...

Waspada Sindikat Kejahatan Modus Wartawan Gadungan

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Waspada Sindikat Kejahatan Modus Wartawan Gadungan
Waspada Sindikat Kejahatan Modus Wartawan Gadungan
Oleh : Didi Ronaldo
Minggu, 27 September 2015 01:04
KOPI, Pekanbaru - Ada beberapa oknum kelompok yang saya pantau “memiliki kelakuan aneh
alias syaraf”, kemana-mana selalu mengaku-aku sebagai mamak/paman atau famili saya.
Bahkan, saat saya pergi meliput ke kantor instansi pemerintah, swasta, Polri/TNI selalu saya
diikutinya. Sayapun merasa curiga kenapa saya diikutinya. Apakah sang oknum tersebut pelaku
kejahatan atau tidak? Saya tanya, ia kabur/ngebut atau menghindar saat saya kejar dengan
kendaraan roda dua.
Begitu juga saat saya pergi meliput ke kantor swasta, sang security/satpam kantor bertanya,
'bapak tadi datang ke kantor berapa orang', saya sendiri tadi.
Ada dua orang laki-laki, dengan ciri-ciri pertama sudah tua dengan tinggi sekitar 155-160 CM,
usia sekitar 40-50 tahunan, rambut sisir ke samping,
gigi agak tonggos, kulit agak hitam,
memakai kemeja putih siang hari, malam hari jaket coklat.
Ciri lelaki kedua dengan postur tubuh tinggi 173 cm, badan kurus, rambut lurus, raut wajah
dagu agak runcing, pipi tepos, rambut panjang, mulut lebar, usia sekitar 40 tahunan atau lebih.
Ciri-ciri ketiga tubuh kekar, rambut cepak, usia sekitar 50-55 tahun, muka agak lonjong, kulit
agak hitam,
tinggi badan 175 cm.
Ciri-ciri laki-laki keempat tinggi badan 155-160 cm, kulit putih, rambut lurus, usia sekitar 25-33
tahun.
Kelima ciri-ciri badan gempal, sering menggunakan beat biru, atau putih, wajah agak bulat
1/5
Waspada Sindikat Kejahatan Modus Wartawan Gadungan
Oleh : Didi Ronaldo
Minggu, 27 September 2015 01:04
runcing, kulit putih, tinggi 160 cm, rambut lurus.
Kelima orang tersebut mengaku teman bapak atau mamak bapak ungkap, beberapa oknum
security di beberapa kantor swasta, pemerintah.
Ada beberapa Trik Kelompok ini saat beroperasi saya selidiki
Kendaraan operasi selalu gonta-ganti, berkemungkinan kendaraan rental atau hasil curian.
Tempat tinggal selalu berpindah-pindah, bahkan menempati rumah kosong. Kendaraan operasi
terdiri dari Mobil box, Avanza,
mobil sedan, Honda Jazz, Xenia,
Ambulan, mobil perusahaan rokok cat putih, pick up, Dum truk warna orange. Colt diesel cat
kuning, kijang kapsul dll.
Dua unit kendaraan sepeda motor ia masukan kedalam mobil untuk operasi kejahatan. Jenis
beat putih, motor satria hitam, kawasaki ninja.
Trik kedua, kendaraan roda empat ia parkirkan di sebuah rumah kosong disuatu komplek
perumahaan atau rumah warga nanti ia mengendarai sepeda motor berdua dengan anaknya
atau kelompoknya keluar memantau lokasi atau mencari target.
Trik ketiga kendaraan tersebut ia parkirkan dirumah warga, saat tengah malam ia menaikan
2/5
Waspada Sindikat Kejahatan Modus Wartawan Gadungan
Oleh : Didi Ronaldo
Minggu, 27 September 2015 01:04
sepeda motor kedalam mobilnya, sang suami pemilik rumah keluar
dan bertanya
sepeda motor siapa pak. Ini sepeda motor anaknya yang rusak
tuturnya. Kenapa tengah malam diambil, maka ia mengeluarkan uang
seratus ribu untuk ongkos parkir dan beli rokok ungkap si pemilik rumah dulu kepada saya. kini
orangnya sudah pindah rumah.
Trik keempat, sering pergi beroperasi tengah malam hingga subuh. Menaiki mobil dum truk cat
oren atau kendaraan roda empat lainya sejenis: APV cat hitam, Troper, Hi Line, Inova cat
silver. CR V, Toyota Ayla
me
rah marun, Grand Max cat silver metaliik, kijang kapsul silver warna cream. Colt diesel, mini
bus. orang-orang yang memiliki intelijen tertentu yang bisa memantaunya gerak gerik oknum
tersebut.
Trik kelima, malam hari mengendarai kendaraan roda dua jenis vega berdua dengan anaknya,
sang bapak memakai jaket coklat atau kemeja putih . nanti baju kemeja ia ganti dengan baju
kaos.
Trik ke enam nekat mengaku kepada kepala daerah (red. Gubernur, walikota, bupati), kepala
dinas
bahwa yang mengetik berita
tersebut anaknya dengan memperlihatkan print out berita. Serta meminta proyek kepada kepala
daerah/ kepala dinas dengan mencatut nama
saya (red.didi) saya adalah ponakannya atau anaknya, atau kerabat dari istri adek saya atau
nama orang lain. Ia mengaku anaknya yang mengetik berita tersebut kepada narasumber. Kau stres atau
syaraf tuh.
3/5
Waspada Sindikat Kejahatan Modus Wartawan Gadungan
Oleh : Didi Ronaldo
Minggu, 27 September 2015 01:04
Trik ketujuh menyelonong masuk kekantor orang, nanti ditanya pegawai kantor bahwa ia mengaku teman saya dengan menyebutkan nama saya atau menunjuk saya yang sedang
mewancarai narasumber. Nanti saya dibilangnya fotografer, ia mengaku yang menulis berita.
Trik kedelapan anaknya sering mencatut/plagiat berita orang, dengan memakai nama media
yang sama hanya
menganti sipenulisnya dengan namanya. Baik dimedia
online local maupun nasional.
Bahkan mengaku-ngaku dari media cetak ini dan itu dengan mengatakan yang menulis berita
tersebut kakaknya atau keluarganya. Dengan memperlihatkan kartu pers palsu.
Trik Sembilan sang oknum sindikat penipuan tersebut itu sering membagi-bagikan uang /
menyuap dari uang hasil kejahatan seperti perampokan,
hasil dari penjualan narkoba kepada masyarakat, kepada oknum aparat keamanan yang nakal
dengan maksud untuk memperangaruhinya . atau untuk meringankan hukuman anaknya
terlibat narkoba atau tindak kriminal saat sidang pengadilan negeri.
Ia sering mengaku kepada masyarakat sebagai pengusaha, pengusaha apa sering keluar
malam hingga subuh (red. perampok /maling ya). Orang pusat datang kedaerah abangnya
berdinas sebagai TNI AD, dan AU ia telpon, sang abangya mengaku kepada orang pusat
tersebut bahwa yang mengetik berita tersebut anak adeknya sambil memperlihat print out
berita. sang oknum petinggi pusat tersebut gaptek pula alias gagap internet. ha..ha...maka kena
tipulah goblok.
4/5
Waspada Sindikat Kejahatan Modus Wartawan Gadungan
Oleh : Didi Ronaldo
Minggu, 27 September 2015 01:04
Orang ia tawarkan menumpang mobilnya, penumpang tersebut ia todong dengan pisau atau
senjata, ia peras oknum tersebut.
Kejadian dulu saat orang ada wisuda , sang oknum tersebut menyuap kepala security untuk
mengusir saya keluar dari ruangan. Sebelumya saya sudah menemui rector diruangan kerja
nya berapa orang jumlah wisuda bulan ini. Serta minta izin untuk memotret wisudawan. Saya
selidiki sang kepala security telah ia beri duit Rp. 500 ribu, anggotanya ia suruh untuk mengusir
saya.
Bersama-sama dengan oknum security tersebut menghadap Rektor, saya bilang tolong pecat
oknum security ini pak tidak sopan, etika tidak ada , tiang layar back ground saya patah,
sebelumnya saya sudah minta izin ke bapak ungkap saya ke rector.
Oknum sindikat penipuan tersebut bisa kami kategorikan GPK (Gerombolan Pengacau
Keamanan), Menyuap masyarakat untuk berbuat tidak baik atau suka menghasut dan
menjelek-jelekan orang lain.
Istri adek saya buat kue diantar kedai, kue tersebut ia ganti dengan jenis yang sama. Pasti
rasanya sudah berbeda.
Dari hasil uang kejahatan dan bisnis terlarang bisa mengarah nanti berbuat kudeta pemerinta
haan sah
Jokowi-JK, gerombol tersebut sangat berbahaya. Perlu segera tangkap bosnya, tumpas dan sikat anggota sindikatnya
. (didi)
5/5
Fly UP