...

. lapisan berikutnya adalah lapisan saprolit dengan nilai FK1 =1,577

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

. lapisan berikutnya adalah lapisan saprolit dengan nilai FK1 =1,577
SARI
Permasalahan air tambang akan mempengaruhi lokasi kerja, jalan tambang becek dan
licin, stabilitas lereng tambang rawan longsor, peralatan tambang cepat rusak, kesulitan dalam
mengambil contoh (sampling), efisiensi kerja menurun dan dapat mengancam keselamatan dan
kesehatan kerja.
Hasil perhitungan data hujan diperoleh hasil bahwa di daerah telitian termasuk
kedalam daerah dengan tipe iklim equatorial. Bulan basah lebih banyak yaitu sebanyak 40
bulan, jika dibandingkan dengan bulan lembab 7 bulan dan bulan kering 13 bulan. Curah hujan
tertinggi terjadi pada tahun 2005 yaitu sebesar 4407 mm/tahun. Sedangkan nilai hujan terendah
yaitu pada tahun 2004 sebesar 1954 mm/tahun. Daerah tangkapan hujan terbagi menjadi dua
bagian.
Curah Hujan Rencana diperoleh dengan menggunakan persamaan Gumbel diperoleh
hasil untuk periode ulang 2 tahun adalah 95,4 mm dan untuk 5 tahun sebesar 125,3 mm.
Intensitas Hujan dihitung dengan menggunakan metode Mononobe, untuk waktu 1 jam pada
periode ulang 2 dan 5 tahun adalah 33.06 mm/jam dan 43,43 mm/jam. Nilai koefisien runoff
dihitung dengan melibatkan faktor penggunaan lahan dan kelerengannya, sehingga diperoleh C
komposit sebesar 0.29 untuk Catchment Area A dan 0.24 untuk Catchment Area B. Debit Air
Limpasan dihitung dengan menggunakan metode Rasional., untuk periode ulang 2 tahun adalah
sebesar 27,67 m3/s dan 36,34 m3/s untuk periode ulang 5 tahun.
Nilai laju infltrasi di daerah telitian memiliki nilai yang bervariasi, harga f o tertinggi
adalah di titik Infil 41 sebesar 0,7 cm/menit atau sama dengan 420 mm/jam konstan sebesar 0,1
cm/menit 60 mm/jam, nilai Laju infiltrasi terendah berada pada titik pengukuran IF 23 dengan
nilai laju infiltrasi awal (f0) sebesar 0,04 cm/menit atau sama dengan (24 mm/jam) serta laju
infiltrasi konstan (fc) dengan nilai 0,006 cm/menit atau sama dengan (3,6 mm/jam). Nilai
permeabilitas tanah yang ada di daerah telitian jika di rerata nilai permeabilitasnya sebesar
0,0014 cm/s dengan jenis drainase yang jelek.
Arah aliran air tanah di daerah prospek X mengalir ke segala arah sesuai dengan
kontur yang ada, namun demikian arah aliran yang dominan mengarah kearah Timur Laut yaitu
yang berasal dari daerah perbukitan menuju daerah yang lebih rendah, kemudian diikuti dengan
arah ke Barat Daya.
Nilai faktor keamanan untuk lapisan OB1 adalah FK = 2,6, dan α1 = 26,6o. Untuk
lapisan OB2 nilai FK = 3.527 dan α2 = 45o, selanjutnya pada lapisan OB3 nilai FK = 1,864 dan
α3= 45o. Pada lapisan limonit1 FK = 1,3 dan β1 = 36.9o , lapisan limonit 2 FK sebesar 3,276 dan
β2=71,6o, FK = 2,444, dan β2=71,6o, FK = 3,307 dan β2= 71,6o. Pada lapisan limonit3 nilai yang
diperoleh adalah FK = 1,350, β3=71, 6o, FK = 1,222 β3=76o,FK =1,382, β3=71,6o. lapisan
berikutnya adalah lapisan saprolit dengan nilai FK1 =1,577 γ1=63,4o, FK2 = 1,343, γ2 =
71,6o, FK = 2,232 , γ3 = 71,6o. Dari hasil simulasi tersebut, masing-masing dari kondisi
lereng memiliki Face Angle yang bervariasi, Banch Width , dan Banch Height juga
bervariasi. sedangkan nilai untuk Over all slope angle adalah sebesar 32,4o.
Hasil simulasi menunjukkan kondisi lereng dengan nilai FK yang bervariasi
dengan nilai kurang dari 1,25 dengan kategori kritis dan nilai FK lebih besar dari 1,25
dengan kategori lereng aman.
Kata Kunci : Hidrologi, penambangan nikel, faktor keamanan, desain dan operasional.
xviii
ABSTRACT
Mine water matter will affect work location, muddy and slippery mine roads,
landslide prone mine slope stability, fragile mine tools, sampling difficulties, decrease of
work efficiency, and it all can threaten work safety and hygiene.
Rainfall data calculation result showed that the surveyed area was an area with
equatorial climate. There are more wet months, which are 40 months, compared to
humid months 7 months and dry months 13 months. The highest rainfall occurred in
2005, which was 4407 mm/year. The lowest one was in 2004 at 1954 mm/year.
Catchment area is divided in two parts.
Rainfall plan gained by Gumbel equation yielding the result for return period of
2 years was 95,4 mm and for 5 years 125,3 mm. rainfall intensity was calculated using
Mononobe method, for a period of 1 hour at return period of 2 and 5 years were 33,06
mm/hour and 43,43 mm/hour. Runoff coefficient composite (C) of 0,29 for catchment
area A and 0,24 for catchment area B. discharge runoff water was calculated using
Rational method, for return period of 2 years was 27,67 m3/s and 36,34 m3/s for return
period of 5 years.
Infiltration rate at the surveyed area was various, the highest fo was at Infil spot
at 0,7 cm/min constantly at 0,1 cm/min, the lowest infiltration rate was at the
measurement spot IF23 with fo of 0,004 cm/min and fc of 0,006 cm/min. The mean
existing land permeability at the surveyed area was 0,0014 cm/s with poor drainage.
Land water flow direction at prospect area X flew to all directions according to the
existing contour, but the dominant flow was heading north North East i.e, coming from
hill area heading for lower area, followed by one heading for South West.
Safety factor for layer OB1 was FK = 2,6, and α1 = 26,6o. For layer OB2 FK =
3.527 and α2 = 45o, then at layer OB3 FK = 1,864 and α3= 45o. At limonite1 FK = 1,3 and β1 =
36.9o , limonite 2 FK = 3,276 and β2=71,6o, FK = 2,444, and β2=71,6o, FK = 3,307 and β2= 71,6o.
The limonite 3 layer the values were FK = 1,350, β3=71, 6o, FK = 1,222 β3=76o,FK =1,382,
β3=71,6o. The next layer was saprolite layer with the values of FK1 =1,577 γ1=63,4o,
FK2 = 1,343, γ2 = 71,6o, FK = 2,232 , γ3 = 71,6o. From those simulations, each slope
condition had various face angles, banch width, and banch height, while the value for
overall slope was 32,4o. Simulation result showed slope condition with various FK
values which were less than 1,25 were categorized as critical and more than 1,25 were
safe.
Key words : Hidrology, Nickle mine, Safety Factor, design and operational.
xix
Fly UP