...

Apa tujuan SPAN ? Bagaimana SPAN dibangun ? Bagaimana

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Apa tujuan SPAN ? Bagaimana SPAN dibangun ? Bagaimana
Apa tujuan SPAN ?
SPAN bertujuan untuk meningkatkan efektifitas, efisiensi,
akuntabilitas, dan transparansi di dalam pengelolaan
keuangan negara. Efektifitas diperoleh melalui akurasi
data sedangkan efisiensi diperoleh melalui integrasi
sistem sehingga pengelolaan keuangan negara menjadi
akuntabel dan transparan. Pengembangan SPAN juga
untuk memenuhi amanat dari Undang-undang No. 17
Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-undang
No.1 Tahun 2004 tentang Perbendaharan Negara. SPAN
juga akan meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan
Negara Indonesia sesuai standar internasional dan hal
ini akan secara signifikan meningkatkan kredibilitas
Indonesia di mata dunia.
Siapa sponsor dan siapa yang
mengembangkan SPAN ?
Pengembangan SPAN secara langsung disponsori oleh
Menteri Keuangan yang dituangkan melalui Surat
Keputusan Menteri Keuangan No. 114/KMK.01/2010
tentang Program RPPN dan Keputusan Menteri
Keuangan No. 203/KMK.01/2010 tentang Tim RPPN.
Selanjutnya, dibentuk Tim Koordinasi Teknis RPPN yang
melibatkan Direktorat Jenderal Anggaran, Direktorat
Jenderal Perbendaharaan dan Sekretariat Jenderal
Kemenkeu (dalam hal ini Pusintek) untuk melaksanakan
pengembangan SPAN. Implementasi SPAN didukung
oleh beberapa konsultan yang ditunjuk setelah melalui
proses lelang, yaitu: Ecorys, konsultan Business Process
Improvement (BPI). LG CNS, konsultan pengembang TI
SPAN. PwC, Change Management and Communication
(CMC), Quadra, konsultan pengembang SAKTI (Sistem
Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi). Dan konsultan
pengembangan Service Desk SPAN
Bagaimana SPAN dibangun ?
SPAN dikembangkan dengan menggunakan aplikasi
berstandar internasional yang dikenal dengan istilah
Commercial Off-The-Shelf (COTS), yang dalam hal ini
menggunakan Oracle e-business suite R12 dan Hyperion.
Oracle e-business suite R12 dipergunakan dalam proses
pelaksanaan anggaran sedangkan Hyperion digunakan
dalam proses penyusunan anggaran. Hal ini akan
menjadikan SPAN sebagai sistem informasi manajemen
keuangan yang terintegrasi (Integrated Financial
Management Information System - IFMIS).
Bagaimana caranya mengganti sistem
yang sedang berjalan dengan SPAN?
Pertama kali, dilakukan penyempurnaan proses bisnis
persiapan dan pelaksanaan anggaran, kemudian
dilakukan penggantian sistem TI SPAN (Oracle) pada
sistem yang sedang berjalan saat ini. Sesudahnya,
dilakukan penyesuaian (customization) antara proses
bisnis dengan sistem TI SPAN (Oracle). Selanjutnya
dilakukan user acceptance test (UAT), piloting, dan
peluncuran (roll out). Pada saat tersebut SPAN dapat
dikatakan go-live atau berhasil digunakan oleh seluruh
pihak yang terkait. Proses pergantian sistemnya
dilakukan secara bertahap pada saat uji coba dan tahap
peluncuran. Berarti pada masa itu sebagian unit kerja
masih menggunakan sistem lama dan sebagiannya
sudah menggunakan SPAN. Sedangkan pada saat go live
seluruh unit kerja sudah menggunakan SPAN.
3. Modul
Manajemen
Komitmen
(Commitment
Management): Penyempurnaan proses bisnis ini
dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan, c.q Dit
Transformasi Perbendaharaan. Cakupannya adalah
pada proses manajemen supplier dan manajemen
kontrak (komitmen).
4. Modul
Manajemen
Pembayaran
(Payment
5.
6.
Bagaimana cara melakukan
penyempurnaan proses bisnis SPAN?
Penyempurnaan Proses Bisnis (Business Process
Improvement – BPI) dilakukan melalui beberapa fase.
Pertama, adalah fase assessment pada proses bisnis
yang sedang berjalan. Kedua, adalah penentuan arah
perubahan proses bisnis di masa depan (future vision).
Ketiga, pendetilan dari proses bisnis SPAN berdasarkan
hasil di fase kedua. Keempat, mempersiapkan strategi
implementasi proses bisnis baru, termasuk proses
transisi perubahannya.
Penyempurnaan proses bisnis dalam rangka SPAN
dilakukan dengan pembagian pada modul-modul, yaitu:
1. Modul Perencanaan Anggaran (Budget Preparation):
Penyempurnaan proses bisnis ini dilakukan oleh
Ditjen Anggaran yang mencakup proses perencanaan
anggaran hingga proses penyusunan Rencana Kerja
dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL).
2. Modul Manajemen DIPA (Spending Authority
Management): Penyempurnaan proses bisnis ini
dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan, c.q Dit
Transformasi Perbendaharaan. Cakupannya adalah
pada proses penyusunan dan pengesahan DIPA
serta proses revisi DIPA.
7.
8.
Management): Penyempurnaan proses bisnis ini
dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan, c.q Dit
Transformasi Perbendaharaan. Cakupannya adalah
pada proses manajemen pencairan dana untuk
seluruh jenis pembayaran.
Modul
Manajemen
Penerimaan
(Receipt
Management): Penyempurnaan proses bisnis ini
dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan, c.q Dit
Transformasi Perbendaharaan. Cakupannya adalah
pada proses manajemen penerimaan negara untuk
seluruh jenis setoran.
Modul Manajemen Kas (Cash Management):
Penyempurnaan proses bisnis ini dilakukan oleh
Ditjen Perbendaharaan, c.q Dit Transformasi
Perbendaharaan. Cakupannya adalah pada proses
manajemen rekening, settlement, cash forecasting,
dan hal-hal lain yang terkait dengan treasury.
Modul Pelaporan dan Akuntansi (Reporting and
Accounting): Penyempurnaan proses bisnis ini
dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan, c.q Dit
Transformasi Perbendaharaan. Cakupannya adalah
pada penyempurnaan proses pelaporan untuk
semua jenis laporan dan penyempurnaan sistem
akuntansi.
Modul Satuan Kerja (Satker): Penyempurnaan proses
bisnis ini dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan,
c.q Dit Transformasi Perbendaharaan. Cakupannya
adalah pada penyempurnaan proses bisnis di satuan
kerja yang nantinya akan terkoneksi dengan SPAN.
Apa saja pilar pengembangan SPAN?
SPAN menekankan pada perubahan dari aspek cara kerja
(proses bisnis) dan organisasi dengan memanfaatkan
TI. Oleh karena itu terdapat tiga pilar penopang dalam
mengembangkan SPAN. Pilar pertama, penyempurnaan
proses bisnis, pilar kedua, penyempurnaan TI (aplikasi
dan infrastruktur), dan pilar ketiga, manajemen
perubahan dan komunikasi (Change Management and
Communication - CMC).
Siapa yang akan menggunakan SPAN ?
SPAN nantinya akan digunakan oleh Ditjen Anggaran
dalam rangka perencanaan anggaran dan Ditjen
Perbendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran.
Selain itu, SPAN juga akan digunakan oleh para pengelola
BA 999 seperti DJA, DJPK, DJKN, DJPU, dan DJPB.
Solusi apa yang diberikan untuk Satuan
Kerja dengan adanya SPAN?
Satuan
kerja
sebagai
unit
yang
bertanggung
jawab atas perencanaan, pelaksanaan kegiatan,
pertanggungjawaban, dan pelaporan keuangan akan
diberikan satu aplikasi yang disebut Sistem Aplikasi
Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI). Sistem ini
menggabungkan dan menyempurnakan 8 aplikasi yang
saat ini digunakan oleh satker. Nantinya hanya data
keuangan dari aplikasi SAKTI yang akan terhubung ke
SPAN melalui beberapa jalur yakni melalui ADK yang
disampaikan ke KPPN atau melalui portal span yang
berbasis web.
Kapan SPAN akan diimplementasikan ?
SPAN mulai dikembangkan sejak tahun 2009 dan
direncanakan akan go live (terimplementasi) pada tahun
anggaran 2013. Sebelum itu, pada tahun 2012 akan
dilakukan piloting dan roll out di semua unit kerja yang
terkait pada Ditjen Anggaran dan Ditjen Perbendaharaan.
Pada saat SPAN terimplementasi, sistem yang saat ini
berjalan tidak akan digunakan lagi.
Bagaimana mengelola perubahan
seputar SPAN?
SPAN adalah sebuah perubahan yang berskala besar
karena mempengaruhi proses bisnis, TI, dan organisasi
dari tiga instansi besar di Kementerian Keuangan (DJA,
DJPB, dan Setjen (Pusintek)). Agar proses perubahan
tersebut berjalan dengan baik maka berbagai
program manajemen perubahan dan komunikasi
dikembangkan dan dikomunikasikan. Melalui program
manajemen perubahan diharapkan dapat meningkatkan
pemahaman seluruh pihak terkait tentang urgensi
SPAN sehingga memberikan komitmennya untuk
ikut serta mensukseskannya. Sedangkan melalui
komunikasi akan dikomunikasikan secara regular dan
konsisten berbagai perkembangan dan yang harus
dipersiapkan untuk implementasi SPAN sehingga para
pemangku kepentingan mampu mengantisipasi rencana
perubahan yang akan terjadi serta secara pro-aktif bisa
berkontribusi di dalamnya.
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
Apa dampak implementasi SPAN
terhadap struktur organisasi dan SDM
di DJA, DJPB dan Pusintek?
Perubahan proses bisnis dan TI tentu akan membawa
perubahan kepada struktur organisasi maupun SDM
yang akan menjalankannya. Saat ini, sedang dilakukan
pemetaan dampak perubahan proses bisnis terhadap
struktur organisasi. Hasil pemetaan akan dijadikan
dasar dalam penyusunan struktur organisasi yang baru
guna menunjang pelaksanaan proses bisnis baru secara
efisien dan efektif. Perubahan terhadap proses bisnis
dan sistem juga memerlukan peningkatan kemampuan
SDM untuk dapat menjalankannya. Oleh karena itu,
telah dipersiapkan berbagai program training intensif
yang bertujuan meningkatkan kemampuan SDM di
ketiga unit yang terlibat.
Sebagai pegawai, apa peranan saya
dalam implementasi SPAN?
Informasi tahapan perubahan yang akan dijalankan
dalam implementasi SPAN akan disampaikan kepada
seluruh pegawai melalui berbagai media komunikasi
seperti website (www.span.depkeu.go.id), newsletter
KabarSPAN dan program sosialisasi. Peran pro-aktif
Anda sangat diharapkan untuk dapat memberikan
masukan dan dukungan terhadap perubahan yang
akan dilaksanakan. Dengan terlibat secara aktif dalam
berbagai program komunikasi dan pelatihan yang telah
disediakan, maka diharapkan SPAN dapat berjalan
sesuai rencana serta memberi manfaat signifikan bagi
para pegawai, Kementerian Keuangan serta masyarakat
Indonesia pada umumnya. ***
disusun oleh Tim SPAN
Gedung Prijadi Praptosuhardjo III Lt III Jl. Wahidin II No. 3 Jakarta Pusat 10710 Telp.021-3449230 Fax. 021-3864784 website: www.span.depkeu.go.id
Apa itu
SISTEM PERBENDAHARAAN
dan ANGGARAN NEGARA
SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara)
adalah program reformasi di bidang keuangan negara.
SPAN mengintegrasikan proses bisnis mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, hingga ke pelaporan keuangan
negara dalam satu aplikasi teknologi informasi dengan
database yang terpusat.
SPAN merupakan implementasi dari program Reformasi
Penganggaran dan Perbendaharaan Negara (RPPN) dan
merupakan komponen terbesar dari program Government
Financial Management and Revenue Administration Project
(GFMRAP) yang menjadi pondasi untuk reformasi PFM
(Public Financial Management).
Fly UP