...

Kamera-Digital.com (Agus Chiawono) Penggunaan Flash sangat

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Kamera-Digital.com (Agus Chiawono) Penggunaan Flash sangat
Indoor - Outdoor Flash dan Bounce/Diffuse
Kamera-Digital.com (Agus Chiawono)
Penggunaan Flash sangat membantu apabila kita pemotret pada ruangan yang kondisi cahaya gelap.
Tapi apabila kita tidak tepat mengatur setting untuk penggunaan flash, maka hasil foto tidak akan
maksimum, terkadang masih kurang terang atau bahkan terlalu terang. Untuk itu artikel lanjutan ini
akan menjelaskan bagaimana penggunaan indoor flash dan juga bagaimana outdoor flash digunakan
serta penjelasan tentang bounce dan diffuse flash. (Artikel ini adalah sambungan dari artikel Blitz for
Dummies)
Indoor Flash
Blitz sering bahkan hampir selalu digunakan di dalam ruangan. Alasannya karena di dalam ruangan
biasanya penerangan lampu agak kurang terang untuk menghasilkan foto yang bisa dilihat. Memang,
ada teknik menggunakan slow shutter speed untuk menangkap cahaya lebih banyak, tapi biasanya hal
ini menyebabkan gambar yang agak blur karena goyangan tangan kameraman maupun gerakan dari
orang yang ingin kita foto. Karena itu, biasanya kita menggunakan blitz.
Penggunaannya biasanya sederhana. Kita bisa setting kamera digital di auto dan membiarkannya
melakukan tugasnya atau bisa juga kita melakukan setting sendiri menggunakan perhitungan yang
sudah dilakukan di atas. Tidak sulit. Hanya saja, ada beberapa hal perlu kita perhatikan agar
mendapatkan hasil maksimal.
1.Jangan memotret obyek yang terlalu dekat dengan blitz yang dihadapkan tegak lurus. Ambil contoh
dengan blitz GN 20 yang menurut saya cukup memadai sebagai blitz eksternal bagi kamera digital
dalam pemotretan indoor dalam ruangan (bukan aula). Jika kita ingin memotret sebutlah orang pada
jarak 2 meter dengan ISO/ASA 200 maka kita membutuhkan f/16 yang tidak tersedia pada sebagian
besar PDC dan akan menghasilkan gambar yang over. Karena itu, untuk PDC/DSLR biasanya sudah
terdapat flash built-in yang TTL dan memiliki GN agak kecil (8-12 pada sebagian PDC, 12-14 pada
DSLR). Gunakan itu daripada flash eksternal untuk obyek yang agak dekat.
2.Kombinasikan flash dengan slow shutter speed untuk mendapatkan obyek utama tercahayai dengan
baik dan latar belakang yang memiliki sumber cahaya juga tertangkap dengan baik. Ini adalah suatu
teknik yang patut dicoba dan seringkali menghasilkan gambar yang indah. Jangan takut menggunakan
speed rendah karena obyek yang sudah dikenai flash akan terekam beku (freeze).
3.Bila ruangan agak gelap, waspadai terjadinya efek mata merah/red eye effect. Efek mata merah ini
terjadi karena pupil mata yang membesar untuk membiasakan diri dengan cahaya yang agak gelap
tetapi tiba-tiba dikejutkan cahaya yang sangat terang dari flash. Jika kamera dan/atau flash terdapat
fasilitas pre-flash/red eye reduction, gunakan hal ini. Jika tidak, akali dengan mengubah sudut
datangnya cahaya flash agar tidak langsung mengenai mata.
1. Dalam ruangan pun ada sumber cahaya yang kuat seperti spotlight. Hindari memotret dengan
menghadap langsung ke sumber cahaya kuat tersebut kecuali ingin mendapatkan siluet yang
tidak sempurna (kompensasi under 1 2 stop untuk siluet yang baik). Dalam kondisi demikian,
gunakan flash untuk fill in/menerangi obyek yang ingin dipotret tersebut.
Bounce/Diffuse
Flash adalah sumber cahaya yang sangat kuat. Selain itu, flash adalah cahaya yang bersumber dari
sumber cahaya yang kecil (sempit). Karenanya, bila cahaya ini dihadapkan langsung pada suatu obyek
akan menyebabkan penerangan yang kasar (harsh). Dalam sebagian besar foto dokumentasi konsumsi
pribadi dimana petugas dokumentasi menggunakan kamera point & shoot (film/digital) ini bisa
diterima. Tetapi dalam tingkat yang lebih tinggi dimana hasil foto ini akan menjadi konsumsi umum,
alur keras cahaya akan memberi efek yang kurang sedap dipandang. Ditambah lagi biasanya ini akan
menyebabkan cahaya flash memutihkan benda yang sudah agak putih dan menyebabkan detail-detail
tertentu lenyap.
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari hal ini dalam artian melunakkan cahaya
tersebut:
1. Memperluas bidang datang cahaya yaitu dengan memantulkannya ke bidang lain (bounce).
2. Menyebarkan cahaya yang datang dari sumber kecil tersebut sehingga meluas (diffuse).
Bounce flash dilakukan dengan cara memantulkan flash ke satu bidang yang luas sehingga cahaya
datang dalam sudut yang lebih luas. Kita bisa menggunakan langit-langit atau dinding yang ada dalam
ruangan. Jika flash eksternal yang terpasang pada kamera digital terhubung melalui hot shoe, maka
flash tersebut harus memiliki fasilitas tilt untuk memantulkan cahayanya. Jika terpasang melalui kabel
synchro, maka kita bisa memasang flash pada bracket dengan posisi sedikit menghadap ke
atas/samping atau memegangnya dengan posisi demikian. Posisi memantulkan yang tepat agar cahaya
jatuh tepat pada obyek adalah dengan menghadapkan flash tersebut pada langit-langit di tengah
fotografer/flash dan obyek. Beberapa hal perlu kita perhatikan dalam memanfaatkan bounce flash ini
adalah:
1. Jarak untuk menghitung f/stop berubah bukan menjadi jarak kamera dan obyek tetapi berubah
menjadi jarak yang dilalui oleh cahaya flash tersebut. Normalnya pada sudut tilt 45° kita akan
melebarkan aperture 1 stop dan pada sudut tilt 90° kita melebarkan aperture sebesar 2 stop.
Tentunya ini hanya panduan ringkas. Pada pelaksanaan tergantung teknis di lapangan.
2. Berkaitan dengan no. 1 di atas, maka jarak langit-langit/dinding tidak boleh terlalu jauh atau
akan jadi percuma.
3. Gunakan selalu bidang pantul berwarna putih dan tidak gelap. Warna selain putih akan
menyebabkan foto terkontaminasi warna tersebut sedangkan warna gelap akan menyerap cahaya
flash tersebut.
4. Perhatikan bisa terjadi kemunculan bayangan pada sisi lain cahaya. Misalnya jika kita
memantulkan ke langit-langit maka kita akan mendapatkan bayangan di bawah hidung atau
dagu dan jika kita memantulkan ke dinding di kiri maka akan ada bayangan di sebelah kanan.
Untuk mengatasinya kita dapat menyelipkan sebuah bounce card di bagian depan flash tersebut
sehingga ketika kita memantulkan cahaya ke atas/samping kita tetap memiliki cahaya yang tidak
terlalu kuat yang mengarah ke depan dan menetralisir bayangan yang muncul.
Untuk mengambil foto secara vertical, akan mudah kalau kita menggunakan koneksi kabel karena kita
dapat dengan mudah menghadapkan flash ke atas jika menggunakan bracket atau dipegang. Tetapi jika
koneksi kita adalah hot shoe maka pastikan flash kita memiliki fasilitas swivel head sehingga dapat kita
putar menghadap ke atas. Lebih bagus lagi jika kita memiliki flash yang dapat di-tilt dan swivel. Ini
akan mengakomodasi sebagian besar kebutuhan kita.
Cara lain melunakkan cahaya adalah dengan memperluas dispersinya. Caranya gunakan flash diffuser.
Flash diffuser akan menyebarkan cahaya yang keluar dari flash ke segala arah sehingga cahaya yang
keluar tidak keras. Umumnya tersedia diffuser khusus untuk flash tertentu mengingat head flash
berbeda-beda. Dapat juga kita membuat sendiri diffuser untuk flash kita menggunakan bermacammacam alat. Ketika kita menggunakan diffuser, sebenarnya kita menghalangi area tertentu dari arah
cahaya flash dan membelokkannya ke tempat lain. Ini mengurangi kekuatan flash yang kita gunakan
tersebut. Jika diffuser yang kita gunakan adalah hasil beli, maka kita dapat membaca berapa
kompensasi aperture yang kita perlukan ketika menghitung eksposur. Biasanya terdapat pada kotak atau
kertas manual. Jika kita memutuskan membuat sendiri, maka kita bisa melakukan eksperimen berkalikali agar mendapatkan angka yang pas untuk kompensasi yang diperlukan kali lainnya.
Outdoor Flash
Sekilas jika kita berpikir tentang penggunaan flash, maka kita akan tahu kalau itu berlaku untuk
suasana pemotretan yang kekurangan cahaya. Karenanya, kita umumnya tidak memikirkan tentang
perlunya penggunaan flash pada pemotretan luar ruangan (siang hari, of course) karena sinar matahari
sudah sangat terang. Di sinilah kesalahan kita dimulai. Flash sangat dibutuhkan pada pemotretan
outdoor, terutama pada:
1. Kondisi obyek membelakangi matahari. Pada kondisi seperti ini, meter kamera akan mengira
suasana sudah cukup terang sehingga akan menyebabkan obyek yang difoto tersebut
gelap/under karena cahaya kuat tersebut percuma karena tidak direfleksikan oleh obyek. Cara
mengakalinya adalah dengan melakukan fill in pada obyek sehingga walaupun latar sangat
terang tetapi obyek tetap mendapat cahaya.
2. Matahari berada di atas langit. Ini akan mengakibatkan muncul bayangan pada bawah hidung
dan dagu. Gunakan flash untuk menghilangkannya. Untuk melembutkan cahayanya gunakan
bounce card atau diffuser.
kemunculan bayangan pada sisi lain cahaya. Misalnya jika kita memantulkan ke langit-langit maka kita
akan mendapatkan bayangan di bawah hidung atau dagu dan jika kita memantulkan ke dinding di kiri
maka akan ada bayangan di sebelah kanan. Untuk mengatasinya kita dapat menyelipkan sebuah bounce
card di bagian depan flash tersebut sehingga ketika kita memantulkan cahaya ke atas/samping kita tetap
memiliki cahaya yang tidak terlalu kuat yang mengarah ke depan dan menetralisir bayangan yang
muncul.
Untuk mengambil foto secara vertical, akan mudah kalau kita menggunakan koneksi kabel karena kita
dapat dengan mudah menghadapkan flash ke atas jika menggunakan bracket atau dipegang. Tetapi jika
koneksi kita adalah hot shoe maka pastikan flash kita memiliki fasilitas swivel head sehingga dapat kita
putar menghadap ke atas. Lebih bagus lagi jika kita memiliki flash yang dapat di-tilt dan swivel. Ini
akan mengakomodasi sebagian besar kebutuhan kita.
Cara lain melunakkan cahaya adalah dengan memperluas dispersinya. Caranya gunakan flash diffuser.
Flash diffuser akan menyebarkan cahaya yang keluar dari flash ke segala arah sehingga cahaya yang
keluar tidak keras. Umumnya tersedia diffuser khusus untuk flash tertentu mengingat head flash
berbeda-beda. Dapat juga kita membuat sendiri diffuser untuk flash kita menggunakan bermacammacam alat. Ketika kita menggunakan diffuser, sebenarnya kita menghalangi area tertentu dari arah
cahaya flash dan membelokkannya ke tempat lain. Ini mengurangi kekuatan flash yang kita gunakan
tersebut. Jika diffuser yang kita gunakan adalah hasil beli, maka kita dapat membaca berapa
kompensasi aperture yang kita perlukan ketika menghitung eksposur. Biasanya terdapat pada kotak atau
kertas manual. Jika kita memutuskan membuat sendiri, maka kita bisa melakukan eksperimen berkalikali agar mendapatkan angka yang pas untuk kompensasi yang diperlukan kali lainnya.
Outdoor Flash
Sekilas jika kita berpikir tentang penggunaan flash, maka kita akan tahu kalau itu berlaku untuk
suasana pemotretan yang kekurangan cahaya. Karenanya, kita umumnya tidak memikirkan tentang
perlunya penggunaan flash pada pemotretan luar ruangan (siang hari, of course) karena sinar matahari
sudah sangat terang. Di sinilah kesalahan kita dimulai. Flash sangat dibutuhkan pada pemotretan
outdoor, terutama pada:
3. Kondisi obyek membelakangi matahari. Pada kondisi seperti ini, meter kamera akan mengira
suasana sudah cukup terang sehingga akan menyebabkan obyek yang difoto tersebut
gelap/under karena cahaya kuat tersebut percuma karena tidak direfleksikan oleh obyek. Cara
mengakalinya adalah dengan melakukan fill in pada obyek sehingga walaupun latar sangat
terang tetapi obyek tetap mendapat cahaya.
4. Matahari berada di atas langit. Ini akan mengakibatkan muncul bayangan pada bawah hidung
dan dagu. Gunakan flash untuk menghilangkannya. Untuk melembutkan cahayanya gunakan
bounce card atau diffuser.
5. Obyek berada pada open shade (bayangan). Flash digunakan untuk mendapatkan pencahayaan
yang sama pada keseluruhan obyek karena bayangan akan membuat gradasi gelap yang berbedabeda pada bagian-bagian obyek apalagi wajah manusia.
6. Langit sangat biru dan menggoda. Jika kita tidak tergoda oleh birunya langit dan rela mendapat
foto langit putih ketika memotret outdoor maka silahkan lakukan metering pada obyek tanpa
menggunakan flash atau dengan flash. Jika kita rela obyek kekurangan cahaya asalkan langit
biru silahkan lakukan metering pada langit. Nah, jika kita ingin langit tetap biru sekaligus obyek
tercahayai dengan baik, gunakan metering pada langit dan fill flash pada obyek. Ini akan
menghasilkan perpaduan yang tepat dan pas.
7. Langit mendung. Ketika langit mendung, jangan segan-segan gunakan flash karena efek yang
ditimbulkan awan mendung akan sama seperti jika kita berada di bawah bayangan.
Ditulis oleh : Agus Chiawono ([email protected])
Fly UP