...

Menyerang Bank dengan Senjata Itu Bukan Fa`i

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Menyerang Bank dengan Senjata Itu Bukan Fa`i
Menyerang Bank dengan Senjata Itu Bukan Fa’i
Friday, 10 May 2013 13:49
Mediaumat.com. Bekasi- Rancunya istilah fa’i yang dilekatkan oleh pihak kepolisian terhadap
sekelompok orang yang belakangan ditangkap karena diduga terlibat tindakan terorisme
menyisakan masalah bagi umat Islam. Hal itu akibat ulah pernyataan Karopenmas Polri Brigjen
Pol Boy Rafli Amar yang sebelumnya mengatakan, salah satu cara para teroris mengumpulkan
dana untuk melakukan aksi mereka adalah melalui Fa’i.
Pengamat gerakan jihad, Abu Rusydan kepada an-najah.net setelah acara bedah buku di
Islamic Centre Bekasi, Kamis (09/05) mengatakan wajar jika Densus 88 dan pihak kepolisian
mengatakan hal itu karena memang pekerjaan mereka selalu berupaya untuk menyudutkan
umat Islam.
“Wajar. Wajar dia (Boy Rafli, red) berkata begitu, dia tidak mengerti islam, dia berkata, berfikir
dan bekerja untuk menghancurkan islam,” ujar da’i asal Kudus ini.
Ustadz Abu Rusydan kemudian menjelaskan bahwa secara pengertian umum, fa’i adalah harta
orang kafir yang diambil oleh orang Islam dalam hal ini mujahidin tanpa melalui pengerahan
kekuatan.
“Jadi, maaf… kalau ada orang yang menyerang bank pake senjata itu justru bukan fa’i, kan
pakai kekuatan,” pungkas Abu Rusydan.
Hal itu disebabkan adanya perbedaan antara istilah syar’i dalam harta orang kafir seperti fa’i,
ghanimah dan salab. Istilah itu nanti akan menentukan tata cara pembagiannya. “Istilah syariat
itu harus dibakukan secara syar’i,” ujar Abu Rusydan.
”Jangan dikacaukan antara ghanimah dengan fa’i, sebab pembagiannya beda,” ujar pria yang
pernah mengenyam pendidikan jihad di Afghan ini.
1/2
Menyerang Bank dengan Senjata Itu Bukan Fa’i
Friday, 10 May 2013 13:49
Sebelumnya, seperti dilansir dari kompas.com, sebanyak 20 terduga teroris yang diringkus
Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri diduga terlibat serangkaian aksi yang disebut oleh pihak
polisi dan media mainstream sebagai fa’i. Total hasil rampokan mereka di Bank BRI beberapa
waktu silam mencapai Rp 1,8 miliar.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar
mengungkapkan, dari hasil perampokan di BRI daerah Batang, Jawa Tengah, mereka
menggasak uang senilai Rp 790 juta. Kemudian, BRI Grobogan, Jawa Tengah, senilai Rp 630
juta dan BRI Lampung senilai RP 460 juta.[] (an-najah/fm)
2/2
Fly UP