,800
3,213,799
2,309,367
1,826,122
1,241,007
104,885
1,816,238
53,716,667
62,084,764
4,515,810
3,358,800
3,213,799
10,587,674
6,061,926
3,272,940
2,521,782
95,617,495
7,283,156
7,283,156
7,283,156
7,283,156
Dollar Hongkong
- 36 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
7.
PIUTANG USAHA - BERSIH
(lanjutan)
Pihak ketiga
Piutang Kontrak Non Konstruksi
30 Juni 2015
Ruppee India
Airport of Autority India
Dollar Singapore
Alliance Airsupport PTE LTD
Ringgit Malaysia
Target Resources Malaysia SDN BHD
Total Piutang Kontrak Non Konstruksi dengan Pihak Ketiga
Total Jumlah Piutang Kepada Pihak Ketiga
Cadangan Penurunan Nilai
Total Jumlah Piutang Kepada Pihak Ketiga-Bersih
31 Desember 2014
14,694,077
9,951,614
14,694,077
9,951,614
12,437
12,437
12,437
12,437
1,334,969
1,334,969
184,678,884
364,899,228
(23,746,595)
341,152,633
1,334,969
1,334,969
225,663,628
383,848,309
(23,746,595)
360,101,714
Pihak yang berelasi - Piutang Kontrak Konstruksi
Piutang sudah ditagih
30 Juni 2015
Piutang Kontrak Non Konstruksi
Rupiah
PT Cidas Supra Metalindo
PT Bukaka Trans Systems
PT Indonusa Harapan Masa
PT Banten Java Persada
Cadangan Penurunan Nilai
Total Jumlah Piutang Kepada Pihak Berelasi-Bersih
Total Jumlah Piutang
807,372
209,551
155,963
7,360
1,180,246
1,180,246
871,964
209,551
155,963
7,360
1,244,838
1,244,838
342,332,879
361,346,552
30 Juni 2015
Piutang Mata Uang Asing
Dollar Amerika (USD)
PT Chevron Pacific Indonesia
KSO Pertamina EP-Petroenim Betun Selo
Pertamina EP Ubep Rumba
PT Angels Prodcts
PT Pertamina EP Jambi
PT.Pertamina EP Asset 2
Concept International
Airports Authority of India
Jedds Constructs, PT
AZR Kemajuan SDN BHD
Biothane Asia Pacific
TS.Technical & Supply, Bangkok
Mix - Max Company Limited
Lain-lain dibawah 1 Milliar
2,632,069
356,713
251,935
241,059
173,220
136,973
136,231
93,085
7,867
546,291
4,575,443
- 37 -
31 Desember 2014
31 Desember 2014
4,990,737
363,007
270,000
258,344
851,099
1,475,450
87,410
487,293
163,247
263,098
17,272
1,179
565
202,716
9,431,418
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
7.
PIUTANG USAHA - BERSIH
(lanjutan)
Pihak ketiga
Piutang Kontrak Non Konstruksi
Yen (Japan)
Japindo
ECL Logistic
30 Juni 2015
Dollar Hongkong
Kok Seng Electronic
Ruppee India
Airport of Autority India
Dollar Singapore
Alliance Airsupport PTE LTD
31 Desember 2014
8,297,996
1,845,152
10,143,148
10,418,442
1,933,106
12,351,548
4,234,947
4,234,947
4,435,540
4,435,540
70,306,588
70,306,588-
49,510,517
49,510,517-
1,257
1,257
1,320
1,320
Ringgit Malaysia
Target Resources Malaysia SDN BHD
Mutasi cadangan penurunan nilai adalah sebagai berikut
Saldo awal tahun
Penyisihan selama tahun berjalan
Pemulihan cadangan penurunan nilai
378,500
375,202
378,500
375,202
30 Juni 2015
23,746,595
23,746,595
Analisa umur piutang usaha disajikan sebagai berikut
Lancar
Jatuh tempo :
1 - 30 hari
31 - 60 hari
lebih dari 60 hari sd 1 Tahun
lebih dari 1 Tahun
Jumlah
Cadangan penurunan nilai
Piutang bersih
30 Juni 2015
53,554,727
131,992,538
106,859,842
11,765,152
61,907,215
366,079,474
(23,746,595)
342,332,879
31 Desember 2014
19,898,796
3,847,799
23,746,595
31 Desember 2014
76,021,866
174,089,065
36,200,838
39,798,772
58,982,605
385,093,147
(23,746,595)
361,346,552
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun manajemen perusahaan
berpendapat bahwa cadangan penurunan nilai yang dibentuk telah memadai untuk menutup kemungkinan kerugian
atas tidak tertagihnya piutang usaha.
8.
PIUTANG RETENSI
Akun ini merupakan piutang perusahaan kepada pemberi kerja yang akan dilunasi oleh pemberi kerja setelah
pemenuhan kondisi yang telah ditentukan dalam kontrak. Dengan perincian sebagai berikut :
30 Juni 2015
Dollar Amerika (USD)
India Airport Authority
Hongkong 1
Mandalay
Tan sun lee-Brunei
Cadangan Penurunan Nilai
Jumlah Piutang Retensi - Bersih
- 38 -
31 Desember 2014
5,112,053
3,973,448
2,047,164
713,807
11,846,472
5,112,053
3,973,448
2,047,164
713,807
11,846,472
(11,846,472)
-
(11,846,472)
-
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
9
TAGIHAN BRUTO KEPADA PEMBERI KERJA
Tagihan bruto kepada pemberi kerja merupakan Piutang Perusahaan yang berasal dari pekerjaan jasa konstruksi yang
sudah diakui sebagai pendapatan sesuai dengan metode persentase penyelesaian yang dinyatakan dalam Berita Acara
Penyelesaian Pekerjaan yang belum diterbitkan faktur karena perbedaan tanggal berita acara fisik dengan pengajuan
penagihan pada tanggal neraca, rincian tagihan bruto kepada pemberi kerja adalah sebagai berikut :
30 Juni 2015
Tagihan Bruto :
Biaya kontrak yang terealisasi
Laba yang diakui dikurangi kerugian yang diakui
Penagihan
Jumlah Tagihan Bruto kepada pemberi kerja
31 Desember 2014
206,532,379
43,263,919
249,796,298
(213,347,772)
247,008,020
50,898,728
297,906,748
(237,155,996)
36,448,526
60,750,752
Rincian saldo tagihan bruto kepada pemberi kerja berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut :
30 Juni 2015
31 Desember 2014
Tagihan bruto :
PT PLN (Persero) Wilayah KalTim
34,615,245
34,615,245
PT PLN (Persero) UIP VIII
923,740
24,731,966
PT Tjurba Raya
685,594
685,594
PT PLN (Persero) UIP JJP
223,947
223,947
PT. Pelabuhan Indonesia IV (PERSERO) Cab Sorong
494,000
36,448,526
60,750,752
Jumlah Tagihan Bruto kepada pemberi kerja
10. PIUTANG LAIN-LAIN - BERSIH
Rincian piutang lain-lain bersih adalah sebagai berikut :
30 Juni 2015
31 Desember 2014
Yayasan Kesra Karyawan BTU
PT Mega Power Mandiri
QUI PANEL INDONESIA
Konsosium BTU-Bumi Karsa
Kwartadaya Dirganusa
Java Persada Electrindo (JPE)
PT Visi Gilang Perkasa
2,507,930
2,476,000
1,632,500
730,658
500,000
80,000
37,603
2,476,000
730,658
37,603
Cadangan penurunan nilai
7,964,691
(1,296,427)
3,244,261
(1,296,427)
Jumlah
6,668,264
1,947,834
Berdasarkan hasil penelaahan akun piutang lain-lain masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen
berpendapat bahwa cadangan penurunan nilai yang dibentuk telah memadai untuk menutup kemungkinan atas tidak
tertagihnya piutang usaha.
- 39 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
11. PERSEDIAAN
30 Juni 2015
31 Desember 2014
Persediaan terdiri dari :
Material dan komponen
Barang dalam proses
Barang jadi
Supplies Dies
Barang habis pakai
Dikurangi Cadangan penurunan nilai
Jumlah
126,460,145
421,847,506
12,016,446
1,779,363
562,103,460
(3,367,021)
147,878,138
372,013,232
6,929,620
2,317,343
529,724
529,668,057
(3,367,021)
558,736,439
526,301,036
Persediaan tidak diasuransikan dari resiko kerugian apapun karena manajemen perusahaan yakin bahwa sifat dari
persediaan tersebut tidak memerlukan perlindungan asuransi
Tidak ada mutasi atas penyisihan penurunan nilai persediaan pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014.
Manajemen Perusahaan yakin bahwa penyisihan atas persediaan tersebut telah mencukupi untuk menutup
kemungkinan kerugian persediaan.
Pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 persediaan Perusahaan dijadikan sebagai jaminan fudisia atas Utang
bank PT Eximbank dan PT Pan Indonesia Tbk yang dimiliki oleh Perusahaan, dimana persediaan yang dijaminkan atas
bahan baku setiap unit yang dibiayai oleh kreditur
12. UANG MUKA
Akun ini merupakan pembayaran dimuka kepada pemasok serta operasional dalam rangka pelaksanaan pekerjaan.
30 Juni 2015
Rincian uang muka sebagai berikut :
Uang Muka :
Pemasok
Operasional
Pembelian Aset tetap
Biaya dibayar dimuka :
Asuransi
lainnya
31 Desember 2014
90,833,855
2,793,020
331,869
-
Jumlah
93,958,744
59,451,458
887,611
331,869
47,113
1,554,584
62,272,635
13. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI
30 Juni 2015
Bukaka Sadang Subang
Cadangan penurunan nilai
625,000
(625,000)
-
31 Desember 2014
625,000
(625,000)
-
Berdasarkan hasil penelaahan akun investasi pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa terdapat penurunan
nilai sehingga dilakukan pencadangan sepenuhnya.
Berdasarkan akta No.1 tanggal 2 Agustus 2005 Notaris Andi Azis, S.H., di Jakarta, Perusahaan memiliki penyertaan
saham pada PT Bukaka Sadang Subang sebanyak 625 saham dengan jumlah nominal saham sebesar Rp.625.000 atau
dengan persentase kepemilikan sebesar 25%. PT Bukaka Sadang Subang bergerak dalam bidang pembangunan,
perdagangan, pertambangan dan pertanian. Sampai dengan 30 Juni 2012 PT Bukaka Sadang Subang belum memulai
operasi komersial.
- 40 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
14. ASET TETAP
Tahun 2015
Harga Perolehan pemilikan langsung
Hak atas tanah
Bangunan dan Prasarana
Struktur
Mesin dan Peralatan
Kendaraan Bermotor
Peralatan Transportasi
Peralatan Kantor
Inventaris Kantor
Mesin Pencetak
Aset Pembangkit
Aset Sewa
Kendaraan bermotor
Aset dalam Pelaksanaan
Jumlah Perolehan
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan Prasarana
Struktur
Mesin dan Peralatan
Kendaraan Bermotor
Peralatan Transportasi
Peralatan Kantor
Inventaris Kantor
Mesin Pencetak
Aset Pembangkit
Jumlah akumulasi penyusutan
Aset Sewa
Kendaraan bermotor
Jumlah Akumulasi Penyusutan
Jumlah Nilai Buku
Tahun 2014
Harga Perolehan pemilikan langsung
Hak atas tanah
Bangunan dan Prasarana
Struktur
Mesin dan Peralatan
Kendaraan Bermotor
Peralatan Transportasi
Peralatan Kantor
Inventaris Kantor
Mesin Pencetak
Aset Pembangkit
Saldo Awal
Penambahan
65,000
3,192,734
2,176,818
356,965
1,858,541
921,702
8,571,760
469,980,914
214,750,009
6,810,399
83,620,584
61,524,428
2,226,801
14,618,354
3,484,234
87,434,828
72,245,142
1,016,695,693
-
-
Pengurangan
-
Reklasifikasi
383,012
383,012
Saldo Akhir
470,045,914
218,325,755
6,810,399
85,797,402
61,881,393
2,226,801
14,618,354
5,342,774
87,434,828
73,166,844
1,025,650,465
(383,012)
(383,012)
2
-
40,795,404
1,057,491,097
7,547,596
16,119,356
-
55,486,054
3,419,252
43,813,582
46,707,044
2,088,204
9,428,669
1,747,907
62,553,856
6,493,655
231,738,222
10,928,445
136,207
9,115,711
4,156,213
124,509
602,995
788,204
3,242,101
2,088,881
31,183,267
-
-
66,414,499
3,555,459
52,929,293
50,863,257
2,212,713
10,031,664
2,536,111
65,795,957
8,582,536
262,921,489
231,738,222
31,183,267
-
-
262,921,489
825,752,875
Saldo Awal
47,959,988
1,073,610,452
810,688,963
Penambahan
Pengurangan
2
118,361
6,859,952
1,045,073
4,176,974
167,419
577,983
12,945,761
Aset Sewa
Kendaraan bermotor
32,503,945
1,008,104
Aset dalam Pelaksanaan
Jumlah Perolehan
103,061,559
1,032,484,909
10,863,073
24,816,938
1,529,353
(73,129,228)
1,718,603
40,795,404
1,057,491,097
36,260,701
3,148,659
29,269,095
25,958,139
2,088,204
6,810,800
1,744,941
56,907,641
4,114,150
166,302,330
19,225,353
270,593
14,544,487
11,529,550
2,617,869
2,056
6,534,483
2,379,505
57,103,896
422,090
888,269
1,310,359
9,641,446
910
9,642,356
55,486,054
3,419,252
43,813,582
46,707,044
2,088,204
9,428,669
1,747,907
62,553,856
6,493,655
231,738,222
8,454,158
174,756,488
1,187,288
58,291,184
1,310,359
(9,641,446)
910
231,738,222
Jumlah Nilai Buku
857,728,421
-
34,638,503
33,512,049
6,609
1,057,130
39,145,589
108,359,880
Saldo Akhir
469,980,914
180,111,506
6,692,038
76,953,685
27,102,649
2,539,489
10,441,380
3,310,206
86,687,985
33,099,553
896,919,405
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan Prasarana
Struktur
Mesin dan Peralatan
Kendaraan Bermotor
Peralatan Transportasi
Peralatan Kantor
Inventaris Kantor
Mesin Pencetak
Aset Pembangkit
Jumlah akumulasi penyusutan
Aset Sewa
Kendaraan bermotor
Jumlah Akumulasi Penyusutan
193,053
135,343
312,688
888,269
1,529,353
Reklasifikasi
(33,512,049)
469,980,914
214,750,009
6,810,399
83,620,584
61,524,428
2,226,801
14,618,354
3,484,234
87,434,828
72,245,142
1,016,695,693
-
825,752,875
- 41 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
14. ASET TETAP (lanjutan)
Penyusutan yang dibebankan kepada operasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember
2014 sebagai berikut :
30 Juni 2015
31 Desember 2014
Beban Kontrak Konstruksi dan Kontrak Non Konstruksi
Beban Operasional & Pemasaran
17,134,916
14,048,351
42,862,978
15,428,206
Jumlah
31,183,267
58,291,184
30 Juni 2015
Laba Penjualan Aset tetap adalah sebagai berikut
31 Desember 2014
Hasil Penjualan Aset Tetap
Nilai Buku
-
616,508
218,994
Laba Penjualan Aset tetap
-
397,514
Aset tetap untuk masing masing entitas adalah sbb :
Harga Perolehan
PT Bukaka Teknik Utama Tbk.
PT Bukaka Mandiri Sejahtera
PT Bukaka Forging Industries
PT Bukaka Energy :
PT Anoa Hydro Power
PT Ussu Hydro Power
PT Sakita Hydro Power
PT Mappung Hydro Power
Akumulasi Penyusutan
PT Bukaka Teknik Utama Tbk.
PT Bukaka Mandiri Sejahtera
PT Bukaka Forging Industries
PT Bukaka Energy :
PT Anoa Hydro Power
PT Ussu Hydro Power
PT Sakita Hydro Power
PT Mappung Hydro Power
Nilai buku
30 Juni 2015
825,144,916
8,759,030
132,983,876
24,308,887
32,960,809
40,232,438
9,220,496
1,073,610,452
31 Desember 2014
810,165,246
8,759,030
131,847,891
24,305,187
32,960,809
40,232,438
9,220,496
1,057,491,097
177,843,362
3,388
74,345,202
3,613,126
226,864
3,692,935
3,196,612
262,921,489
154,284,839
2,562
70,389,795
2,978,926
211,472
674,016
3,196,612
231,738,222
810,688,963
825,752,875
Tanah merupakan nilai perolehan atas beberapa hak tanah telah memperoleh sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan
yang sedang proses pengurusan Sertifikat kepemilikan. Jangka waktu HGB adalah berkisar antara 20 sampai 30 tahun
dan akan berakhir pada berbagai tahun, paling lama pada tahun 2022. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa
perpanjangan HGB dapat diperoleh ketika jangka waktunya berakhir.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan aktiva tetap Perusahaan
pada tahun 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014.
Pada tanggal 30 Juni 2015 tanah, bangunan, mesin dan peralatan Perusahaan dijadikan sebagai jaminan fudisia atas
Utang bank PT Pan Indonesia Tbk. milik Perusahaan. Dan Pada tanggal 31 Desember 2014 dijadikan sebagai Jaminan
fidusia PT EximBank.
- 42 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
14. ASET TETAP (lanjutan)
PT Bukaka Mandiri Sejahtera
Sampai dengan 30 Juni 2015, PT Bukaka Mandiri Sejahtera belum melakukan kegiatan Operasionalnya sehingga
berdasarkan penilaian Management tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya
penurunan aset tetap yang signifikan.
PT Bukaka Forging Industries
Aset dalam pelaksanaan merupakan mesin Shot Blasting , Tread Rolling Machine , Mesin QT2 & Gasifikasi , dan
Forging 1000-3 yang belum lengkap terpasang.
Aset tetap berupa tanah, mesin dan peralatan Perusahaan dijadikan sebagai jaminan atas pinjaman yang diperoleh dari
PT Bank Pan Indonesia Tbk.
Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, aset tetap PT Bukaka Forging Industries diasuransikan terhadap kehilangan,
kerusakan dan gempa bumi berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungan masing–masing sebesar
Rp5.532.000 untuk aset bangunan dan sebesar Rp43.500.000 untuk aset mesin dan peralatan.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian akibat
adanya risiko-risiko tersebut.
PT Bukaka Energi
1. PT Anoa Hydro Power
Aset berdiri diatas tanah Negara dengan izin pinjam pakai/tanpa kepemilikan sehingga nilai yang dimiliki oleh suatu
aset bagi pengguna tertentu untuk seorang pengguna tertentu, oleh karena itu tidak berkaitan dengan nilai pasar.
Nilai dalam penggunaan ini adalah nilai yang diberikan oleh aset tertentu kepada badan usaha dimana aset
tersebut merupakan bagian dari badan usaha tanpa memperdulikan pengunaan terbaik dan tertinggi dari aset
tersebut atau jumlah uang yang diperoleh atas penjualannya. SK Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor:
SK. 613/Menhut-II/2009 Tanggal 5 Oktober 2009
PT Anoa Hydro Power dengan kapasitas 1.000 kW selesai dibangun dan telah mendapat sertifikat Laik Operasi
Instalasi Pembangkit dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Direktorat Jenderal
Ketenagalistrikan No. 7664/20/640.2/2012 pada tanggal 12 September 2012
2. PT Sakita Hydro Power
PT Sakita Hydro Power dengan kapasitas 2.000 kW selesai dibangun dan telah mendapat sertifikat Laik Operasi
Instalasi Pembangkit dari Kementrian Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Direktorat Jenderal
Ketenagalistrikan No. 196.U.DJ.161.7206.GE39.14 dan No. 197.U.DJ.161.7206.GE39.14 pada tanggal 22 Mei 2014.
3. PT Usu Hydro Power
Per 31 Desember 2014 persentase penyelesaian aset dalam penyelesaian 89,66%
Akun Aset dalam Pelaksanaan merupakan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pembangunan Pembangkit
Listrik Tenaga Minihydro (PLTM) kapasitas total 3.000 kW yang berlokasi di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu
Timur Provinsi Sulawesi Selatan.
4. PT Mappung Hydro Power
Pada tanggal 31 Desember 2014, aset tetap tanah, seluruh mesin, peralatan, tower, transmisi serta instalasi PLTM
Mappung dijadikan jaminan.
Berdasarkan evaluasi Manajemen Perusahaan, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014.
- 43 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
15. ASET LAIN-LAIN
30 Juni 2015
Setoran jaminan
Rekening Bank yang dibatasi penggunaannya
lain-lain
12,183,024
621,730
2,904,332
15,709,086
31 Desember 2014
15,580,937
1,347,000
3,411,874
20,339,811
Setoran jaminan merupakan bank garansi dan jaminan atas barang
Rekening bank yang dibatasi penggunaannya merupakan rekening dalam mata uang Rupiah yang dibatasi
penggunaannya oleh PT Bank Muamalat Indonesia.
Lain-lain merupakan biaya-biaya yang telah dikeluarkan entitas anak untuk pengurusan perizinan dan pembuatan
akta serta pembebasan lahan dan pembelian mesin yang akan digunakan untuk kegiatan usaha Perusahaan.
16 UTANG USAHA
Akun ini merupakan liabilitas kepada para pemasok lokal dan luar negeri dalam rangka pembelian bahan baku, bahan
pembantu dan pengadaan barang-barang proyek dengan perincian sebagai berikut :
30 Juni 2015
Utang Supplier Lokal
Rupiah
Kota Minyak Internusa
Baja Kurnia
Kopkar Milono98
Onasis Indonesia PT-Balikpapan
Pelayaran Menaratama
Mollindo Cipta Mandiri, PT
Pindad PT. Persero
Dana Nusa Petrolindo, CV
Cipta Karya Mandiri, CV
Bukaka Kokarindo, PT
Stilmetindo PT
Koperasi Karyawan
Sinarindo Megah Perkasa PT.
Hasil Fastindo, PT
Musi Raya Semangus CV (Neni Giarti)
Putra Perdana, PD-06
Buana Inti Pratama
Sapta Sumber Lancar - Balikpapan
Pratama CRV, PT
Indonesia Project Logistics, PT
Tiga Sahabat Abadi, CV
Bagja Kadir Sirait/Bagja, CV
ZEI Engineering, PT
Burangkeng Maju Tehnik, PT
Technic Millenium, CV
Delta Teknindo
Martilindo, PT
Multi Sarana Engineering, PT
Gema Siaga Mandiri-Balikpapan
ISO Mandiri Saiki, CV
Prima Tehnik Amanah, PT
Jumlah dipindahkan
4,215,793
2,744,057
2,252,124
2,220,650
1,786,218
1,567,095
1,499,036
1,473,920
1,455,633
1,429,843
1,390,420
1,322,652
1,260,908
1,246,458
1,193,601
1,073,002
1,063,877
898,603
874,800
806,738
663,042
645,982
636,800
597,843
594,125
537,339
530,131
523,848
519,681
504,400
503,487
38,032,106
- 44 -
31 Desember 2014
4,336,037
1,856,323
7,156,445
2,564,993
1,359,260
700,370
1,188,636
1,017,586
7,215,259
1,921,773
640,182
1,907,765
1,063,546
513,844
33,442,019
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
16 UTANG USAHA
Lanjutan
Jumlah pindahan
Armindo Catur Pratama PT.
Maju Electric
Moresco Indonesia
Karya Manik Sentosa, CV
Karya Pratama Lestari Mandiri, PT
Bangun Prima Semesta, PT
Kuala Enok Utama, CV
Pelangi Citra Nusantara Abadi, PT
Anugerah Nurlisa Jaya CV-BLP
Eterna Karya Sejahtera, PT
Putra Mandiri Sejahtera, PT
Pilar Utama, CV
Karyawaja Ekamulia, PT
Cipta Gemilang Wisesa, PT
Prima Sinar Sakti, CV
Sinar Semesta, PT
Persada Nusantara Steel, PT
Bima Bisalloy, PT
Wiliamson
Nusantara Jaya Abadi CV-BLP
CV Indoscaf - BLP
Fajar Serasi
Master Solusi Indonesia
Energy Catering - Balikpapan
Dibawah 500 Juta
30 Juni 2015
38,032,106
682,590
469,766
444,446
405,158
392,688
390,901
389,032
238,367
205,596
190,593
185,254
110,419
101,885
45,923
41,093
37,018
36,405,378
31 Desember 2014
33,442,019
682,590
761,915
612,285
960,764
850,580
517,386
950,211
1,115,728
611,698
570,511
1,414,809
2,611,572
718,629
810,974
2,515,411
902,124
3,936,408
3,154,344
1,705,343
1,351,581
1,293,138
1,131,708
602,459
583,535
35,161,925
78,768,213
98,969,647
703,442
654,608
379,180
31,426
17,820
13,579
1,800,055
366,300
2,453,497
505,964
4,262,119
17,820
13,579
7,619,279
90,030
4,154
94,184
90,030
639
90,669
1,114,671
2,416,583
Utang Supplier lokal
Mata Uang US Dollar
Soka Jaya Utama, PT
Hempel Indonesia, PT
United Multilift Perkasa
Kuarta Putra Pratama, PT
Risant, CV
Voksel Electric, PT
Mata Uang Yen Jepang
Himalaya Everest Jaya
Andalas
Mata Uang Sin Dollar
Hellukable Singapore Ltd.
- 45 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
16 UTANG USAHA
30 Juni 2015
Lanjutan
Utang Supplier Asing
Mata Uang US Dollar
Ilamus Altura
Mata Uang Singapore Dollar
Ilamus Altura
Jumlah
Utang Mata Uang Asing
31 Desember 2014
1,809,205
1,809,205
664,496
664,496
84,250,824
111,569,879
30 Juni 2015
31 Desember 2014
Utang Supplier lokal
Mata Uang US Dollar
Ilamus Altura
Soka Jaya Utama, PT
Hempel Indonesia, PT
United Multilift Perkasa
Kuarta Putra Pratama, PT
Risant, CV
Voksel Electric, PT
135,018
52,763
49,100
28,441
2,357
1,337
1,019
145,434
29,445
197,226
40,672
342,614
1,432
1,092
Mata Uang Yen Jepang
Himalaya Everest Jaya
Andalas
826,290
38,126
865,673
6,144
70,526
70,526
256,483
256,483
Rincian umur Utang usaha berdasarkan tanggal faktur adalah sebagai berikut
30 Juni 2015
17,910,433
Lancar
20,314,836
Jatuh tempo :
1 - 30 hari
19,961,792
31 - 60 hari
61 - 90 hari
15,275,024
10,788,739
lebih dari 90 hari
Utang bersih
84,250,824
31 Desember 2014
22,955,320
26,036,980
14,584,242
19,172,021
28,821,316
111,569,879
Utang Supplier Asing
Mata Uang US Dollar
Ilamus Altura
Mata Uang Singapore Dollar
Hellukable Singapore Ltd.
17 UTANG LAIN-LAIN
Saldo Utang lain-lain sebagai berikut :
Bukaka Transystem
30 Juni 2015
1,751,748
Lain-lain
- 46 -
31 Desember 2014
1,587,598
5,250,591
4,981,886
7,002,339
6,569,484
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
18 UANG MUKA PELANGGAN
Akun ini terutama merupakan uang muka atas kontrak-kontrak yang diterima dari para pelanggan dengan perincian
sebagai berikut :
30 Juni 2015
31 Desember 2014
Peralatan pemindah barang, jaringan transmisi listrik
energy dan jembatan
Peralatan jalan, Oil Gas Equipment dan Kendaraan khusus
jumlah
19 BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR
Rincian akun ini adalah sebagai berikut :
Biaya Konstruksi
Bonus, Insentif & Gaji
lain-lain
jumlah
65,127,979
67,262,897
26,174,711
14,583,099
91,302,690
81,845,996
30 Juni 2015
100,017,255
5,057,235
2,313,085
107,387,575
31 Desember 2014
110,300,638
927,274
3,696,670
114,924,582
Beban konstruksi masih harus dibayar merupakan akrual atas beban kontrak konstruksi tower telekomunikasi dan
jembatan yang masih dalam proses penyelesaian
Lain-lain merupakan Utang gaji karyawan, titipan gaji karyawan, titipan gaji pihak yang mempunyai hubungan istimewa
serta biaya yang masih harus dibayar lainnya.
20 SEWA PEMBIAYAAN
Pembayaran minimum di masa depan
30 Juni 2015
2014
2015
31 Desember 2014
Dikurangi beban keuangan masa depan
Pembayaran bersih
333,101
2,612,429
2,945,530
(168,845)
2,776,685
276,168
1,325,171
1,601,339
(168,845)
1,432,494
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Bagian jangka panjang
Jumlah Utang Sewa
667,237
2,109,448
2,776,685
610,304
822,190
1,432,494
Pembiayaan sewa merupakan liabilitas pembiayaan kendaraan dan alat berat yang diperoleh perusahaan pada tahun
2015 dan 2013 yang dikenakan bunga tahunan tetap antara 6,35% sampai dengan 11%. Pinjaman tersebut dibayar
dengan cicilan antara 24 sampai dengan 60 bulan dengan jatuh tempo berbeda-beda hingga tahun 2013 sampai
dengan 2017.
Kreditur
Jumlah
Pembiayaan
Fasilitas
Pembayaran
Masa Angsuran
Periode
Pembayaran
Tingkat Bunga Per
Tahun
Daihatsu Xenia
36 Bulan
3 Mei 2012 sd 3
April 2015
6.00% / Tahun
PT Otto Multi
Artha
147,887,360
PT Otto Multi
Artha
147,887,360 Isuzu E2 Smart 2.5
FF H M/T
48 Bulan
3 Mei 2012 sd 3
April 2015
6.00% / Tahun
PT CIMB Niaga
Auto Finance
293,300,000
36 Bulan
5 Juni 20112 sd 5
Mei 2015
6.20% / Tahun
60 Bulan
26 Juli 2010 sd 26 12.50% / Tahun
Mei 2015
PT. Mata Air
Inspirasi
Hyundai H-1 CG
CRDI 1 Ton Mini
A/T MB
1,280,805,276 4 Unit Ford Ranger
DC Base 2.5 L4x4
- 47 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
20 SEWA PEMBIAYAAN
Kreditur
Lanjutan
Jumlah
Pembiayaan
PT. Mata Air
Inspirasi
Fasilitas
Pembayaran
Masa Angsuran
Periode
Pembayaran
Tingkat Bunga Per
Tahun
185,322,566 Isuzu E2 Smart 2.5
FF H M/T
60 Bulan
PT Orix Indonesia
662,217,500
1 Unit Forklift
HD70
36 Bulan
4 Juli 2014 sd 4
Sept 2017
11% / Tahun
Monang
345,368,000
1 Unit Mobil
Honda CRV F1271
36 Bulan
5 Sept 2014 sd 5
Des 2017
11% / Tahun
PT Otto Multi
Artha
494,817,200
1 Unit Mobil
Toyota Hilux
36 Bulan
5 Sept 2014 sd 5
Des 2017
11% / Tahun
21 UTANG BANK
Rupiah
PT EximBAnk
PT Bank Panin KCU Senayan (Rupiah)
PT Bank Muamalat Indonesia
PT Bank Syariah Bukopin
PT Danareksa Finance
26 Juni 2010 sd 26 12.50% / Tahun
April 2015
30 Juni 2015
Lancar
Jangka Pendek
Jangka Panjang
Jumlah
31 Desember 2014
279,141,757
65,664,582
20,500,471
14,798,955
380,105,765
157,053,447
56,742,035
22,436,783
19,268,569
101,613,475
357,114,309
350,336,725
8,914,942
20,854,098
380,105,765
325,408,957
10,851,254
20,854,098
357,114,309
Berdasarkan surat persetujuan pemberian pembiayaan dari Indonesia Eximbank tanggal 10 Juli 2014 Nomor
BS.0182/PBS/07/2014 dan surat permohonan PT Bukaka Teknik Utama No 1961/BTU/DIR/IV/2014 tanggal 09 Juni
2014. sbb :
Fasilitas Kredit Modal Kerja Expor I (KMKE I )
a. Jenis Kredit
: Kredit Modal Kerja Export
b. Sifat Kredit
: Revolving
c. Limit Kredit
: Rp. 25.000.000.000,- (dua puluh lima milliar rupiah)
d. Tujuan Penggunaan
: Modal Kerja Operasional Perusahaan
e. Jangka waktu kredit
: 12 bulan dari penandatanganan kredit
f. Tingkat bunga
: 10.00% p.a. review dapat dilakukan setiap saat sesuai dengan keputusan
Kreditur
g. Provisi
: 0.50% p.a. dibayarkan pada saat penandatangan kredit
h. Tanggal Pembayaran bunga : Bulanan, setiap tanggal 25 pada hari kerja, apabila pembayaran bunga jatuh pada
hari libur maka pembayaran bunga dilakukan pada hari kerja berikutnya.
i. Denda keterlambatan
: 3% p.a. diatas suku bunga yang berlaku dan dihitung perhari sejak keterlambatan
Pembayaran Bunga
pembayaran bunga dan dibayarkan pada periode bunga berjalan
j.
Pelunasan dipercepat
:
Jika Debitur melakukan pelunasan dipercepat yang dananya berasal dari lembaga
keuangan atau bank lain, maka debitur dibebankan penalti sebesar 1% dari total
outstanding pinjaman pada saat dilakukan pelunasan.
- 48 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
21 UTANG BANK
k. Instrumen Utang
Lanjutan
:
Surat sanggup
Fasilitas Kredit Modal Kerja Expor II Sublimit Penerbitan LC dan/atau SKBDN dan Pembiayaan LC dan/atau SKBDN
a. Jenis Kredit
: Kredit Modal Kerja Export
b. Sifat Kredit
: Transaksional
c. Limit Kredit
: Rp. 265.000.000.000,- (dua ratus enam puluh lima milliar rupiah)
d. Tujuan Penggunaan
: - Pembiayaan pekerjaan/Job-order/Work-order atau pekerjaan konstruksi
diantaranya untuk pembelian bahan baku maupun bahan penolong lainnya
baik secara tunai maupun pembelian dengan L/C (import) maupun SKBDN
(lokal)
- Penerbitan L/C dapat dilakukan dalam bentuk SIGHT/USANCE/UPAS
- Pembiayaan L/C dan/atau SKBDN
e. Jangka waktu kredit
: 12 bulan dari penandatanganan kredit
f. Jangka waktu transaksi
: - Untuk penarikan tunai maksimal penarikan selama jangka waktu fasilitas
atau tergantung dari Cash flow per project yang dibiayai oleh Fasilitas KMKE
II
- Untuk Fasilitas pembukaan L/C dan/atau SKBDN termasuk pembiayaan L/C
dan / atau SKBDN maksimal selama 180 hari kalender
g. Tingkat bunga
:
h. Provisi
:
i. Tanggal Pembayaran bunga :
j.
Denda keterlambatan
Pembayaran Bunga
:
k. Pelunasan dipercepat
:
l.
Instrumen Utang
:
Fasilitas Penjaminan
a. Jenis Fasilitas
b. Plafond
:
:
c. Tujuan Penggunaan
:
Tingkat suku bunga KMKE transaksional dan pembiayaan L/C dan/atau SKBDN
sebesar 10.00% p.a. yang dapat direview setiap saat oleh kreditur.
0.50% p.a. dibayarkan pada saat penandatangan kredit
Bulanan, setiap tanggal 25 pada hari kerja, apabila pembayaran bunga jatuh pada
hari libur maka pembayaran bunga dilakukan pada hari kerja berikutnya.
3% p.a. diatas suku bunga yang berlaku dan dihitung perhari sejak keterlambatan
pembayaran bunga dan dibayarkan pada periode bunga berjalan
Jika Debitur melakukan pelunasan dipercepat yang dananya berasal dari lembaga
keuangan atau bank lain, maka debitur dibebankan penalti sebesar 1% dari total
outstanding pinjaman pada saat dilakukan pelunasan.
Surat sanggup
Jaminan Indonesia Eximbank
Rp. 300.000.000.000,- (tiga ratus milliar rupiah)
Catatan : Utilisasi fasilitas dapat dilakukan dalam mata uang IDR dan/atau USD
dan/atau sesuai mata uang yang tersedia di LPEI
Penerbitan fasilitas Jaminan Indonesia Eximbank yang terdiri dari Jaminan
Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, Jaminan Uang Muka, Jaminan Pemeliharaan,
Counter Guarantee dan/atau Jaminan lainnya untuk proyek-proyek Infrastruktur
berorientasi ekspor dan penunjang ekspor.
Catatan :
d. Jangka waktu
:
Untuk penerbitan Jaminan IEB sebagai take over Fasilitas Bank Garansi di Bank
Panin maka dilakukan dengan syarat dan ketentuan sbb :
- Diterbitkan sesuai dengan masa laku Bank Garansi/Counter Guarantee yang
telah terbit di Bank Panin (masa laku dapat mundur sesuai dengan Bank
Garansi sebelumnya baik untuk Bank Garansi perpanjangan maupun Bank
Garansi pengganti)
- Penerbitan dimaksud berlaku mundur hanya pada sertifikat Jaminan
Indonesia Eximbank dan melakukan pembukuan jaminan pada saat
diterbitkan (tidak back dated) sehingga tidak mempengaruhi neraca.
12 bulan dari penandatanganan akta perjanjian Penjaminan
- 49 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
21 UTANG BANK
Lanjutan
e. Sifat Fasilitas
:
Revolving
f.
:
a
b
Imbal Jasa Penjaminan
g. Pembayaran IJP
h. Administrasi penerbitan
i. Ketentuan lainnya
:
:
:
0.65% p.a per nilai penerbitan untuk Jaminan Penawaran
1.00% p.a per nilai penerbitan untuk Jaminan Pelaksanaan dan Jaminan
Pemeliharaan
c 1.25% p.a per nilai penerbitan untuk Jaminan Uang muka
d 1.50% p.a per nilai penerbitan untuk Jaminan Pembayaran
Sedangkan untuk jaminan lainnya adalah sesuai dengan ketentuan di Indonesia
Eximbank.
Minimum imbal jasa adalah IDR 500.000,- dan/atau USD 50 per penerbitan
Setiap penerbitan Jaminan Indonesia Eximbank
Rp. 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) per penerbitan
Penjaminan Indonesia Eximbank dapat diterbitkan sepanjang aplikasi
permohonan masih tercover dari plafond penjaminan yang disediakan dan
tanggal permohonan masih tercover dalam jangka waktu fasilitas meskipun
expire date melampaui jangka waktu Fasilitas Penjaminan
Jaminan
a. Persediaan milik PT Bukaka Teknik Utama yang terletak / tersimpan di Pabrik PT Bukaka Teknik Utama Tbk. Yang
terletak dikawasan Industri Bukaka di jalan Narogong Km 19.5 Desa Limus Nunggal Kec. Cileungsi Bogor yang akan
diikat Fidusia dengan nilai penjaminan sebesar Rp. 450.000.000.000,- (empat ratus lima puluh lima milliar rupiah)
b. Piutang Usaha PT Bukaka Teknik Utama Tbk yang akan diikat Fidusia dengan nilai penjaminan sebesar Rp.
300.000.000.000,- (tiga ratus milliar rupiah)
c. Seluruh mesin dan peralatan pabrik PT Bukaka Teknik Utama Tbk. Yang saat ini sudah ada dan dimiliki oleh PT
Bukaka Teknik Utama bk. Yaitu berupa mesin-mesin produksi unit kerja garbarata, tower, jembatan, generator dll
yang terletak di workshop milik PT Bukaka Teknik Utama yang terletak diatas tanah milik PT Bukaka Teknik Utama
yang berlokasi di Kawasan Industri Bukaka Jalan Raya Narogong Km 19.5 Desa Limus Nunggal Kecamatan Cileungsi
Bogor yang akan diikat Fidusia dengan nilai penjaminan Rp. 47.600.000.000,- (empat puluh tujuh milliar enam
ratus juta rupiah)
d. Seluruh mesin dan peralatan pabrik milik PT Bukaka Teknik Utama Tbk yang saat ini sudah ada dan dimiliki oleh PT
Bukaka Teknik Utama Tbk yang terletak di workshop PT Bukaka Teknik Utama yang terletak diatas tanah milik Ir
Achmad Kalla dengan bukti kepemilikan SHM No.3 yang terdaftar atas nama Ir Achmad Kalla yang berlokasi dijalan
Duri Dumai Km 9 kelurahan sebangar kecamatan mandau kota bengkalis Riau yang diikat Fidusia dengan nilai
penjaminan sebesar Rp. 350.000.000 (tiga ratus lima puluh juta rupiah)
e. Seluruh mesin dan peralatan pabrik milik PT Bukaka Teknik Utama Tbk yang saat ini sudah ada dan dimiliki oleh PT
Bukaka Teknik Utama Tbk yang terletak di workshop PT Bukaka Teknik Utama yang terletak diatas tanah milik Ir
Achmad Kalla dengan bukti kepemilikan SHM No.186 dan No. 1791 yang terdaftar atas nama Ir Achmad Kalla yang
berlokasi dijalan Mulawarman Km 21 Kelurahan Manggar Kec. Balikpapan timur Kota Balikpapan yang akan diikat
Fidusia dengan nilai penjaminan sebesar Rp. 4.000.000.000 (empat milliar rupiah)
f.
Seluruh mesin dan peralatan pabrik milik PT Bukaka Teknik Utama Tbk yang saat ini sudah ada dan dimiliki oleh PT
Bukaka Teknik Utama Tbk yang terletak di workshop PT Bukaka Teknik Utama yang terletak di Jalan Elang Desa
Sukahati dan Desa Sanja Kecamatan Citereup Kabupaten Bogor Jawa Barat yang diikat dengan Fidusia dengan nilai
penjaminan sebesar Rp. 3.900.000.000,- (tiga milliar sembilan ratus juta rupiah)
- 50 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
21 UTANG BANK
Lanjutan
g. Seluruh bangunan milik PT Bukaka Teknik Utama Tbk yang saat ini sudah ada dan dimiliki oleh PT Bukaka Teknik
Utama Tbk yang terletak di workshop PT Bukaka Teknik Utama yang terletak diatas tanah milik Ir Achmad Kalla
dengan bukti kepemilikan SHM No.186 dan No. 1791 yang terdaftar atas nama Ir Achmad Kalla yang berlokasi
dijalan Mulawarman Km 21 Kelurahan Manggar Kec. Balikpapan timur Kota Balikpapan yang akan diikat Fidusia
dengan nilai penjaminan sebesar Rp. 3.000.000.000 (tiga milliar rupiah)
h. Tanah dan Bangunan pabrik milik PT Bukaka Teknik Utama Tbk. Yang saat ini sudah ada dan dimiliki oleh PT
Bukaka Teknik Utama bk. Yang melekat pada atau berdiri diatas bidang tanah tersebut dan segala sesuatu yang
saat ini maupun kemudian hari akan ada atau melekat pada atau berdiri diatas sebidang tanah tersebut berlokasi di
Kawasan Industri Bukaka Jalan Raya Narogong Km 19.5 Desa Limus Nunggal Kecamatan Cileungsi Bogor dengan
luas tanah 143.491 m2 dan seluruhnya atas nama PT Bukaka Teknik Utama Tbk yang akan diikat dengan Hak
Tanggungan 1 dengan total nilai penjaminan sebesar Rp. 218.000.000.000 (dua ratus delapan belas miliiar rupiah)
i.
Tanah yang terletak diterusan toll Prof Dr Ir Sediyatmo Kel Benda kec Benda Tanggerang seluaas 8.770 m2 dengan
bukti milik SHGB No. 7,8,9,10 dan 11 seluruhnya atas nama Ir Achmad Kalla akan diikat Hak Tanggungan 1 dengan
nilai penjaminan sebesar Rp. 28.000.000.000,- (dua puluh delapan milliar rupiah)
j.
Tanah dan bangunan Villa yang terletak di Admirall Villas Resort Lippo Carita Jl Riau Desa Sukajadi Kec Carita Kab
Pandeglang Banten seluas 435 m2 dengan bukti milik SHGB No. 81 atas nama PT Bukaka Teknik Utama Tbk yang
akan diikat hak tanggungan 1 dengan nilai sebesar Rp. 431.000.000 (empat ratus tiga puluh satu juta rupiah)
k. Tanah dan bangunan yang terletak di Jl Sei Rokan No. 78 Kel Buluh Kasab Kec. Dumai Timur dengan bukti milik
SHGB No. 58 an Irsal Kamarudin dan PT Bukaka Teknik Utama yang akan diikat Hak Tanggungan 1 dengan nilai
penjaminan sebesar Rp. 171.000.000,- (seratus tujuh puluh satu juta rupiah)
l.
Tanah yang terletak di Jl Mulawarman Km 21 Kel Manggar Kec Balikpapan Timur dengan total luas 35.582m2
dengan bukti milik SHM No. 186 dan 1761 keduanya atas nama Ir Achmad Kalla yang diikat dengan Hak
Tanggungan 1 dengan nilai penjaminan sebesar Rp 50.500.000.000,- (lima puluh milliar lima ratus juta rupiah)
m. Tanah yang terletak di Jl Pesantren Darusallam Desa Deyeuh Kec. Cileungsi Bogor Jawa Barat seluas 3.952 M2
dengan bukti milik SHM No. 294 an Suhaeli Kalla yang akan diikat Hak tanggungan 1 dengan nilai penjaminan
sebesar Rp. 2.100.000.000 (dua milliar seratus juta rupiah)
n. Personal Guarantee an Irsal Kamarudin
Berdasarkam surat persetujuan pemberian pembiayaan dari Bank Syariah Bukopin tanggal Tj Agustus 2014 Nomor
No. J/DIR/BSB-JKT/VIII/2014 dan surat permohonan PT Bukaka Teknik Utama No 2586/KEU/BTU/VIII/2014 tanggal
25 Agustus 2014. sbb
Fasilitas Pembiayaan Modal Kerja :
a. Jenis Fasilitas
:
b. Tujuan Penggunaan
:
c. Limit Kredit
:
d. Jangka waktu kredit
:
Pencairan Tahap II
a. Jenis Fasilitas
b. Tujuan Penggunaan
:
:
Line Facility Musyarakah (Revolving)
Modal Kerja Usaha Nasabah
Rp. 10.000.000.000,- (sepuluh milliar rupiah)
Sampai dengan tanggal 01 Agustus 2015
Musyarakah
Modal kerja atas Proyek Pekerjaan Struktur Baja Jembatan Ciasem atas Proyek
Pembangunan Tol Cikampek-Palimanan dari PT Karabha Gryamandiri and PT Nusa
Raya Cipta Tbk.
- 51 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
21 UTANG BANK
Lanjutan
c. Nilai Proyek
:
Rp. 11.960.423.200,00 (sebelas millar sembilan ratus enam puluh juta empat
ratus dua puluh tiga ribu dua ratus rupiah )
d. Plafond/Porsi BSB
e. Porsi Nasabah
:
:
Rp. 6.360.000.000,- (enam milliar tiga ratus enam puluh juta rupiah)
Rp. 5.600.423.200,- (lima milliar enam ratus juta empat ratus dua puluh tiga juta
dua ratus rupiah)
f.
:
Untuk BSB : 6.39%
Untuk Nasabah : 93.61% (setara 14% eff. Pa)
sampai dengan 25 maret 2015
Misbah bagi hasil
g. Jangka waktu
:
h. Syarat Pencairan
:
i.
j.
:
:
Pembayaran
lain-lain
- Menunjuk SPPFP No. 248/DIR/KP-JKT/VIII/2014 tanggal 05 Agustus 2014
- Nasabah telah menyelesaikan dana kewajiban bulan Agustus 2014
Sesuai estimasi bagi hasil yang telah disepakati
Sesuai SPPFP No. 248/DIR/KP-JKT/VIII/2014 tanggal 05 Agustus 2014 dan
ketentuan dan persyaratan pembiayaan yang berlaku di BSB yang telah
disepakati di depan Hendra Wismal, SH, Notaris di Jakarta Timur
PT Bukaka Forging Industries
Pada tanggal 4 Agustus 2014 Perusahaan mendapatkan surat persetujuan perpanjangan dan penambahan fasilitas PRK.
perpanjangan fasilitas PB sublimit SLC-1 and/or SKBDN serta pelepasan jaminan tanah seluas 335M2 atas SHM Nomor.
5671. Jangka waktu perpanjangan untuk fasilitas PRK dan PB sublimit SLC-1 sampai dengan 14 Juli 2015. Penambahan
fasilitas PRK semula Rp. 5.000.000.000 (lima milliar rupiah) menjadi Rp. 8.000.000.000 (delapan milliar rupiah) dan
untuk jangka waktu fasilitas bank garansi-2 adalah sampai dengan tanggal 19 September 2015 dengan suku bunga 11%.
Pada tanggal 14 Agustus 2014 PT Bank Pan Indonesia menyetujui permohonan Perusahaan terkait perubahan suku
bunga dari 11,50% p.a, floating menjadi 11,00% p.a floating terhitung sejak tanggal 15 Agustus 2014.
Pada tanggal 17 September 2014 diperoleh surat dari Bank Pan Indonesia mengenai kenaikan suku bunga kredit
menjadi 11,50% p.a, floating untuk seluruh fasilitas kredit efektif tanggal 18 September 2014.
Berdasarkan surat No. 0978/CIB/EXT/13 tanggal 22 Juli 2013 Perihal Penyesuaian Suku Bunga Rupiah, terhitung mulai
tanggal 01 Agustus 2013, suku bunga pinjaman di PT Bank Pan Indonesia Tbk ditetapkan sebesar 0,50% p.a. diatas suku
bunga yang berlaku, sehingga suku bunga pinjaman dengan PT Bank Pan Indonesia Tbk menjadi 11% p.a.
Berdasarkan surat No. 0472/CIB/EXT/2013 tanggal 11 April 2013 perihal fasilitas kredit, PT Bank Panin menyetujui
fasilitas PRK, perpanjangan fasilitas PB Sublimit SLC-1 dan/atau SKBDN, penambahan fasilitas PB sebesar Rp 12,7 Milyar
serta pelepasan jaminan atas tanah seluas 8.400m2 sesuai SHGB No. 472 kepada PT Bukaka Forging Industries dengan
ringkasan kondisi dan persyaratan sebagai berikut:
Jenis dan Total Fasilitas :
1. Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp 5.000.000.000 (lima milliar rupiah) (perpanjangan).
2. Pinjaman Berulang (PB) sublimit fasilitas SLC - 1 dan/atau SKBDN sebesar Rp 60.000.000.000 (enam puluh
milliar rupiah) (perpanjangan dan penambahan Rp 12.700.000.000 (dua belas milliar tujuh ratus juta rupiah))
3. Pinjaman Jangka Panjang (PJP) sublimit SLC-2 dan/atau SKBDN sebesar Rp 7.571.403.000 (berjalan)
4. Bank Garansi - 1 sebesar USD 658.864 (dibatalkan)
5. Bank Garansi - 2 sebesar USD 658.864 (berjalan)
- 52 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
21 UTANG BANK
Lanjutan
Penggunaan Fasilitas :
1. Untuk cadangan modal kerja yang dapat dipergunakan untuk kebutuhan permanen seperti biaya listrik, biaya
tenaga kerja maupun biaya - biaya impor lainnya.
2. Untuk pembelian bahan baku maupun bahan pembantu yang berhubungan dengan produksi yang dihasilkan.
3. Untuk pembelian mesin produksi dalam rangka peningkatan produksi dan efisiensi.
4. Dipergunakan sebagai jaminan (Counter Guaraentee) kepada state Bank of India – Indonesia (SBI-Indonesia) yang
menerbitkan Performance Bond sejumlah USD 658.864 kepada Aiport Authority of India (AAI) untuk kepentingan
PT Bukaka Teknik Utama Tbk dalam rangka pembangunan/pengerjaan 37 unit Passenger Boarding Bridge type
Glass.
5. Dipergunakan sebagai jaminan (Counter Guaraentee) kepada SBI Indonesia yang menerbitkan Security Guarantee
sejumlah USD 658.864 kepada Aiport Authority of India (AAI) untuk kepentingan PT Bukaka Teknik Utama dalam
rangka pembangunan / pengerjaan 37 Unit Passenger Boarding Bridge type Glass
Jangka Waktu :
1. Fasilitas PRK dan PB sublimit SLC-1 dan/ atau SKBDN sampai dengan 14 Juli 2015.
2. Fasilitas Bank Garansi-2 sampai dengan 19 Desember 2015
Suku bunga untuk seluruh fasilitas :
Tingkat suku bunga untuk pemberian seluruh fasilitas sebesar 10,50 % p.a (floating )
Jaminan :
1. Hak tanggungan atas tanah seluas 46.075 m2 atas SHGB No. 868, No. 871, No. 873, No. 874, dan No. 875 berikut
seluruh bangunan, mesin, peralatan dan sarana pelengkap lain diatasnya yang telah tertanam atas nama PT Bukaka
Forging Industries
2. Fidusia atas Mesin, peralatan dan perlengkapan lain yang telah ada atas nama PT, Bukaka Forging Industries
3. Fidusia atas mesin, peralatan baru yang pembeliannya dibiayai oleh PT Bank Panin berdasarkan fasilitas kredit yang
diberikan atas nama PT Bukaka Forging Industries.
4. Gadai seluruh saham perseroan.
5. Personal Guarantee Bpk. Irsal Kamarudin.
PT Bukaka Energi
PT Anoa Hydro Power
Pada tahun 2009, PT Anoa Hydro Power mendapatkan fasilitas kredit dari PT Bank Syariah Bukopin untuk modal
kerja operasional Perusahaan melalui Perjanjian No. 99/Dirut/KP-JKT/V/2009 tanggal 20 Mei 2009 telah disetujui
pemberian fasilitas kredit dengan ketentuan, sebagai berikut:
Plafond I
No. Pembiayaan
Kegunaan
Bentuk Kredit
Jangka Waktu
Biaya Administrasi
Denda Keterlambatan
Akad Pembiayaan
Akad Agunan
Rp 6.000.000.000
(enam milliar rupiah)
3020002110
Pembiayaan Pembelian Barang Untuk Proyek PLTA di Sulawesi Selatan
Murabahah
72 bulan (termasuk Grace Period 12 bulan) sejak pencairan kredit
1% (satu persen) dari harga beli dan dibayar dimuka sekaligus
3% (tiga persen) perbulan dari kewajiban tertungak
Dilakukan Secara Notaril
Dilakukan Secara Notaril
- 53 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
21 UTANG BANK
Pola Pencarian
Lanjutan
Secara sekaligus dengan ketentuan :
1. Telah menyerahkan surat permohonan pembelian dan barang yang akan di beli.
2. Telah menandatangani Surat Promes, Tanda Terima Uang Nasabah dan Wakalah
secara dibawah tangan.
Pola Pembayaran Kembali : Secara angsuran sesuai dengan Re-payment Schedule yang disepakati
Agunan
1. Tanah berikut bangunan proyek PLTA yang dibiayai, terletak di Kawasan Hutan Lindung, Desa Kasintuwa,
Kecamatan Mangunata, Kabupaten Luwu Timur, Propinsi Sulawesi Selatan seluas ± 13 Ha, yang akan diurus
permohonan sertifikat hak pakainya.
2. Mesin-mesin proyek PLTA yang akan dibiayai.
3. Tanah berikut segala sesuatu yan berada diatasnya, terletak di Desa Limusnunggal,Kecamatan Cileungsi,
Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat, sesuai dengan gambar situasi tangal 26-06-1993, Nomor 3831/1993,
seluas 45.531m2, jangka waktu hak sampai dengan 04-11-2014, terdaftar atas nama PT Bukaka Teknik Utama,
bekedudukan di Jakarta, dengan bukti kepemilikan SHGB No. 452/Limusnunggal.
Plafond II
No. Pembiayaan
Kegunaan
Bentuk Kredit
Jangka Waktu
Biaya Administrasi
Denda Keterlambatan
Akad Pembiayaan
Akad Agunan
Pola Pencarian
Rp 5.000.000.000 (lima milliar rupiah)
3010004310
Pembiayaan Pembelian Barang Untuk Proyek PLTA di Sulawesi Selatan
Murabahah
72 bulan (termasuk Grace Period 12 bulan) sejak pencairan kredit
1% (satu persen) dari harga beli dan dibayar dimuka sekaligus
3% (tiga persen) perbulan dari kewajiban tertungak
Dilakukan Secara Notaril
Dilakukan Secara Notaril
Secara sekaligus dengan ketentuan :
1. Telah menyerahkan surat permohonan pembelian dan barang yang akan di beli.
2. Telah menandatangani Surat Promes, Tanda Terima Uang Nasabah dan Wakalah
secara dibawah tangan.
Pola Pembayaran Kembali : Secara angsuran sesuai dengan Re-payment Schedule yang disepakati
Agunan
1. Tanah berikut bangunan proyek PLTA yang dibiayai, terletak di Kawasan Hutan Lindung, Desa Kasintuwa,
Kecamatan Mangunata, Kabupaten Luwu Timur, Propinsi Sulawesi Selatan seluas ± 13 Ha, yang akan diurus
permohonan sertifikat hak pakainya.
2. Mesin-mesin proyek PLTA yang akan dibiayai.
3. Tanah berikut segala sesuatu yan berada diatasnya, terletak di Desa Limusnunggal,Kecamatan Cileungsi,
Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat, sesuai dengan gambar situasi tangal 26-06-1993, Nomor 3831/1993,
seluas 45.531m2, jangka waktu hak sampai dengan 04-11-2014, terdaftar atas nama PT Bukaka Teknik Utama,
bekedudukan di Jakarta, dengan bukti kepemilikan SHGB No. 452/Limusnunggal.
- 54 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
21 UTANG BANK
Lanjutan
PT Sakita Hydro Power
Pada tahun 2012, PT Sakita Hydro Power mendapatkan fasilitas kredit dari PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk.,
untuk investasi pembangunan PLTM Sakita melalui Perjanjian No.217/OL/BMI/301/VIII/2012 tanggal 2 Agustus
2012 dengan kondisi dan ketentuan, sebagai berikut:
Plafond
Kegunaan
Rp23.000.000.000 (dua puluh tiga milliar rupiah)
Pembangunan PLTM Sakita 2x1 MW di Sungai Sakita, Desa Sakita, Kecamatan Bungku
Tengah, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah
Keuntungan
Akan ditentukan pada saat penarikan yang dituangkan dalam surat permohonan
realisasi pembiayaan dan surat sanggup sesuai ketentuan yang berlaku di Bank
Muamalat
Bentuk Kredit
Jangka Waktu
Grace Period
Availability Period
Administrasi
Pengikatan
Installment
108 bulan (termasuk Grace Period 24 bulan) sejak pencairan kredit
24 bulan sejak pencairan kredit pertama kali
24 bulan sejak pencairan kredit pertama kali
Rp250.000 yang dibayarkan proporsional per penarikan
Notariil
Agunan
1. Sebidang tanah lokasi proyek, terletak di lokasi proyek Desa Sakita, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten
Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah
2. Bangunan, mesin-mesin, peralatan dan segala bentuk fisik yang ada di lingkup proyek
3. Sebidang tanah seluas 8.971 m² SHGB Nomor 6328 a.n. PT Bukaka Teknik Utama, Tbk Desa Limusnuggal,
Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
4. Cessie tagihan kontrak (PPA) dari PT PLN (Persero) untuk proyek PLTM Sakita senilai Rp48.271.100.000,-/
5. Corporate Guarantee dari PT Bukaka Teknik Utama, Tbk
PT Usu Hydro Power
Pada tahun 2010 PT Usu Hydro Power mendapatkan fasilitas kredit dari PT Bank Syariah Bukopin untuk modal kerja
operasional Perusahaan melalui Perjanjian No. 050/Dirut/KP-JKT/II/2010 tanggal 14 Mei 2010 telah disetujui
dengan ketentuan, sebagai berikut
Jenis Fasilitas
Tujuan Penggunaan
Murabahah
Pembiayaan untuk Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihydro (PLTM) milik
Nasabah di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Plafon/Harga Beli
Margin
Rp15.000.000.000 (lima belas milliar rupiah)
Setara 16% p.a. efektif. dan ditetapkan pada saat pencairan
Harga Jual
Jangka Waktu
Biaya Administrasi
Denda Keterlambatan
Denda Pembatalan
Akad Pembiayaan
Akad Agunan
Ditetapkan pada saat pencairan
72 bulan sejak pencairan (termasuk Grace Period 12 bulan)
1% (satu persen) dari harga beli dibayar sekaligus dimuka
5% (lima persen) dari kewajiban tertunggak tiap bulan
0.5% dari harga beli
Dilakukan secara notaril
Dilakukan secara notaril
Pada tanggal 29 Maret 2012 melalui surat No. 100/BIS/BSB-JKT/III/2012, Perusahaan mendapatkan persetujuan
penambahan grace period.
- 55 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
21 UTANG BANK
Lanjutan
Agunan
1. Tanah berikut bangunan proyek PLTM yang dibiayai seluas +/- 9.5 ha yang persertifikatannya dalam proses
melalui notaris Andy Aziz, S.H., bahwa apabila telah selesai akan diserahkan ke BSB Kawasan Hutan Lindung,
Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, provinsi Sulawesi Selatan
2. Mesin-mesin proyek PLTM yang dibiayai
3. Tanah berikut segala sesuatu yang berada di atasnya, sesuai Surat Ukur tanggal 27-03-2009 No.
0001/TABBINGJAI02009 seluas 9.191 m2 jangka waktu hak s.d. tanggal 18-08-2029 terdaftar atas nama PT
Mappung Hydro Power dengan bukti kepemilikan berupa SHGB No. 1/Tabbingjai (Paripasu dengan pembiayaan
a.n PT Mappung Hydro Power Desa Tabbingjai, Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Provinsi Sulawesi
Selatan
4. Personal Guarantee atas nama Ir. H. Achmad Kalla/
22 IMBALAN KERJA
Perusahaan memberikan imbalan kerja berupa uang penghargaan dalam hal karyawan mengundurkan diri, meninggal,
sakit/cacat ataupun mencapai usia pensiun dini/normal yang besarnya tergantung dari masa kerja masing-masing
karyawan. Sesuai yang tercantum dalam kesepakatan kerja Bersama antara Perusahaan dan Serikat Pekerja PT Bukaka
Teknik Utama Tbk. tidak ada pendanaan yang dilakukan sehubungan dengan program manfaat karyawan yang berhak
memperoleh Imbalan Kerja tersebut
Perusahaan menghitung dan membukukan Imbalan kerja untuk karyawan yang dikualifikasikan sesuai dengan undangundang yang berlaku. Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 730 dan 768 karyawan
pada 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014
Biaya untuk mencadangkan Imbalan kerja tahun 2014 dihitung oleh aktuaris Independent PT Sentra Jasa Aktuaria
Jumlah yang diakui dalam penghasilan sehubungan dengan Imbalan kerja adalah sebagai berikut
Keterangan
Beban jasa kini
Beban bunga
Tahun 2014
Tahun 2013
Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
8,545,696
7,290,543
7,617,624
8,219,531
4,310,333
10,256,593
7,076,509
8,886,456
6,319,477
7,969,918
1,293,466
1,158,899
2,029,897
2,452,695
(1,630,398)
1,809,698
1,765,459
1,765,459
1,765,459
1,765,459
17,291,410
20,299,436
18,757,162
12,415,312
kerugian (keuntungan)
aktuarial yang belum
diakui
Beban pesangon pemutusan
kontrak kerja
Penurunan Manfaat Pensiun
(13,254,500)
8,650,953
Perubahan liabilitas bersih periode berjalan adalah sebagai berikut :
Keterangan
Saldo awal tahun
dibebankan ke laba rugi
Pembayaran thn berjalan
Tahun 2014
Tahun 2013
Tahun 2012
Tahun 2011
Tahun 2010
111,385,682
107,000,777
92,070,230
77,595,939
69,770,522
8,650,953
17,291,410
20,299,436
18,757,162
12,415,312
(8,101,540)
(12,906,505)
(5,318,888)
(4,282,872)
(4,589,895)
111,935,095
111,385,682
107,050,777
92,070,230
77,595,939
- 56 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
23 MODAL SAHAM
Pemilikan saham perusahaan dengan nilai nominal Rp. 338 per saham adalah sebagai berikut :
Nama Pemegang Saham
Jumlah Saham
PT Denaya Cakra Cipta
Muhamad Solihin
Suhaelly Kalla
Achmad Kalla
Masyarakat
- Armandeus Acquisitions (INR) Ltd/Akses
Karya Indonesia Ltd.
- Lain-lain dibawah 5%
30 Juni 2015
Prosentase
Kepemilikan
Jumlah Nominal
1,124,928
12,863
162
162
42.60%
0.49%
0.01%
0.01%
380,225,664
4,347,525
54,756
54,756
1,230,462
46.60%
415,896,156
271,876
10.30%
91,893,919
2,640,452
100.00%
892,472,776
Pemilikan saham perusahaan dengan nilai nominal Rp. 338 per saham adalah sebagai berikut :
Nama Pemegang Saham
Jumlah Saham
31 Desember 2014
Prosentase
Kepemilikan
Jumlah Nominal
PT Denaya Cakra Cipta
Muhamad Solihin
Suhaelly Kalla
Achmad Kalla
1,124,928
12,863
162
162
42.60%
0.49%
0.01%
0.01%
380,225,664
4,347,525
54,756
54,756
Masyarakat
- Akses Karya Indonesia Ltd.
- Lain-lain dibawah 5%
1,373,912
128,425
52.03%
4.86%
464,382,256
43,407,819
2,640,452
100.00%
892,472,776
Berdasarkan berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diaktakan dengan akta No. 7
tanggal 3 Desember 2010 Notaris Sripati Marliza,S.H., di Jakarta,. Mengenai penambahan modal Tanpa Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu dalam rangka restrukturisasi Utang dan Peningkatan Modal Dasar dai semula Rp. 200.000.000
menjadi Rp. 2.000.000.000 serta peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari semula Rp. 70.306.000 menjadi Rp.
1.320.226.000 melalui konversi Utang yang gagal bayar kepada kreditur atau terdapat penambahan modal saham
sebesar Rp. 1.249.920.000 atau sebanyak 2.499.840 saham diambil alih oleh PT Denaya Cakra Cipta Rp. 562.464.000
atau sebanyak 1.124.928 saham dan Akses Karya Indonesia Ltd. sebesar Rp. 687.456.000 atau sebanyak 1.374.912
saham yang diambil alih oleh Akses Karya Indonesia Ltd. merupakan saham untuk masyarakat.
Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-60234.AH.01.02 Tahun 2010 tanggal 27 Desember 2010
- 57 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
23 MODAL SAHAM
Lanjutan
Penurunan nilai nominal saham sehubungan kuasi organisasi
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diaktakan dengan akta Notaris
No.20 tanggal 15 Desember 2011 Notasris H. Fedris S.H., di Bogor , mengenai persetujuan penurunan modal dasar ,
modal ditempatkan dan modal disetor serta penurunan nilai nominal saham perusahaan, dan perubahan anggaran
dasar perusahaan. Modal dasar perusahaan semula Rp. 2.000.000.000 menjadi Rp. 1.352.000.000 terbagi atas
4.000.000 saham , penurunan atas modal ditempatkan dan disetor dari semula Rp. 1.320.226.000 menjadi Rp.
892.472.776 melalui tahapan kuasi re organisasi dengan cara menurunkan nilai nominal saham dari sebelumnya Rp.
500 menjadi Rp. 338 per saham
Berikut ini adalah ikhtisar Modal Dasar setelah dan sebelum Kuasi Reorganisasi sebagai akibat dilakukan tahapan kuasi
reorganisasi dengan cara menurunkan nilai nominal saham dari sebelumnya Rp. 500 menjadi Rp.338 per saham,
sehingga setelah proses penurunan nilai nominal saham maka modal dasar perusahaan adalah sebagai berikut :
sebelum kuasi reorganisasi Modal dasar : Rp. 500 x 4.000.000 saham = Rp. 2.000.000.000 dan setelah kuasi
reorganisasi Rp. 338 x 4.000.000 saham = Rp. 1.352.000.000
Berikut ini adalah ikhtisar Modal ditempatkan dan disetor setelah dan sebelum Kuasi Reorganisasi sebagai akibat
dilakukan tahapan kuasi reorganisasi dengan cara menurunkan nilai nominal saham dari sebelumnya Rp. 500 menjadi
Rp.338 per saham, sehingga setelah proses penurunan nilai nominal saham maka modal dasar perusahaan adalah
sebagai berikut : sebelum kuasi reorganisasi Modal ditempatkan dan disetor sebagai berikut : Rp. 1.320.226.000 dan
setelah kuasi reorganisasi Rp. 892.472.776
Setelah Kuasi
Reorganisasi
Selisih lebih modal yang disetor atas nilai nominal saham pada
saat perusahaan melaksanakan penawaran umum saham
pendana
Sebelum Kuasi
Reorganisasi
108,000,000
108,000,000
7,247,996
7,247,996
Eleminasi saldo defisit
(115,247,996)
-
Selisih kurang atas saldo rugi yang belum tereleminasi
(427,064,078)
-
427,753,224
-
689,146
115,247,996
Selisih lebih nilai obligasi atas nilai nominal saham
Selisih lebih atas penurunan nilai nominal pada saat perusahaan
melaksanakan kuasi reorganisasi
Jumlah
24 AGIO SAHAM
30 Juni 2015
Agio saham terdiri dari :
Saldo Awal
Agio saham yang dipakai untuk mengeleminasi saldo defisit
- 58 -
115,247,996
(114,558,850)
689,146
31 Desember 2014
115,247,996
(114,558,850)
689,146
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
25 TAMBAHAN MODAL DISETOR LAINNYA
Pengambilalihan PT Anoa Hydro Power oleh
PT Bukaka Energi
Pengambilalihan PT Usu Hydro Power oleh
PT Bukaka Energi
Pengambilalihan PT Sakita Hydro Power oleh
PT Bukaka Energi
Pengambilalihan PT Mappung Hydro Power oleh
PT Bukaka Energi
Pengambilalihan PT Bukaka Forging Industires oleh
PT Bukaka Teknik Utama
30 Juni 2015
31 Desember 2014
(2,919,086)
(2,919,086)
1,278,545
1,278,545
1,140,041
1,140,041
3,096,777
3,096,777
(1,313,333)
1,282,944
(1,313,333)
1,282,944
26 PENDAPATAN DAN BEBAN POKOK
Rincian akun ini adalah sebagai berikut :
Pendapatan
Beban
30 Juni 2015
Laba Kotor
Jaringan transmisi listrik, Energy dan Jembatan
140,911,263
113,068,722
27,842,542
Fasilitas bandara dan Penerbangan
109,194,171
91,252,881
17,941,290
49,876,225
40,163,527
9,712,698
239,052,182
179,118,275
59,933,907
7,971,025
5,033,845
2,937,180
547,004,867
428,637,250
118,367,617
Penjualan Peralatan Forging
Peralatan Jalan, Kendaraan khusus, Shelter dan Oil
Gas Equioment
Penjualan listrik (PLTM)
Jumlah
Rincian akun ini adalah sebagai berikut :
Pendapatan
Beban
30 Juni 2014
Laba Kotor
Jaringan transmisi listrik, Energy dan Jembatan
247,198,338
213,078,294
34,120,044
Fasilitas bandara dan Penerbangan
111,605,832
85,322,143
26,283,689
9,099,108
7,249,525
1,849,583
Peralatan Jalan, Kendaraan khusus, Shelter dan Oil
Gas Equipment
150,534,559
112,326,665
38,207,894
Jumlah
518,437,837
417,976,627
100,461,211
Penjualan Peralatan Forging
- 59 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
27 BEBAN PENJUALAN
30 Juni 2015
Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut :
30 Juni 2014
Purna Jual
Perjalanan dinas
Penelitian dan Pengembangan
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan
Tender
Pemeliharaan
Makanan dan minuman
Peralatan kantor
Komunikasi
Asuransi
lain-lain
2,861,067
470,499
307,642
276,044
263,018
58,729
38,832
8,701
7,257
96,915
6,104,770
431,059
299,716
40,646
38,497
34,546
64,127
14,127
7,354
10,922
116,602
Jumlah
4,388,703
7,162,365
28 BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut :
Gaji dan upah
Penyusutan
Listrik, Gas dan Solar
Peizinan Umum
Jasa Profesional
Perjalanan Dinas
Pemeliharaan
Makanan dan minuman
Telekomunikasi
Representasi
Peralatan kantor
Asuransi
Ongkos angkut lainnya
Seragam
Kesejahteraan karyawan
Lain-lain
Jumlah
30 Juni 2015
29,834,435
14,048,351
1,514,007
1,485,954
1,377,704
1,241,085
613,928
442,715
387,682
244,252
238,994
182,388
32,012
18,029
434,036
52,095,572
29 PENDAPATAN DAN BEBAN LAINNYA
Rincian Akun ini adalah sebagai berikut :
30 Juni 2015
Beban (Penghasilan) Pendanaan
Pendapatan Bunga & Jasa Giro
Bunga atas Utang Bank
Pajak Jasa Giro
Biaya Administrasi, Provisi Bank
30 Juni 2014
21,769,806
6,879,814
227,681
477,374
856,907
760,750
1,558,835
210,898
266,271
735,302
173,676
35,979
1,527,196
15,450
9,048,558
1,394,188
45,938,685
30 Juni 2014
(800,602)
19,470,873
53,353
3,968,251
22,691,875
(368,249)
13,178,793
46,354
4,593,637
17,450,535
(Pendapatan) / Kerugian selisih kurs
(2,773,651)
7,051,531
(Pendapatan) / Kerugian Penjualan barang bekas
(Pendapatan) / Kerugian Penjualan Aktiva tetap
(Pendapatan) / Kerugian Penghapusan Piutang
(Pendapatan) / Kerugian Denda Pembayaran Utang
(Pendapatan) / Beban lainnya
10,070,043
(4,117,686)
5,952,356
(81,803)
(5,082,009)
(5,163,812)
- 60 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
30 TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK YANG BERELASI
Dalam kegiatan usaha normalnya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang berelasi sebagai berikut :
a. Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak yang berelasi.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
PT Bukaka Trans Systems
PT Refcon Java Industri
PT Banten Java Persada
PT Bukaka Corporindo
Yayasan Kesejahteraan Karyawan
PT Bukaka Teknik Utama
Koperasi Karyawan PT Bukaka Teknik
Utama
PT Bukaka Forging Industri
PT Poso Energy
PT Tamboli Energy
PT Indonusa Harapan Masa
:
:
:
:
:
Memiliki anggota dan pengurus yang sama
Memiliki anggota dan pengurus yang sama
Memiliki anggota dan pengurus yang sama
Memiliki anggota dan pengurus yang sama
Memiliki anggota dan pengurus yang sama
:
Memiliki anggota dan pengurus yang sama
:
:
:
:
Memiliki anggota dan pengurus yang sama
Memiliki anggota dan pengurus yang sama
Memiliki anggota dan pengurus yang sama
Memiliki anggota dan pengurus yang sama
Piutang usaha kepada pihak yang berelasi berasal dari transaksi tersebut telah disajikan dalam Penyajian Piutang
Usaha pada Laporan Posisi Keuangan.
b. Pemberian uang muka yang tidak dikenakan bunga dan tanpa jangka waktu pembayaran , dengan perincian
sebagai berikut :
30 Juni 2015
31 Desember 2014
PT Banten Java Persada
PT Bukaka Corporindo
PT Indonusa Harapan Masa
PT Berkah Raya Utama
Yayasan Peduli Pendidikan
PT Bukaka Foundry Industry
Napal Melintang
PT Siteba Hydro Power
Yayasan Kesejahteraan Karyawan PT BTU
Qui Panel Indonesia
PT Cisanggiri Hydro Power
PT Kwartadaya Dirganusa
Lain-lain
8,688,837
3,987,327
1,645,817
1,270,000
1,117,669
650,272
525,216
484,876
538,556
18,908,570
10,092,852
3,987,327
4,640,306
1,250,000
1,117,669
650,272
525,216
554,876
2,507,930
1,632,500
936,091
500,000
2,227,009
30,622,048
Dikurangi Cadangan Penurunan Nilai
(4,820,772)
(4,820,772)
Jumlah
14,087,798
25,801,276
c. Pinjaman Direksi dan karyawan merupakan pinjaman tanpa bunga yang diberikan perusahaan kepada Direksi dan
karyawan dengan rincian sebagai berikut :
30 Juni 2015
31 Desember 2014
Pinjaman Direksi
Pinjaman Karyawan
2,297,694
1,557,514
2,297,694
1,370,371
Jumlah
3,855,208
3,668,065
- 61 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
30 TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK YANG BERELASI
Lanjutan
d. Utang kepada pihak yang berelasi pada 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 dengan rincian sebagai berikut :
30 Juni 2015
370,000
344,364
45,392
5,095,494
5,855,250
Sehat sejahtera
Yayasan peduli pendidikan
PT Poso Enegry
Koperasi Purna bhakti
PT Cisono Hydro
PT Siteba Hydro
Lain-lain
- 62 -
31 Desember 2014
370,000
344,364
989,161
3,863,919
375,000
70,000
5,079,776
11,092,220
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
31 INFORMASI SEGMEN
Usaha operasional Perusahaan dikelompokan dan dikelola secara terpisah berdasarkan jenis produk dan jasa yang
dihasilkan, dimana setiap segmen merupakan suatu unit strategis yang melayani pasar yang berbeda
Perusahaan mengelompokan usahanya dalam 2 segmen usaha
a. konstruksi
i.
Jaringan transmisi listrik, energy dan jembatan
ii.
Kelengkapan bandara dan penerbangan
iii. Peralatan pemindah barang
b. Non konstruksi
Tabel berikut ini menyajikan informasi tentang pendapatan dan laba dan yang berhubungan dengan segment usaha
untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2015
Keterangan
Jaringan
Transmisi
Listrik,Energy dan
Jembatan
Pendapatan hasil Segmen
Fasilitas dan
Perlengkapan
Bandara
Peralatan
Penjualan Produk Jalan,Kendaraan Pendapatan Listrik
Forging
Khusus, Oil & Gas
PLTM
dan lainnya
Jumlah
140,911,263
109,194,171
49,876,225
239,052,182
7,971,025
547,004,867
Hasil Segmen
27,842,542
17,941,290
9,712,698
59,933,907
2,937,180
118,367,617
Beban Usaha
(1,930,452)
(6,034,596)
(1,666,167)
(439,311)
(615,234)
(10,685,759)
Beban Usaha yang tidak dapat
dialokasikan
-
Laba (rugi) Usaha
-
-
17,501,980
25,912,090
3,678,102
58,267,740
-
(45,798,516)
2,321,946
61,883,342
Pendapatan (beban) lain-lain yang tidak
dapat dialokasikan
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan
-
-
25,912,090
-
17,501,980
3,678,102
58,267,740
-
(25,870,581)
2,321,946
36,012,761
Pajak penghasilan
-
-
-
-
-
(7,837,608)
Laba (rugi) bersih
-
-
-
-
-
28,175,153
Tabel berikut ini menyajikan informasi tentang pendapatan dan laba dan informasi yang berhubungan dengan segment
usaha untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2014
Keterangan
Jaringan transmisi
listrik, energy dan
jembatan
Kelengkapan
bandaran dan
penerbangan
Penjualan Produk
Forging
Peralatan Jalan,
Kendaraan Khusus, Oil
Gas Equipment ohers
Jumlah
Pendapatan
247,198,338
111,605,832
9,099,108
150,534,559
518,437,837
Hasil Segmen
34,145,044
26,283,689
1,849,583
38,182,894
100,461,211
Beban Usaha
(5,053,569)
(19,323)
(884,113)
(2,015,827)
Beban Usaha yang tidak dapat
(7,972,831)
(45,548,698)
dialokasikan
Laba (rugi) Usaha
29,091,475
26,264,366
2,733,696
36,167,067
29,091,475
26,264,366
2,733,696
36,167,067
46,939,682
Pendapatan (beban) lain-lain yang tidak
dapat dialokasikan
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan
(18,917,775)
Pajak penghasilan
Laba (rugi) bersih
28,021,906
(5,247,030)
-
-
- 63 -
-
-
22,774,876
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
32 ASET DAN LIABILITAS DALAM VALUTA ASING
30 Juni 2015
Keterangan
Dollar AS
Yen Japan
Dollar Singapore
Ruppe India
Hongkong Dollar
Setara Rupiah
Aset
Kas dan setara kas
Deposito dibatasi penggunaannya
Piutang Usaha
Piutang retensi
Jumlah Aset
3,873,349
2,593,454
37,264
-
-
8,956
-
-
-
-
52,290,762
111,410
4,575,443
10,143,148
1,257
70,306,588
4,234,947
99,742,737
888,574
-
-
-
-
11,846,472
9,346,321
12,736,602
38,521
70,306,588
4,234,947
163,879,971
Liabilitas
Utang Bank
-
-
-
-
-
-
Utang Kreditur Asing
-
-
-
-
-
-
75,238
864,416
256,483
-
-
5,482,610
75,238
864,416
256,483
-
-
5,482,610
9,271,083
11,872,185
70,306,588
4,234,947
158,397,361
Utang Usaha
Jumlah liabilitas
Jumlah Total
(217,962)
31 Desember 2014
Dollar AS
Keterangan
Yen Japan
Dollar Singapore
Ringgit Malaysia
Hongkong Dollar
Setara Rupiah
Aset
Kas dan setara kas
1,741,787
1,666,375
31,273
-
-
8,956
-
-
-
-
111,410
9,431,418
12,351,548
1,320
375,202
4,435,540
137,193,571
952
-
-
-
-
11,846,472
11,183,113
14,017,923
32,593
375,202
4,435,540
171,287,231
Utang Bank
-
-
-
-
-
-
Utang Kreditur Asing
-
-
-
-
-
-
757,917
871,817
256,483
-
-
12,578,255
757,917
871,817
256,483
-
-
12,578,255
10,425,196
13,146,106
375,202
4,435,540
158,708,976
Deposito dibatasi penggunaannya
Piutang Usaha
Piutang retensi
Jumlah Aset
22,135,778
Liabilitas
Utang Usaha
Jumlah liabilitas
Jumlah Total
(223,890)
33 PERIKATAN
a
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
A1030-15
Nilai Kontrak :
2,600,028,000.00
PT Angkasa Pura I (Persero)
006/SPP/PL.02/2015/GM.DPS
Terhitung mulai 1 Januari 2015
Pekerjaan Pemeliharaan / Perawatan (Preventive Maintenance) 23 Unit Aviobridge Bandar Udara
Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.
- 64 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
33 PERIKATAN
(Lanjutan)
b
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
A173-14
Nilai Kontrak :
141,878,916,000.00
JO. KAWAHAPEJAYA-INDONESIA
001/SPK-KWHPJ/I/2014
Terhitung Mulai 16 Januari 2014
Pekerjaan Pengadaan, Pengiriman dan Pemasangan Passanger Boarding Bridge ( PBB ) di
Terminal 3 Ultimate Bandar Udara Soekarno - Hatta
c
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
A175-14
Nilai Kontrak :
8,469,090,909.00
PT. ANGKASA PURA II (PERSERO)
14.07.01/00/02/2014/003
Thitung tanggal 12 februari 2014
Pengadaan Garbarata 2 B3 Glass Wall Sultan Thaha Airport, Jambi
d
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
A179-14
Nilai Kontrak :
28,990,909,091.00
PT. ANGKASA PURA I (PERSERO)
58/SPJB/PL.02/2014/TD
Terhitung 18 Juli 2014
Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Garbarata Type B2 Sebanyak 7 (Tujuh) Unit untuk Bandar
Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali.
e
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B346-14
Nilai Kontrak :
44,998,798,526.00
DMT-BUKAKA KSO
KSO/BTU/SPKP/V/14
Terhitung 5 Mei 2014
Pengadaan Baja Struktur Untuk Project Construction, Completion and Maintenance Of Cikampek
Palimanan Toll Road (section 2)
f
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B347-14
Nilai Kontrak :
50,000,000,000.00
PT NUSA RAYA CIPTA
135/SPK/BIE-TOLCP/IV-14
Terhitung 24 April 2014
Pekerjaan Pengadaan Jembatan Cimanuk untuk Proyek Pembangunan Tol Cikampek - Palimanan
Paket 5
g
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B350-14
Nilai Kontrak :
30,832,791,364.00
PT. PP PROPERTI
001/SPJB/GKL-BTU/V/2014
Terhitung 8 Mei 2014
Pengadaan Jembatan Steel Box Girder Proyek Grand Kamala Lagoon
h
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B381-14
Nilai Kontrak :
PT. NIRWANA SUKSES MEMBANGUN
046/BTU/JBT/SPKP/ABD/XII/14
Terhitung tanggal 16 Desember 2014
Jembatan Panel SSRH 30M 3 Unit
- 65 -
2,549,316,000.00
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
33 PERIKATAN (lanjutan)
i
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B392-15
Nilai Kontrak :
4,727,921,100.00
PT. FATMA NUSA MULIA
007/BTU/JBT/SPKP SHD/IV/14
Terhitung tanggal 7 April 2015
Pengadaan Jembatan Gantung Multifungsi 176M Desa Sugiwaras - Lawang Agung kec. Tebing
Tinggi Kab. Empat Lawang
j
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B397-15
Nilai Kontrak :
1,727,332,200.00
PT BACHTIAR MARPA PRIMA
011/BTU/JBT/SPKP/ABD/V/15
Terhitung 08 Mei 2015
RANGKA A40 CITAJUR CIPARI - CIBITUNG
k
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B398-15
Nilai Kontrak :
PT. DAYA MULIA TURANGGA
SPH/0578.1/BTU/JBT-MRK/AH/IV/
Terhitung 02 April 2015
DECK PLATE JEMBATAN CIASEM
l
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B396-15
Nilai Kontrak :
1,427,312,727.00
SUMBER ARTHA REKSA MULIA, PT
009/BTU/JBT/SPKP/SHD/V/15
Terhitung 06 Mei 2015
JEMBATAN RANGKA B40 PINANG GADANG KOTA PADANG
m No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B393-15
Nilai Kontrak :
7,235,446,400.00
WIJAYA KARYA
TP.02,01/B,DEP,SUS3/JBBC-109/I
Terhitung 13 April 2015
JEMBATAN KELAY BLOK 8 BMO AREA 2 PT BERAU COAL
n
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B394-15
Nilai Kontrak :
KOTA METRO DOLLAR, PT
010/BTU/JBT/SPKP/ABD/V/15
o
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B399-15
Nilai Kontrak :
PT TUSENSS KRIDA UTAMA
012/BTU/JBT/SPKP/AH/V/15
Terhitung 12 Mei 2015
JEMBATAN RANGKA B40 JAYAPURA
1,380,000,000.00
p
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B400-15
Nilai Kontrak :
PT TAKABEYA PERKASA GROUP
013/BTU/JBT/SPKP/ABD/V/15
Terhitung 20 Mei 2015
JEMBATAN RB B50 KOTA PEUREULAK
1,999,253,000.00
2,253,668,000.00
2,553,734,250.00
JEMBATAN KD. PANTE KARYA RANGKA B60
- 66 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
33 PERIKATAN
(Lanjutan)
q
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B401-15
Nilai Kontrak :
1,943,355,400.00
GAMELY ALAM SAKTI KHARISMA, PT
013/BTU/JBT/SPKP/ABD/V/15
Terhitung 19 Mei 2015
JEMBATAN CABLE STYAED KELAS A BENTANG 30M
r
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B402-15
Nilai Kontrak :
PT TRIAS KARYA
060/BTU/JBT/SPKP/ABD/V/15
Terhitung 28 Mei 2015
RANGKA B40
1,377,420,050.00
s
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B403-15
Nilai Kontrak :
DIMENSI BINTANG SURYA, PT
01/DIR-DBS/SMD-ADM/VI/2015
Terhitung 03 Juni 2015
GIRDER B40 DESAIN KHUSUS
1,747,700,000.00
t
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B404-15
Nilai Kontrak :
2,068,740,000.00
PT ABEL BERSAUDARA
016/BTU/JBT/SPKP/ABD/VI/15
Terhitung 08 Juni 2015
JEMBATAN GIRDER A40 DESAIN KHUSUS (CHAMBER 1000MM)
u
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B405-15
Nilai Kontrak :
PT PALEM CITRA INDONESIA
015/BTU/JBT/SPKP/SHD/VI/15
Terhitung 09 Juni 2015
GIRDER B20 4UNIT SUNGAI WAIN
v
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B407-15
Nilai Kontrak :
2,113,031,100.00
FATMA NUSA MULIA, PT
017/BTU/JBT/SPKP/SHD/VI/15
Terhitung 16 Juni 2015
JEMBATAN GANTUNG DESA SALO KEC. SALO KAB KAMPAR
w No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
B408-15
Nilai Kontrak :
1,048,808,400.00
SINTA LESTARI, PT
018/BTU/JBT/SPKP/SHD/VI/15
Terhitung 16 Juni 2015
JEMBATAN GANTUNG DESA KUAPAN KAB KAMPAR
x
:
:
:
:
:
H091-14
Nilai Kontrak :
65,846,250,000.00
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGUNAN VIII
005.PJ/61/KITLONTAR/2012
Terhitung tanggal 26 juni 2012
Pengadaan Redundant Ship Unloader Batubara PLTU 3 Banten-Lontar
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
- 67 -
1,024,604,000.00
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
33 PERIKATAN
(Lanjutan)
y
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
P109-08
Nilai Kontrak :
824,729,783,489.00
PT Chevron Pacific Indonesia
6205 KO
Terhitung tanggal 22 september 2008
untuk Pengadaan. Pemasangan. dan Pemeliharaan Pompa Angguk (Pumping)
z
No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
P148-14
Nilai Kontrak :
25,595,000,000.00
PT PETROKIMIA GRESIK
0646/TU.04.04/75/SP/2014
Terhitung tanggal 1 juni 2014
pekerjaan pembangunan gudang purifikasi kapasitas 30.000 ton dan fasilitas pendukungnya
aa No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
P149-14
Nilai Kontrak :
86,588,528,924.00
JO PT.BUMI KARSA - PT.BUKAKA TEKNIK UTAMA
013/M1SP/LOA/V/14
Terhitung tanggal 11 juli 2014
pekerjaan Mechanical and Civil di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sungai Perak - Kalimantan Timur
ab No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
P150-14
Nilai Kontrak :
29,795,726,050.00
PT PERTAMINA EP
0003A/M-LL/F-PMN/P2E/2014
Terhitung tanggal 18 juli 2014
PERTAMINA REG Sumatera Rantau NPU 12 EA
ac No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
P153-14
Nilai Kontrak :
11,950,800,120.00
PT PERTAMINA EP
4500129296
Terhitung tanggal 3 september 2014
Pumping 6 Unit C228-173-74 Usd 995,900.05 Pertamina EP Rantau
ad No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
P160-15
Nilai Kontrak :
16,325,954,519.00
PT SEMEN PADANG
261/PJJ/PIND6/PROJD/03.15
Terhitung tanggal 28 april 2015
Pekerjaan Fabrikasi 5, Clinker Cooler Dan alat transportasi, proyek indarung VI
ae No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TI23-14
Nilai Kontrak :
78,388,000,000.00
PT TOWER BERSAMA
0043-0072/LOI/TBG/BTU/I/14
Terhitung tanggal 19 februari 2014
Pengadaan Material Tower TBG 4806 T / 10.000 T
af No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TI44-14
Nilai Kontrak :
20,700,024,603.00
PT. DAYAMITRA TELEKOMUNIKASI
DMT.0241/PM0/DMT-DKA-A1/V/2014
Terhitung tanggal 28 mei 2014
Pengadaan Material DAYAMITRA 487 T / 1500 T
- 68 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
33 PERIKATAN
(Lanjutan)
ag No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TI55-14
Nilai Kontrak :
87,502,825,770.00
PT PLN (PERSERO) WILKALTIMRA
12.K/PJ/131/APLN/UIP X/2014
Terhitung tanggal 26 agustus 2014
Pekerjaan Pembangunan SUTT 150 kV PLTU Kaltim (Teluk Balikpapan) - GI Petung - T.154 Section
1,
ah No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TI76-14
Nilai Kontrak :
PLN (PERSERO) PIKITRING JBN
047.PJ/131/UIP XI/2014
Terhitung tanggal 5 januari 2015
T/L 150 KV GI EMPANG-GI DOMPU
ai No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TI77-14
Nilai Kontrak :
57,002,769,000.00
PT BS ENERGY
PO/01/BSE/I5
Terhitung tanggal 5 januari 2015
PLTA Semangka HEPP, for 150 kV Transmission Line-Semangka HEPP Construction Main Work
aj No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TI80-15
Nilai Kontrak :
1,223,508,000.00
PT PERSADA SOKKA TAMA
PO2011412-0014329 SD336~343
Terhitung tanggal 5 januari 2015
Perjanjian dengan Persada Sokka 51M K3 SPC 11 SET
ak No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TI81-15
Nilai Kontrak :
21,442,278,131.00
PT KRAKATAU ENGINEERING
01/SPK/DU-KE/1714/I/2015
Terhitung tanggal 12 januari 2015
Pengadaan Steel Structure untuk Proyek EPC Urea Bulk Storage 6 & Conveyor System (UBS-6 &
CS),
al No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TI85-15
Nilai Kontrak :
2,423,008,500.00
PT AYAMA CAHAYA MANDIRI
011/ACM-JKT/I/15;4/BPS-PO/LK/I
Terhitung mulai 29 januari 2015
Pengadaan Tower untuk Proyek 150 kV PLTU Sumbawa Merah Putih - GI Labuhan,
am No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TI87-15
Nilai Kontrak :
2,036,974,500.00
PT BANGUN PRIMA SEMESTA
4/BPS-PO/LK/I/2015
Terhitung tanggal 26 januari 2015
Pengadaan Tower untuk Proyek 150 kV PLTU Sumbawa Merah Putih -GI Labuhan
- 69 -
65,600,152,020.00
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
33 PERIKATAN
(Lanjutan)
an No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TI91-15
Nilai Kontrak :
PT PERSADA SOKKA TAMA
PO2011502-0014955; 56; PO20115
Terhitung tanggal 31 maret 2015
PERSADA TWR HUAWEI 5 SET
ao No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
V277-15
Nilai Kontrak :
4,117,520,000.00
CV DOR MA ULI
001/BTU-DMU/V/15
Terhitung tanggal 21 mei 2015
Pengadaan : 1 (satu) unit Kendaraan PKP-PK Type IV Kapasitas : 4000 liter air dan 500 liter foam
Chassis : Scania F410
ap No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TC71
Nilai Kontrak :
PLN
063/131/PIKITRING SUAR/2008
Sd 15 Juli 2015
275 KV T/L SIMANGKUK - SARULLA
aq No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TG21
Nilai Kontrak :
21,308,000,000.00
PLN (PERSERO) PIKITRING SULMAPA, PT
041.PJ/131/IKITRINGSULMAPA/APB
Sd 15 Desember 2015
Sulmapa - Turnkey Project ( TG21 )
ar No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TH30
Nilai Kontrak :
TOWER BERSAMA, PT
PO/SMI/13/000100
Sd 15 Desember 2015
TBG PERKUATAN TWR 1500T
as No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
TI31
Nilai Kontrak :
14,965,752,860.00
PROTELINDO
PR
Sd Juli 2015
30(30m 3L Pro), 82(40m 3L Pro), 53(50m 3L Pro), Upgrade
at No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
R415-13
Nilai Kontrak :
PT. INTAN BERDIKARI GRUP
017/BTU-RCE/V/2015
sd Juli 2015
BSC 60 JJ
- 70 -
821,569,392.00
10,551,000,000.00
5,081,000,000.00
1,727,272,727.00
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
33 PERIKATAN
(Lanjutan)
au No Produksi
: R465-15 ( R474-15
Nilai
) Kontrak :
Customer
: JOHANES BOUK
No. Kontrak
: 020/BTU-RCE/VI/2015
Durasi
: sd 01 Juli 2015
Pekerjaan
: 020/BTU-RCE/VI/2015
av No Produksi
Customer
No. Kontrak
Durasi
Pekerjaan
:
:
:
:
:
R472-15
Nilai Kontrak :
PT. INTAN BERDIKARI GRUP
009/BTU-RCE/V/2015 (REV-1)
sd Juni 2015
BAMP 1000B-FA
4,090,909,091.00
3,181,818,182.00
34 TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Dalam aktivitas usahanya sehari-hari, Perusahaan dihadapkan pada berbagai risiko. Risiko utama yang dihadapi
Perusahaan yang timbul dari instrument keuangan adalah risiko kredit, risiko pasar (yaitu tingkat suku bunga dan risiko
nilai tukar mata uang asing) dan risiko likuiditas. Fungsi utama dari manajemen risiko Perusahaan adalah untuk
mengidentifikasi seluruh risiko utama, mengukur risiko-risiko ini dan mengelola posisi risiko sesuai dengan kebijakan
dan tata cara Perusahaan. Perusahaan secara rutin menelaah kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk
menyesuaikan dengan perubahan di pasar, produk dan praktek pasar terbaik.
a. Resiko kredit
Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika pelanggan Kelompok Usaha gagal memenuhi
kewajiban kontraktualnya kepada Kelompok Usaha. Risiko kredit terutama berasal dari piutang usaha yang
diberikan kepada pelanggan dari penjualan produk-produk semen dan batu agregat
Risiko kredit pelanggan dikelola oleh masing-masing unit usaha sesuai dengan kebijakan, prosedur dan
pengendalian dari Perusahaan yang berhubungan dengan pengelolaan risiko kredit pelanggan. Batasan kredit
ditentukan untuk semua pelanggan berdasarkan kriteria penilaian secara internal. Saldo piutang pelanggan
dimonitor secara teratur oleh unit-unit usaha terkait.
Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang pihak
ketiga.
Maksimum risiko kredit yang dihadapi oleh Kelompok Usaha kurang lebih sebesar nilai tercatat dari saldo akun
piutang pada tanggal 31 Desember 2012 sebesar Rp220,48 miliar.
Sehubungan dengan risiko kredit yang timbul dari aset keuangan lainnya yang terutama mencakup kas dan setara
kas, risiko kredit timbul karena wanprestasi dari counterparty. Perusahaan memiliki kebijakan untuk tidak
menempatkan investasi pada instrumen yang memiliki risiko kredit tinggi dan hanya menempatkan investasinya
pada bank-bank dengan peringkat kredit yang tinggi. Nilai maksimal eksposur setara dengan nilai tercatat
sebagaimana ditunjukkan pada Catatan 7.
b. Resiko pasar
Perusahaan memiliki Eksposur terhadap resiko pasar, yaitu Resiko suku bunga, resiko mata uang asing dan resiko
harga. Resiko tingkat bunga arus kas adalah resiko dimana arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan
berpluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.
Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu instrumen
keuangan berfluktuasi karena perubahan dari nilai tukar mata uang asing. Pengaruh dari risiko perubahan nilai
tukar mata uang asing terutama berhubungan dengan aktivitas Perusahaan (ketika pendapatan dan beban terjadi
dalam mata uang yang berbeda dari mata uang fungsional Perusahaan).
Fluktuasi nilai tukar atas Perusahaan berasal dari nilai tukar antara Dolar AS dan Rupiah. Bagian signifikan dari
risiko nilai tukar mata uang asing berasal dari pinjaman dalam Dolar AS yang diperoleh dari pihak berelasi.
- 71 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
34 TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
(Lanjutan)
Tabel berkut menunjukkan sensitivitas atas perubahan yang wajar dari nilai tukar Dollar AS terhadap Rupiah,
dimana semua variable lain konstan, yang timbul dari aset dan liabilitas moneter bersih dalam Dollar AS, terhadap
laba sebelum beban pajak untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2012:
Aset dan liabilitas moneter yang signifikan dalam kurs mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2012
Risiko tingkat suku bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan
berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Pengaruh dari risiko perubahan suku bunga pasar terutama
berhubungan dengan pinjaman jangka pendek dan panjang dari Perusahaan yang dikenakan suku bunga
mengambang.
Perusahaan mempunyai Utang bank jangka pendek dengan tingkat suku bunga tetap, oleh karena itu, perubahan
dalam tingkat suku bunga tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap Perusahaan.
Risiko harga
Perusahaan menghadapi risiko perubahan harga bahan baku berupa besi, karena besi merupakan barang yang
diperdagangkan secara internasional. Harga besi pada umumnya mengikuti indeks harga internasional, yang
cenderung mengalami fluktuasi yang signifikan. Sebagai produk yang diperdangangkan secara internasional, harga
global besi pada prinsipnya tergantung pada tingkat permintaan dan penawaran pasar global. Namun, untuk
meminimalisasi risiko Perusahaan mengadakan perjanjian payung dengan supplier besar antara lain: Krakatau Steel
dan Isput Baja dan melakukan stock persediaan material untuk material tertentu serta membuka agen di luar
negeri seperti di China dan Eropa.
c
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perusahaan tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh tempo.
Perusahaan melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus kas masuk (cash-in ) dan kas keluar (cashout ) untuk memastikan tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang jatuh tempo.
Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas jangka pendek maupun jangka panjang yang jatuh
tempo diperoleh dari pelunasan piutang dari pelanggan yang memiliki jangka waktu kredit satu bulan.
Perusahaan menjaga kecukupan dana dan membiayai kebutuhan modal kerja, dimana dana tersebut ditempatkan
dalam bentuk kas dan deposito.
PENGELOLAAN MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat
untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Perusahaan mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit (gearing ratio) dengan membagi Utang neto
dengan jumlah modal. Kebijakan Perusahaan adalah menjaga rasio pengungkit di bawah 70%. Perusahaan
menyertakan dalam Utang neto, pinjaman bank jangka pendek, pinjaman jangka panjang dan Utang sewa
pembiayaan, dikurangi kas dan setara kas. Termasuk dalam modal adalah semua komponen ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
JAMINAN
Terdapat aset tetap yang dijaminkan sehubungan pinjaman Bank Bukopin Syariah sebesar Rp15.000.000.000,
pinjaman Bank Panin: a) Pinjaman Rekening Koran (PRK) : Rp 20 Miliar, b) Pinjaman Berulang (PB) sublimit SLC-1
and/ or SKBDN-1: Rp 285 Miliar, c) Pinjaman Tetap (PT) sublimit SLC-2 and/ or SKBDN-2: Rp 105 Miliar, d) Pinjaman
Jangka Panjang (PJP) sublimit SLC-3 and/ or SKBDN-3: Rp 70 Miliar, e) Bank Garansi (BG) (big Bond, Performance
Bond, Advance payment Bond: Rp 50 Miliar dan Pinjaman Bank Bukopin sebesar Rp10.000.000.000. dan pinjaman
Eximbank (lihat catatan 23)
- 72 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
35 KUASI ORGANISASI
Krisis moneter yang melanda Indonesia yang dimulai pada pertengahan tahun 1997 berakibat kepada merosotnya nilai
mata uang Rupiah secara drastis. Hal ini berdampak terhadap kinerja Perseroan yang menurun tajam karena
menanggung beban selisih kurs dan bunga dari Utang yang sangat signifikan. Beban yang terjadi menyebabkan
Perseroan mengalami kerugian berulang kali dari usahanya sehingga mengalami defisit dalam jumlah yang material.
Sebagai akibat dari krisis ekonomi yang berkepanjangan tersebut berdampak terhadap kinerja Perusahaan yang
menurun tajam karena menanggung beban selisih kurs dan bunga dari pinjaman yang diperoleh Perusahaan dalam
mata uang Dollar Amerika Serikat yang mengalami kenaikan yang signifikan terhadap nilai tukar Rupiah. Disamping itu,
biaya operasional juga meningkat cukup tajam sebagai akibat kenaikan berbagai komponen harga yang tidak
terkendali. Keadaan ini menyebabkan Perusahaan mengalami gagal bayar atas pinjaman kepada lembaga keuangan
luar negeri. Sehubungan hal tersebut, Perusahaan mengalami saldo laba negatif (defisit) pada laporan posisi keuangan
tanggal 30 Juni 2011 yaitu sebesar Rp1.144.808.930.029 atau setara dengan 86,71% dari modal yang ditempatkan dan
disetor penuh.
Perusahaan memiliki prospek yang sangat baik pada kegiatan usahanya, dan ingin memperbaiki kinerja keuangan
sehingga dapat menjadi perusahaan yang sehat. Oleh karena itu Perusahaan telah merestrukturisasi sebagian besar
Utang Perusahaan dengan cara konversi pokok Utang menjadi modal saham dimana telah disetujui oleh para
Pemegang Saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang telah dilaksanakan pada
tanggal 3 Desember 2010.
Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-60234.AH.01.02 Tahun 2010 tanggal 27 Desember 2010.
Karena hal-hal tersebut diatas Perusahaan membukukan defisit per 30 Juni 2011 sebesar
(Rp1.144.808.930.029) Perusahaan telah mampu membukukan laba bersih selama beberapa tahun terakhir walaupun
laba bersih tersebut masih harus terus menutupi defisit yang disebabkan oleh krisis dan restrukturisasi Utang yang
disebabkan diatas. Untuk mengeliminasi defisit perusahaan melakukan kuasi reorganisasi sesuai dengan PSAK 51
(Revisi 2003) dengan menggunakan neraca tanggal 30 Juni 2011 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) yang diaktakan dengan akta No. 20 tanggal 15 Desember 2011 Notaris H. Fedris S.H., di Bogor.
- 73 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
35 KUASI ORGANISASI
(Lanjutan)
Perusahaan berkeyakinan bahwa kuasi reorganisasi akan memberikan dampak positif dan prospek yang baik terhadap
Perusahaan di masa mendatang, antara lain :
- Memulai awal baru dengan neraca yang menujukkan posisi keuangan dan struktur modal yang lebih baik tanpa
dibebani defisit masa lampau ;
- Meningkatkan kemampuan dalam perolehan pendanaan dalam rangka pengembangan dan ekspansi usaha;
- Memampukan pembayaran deviden sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Eliminasi dari defisit sebesar (Rp1.144.808.930.029) dengan urutan sebagai berikut:
a. Penghapusan saldo defisit pertama dilakukan dengan menggunakan penyesuaian atas nilai aset dan liabilitas
perusahaan. Untuk merencanakan reorganisasi, kuasi Perusahaan menilai kembali seluruh aset dan
liabilitasnya, sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 51 (Revisi 2003) tentang Akuntansi Kuasi
Reorganisasi (PSAK 51). Penentuan nilai wajar aset dan liabilitas Perusahaan untuk rencana kuasi reorganisasi
dilakukan sesuai dengan nilai pasar pada tanggal kuasi reorganisasi.
b. Penghapusan saldo defisit dilakukan dengan menentukan jumlah agio saham yang timbul pada saat
Perusahaan melaksanakan penawaran umum saham perdana dan konversi obligasi dengan saldo defisit
Perusahaan.
c. Menurunkan modal dasar Perusahaan
d. Menurunkan modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan dengan menurunkan nilai nominal saham
Perusahaan.
e. Penghapusan saldo defisit dengan menentukan saldo defisit dengan penurunan nilai nominal saham.
Penentuan nilai wajar aset dan liabilitas Perusahaan dalam rangka kuasi reorganisasi dilakukan sesuai dengan nilai
pasar pada tanggal kuasi reorganisasi. Bila nilai pasar tidak tersedia atau tidak menggambarkan nilai sebenarnya,
estimasi nilai wajar aset dan liabilitas dilakukan dengan mempertimbangkan nilai wajar instrumen lain yang
substansinya sejenis, estimasi perhitungan nilai sekarang, atau arus kas diskonto. Sedangkan untuk aset dan liabilitas
tertentu, penilaian tersebut dicatat pada akun “Selisih Penilaian Kembali Aset dan Liabilitas”.
Dalam rangka penilaian kembali seluruh aset dan liabilitas per 30 Juni 2011, Perusahaan telah melakukan penilaian
aset melalui Jasa Penilai Publik Iskandar Asmawi dan Rekan dengan laporannya No. 122.4/IA-1/LPC/VIII/2011
tertanggal 23 Agustus 2011 dimana terdapat selisih penilaian kembali aset sebesar Rp602.496.855.583.
Penentuan dari nilai wajar aset dan liabilitas Perusahaan didasarkan pada penilaian pada tanggal 30 Juni 2011 melalui
Jasa Penilai Publik Iskandar Asmawi dan Rekan dalam laporan No. 162.2/IA-1/LPC/XI/2011 dan
No. 162.3/IA1/LPC/XI/2011 tertanggal 1 November 2011. Penentuan nilai wajar aset dan liabilitas Perusahaan dalam rangka Kuasi
Reorganisasi dilakukan sesuai dengan nilai pasar pada tanggal Kuasi Reorganisasi. Bila nilai pasar tidak tersedia atau
tidak menggambarkan nilai sebenarnya, nilai wajar aset dan liabilitas diestimasi dengan mempertimbangkan nilai wajar
instrumen lain yang substansinya sejenis, estimasi perhitungan nilai sekarang, atau arus kas diskonto. Sedangkan untuk
aset dan liabilitas tertentu, penilaian tersebut dicatat pada akun “Selisih Penilaian Kembali Aset dan Liabilitas”.
Selisih tersebut belum mencukupi untuk mengeliminasi saldo defisit sebesar (Rp1.144.808.930.029) setelah adanya
penyesuaian yang dilakukan oleh Perusahaan. Sehingga Perusahaan berencana melakukan penurunan nilai nominal
saham untuk mengeliminasi saldo defisit.
- 74 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
35 KUASI ORGANISASI (lanjutan)
Komposisi ekuitas Perusahaan per 30 Juni 2011 (sebelum kuasi - reorganisasi) tidak memungkinkan Perusahaan untuk
melakukan kuasi-reorganisasi sebelum menurunkan modal melalui penurunan nilai nominal saham tanpa mengurangi
jumlah saham yang beredar. Sesuai PSAK No. 51 (Revisi 2003), saldo defisit dapat dieliminasi berturut-turut dengan
saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya, selisih penilaian aset dan liabilitas, serta tambahan modal disetor
dan sejenisnya. Jika seluruh saldo tersebut masih belum mencukupi, maka modal saham digunakan untuk
mengeliminasi saldo rugi yang tersisa.
Perusahaan akan melakukan penurunan modal ditempatkan dan modal disetor dengan cara menurunkan nilai nominal
saham dari Rp500/saham menjadi Rp338/saham. Dengan adanya penurunan modal dasar, modal ditempatkan dan
modal disetor tersebut, maka struktur permodalan Perusahaan akan menjadi sebagai berikut:
1.
Setelah pengurangan modal Perusahaan sebagaimana dimaksud di atas menjadi efektif, yaitu pada tanggal
diperolehnya persetujuan dari Menkumham atas pengubahan Anggaran Dasar Perusahaan sebagaimana
tersebut di atas, maka dalam buku Perusahaan akan tercatat adanya tambahan agio sebesar Rp689.145.554
(enam ratus delapan puluh sembilan juta seratus empat puluh lima ribu lima ratus lima puluh empat rupiah).
2.
Keseluruhan agio yang berasal dari hasil revaluasi atas aset dan liabilitas, selisih lebih modal yang disetor atas
nilai nominal saham pada saat Perusahaan melaksanakan Penawaran Umum Saham Perdana, selisih lebih nilai
konversi obligasi atas nilai nominal saham, dan penurunan modal Perusahaan kemudian dijumpakan dengan
akun Saldo Defisit Perusahaan.
Berikut ini adalah Ikhtisar Modal Dasar Setelah dan Sebelum Kuasi Reorganisasi sebagai akibat dilakukan tahapan Kuasi
Reorganisasi dengan cara menurunkan nilai nominal saham dari sebelumnya Rp500 per saham menjadi Rp338 per
saham, sehingga setelah proses penurunan nilai nominal saham maka modal dasar Perusahaan adalah sebagai berikut :
Sebelum Kuasi
4,000,000
500
2,000,000,000
Jumlah lembar saham
Nilai nominal per lembar saham
- 75 -
Setelah Kuasi
4,000,000
338
1,352,000,000
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
35 KUASI ORGANISASI (lanjutan)
Berikut ini adalah Ikhtisar Modal Ditempatkan dan Disetor Setelah dan Sebelum Kuasi Reorganisasi sebagai akibat
dilakukan tahapan Kuasi Reorganisasi dengan cara menurunkan nilai nominal saham dari sebelummya Rp500 per
saham menjadi Rp338 per saham, sehingga setelah proses penurunan nilai nominal saham maka struktur permodalan
dan susunan pemegang saham adalah sebagai berikut :
Pemilik Modal
Jumlah Saham
Jumlah setelah Kuasi
Prosentase
1,124,928
42.60%
380,225,664
12,863
0.49%
4,347,525
Suhaelly Kalla (Komisaris)/ (Commissioner)
162
0.01%
54,756
Achmad Kalla (Direksi)/ (Director)
162
0.01%
54,756
1,374,912
52.07%
464,720,256
127,426
4.83%
43,069,819
2,640,452
100.00%
892,472,776
PT Denaya Cakra Cipta
Muhammad Solihin
Masyarakat : / Society:
- Akses Karya Indonesia Ltd.
- Lain-lain (di bawah 5%) / Others (under 5%)
Jumlah / Total
Modal ditempatkan dan disetor sebelum kuasi
Pemilik Modal
Jumlah Saham
Prosentase
Jumlah sebelum Kuasi
1,124,928
42.60%
562,464,000
12,863
0.49%
6,431,250
Suhaelly Kalla (Komisaris)/ (Commissioner)
162
0.01%
81,000
Achmad Kalla (Direksi)/ (Director)
162
0.01%
81,000
1,374,912
52.07%
687,456,000
127,426
4.83%
63,712,750
2,640,452
100.00%
1,320,226,000
PT Denaya Cakra Cipta
Muhammad Solihin
Masyarakat : / Society:
- Akses Karya Indonesia Ltd.
- Lain-lain (di bawah 5%) / Others (under 5%)
Jumlah / Total
Berikut ini adalah Ikhtisar Perubahan Agio Saham Setelah dan Sebelum Kuasi Reorganisasi (Proforma) sebagai akibat
dilakukan tahapan Kuasi Reorganisasi dengan cara menurunkan nilai nominal saham dari sebelumnya menunjukkan
Rp500 menjadi Rp338 dan modal ditempatkan dan disetor sebelumnya sebesar Rp1.320.226.000 menjadi
Rp892.472.776 sehingga timbul agio saham sebesar (Rp427.753.224) yang selanjutnya akan digunakan untuk
mengeliminasi saldo defisit, sehingga saldo Agio saham adalah sebagai berikut :
Selisih lebih modal yang disetor atas nilai nominal saham
pada saat perusahaan melaksanakan penawaran umum
Selisih lebih nilai konversi obligasi atas nilai nominal saham
Setelah Kuasi
108,000,000
Sebelum Kuasi
108,000,000
7,247,995
7,247,995
Eliminasi saldo deficit
(115,247,995)
Selisih lebih atas penurunan nilai nominal pada saat
perusahaan melaksanakan Kuasi Reorganisasi
Selisih kurang atas saldo rugi yang belum tereliminasi
427,753,224
(427,064,078)
689,146
Jumlah
- 76 -
-
115,247,995
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
35 KUASI ORGANISASI (lanjutan)
Posisi keuangan Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2011 sebelum dan setelah kuasi-reorganisasi adalah sebagai
berikut:
Setelah Kuasi
Sebelum Kuasi
Dalam Satuan Rupiah
ASET/ ASSETS
ASET LANCAR/
Kas dan setara kas/ Cash and cash equivalents
75.461.679.843
75.461.679.843
Investasi jangka pendek/ Short-term investments
2.000.000.000
2.000.000.000
Deposito yang dibatasi penggunaannya/ Restricted deposit
1.475.243.280
1.475.243.280
120.208.331.389
120.208.331.389
1.063.333.247
1.063.333.247
13.863.920.550
13.863.920.550
Piutang usaha/ Account receivables
Pihak ketiga/ Thrid parties
Pihak berelasi/ Related parties
Tagihan bruto pemberi kerja atas kontrak konstruksi/
Gross receivable to the customer
Piutang lain-lain/ Other receivables
Persediaan/ Inventories
Uang muka/ Advance payments
Beban dibayar dimuka/ Prepaid expenses
Pajak dibayar dimuka/ Prepaid Taxes
JUMLAH ASET LANCAR/ TOTAL CURRENT ASSETS
1.528.747.042
1.528.747.042
268.898.302.074
268.898.302.074
25.499.122.447
25.499.122.447
1.372.830.000
1.372.830.000
31.235.668.624
31.235.668.624
542.607.178.496
542.607.178.496
13.247.284.443
13.247.284.443
ASET TIDAK LANCAR/ NON CURRENT ASSETS
Piutang pihak yang berelasi – bersih/ Due to related parties – net
Pinjaman direksi dan karyawan/ Receivables from directors and employees
Aset pajak tangguhan/ Defferred tax assets
Investasi pada perusahaan asosiasi/ Investments in associates
Aset tetap/ Fixed assets
Setoran jaminan/ Guarantee deposits
2.133.063.356
2.133.063.356
20.593.614.209
20.593.614.209
7.432.783.595
7.432.783.595
706.107.775.000
103.610.919.417
1.577.035.830
1.577.035.830
751.091.556.433
148.594.700.849
1.293.698.734.929
691.201.879.345
Utang bank/ Bank loan
16.584.902.550
16.584.902.550
Utang usaha/ Account payables
99.955.031.845
99.955.031.845
Utang lain-lain/ Other payables
6.912.169.823
6.912.169.823
Utang pajak/ Taxes payables
22.480.143.117
22.480.143.117
Uang muka pelanggan/ Advances from customers
13.806.814.872
13.806.814.872
Beban masih harus dibayar/ Accrued expenses
87.772.206.056
87.772.206.056
Pinjaman bank/ Bank loan
5.528.300.850
5.528.300.850
Utang sewa/ Lease payable
5.445.839.874
5.445.839.874
258.485.408.987
258.485.408.988
2.808.563.459
2.808.563.459
Utang sewa/ Lease payable
19.095.839.436
19.095.839.436
Kreditur asing/ Foreign creditors
39.549.873.726
39.549.873.726
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR/ TOTAL NON - CURRENT ASSETS
JUMLAH ASET/ TOTAL ASSETS
LIABILITAS DAN EKUITAS/ LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LANCAR/ CURRENT LIABILITIES
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun
JUMLAH LIABILITAS LANCAR/ TOTAL CURRENT LIABILITIES
LIABILITAS TIDAK LANCAR/ NON CURRENT LIABILITIES
Utang pihak yang berelasi/ Due from related parties
Utang jangka panjang/ Long term loan
Liabilitas imbalan kerja/ Employee benefit liabilities
80.597.127.765
80.597.127.765
JUMLAH LIABILITAS TIDAK LANCAR
142.051.404.386
142.051.404.386
JUMLAH LIABILITAS/ TOTAL LIABILITIES
400.536.813.373
400.536.813.374
- 77 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
35 KUASI ORGANISASI (lanjutan)
Sebelum Kuasi
Setelah Kuasi
EKUITAS/ EQUITY
Modal saham / Capital stock
1.320.226.000.000
Penurunan nilai nominal saham sehubungan kuasi-reorganisas
(427.753.224.000)
-
689.145.554
115,247,995,000
Agio saham/ Additional paid in capital
Saldo laba/ Defisit/ Retained Earning/Deficit
1.320.226.000.000
-
(1,144,808,930,029)
JUMLAH EKUITAS/ TOTAL EQUITY
893.161.921.554
290,665,065,971
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS/
1.293.698.734.929
691.201.879.345
36 KONDISI EKONOMI
Kondisi ekonomi global yang mengalami penurunan serta adanya indikasi yang mengarah kepada terjadinya resesi
ekonomi dunia yang lebih besar dari sebelumnya bagi Indonesia adalah antara lain sebagai berikut :
-
Terjadinya penurunan permintaan terhadap produk-produk ekspor terutama untuk kebutuhan-kebutuhan
sekunder seperti mebel, kerajinan, pakaian dan alas kaki, dan lebih lanjut terhadap produk-produk kebutuhan
dasar dibidang energi seperti batu bara, biji besi, timah,tembaga, nikel dan lainnya. Penurunan permintaan
tersebut akan mengakibatkan tutupnya pabrik-pabrik dan home industry kepada Negara-negara tersebut.
-
Terjadinya peningkatan beban bunga sebagai akibat peningkatan dari imbal hasil surat utang negara diminta
oleh para investor yang hampir mencapai 10% sebagai efek lanjutan dari penjualan yang dilakukan secara besarbesaran yang dilakukan oleh investor asing dimana nilai surat berharga tersebut mengalami penurunan harga
jualnya
-
Berdasarkan penjelasan dari pihak IMF diketahui bahwa hamper 148 anggotanya mengalami kesulitan
keuangan. Dan mengingat kondisi Amerika dan Jepang sebagai donator World Bank dan IMF maka
kemungkinan Indonesia tidak akan memperoleh bantuan luar negeri lagi dalam jumlah yang signifikan
Dalam menghadapi kondisi ekonomi tersebut, Perusahaan mengimplementasikan hal-hal berikut:
a. Mempertahankan dan meningkatkan hubungan dengan pemilik proyek yang selama ini ada meningkatkan
proyek-proyek khususnya di bidang: Tower, Jembatan, Pumping , Garbarata, SPV, RCE, EPC dan lainnya.
b. Melakukan usaha-usaha efesiensi biaya sehingga gross profit yang diperoleh mencapai 17% sampai dengan
19% dan laba usaha mencapai 8% sampai dengan 10%.
c. Melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan kredibilitas Perusahaan khususnya melalui pendekatan dan
pemberian penjelasan dengan pihak kreditur perbankan, investor strategis maupun investor melalui pasar
modal. Sehingga dapat diperoleh pendanaan dari kreditur melalui pinjaman dari perbankan ataupun penerbitan
obligasi serta pendanaan ekuitas dari investor melalui right issue dimana dananya akan digunakan untuk
membiayai proyek-proyek perusahaan.
d. Meningkatkan pengendalian keuangan atas semua proyek.
e. Memperbaiki efisiensi penagihan piutang.
f.
Meningkatkan kinerja marketing dengan melakukan pelatihan-pelatihan dalam hal teknik negosiasi,
pengenalan karakteristik pelanggan.
g. Melakukan kerjasama dengan perusahaan di daerah atau negara tertentu dimana PT Bukaka Teknik Utama Tbk.
berminat untuk memasarkan produknya.
h. Meningkatkan layanan purna jual.
Penyelesaian atas kondisi ekonomi yang buruk dan pemulihan ketidakstabilan kondisi ekonomi pada saat ini,
tergantung pada kebijakan fiskal, moneter dan kebijakan lainnya yang telah dan akan diambil Pemerintah untuk
menyehatkan ekonomi, suatu tindakan yang berada di luar kendali Perusahaan.
- 78 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
37
INFORMASI KEUANGAN TERSENDIRI ENTITAS INDUK
Informasi keuangan tersendiri Entitas induk menyajikan informasi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi
komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, dimana penyertaan saham pada Entitas anak
dipertanggungjawabkan dengan metode ekuitas. Informasi keuangan tersendiri Perusahaan disajikan pada Lampiran
I.
- 79 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
PT BUKAKA TEKNIK UTAMA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 30 Juni 2015 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2014 (diaudit)
( disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
INDUK
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas
Deposito yang dibatasi penggunaannya
Piutang Usaha
Pihak ketiga-bersih setelah dikurangi Penyisihan
Pihak yang berelasi - bersih
Tagihan bruto pemberi kerja atas
Kontrak konstruksi
Piutang lain-lain-bersih
Persediaan-bersih
Uang Muka
30 Juni 2015
Catatan 2f,5
Catatan 2i,6
Catatan 2g,7
113,409,337
393,010
327,978,025
97,379,790
393,010
343,870,614
Catatan 2g,7
1,180,246
1,032,780
Catatan 2m,9
36,448,527
60,750,752
6,668,264
507,133,338
89,866,809
1,947,833
487,606,317
58,602,165
1,083,077,556
1,051,583,261
81,000,678
3,172,871
27,582,858
12,197,524
647,301,553
83,887,036
3,011,746
27,582,858
14,973,707
655,880,406
83,225,000
83,225,000
854,480,484
868,560,753
1,937,558,040
1,920,144,014
Catatan 2g, 10
Catatan 2n,11
Catatan 12
JUMLAH ASET LANCAR
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain kepada pihak yang berelasi
Pinjaman direksi dan karyawan
Pajak tangguhan - bersih
Setoran Jaminan
Aset tetap-setelah dikurangi akumulasi penyusutan
Penyusutan Rp 177.843.362 Tahun 2015 dan
Rp. 154.284.840 Tahun 2014
Penyertaan pada entitas anak
31 Desember 2014
Catatan 2k,30
Catatan 2k,30
Catatan 2t,15
Catatan 2q,14
Catatan 2o,2p,15
Catatan 13
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR
JUMLAH ASET
- 80 -
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
PT BUKAKA TEKNIK UTAMA Tbk
LAPORAN LABA (RUGI) KOMPREHENSIF INDUK
Untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2015 (tidak diaudit) dan 2014 (diaudit)
( disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
INDUK
30 Juni 2015
30 Juni 2014
PENDAPATAN KONTRAK KONSTRUKSI DAN
Catatan 2v, 26
KONTRAK NON KONSTRUKSI
100.00%
489,157,617
509,338,729
BEBAN KONTRAK KONSTRUKSI DAN
KONTRAK NON KONSTRUKSI
78.24%
383,439,878
410,727,102
21.61%
105,717,739
98,611,627
-0.83%
-9.30%
-3.56%
0.57%
-1.33%
-14.45%
(4,049,829)
(45,505,765)
(17,421,378)
2,773,651
(6,494,519)
(70,697,840)
(7,094,964)
(45,406,718)
(16,887,112)
(7,051,531)
5,269,780
(71,170,545)
7.16%
35,019,899
27,441,082
(7,837,108)
(5,279,059)
27,182,791
22,162,023
-
-
27,182,791
22,162,023
10
8
Catatan 2v,26
LABA KOTOR
PENDAPATAN (BEBAN) USAHA LAINNYA
(Beban) Penjualan
(Beban) Umum dan Administrasi
Pendapatan (Beban) Pendanaan
Pendapatan (Beban) Kurs
Pendapatan (Beban) lainnya
JUMLAH BEBAN USAHA
Catatan
27
28
29
29
29
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Catatan 2w
LABA (RUGI) BERSIH
Catatan 2z
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF BERSIH TAHUN BERJALAN
LABA (RUGI) PER SAHAM
Laba (rugi) bersih per saham
Catatan 2ab
- 82 -
5.56%
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
PT BUKAKA TEKNIK UTAMA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS (DEFISIENSI MODAL)
Untuk masa enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2015 (tidak diaudit) dan 31 Desember 2014 (diaudit)
( disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
INDUK
Modal Saham
Saldo Per 31 Desember 2012
Laba (Rugi) Januari sd Desember 2013
Saldo Per 31 Desember 2013
Laba (Rugi) Jan sd Desember 2014
Saldo Per 31 Desember 2014
Laba (Rugi) Jan sd Juni 2015
Saldo Per 30 Juni 2015
Agio Saham
(426,432,998,000)
(114,443,602,450)
(426,432,998,000)
(114,443,602,450)
(426,432,998,000)
(114,443,602,450)
(426,432,998,000)
Saldo Defisit
(114,443,602,450)
- 83 -
Jumlah Defisien Modal
73,444,598
966,606,520
82,052,309
82,052,309
155,496,907
1,048,658,828
94,940,269
94,940,269
250,437,176
1,143,599,097
27,182,791
27,182,791
277,619,967
1,170,781,888
PT Bukaka Teknik Utama Tbk
PT BUKAKA TEKNIK UTAMA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2015 (tidak diaudit) dan 2014 (diaudit)
( disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
INDUK
30 Juni 2015
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada pemasok dan lain-lain
Penerimaan (Pengeluaran) kas operasi lain-lain
Kas yang dihasilkan dari operasi
Pembayaran untuk :
Pajak
Beban Keuangan
Penerimaan dari :
Pendapatan bunga
KAS BERSIH DIPEROLEH DARI AKTIVITAS OPERASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset tetap
Pengurangan (kenaikan) aset lain-lain
Penerimaan (pembayaran) Kepada pihak yang mempunyai
Hubungan Istimewa
Pengurangan (Penempatan) investasi jangka pendek
KAS BERSIH DIGUNAKAN UNTUK AKTIVITAS INVESTASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) Utang bank dan
Kreditur Asing
Pembayaran sewa Pembiayaan
30 Juni 2014
543,169,267
(431,148,993)
(50,341,594)
61,678,680
571,335,603
(550,781,023)
(38,712,524)
(18,157,944)
(12,251,759)
(14,284,436)
(16,975,161)
(16,887,112)
795,211
35,937,696
(52,020,217)
(13,228,461)
(28,488,461)
1,900,289
(24,894,363)
1,754,262
(6,583,814)
(39,816,633)
(29,723,915)
20,474,836
(4,706,446)
(566,352)
KAS BERSIH DIPEROLEH DARI AKTIVITAS PENDANAAN
19,908,483
(1,145,950)
(5,852,395)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS
16,029,547
(87,596,527)
SALDO AWAL KAS DAN SETARA KAS
97,379,790
155,324,872
113,409,337
67,728,345
SALDO KAS DAN SETARA KAS
- 84 -
Fly UP