...

skema sertifikasi

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

skema sertifikasi
SKEMA SERTIFIKASI
GULA KRISTAL
BAGIAN 3: PUTIH
SNI 3140.3:2010/Amd1:2011
Form Title
Revision No.
Issue Date
Page
: PLSPO-TNI-1
:1
: 12.08.2014
: 1 of 4
PT. TÜV NORD Indonesia
NO
FUNGSI PENILAIAN
KESESUAIAN
PERSYARATAN
I.
SELEKSI
1.
Permohonan
Sesuai Persyaratan Permohonan yang tercantum
dalam dokumen LSPro (Clien Application AF-080-Rx
dan Conformity Declaration)
2.
Tipe Sertifikasi
5
3.
Menerapkan Sistem Manajemen
Mutu (SMM)
ISO 9001:2008 atau revisinya atau Sistem Manajemen
Mutu (SMM) lainnya yang diakui.
4.
Pengendalian mutu

Bahan baku (sesuai SNI 3140.3:2010/Amd1:2011)

Hasil uji laboratorium sesuai dengan tingkat
mutu unjuk kerja
5.
Waktu asesmen termasuk jika
organisasi memiliki lebih dari 1
(satu) lokasi pabrik
Sesuai Prosedur LSPro
6.
Petugas Pengambil Contoh
Menguasai Cara Pengambilan Contoh
(Berdasarkan surat tugas dari LSPro) dan SNI
3140.3:2010/Amd1:2011
7.
Cara pengambilan contoh
Sesuai dengan SNI 19-0428-1998, petunjuk
pengambilan contoh padatan.
8.
Jumlah contoh uji
Sesuai dengan SNI 19-0428-1998, petunjuk
pengambilan contoh padatan.
Metode pengujian produk sesuai SNI
3140.3:2010/Amd1:2011, yaitu:
 Persiapan contoh (SNI 01-2891-1992)
 Penentuan warna kristal
 Penentuan warna larutan (dengan alat
Spektrofotometer)
 Penentuan besar jenis butir (BJB)
 Penentuan susut pengeringan
9.
Cara pengujian
-
Metode oven
-
Metode infra red drying
 Penentuan polarisasi
 Penentuan kadar abu
 Penentuan belerang dioksida
 Penentuan cemaran logam (SNI 19-28961998)
 Penentuan Arsen (SNI 01-4866-1998)
Skema Sertifikasi Gula kristal-Bagian 3: Putih SNI 3140.3:2010/Amd1:2011
SKEMA SERTIFIKASI
GULA KRISTAL
BAGIAN 3: PUTIH
SNI 3140.3:2010/Amd1:2011
Form Title
Revision No.
Issue Date
Page
: PLSPO-TNI-1
:1
: 12.08.2014
: 2 of 4
PT. TÜV NORD Indonesia
NO
FUNGSI PENILAIAN
KESESUAIAN
PERSYARATAN
a. Laboratorium uji independen yang telah akreditasi
KAN dengan ruang lingkup semua parameter yang
tercantum dalam I.9 atau,
10.
Laboratorium uji yang digunakan
b. Laboratorium uji seperti pada poin a. diatas
dengan penyaksian proses oleh LSPro atau,
c. Laboratorium uji perusahaan yang telah memiliki
akreditasi KAN (SNI 17025 atau ISO/IEC 17025)
dengan ruang lingkup semua parameter yang
tercantum dalam I.9 dengan aktivitas penyaksian
proses oleh LSPro
II.
DETERMINASI
Audit kecukupan:
1.
 Jika telah memilki Sertifikat
Sistem Manajemen Mutu
 Jika belum memiliki Sertifikat
Sistem Manajemen Mutu
Audit Lapangan:
 Tim Asesor
 Area yang diaudit:
2.
Perlu dilakukan Audit Kecukupan
Harus dilakukan Audit Kecukupan, sesuai Prosedur
LSPro.
Sesuai atuan dan Prosedur LSPro
Salah seorang dari Tim Asesor harus mempunyai
pengalaman dibidangnya selama 1 (satu) tahun
atau 5 (lima) kali pengalaman audit.

Jika telah memiliki
Sertifikat Sistem
Manajemen Mutu
Hanya pada titik kritis

Jika belum memiliki
Sertifikat Sistem
Manajemen Mutu
Keseluruhan bagian
 Proses kritis yang harus
diperhatikan
Proses karbonatasi dan kristalisasi
 Bahan Baku
Gula kristal yang dibuat dari tebu atau bit
3.
4.
Laporan asesmen
Pelaksanaan Pengambilan Contoh
Sesuai Prosedur LSPro
Dilakukan oleh PPC sesuai Prosedur dan Instruksi
kerja LSPro dan sesuai SNI 3140.3:2010/Amd1:2011
yang dilengkapi dengan Rencana Pengambilan
Contoh, Berita Acara Pengambilan Contoh dan Label
Contoh.
Contoh diambil di jalur produksi atau Gudang produksi.
5.
Pengujian Contoh Uji
Skema Sertifikasi Gula kristal-Bagian 3: Putih SNI 3140.3:2010/Amd1:2011
Metode pengujian mengacu kepada I.9 Produk Gula
kristal putih, dinyatakan lulus uji apabila memenuhi
semua persyaratan pada butir 5 standar SNI.
Apabila dalam uji ulang salah satu syarat mutu tidak
terpenuhi maka kelompok tersebut dinyatakan tidak
lulus, kemudian dilakukan sampling ulang begitu
seterusnya sebanyak-banyaknya 3x pengulangan
SKEMA SERTIFIKASI
GULA KRISTAL
BAGIAN 3: PUTIH
SNI 3140.3:2010/Amd1:2011
Form Title
Revision No.
Issue Date
Page
: PLSPO-TNI-1
:1
: 12.08.2014
: 3 of 4
PT. TÜV NORD Indonesia
NO
6.
FUNGSI PENILAIAN
KESESUAIAN
Laporan Hasil Uji
PERSYARATAN
Mencantumkan nilai hasil dan nilai kesesuaian dalam
pemenuhan SNI baik dari syarat kimia dan syarat
fisika.
III.
KAJI ULANG DAN PENETAPAN
1.
Evaluasi terhadap laporan, Berita
Acara Pengambilan Contoh,
Laporan Asesmen dan Laporan
Hasil Uji (LHU) dilakukan oleh
Panitia Teknis
Panitia Teknis terdiri dari personel yang menguasai
Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001 atau sistem
manajemen mutu lainnya) dan menguasai SNI (sesuai
SNI 3140.3:2010/Amd1:2011)
Cara pengambilan keputusan Panitia Teknis mengacu
pada Prosedur LSPro
2.
Keputusan Sertifikasi
Sesuai Prosedur LSPro
IV.
LISENSI (Sesuai Prosedur LSPro)
V.
SURVEILAN
1.
Penilaian (asesmen)
Area yang diaudit:

Jika telah memiliki Sertifikat
Sistem Manajemen Mutu
Hanya pada titik kritis dalam proses produksi di pabrik
berdasarkan standar HACCP dan regulasi pemerintah
yang berlaku dan mempertimbangkan hasil surveilan
dari Lembaga Sertifikasi Sistem manajemen Mutu

Jika belum memiliki Sertifikat
Sistem Manajemen Mutu
Pengendalian Proses dan pengendalian Produk,
Tinjauan Manajemen, Keluhan dan Kepuasan
Pelanggan, Internal Audit, Pengendalian Produk Tidak
sesuai, Evaluasi Data dan Tindakan Perbaikan
sedangkan elemen lainnya dilakukan bergantian
sehingga semua elemen terwakili selama periode
sertifikasi. Serta mempertimbangkan hasil asesmen
sebelumnya.
2.
Surveilan produk
LSPro melakukan inspeksi sampel dari pabrik dengan
melakukan verifikasi hasil pengujian yang dilakukan
oleh produsen dibawah kendali LSPro.
3.
Pengujian contoh
Sesuai aturan II.5 dan sesuai cara uji I.9
Skema Sertifikasi Gula kristal-Bagian 3: Putih SNI 3140.3:2010/Amd1:2011
SKEMA SERTIFIKASI
GULA KRISTAL
BAGIAN 3: PUTIH
SNI 3140.3:2010/Amd1:2011
Form Title
Revision No.
Issue Date
Page
: PLSPO-TNI-1
:1
: 12.08.2014
: 4 of 4
PT. TÜV NORD Indonesia
Bekasi, 12 Agustus 2014
Disiapkan oleh,
( Winne Rian Zahedi )
Skema Sertifikasi Gula kristal-Bagian 3: Putih SNI 3140.3:2010/Amd1:2011
Diketahui oleh,
(Dony Moehardono Donatianus )
Fly UP