...

53. Terjemahan Hadits Shahih Muslim - Kitab ZUHUD

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

53. Terjemahan Hadits Shahih Muslim - Kitab ZUHUD
53. Terjemahan Hadits Shahih Muslim - Kitab ZUHUD DAN KELEMBUTAN HATI
Kitab Zuhud Dan Kelembutan Hati
• Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Rasulullah bersabda: Tiga perkara yang akan mengiringi mayit, yang dua akan kembali dan
yang satu akan menetap. Ia akan diiringi oleh keluarganya, hartanya dan amal perbuatannya.
Keluarga dan hartanya akan kembali dan tinggallah amal perbuatannya. (Shahih Muslim
No.5260)
• Hadis riwayat Amru bin Auf ra., ia berkata:
Bahwa Rasulullah mengutus Abu Ubaidah bin Jarrah ke Bahrain untuk memungut jizyahnya
(upeti), karena Rasulullah telah mengadakan perjanjian damai dengan penduduk Bahrain dan
mengangkat Alaa' bin Hadhrami sebagai gubernurnya. Kemudian Abu Ubaidah kembali dengan
membawa harta dari Bahrain. Orang-orang Ansar mendengar kedatangan Abu Ubaidah lalu
melaksanakan salat Subuh bersama Rasulullah. Setelah salat, beliau beranjak lalu mereka
menghalanginya. Ketika melihat mereka beliau tersenyum dan bersabda: Aku tahu kalian telah
mendengar bahwa Abu Ubaidah telah tiba dari Bahrain dengan membawa harta upeti. Mereka
berkata: Benar, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: Bergembiralah dan berharaplah agar
mendapatkan sesuatu yang menyenangkan kamu sekalian. Demi Allah, bukan kefakiran yang
aku khawatirkan terhadap kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah jika kekayaan dunia
dilimpahkan kepada kalian sebagaimana telah dilimpahkan kepada orang-orang sebelum
kalian, kemudian kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka
berlomba-lomba dan akhirnya dunia itu membinasakan kalian sebagaimana ia telah
membinasakan mereka. (Shahih Muslim No.5261)
• Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Bahwa Rasulullah bersabda: Ketika seorang dari kalian memandang orang yang melebihi
dirinya dalam harta dan anak, maka hendaklah ia juga memandang orang yang lebih rendah
darinya, yaitu dari apa yang telah dilebihkan kepadanya. (Shahih Muslim No.5263)
• Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
1/8
53. Terjemahan Hadits Shahih Muslim - Kitab ZUHUD DAN KELEMBUTAN HATI
Bahwa ia mendengar Nabi bersabda: Sungguhnya ada tiga orang Bani Israel, seorang berkulit
belang, seorang berkepala botak dan yang lain matanya buta. Allah ingin menguji mereka,
maka Dia mengirim malaikat. Malaikat ini mendatangi orang yang berkulit belang dan bertanya:
Apa yang paling kamu sukai? Orang itu menjawab: Warna (kulit) yang bagus, kulit yang indah
dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku. Malaikat tersebut mengusap
tubuhnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi warna yang bagus dan kulit yang indah.
Malaikat bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu senangi? Orang itu menjawab: Unta. Atau:
Ia menjawab: Sapi. (Ishak ragu-ragu tentang itu). Lalu ia diberi unta yang hampir melahirkan
lalu malaikat berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu. Kemudian ia mendatangi orang
yang botak lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Orang itu berkata: Rambut yang indah
dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku. Malaikat mengusapnya, maka
penyakitnya sembuh dan ia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa yang
paling kamu senangi? ia menjawab: Sapi. Maka ia diberi sapi bunting lalu malaikat berkata:
Semoga Allah memberkahinya untukmu. Kemudian malaikat mendatangi yang buta, lalu
bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Ia menjawab: Allah mengembalikan penglihatanku,
sehingga aku dapat melihat manusia. Maka Malaikat mengusapnya, sehingga penglihatannya
kembali normal. Malaikat itu bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu sukai? Ia menjawab:
Kambing. Maka ia diberi kambing yang beranak. Selanjutnya semua binatang yang diberikan itu
beranak-pinak sehingga orang yang berpenyakit belang dapat mempunyai unta satu lembah,
yang botak mempunyai sapi satu lembah dan yang asalnya buta memiliki kambing satu lembah.
Pada suatu ketika malaikat kembali mendatangi orang yang berpenyakit belang dalam bentuk
dan cara seperti ia dahulu lalu berkata: Aku orang miskin yang telah terputus seluruh sumber
rezeki dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi pengharapan, kecuali kepada Allah
dan kamu. Demi Tuhan yang telah menganugerahimu warna yang bagus, kulit yang indah serta
harta benda, aku minta seekor unta untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu berkata:
Masih banyak sekali hak-hak yang harus kupenuhi. Maka malaikat itu berkata kepadanya: Aku
seperti mengenal kamu, bukankah kamu yang dahulu berpenyakit kulit belang yang manusia
jijik kepadamu, serta yang dahulu fakir lalu diberi harta oleh Allah? Orang itu berkata: Aku
mewarisi harta ini secara turun-temurun. Malaikat berkata: Kalau kamu berdusta, semoga Allah
menjadikan kamu seperti dahulu lagi. Setelah itu malaikat tadi mendatangi orang yang dahulu
botak dalam bentuknya seperti dahulu lalu berkata kepadanya seperti apa yang dikatakannya
kepada orang yang berkulit belang, dan orang itu menjawabnya seperti jawaban orang yang
belang tadi. Maka malaikat berkata: Jika kamu berdusta, semoga Allah menjadikan kamu
seperti dahulu lagi. Kemudian sesudah itu malaikat mendatangi orang yang dahulu buta dalam
bentuk dan cara seperti dahulu lalu berkata: Aku orang miskin yang mengembara dan telah
terputus seluruh sumber rezeki dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi
pengharapan, kecuali kepada Allah dan kamu. Demi Tuhan yang telah memulihkan
penglihatanmu, aku minta seekot kambing untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu
berkata: Dahulu aku buta, lalu Allah memulihkan penglihatanku, maka ambillah apa yang kamu
inginkan dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu inginkan. Demi Allah aku tidak akan
membebani kamu untuk mengembalikan sesuatu yang telah kamu ambil untuk Allah. Maka
malaikat berkata: Peganglah hartamu itu semua, karena kamu sekalian hanya sekedar diuji,
kamu telah diridai Tuhan, sedangkan kedua sahabatmu telah dimurkai Allah. (Shahih Muslim
No.5265)
2/8
53. Terjemahan Hadits Shahih Muslim - Kitab ZUHUD DAN KELEMBUTAN HATI
• Hadis riwayat Saad bin Abu Waqqash ra., ia berkata:
Demi Allah, aku adalah orang Arab pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah. Kami
pernah berperang bersama Rasulullah dan tidak ada makanan yang dapat kami makan selain
daun hublah dan daun samur (dua macam tanaman padang pasir), sehingga kotoran kami
seperti kotoran kambing. Kemudian keesokan harinya Bani Asad mengajariku pengetahuan
agama. Kalau demikian, sungguh aku telah gagal dan usahaku sia-sia. Dan Ibnu Numair tidak
mengatakan: Kalau demikian. (Shahih Muslim No.5267)
• Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Sejak berpindah ke Madinah, keluarga Muhammad tidak pernah merasa kenyang karena
makan gandum selama tiga malam berturut-turut sampai beliau wafat. (Shahih Muslim
No.5274)
• Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Kami, keluarga Muhammad sering hidup selama satu bulan tidak menyalakan api (memasak),
karena makananannya hanya kurma dan air. (Shahih Muslim No.5280)
• Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Ketika Rasulullah wafat, di lemariku tidak ada sesuatu yang dapat dimakan manusia, kecuali
setengah roti gandum yang berada dalam sebuah lemari milikku lalu aku memakan sebagian
untuk beberapa lama, kemudian aku timbang ternyata telah habis. (Shahih Muslim No.5281)
• Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
3/8
53. Terjemahan Hadits Shahih Muslim - Kitab ZUHUD DAN KELEMBUTAN HATI
Rasulullah wafat ketika orang-orang sudah kenyang memakan kurma dan air. (Shahih Muslim
No.5284)
• Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya. Dalam riwayat Ibnu Abbad: Demi
Tuhan yang jiwa Abu Hurairah berada dalam genggaman-Nya, belum pernah Rasulullah
membuat keluarganya kenyang selama tiga hari berturut-turut dengan roti gandum sampai
beliau wafat. (Shahih Muslim No.5286)
1. Janganlah memasuki daerah kaum yang menganiaya diri mereka sendiri, kecuali dengan
menangis
• Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda kepada Ashabul Hijr: Janganlah kamu sekalian memasuki daerah
kaum yang telah disiksa, kecuali jika kamu sekalian menangis. Kalau kamu tidak menangis,
janganlah memasuki daerah mereka agar kalian tidak tertimpa apa yang menimpa mereka.
(Shahih Muslim No.5292)
2. Berbuat baik kepada janda, orang miskin dan anak yatim
• Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Dari Nabi saw. beliau bersabda: Orang yang membiayai para janda dan orang miskin itu
bagaikan seorang pejuang di jalan Allah. Aku mengira beliau menambahkan: Dan bagaikan
orang yang selalu menjalankan salat malam tanpa henti atau bagaikan orang yang selalu
berpuasa tanpa berbuka. (Shahih Muslim No.5295)
4/8
53. Terjemahan Hadits Shahih Muslim - Kitab ZUHUD DAN KELEMBUTAN HATI
3. Orang yang menyekutukan Allah dalam amalnya (riya)
• Hadis riwayat Jundub Al-Alaqiy ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa mencari popularitas dengan amal perbuatannya, maka
Allah akan menyiarkan aibnya dan barang siapa yang riya dengan amalnya, maka Allah akan
menampakkan riyanya. (Shahih Muslim No.5302)
4. Berucap satu kata buruk akan jatuh ke dalam neraka
• Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sungguh ada seorang hamba yang
mengucapkan satu kata (buruk) sehingga ia terjerumus ke dalam neraka lebih dalam dari jarak
antara timur dan barat. (Shahih Muslim No.5303)
5. Siksaan orang yang memerintahkan kebaikan, tetapi ia tidak mengerjakannya dan melarang
berbuat kemungkaran, tetapi ia mengerjakannya
• Hadis riwayat Usamah bin Zaid ra., ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Pada hari kiamat nanti seorang lelaki dilemparkan
ke dalam neraka, lalu seluruh isi perutnya keluar, kemudian ia berputar membawa isi perutnya
itu seperti seekor keledai memutari penggilingan. Lalu penghuni neraka mengerumuninya dan
bertanya: Hai Fulan, kanapa kamu disiksa seperti ini, bukankah kamu menyeru kepada
kebaikan dan mencegah kemungkaran? Ia jawab: Benar, aku dahulu menyeru kepada
kebaikan, tetapi aku tidak melakukannya dan mencegah kemungkaran namun aku tetap
menjalankannya. (Shahih Muslim No.5305)
5/8
53. Terjemahan Hadits Shahih Muslim - Kitab ZUHUD DAN KELEMBUTAN HATI
6. Larangan membuka aib sendiri
• Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Semua umatku akan ditutupi segala
kesalahannya kecuali orang-orang yang berbuat maksiat dengan terang-terangan. Masuk
dalam kategori berbuat maksiat terang-terangan adalah bila seorang berbuat dosa di malam
hari kemudian Allah telah menutupi dosanya, lalu dia berkata (kepada temannya): Hai Fulan!
Tadi malam aku telah berbuat ini dan itu. Allah telah menutupi dosanya ketika di malam hari
sehingga ia bermalam dalam keadaan ditutupi dosanya, kemudian di pagi hari ia sendiri
menyingkap tirai penutup Allah dari dirinya. (Shahih Muslim No.5306)
7. Mendoakan orang yang bersin dan makruh menguap
• Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
Dua orang bersin di dekat Rasulullah saw., beliau mendoakan salah seorangnya dan
membiarkan yang lain. Orang yang tidak didoakan itu berkata: Si Fulan bersin kemudian
engkau mendoakannya, tetapi aku bersin, engkau tidak mendoakanku. Beliau bersabda: Orang
ini memuji Allah tetapi kamu tidak memuji Allah. (Shahih Muslim No.5307)
• Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Menguap itu termasuk dari (gangguan) setan, maka jika
seorang dari kamu menguap, hendaklah ia menahan semampunya. (Shahih Muslim No.5310)
8. Tentang tikus jelmaan
6/8
53. Terjemahan Hadits Shahih Muslim - Kitab ZUHUD DAN KELEMBUTAN HATI
• Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Satu kaum dari Bani Israel telah hilang-lenyap tanpa diketahui sebab
apa yang telah dikerjakan dan tidak terlihat, kecuali (dalam bentuk) tikus. Tidakkah kamu lihat,
jika (tikus tiu) diberi susu unta, ia tidak meminumnya, tetapi jika diberi susu kambing ia
meminumnya. (Shahih Muslim No.5315)
9. Orang mukmin tidak boleh dua kali jatuh dalam lubang yang sama
• Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Seorang mukmin tidak boleh dua kali jatuh dalam lubang yang
sama. (Shahih Muslim No.5317)
10. Larangan memuji secara berlebihan dan dikhawatirkan dapat menimbulkan akibat buruk
bagi yang dipuji
• Hadis riwayat Abu Bakrah ra., ia berkata:
Seorang lelaki memuji orang lain di hadapan Nabi saw. maka beliau bersabda: Celaka kamu!
Kamu telah memenggal leher temanmu, kamu telah memenggal leher temanmu! Beliau
mengucapkannya berulang-ulang. Apabila seorang di antara kamu terpaksa harus memuji
temannya, hendaklah ia berkata: Aku mengetahui kebaikan si Fulan namun Allah lebih
mengetahui keadaannya, dan aku tidak memberikan kesaksian kepada siapa pun yang aku
ketahui di hadapan Allah karena Allah lebih mengetahui keadaannya yang sebenarnya. (Shahih
Muslim No.5319)
• Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
7/8
53. Terjemahan Hadits Shahih Muslim - Kitab ZUHUD DAN KELEMBUTAN HATI
Nabi saw. mendengar seorang memuji orang lain secara berlebih-lebihan, maka beliau
bersabda: Sungguh kamu telah membinasakannya atau telah memotong punggung orang itu.
(Shahih Muslim No.5321)
11. Tentang sikap berhati-hati dalam menerima hadis dan hukum mencatat ilmu
• Hadis riwayat Aisyah ra.:
Dari Urwah ia berkata: Abu Hurairah ra. pernah meriwayatkan suatu hadis dengan berkata:
Wahai pemilik kamar, dengarkanlah! Wahai pemilik kamar, dengarkanlah! Ketika itu Aisyah
sedang salat lalu setelah menyelesaikan salatnya, ia berkata kepada Urwah: Apakah kamu
tidak mendengar ucapan orang ini tadi? Karena sesungguhnya Nabi saw. jika mengucapkan
suatu hadis, jika ada yang menghitungnya, maka ia pasti dapat menghitungnya. (Shahih Muslim
No.5325)
8/8
Fly UP